Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah

Salah satu momok menakutkan yang dapat menimbulkan bencana di sektor aviasi global, bird strike kembali menyerang salah satu maskapai terbaik di dunia versi Skytrax, Singapore Airlines. Dikabarkan, maskapai ini terkena serangan dari burung-burung ketika melakoni perjalanan menuju Paris pada Kamis (11/7) lalu. Beruntung, semua penumpang dan awak pesawat yang berada di dalamnya selamat – namun tidak bagi burung-burung malang tersebut.

Baca Juga: Bird Strike Paksa AirAsia QZ104 ‘Return to Base’ di Bandara Kualanamu

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (15/7), Singapore Airines dengan nomor penerbangan SQ336 awalnya beroperasi secara normal, mulai dari proses boarding, taxi, take-off, hingga mengudara. Namun ketika hendak mendarat di Bandara Charles de Gaulle, Paris, pesawat Airbus A380 yang dioperasikan oleh maskapai berkode SIA ini menabrak sejumlah burung.

Kala itu, Singapore Airlines tengah membawa 311 penumpang dan tidak ada yang mengalami cidera terkait kejadian ini. Sempat beredar kabar bahwa kejadian ini terjadi pada Sabtu (13/7), namun pihak Singapore Airlines menyatakan bahwa kejadian ini terjadi pada Kamis (11/7).

Tak lama berselang setelah kejadian yang dapat menimbulkan bencana kepada pesawat ini, sejumlah foto beredar di media sosial Facebook. Di salah satu foto, tampak bagian moncong pesawat yang dilapisi oleh cat warna putih, dipenuhi oleh bercak-bercak darah dari burung-burung tersebut. Jika dilihat dari jumlah bercaknya, diperkirakan ada lebih dari 10 burung yang menjadi ‘korban’ dari kejadian ini.

“Menyusul hasil inspeksi yang dilakukan di darat dan pembersihan, pesawat A380 dengan nomor penerbangan SQ336 dinyatakan dapat digunakan kembali dalam penerbangan menuju Singapura dengan menggunakan nomor penerbangan SQ335,” ujar salah satu juru bicara dari Singapore Airlines.

“Hanya saja ada keterlambatan sekira 45 menit yang disebabkan oleh proses inspeksi dan pembersihan,” tandasnya.

Baca Juga: Mesin Alami Kendala Sebelum Lawan Uruguay, Pesawat Timnas Arab Saudi Diterjang Bird Strike

Sebelumnya, kejadian serupa sudah sering menghiasi sektor aviasi global. Sebut saja pesawat timnnas sepak bola Arab Saudi yang juga pernah mengalami hal serupa sebelum bertandang untuk melawan Uruguay pada 20 Juni 2018 silam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Mundur lagi ke tahun 2017, dimana maskapai berbiaya murah asal Malaysia, AirAsia dengan nomor penerbangan QZ104 tujuan Penang terkena bird strike yang mengakibatkan kegagalan operasi mesin. Hal ini membuat pesawat tersebut terpaksa return to base menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Saat Garuda Indonesia “Larang” Penumpang Foto di Kabin, AirAsia Justru Bikin Kontes Foto Berhadiah!

Baru-baru ini ramai berita Garuda Indonesia di media sosial karena menu kelas bisnis yang ditulis tangan dan melaporkan seorang Youtuber Rius Vernandes karena hal itu ke pihak kepolisian hingga mengeluarkan aturan dilarang berfoto di kabin. Hal ini kemudian membuat beberapa perusahaan transportasi ikut ambil bagian baik itu maskapai lain atau transportasi online.

Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!

Seperti Grab yang membuat peraturan berbalik dari Garuda dimana penumpang boleh berfoto selfie saat naik GrabCar. Tetapi tidak disarankan ketika naik GrabBike apalagi sampai bikin video TikTok dengan pengemudi.

Nah, ternyata bukan hanya Grab, AirAsia berbanding terbalik dengan Garuda Indoneisa yang melarang penumpang berfoto. Sebab maskapai berbiaya hemat (LCC) ini tidak melarang penumpangnya berfoto atau merekam video di dalam kabin pesawat.

Dendy Kurniawan, CEO AirAsia Indonesia mengatakan, pihaknya membebaskan penumpang mengambil foto dan video dalam kabin pesawat selama tetap menjaga tata tertib yang berlaku

“Bebas (berfoto di dalam pesawat), selama memang untuk sesuatu yang baik dan tidak mengganggu privasi awak kabin maupun penumpang lainnya,” jelasnya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari akun Facebook dan Instagramnya, maskapai asal Malaysia tersebut bahkan menggelar kontes foto di dalam pesawat dengan hadiah tiket gratis ke Lombok ataupun Labuan Bajo. Dendy membenarkan adanya lomba foto tersebut. Menurutnya, program ini adalah salah satu bentuk promosi dari pihak manajemen.

“Iya bagian dari promosi rute-rute baru,” kata Dendy yang dikutip dari tempo.co (18/7/2019).

Adapun kontes tersebut yang diberitakan melalui media sosial AirAsia memberikan syarat seperti penumpang wajib mengikuti akun Instagram AirAsia yakni @airasia_bhsindonesia atau Facebook di @airasia.

Kemudian penumpang mengunggah foto momen bahagia saat terbang bersama AirAsia di Facebook atau Instagram dan mencantumkan caption perjalanan bahagia versi kamu. Tak lupa gunakan hastag #BahagiaBersamaAirAsia dan mention Facebook atau Instagram AirAsia dan tag tiga orang teman.

Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger

Terpenting adalah jangan private akun Facebook atau Instagram dan kontes berlangsung sejak 17-22 Juli 2019 pukul 23.59 WIB. Nantinya dua orang pemenang bisa memilih hadiah tiket penerbangan antara Jakarta – Lombok atau Bali – Labuan Bajo. Pengumuman pemenang pada 24 Juli 2019, jangan lupa syarat dan ketetntuan berlaku bisa di cek di https://air.asia/1KNWr.

Diskriminasi Larangan Makan di Kereta Komuter Nanjing, Pelancong Asing Bebas Denda

Larangan makan di moda transportasi massal kerap kali diabaikan oleh penumpang meskipun tanda larangan sudah tertempel dengan jelas di kaca atau pintu. Di Jakarta sendiri saat naik bus TransJakarta, MRT maupun CommuterLine atau kereta listrik (KRL) tanda dilarang makan dan minun terlihat jelas.

Baca juga: Makan Burrito di Dalam Kereta, Penumpang Dimarahi Seorang Pria

Bahkan terkadang sudah ditegur petugas pun banyak penumpang yang mengelak dan tidak memperdulikan peringatan tersebut serta melanjutkan makanan. Tetapi penumpang yang taat aturan saat tidak diperbolehkan minum pun mereka langsung memasukkan botol ke dalam tas dan tidak ada perbedaan larangan dengan pelancong asing.

Tetapi, baru-baru ini para warganet di Cina marah karena ada pelancong asing yang makan di dalam kereta bawah tanah tetapi tidak dikenakan denda sama sekali. Warganet marah dikarenakan pelancong asing ini seperti mendapat hak istimewa di negara mereka karena kasus hukuman yang tidak sama di Metro Nanjing.

Dilansir dari laman shanghai.ist (16/7/2019) oleh KabarPenumpang.com, diketahui pada 10 Juli 2019 seorang warganet menyampaikan kabar secara online ketika staf kereta bawah tanah melakukan inspeksi di satu kereta komuter. Staf kereta tersebut mendenda seorang penumpang asal negeri mereka (Cina) karena makan di dalam kereta api.

Namun, di saat yang sama seorang pelancong asing yang juga naik dalam kereta tersebut kedapatan melahap sandwich yang dibawanya dan hanya diberi peringatan oleh petugas tersebut. Adanya hal ini kemudian yang memicu kemarahan warganet terkait aturan makan dan hukuman yang dikenakan.

Kemudian Metro Nanjing menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa pelancong asing itu hanya diperingatkan. Menurut mereka, ini karena pelancong asing terkendala bahasa dan Metro Nanjing mengaku memberikan hukuman yang tidak adil serta berjanji memperkuat manajemen di masa depan.

Untuk diketahui, makan di dalam Metro Nanjing sendiri sudah dilarang selama bertahun-tahun. Bila penumpang ketahuan makan, mereka akan di denda antara 20-100 Yuan atau sekitar Rp41 ribu hingga Rp195 ribu.

Baca juga: Makan Es Krim di Dalam Bus Berujung Adu Jotos

Bila ditelusuri, ini adalah insiden ketiga yang terjadi dalam sepekan terakhir dan membuat viral serta di tanggapi warganet yang mengeluhkan hak istimewa orang asing di Cina.

Gaet Etihad ESCO, Bandara Internasional Dubai Pasang Panel Surya di Terminal 2

Bandara Internasional Dubai bekerja sama dengan Etihad Energy Services Company (Etihad ESCO) dikabarkan telah memasang sistem energi surya yang terdiri dari 15.000 panel fotovoltaik di Terminal 2 bandara berkode DXB tersebut. Sebagai informasi, Etihad ESCO merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Dubai Electricity and Water Authority (DEWA).

Baca Juga: Drone Muncul (Lagi) di Bandara Dubai, Operasional Penerbangan Dihentikan 30 Menit

Proyek pemasangan sistem energi surya ini memiliki kapasitas 5MWp dan dapat menghasilkan lebih dari 7,48 juta kilowatt-jam energi setiap tahun untuk Dubai International Airport. Diharapkan, pemasangan sistem energi surya ini dapat menghasilkan penghematan senilai AED3.3 juta atau yang berkisar Rp12,6 miliar (kurs sekarang). Dengan sistem energi surya yang baru, muatan Terminal 2 yang ada di Dubai International Airport akan berkurang sekitar 29%. Sistem ini juga akan mengurangi emisi CO2 sebesar 3.243mt per tahun.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (16/6), Wakil Presiden Eksekutif Infrastruktur dan Teknologi Bisnis Dubai International Airport, Michael Ibbitson mengatakan, “Dubai International Airport telah melakukan berbagai inisiatif hijau selama beberapa tahun terakhir untuk membatasi emisi karbon dan mendukung tujuan Dubai untuk pengurangan 30% dalam konsumsi energi kota pada tahun 2030,”

“Selain memungkinkan kami untuk membatasi emisi karbon sembari memotong biaya, inisiatif ini juga mendukung visi jangka panjang kami untuk masa depan yang bebas emisi karbon sesuai dengan target industri penerbangan,” lanjut Michael.

Proyek terbaru ini merupakan bagian dari inisiatif cerdas pertama DEWA yang dikenal sebagai Shams Dubai yang bertujuan untuk mempromosikan penggunaan sumber energi bersih nan terbarukan. Sebagai bagian dari program ini, panel surya akan dipasang di atap bandara untuk menghasilkan listrik dari tenaga surya dan akan dihubungkan ke jaringan DEWA untuk ditransfer menjadi pembangkit listrik.

Etihad ESCO bertanggung jawab untuk menyediakan layanan pemeliharaan untuk Dubai International Airport selama tujuh tahun masa kontrak.

Baca Juga: Memukau, ‘Sosok’ Airbus A380 Emirates Jadi Ladang Bunga Terbesar di Dubai

“Kemitraan kami dengan Dubai International Airport untuk pemasangan panel surya fotovoltaik memberi kami kesempatan untuk berperan aktif dalam visi bandara untuk efisiensi energi dan pengembangan,” tutur CEO Etihad ESCO, Ali Al Jassim.

“Selain itu, (kerja sama) ini juga menandai perpanjangan kemitraan yang terjalin antara Dubai International Airport dan Etihad ESCO, dimana pada Oktober 2017 yang lalu, kami menandatangani perjanjian untuk perkuatan terminal DXB 1, 2 dan 3 untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi air dan konsumsi listrik sebesar 20%.” tutupnya.

 

Garuda Indonesia Rute Denpasar-London, Kini Resmi Transit di Medan

Ada kabar dari Garuda Indonesia, mulai hari Selasa (16/07) ini secara resmi melayani penerbangan London melalui dua kota besar di Indonesia yaitu Denpasar dan Medan setelah sebelumnya – sejak Januari 2019 – Garuda Indonesia melayani penerbangan ke London melalui Denpasar.

Baca juga: Liburan ke London Saat Musim Panas? Jangan Lupa Naik Cool Cab

Penerbangan Denpasar-Medan – London tersebut dilayani dengan armada Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu yaitu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah dalam pesan tertulis menyebutkan mengatakan bahwa dengan dioperasikannya rute ini, Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang menghubungkan London dengan dua kota besar di Indonesia.

Pikri menambahkan, selain merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat jaringan penerbangan internasional, khususnya dengan menyediakan akses konektivitas langsung dari hub penerbangan terpadat di Indonesia yaitu Bali dan Medan ke Bandara Internasional London Heathrow (LHR).

“Dihubungkannya Medan dengan destinasi London juga kami harapkan dapat semakin memperkenalkan keunggulan potensi wisata prioritas Indonesia di Medan dan sekitarnya seperti keindahan alam wisata Danau Toba”, jelas Pikri. “Penerbangan Denpasar – Medan – London ini kami layani dengan menggunakan armada A330-200 -menggantikan B777-300 ER yang sebelumnya digunakan untuk melayani rute London – Denpasar,” Jjelas Pikri.

Penerbangan Denpasar – Medan – London dilayani dengan GA 086 berangkat dari bandara internasional Ngurah Rai pada pukul 08.10 WITA dan akan tiba pukul 11.10 WIB di bandara Kualanamu, Medan dan kemudian akan diberangkatkan menuju London pada pukul 12.40 WIB dan tiba di bandara Internasional Heathrow pada pukul 20.00 LT.

Baca juga: 22 Januari 2019, Garuda Indonesia Terbang Langsung ‘One Way’ dari London ke Denpasar

Sementara itu penerbangan dari London akan dilayani dengan GA 087 berangkat dari bandara Internasional Heathrow pada pukul 21.45 LT dan akan tiba di bandara Internasional Kualanamu, Medan pada pukul 16.25 WIB kemudian akan berangkat kembali ke Denpasar pada pukul 17.55 WIB dan akan tiba di bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 22.20 WITA.

Angkut Bagasi Penumpang, Bandara Internasional Dallas-Forth Worth Gunakan Robot FLEET

Biasanya pelancong akan membawa tas mereka sendiri baik itu melewati keamanan maupun ke gate. Namun apa jadinya jika robot otonom yang membawa barang Anda di bandara saat melewati keamanan? Ya, ketika pelancong berangkat dari Bandara Internasional Dallas-Forth Worth (DFW), pelancong akan menikmati kemudahan tesebut.

Baca juga: Ssstt..! Ada Robot Polisi Lalu Lintas di Bandara Changi

Sebab, bandara ini menghadirkan robot penanganan bagasi dan menjadi bagian dari program yang disebut FLEET. Cara kerja robot ini cukup sederhana dimana penumpang meletakkan barang bawaan mereka dan memasukkan informasi penerbangan melalui layar sentuh interaktif.

Jika semuanya selesai, koper akan dijatuhkan ke robot yang memiliki roda empat kecil dan mengirimnya ke sabuk bagasi yang tepat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveller.com (14/7/2019), nantinya setiap robot hanya akan membawa satu tas dengan GPS untuk menentukan rute optimal.

Robot FLEET dilengkapi sensor dan kamera internal yang bisa menghindari halangan saat berjalan mengantar tas. Robot dan tas bisa dilacak secara real time untuk memastikan barang itu tiba sesuai tempatnya.

“Aplikasi khusus ini menarik sekaligus menantang bagi kami, karena FLEET akan bekerja di area penumpang. Kami percaya FLEET sejalan dengan visi bandara, karena mereka memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan pengalaman penumpang, serta menampilkan inovasi terbaru,” kata Andrew Manship, Executive Vice President Airports Vanderlande.

Robot FLEET dikembangkan oleh perusahaan Belanda Verlande dan memulai debut pertamanya tahun 2018 di Bandara Den Haag di Rotterdam. Robot tersebut mampu mengangkut sekitar 450 tas per jamnya.

FLEET diketahui merupakan robot ramah lingkungan yang mengonsumsi energi hingga 50 persen lebih sedikit dibandingkan dengan perngaturan biasa. Robot tersebut bahkan bisa didaur ulang saat mencapai masa akhir tugasnya.

Robot ini berada di Terminal D Bandara DFW dan tengah diuji coba pada penumpang transit yang tiba dari penerbangan internasional. Dalam uji coba ini, akan ada petugas yang berada dekat dengan robot untuk membantu ketika penumpang bingung atau ada masalah dalam menggunakannya.

Uji coba di DFW sendiri tidak dikatakan dengan jelas hingga kapan. Namun bila robot FLEET tersebut meningkatkan efisiensi maka akan diteruskan sebelum robot bagasi lain muncul di bandara di seluruh dunia.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

“Saat kami menjalani program percontohan, DFW akan mengevaluasi teknologi baru ini dan menilai potensi aplikasi robot dan kendaraan otonom di berbagai titik di bandara,” kata Khaled Naja, wakil presiden eksekutif DFW Airport untuk infrastruktur dan pengembangan.

Butuh 200 Tahun, Evolusi dari Lokomotif Uap Hingga Ke Diesel Listrik!

Jika dilontarkan pertanyaan, “sudah berapa lama lokomotif kereta api mengalami perkembangan?” bisakah Anda menjawabnya? Bagi Anda yang menjawab 100 tahun, jawabannya kurang tepat, karena lokomotif kereta sudah mengalami ‘evolusi’ sekira sejak dua abad yang lalu. Ya, membutuhkan waktu kurang lebih selama dua abad untuk bisa mengembangkan teknologi di lokomotif kereta api sehingga bisa dinikmati seperti yang Anda tumpangi saat ini.

Baca Juga: Bon Bon, Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Indonesia

Dua abad bukanlah waktu yang sebentar untuk melakukan sebuah evolusi, dimana salah satu momen perdana lokomotif kereta api muncul di hadapan publik adalah ketika insinyur Richard Trevitchick memamerkan temuannya di kota pertambangan Welsh, Merthyt Tydfil – dan siapa sangka bahwa temuan ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan transportasi di era yang sekarang.

Era Lokomotif Uap
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, di tahun 1802, Richard pertama kali memamerkan teknologi lokomotif dengan menggunakan tenaga uap. Namun sebuah bencana menimpa Richard, dimana ‘Penydarren’ – nama lokomotif yang ia ciptakan ini meledak di Greenwich dan menewaskan empat orang. Musibah ini lalu dijadikan senjata oleh rival Richard untuk menyerang dengan mengatakan bahwa lokomotif bertenaga uap tidaklah aman untuk dioperasikan. Kendati begitu, Penydarren sudah kadung menorehkan sejarah dalam perkembangan teknologi lokomotif – pasalnya, Penydarren kala itu menjadi kereta api dengan menggunakan lokomotif uap skala penuh pertama yang beroperasi.

Penydarren. Sumber: istimewa

Inovasi pun terus berlanjut, dimana pada tahun 1812, seorang insinyur bernama Matthew Murray membuktikan kelayakan komersial dari lokomotif bertenaga uap dengan inovasinya yang dinamakan Salamanca.

Pertama kali mengular di Middleton Railway, Salamanca merupakan lokomotif uap pertama yang menggabungkan dua silinder dan menjadi lokomotif pertama yang menggunakan aktuator linier rack and pinion untuk mengubah gerak rotasi menjadi momentum ke depan.

