Dalam menggunakan kereta api tentunya penumpang sudah merasa dimudahkan. Salah satu kemudahan tersebut, sebelum naik ke kereta api atau saat boarding, penumpang bisa menggunakan fasilitas baru saat pengecekan tiket. Ya, dengan adanya sistem pengenal wajah atau Face Recognition inilah penumpang makin dimudahkan saat sebelum memasuki peron maupun naik ke kereta api.
Inovasi ini dikeluarkan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) ini memberikan dampak yang signifikan. Selain itu, teknologi ini berperan penting dalam mempercepat pelayanan sekaligus mendukung operasional yang berkelanjutan. Penggunaan Face Recognition semakin masif sepanjang tahun ini. Sebanyak 1.689.524 penumpang kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan Face Recognition.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan semakin banyak penumpang yang beralih menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk proses boarding karena lebih praktis dan cepat. Pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta memang semakin banyak. Hal ini terlihat karena praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan.
Melalui layanan tersebut, pelanggan tidak perlu lagi menunjukkan tiket fisik dan kartu identitas kepada petugas. Sistem akan memverifikasi identitas melalui pemindaian wajah sebelum penumpang memasuki area keberangkatan. Selain mempermudah proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya KAI mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya, layanan tersebut mampu mengurangi kebutuhan mencetak tiket sehingga dapat menekan penggunaan kertas.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni mencapai 1.004.346 penumpang atau sekitar 61 persen dari seluruh pengguna layanan tersebut. Kemudian, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna dan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna.
Franoto mengatakan, data penumpang yang digunakan dalam layanan Face Recognition hanya dimanfaatkan untuk proses verifikasi identitas saat boarding. Pengelolaan data dilakukan dengan mengacu pada ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition.
Cara mendaftar Face Recognition ternyata tidaklah sulit. Penumpang dapat melakukan registrasi Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan membuka menu Akun, kemudian memilih Registrasi Face Recognition. Selanjutnya, penumpang diminta mengisi data sesuai identitas dan melakukan pengambilan foto wajah melalui aplikasi. Selain melalui aplikasi, registrasi juga dapat dilakukan di layanan Face Recognition yang tersedia di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.
Setelah terdaftar, penumpang dapat langsung menggunakan Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan data wajah dengan identitas dan tiket perjalanan yang tersimpan. Jika data sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis. Hingga kini, layanan Face Recognition telah tersedia di 22 stasiun, dan KAI berencana memperluas implementasinya di stasiun-stasiun dengan volume penumpang tinggi.
Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa
