Bagi wisatawan maupun pelaju yang sering menggunakan kereta cepat Shinkansen di Jepang, layanan reservasi tiket online Smart EX tentu menjadi andalan utama. Namun, kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna platform tersebut.
Central Japan Railway Company (JR Central) selaku operator utama mengumumkan bahwa sistem Smart EX mengalami kebocoran data (data breach) yang mengakibatkan informasi pribadi dari sekitar 170.000 pengguna dilaporkan bocor ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Insiden kebocoran data ini berawal dari masalah keamanan siber yang terjadi pada pihak ketiga, yakni Yumirulink, sebuah perusahaan layanan pemasaran digital dan penerusan email yang menangani sebagian rute pengiriman pesan Smart EX. Kendati demikian, pihak JR Central memastikan bahwa data pengguna yang berhasil dicuri oleh peretas berada dalam cakupan yang cukup terbatas. Informasi yang terekspos meliputi nama pengguna, alamat email, ID anggota (screen name), serta jenis keanggotaan.
Pihak operator menegaskan bahwa data-data sensitif pengguna dipastikan aman dan tidak ikut bocor. Informasi krusial seperti tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon, serta nomor kartu kredit dan tanggal kedaluwarsanya aman dari pembobolan. Selain itu, data nama pengguna yang bocor hanya terbatas pada pelafalan karakter fonetik Katakana, sementara bentuk penulisan nama lainnya tidak mengalami kompromi. Kebocoran ini sendiri diyakini tidak terkait dengan email otomatis konfirmasi pemesanan, melainkan berkaitan dengan pengiriman email promosi penjualan atau pemberitahuan perubahan jadwal layanan.
Sebagai informasi, sistem Smart EX mencakup pemesanan tiket kereta cepat Shinkansen yang dioperasikan bersama oleh JR Central, JR West, dan JR Kyushu. Jaringan ini membentang luas mulai dari Tokyo, melewati Nagoya, Kyoto, Osaka, Hiroshima, hingga ke Fukuoka dan Kagoshima di Pulau Kyushu.
Mengingat layanan ini sangat populer di kalangan wisatawan asing maupun domestik, insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna untuk tetap waspada dan memantau keamanan akun digital mereka apabila pernah mendaftarkan diri pada platform pemesanan tiket kereta cepat tersebut.
Imbas Peretasan Sistem Amadeus, Data Pemesanan Tiket Korean Air dan Asiana Airlines Bocor