Salamanca. Sumber: wikipedia

Di saat yang hampir bersamaan, seorang insinyur yang bernama George Stephenson mengembangkan kurang lebih 16 lokomotif eksperimental di rentang tahun 1814 sampai 1826. Adapun lokomotif kembangan George Stephenson ini akan bertugas di sekitaran Killingworth Colliery, Inggris.

Lokomotif Uap Kembangan George Stephenson. Sumber: wikipedia

Melalui inovasinya ini juga, George Stephenson juga sempat berencana untuk membangun jalur lokomotif uap antara Liverpool dan Manchester – dan rencana ini benar-benar berjalan pada tahun 1830-an. Ya, revolusi lookomotif uap benar-benar terjadi sampai tahun 1830-an.

1879: Elektrifikasi Lokomotif
Tidak mau kalah dengan Inggris, Jerman juga mulai mengembangkan lokomotif yang jauh lebih canggih ketimbang yang menggunakan tenaga uap. Adalah Werner von Siemens, penemu dan pendiri perusahaan teknik multinasional Siemens AG, yang mulai mengelektrifikasi lokomotif di tahun 1879. Selama rentang empat bulan uji coba, lokomotif listrik kembangan Siemens ini berhasil mengangkut sekira 90.000 penumpang.

Wikipedia

Merasa sukses dengan lokomotif listriknya ini, Siemens melanjutkan membangun jalur trem listrik pertama di dunia di pinggiran kota Berlin Lichterfelde pada tahun 1881. Kebutuhan untuk mengurangi polusi kereta api di bawah tanah dan terowongan mendorong pengadopsian lokomotif listrik pada dekade-dekade berikutnya. Merasa sependapat dengan Siemens, negara-negara lain mulai mengadopsi inovasi serupa, seperti Perancis dan Jepang.

Baca Juga: GE CC200, Lokomotif Diesel Elektrik Perdana di Indonesia, Ikut Sukseskan KTT Asia Afrika 1955

1892 – 1945: Proses Dieselisasi
Paten pada mesin pengapian kompresi (atau mesin diesel) terjadi di tahun 1892 yang dirilis oleh Dr Rudolf Diesel. Inovasi ini dengan cepat memicu spekulasi tentang bagaimana metode pembakaran internal baru ini dapat diterapkan pada tenaga penggerak kereta api. Pengembangan berkelanjutan dari mesin diesel yang semakin efisien dengan peningkatan rasio daya terhadap bobot pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 – banyak di antaranya berasal dari Swiss perusahaan teknik Sulzer, tempat Rudolf Diesel bekerja selama beberapa tahun.

Kereta baja Kim Jong Il saat akan berkunjung ke rusia

Pengembangan lokomotif diesel pada era ini semakin menjamur mengingat lokomotif uap yang sudah semakin tergerus oleh jaman. Lalu sejak tahun 1945 sampai saat ini, perkembangan teknologi di sektor moda transportasi jalur rel mulai merambah tenaga campuran antara diesel dan listrik – tepatnya teknologi ini dikembangkan terhitung sejak surutnya Perang Dunia Kedua.

 

Giliran Bus Otonom EasyMile EZ10 Diuji Coba di Australia

Bus otonom EasyMile EZ10 kembali melakukan uji coba. Kali ini uji coba perdana tersebut dilakukan di Australia setelah sebelumnya diuji coba di Singapura, California, Swiss dan Finlandia. Nantinya EZ10 akan digunakan dalam program pemerintah BusBot New South Wales yang berlangsung di kota Coffs Harbour.

Baca juga: ComfortDelGro Uji Coba Bus Otonomnya di National University of Singapore

Program ini sendiri akan dimulai dengan kendaraan membawa penumpang di sepanjang jalan Coffs Harbour Marina. Pada 8 April lalu, fase kedua percobaan dimulai dimana bus otonom digunakan untuk mengangkut penumpang di sekitar Desa Pensiun Marian Grove.

