Tuesday, July 21, 2026
HomeAnalisa AngkutanLangkah Hijau Kereta Api India: Kereta Penumpang Berbahan Bakar Hidrogen Resmi Beroperasi

Langkah Hijau Kereta Api India: Kereta Penumpang Berbahan Bakar Hidrogen Resmi Beroperasi

India resmi mengoperasikan kereta penumpang berbahan bakar hidrogen buatan dalam negeri (indigenous) pertamanya. Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya modernisasi jaringan kereta api massal serta pengurangan emisi karbon di sektor transportasi negara tersebut.

Peresmian layanan kereta bersih yang diberi nama “NaMo Green Rail” ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Stasiun Jind Junction, Negara Bagian Haryana, pada Jumat (17/7/2026). Kehadiran kereta hidrogen ini menjadi bagian dari strategi besar kemandirian teknologi sekaligus transisi menuju energi ramah lingkungan.

Rangkaian kereta hidrogen ini terdiri dari dua driving car bertenaga hidrogen di kedua ujungnya serta delapan kereta penumpang di bagian tengah. Mampu melaju hingga kecepatan maksimum 75 km/jam, satu rangkaian kereta ini dirancang untuk dapat mengangkut sekitar 2.600 penumpang sekaligus.

Pada tahap awal, kereta ini difungsikan untuk melayani rute jarak pendek hingga menengah. Operasional perintis ini difokuskan untuk menguji keandalan teknologi propulsi hidrogen di jalur-jalur kereta api yang saat ini belum memiliki jaringan elektrifikasi penuh.

Selain armada kereta, proyek pilot ini juga dilengkapi dengan infrastruktur khusus produksi hidrogen, fasilitas penyimpanan, hingga stasiun pengisian bahan bakar (refuelling station). Hal ini memungkinkan tim insinyur mengevaluasi tingkat keamanan, efisiensi, dan performa operasional kereta secara langsung di lapangan.

Secara teknis, teknologi sel bahan bakar hidrogen (hydrogen fuel cell) bekerja dengan mereduksi hidrogen dan oksigen melalui reaksi kimia untuk menghasilkan energi listrik. Hasil sampingan dari proses ini murni berupa uap air dan panas, tanpa menghasilkan gas buang berbahaya.

Karakteristik ini menjadikan kereta hidrogen sebagai solusi paling potensial untuk menggantikan armada kereta bermesin diesel yang masih banyak beroperasi di rute-rute pelosok.

Pengoperasian kereta hidrogen pertama ini merupakan bagian dari National Hydrogen Mission yang dicanangkan India untuk menjadikan negara tersebut sebagai salah satu hub global produksi dan penggunaan hidrogen hijau. Langkah ini sejalan dengan komitmen iklim India untuk mencapai target net-zero emission pada tahun 2070 mendatang.

Bus Listrik Dianggap Bukan Solusi Terbaik untuk India, Ini Sebabnya!

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru