Naik Taksi di Tokyo, Jangan Kaget Liat Pengemudinya Orang Bule

Siapa yang menyangka saat naik taksi ternyata pengemudinya orang bule? Ini mungkin menjadi biasa bila pelancong tengah berlibur ke Eropa atau Amerika, tetapi bagaimana jika ini terjadi di Jepang? Baru-baru ini, seorang pengemudi taksi di Jepang adalah seroang berkebangsaan Perancis.

Baca juga: Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang

Penumpang pun kaget karena taksi yang mereka tumpangi dikemudikan bukan orang Jepang melainkan bule. Hal ini pun membuat penumpang bertanya “Dari mana asalmu?” ketimbang memberitahu tujuan mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari asahi.com (29/6/2019), pengemudi taksi asal Perancis itu bernama Millet Martial Claude Marcel. Setiap ada penumpang yang naik taksinya dan bertanya asal darimana, Marcel menjelaskan dirinya berasal dari Perancis. Dia juga mengaku masih ada beberapa hal yang asing dari dirinya dan mengatakan pada penumpang jika tidak ada masalah dirinya akan mengunakan sistem navigasi mobil untuk mengatar ke tujuan.

Marcel diketahui memulai karir sebagai pengemudi taksi di Tokyo sejak tiga bulan lalu dan mulai terbiasa ketika ada yang bertanya dirinya berasal dari mana. Dia mendapat pekerjaan sebagai pengemudi taksi setelah program status visa baru untuk pekerja asing yang mulai berlaku pada bulan April dimana sebanyak 300 ribu warga negara asing diharapkan berbondong-bondong ke Jepang untuk bekerja di 14 bidang pekerjaan.

Sebelum mengemudi taksi, Marcel pernah menikahi gadis Jepang tahun 2005 lalu yang ditemuinya selama perjalannya di Negeri Sakura tersebut. Kemudian pindah ke Yagatama tempat tinggal keluarga sang istri dan memiliki tiga anak.

Awalnya dia bekerja sebagai pengirim personel di Yonezawa dan bekerja di pabrik. Karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dia berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Tahun 2017 lalu, Marcel menceraikan sang istri dan pindah ke Tokyo dimana dirinya bisa menggunakan keterampilan bahasa dengan lebih baik.

Dia kemudian mendapat kabar operator taksi Hinomari Kosto Co. mempekerjakan orang asing dan melamarnya pada September lalu. Bukan waktu sebentar untuk bisa di terima, karena selama enam bulan dirinya mendapatkan pelatihan baik tentang rambu dan bahasa Jepang untuk lulus ujian SIM.

“Ada banyak orang Jepang yang baik jadi saya menikmati pekerjaan saya. Jika yang saya miliki hanyalah kemampuan bahasa Jepang, satu-satunya jenis pekerjaan yang tersedia adalah tenaga kerja tidak terampil. Itu berarti upah rendah. Saya berharap lebih banyak pemerintah daerah akan menyediakan program dukungan untuk memungkinkan kita mendapatkan berbagai lisensi dan sertifikasi,” kata Marcel.

Sementara ia didorong oleh meningkatnya jumlah warga negara asing yang bekerja di Jepang, Marcel juga memiliki kekhawatiran tentang masa depannya, terutama karena ia berasal dari Perancis, yang telah lama diizinkan di banyak imigran. Dia mengutip hambatan bahasa dan kesenjangan ekonomi di tanah kelahirannya yang telah memaksa banyak orang tidak dapat menemukan pekerjaan untuk menjadi tunawisma.

“Jika lebih banyak imigran diizinkan masuk ke Jepang, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Aku harus terus melakukan upaya yang lebih besar,” tambahnya.

Diketahui, Hinomaru Kotsu telah secara aktif merekrut pengemudi asing selama dua tahun terakhir. Bahkan membuat situs web bahasa Inggris untuk calon karyawan. Mengingat peningkatan tajam dalam wisatawan asing, perusahaan menganggap ada permintaan yang kuat untuk pengemudi asing.

Sekarang ada 38 pengemudi asing dari 22 negara dalam catatanntya. Perusahaan mendapat antara 50 dan 60 aplikasi setiap bulan. Mereka yang memiliki keterampilan percakapan Jepang yang memadai dipekerjakan. Bisa dikatakan melatih pengemudi asing itu mahal, meski rata-rata orang Jepang membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan dan menyelesaikan pelatihan di rumah, dibutuhkan waktu antara tiga dan enam bulan untuk pengemudi asing.

Kazumi Otsu, kepala seksi perusahaan yang bertugas mempekerjakan warga negara asing, mengatakan, “Dengan mengajar mereka dengan rajin, kemampuan berbahasa Jepang mereka serta cara mereka menangani penumpang akan meningkat. Mereka membantu menambah kekurangan supir. Dengan meningkatnya dalam turis asing menjelang Olimpiade Tokyo, kami ingin mempekerjakan sekitar 100 orang asing sehingga kami dapat menangani berbagai bahasa.”

Baca juga: Ternyata Dua Faktor Ini Menjadi Alasan Wisatawan Jepang Terkesan Angkuh Ketika Mengudara

Perusahaan juga telah meningkatkan jumlah taksi yang disewa untuk tujuan wisata. Semakin banyak turis asing memesan taksi seperti itu dan meminta pengemudi yang berbicara dalam bahasa mereka.

Pilot Jatuh Pingsan di Lorong Kabin, Montenegro Airlines Lakukan Pendaratan Darurat!

Tanggung jawab ketika menjalankan pekerjaan memang harus dijunjung tinggi – terlepas jenis dari pekerjaan itu sendiri. Terlebih ketika pekerjaan tersebut berkaitan erat dengan nyawa ratusan orang, seperti pilot. Momen dramatis sempat terekam mata kamera terkait pembukaan di atas, dimana pilot maskapai Montenegro Airlines terserang sakit ketika tengah bertugas, dan imbas dari kejadian ini adalah pendaratan darurat yang cukup dramatis.

Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (11/7), penerbangan Montenegro Airlines menuju Moskow awalnya berjalan lancar, hingga salah satu pria keluar dari ruang kokpit dan langsung ambruk di lorong kabin. Butuh beberapa waktu bagi para penumpang untuk menyadari bahwa pria yang keluar dari ruang kokpit tersebut adalah kapten penerbangan. Sontak, semua penumpang yang ada di dalam kabin histeris melihat kejadian tersebut.

Penumpang semakin dibuat ketar-ketir ketika manuver yang dibuat oleh pesawat tersebut seperti kehilangan kendali.

“Wajah sang pilot membiru seketika ia jatuh pingsan di lorong kabin,” ujar salah satu penumpang.

“Awak kabin langsung meminta bantuan kepada penumpang, barangkali ada diantara kami yang berprofesi sebagai dokter – namun sayangnya tidak ada,” lanjutnya.

Beruntung, ada seorang wanita yang segera lari ke arah pilot dan berusaha untuk memberikan pertolongan pertama kepadanya. Keberuntungan kedua berasal dari ko-pilot yang langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat dengan posisinya kala itu.

“Satu yang saya ingat, pesawat meluncur dengan sangat cepat dan semua penumpang menangis sejadi-jadinya – termasuk saya,” ujar penumpang lain, Nastya.

“Saya hanya mengkhawatirkan keluargaku yang ada di penerbangan itu,” tandasnya.

Ko-pilot yang kala itu menjadi kapten penerbangan dadakan langsung menghubungi menara kontrol tentang kejadian yang saat itu dialaminya, dan meminta ijin untuk melakukan pendaratan darurat di Kaluga, sekitar 120 mil sebelah barat daya kota Moskow.

Baca Juga: Mengenal Ditching, Pendaratan Darurat Pesawat di Atas Permukaan Air

Seketika mendapatkan ijin, sang ko-pilot langsung melakukan pendaratan darurat yang tidak mulus. Setibanya di darat, ambulans langsung menghampiri pesawat dan memboyong sang kapten menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Beruntung, sebanyak 85 penumpang dan lima awak pesawat pada penerbangan tersebut berada dalam kondisi aman dan selamat. Menurut laporan terkait kondisi pilot, pihak rumah sakit menyangkal bahwa sang pilot terkena serangan jantung.

Penumpang Montenegro Airlines dengan nomor penerbangan YM610 lalu dibawa menuju Bandara Domodedovo, Moskow (titik pendaratan pesawat sesungguhnya) dengan menggunakan bus.

 

[Video] Tutup Mesin MD-88 Delta Airlines Lepas di Udara, Penerbangan Ke Baltimore Dialihkan!

Duduk di bangku sebelah jendela pesawat memang menawarkan sensasi tersendiri bagi penumpang. Selain bisa terhindar dari rasa bosan karena melihat gang kabin terus-terusan, penumpang juga bisa melihat keindahan pemandangan yang tersaji selama perjalanan. Tapi pada kenyataannya, tidak melulu duduk di samping jendela ini akan memberikan pemandangan yang melulu indah, bayangkan jika salah satu mesin pesawat mengalami kendala, dan Anda bisa melihat kejadian tersebut secara jelas. Menyeramkan, bukan?

