Pengakuan (Lagi), CEO Boeing Ungkap Ada Kerusakan Lampu Peringatan di Kokpit 737 MAX

Lagi dan lagi, Boeing menjadi bahan ‘bulan-bulanan’ masyarakat. Tragedi jatuhnya dua pesawat berjenis 737 MAX 8 yang masing-masing dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines yang jatuh dalam kurun waktu lima bulan ini seolah menjadi turn back point bagi perusahaan Amerika Serikat tersebut menuju sisi kegelapan. Setelah sebelumnya pihak Boeing telah disangka meloloskan produk gagal ke pasar oleh Federal Aviation Administration (FAA), kini pihak produsen pesawat ini kembali harus mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dalam menerapkan sistem peringatan kokpit 737 MAX.

Baca Juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (16/6/2019), pernyataan tersebut kembali diungkapkan oleh Chief Executive Boeing, Dennis Muilenburg beberapa saat sebelum pagelaran Paris AirShow 2019 dihelat kemarin. Ya, seperti yang sudah diketahui bersama, ajang Paris AirShow menjadi salah satu acara penting bagi para produsen pesawat dari berbagai penjuru dunia.

Dennis mengaku Boeing telah melakukan kesalahan karena tidak mengungkapkan adanya kerusakan lampu peringatan kokpit 737 MAX. Hal itu pun menjadi perhatian para regulator di dunia penerbangan. Ketika Boeing mulai mengirimkan varian 737 Max ke maskapai penerbangan pada tahun 2017 silam, perusahaan percaya bahwa lampu sudah beroperasi di semua jet. Tetapi setelah 737 Max mulai beroperasi di tahun yang sama, para insinyur di perusahaan mengetahui bahwa lampu peringatan hanya akan berfungsi jika pihak maskapai telah membeli indikator kokpit yang dijual secara terpisah.

Ini berhubungan dengan sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) yang kemarin didaulat menjadi penyebab utama dari dua kecelakaan yang menghilangkan lebih dari 300 nyawa tersebut.

“Jelas, kami dapat melakukan perbaikan, dan kami memahami itu dan kami akan melakukan perbaikan itu,” ujar Dennis, dikutip dari laman sumber terpisah.

“Ketika saya membuat komentar tentang desain MCAS sebelumnya dan bagaimana kami mengikuti proses-proses itu, itu juga melalui proses analisis. Itu tidak berarti bahwa itu tidak dapat diperbaiki,” tandasnya.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Dennis menambahkan bahwa pihak Boeing telah melibatkan sekira 90 persen pelanggan untuk berpartisipasi dalam sesi simulasi dengan perangkat lunak MCAS yang telah di-upgrade saat mereka tengah melakukan sertifikasi penerbangan dengan regulator.

Sementara itu, salah satu pejabat administrator dari FAA, Daniel K. Elwell mengkritisi pola kerja dari pihak Boeing yang terkesan sangat-sangat terlambat untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi – Boeing baru memberitahu bahwa ada kesalahan pada sistem MCAS setelah pesawat 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh.

Jepang Rencanakan Bangun Proyek Kereta Cepat di 5 Kota India

Jepang kembali memiliki rencana untuk membangun proyek kereta peluru di lima kota India. Lima kota tersebut adalah Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. Hal ini dikatakan oleh Director of Central Japan Railway Company Torkel Patterson.

Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman urbantransportnews.com (11/6/2019), pembangunan proyek baru ini bahkan seperti membuat terbengkalai proyek pertama sektor Mumbai-Ahmedabad yang kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2023 mendatang dibandingkan dengan target pemerintah pada tahun 2022.

“Ada rencana untuk mengatur konektivitas kereta berkecepatan tinggi di lima lokasi lagi di India. Pembicaraan belum dimulai, tetapi rencananya ada di sana. Ini akan tergantung pada peluncuran proyek pertama yang akan dibangun antara mumbai dan ahmedabad,” ujar Patterson yang juga Wakil Ketua Asosiasi Kereta Berkecepatan Tinggi Internasional (IHRA).

Patterson mengatakan, ada rencana untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi di New Delhi, Kolkata, Hyderabad, Chennai dan Bengaluru. JR-Central, sebuah perusahaan kereta api swasta Jepang yang sedang membangun jaringan rel berkecepatan tinggi antara Mumbai dan Ahmedabad.

Proyek kereta peluru Mumbai-Ahmedabad sepanjang 505 km yang akan dibangun dengan biaya sekitar $12 miliar secara resmi diresmikan oleh Perdana Menteri Narendra Modi dan rekan sejawatnya dari Jepang Shinzo Abe pada bulan september 2017. Sedangkan MoU untuk proyek ini ditandatangani pada Desember 2015 lalu.

Kereta peluru ini, akan berjalan pada kecepatan maksimum 320 km per jam dan diharapkan dapat ditempuh dalam waktu dua jam tujuh menit antara Mumbai dan Ahmedabad. Nantinya dalam perjalanan kereta cepat itu akan melewati 12 stasiun.

Patterson mengatakan proyek kereta peluru itu akan beroperasi sebelum 2023 karena ada masalah terkait pembebasan lahan. Dia juga membicarakan harga tiket dan model pendapatan lainnya untuk mendukung ekosistem kereta berkecepatan tinggi.

Menurut Patterson, proyek kereta peluru, yang akan menggunakan teknologi Jepang yakni kereta Shinkansen, akan membawa transformasi dalam perekonomian India seperti yang terjadi pada Jepang. Patterson lebih lanjut mengatakan bahwa proyek-proyek kereta peluru tidak boleh dibangun di mana saja di suatu negara, tetapi hanya di sekitar pusat ekonomi.

Baca juga: Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India

Dia menambahkan bahwa alasan utama mengapa pemerintah Jepang memilih untuk membangun jaringan kereta api berkecepatan tinggi pertama di wilayah Mumbai-Ahmedabad karena Mumbai adalah pusat keuangan India dan AShmedabad adalah jantung dari perdagangan berlian negara itu.

Misterius! Qantas Terbangkan Airbus A380 Ke Orlando Pada Januari 2020, Terbangkan Siapa?

Sebuah penerbangan dengan menggunakan Airbus A380 ber-liverykan maskapai asal Negeri Kangguru, Qantas tampak sudah melakukan rencana penerbangan. Rencananya, penerbangan ini mengudara pada Januari 2020 dari Sydney menuju Orlando via Los Angeles. Beberapa orang percaya bahwa penerbangan ini merupakan penerbangan charter, karena sejatinya, Qantas tidak memiliki rute penerbangan tersebut. Pertanyaannya adalah, siapa yang memesan penerbangan tersebut?

Baca Juga: 10 Kapal Misterius Ini Ditemukan Tanpa Awak

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman onemileatatime.com (10/6/2019), adapun rute yang akan dioperasikan Qantas pada tanggal 19 Januari 2020 tersebut adalah:

QF17 ; Sydney ke Los Angeles ; berangkat pukul 10.25, tiba pukul 05.15 pagi
QF17 ; Los Angeles ke Orlando ; berangkat pukul 07:30, tiba pukul 14:55.

Sedangkan untuk rute sebaliknya pada tanggal 24 Januari 2020, Qantas akan mengoperasikan:

QF18 ; Orlando ke Los Angeles ; berangkat pukul 18:00, tiba pukul 20:20
QF18 ; Los Angeles ke Sydney ; berangkat pukul 22:35, tiba pukul 08:35 (+2 hari)

Sumber: istimewa

Setibanya di Orlando, Airbus A380 tersebut akan melakukan tugasnya seperti biasa selama lima hari sebelum akhirnya bertolak kembali menuju Sydney. Jadi di jeda lima hari perjalanan charter misterius tersebut, Qantas akan tetap mengoperasikan penerbangan untuk penumpang konvensional. Tentu saja misteri ini menjadi semakin menarik untuk dibongkar, mengingat kebijakan Qantas untuk mengoperasikan pesawat charter ini di jeda lima hari pesawat tersebut berada di Orlando.

Berbagai spekulasi mulai bermunculan, salah satunya yang paling santer adalah perhelatan Flight Centre Global Gathering. Flight Centre diketahui sebagai agen perjalanan terbesar di dunia dan mereka berbasis di Australia, dan mereka memiliki acara “Global Gathering” setiap tahunnya. Tahun lalu, acara ini diadakan di Berlin dan pihak Flight Centre sampai-sampai men-charter Airbus A380 dari maskapai Etihad.

Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Tapi, acara tahunan ini biasanya diadakan pada bulan Juli – sedangkan penerbangan charter ini terjadi pada bulan Januari. Atau bisa saja pihak Flight Centre memajukan acara Global Gathering menjadi bulan Januari dan spekulasi ini menjadi yang paling dipercaya.

Guna memastikan penerbangan charter tersebut, pihak Qantas yang telah dihubungi masih enggan membeberkan fakta terkait itu. Jadi, penerbangan charter milik siapakah itu?

Sempat Termakan Penumpang, Ternyata Ada Jamur di Dalam Saus Hummus

Makanan yang disajikan atau di jual di dalam pesawat bukanlah makanan yang satu hari dibuat, biasanya makanan tersebut dibekukan dan dihangatkan kembali dalam pemanas dalam pesawat sebelum dibagi atau dijual kepada penumpang. Tak hanya itu, terkadang di dalam makanan banyak penumpang pesawat yang mendapatkan keanehan padahal kemasan dalam keadaan tertutup rapat.

Baca juga: Setelah Insiden Kecoa, Kini Belatung Hidup ‘Tersaji’ di Makanan Pakistan International Airlines

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman yahoo.com (14/6/2019), baru-baru ini kembali seorang penumpang menemukan ada hal yang aneh dalam makanannya. Apalagi saat itu dirinya sudah memakan beberapa suap sebelum menemukan kejanggalan tersebut.

Saus hummus berjamur (yahoo.com)

Jamie Lunde, penumpang yang terbang dengan United Airlines tersebut menemukan jamur dalam kemasan makanannya itu. Awalnya dia memesan kotak tapas seharga US$10 atau sekitar Rp143 ribu dalam penerbangan sebagai makanan selingan atau camilan. Namun setelah mengambilnya beberapa suap dari saus hummus dirinya menemukan sesuatu yang menjijikkan.

“Saya membeli kotak Tapas ini tadi malam di penerbangan United 1613. Aku mulai memakannya sebelum aku benar-benar melepas kertas di atasnya. Hampir muntah ketika aku melihat cetakannya!,” tulis Lunde di akun Instagram pribadinya.

Gambar yang diunggah Lunde memperlihatkan adanya lapisan jamur dibawah tutup aluminium foil dimana saus tersebut disajikan dan tak jauh dari suapan yang sudah dimakan Lunde.

“Aku mulai memakannya sebelum aku benar-benar melepas kertas di atasnya. Hampir muntah ketika saya melihat cetakannya,” tambah Lunde.

Sayangnya saat dia melaporkan kepada kru kabin, mereka tidak mengambilnya tetapi hanya mengembalikan uang Lunde. Bahkan dirinya mengklaim bahwa kru kabin menuduhnya membuat camilan kotor dua kali bukannya mengembalikan.

Dalam kotak tapas tersebut selain saus hummus juga terdapat almond, roti bruschetta, dark cokelat, kerupuk dan zaitu. Setelah Lunde menggunggah foto saus tersebut di Instagram, warganet mulai berkomentar dan menandai United Airlines agar pihak maskaai bisa melihatnya.

“Menjijikkan,” komen seorang warganet.

“Itu mengerikan !!! #unitedairlines perbaiki ini,” kata yang lainnya.

Karena hal ini kemudian, seorang juru bicara United Airlines meminta maaf atas kejadian itu. Mereka mengaku “menyesal” mendengar camilan itu tidak memenuhi standar makanan “standar tinggi” dari maskapai.

Baca juga: Kali Ini Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Makanan Singapore Airlines

“Kami telah menghubungi pelanggan secara langsung untuk meminta maaf dan akan meninjau masalah ini dengan pemasok katering kami,” kata juru bicara itu.

Sayangnya, ini bukan pertama kalinya seorang penumpang disajikan makanan berjamur dalam penerbangan. Seorang penumpang British Airways terbaring di tempat tidur dengan keracunan makanan setelah makan salad yang menyentuh makanan berjamur.

Pintu Darurat Dikira Toilet, Penumpang Pakistan Airlines Bikin Penerbangan Delay 7 Jam!

Sebuah maskapai yang hendak mengudara dari Inggris menuju Pakistan terpaksa mengalami keterlambatan dan mengacaukan jadwal penerbangan di bandara terkait karena salah seorang penumpang di dalamnya membuka pintu darurat. Sama seperti beberapa kasus sebelumnya, penumapang ini menyangka bahwa pintu darurat tersebut adalah pintu menuju kamar mandi. Kejadian ini sendiri terjadi beberapa saat sebelum pesawat tnggal landas. Walhasil, penerbangan dari Manchester ini mengalami keterlambatan hingga kurang lebih tujuh jam.

Baca Juga: Bikin Panik! Pemuda Ini Berusaha Buka Pintu Darurat Yang Ia Kira Sebagai Pintu Toilet

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman legit.ng (11/6/2019), pesawat Boeing 777-300 dari maskapai Pakistan International Airlines flight 702 dijadwalkan untuk bertolak dari Manchester pada Jumat (7/6/2019) pukul 21.20 waktu setempat. Ketika proses boarding berjalan lancar dan pesawat sudah siap untuk lepas landas, seorang penumpang yang identitasnya tetap anonim berjalan menuju pintu darurat.

Menyangka yang ada di belakang pintu tersebut adalah sebuah toilet, penumpang tersebut langsung membukanya dan kekacauan mulai terjadi.

“Kejadian ini terjadi ketika tanda kenakan sabuk pengaman sudah menyala,” ujar salah satu juru bicara dari Pakistan International Airlines.

“Dapat kami pastikan, bahwa kejadian ini tidak memakan korban dan keseluruhan penumpang dalam keadaan aman,” tandasnya.

Setelah pintu darurat ini terbuka, maka semua penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut harus dievakuasi karena pesawat terkait tidak dapat mengudara hingga puku 05.00 waktu setempat keesokan harinya.

Alih-alih hanya berdampak kepada satu maskapai saja, ternyata keteledoran penumpang ini juga berdampak pada penerbangan lain di bandara Manchester tersebut.

“Kami menyesalkan keterlambatan Pakistan International Airlines flight 702 yang disebabkan oleh seorang penumpang yang membuka pintu darurat. Kami telah meminta penumpang untuk mengikuti instruksi keamanan karena kecelakaan seperti ini mengakibatkan ketidaknyamanan ratusan penumpang lainnya,” ujar pihak bandara kepada para penumpang yang menjadi imbas kejadian ini.

Baca Juga: Akibat Kegerahan di Kabin, Pria Ini Tak Sengaja Membuka Pintu Darurat

Namun karena penumpang lain yang terdampak sudah terlalu kesal karena keterlambatan yang terjadi dan mulai menggunakan media sosial untuk menyuarakan kekecewaan mereka.

“Layanan yang buruk,” ujar salah satu penumpang di bandara Manchester melalui jejaring sosial Twitter.

Duh, ini bisa jadi pelajaran bahwa mendengarkan instruksi keselamatan sebelum mengudara itu sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Di 2020, Uber dan Volvo Siap Uji Mobil Otonom Generasi Ketiga

Mobil tanpa pengemudi alias mobil otonom generasi ketiga baru saja diumumkan oleh Uber. Mobil ini dikembangkan dalam kemitraan Uber dan Volvo dengan basis tipe SUV XC90. Nantinya mobil tanpa pengemudi versi terbaru ini akan mulai diuji di jalanan umum tahun 2020 mendatang.

Baca juga: Mobil Otonom Uber Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Arizona

KabarPenumpang.com melansir laman theverge.com (12/6/2019), mobil yang dibangun atas kerja sama Uber dan Volvo ini dibuat lebih banyak redundansi yang masih memiliki setir serta pedal. Dikatakan Uber, wahana ini dirancang untuk dioperasikan tanpa manusia yang duduk dibelakang kemudi. Sehingga membuat perusahaan membangun sistem cadangan berlebih kedalam kendaraan khususnya kemudi, pengereman dan daya baterai.

“Jika ada sistem utama yang gagal karena suatu alasan, sistem cadangan dirancang untuk segera bertindak untuk menghentikan mobil,” kata Uber.

Hal ini berarti versi baru dari mobil self-driving Uber harus lebih aman dari versi sebelumnya. Uber mengatakan pembuat mobil asal Swedia tersebut mengungkapkan konsep kendaraan dasar otonom yang serupa untuk teknologi otonom komersialnya sendiri di awal tahun 2020.

Sebelumnya Uber sudah menguji kendaraan self-driving di jalan umum pada Desember 2018, sembilan bulan setelah salah satunya menabrak dan membunuh Elaine Herzberg, yang sedang menyeberang di depan mobil. Mobil otonom Uber saat itu tidak pernah berhenti, atau bahkan melambat, sebelum menabrak Herzberg.

Sistem self-driving melihatnya, meskipun ada laporan yang bertentangan tentang apakah itu menandai dia sebagai “kesalahan yang positif.” Masalah yang lebih besar adalah Uber telah menonaktifkan sistem pengereman darurat otomatis Volvo untuk “mengurangi potensi perilaku kendaraan yang tidak menentu.

”Ada pengemudi keselamatan di belakang kemudi yang seharusnya memantau jalan, tetapi dia tidak mengerem sampai setelah Herzberg tertabrak. Jika sistem pengereman darurat otomatis telah diaktifkan, mobil mungkin berhenti tepat waktu. Uber mengatakan tidak akan mengesampingkan atau menonaktifkan fitur pengereman otomatis Volvo baru,” kata pihak Uber.

Itu tidak dikatakan bahwa Uber akan terus bekerja pada mobil self-driving. Arizona melarang perusahaan melakukan pengujian setelah kematian Herzberg.

CEO Uber Dara Khosrowshahi dilaporkan mempertimbangkan untuk mengakhiri program pada satu titik, tetapi akhirnya menegaskan kembali komitmennya untuk itu selama wawancara dengan acara Today. Sekarang, mobil self-driving adalah bagian dari tujuan akhir Uber untuk menjadi “toko serba ada untuk pergerakan orang dan memperkuat perdagangan lokal di seluruh dunia.

Baca juga: California Hadirkan AutoX, Mobil Otonom Pengantar Barang Pesanan

Kendaraan baru itu diluncurkan pada konferensi tahunan Uber ketiga, di mana perusahaan juga memamerkan pesawat listrik yang seharusnya membuat layanan taksi udara pada tahun 2023, pengiriman drone, dan tentu saja, skuter listrik.

Ekspansi Bisnis Besar-Besaran, AirAsia Berencana untuk Ganti Slogan!

Maskapai asal Negeri Jiran, AirAsia Group Bhd dikabarkan ingin berkembang di luar bisnis maskapai penerbangan ‘tradisional’, dan menurut kabar yang beredar pihak maskapai telah membangun situs web dan aplikasi travel dan lifestyle, layanan keuangan, dan operasi logistik. Chief Executive Group AirAsia, Tan Sri Tony Fernandes mengatakan, maskapai berbiaya rendah ini telah didekati oleh sejumlah perusahaan asing yang tertarik untuk bermitra dengannya dan memanfaatkan database besar milik perusahaan yang mencapai hingga 100 juta penumpang per tahun.

Baca Juga: AirAsia X Genap Berusia 10 Tahun, Mantapkan Identitas Sebagai LCC Jarak Jauh

“Kami berusaha untuk beralih dari sekadar menjadi maskapai penerbangan, dan mulai menggunakan lalu lintas penumpang kami untuk membangun sebuah platform. Kami mungkin memiliki salah satu situs web terbesar di Malaysia – atau bahkan di Asia Tenggara, ”katanya ujar Toni, dikutip KabarPenumpang.com dari laman New Straits Times.

Toni mengatakan AirAsia saat ini diperingkatkan sebagai maskapai terbesar ke-13 di dunia dan dalam beberapa tahun diupayakan untuk merangsek naik ke-10 besar.

“Prestasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata – mengingat dari tempat kami memulai sebagai maskapai kecil di Malaysia. AirAsia menduduki nomor empat di Asia (maskapai terbesar) setelah tiga maskapai penerbangan Tiongkok, ”kata Toni.

Fernandes berkeinginan untuk mengganti slogan AirAsia dari “Now Everyone Can Fly” menjadi “Now Everyone Can Travel”. Pergantian slogan ini juga tidak lepas dari upaya Toni cs. untuk memperlebar sayap bisnis mereka yang rencananya akan menawarkan pengalaman baru untuk menginap dan melancong.

“Kami melihat banyak peluang untuk memberikan layanan melalui situs web kami,” tandasnya.

Ya, kelak situs web AirAsia mungkin akan mirip dengan Traveloka.com atau situs sejenis yang tidak hanya menjajakan tiket saja, melainkan booking hotel dan lain-lain.

Baca Juga: AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan?

“Kami mulai dengan maskapai asing sesegera mungkin. Kelak, kami dapat bersaing dengan Expedia dan Agoda. Langkah pertama kami adalah membuat perjalanan menjadi lebih terjangkau, misalnya membuat harga tiket kereta api, bus, dan taksi menjadi lebih murah, ”terang Toni.

Tidak menutup kemungkinan, Toni menambahkan, AirAsia.com akan menjadi portal lifestyle dengan menambahkan beberapa kategori baru, seperti destinasi wisata, kuliner, dan konten kecantikan/kesehatan.

 

Oman Air Kenalkan Seragam Baru Awak Kabin di London Heathrow

Setiap maskapai memiliki seragam yang memiliki ciri khas negara mereka dan warna yang dipilih pun biasanya tak jauh berbeda dari warna pesawat. Seperti baru-baru ini, Oman Air meluncurkan seragam baru untuk awak kabinnya di London Heathrow.

Baca juga: Kerap Alami Pelecehan, Cathay Pacific Bakal Ganti Seragam Awak Kabin

Seragam ini dibuat oleh pengembang produk dan merek in house dari Oman Air sendiri. Desain pakaian awak kabin ini terinspirasi oleh kesultanan Oman yang kaya akan warna, budaya, sejarah dan warisan. Selain itu juga mempertahankan rona warna pirusnya yang dapat dikenali dengan menggambarkan inspirasi dari Laut Oman.

Untuk seragam pramugari adalah gaun one piece berwarna pirus dengan panjang dibawah lutut dan memastikan ini cukup nyaman dan elegan untuk berbagai kebangsaan dan profil. Seragam ini juga dilengkapi dengan jas warna sama yakni biru yang dirancang untuk memperlihatkan menyampaikan bakat dan keanggunan.

Topi untuk melengkapi seragam ini pun dirancang baru dengan tetap menambahkan slayer baik berwaran biru. Sedangkan untuk awak kabin pria menggunakan setelan jas warna gelap dengan model baru ditambah dengan dasi pirus. Sedangkan untuk kepala kabin wanita Oman Air memiliki sedikit perbedaan dimana ada aksen emas di samping palet pirus.

Seragam wanita termasuk gaun yang sama, tetapi dalam warna teal yang lebih gelap, dengan topi dan syal emas. Dalam seragam ini yang ditiadakan adalah setelah naik maka seragam awak kabin akan berubah menjadi jaket makan selama layanan makan.

Dengan jaket ini ada penambahan syal bunga yang dirancang untuk menunjukkan warna musiman Oman yakni warna pirus, emas dan magenta yang diilhami oleh laut, maahari terbenam serta pegunungan yang tertutup mawar di negara itu. Sedangkan untuk kepala kabin pria Oman Air akan mengenakan rompi abu-abu dengan dasi berwarna emas.

