Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua Orang

ilustrasi flu di pesawat (Huffington Post)

Selama ini, banyak anggapan ketika naik pesawat dan ada yang sakit pernafasan seperti batuk atau influenza di dalam pesawat akan menularkan ke seluruh pesawat. Namun, ternyata anggapan itu terbantahkan dengan kesimpulan dari sebuah studi baru yang dilakukan oleh para penelliti.

Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman livescience.com (19/3/2018), bahwa virus penyakit pernapasan tidak akan menyebar kepada penumpang lain, selain yang duduk sebaris, satu kursi di depan dan belakang penumpang yang terinfeksi penyakit tersebut. Hal ini baru saja dipublikasikan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

Juru bicara Infectious Disease Society of America, dokter Amesh Adalja mengatakan, laporan yang ada di media belum tentu informasi akurat terkait risiko penularan infeksi di dalam kabin pesawat terbang. Sebab virus tidak akan menyebarkan ke semua orang, kalaupun terkena, orang tersebut berada di sekitaran pembawa virus infeksi.

Hal ini dibuktikan dengan tim peneliti yang melakukan uji coba dan terbang dengan sepuluh penerbangan lintas negara yang berbeda di Amerika Serikat saat musim flu. Penerbangan yang dilakukan peneliti berkisar 3,5-5 jam dengan pesawat penuh serta hanya memiliki satu lorong.

Para peneliti juga mencatat seberapa sering penumpang meninggalkan tempat duduk mereka dan berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya itu, mereka juga sebelum dan setelah penerbangan mengumpulkan sampel dari udara di pesawat dan permukaan yang sering tersentuh seperti sabuk pengaman, meja lipat hingga pegangan pintu kamar mandi.

Sample yang didapat ternyata tidak menunjukkan adanya 18 virus pernafasan umum. Para peneliti menggunakan data pada gerakan penumpang dan kru untuk membuat model komputerisasi yang mensimulasikan risiko penularan flu dari penumpang terinfeksi yang duduk di kursi lorong di tengah pesawat.

Sebab, lokasi tempat duduk ini memiliki potensi terbesar untuk berbagi infeksi karena orang ini akan memiliki lebih banyak kontak dengan penumpang lain saat bergerak melalui kabin dan penumpang di kursi lorong lebih sering meninggalkan kursi mereka.

Analisis menunjukkan bahwa penumpang yang duduk di kedua sisi orang yang terinfeksi flu, serta mereka yang duduk satu baris di depan dan satu baris di belakang individu ini, memiliki sekitar 80 persen kemungkinan sakit. Tapi penumpang lain sebagian besar aman dari infeksi. Karena mereka memiliki kurang dari tiga persen kemungkinan terkena flu.

“Penelitian tersebut menggunakan pengukuran yang ketat dan menunjukkan pola kontak dan pergerakan penumpang serta anggota awak pesawat, yang dapat memfasilitasi atau menghambat transmisi virus pernafasan. Ketika bepergian selama musim flu, cara terbaik yang mungkin dapat dihindarkan oleh para penumpang adalah dengan melakukan suntikan flu,” kata Adalja.

Baca juga: Didera Sinus Saat Berada di Pesawat? Ambil Langkah Ini Agar Derita Tak Bertambah

Jika Anda terjebak di samping seseorang yang sakit, kemungkinan besar, Anda tidak akan dapat mengubah tempat duduk. Tapi masih ada beberapa langkah yang bisa di ambil untuk mengurangi kesempatan tertular penyakit. Bila berada dekat penumpang yang batuk atau bersin, berpaling dari mereka. Ini dilakukan untuk meminimalkan paparan kuman Anda, hindari menyentuh wajah dan mata Anda, batasi kontak dengan permukaan bersama dan gunakan pembersih tangan.

Ada beberapa keterbatasan dalam studi baru ini. Itu tidak mengevaluasi penerbangan yang lebih pendek dari 3,5 jam atau lebih lama dari 5 jam, dan itu hanya terlihat di satu lorong pesawat. Selain itu, para peneliti membangun model mereka menggunakan data hanya dari 10 penerbangan. Para peneliti juga mengakui bahwa beberapa penyebaran infeksi pernafasan bisa terjadi saat penumpang menunggu di bandara atau saat mereka naik dan keluar dari pesawat.