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com (10/7), maskapai Delta Airlines dengan nomor penerbangan 1425 yang hendak bertolak dari Atlanta menuju Baltimore mengalami kendala pada bagian mesinnya pada hari Senin (8/7) kemarin. Sialnya, masalah pada bagian paling penting dalam sebuah penerbangan ini terjadi ketika pesawat sudah berada di ketinggian. Sontak, kejadian ini membuat seisi kabin ketakutan bukan main.

“Setelah kami mendengar sebuah ledakan, kami melihat asap mulai masuk ke dalam kabin dan di saat itulah kami semua benar-benar merasa takut setengah mati,” ujar salah satu penumpang, Avery Porch.

“Yang saya rasa, pesawat mulai melambat dan suhu di kabin mulai memanas,” tandasnya.

Sementara itu rekan dari Avery, Tyler Kreuger yang tepat duduk di sebelahnya hanya bisa terdiam dan merenungkan kemungkinan yang terburuk.

“Saya mengeluarkan ponsel dan mengirimi pesan kepada kedua orang tuaku, ‘saya mencintai kalian,’” ujar Tyler.

Dalam sebuah video yang sempat diabadikan oleh salah seorang penumpang, tampak salah satu penutup mesin bagian kanan lepas dan terjebak di ‘ceruk’ mesin.

Menyadari pesawatnya tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Baltimore, kapten penerbangan langsung meminta ijin kepada menara pengawas terdekat untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat berjenis MD-88 tersebut langsung melakukan pendaratan darurat di Raleigh, ibu kota North Carolina. Menanggapi insiden yang hampir saja membunuh semua penumpang beserta awak pesawat yang kala itu bertugas, pihak Delta Airlines meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan memberikan kompensasi kepada penumpang terkait keterlambatan yang dibuat.

Baca Juga: Rilis Tisu ‘Kontroversial,’ Delta Air Lines dan Coca-Cola Minta Maaf Kepada Penumpang

“Kami meminta maaf atas insiden yang terjadi,” ujar pihak maskapai dalam sebuah keterangan.

Penumpang yang ‘terdampar’ di Raleigh lalu diberikan kompensasi berupa voucher makan senilai US$30 masing-masing.

Pihak Delta Airlines lalu menambahkan bahwa sebenarnya pesawat jenis MD-88 ini sudah terlalu tua untuk beroperasi, “dan kami harus sesegera mungkin mengakhiri pengoperasian dari MD-88,”

[Video 18+] Tidak Dapat Kursi, Penumpang Metro Moskow Nekat Buka Celana Dalam!

Bagi Anda yang menyandarkan mobilitas sehari-harinya pada kereta komuter, pasti Anda pernah mengalami kondisi dimana ada penumpang yang mengharapkan tempat duduk Anda – padahal ia bukanlah seorang penumpang prioritas (Ibu hamil, penyandang disabilitas, orang tua, dan Ibu yang membawa anak kecil). Tak ayal, tingkah laku penumpang seperti ini memang membuat Anda naik pitam, bukan? Nah, bisakah Anda bayangkan penumpang yang mengharapkan tempat duduk Anda ini melakukan hal ekstrem yang malah membuat Anda takut?

Baca Juga: Tak Puas dengan Layanan Kereta , Pria ini Nekat Tato Permanen, Konsepnya ‘Nyeleneh’

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman sputniknews.com (13/7), seorang penumpang wanita di jaringan Metro Moskow nekat membuka celana dalam yang ia kenakan hanya demi mendapatkan bangku. Kisah ini berawal ketika seorang wanita yang mengenakan rok berusaha untuk mencari bangku untuk duduk selama perjalanan.

Sebagai fakta tambahan, jaringan Metro Moskow setiap harinya mengangkut rata-rata tujuh juta penumpang, dan angka tersebut tidak sebanding dengan kapasitas bangku yang tersedia di setiap armada kereta bawah tanahnya.

Ketika masuk ke rangkaian kereta, wanita dengan perawakan kurus ini langsung berjalan menghampiri salah seorang penumpang pria yang tengah duduk. Besar kemungkinan, wanita ini mengharapkan sang penumpang pria mengalah dan memberikan bangkunya itu kepada wanita ini.

“Mengapa aku harus repot-repot melakukannya?” ujar penumpang pria tersebut.

Sialnya, pria ini enggan memberikan tempat duduknya dan hal tersebut memicu sang penumpang wanita untuk melakukan aksi di luar perkiraan.

Wanita ini lalu mengangkat rok yang ia kenakan dan menanggalkan celana dalam yang ia kenakan. Sembari menunjuk ke organ vitalnya, wanita ini berteriak, “inilah alasannya, karena saya adalah seorang wanita!”

Namun aksi nekat yang ia lakukan ini malah semakin membuat penumpang lain enggan untuk memberikan bangkunya – bahkan bergeming dari bangkunya saja sama sekali tidak.

Ia tetap mempertahankan “gaya berpakaiannya” tersebut selama kereta melintasi beberapa stasiun. Bahkan di satu masa, ia berpindah menuju sebuah panel kaca yang terletak di dekat pintu dengan kondisi rok tetap mengangkat dan organ vitalnya tersebut terumbar bebas.

https://www.youtube.com/watch?v=VHA57u4ua3U

Sontak, penumpang yang hendak masuk ke rangkaian kereta menjadi ketakutan karena melihat aksi dari wanita yang diperkirakan masih muda tersebut. Di sepanjang perjalanan, wanita ini terus berceloteh perihal tindakan tidak adil (menurutnya) yang baru saja ia terima.

Baca Juga: Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal

Terlepas dari kondisi yang tengah wanita tersebut alami, agaknya tindakan yang dilakukannya tersebut sangatlah berlebihan. Risiko tidak mendapatkan tempat duduk ketika menggunakan sarana transportasi umum merupakan hal yang sangat wajar – terkecuali Anda merupakan seorang penumpang prioritas yang harus duduk.

 

Laporan Wall Street Journal: “737 MAX Baru Bisa Mengudara Pada 2020”

Masa suram Boeing pasca dua kecelakaan maut yang masing-masing melibatkan Lion Air dan Ethiopian Airlines dan menewaskan lebih dari 300 orang ini ternyata masih belum enggan beranjak. Ya, buntut dari kecelakaan yang hanya berselang lima bulan ini ternyata masih memanjang sampai sekarang. Kabar terbaru menyebutkan bahwa salah satu varian dari produsen pesawat asal Negeri Paman Sam ini (Boeing 737 MAX) akan diperpanjang ‘masa hukumannya’ hingga tahun 2020 mendatang – padahal dalam laporan sebelumnya, Boeing 737 MAX ini boleh kembali mengudara pada bulan September mendatang.

Baca Juga: Sepanjang Mei 2019, Boeing Tak Dapat Orderan (Lagi)

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.sg (14/7), dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal pada Sabtu (13/7), disebutkan bahwa perbaikan perangkat lunak (yang menjadi penyebab utama dari dua kecelakaan maut tersebut) dan pelatihan terhadap pilot telah berulang kali ditunda oleh pihak produsen pesawat. Padahal jika ditelaah lebih jauh, ada banyak maskapai di luar sana yang terpaksa harus mengisi kekosongan armada akibat grounded massal terhadap model pesawat ini.

Maskapai asal Negeri Paman Sam, American Airlines mengatakan bahwa mereka terpaksa menelan kerugian hingga US185 juta (hanya) pada kuartal kedua tahun 2019 ini – salah satu penyebabnya adalah grounded massal dari varian Boeing 737 MAX. Kendati pihak Boeing dan beberapa pihak terkait yang pro dengan perusahaan mengatakan bahwa mereka percaya kalau Boeing 737 MAX akan kembali mengudara pada musim gugur 2018 ini, tapi laporan dari Wall Street Journal agaknya lebih masuk akal ketimbang kepercayaan pihak Boeing cs.

Salah satu alasan yang paling masuk akal mengapa tahun 2020 merupakan waktu yang paling tepat bagi Boeing untuk kembali menerbangkan varian 737 MAX-nya kembali adalah perbaikan dan pengecekan secara menyeluruh. Ini dimaksudkan agar kecelakaan nahas seperti yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines tidak kembali terjadi di masa yang akan datang.

Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019

Sebelumnya, Boeing juga sempat menelan pil pahit akibat tidak adanya pesanan yang masuk ke perusahaan selama rentang bulan April – Mei 2019 kemarin.

 

Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!

Baru saja viral mengenai menu kelas bisnis yang menggunakan selembar kertas dan bertulis tangan oleh seorang Youtuber. Bahkan Youtuber tersebut pun mejelaskan kenapa Garuda Indonesia menggunakan kertas untuk menu yang dibagikan kepada penumpang.

Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger

Karena hal ini, maskapai tersebut mengeluarkan surat larangan mengambil gambar di dalam pesawat mereka. Dari surat yang beredar tersebut, larangan yang dikeluarkan Garuda Indonesia tertanggal 14 Juli 2019 dan ditanda tangani oleh ditandatangi oleh Pjs SM FA Standarization & Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana.

Surat larangan pengambilan gambar dalam pesawat yang dikeluarkan Garuda Indonesia

Dalam larangan tersebut tertuang tiga poin yakni tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto ataupun video oleh awak kabin maupun penumpang. Poin kedua, awak kabin harus menggunakan bahasa yang assertive dalam menyampaikan keterangan kepada penumpang untuk poin nomor 1 diatas kecuali sudah mendapatkan surat izin dari perusahaan.

“Perusahaan akan memberi sanksi jika pelanggaran terhadap ketentuan di atas,” ujar pernyataan yang dikutip KabarPenumpang.com, Selasa (16/7/2019).

Dari pernyataan ini, kemudian menjadi tanda tanya, apakah diperbolehkan mengambil gambar atau video dalam pesawat? Sebab batasan dalam melakukan pengambilan gambar di maskapai penerbangan sendiri masih berada di area ‘abu-abu’. Hal ini dikarenakan belum ada undang-undang federal yang memberi larangan secara langsung.

Untuk di luar negeri seperti Amerika Serikat, pengambilan gambar di dalam pesawat tidak diatur di dalam regulasi Federal Aviation Administration (FAA). Dikutip dari kumparan.com, terdapat peraturan 49 U.S.C. 46504 yang melarang penumpang untuk mengganggu kru pesawat yang bertugas.

Tetapi, ada beberapa maskapai di Negeri Paman Sam tersebut yang melarang penumpang untuk memotret awak kabin saat berada di atas pesawat karena pertimbangan privasi. Sementara merujuk aturan di tanah air, Peraturan Menteri Perhubungan No.80/2017 Tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, memang ada larangan pengambilan gambar di area tertentu seperti di Daerah Keamanan Terbatas.

Namun, pengambilan gambar bisa dilakukan atas seizin Kepala Bandara. Dari regulasi ini, kabin pesawat tidak termasuk ke dalam Daerah Keamanan Terbatas yang diatur di dalam PM No.80/2017 itu. Terkait hal in, Garuda Indonesia melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com menyatakan bahwa pengumuman tersebut adalah edaran internal perusahaan yang belum final dan seharusnya bellum dikeluarkan serta tidak untuk dipublikasikan.

Pihak Garuda Indonesia juga telah menyempurnakan surat edaran yang dimaksud yang berisi himbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak kabin yang bertugas.

“Himbauan tersebut dimaksudkan untuk memastikan seluruh operasi penerbangan Garuda Indonesia comply dengan aturan dan perundangan–undangan yang berlaku termasuk UU Penerbangan dan UU ITE, dan UU terkait lainnya,” ujar  VP. Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan.

Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjaga privasi seluruh penumpang dan awak pesawat. Himbauan ini juga didasarkan atas laporan, saran dan masukan pelanggan/penumpang yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya pengambilan gambar dan kegiatan dokumentasi tanpa izin sebelumnya dari yang bersangkutan.

Hal ini juga wujud komitmen Garuda Indonesia terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku dan sebagai upaya untuk melindungi hak kenyamanan dan hak privasi seluruh penumpang dalam pesawat.

Baca juga: Solusi Ramah Lingkungan, Mulai 1 Agutus Kargo Garuda Indonesia Gunakan Kemasaan dari Bahan Daur Ulang

Penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain.

Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger

Belum lama ini beredar sebuah capture Instastory seorang Youtuber dan pengusaha terkait menu makanan di kelas bisnis Garuda Indonesia yang menggunakan tulisan tangan. Menu ini didapat Rius Vernandes dan Elwi tungangannya saat dalam perjalanan dari Sydney – Denpasar – Jakarta.

Baca juga: Tukang Gorengan ini Gunakan ‘Kantung Muntah’ Garuda Indonesia Sebagai Bungkusnya

Karena hal ini Rius menjadi bahan perbincangan baru para warganet yang merasa Youtuber satu ini menjelek-jelekkan maskapai milik Indonesia tersebut. Bahkan dikatakan menu tulisan tangan itu adalah catatan pramugari yang dimintanya secara paksa.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Rius kemudian menggunggah video dengan judul ‘Yang Sebenarnya Terjadi Di Balik Menu Tulisan Tangan Garuda Business Class’. Video berdurasi 21 menit tersebut menjelaskan apa yang dirasakan Rius ketika mendapat menu dengan kerta yang bertuliskan tangan.

“Hari ini gue bakal ngeriview penerbangan gue dari Sydney ke Denpasar. Gue mau meluruskan apa yang lagi ramai di media sosial tentang menu yang gue post kemarin di Instagram gue,” kata rius dalam video yang diunggah dirinya ke Youtube.