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (13/7/2019), pengguna bisa mulai memanggil kendaraan melalui aplikasi di ponsel pintar yang dibuat oleh perusahaan angkutan umum. Aplikasi tersebut akan merespon dengan memberi tahu penumpang untuk menuju ke halte bus terdekat dimana akan dijemput.

Bus otonom akan tiba dan penumpang naik serta akan diantar ke halte tujuan mereka di desa. BusBot juga merupakan layanan bebagi perjalanan yang dimana beberapa penumpang akan mengambil shuttle ke berbagai tujuan secara bersamaan.

Karena hal ini, maka tidak akan mengikuti rute yang telah ditentukan, tetapi sebaliknya menentukan setiap putaran berdasarkan dimana dan kapan penumpang harus dijemput dan diturunkan.

Layanan ini masih ditawarkan secara gratis dan akan berlangsung selama 22 minggu. Kemudian nantinya dalam fase uji coba ketiga, bus otonom tersebut akan digunakan di kawasan pusat bisnis Coffs Harbour.

Sebelumnya, pada Maret 2019, bus antar jemput otonom ini sudah di uji coba di kampus Ken Ridge National University of Singapore (NUS). Uji coba bus otonom tersebut berlangsung selama satu tahun dan akan di danai oleh Inchcape Singapore.

Bus tersebut diketahui hanya mampu mengangkut 15 penumpang dan melakukan perjalanan sepanjang rute 1,6 km di NUS antara Hang Mui Keng Terrace dan Business Link. Tetapi pada awal uji coba, bus tidak akan membawa penumpang melainkan fokus pada pengumpulan data untuk pemetaan dan sistem navigasi.

Baca juga: Scania Rancang Bus Otonom Multiguna, Dipercaya Mampu Reduksi Tingkat Pencemaran Udara

Selain itu petugas keselamatan juga akan berada di dalam bus untuk memastikan pengoperasian kendaraan yang aman. Bus shuttle akan beroperasi dalam kondisi seperti mengemudi bersama kendaraan lain di jalan. Bus antar-jemput otonom EZ10, berjalan sepenuhnya pada listrik dan memiliki teknologi kendaraan otonom (AV) yang menggabungkan robot dan kecerdasan buatan.

Antisipasi Panas Ekstrem, Jaringan Kereta Api Jepang Terapkan Teknologi Mutakhir!

Perusahaan kereta api Jepang berupaya untuk meningkatkan kenyamanan para penumpang – menanggapi keluhan terkait suhu panas yang mereka rasakan ketika berada di dalam kereta dan di stasiun. Upaya ini juga merupakan salah satu bentuk persiapan pihak perusahaan kereta api dalam menghadapi Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan dihelat tahun 2020 mendatang. Dengan menggunakan teknologi yang mutakhir, perusahaan berharap dapat mengentaskan masalah ini.

Baca juga: Suhu Ekstrem Pada Musim Panas dan Dingin Ancam Pengoperasian Kereta di Inggris

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (12/7), perusahaan kereta api telah menggunakan salah satu teknologi mutakhir yaitu kaca jendela khusus yang dapat mencegah sinar ultraviolet merangsek masuk ke dalam rangkaian kereta.

Selain kaca khusus tersebut, perusahaan kereta api Jepang juga telah menggunakan sistem pendingin ruangan yang dapat ‘membaca’ jumlah kepadatan penumpang – baik di dalam kereta maupun di stasiun. Sederhananya seperti ini, suhu di dalam kereta akan otomatis menjadi lebih dingin ketika hendak memasuki stasiun dengan tingkat kepadatan penumpang yang tinggi.

Selain itu, suhu pendingin ruangan juga oromatis akan menjadi lebih dingin ketika jumlah penumpang yang berada di dalam rangkaian dinilai cukup banyak. Parameternya adalah total keseluruhan berat penumpang yang ada di dalam satu rangkaian kereta.

Adapun operator yang sudah mengaplikasikan teknologi pendingin udara otomatis tersebut adalah Tokyo Metro Co., Odakyu Electric Railway Co., dan Hankyu Corp.

