Menyoal Kepadatan Penumpang Kereta di Inggris, Desainer ini Adopsi Konsep Kursi Bar dan Jemuran

Sumber: tech.feng.com

Tingkat kepadatan penduduk di suatu kota dapat diproyeksikan dari padatnya angkutan umum yang ada di kota tersebut. Semakin banyak penduduk, maka semakin padat pula penumpang di jaringan kereta kota itu. Berbicara soal kepadatan di jaringan kereta suatu kota, sudah barang tentu hal seperti ini menjadi pertimbangan operator kereta untuk mengatasi masalah kepadatan penumpang di dalam rangkaian kereta, terutama ketika jam sibuk.

Baca Juga: Muat Lebih Banyak Penumpang di Jam Sibuk, Kereta Komuter di New York Adopsi Kursi Lipat

Sebagai contoh, baru-baru ini UK’s Department of Transport mengamati bahwa banyak jalur komuter yang secara rutin mengangkut penumpang sekitar dua kali lipat melebihi kapasitas yang disediakan. Paul Priestman selaku pendiri dari perusahaan desain PriestmanGoode mengatakan bahwa tingkat kepadatan yang terjadi di kereta dilatarbelakangi oleh hadirnya kursi yang kurang fleksibel. “Penggunaan kursi tradisional di kereta, dimana penumpang menjulurkan kakinya ke arah tengah, itu terlalu memakan ruang,” ungkap Paul, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman wired.com.

Berkaca dari situ, Paul bersama tim akhirnya berupaya untuk mendesain ulang kembali kursi-kursi di dalam jaringan kereta di Inggris. The Horizon dan the Island Bay, merupakan dua kursi yang dirancang Paul bersama timnya, dimana mereka meyakini bahwa dengan menggunakan kursi ini, ketersediaan ruang di dalam kereta akan meningkat.

Dengan menggunakan kursi yang mengadopsi desain dari kursi bar ini, penumpang harus duduk sedikit lebih tinggi ketimbang kursi konvensional. Dengan dudukan bokong yang dibuat lebih tinggi, penumpang akan duduk sedikit lebih tegak. Ini akan berdampak pada berkurangnya ruang yang semula digunakan oleh kaki penumpang. Dengan begitu, kapasitas angkut gerbong pun secara otomatis akan bertambah.

Jika dalam kondisi mendesak atau memprioritaskan penyandang disabilitas, kursi ini pun dapat dilipat. Ketika kursi sedang terlipat, penumpang pun akan tetap dapat bersandar, mirip seperti bangku jemuran handuk yang dewasa ini banyak ditemui di stasiun-stasiun di Ibukota. Paul meyakini, dengan menggunakan kursi multi-desain ini dapat meningkatkan kapasitas penumpang hingga 30 persen.

Baca Juga: Bangku “Jemuran Handuk” di Stasiun Komuter, Tak Ramah Bagi Lansia dan Kaum Difabel

Terkait ketersediaan ruang lebih pada bagian kaki, Paul mengatakan bahwa ruang tersebut dapat digunakan untuk menyimpan barang bawaan para penumpang. Jika kursi seperti ini turut diadopsi di Commuter Line Jabodetabek, mungkin masalah kepadatan penumpang yang terjadi juga bisa teratasi ya!