Biaya Rendah dan Kualitas Menurun? Permintaan Perjalanan Udara Justru Meningkat

Kabin pesawat redup saat lepas landas dan mendarat (BlazePress)

Sepuluh tahun lalu pesawat terbang masih terbilang moda transportasi mahal, mewah, glamor dan menarik. Penumpangnya pun biasanya kalangan menengah ke atas, karena harga tiket yang bisa dikatakan cukup mahal dan tidak bersahabat dengan masyarakat menengah kebawah.

Baca juga: Biar Nyaman di Penerbangan Kelas Ekonomi Jarak Jauh, Baca Ini!

Kini sudah berbeda, sebab kalangan menengah ke bawah beberapa sudah bisa menikmati pesawat terbang dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, dengan berbiaya rendah, banyak sekali fasilitas dan kenyamanan yang hilang bagi penumpang.

KabarPenumpang.com merangkumnya dari laman cnn.com, bahwa ada sebuah survei yang pernah dilakukan International Air Transport Association (IATA) pada 2015 lalu dan mendapatkan bahwa banyak penumpang yang menginginkan mengantre di konter keamanan bandara tidak lebih dari sepuluh menit. Bahkan setengahnya memilih menunggu hanya 1-3 menit saja untuk pemeriksaan barang bawaan mereka.

Ada beberapa hal yang membuat penerbangan masa kini lebih murah. Namun, hal tersebut justru bisa membuat penumpang tidak nyaman dan marah saat sampai di dalam pesawat. Namun, dengan harga murah ini menciptakan lebih banyak permintaan untuk perjalanan udara yang bisa menyebabkan penundaan karena lalu lintas udara sedikit tersedat. Hal ini juga menjadikan kualitas pelayanan yang menurun terhadap penumpang.

Sebenarnya, untuk pelayanan disesuaikan dengan harga yang dibayarkan. Jika pelanggan memilih membayar lebih mahal untuk kelas bisnis dan kelas satu, pasti akan ada layanan yang berbeda dibandingkan dengan kelas ekonomi.

Perbedaan paling mencolok ialah dimana saat berada di dalam kabin, jarak antara kursi kelas ekonomi lebih sempit. Tak hanya itu, dengan biaya lebih murah, untuk mendapatkan makanan dan fasilitas bagasi lebih Anda harus membayar diluar dari harga tiket yang sudah dibeli.

Tak sama seperti dahulu dimana, saat membeli tiket pesawat, maka yang didapat penumpang adalah kemudahan dalam bagasi yang lebih besar serta layanan makanan, minuman dan beberapa hal lainnya yang dibutuhkan. Toilet pun kini di uji apakah sangat dibutuhkan atau tidak, tetapi jika toilet dikurangi maka akan semakin sedikit kenyamanan yang didapat penumpang.

Baca juga: Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Bahkan kini penumpang kelas ekonomi lebih memilih membawa tas jinjing atau ransel namun membayar biaya yang sama dengan penumpang menggunakan koper. Tetapi ini adalah pandangan sepihak dan tidak bisa di salahkan dengan apa yang digunakan penumpang.

Dengan hal ini semua terutama kualitas kenyamanan yang turun, tetapi permintaan perjalanan bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa, meski kualitas layanan menurun, penumpang masih bersedia terbang dengan harga yang lebih rendah.