Sejak Dahulu, Hubungan Antara Rel Kereta dan Batu Kerikil Tak Terpisahkan

Batu kerikil biasanya banyak di gunakan untuk menjadi campuran semen saat membangun sebuah bangunan. Tapi selain itu juga banyak kegunaannya. Nah, sebagai penggguna kereta listrik (KRL) atau kereta api, pastinya sering lihat banyak batu kerikil di rel kereta api. Itu bukanlah suatu kebetulan apalagi kereta api yang melaju diatas kecepatan 100 km per jam.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Ban, Inilah Dua Jenis Ban yang Lumrah Digunakan

Dengan kecepatan seperti ini penumpang di dalam gerbong akan merasakan getaran meski kereta api memiliki pegas. Adanya batu kerikil juga membantu pegas yang kurang mampu menahan goncangan.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, selain menahan goncangan ternyata ada fungsi lainnya. Nah, simak ya penjelasan fungsi batu kerikil di rel kereta api.

1. Sebagai bantalan pemberat
Rel kereta sendiri terbagi dua bagian yakni sepasang rel panjang dari baja sebagai lintasan. Kedua adalah bantalan berupa batangan baja atau beton bahkan kayu yang fungsinya sebagai penahan daya tekanan agar rel tidak tenggelam. Sedangkan batu kerikil yan terdapat disekitarnya sebagai pemberat dan membantu rel agar tetap stabil sehingga kereta api bisa melaju dengan baik dan aman.

2. Penahan getaran
Batu kerikil di saat bersamaan juga bisa menjadi penahan getaran ketika kereta api melintas. Bayangkan dengan ukuran dan berat kereta api yang terbuat dari logam hanya di sanggah sepasang baja bagaimana jadinya? Pasti akan menghasilkan gaya yang sangat besar. Sehingga dengan adanya batu kerikil, goncangan yang terjadi bisa berkurang serta memperpanjang usia rel.

3. Mencegah erosi
Dengan iklim Indonesia yang punya curah hujan tinggi, menjadi perhitungan sendiri bagi peletakan batu kerikil di sekitar kereta. Alasannya adalah saat hujan dan banjir tiba tidak berakibat pada pengikisan dan erosi tanah yang berada tepat dibawah railway. Sebab erosi bisa mengakibatkan tanah anjlok atau ambles dan mengakibat kecelakaan fatal.

4. Menghambat tumbuhnya tanaman liar
Selain tiga di atas, rerumputan atau tanaman liat sekitat rel secara langsung atau tidak bisa menggemburkan tanah di bawahnya dan mengakibatkan tanah d bawah rel labil. Adanya kerikil bisa menghalangi cahaya matahari menyinari tanah dan presentase tumbuhnya tanaman akan semakin kecil.

Nah, tapi ada beberapa rel kereta yang tidak memiliki batu kerikil. Seperti rel yang di bangun di atas jembatan atau jalan raya. Hal ini karena jembatan rel kereta api dirancang khusus agar menahan getaran.

Baca juga: Kisah Stasiun Batutulis, Pernah Mati Suri dan Terlupakan

Selain itu tidak akan ada tanaman liar yang tumbuh dan erosi. Hal ini juga berlaku di jalan raya karena aspal dan semen bisa memggantikan kerikil dengan baik.

Hanya Bisa Pesan Tiket H-30 Sebelum Keberangkatan, PT KAI Sukses Ambil Alih KAI Access?

Bagi Anda yang ingin memesan tiket kereta api, kini PT KAI telah mengubah regulasinya, dimana Anda hanya dapat melakukan pemesanan tiket untuk H-30 keberangkatan. Hal ini diutarakan melalui akun Instagram resmi PT KAI, @Kai121. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pemberlakuan regulasi baru ini merupakan dampak dari diambil alihnya sistem aplikasi KAI Access oleh PT KAI.

Baca Juga: Mulai 1 Juli 2019, Sistem Aplikasi KAI Access Diambil Alih PT KAI

“#SahabatKAI, Railmin mau minta maaf dulu nih sebelumnya, karena terkait perubahan pada sistem penjualan tiket di tempat Railmin, maka penjualan tiket KA Jarak Jauh dan Menengah pada hari ini (1 Juli 2019) sementara hanya dilayani untuk keberangkatan H-30”

“Nanti jika pembenahan di sistem penjualan tiketnya sudah selesai, akan Railmin infokan kembali ya ke #SahabatKAI, Sekali lagi, Railmin mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

Begitulah yang ditulis PT KAI di dalam akun Instagram resmi milik PT KAI.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman tribunnews.com (11/7), Vice President Public Relation PT KAI, Edy Kuswoyo membenarkan perihal perubahan sistem yang mempengaruhi pemesanan tiket kereta api tersebut.

“Betul, ini berlaku untuk semua saluran penjualan KAI,” jelas Edy.

Namun dirinya masih enggan membeberkan sampai kapan perubahan pasa sistem penjualan tiket ini akan berlaku dan mengatakan bahwa calon penumpang juga tetap bisa membeli tiket kereta api secara go show (langsung).

Sebelumnya, aplikasi pemesanan tiket – KAI Access dipegang oleh pihak ketiga. Pengambil alihan sistem aplikasi oleh PT KAI diharapkan pelayanan pengguna jasa kereta api akan semakin cepat dan mudah.

Baca Juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Vice President PT KAI Daop VII Madiun Wisnu Pramudyo, mengatakan bahwa setelah sistem aplikasi KAI Access diambil alih, PT KAI akan menambah kapasitas server yang ada. Sehingga layanan melalui aplikasi KAI Access kedepannya tidak akan mengalami kendala lagi.

 

Dengan Airbus A330-900NEO, Ada Kemungkinan AirAsia Buka (Kembali) Rute ke Eropa

Salah satu maskapai berbiaya rendah terbesar dan paling terkenal di Asia, AirAsia sempat membuka rute penerbangan ke Benua Eropa, namun sayangnta rute tersebut diberhentikan pada tahun 2012 silam, alasannya saat itu rute ke Eropa tidak menguntungkan karena load factor yang rendah. Tentu saja, mereka menggunakan pesawat wide-body untuk menjabani rute menuju benua biru, seperti A330 dan lainnya. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah Tony Fernandes cs. akan kembali membuka rute menuju Eropa?

Baca Juga: Ekspansi Bisnis Besar-Besaran, AirAsia Berencana untuk Ganti Slogan!

Jawabannya mungkin saja! Karena Tony Fernandes, sang CEO AirAsia masih memiliki mimpi untuk mengembalikan rute penerbangan tersebut. Mimpi AirAsia untuk kembali membuka rute menuju Eropa didukung oleh maskapai-maskapai kelas wahid yang mengoperasikan rute penerbangan dari Eropa menuju kawasan Asia Timur dan Tenggara – mulai dari Lufthansa, KLM, hingga British Airways.

Nah, AirAsia rencananya akan ‘menyelinap’ masuk ke dalam persaingan maskapai full service tersebut dengan label Low Cost Carrier (LCC) yang selama ini bersanding di belakang namanya – dimana soal harga benar-benar bisa ditekan oleh AirAsia. Di sini, AirAsia tidak akan menjelma menjadi maskapai layanan penuh, melainkan AirAsia bisa memanfaatkan kelas bisnis yang ada pada armada mereka.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (11/7), AirAsia pada akhirnya akan menggunakan Airbus A330-900NEO yang tengah mereka pesan. AirAsia kemungkinan akan membutuhkan mitra penghubung di Eropa, namun operator layanan penuh mungkin akan menghindari bermitra dengan AirAsia – jelas karena takut pasarnya diambil alih oleh AirAsia.

Tapi mungkin AirAsia bisa bermitra dengan maskapai berbiaya rendah asal Eropa, dan apabila kerja sama ini terjadi, setidaknya penumpang tidak terlalu ‘kaget’ dengan perpindahan moda pengangkut – dari LCC ke LCC, bukan dari LCC ke maskapai layanan penuh.

Lalu, kapan AirAsia akan mulai mengoperasikan rute menuju Eropa? Nampaknya pihak maskapai tidak akan mengopersikan rute ini dalam waktu dekat, mengingat sejumlah persiapan masih harus dilakukan oleh AirAsia, mulai dari perencanaan rute, pencarian mitra, hingga menanti Airbus A330-900NEO yang mereka pesan. Tanpa A330-900NEO, maka peluang AirAsia untuk membuka kembali rute menuju Eropa menjadi sangat kecil.

Baca juga: Buka Rute Ke Frankfurt, Citilink Datangkan 2 Unit Airbus A330-900NEO di Oktober 2019

Sebagai LCC, nampaknya bukan AirAsia saja yang punya peluang terbang ke Eropa, dari Indonesia, maskapai Citilink bahkan sudah menyebut akan melayanu penerbangan ke Frankfurt, Jerman, setelah masakapai berlivery hijau-putih ini menerima dua unit Airbus A330-900NEO.

 

Lockheed VLST, Desain Pesawat Angkut Raksasa yang Tak Pernah Terwujud

Jika Airbus punya varian A380-1000 yang tidka pernah mengudara karena satu dan lain hal, maka produsen pesawat asal Negeri Paman Sam, Lockheed Martin juga ternyata punya desain pesawat yang hingga saat ini tidak dapat direalisasikan. Perbedaan cara pandang dan faktor internal dari rancangan pesawat ini sendirilah yang pada akhirnya menjatuhkan calon pesawat terbesar di tahun 1990-an ini masuk ke “dasar jurang”.

Baca Juga: “A380-1000,” Mimpi Airbus Bawa Seribu Penumpang dalam Sekali Terbang

Kembali ke tahun 1996, dimana pihak Lockheed Martin percaya bahwa semakin besar pesawat, maka semakin baik pula penilaiannya secara keseluruhan – terutama dari segi daya angkut. Jalan pemikiran pihak Lockheed Martin kala itu didukung oleh sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan daya tampung bandara (sedangkan pengoperasian penerbangan setiap harinya sangatlah banyak), pertumbuhan lalu lintas udara yang sangat pesat, hingga kondisi di tubuh Lockheed Martin sendiri yang kala itu mulai lesu di sektor kemiliterannya.

Berangkat dari situ, Lockheed Martin mulai berinisiatif untuk membangun pesawat yang mampu mengangkut 600 hingga 800 penumpang dan solusi yang kala itu muncul adalah Large Subsonic Transport – dengan nama komersial yang digunakan oleh perusahaan adalah Lockheed Very Large Subsonic Transport (Lockheed VLST)

Sumber: simpleflying

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, blueprint dari Lockheed VLST menunjukkan bahwa pesawat ini memiliki panjang 262 kaki, dengan bentang sayap mencapai 282 kaki (211 kaki jika dilipat), dan menggunakan empat mesin General Electric 90 (GE90) atau empat mesin Pratt and Whitney 4000 (PW4000). Adapun total daya angkut yang dapat diboyong oleh Lockheed VLST ini mencapai 635.000kg.

Daya Angkut

Konfigurasi bangku dari Lockheed VLST. Sumber: simpleflying

Jika menggunakan konfigurasi bangku dua kelas, maka pesawat ini mampu mengangkut 900 penumpang sekaligus dalam sekali penerbangannya (450 penumpang di dek bawah, dan sisanya di dek atas). Dimensi dari pesawat yang amat sangat besar ini bahkan masih menyediakan ruang untuk menampung 16 palet kargo! Dapatkah Anda membayangkan seberapa besar ukuran dari pesawat ini?

(Calon) Rute Operasi

Jika rampung, maka pesawat ini diplot untuk menjabani beberapa rute favorit kala itu, seperti: London menuju Hong Kong, Singapura, dan Tokyo,
New York menuju London, Frankfurt, dan Paris,
Tokyo menuju San Francisco, Los Angeles, dan Honolulu.

Baca Juga: Lockheed Martin Bocorkan Rencana Garap Pesawat Supersonik yang Senyap!

Tidak Pernah Mengudara

Dalam blueprint yang sama, terdapat pula penjelasan bahwa pesawat ini hanya mampu menempuh jarak 5.900 km saja dalam kondisi tangki bahan bakar terisi penuh – itu berarti pesawat ini hanya efisien untuk menjabani rute New York menuju London saja yang terpaut jarak 5.555 km. Namun ketika Lockheed VLST menempuh perjalanan dari New York menuju Frakfurt, pesawat ini akan mengalami kesulitan karena jarak 6.205km yang terpaut diantara dua kota tersebut.

