Langit Amerika Serikat kembali dihebohkan oleh laporan penampakan fenomena aneh tak dikenal (Unidentified Anomalous Phenomena / UAP). Sekelompok awak kokpit penerbangan komersial melaporkan melihat sebuah objek misterius berwujud mirip pil berukuran besar yang melintas di ketinggian jelajah 31.000 hingga 41.000 kaki di atas wilayah udara Negara Bagian Ohio. Objek janggal tersebut meluncur mulus hanya berjarak sekitar dua mil di sisi kiri pesawat mereka.
Berdasarkan keterangan kru penerbangan, wahana tersebut digambarkan sebagai objek metalik tanpa sambungan (seamless) dengan tinggi sekitar 30 kaki. Benda asing itu terbang dalam orientasi vertikal yang kaku, tanpa dilengkapi lampu navigasi, sayap, maupun sistem propulsi kasat mata yang lazim pada pesawat konvensional. Yang membuatnya semakin membingungkan, kendati kasat mata secara langsung oleh indra penglihatan pilot, pemantauan radar pengendali lalu lintas udara (air traffic control) setempat sama sekali tidak menangkap adanya sinyal atau pantulan objek apa pun di sektor tersebut.
Mysterious pill-shaped UFO caught on camera by pilots flying above Middle America https://t.co/yByY9FoHlu
— Daily Mail (@DailyMail) October 29, 2026
Salah satu pilot berhasil mengabadikan foto penampakan tersebut, yang kemudian dilaporkan secara resmi ke National UFO Reporting Center (NUFORC). Investigator UAP kenamaan, Ben Hansen, bersama timnya langsung melakukan penelaahan mendalam dengan memeriksa pernyataan para awak kru serta meninjau data radar melalui mekanisme Freedom of Information Act (FOIA).
Berdasarkan verifikasi awal, tidak ada catatan peluncuran balon cuaca maupun aktivitas dirgantara resmi yang cocok dengan karakteristik objek tersebut di waktu dan koordinat yang sama.
Ketiadaan jejak pada layar radar di tengah laporan visual yang kredibel ini kembali menantang penjelasan konvensional, sekaligus memicu diskusi hangat di kalangan pengamat keselamatan penerbangan sipil. Kasus penampakan di Ohio ini dinilai memiliki kemiripan pola dengan laporan UAP ikonik berwujud “Tic-Tac” di masa lalu, yang terus menyisakan tanda tanya besar mengenai celah keamanan dan keselamatan ruang udara global bagi penerbangan komersial.
