Bagi para pemilik hewan peliharaan, bepergian menggunakan pesawat terbang sering kali menjadi urusan yang mencemaskan karena menaruh mereka di dalam kompartemen kargo yang gelap dianggap berisiko tinggi, sementara membawa mereka ke dalam kabin memiliki banyak batasan ukuran.
Masalah inilah yang melahirkan ide unik sebuah maskapai bernama Pet Airways, maskapai penerbangan pertama di dunia yang khusus melayani hewan peliharaan tanpa adanya penumpang manusia di dalam kabin. Didirikan pada tahun 2009 di Amerika Serikat oleh pasangan Alysa Binder dan Dan Wiesel, Pet Airways lahir dari pengalaman pribadi mereka yang kesulitan saat ingin membawa anjing peliharaan bepergian dengan aman. Maskapai ini murni dirancang untuk kenyamanan hewan, yang secara jenaka mereka sebut sebagai “pawsengers”.
Berbeda dengan maskapai konvensional yang memperlakukan hewan sebagai bagasi, Pet Airways memodifikasi bagian dalam pesawat turboprop Beechcraft 1900 milik mereka dengan mencopot seluruh kursi penumpang manusia. Sebagai gantinya, kabin diisi dengan rak-rak khusus yang kokoh untuk menempatkan kandang pembawa hewan secara aman, lengkap dengan kontrol suhu dan tekanan udara yang diatur sempurna sepanjang penerbangan.
Proses pelayanan di Pet Airways dibuat semirip mungkin dengan pengalaman manusia namun disesuaikan untuk kebutuhan hewan. Sebelum terbang, hewan-hewan ini tidak menunggu di terminal bising melainkan di ruang tunggu khusus (Pet Lounge) yang tenang, lalu di dalam kabin terdapat pramugara khusus hewan (Pet Attendants) yang memantau kondisi mereka setiap 15 menit serta memberikan air minum. Selain itu, sebelum lepas landas dan setelah mendarat, hewan-hewan akan dibawa berjalan-jalan sejenak untuk meregangkan otot dan buang air selama melayani rute kota besar di AS seperti New York, Los Angeles, Chicago, Denver, Washington D.C., dan Fort Lauderdale.
Meski idenya sangat dicintai oleh komunitas pencinta hewan dan sempat menuai popularitas tinggi, Pet Airways harus menghadapi tantangan operasional dan finansial yang sangat berat. Tingginya biaya perawatan pesawat, harga bahan bakar, regulasi penerbangan yang ketat, serta keterbatasan armada membuat model bisnis ini sulit bertahan dalam jangka panjang. Skala penerbangan mereka pun mulai menyusut akibat masalah keuangan hingga akhirnya Pet Airways terpaksa menghentikan total operasional penerbangannya sekitar tahun 2012-2013.
Walaupun saat ini Pet Airways sudah tidak beroperasi lagi, warisannya tetap membekas dalam industri penerbangan global karena mereka berhasil membuktikan adanya ceruk pasar yang besar untuk transportasi hewan yang manusiawi, yang kemudian menginspirasi banyak maskapai besar saat ini untuk meningkatkan standar keselamatan bagi hewan peliharaan yang ikut terbang.
Sering Ada Penyalahgunaan, Maskapai Penerbangan Batasi Jenis Hewan Pendukung Emosional