Selain itu, sejumlah pertimbangan lain yang pada akhirnya memutuskan nyawa dari rencana pengadaan pesawat ini antara lain: suara yang diperkirakan terlalu berisik, membutuhkan landas pacu yang lebih lebar dan panjang, hingga bobot pesawat yang terlalu berat.

Lari Telanjang di Hotel Singapura, Tiga Awak Kabin British Airways Terancam Dipecat

Tiga orang awak kabin British Airways (BA) diskors dan bahkan terancam kehilangan pekerjaan mereka. Pasalnya ketiga orang ini diduga berlarian tanpa busana alias bugil di sebuah hotel di Singapura ketika mereka singgah setelah 14 jam penerbangan dari bandara Heathrow di London.

Baca juga: Kerap Alami Pelecehan, Cathay Pacific Bakal Ganti Seragam Awak Kabin

KabarPenumpang.com melansir laman straitstimes.com (8/7/2019), dua pria dan seorang wanita yang merupakan kru dari BA diduga menyelundupkan alkohol dari pesawat mereka dan meminumnya saat tengah singgah di Singapura. Ketiganya dilaporkan mabuk dan menjadi liar yang kemudian memainkan permainan putar botol dengan berbagai tantangan yang diberikan.

(Must Share News)

Saat mendapat tantangan dari permainan putar botol tersebut, ketiganya menerima untuk berjalan telanjang dikoridor sembari mengetuk pintu kamar tamu yang lainnya. Dari para tamu tersebut ternyata ketiganya mengetuk pintu seorang pejabat BA dan melaporkan perilaku ketiganya kepada atasan di London.

Sayangnya hotel tempat mereka menginap tidak disebutkan dan pihak BA kemudian menanggapi hal yang terjadi pada tiga awak kabin mereka.

“Kami mengharapkan standar perilaku tertinggi dari tim kami di seluruh dunia setiap saat dan kami sedang menyelidiki apa yang terjadi. Kami tidak mentolerir perilaku nakal oleh kolega dan akan selalu menyelidiki sepenuhnya klaim dan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan,” kata pihak BA melalui sebuah pernyataan.

Seorang awak kabin yang sudah dua tahun bekerja di industri penerbangan mengatakan dirinya telah mendengar tentang insiden dimana awak kabin mabuk dan berperilaku tak pantas. Bahkan kadang perilaku tersebut menyimpang seperti perilaku seksual tetapi dirinya tidak melaporkan demi menghindari masalah.

“Mereka telah melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima dan ilegal. Mereka harus menghadapi konsekuensi bahkan jika harus kehilangan pekerjaan mereka,” ujar awak kabin tersebut.

Seorang mantan awak kabin, Rachel menambahkan, apa yang dilakukan awak kabin BA tampak berlebihan. Sebab kemana pun Anda pergi, harus sadar bahwa mewakili maskapai dan negara Anda. Tahun lalu diketahui seorang awak kabin BA juga terlibat kasus di sebuah hotel Singapura.

Baca juga: Kerap Dijadikan Objek Pelecehan Seksual, Perlukah Pihak Maskapai Tambah ‘Kurikulum’ Bela Diri Terhadap Awak Kabin?

Tak hanya itu, ada pula awak kabin pria yang di duga memperkosa awak kabin perempuan saat singgah di Singapura. Peristiwa pemerkosaan tersebut diduga terjadi selama mereka bertugas dan melakukan pesta minuman beralkohol dan itu dilakukan di Hotel Jen Tanglin, Singapura. Bahkan beberapa situs berita Inggris menyebutkan bahwa Johannesburg, Las Vegas, Bangkok dan Singapura adalah beberapa kota di mana karyawan BA terkenal denhan perilaku minus mereka.

Antisipasi Kondisi Darurat, Shinkansen Bertenaga Baterai Siap Beroperasi di 2020

Sebagai negara yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi massal, Negeri Sakura ini juga mengembangkan berbagai macam kereta api dengan teknologi masa kini. Dikutip kabarPenumpang.com dari laman japantoday.com (10/7/2019), baru-baru ini Japan Railway entral Co (JR Central) meluncurkan uji coba kereta peluru bertenaga baterai pertama.

Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen

JR Central sendiri melakukan uji coba untuk kereta peluru Shinkansen yang menggunakan baterai pada Rabu (10/7/2019) kemarin. Bahkan penggunaan baterai ini sendiri adalah yang pertama di antara kereta berkecepatan tinggi di dunia.

Menurut JR Central, sistem baterai yang mereka gunakan ini untuk mengatisipasi ketika listrik di jaringan pada jalur rel terjadi pemadaman berkepanjangan, disebutkan kereta peluru Shinkansen yang menggunakan tenaga baterai diambil dari tipe N700S.

“Kereta peluru Shinkansen yang baru dikembangkan akan dapat melanjutkan perjalanannya sendiri ke stasiun terdekat. Bahkan ketika kereta ‘mogok’ di terowongan atau di jembatan,” kata JR Central.

Setelah uji coba perdana ini, Shinkansen bertenaga baterai akan mulai debutnya pada 2020 mendatang. Baterai yang digunakan akan diletakkan dibagian bawah gerbong kereta karena ukurannya relatif kecil.

Uji coba kereta peluru tenaga baterai yang dilakukan bersama media di railyard di Mishima, Prefekur Shizuoka. Dalan uji coba, kereta tersebut melaju dengan kecepatan maksimum 30 km per jam. Selain itu lampu dalam gerbong akan diredupkan dan AC dimatikan saat sistem darurat diaktifkan. Bisa dikatakan, kehadiran baterai pada kereta peluru ini sendiri untuk memudahkan ketika dalam keadaan darurat dan membantu penumpang tiba di stasiun tujuan mereka dengan selamat.

Baca juga: Terkendala Sistem Pengereman, Ratusan Ribu Penumpang Shinkansen Padati Stasiun

JR Central sendiri awalnya akan memproduksi kereta dengan 16 gerbong. Tetapi untuk menjual N700S secara global, perusahaan telah membuatnya dan dapat disesuaikan untuk gerbong yang lebih sedikit dari pemikiran awal.

Trump Sebut Qatar Lakukan “Transaksi Besar” Terkait Produk Boeing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa maskapai asal Timur Tengah, Qatar Airways telah mengeksekusi rencananya untuk membeli pesawat dari Boeing. Presiden yang terkenal dengan keputusannya yang kontroversial ini menggambarkan bahwa rencana tersebut sebagai sebuah “transaksi besar” yang telah ditandatangani Selasa (9/7) kemarin. Alih-alih hanya membeli pesawat saja, ternyata pihak Qatar juga melengkapi sistem persenjataan dan kemiliteran mereka pada kunjungannya ke Gedung Putih.

Baca Juga: Qatar Airways Umumkan Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Boeing 777X

Jika melihat dari pembelian yang dilakukan oleh Qatar terhadap Boeing, maka wajar saja jika Trump mengisyaratkannya sebagai “transaksi besar”. Kendati begitu, Presiden Trump tidak menyebutkan apakah pembelian pesawat ini dilakukan Qatar di atas perjanjian baru atau merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang sebelumnya sudah ditangatangani – termasuk kesepakatan senilai US$1,8 miliar yang diumumkan bulan lalu pada pagelaran Paris AirShow 2019 untuk lima unit pesawat Boeing 777.

“Ini merupakan transaksi yang akan menghabiskan banyak uang di negara kami, dan itu menandakan bahwa ada pekerjaan besar yang menanti kami semua di sini,” ujar Presiden Trump di Gedung Putih, dikutip KabarPenumpang.com dari laman bloomberg.com (9/7).

Kesepakatan ini terjadi di tengah boikot ekonomi selama dua tahun yang dilakukan Qatar yang dipimpin oleh sekutu Amerika, Arab Saudi dan didukung oleh negara-negara termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab. Trump awalnya mendukung langkah Saudi meskipun menempatkan Negeri Paman Sam dalam posisi yang agak aneh karena memiliki pangkalan militer utama di Qatar.

Baca Juga: Geser Singapore Airlines, Qatar Airways Kini Jadi Maskapai Terbaik Dunia

Pada kesempatan yang sama, emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa mereka berupaya untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika dan menggandakan kemitraan ekonomi antara dua negara tersebut. Mansoor bin Ebrahim Al Mahmoud, yang memimpin Qatar Investment Authority, mengatakan bahwa awal tahun 2019 ini dana kekayaan Qatar akan meningkatkan portofolio investasi Amerika dari sekitar US$30 miliar menjadi sekitar US$45 miliar selama dua tahun ke depan.

Halau Gajah dari Lintasan Rel, Indian Railways Gunakan Suara Dengungan Lebah

Sejak tahun 2013 hingga Juni 2019 ini, sudah 70 ekor gajah dilaporkan tewas karena tertabrak kereta api. Gajah-gajah ini tewas sebagain besar di daerah Assam dan Benggala Barat. Karena kematian gajah-gajah tersebut, akhirnya Indian Railways berusaha menemukan cara baru untuk mengusir kawanan gajah saat kereta akan melintas.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Cara baru tersebut adalah dengan memutarkan suara lebah untuk menakuti gajah-gajah. Ada 50 amplifier yang berdengung sebagai ‘Plan Bee’ di berbagai jalur kereta api dekat koridor gajah di hutan Assam dimana hampir enam ribu ekor gajah tinggal.

“Kami sedang mencari cara untuk menghentikan gajah datang ke rel dan petugas kami datang dengan perangkat ini,” Pranav Jyoti Sharma, juru bicara Indian Railways.

Dia mengatakan, dengungan lebah tersebut akan dinyalakan saat kereta mendekati titik-titik rawan dan bisa terdengar sejauh 600 meter. Sebelum digunakan pada gajah liar, tahun 2017 lalu, perangkat ini sudah diuji efisiensinya pada gajah jinak.

Kemudian dilakukan uji kepada gajah liar hingga akhirnya digunakan seutuhnya pada 2018. KabarPenumpang.com melansir laman ndtv.com (10/7/2019), pendektan baru ini bahkan sudah memenangkan penghargaan dari ahli konservasi hewan untuk ide inovatif terbaik dari kereta api India untuk Northeast Frontier Railway (NFR).

Penggunaan suara dengungan lebah sendiri dikarenakan gajah takut dengan suara dan sengatan lebah. Bahkan penduduk desar di Kerala menggunakan sarang lebah sebagai pagar untuk menakut-nakuti gajah perusak. Sehingga saat gajah menyentuh pagar, lebah di dalam sarang akan keluar dan mempertahankan sarang mereka.

Ada peningkatan konflik manusia dan hewan di seluruh negeri yang oleh para konservasionis menyalahkan penyusutan habitat hewan-hewan liar. Hampir 2.300 orang telah dibunuh oleh gajah dalam lima tahun terakhir, menurut angka resmi yang dirilis pada Juni.

Baca juga: Asik Berlenggak-lenggok di Rel, Satu Keluarga Angsa Buat Kereta Api Tertahan 30 Menit

Gajah-gajah juga membayar mahal dengan sekitar 700 kematian dalam delapan tahun terakhir. Sebagian besar terbunuh oleh pagar listrik, diracuni atau ditembak oleh penduduk setempat yang marah pada anggota keluarga yang terbunuh atau tanaman dihancurkan, dan kecelakaan pada jalur kereta api.

Sebelumnya Jepang memasang klakson suara anjing melolong pada lokomotif untuk menghalau rusa di jalur kereta. Hal ini dikarenakan banyak rusa liar yang berdiri di rel.

Gandeng ITDT, MRT Jakarta Siap ‘Manjakan’ Pejalan Kaki dan Pesepeda

Hadirnya MRT Jakarta untuk melengkapi moda transportasi berbasis massal di Ibukota tidak lantas hanya sekedar disediakan saja, melainkan PT MRT Jakarta selaku operatornya juga melakukan pula sejumlah tinjauan-tinjauan lain yang pada akhirnya dapat menunjang pengalaman para penggunanya. Salah satu yang menjadi konsentrasi PT MRT Jakarta dalam pembenahan lingkungan di sekitar stasiun MRT Jakarta adalah peningkatan aksesibilitas para calon penumpang jaringan metro pertama di Indonesia ini.