Dalam video itu juga dirinya menjelaskan pramugari Garuda Indonesia yang membagikan menu tersebut sempat mengakui padanya terkait hal ini. “Maaf untuk menu cardnya kita lagi dalam proses percetakan. Jadi saya ada menuliskan, jelek tulisannya pak. Bisa pilih salah satu,” kata pramugari dalam video Rius tersebut.

Dia juga meluruskan bila ada yang mengatakan catatan pramugari diambil secara paksa dan difoto, hal itu tidak benar dan memang diberikan.

“Ada yang bilang itu catatan pramugarinya yang gue ambil secara paksa terus gue foto. Nggak itu emang dikasih, penumpang lain jiga dikasih menu itu,” jelasnya.

Rius mengaku saat diberikan kartu menu tulisan tangan itu pun pramugari bersikap sopan meski dirinya dan sang tunangan merasa hal tersebut ganjil. Menangapi hal ini, garuda Indonesia melalui akun Twitternya membalas kicauan seorang warganet @arieparikesit di twitter yang menggunggah daftar menu itu.

“Dapat kami sampaikan bahwa itu bukan kartu menu untuk penumpang, melainkan catatan pribadi awak kabin yang tidak untuk disebarluaskan. Terimakasih,” ujar akun itu.

Karena hal ini, pihak Garuda Indonesia meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan memastikan bahwa pihaknya telah menyediakan kartu menu sesuai standar kelas bisnis. Selain itu, Rius Vernandes juga mengunggah foto yang menunjukkan ruang customer service milik Garuda Indonesia. Ia menyebutkan, pihak Garuda Indonesia telah meminta maaf.

Baca juga: Solusi Ramah Lingkungan, Mulai 1 Agutus Kargo Garuda Indonesia Gunakan Kemasaan dari Bahan Daur Ulang

“Intinya Garuda Indonesia minta maaf soal ini. Aduh asli gue juga enggak marah atau gimana. Gue cuma sedang menjalankan job gue sebagai reviewer pesawat. Share apapun yang terjadi di pesawat, gitu doang,” tulis Rius.

Hingga tulisan ini diturunkan, KabarPenumpang.com yang mengonfirmasi pihak Garuda Indonesia belum mendapatkan jawaban apapun.

Masih Perlukah Pilot Mengenakan Jam Tangan Khusus Saat Bertugas?

Kendati di setiap gadget sudah tersedia fitur jam yang sangat presisi, tampaknya jam tangan masih menjadi satu kebutuhan primer bagi sebagian orang. Dengan beragam dalih, mulai dari: lebih mudah untuk dilihat, hingga hanya untuk sekedar penunjang penampilan saja, masih banyak orang di luar sana yang enggan untuk melepaskan jam tangannya. Nah, di antara semua pekerjaan yang membutuhkan ketepatan waktu yang sangat presisi, pilot merupakan salah satu pekerjaan yang masuk ke dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Inilah Penyebab Ketika Pilot Benar-Benar Kelelahan!

Ada banyak merek di luar sana yang membubuhkan embel-embel “jam pilot” untuk menambah nilai jual dari produk terkait. Tapi sebelum membahas perihal jam tangan pilot lebih lanjut, tahukah Anda apa nilai tambah dari jam tangan pilot sendiri? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara jam tangan pilot dengan jam tangan konvensional di luaran sana, hanya saja jam tangan pilot dilengkapi oleh beberapa fitur tambahan, seperti altimeter, barometer, dan kompas (walaupun fitur kompas sudah dapat dengan mudah ditemukan pada jam tangan konvensional).

Salah satu jam tangan pilot yang modern. Sumber: indomiliter.com

Tapi, apakah pilot masih membutuhkan fitur-fitur pada jam tangan ini, sementara di pesawat sendiri sudah tercantum fitur serupa – bahkan lebih canggih dari yang ada di jam tangan? Jawabannya tentu saja tentatif – ada yang akan menjawab butuh, ada yang tidak, tergantung kebutuhan dan sudut pandang masing-masing pilot.

Fitur ketepatan waktu yang amat sangat dibutuhkan oleh pilot dalam menjalani tugas hariannya menjadi salah satu poin paling penting di balik hadirnya jam tangan pilot – sementara fitur-fitur lainnya hanyalah berperan sebagai fungsi pelengkap dari jam tangan pilot. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gearpatrol.com, banyak dari jam tangan pilot dewasa ini yang diperuntukan bagi masyarakat sipil biasa – dimana ini diperuntukan bagi mereka yang ingin menunjang penampilan, bukan melulu fungsinya.

Baca Juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Jika menarik benang merah dari fungsi dan peruntukannya, tidak semua pilot memerlukan jam tangan pilot yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang sudah disebutkan di atas, melainkan fungsi utamanya saja dari layaknya kebanyakan jam, yaitu fungsi ketepatan waktu agar dapat lebih optimal dalam menjalankan tugasnya.

Manjakan Rute ke Maladewa, Singapore Airlines Gunakan Boeing 787-10 Dreamliner

Sempat mendapatkan protes keras dari warganet perihal kontrak kerja samanya dengan Malaysia Airlines beberapa waktu yang lalu, Singapore Airlines seolah tidak terlalu mengambil pusing terkait kekecewaan warganet tersebut. Pembuktian visi pihak maskapai untuk selalu memberikan yang terbaik bagi penumpang ini terbukti dengan diluncurkannya rute penerbangan baru menuju Maladewa. Ya, sebagaimana yang diketahui bersama, Maladewa memang merupakan salah satu destinasi wisata paling favorit di dunia karena keindahan pantainya.

Baca Juga: Sah! Singapore Airlines Terima Boeing 787-10 Perdananya

Rute penerbangan langsung dari Bandara Internasional Changi (SIN) menuju Bandara Internasional Velana (MLE) ini akan dioperasikan oleh pesawat Boeing 787-10 Dreamliner – dimana perjalanan Anda akan semakin terasa sangat special. Selain itu, akses menuju Maladewa juga akan semakin mudah dijangkau dengan hadirnya rute penerbangan dari kawasan Asia Tenggara ini. Ya, seperti yang sudah diketahui sebelumnya, lokasi dai Maladewa yang terpencil pada akhirnya sedikit menyulitkan para pelancong untuk menyambangi pulau yang terkenal dengan pantai putih dan iklimnya yang luar biasa bersahabat ini.

Ternyata tidak hanya si induk perusahaan saja yang membuka rute baru ini, pun dengan anak perusahaannya yang bergerak di sektor penerbangan berbiaya rendah, Scoot, juga dikabarkan telah membuka rute penenerbangan yang sama guna menjangkau pasar ekonomi menengah ke bawah. Jika Anda mengecek di laman google flight, maka akan tampak perbandingan harga yang ditawarkan oleh pihak Singapore Airlines Group.

Perbandingan harga tiket Singapura – Maladewa dengan menggunakan Scoot dan Singapore Airlines. Sumber: pinterest

Penerbangan Perdana Setelah…
Mengutip dari laman simpleflying.com (12/7), sebenarnya pihak Singapore Airlines sudah membuka layanan penerbangan langsung menuju Maladewa sejak tahun 1984 silam, namun ini adalah kali pertama pihak maskapai mengoperasikan rute di bawah perjanjian langit terbuka dan dengan menggunakan varian Boeing 787-10 Dreamliner. Perjanjian antara pihak Singapura dan Maladewa ini sendiri ditandatangani pada tanggal 1 Juli 2019 kemarin dimana hal tersebut memungkinkan pihak Singapura untuk membuka rute perjalanan sebanyak-banyaknya (termasuk penerbangan kargo).

Moda Pengangkut
Jika menilik dari segi modanya, Singapore Airlines mempercayakan Boeing 787-10 yang sudah berada di Singapura sejak Maret tahun lalu untuk mengoperasikan sejumlah rute potensial seperti Bangkok – Kuala Lumpur, Singapura – Osaka, hingga Singapura – Perth.

Sebagaimana yang diakui pihak Boeing pada pemberitaan sebelumnya, Boeing 787-10 Dreamliner merupakan pesawat paling efisien di kelasnya. Efisiensi tersebut dipadu-padankan dengan biaya operasi per kursi paling rendah diantara pesawat berbadan lebar lainnya.

Dengan kapasitas maksimal 330 penumpang dan ukuran kargo yang 15 persen lebih besar, tidak berarti pesawat ini menjadi lebih boros bahan bakar. Pihak Boeing mengaku 787-10 mampu menghemat 25 persen penggunaan bahan bakar ketimbang 787-9. Padahal, kedua mahakarya Boeing ini memiliki tingkat kesamaan hingga 95 persen.

Baca Juga: Singapore Airlines Borong 39 Unit Boeing ‘Wide Body’ Senilai US$13,8 Miliar

Dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 913 km per jam, Boeing 787-10 Dreamliner yang menggunakan dua pilihan mesin – Rolls-Royce Trent 1000 atau General Electric Genx ini siap mengantarkan penumpang Singapore Airlines hingga jarak maksimal 12.964km!

Jadi, sudah siap untuk berlibur ke Maladewa?

 

Di Inggris, Penyandang Disabilitas Tak Terlayani dengan Baik di Stasiun dan Kereta

Penumpang dengan keterbatasan tubuh atau disabilitas kerap kali tak mendapat hak yang sama dengan penumpang umum lainnya. Bahkan penyandang disabilitas kesulitan menggunakan mesin tiket dan toilet ramah disabilitas yang kurang di dalam gerbong kereta.

Baca juga: Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet

Selain itu perilaku antisosial dari penumpang lain dan beberapa masalah lainnya kerap kali dirasakan penyandang disabilitas.  Hal ini kemudian membuat City Charity Scope di Inggris untuk mensurvei penyandang disabilitas terkait fasilitas yang diberikan Departemen transportasi di stasiun maupun gerbong kereta api. Survei yang ditanyakan kepada para penyandang disabilitas hasilnya ialah bahwa mereka mendapat masalah dalam perjalanan kereta api dimana 37 persen mengatakan pengumuman dalam gerbong tidak jelas.

Sebanyak 29 persen mengaku berada dalam kereta yang toiletnya tidak bisa digunakan oleh penyandang disabilitas. Kepala Kebijakan City Charity Scope, James Taylor mengatakan, masalah seperti wahana yang sulit diakses, layanan pelanggan yang buruk dan kurangnya informasi dapat membuat penyandang disabalitas sulit untuk bekerja, bersosialisasi dan hidup mandiri.

“Yang mengkhawatirkan, penelitian ini telah menemukan setengah dari orang-orang cacat mengantisipasi mengalami masalah sebelum itu terjadi ketika menggunakan jaringan kereta api,” ujar Taylor.

Adapula 31 persen penumpang disabilitas yang pernah mengalami perilaku antisosial atau diskriminatif dari penumpang lainnya seperti tanggapan agresif setelah meminta kursi prioritas. Beberapa mengatakan persepsi “hierarki” kebutuhan dalam hal prioritas tempat duduk di kereta seringkali berada di belakang konflik semacam itu, dengan mereka yang memiliki disabilitas yang kurang terlihat kadang-kadang dianggap kurang membutuhkan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (8/7/2019), karena masalah seperti stasiun yang tidak dapat diakses dan kurangnya tempat duduk prioritas di kereta, banyak penumpang penyandang disabilitas mengatakan mereka juga harus merencanakan perjalanan dengan cermat. Hal ini dilakukan dengan bepergian pada waktu yang tidak sibuk, memesan di awal dan memastikan mereka menyisakan cukup waktu untuk memungkinkan antisipasi kejadian yang tidak direncanakan seperti seperti menghadapi lift yang rusak.

Meskipun 20 persen responden mengatakan mereka memesan bantuan penumpang terlebih dahulu sebelum bepergian dengan kereta, layanan ini tidak tersedia di beberapa stasiun dan secara keseluruhan kesadarannya rendah. Beberapa penumpang juga melaporkan masalah aksesibilitas di stasiun, dengan satu tantangan adalah jumlah tiket fisik, termasuk slip reservasi kursi, yang diperlukan untuk perjalanan.

Penyandang disabilitas lain mengatakan bahwa jika konter tiket ditutup, mesin otomatis bisa menyulitkan bagi pengguna kursi roda atau mereka yang memiliki kekurangan, disleksia, ketidakmampuan belajar atau gangguan penglihata.

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan ada lebih dari 1.550 responden, yang memiliki berbagai kecacatan termasuk kondisi kesehatan mental, masalah mobilitas dan penglihatan atau gangguan pendengaran.

“Kami sangat menyadari kesulitan yang dihadapi oleh penumpang cacat menggunakan kereta api kami, dan kami bekerja keras untuk memberikan peningkatan yang dibutuhkan. Karena penelitian ini dilakukan lebih dari dua tahun lalu, strategi transportasi inklusif kami telah memberikan akses bebas langkah di sekitar 1.500 stasiun,” ujar Departemen Transportasi.

Pada hari Senin (8/7/2019), departemen mengumumkan akan menghabiskan tambahan £20 juta untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penumpang kereta api penyandang disabilitas.

Baca juga: Bepergian Sendiri, Penyandang Disabilitas ini Dilarang Mengudara oleh Hong Kong Airlines!

“Sangat positif bahwa pemerintah menanggapi masalah ini dengan serius dengan menempatkan dana untuk membuat jaringan kereta api lebih mudah diakses oleh orang-orang cacat. Namun, pekerjaan lebih lanjut diperlukan dari pemerintah, perusahaan transportasi dan kelompok penumpang untuk memastikan orang-orang cacat dapat memiliki tingkat layanan yang sama dengan orang lain,” tambah Taylor.