“Terinspirasi oleh elemen kaya dari Oman, seragam baru kami adalah kesaksian bahwa gaya dapat berasal dari lanskap dan lingkungan kami yang menginspirasi. Itu adalah pengalaman yang sangat bermanfaat dalam mengerjakan proyek ini dan kami sangat bangga dan bersemangat untuk sekarang memperkenalkan seragam baru pada penerbangan Oman Air kami. Jumlah usaha dan waktu yang luar biasa yang didedikasikan oleh tim kami yang bekerja melalui beberapa perulangan desain, dan modifikasi sebelum penataan yang tepat dan tampilan keseluruhan dicapai di setiap pakaian, sungguh patut dipuji,” ujar CEO Oman Air Abdulaziz Al Raisi yang dikutip KabarPenumpang.com dari businesstraveller.com (13/6/2019).

Baca juga: Norwegian Airlines Bebaskan Awak Kabin untuk Berdandan Seadanya

Pembawa ini akan memamerkan proses desain seragam di “State of Grace“, yang pertama dari lima video di “State of Wonder” Oman Air, sebuah seri baru yang akan diluncurkan secara progresif di semua saluran media sosial.

Oman Air sendiri diketahui beroperasi di Jakarta sejak Desember 2014 lalu. Penerbangan yang dilakukan secara langsung yakni dari Bandara Internas Muscat menuju ke Bandara Internasional Soerkarno-Hatta.

Laksana Bandara Internasional, Ternyata ini Sebuah Stasiun di India

Pernahkah Anda saat ingin masuk ke sebuah stasiun di sangka mau masuk ke perkantoran atau sebuah bandara karena saking megahnya? Mungkin untuk beberapa bangunan stasiun di Eropa atau Amerika terlihat seperti itu. Tapi bagaimana bila melihat stasiun tersebut di India, negara yang terkenal punya masalah dengan kebersihan di fasilitas umum.

Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Biasanya pelancong atau pengguna akan terheran-heran. Ya, Stasiun Manduadih yang berada di Uttar Pradesh India dari luar hingga ke dalam tak tampak seperti sebuah stasiun. Malahan banyak yang mengira ini sebuah bandara bila tidak melihat peron dan rel kereta api.

bagian dalam dan peron Stasiun Manduadih

KabarPenumpang.com melansir dari laman livemint.com (12/6/2019), meski terlihat seperti bandara, ternyata stasiun ini baru saja diubah menjadi kelas dunia. Bangunan ruang tunggu dan peron pun terpisah dan ini yang membuatnya salah arti seperti bandara.

Bahkan fasilitas yang diberikan Stasiun Manduadih sangat ramah penumpang. Fasilitas yang diberikan menjadikannya stasiun kelas dunia adalah lampu LED, ruang tunggu besar dan ber-AC, bangku stainless steel dan lainnya. Tak hanya itu, di stasiun ini juga ada air mancur yang mempercantik ruang tunggu yang luas.

Stasiun Manduadih juga dilengkapi dengan area sirkulasi, kantor pemesanan atau reservasi tiket, kafetaria, food court, lounge yang dilengkapi pendingin udara, toilet ber-AC dan dormitori. Arsitektur bangunan ini mencerminkan semangat Kashi.

Platform atau peron stasiun selain bersih juga dilengkapi dengan panel layar LCD. Stasiun ini tidak hanya akan menyediakan fasilitas standar internasional kelas dunia bagi para penumpang tetapi, ia juga akan menawarkan pekerjaan bagi warga Varanasi. Stasiun kereta Manduadih memiliki delapan platform dan saat ini, delapan kereta berasal dari stasiun.

Dari kabar yang beredar, Perdana Menteri Narendra Modi berencana untuk mengubah nama stasiun Manduadih yang diubah menjadi stasiun kereta api ‘Banaras’. Mantan Menteri Union untuk perkeretaapian Manoj Sinha telah menulis surat kepada Ketua Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath memintanya untuk mempertimbangkan penggantian nama stasiun.

“Nama Manduadih tidak terdengar bagus dan tidak terhubung dengan warisan Banaras,” kata seorang pejabat kereta api dari divisi Varanasi.

Masalahnya, bagaimanapun, tidak mencapai kesimpulan logis karena pemilihan diumumkan segera setelah stasiun kereta api baru selesai. Varanasi, juga disebut Banaras dan Kashi, adalah konstituensi parlementer Perdana Menteri Narendra Modi.

Baca juga: Stasiun Habibganj, Sebentar Lagi Menjadi Stasiun Kelas Dunia Pertama di India

Segera setelah Perdana Menteri Narendra Modi yang dipimpin NDA berkuasa, kota bersejarah Varanasi menjadi hidup ketika proyek-proyek pembangunan besar-besaran telah disetujui untuk kota tersebut, salah satu situs religius dan paling dihormati bagi umat Hindu.

Integrasikan Big Data dan Cloud, Huawei Rilis 5G LTE-R untuk Sistem Komunikasi Kereta

Solusi teknologi 5G dalam platform Long Term Evolution- Railway (LTE-R) merupakan generasi baru untuk memfasilitasi komunikasi rel nirkabel yang baru saja resmi diperkenalkan oleh Huawei. Solusi dari Huawei ini sudah digunakan di Cina dan diluncurkan pada KTT Angkutan umum Global UITP 2019 di Stockholm.

Baca juga: Teknologi 5G, Apakah Aman untuk Perkeretaapian Dunia?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (12/6/2019), solusi LTE-R yang dikenalkan Huawei tersebut merupakan rancangan terbaru untuk mendukung solusi 5G dan interkoneksi GSM-R. Solusi baru tersebut akan menggunakan jaringan LTE-R untuk memungkinkan dalam mengontrol kereta api, pengiriman data, sistem informasi penumpang, CCTV dan layanan kereta api lainnya.

Platform ini juga akan mendukung beberapa layanan trunking seperti suara, video dan data Mission Critical Push-to-Talk (MCPTT). Selain solusi LTE-R, Huawei juga menghadirkan solusi Urban Rail Light Cloud dan 5G Digital Indoor System (DIS) untuk membantu operator dalam membangun sistem transportasi keret api yang lebih nyaman dan efisien.

Urban Rail Light Cloud Solution menggunakan teknologi virtualisasi canggih untuk mengubah sumber daya komputasi, penyimpanan, jaringan dan keamanan dari perangkat fisik menjadi sumber daya virtual. Selanjutnya, mereka bisa dialokasikan ke sistem aplikasi melalui host virtual, jaringan atau perangkat keamanan.

Solusi ini memungkinkan integrasi pada perangkat pusat data, mengurangi biaya pengadaan dan penyebaran perangkat. Ini dirancang untuk mendukung jaringan transportasi kereta api dengan kapasitas penumpang rendah dan sedang.

Solusi 5G DIS terbaru, disebut 5G LampSite, memanfaatkan beberapa teknologi canggih untuk mendukung LTE dan 5G. Solusi ini dirancang untuk menawarkan layanan komunikasi cerdas untuk memungkinkan manajemen aliran penumpang yang cepat, pemeriksaan keamanan, dan tiket.

“Untuk lingkungan yang mulus dan saling berhubungan di seluruh sistem ini, operator kereta api memerlukan perangkat komunikasi untuk mengumpulkan data dan platform digital yang mengintegrasikan cloud, IoT, big data, dan AI untuk memastikan keamanan, keandalan, dan keamanan dan operasi yang efisien,” kata Presiden Unit Bisnis Transportasi Global Huawei Enterprise Business Group Eman Liu.

Baca juga: Samsung Pasok Teknologi 5G di Kereta Cepat Jepang

“Huawei bertujuan untuk membantu pelanggan kereta api mencapai transformasi digital dengan menawarkan Urban Rail Cloud dan solusi komunikasi operasi kereta api, serta bekerja sama dengan mitra global untuk memindahkan kereta api ke masa depan.”