Sedangkan JR East dan Seibu Railway Co. telah mengaplikasikan kaca yang dilengkapi dengan logam khusus dan filter yang berfungsi untuk menyerap sinar ultraviolet dan inframerah.

Ya, masalah tingkat kepanasan yang tinggi (dan tentu saja tingkat kepadatan penumpang) di dalam rangkaian kereta merupakan salah satu penyebab di balik keterlambatan dari setiap jadwal keberangkatan kereta. Dapat Anda bayangkan apabila ada penumpang yang terhimpit penumpang lain di dalam sebuah rangkaian kereta, dan membutuhkan pertolongan medis, maka kereta akan berhenti lebih lama untuk melakukan evakuasi – dan ini akan berimbas pada keterlambatan pemberangkatan kereta terkait.

Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

“Lebih banyak penumpang yang membutuhkan bantuan medis ketika kondisi kereta penuh sesak di musim panas,” ujar salah satu pejabat kereta api.

Guna mengantisipasi kejadian di luar kehendak, selain menggunakan teknologi mutakhir tersebut, JR East akan mengaplikasikan pendeteksian kesehatan penumpang dengan menggunakan videophone, dimana rencana ini berada di bawah kerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang ada di Tokyo.

‘Bangunkan’ Anak dengan Tusuk Gigi, Penumpang MRT Singapura Viral di Medsos

Tak salah mempertahankan ruang pribadi di dalam kendaraan umum, tapi bila hal itu bisa menyakiti penumpang lain bagaimana? Baru-baru ini seorang wanita di Singapura menghadirkan dilema moral dalam sebuah foto yang dibagikan warganet.

Baca juga: Ketahuan Mondar-Mandir di Gate, Dua Penumpang MRT Ternyata Ikut Uji Coba SimplyGo

Pasalnya wanita di dalam foto yang beredar di medsos terlihat mengulurkan sebuah tusuk gigi ke arah seorang anak yang tertidur disebelahnya. Fotonya tersebut bahkan sudah diunggah dalam reddit di sebuah grup bernama trashy yang berisikan 1,4 juta anggota internasional.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (8/7/2019), foto asli tersebut dikonfirmasi diambil di MRT Singapura. Dari tulisan unggahan pada reddit tersebut, disebutkan anak itu berusia sekitar empat atau lima tahun dan tengah tertidur pulas saat itu.

Kemudian setelah melihat anak tertidur tersebut, sang suami meminta bertukar tempat, tetapi wanita itu memilih untuk memegang sebuah tusuk gigi tepat dekat kepala anak itu saat menyender di lengannya. Melihat tusuk gigi itu, wali sang anak kemudian memindahkannya ke kursi lain.

Pada unggahan foto, caption yang diberikan adalah “Respons wanita sampah terhadap seorang anak kecil yang tertidur di lengannya beberapa kali”. Awalnya ini untuk mempermalukan wanita itu tetapi tidak semua warganet menanggapi hal itu.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa wali anak itu yang salah karena tidak menahan sang anak yang tertidur hingga mengganggu orang lain. Adapula yang mengatakan, bahwa wanita itu berhak melindungi area pribadinya meski dalam angkutan umum.

Tak hanya itu, ada juga yang menyalahkan sang anak dan menyebutnya aneh serta mengkritik perilakunya. Meski begitu banyak juga yang mengomentari bila perilaku wanita itu salah karena tidak ada alasan untuk mencoba menusuk anak dengan tusuk gigi.

Baca juga: “Citizens on Patrol” Bantu Polisi Patroli di MRT Singapura

Para warganet juga mengatakan, seharusnya wanita itu mengatakan pada wali anak tersebut ketika tidur bersandar di lengannya. Hingga ada yang mengatakan wanita itu harusnya bisa memahami seorang anak. Hal ini pun menjadi perdebatan hingga akhirnya mengingatkan agar tidak tidur dan bersandar pada orang lain, tetapi juga tidak dibenarkan menunjukkan benda tajam seperti tusuk gigi kepada anak-anak yang mengantuk.