Baca Juga: “Bebas,” Jadi Film Pertama yang Dibuat dengan Latar MRT Jakarta

Dalam mengeksekusi rencananya kali ini, William Sabandar cs. tidak berjalan sendiri. Adalah Insititute for Transportation Development Policy (ITDT) yang menjadi tandem PT MRT Jakarta dalam mewujudkan rencana perusahaan ini. Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di kantor MRT Jakarta (11/7), William Sabandar selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait “Studi Integrasi Antarmoda Serta Optimalisasi Konektivitas Pejalan Kaki dan Sepeda di Sepanjang Koridor MRT Jakarta”.

“Penandatanganan ini adalah sebuah awal dari proses yang ingin kami lakukan dengan fokus kepada pejalan kaki dan pengguna sepeda. Sebuah tim bersama akan dibentuk untuk mengupayakan dan melibatkan stakeholder lebih luas lagi pada tiga tingkatan, yaitu masyarakat, kelembagaan terkait, dan di level pemerintah,” ujar William.

William menambahkan, di tingkat masyarakat, upaya yang dilakukan berbentuk sosialisasi dan kampanye untuk membuka ruang untuk masyarakat agar bisa nyaman menggunakan jalan di sekitaran stasiun.

“Sedangkan untuk tingkat kelembagaan, upaya yang bisa dilakukan misalnya perancangan peningkatan signage atau penunjuk arah menuju stasiun MRT untuk memfasilitasi pejalan kaki dan pesepeda,” tandas William.

Lalu di level pemerintahan, diharapkan mereka dapat membangun infrastruktur seperti trotoar, dan lainnya.

Baca Juga: Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

“Semoga kawasan berorientasi transit ini menjadi lebih nyaman, ramah, aman, dan juga kembali menjadi milik masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut,” imbuhnya.

Menyoal kerja samanya dengan ITDT, William mengatakan bahwa, “diharapkan kualitas akses dan integrasi yang lebih prima dapat terwujud dengan cepat di Jakarta,”

“Sebagai moda transportasi baru di Jakarta, menjadi sebuah keharusan bagi PT MRT Jakarta untuk membentuk pola perjalanan penggunanya, dimana pola ini melibatkan konektivitas antara pejalan kaki, pesepeda, dan angkutan umum lainnya,” ujar South-East Asia Director ITDT, Yoga Adiwinarto.

 

Alokasikan 3.348 Kursi di 62 Penerbangan, Citilink Resmi ‘Turunkan’ 50 Persen Harga Tiket

Mulai Kamis ini, 11 Juli 2019, maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengimplementasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia terkait penyesuaian harga tiket pesawat LCC sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA).

Baca juga: Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah

Penurunan harga tiket pesawat sebesar 50 persen dari TBA diberlakukan untuk rute-rute tertentu dengan jadwal penerbangan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00 – 14.00 waktu setempat. Citilink Indonesia akan mengalokasikan 3.348 kursi dengan 62 penerbangan yang akan mengalami penyesuaian harga ini setiap harinya.

Adapun rute-rute yang mengalami penyesuaian harga tiket diantaranya adalah rute Jakarta – Medan pp, Jakarta – Yogyakarta pp, Makassar – Surabaya pp, Jakarta – Denpasar pp, Balikpapan – Denpasar pp, Surabaya – Banjarmasin pp, Jakarta – Solo pp, Jakarta – Malang pp, Batam – Pekanbaru pp, Jakarta – Pangkal Pinang pp, Jakarta – Bengkulu, Kertajati – Pekanbaru, Medan – Yogyakarta dan berbagai rute lainnya.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa Citilink Indonesia memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan dengan lancar. “Penyesuaian harga tiket ini sejalan dengan komitmen Citilink Indonesia dalam menyediakan penerbangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Juliandra menambahkan bahwa sejalan dengan kebijakan pemerintah, pihaknya akan terus melakukan evaluasi atas harga tiket pesawat dan berkolaborasi dengan stakeholders terkait untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam rangka penyediaan penerbangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga: Buka Rute Ke Frankfurt, Citilink Datangkan 2 Unit Airbus A330-900NEO di Oktober 2019

“Walaupun ada penyesuaian harga tiket, kami tetap berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik sebagai premium LCC kepada seluruh pelanggan,” tutup Juliandra.