Monday, July 13, 2026
HomeHot NewsMasuk Balai Yasa, Ratusan Kereta Jalani Proses Pemeriksaan Ketat

Masuk Balai Yasa, Ratusan Kereta Jalani Proses Pemeriksaan Ketat

Setiap perjalanan kereta api tentu selalu dilakukan pengecekan secara berkala baik sebelum maupun setelah keberangkatan. Hal ini bukan semata pengecekan rutin biasa, namun perawatan yang dilakukan harus secara ketat. Bahkan keselamatan perlu ditingkatkan pada setiap perjalanan agar penumpang tetap merasa aman dan nyaman.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus memastikan keandalan armada melalui program perawatan sarana yang dijalankan secara sistematis dan berkesinambungan. Hal tersebut membuat UPT Balai Yasa Manggarai telah menuntaskan perawatan berkala dua tahunan dan empat tahunan (P24/P48) terhadap 246 unit kereta, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 242 unit atau mencapai 102 persen dari rencana kerja.

Vice President Corporate Communication` KAI Anne Purba mengatakan bahwa setiap kereta yang beroperasi dan melayani pelanggan telah melalui serangkaian proses pemeriksaan serta perawatan yang ketat. Menurutnya, di balik operasional kereta yang andal terdapat dedikasi para teknisi yang bekerja dengan tingkat presisi tinggi untuk memastikan seluruh komponen berfungsi optimal.

Di Balai Yasa Manggarai, proses menyiapkan kereta tersebut berlangsung sejak pemeriksaan awal, pembongkaran komponen, perawatan badan kereta dan `bogie`, pengujian sistem pengereman serta kelistrikan, hingga pemeriksaan akhir. Seluruh tahapan diarahkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Diketahui bahwa Balai Yasa Manggarai memiliki perjalanan panjang dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Kompleks bengkel ini mulai dibangun pada 1915 dan beroperasi pada 1920 dengan nama `Hoofd-Werkplaats Manggarai`. Pada masa awal operasinya, bengkel tersebut menangani pembuatan suku cadang serta pemeriksaan dan perbaikan lokomotif, kereta penumpang, serta gerbong barang.

Saat ini, Balai Yasa Manggarai berfokus pada perawatan dan pengembangan kereta penumpang, kereta makan, serta kereta pembangkit atau `genset`. Balai yasa memiliki fungsi yang berbeda dengan `dipo`. Pemeriksaan harian dan perawatan berkala jangka pendek dilaksanakan di `dipo`, sedangkan balai yasa menangani perawatan berkala jangka panjang, perbaikan kerusakan yang membutuhkan fasilitas khusus, rehabilitasi, serta modifikasi sarana.

Badan kereta dan `bogie` dipisahkan agar teknisi dapat memeriksa struktur, perangkat roda, sistem pengereman, `suspensi`, kelistrikan, pintu, `interior`, hingga fasilitas pendukung perjalanan secara lebih mendalam. “Perawatan berkala berfungsi menjaga kondisi sarana tetap sesuai standar teknis.

Selain perawatan kereta, Balai Yasa Manggarai menyelesaikan pemeliharaan kategori `medium overhaul` dan `general overhaul` atau MO/GO terhadap 26 `genset` dari program 29 unit, setara 89,6 persen. `Genset` pada kereta pembangkit berfungsi memasok listrik bagi pendingin udara, penerangan, dan berbagai fasilitas pelayanan selama perjalanan.

Balai Yasa Manggarai juga menangani 302 pekerjaan perbaikan pada kereta dan `genset` selama Semester I 2026. Jumlah tersebut setara 127 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu atau tumbuh sekitar 27 persen. Sebanyak 67 persen pekerjaan perbaikan berkaitan dengan pembubutan dan penggantian roda.

Kinerja Balai Yasa Manggarai juga terlihat dari penyelesaian modifikasi enam Kereta Ekonomi Kerakyatan atau 100 persen dari program Semester I 2026. Lima kereta diselesaikan untuk mendukung pelayanan Angkutan Lebaran 2026, sedangkan satu kereta berikutnya rampung pada Mei 2026. Kehadirannya memperluas pilihan layanan yang nyaman dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Dari sisi tata kelola, penyerapan anggaran kerja Balai Yasa Manggarai mencapai 86,6 persen. Sebanyak tiga dari empat program investasi 2026 sedang berjalan dengan `progres` keseluruhan 35,2 persen. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas, kualitas perawatan, serta kemampuan internal dalam mengembangkan sarana.

Balai Yasa Manggarai mempertemukan pengalaman lebih dari satu abad dengan kompetensi teknis yang terus berkembang. KAI akan melanjutkan peningkatan fasilitas, kemampuan Insan perawatan, penerapan teknologi, dan pengendalian mutu agar setiap sarana yang kembali melayani pelanggan berada dalam kondisi andal, aman, serta nyaman.

Yuk, Kenali Istilah ‘Ramp Check’ yang Menempel di Tiap Kereta dan Lokomotif

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru