Momen tak biasa ini berada di lintas Bogor – Sukabumi. Ya, sekadar informasi yang tengah ramai diperbincangkan, jalur tersebut bakal ada harapan dan peluang yang kembali muncul untuk transportasi yang praktis ini. Adapun jalur ganda yang berada di antara Stasiun Bogor Paledang hingga Cicurug ini sedang diuji coba. Menggunakan lokomotif buatan PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun, uji coba dilakukan dengan melakukan tes beban hingga kecepatan.
Uji coba dilakukan selama dua hari yakni 31 Agustus – 1 Sepetember 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas 1 Bandung menggelar uji coba jalur ganda (double track) yang baru rampung. Tepat pukul 09.00 WIB, rangkaian kereta melaju dari Stasiun Cicurug menuju Bogor Paledang, menandai langkah awal sebelum jalur ini benar-benar difungsikan.
Meski uji coba teknis sudah berjalan, publik masih menunggu kepastian kapan jalur ganda ini bisa digunakan untuk penumpang. Diketahui bahwa Jalur ganda Bogor – Cicurug sendiri menjadi bagian penting dari proyek besar double track Bogor – Sukabumi. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan perjalanan, meningkatkan frekuensi kereta, dan memberi kenyamanan lebih bagi masyarakat.
Uji fungsi jalur dilakukan melalui jalur hulu KA pada Km 02+6/7 antara Paledang-Batutulis, lintas Bogor-Sukabumi. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung Endang Setiawan mengungkapkan, hasil uji coba menunjukkan rangkaian kereta dapat melintas sesuai dengan target kecepatan operasi yang ditetapkan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
Detail hasil uji coba nantinya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Pengujian sebagai unit yang berwenang mengeluarkan data tersebut. Diketahui sebelum double track dibangun, kereta api harus bersilang di berbagai stasiun pada lintas tersebut apabila terdapat kereta yang berpapasan.
Tentunya, dengan adanya double track tidak perlu bersilang sehingga dari segi keselamatan perjalanan KA akan terjamin. Selain itu kapasitas KA yang melintas juga bertambah, sehingga frekuensi KA per hari bisa ditingkatkan sesuai dengan demand yang ada. Selain itu bisa meningkatkan kapasitas perjalanan pada keberadaan double track yang pasti mendukung jalur logistik nasional.
Salah satunya adalah kereta barang dari Cicurug yang mengangkut air mineral dalam kemasan serta kereta dari Cisaat yang mengangkut semen. Pun keberadaan double track juga memberikan keuntungan bagi pengguna kereta api, antara lain kepastian jadwal, serta meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan.
Melalui uji coba pada jalur Hulu ini, keandalan sistem persinyalan, konstruksi jalan rel, hingga keselamatan perlintasan di sepanjang petak Bogor Paledang sampai Cicurug diuji secara mendalam sebelum nantinya dapat dilintasi kereta penumpang komersial secara simultan.
Kehadiran double track Bogor Paledang-Cicurug ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api, serta menghilangkan ketergantungan persilangan kereta yang selama ini terjadi di rute tunggal (single track).
Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini
