Inilah Travis Ludlow, Pilot Termuda yang Terbang Solo Keliling Dunia

Seorang pilot remaja berusia 18 tahun, Travis Ludlow, berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Record sebagai pilot termuda yang terbang solo keliling dunia dengan pesawat single engine pada usia 18 tahun dan 150 hari, 13 hari lebih muda dari pemegang rekor sebelumnya.

Baca juga: Mengenal Wiley Post, Pilot Pertama yang Terbang Solo Keliling Dunia! Ada Peran Autopilot

Kepastian itu didapat setelah pilot berkebangsaan Inggris ini mendarat di Belanda usai menghabiskan 44 hari perjalanan sejauh 40.072 km.

Dilansir BBC International, Travis Ludlow mulai terbang pada usia 12 tahun dan menjadi pilot glider termuda di Inggris pada usia 14 tahun.

Penerbangannya memecahkan rekor pilot termudah yang terbang solo keliling dunia menggunakan pesawat Cessna 172R keluaran tahun 2001. Ia start dari Inggris, kemudian melintasi Eropa, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Greenland, Islandia, dan mendarat di Belanda.

Sepanjang perjalanan di sembilan negara itu, Travis melakukan sekitar 60 kali pemberhentian untuk mengisi bahan bakar dan hal lainnya.

Usai resmi memecahkan rekor dunia, Travis mengaku sangat lega dan mungkin bisa tidur dengan nyenyak. Sementara itu, Mason Andrews dari Louisiana, sang pemegang rekor sebelumnya sejak tahun 2018 silam, mengaku senang dengan Travis. Sebuah rekor tercipta untuk dipecahkan orang lain dan itu terjadi.

“Rekor dunia dibuat untuk dipecahkan. Saya memiliki rekor. Saya tidak mendapatkan apa-apa dengan terus memegang rekor sehingga saya lebih dari bersedia untuk meneruskan obor ke generasi berikutnya,” jelasnya.

Sebetulnya, bila merujuk jauh ke belakang, ada pilot solo lain yang jauh lebih muda, tetapi bukan terbang solo keliling dunia sebagaimana Travis dan Mason, melainkan hanya sekedar terbang solo saja.

38 tahun lalu, bertepatan dengan 24 Februari 1983, bocah sembilan tahun 316 hari atau nyaris berusia 10 tahun, Cody A. Locke, berhasil terbang solo menggunakan pesawat Cessna 150. Atas keberhasilannya itu, ia pun berhasil mencatatkan diri di Guinness Book of World Records sebagai pilot termuda yang terbang solo dalam sejarah penerbangan dunia.

Dilansir dari  Los Angeles Times, informasi terkait tahapan awal sampai pesawat mendarat dan Cody resmi berhasil mencatatkan rekor sangat terbatas. Bahkan, di situs Guinness Book of World Records sendiri, catatan rekor Cody A. Locke juga tidak ada, kecuali hanya sedikit saja, dimana bocah sembilan tahun itu melakukan penerbangan solo tersebut pada tahun 1983 di Mexicali, Meksiko.

Selebihnya, seperti berapa lama durasi terbang, bagaimana persiapan awal, ketika dalam penerbangan solo, jarak dan titik yang dituju, sampai akhirnya mendarat dengan selamat, tidak ada informasi terkait hal itu.

Informasi lengkap terkait pilot termuda yang berhasil terbang solo justru cukup banyak atas nama Tony Aliengena. Bocah yang duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar ini diketahui mencatat rekor tersebut pada usia 9 tahun 295 hari, berjarak sekitar 21 hari dari Cody A. Locke, pada 14 Maret 1988.

Baca juga: Hari Ini, Bocah SD Berusia 9 Tahun Jadi Pilot Termuda dalam Sejarah yang Terbang Solo

Menariknya, setelah mencatat rekor tersebut, Tony rupanya belum berpuas diri. Pada tanggal 22 Juli 1989 atau ketika berusia 11 tahun, Tony Aliengena berhasil mencatatkan diri sebagai pilot termuda yang berhasil terbang solo keliling dunia, setelah pesawat milik ayahnya, Cessna 210 Centurion, yang ditumpanginya berhasil kembali ke Bandara John Wayne di Orange County, California, AS, menempuh jarak sejauh 21.567 mil atau 34.708 km selama tujuh hari.

Bila rekor ini tercatat di Guinness World Record, seharusnya rekor pilot termuda yang terbang solo keliling dunia masih tercatat atas nama Tony Aliengena, bukan Mason Andrews dan Travis Ludlow.

Manipur Masuk dalam India Railway Map, Pejabat: Ini Momen Bersejarah

Sebuah momen sejarah bagi masyarakat Manipur saat negara bagian itu muncul di peta kereta api India atau Indian Railway Map. Munculnya Manipur dalam Indian Railway Map terlihat dari sebuah kereta penumpang Rajdhani Express yang berangkat dari Stasiun Silchar Assam dan tiba di Stasiun Vaingaichunpao.

Baca juga: Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Kereta ini melakukan uji coba pada 2 Juli 2021 kemarin menempuh jarak sebelas kilometer dengan mengangkut pejabat di dalamnya. Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal mentweet, “Meningkatkan Konektivitas di Timur Laut: Uji coba kereta penumpang dari Silchar di Assam ke Vangaichungpao di distrik Tamenglong Manipur berhasil diselesaikan baru-baru ini. Ini akan memastikan konektivitas yang lebih baik antara Manipur & Assam dan menyediakan kemudahan perjalanan bagi penumpang.”

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (11/7/2021), ini juga diakui oleh Ketua Menteri Manipur N Biren Singh dan Menteri Persatuan Dr. Jitendra Singh menyebutnya sebagai ‘momen bersejarah‘ dalam tweet yang mereka bagikan. Biren Singh menambahkan bahwa masyarakat Manipur sangat berterima kasih kepada Perdana Menteri Narendra Modi.

Dari sebuah laporan mengatakan bila penduduk setempat menyambut petugas kereta api di Stasiun Jiribam tempat kereta berhenti. Di mana mereka juga mengibarkan bendera nasional serta menyanyikan lagi kebangsaan. Untuk diketahui penumpang yang naik dari Silchar dan tiba di Jiribam adalah petugas perkeretaapian termasuk senior perkeretaapian North-East Frontier (NF) PRO Nripen Bhattacharya, dan CDO Silchar Abdul Hakim.


Jitendra Singh juga membagikan klip kereta api dan mengungkapkan bahwa Manipur akhirnya memulai debutnya di peta Kereta Api India.

Saat ini, jalur kereta api Vaingaichunpao – Imphal sedang dibangun yang akan menghubungkan Ibukota Manipur dengan jaringan Kereta Api India. Diharapkan pekerjaan pada jalur kereta api yang penting ini akan selesai pada Maret 2022.

Baca juga: Pertama Kalinya dalam Sejarah, Layanan Kereta di India Mampu ‘On Time’ 100 Persen

Nantinya setelah selesai rute tersebut dibangun, maka jalur Vaingaichunpao dan Imphal akan menjadi terowongan kereta api terpanjang dekat Imphal yang adalah ibukota Manipur.

Filipina Larang Wisatawan Indonesia Masuk 16-31 Juli, Ini Data Kunjungan Kedua Negara

Filipina akhirnya resmi bergabung dengan tujuh negara lainnya untuk melarang wisatawan asal Indonesia masuk ke negara mereka. Demikian juga wisatawan Filipina yang hendak berkunjung ke Indonesia. Hal itu diungkap langsung juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque.

Baca juga: Corona RI Mengganas, Negara-negara Ini Kompak Stop Penerbangan dari dan ke Indonesia

Keputusan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona dalam hal ini varian Delta yang terbukti sangat membuat bebagai rumah sakit di Indonesia kewalahan.

“Presiden Rodrigo Duterte telah menyetujui pembatasan perjalanan untuk semua traveler yang datang dari Indonesia atau mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum kedatangan di Filipina,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan transmisi komunitas varian Covid-19 di Filipina,” tambahnya, seperti dikutip dari The Straits Times.

Selain Indonesia, wisatawan dari India, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Oman, dan Uni Emirat Arab juga dilarang memasuki Filipina hingga 31 Juli.

Filipina sendiri saat ini memiliki 1.485.457 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi (beberapa di antaranya varian Delta), termasuk 26.232 kematian.

Filipina diketahui menjadi negara kedelapan setelah Hong Kong, Taiwan, Uni Emirate Arab (UEA), Oman, Singapura, Arab Saudi, dan Jerman yang melarang kedatangan wisatawan asal Indonesia. Dilihat dari traffic data wisatawan negara-negara tersebut ke Indonesia, mungkin bisa dibilang sangat berpengaruh terhadap arus kedatangan wisatawan dari sana.

Tetapi, bagaimana dengan Filipina? Apakah antara Indonesia-Filipina punya penerbangan langsung? Berapa jumlah wisatawan Indonesia maupun Filipina yang berkunjung?

Dikutip dari ceicdata.com, pada Desember 2020, kunjungan wisatawan asal Filipina ke Indonesia dilaporkan sebesar 13,753 orang. Ini merupakan rekor tertinggi dibanding bulan November di tahun yang sama yang hanya kurang dari 10 ribu orang. Sejak tahun 1988 sampai 2020, rata-rata 177,854 wisatawan asal Filipina berkunjung ke Indonesia setiap bulannya.

Sedangkan untuk wisatawan Indonesia yang ke Filipina, pada tahun 2018 ada 76.651 wisatawan Indonesia yang mengunjungi Filipina. Jumlah tersebut naik dari tahun 2017 yang hanya 62.923 wisatawan Indonesia. Pada 2019, Filipina menargetkan 100 ribu wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke sana.

Baca juga: Corona RI Makin Gawat, Jepang Evakuasi Warganya dari Indonesia!

Dari segi akses penerbangan juga tergolong mudah. Banyak penerbangan dari Filipina ke Indonesia dan sebaliknya. Dari Filipina, ada penerbangan dari Jetstar, Asiana, Philippine Airlines-Singapore Airlines, dan Korean Air. Bukan hanya keberangkatan dari Manila, tetapi juga dari empat kota lainnya, meliputi Cebu, Davao, Butuan, dan Angeles.

Sedangkan dari Indonesia, tersedia penerbangan Garuda Indonesia, Philippine Airlines, Singapore Airlines untuk keberangkatan Jakarta, Denpasar, Manado, Surabaya, dan Banjarmasin.

(Video) Pilot Ungkap Ruang Tersembunyi di Bawah Kokpit Airbus A350!

Airbus A350 bukan hanya pesawat yang fenomenal dengan sederet teknologi mutakhirnya, tetapi juga penuh teka-teki. Nah, belum lama ini, seorang pilot SAS Airlines coba mengungkap teka-teki tersebut, dalam hal ini berbagai ruangan tersembunyi di kokpit dan di bawah kokpit.

Baca juga: Airbus A350 Cathay Pacific Terbang dengan Satu Pilot Mulai 2025!

Dalam unggahan video di kanal YouTube bjornpilot, pilot mula-mula mengungkap tempat tidur pribadi pilot dan kopilot di bagian belakang kokpit. Ini sebetulnya bukan hal baru karena sudah lama santer terdengar. Layaknya ruang rahasia atau tempat tidur pramugari, tempat tidur pribadi pilot dan kopilot juga dilengkapi dengan kasur, tirai, dan lampu.

Berlanjut ke bagian belakang bawah, sekilas, dalam tayangan video tersebut, terlihat ada akses ke bagian bawah kokpit dan ternyata benar. Pilot pesawat Airbus 330, 340, dan 350 yang juga seorang YouTuber dengan ratusan ribu subscriber tersebut membuka trapdoor berukuran 1×1, turun menggunakan tangga, dan menunjukkan ruang rahasia di bawah kokpit.

Di sana, hampir tak ada ruang untuk bersantai karena dipenuhi dengan server dan peralatan elektronik lainnya. Mula-mula, ia hanya bisa menunduk karena sempitnya ruangan. Setelah sedikit merangkak dan turun, barulah ia bisa berdiri sempurna. Jalan setapak pun juga muat untuk satu orang dan itupun harus memiringkan badan agar tak server tak tersenggol dan berubah posisi.

Menariknya, di ruang server ini juga terhubung dengan kompartemen kargo di bagian lambung pesawat, loh. Melalui pintu kecil berukuran satu meter, pilot tersebut keluar ke area kargo pesawat dan kembali masuk ke ruang server.

Kendati ini dianggap tak penting, tetapi, dalam posisi genting, ini bisa menjadi penting. Dalam kondisi pesawat dibajak, misalnya, sebetulnya pilot mempunyai opsi keluar dari pesawat lewat jendela atau escape emergency sliding window. Bisa juga melewati cockpit emergency hatch di bagian atas pesawat dan meluncur menggunakan tali.

Tetapi, andai semua akses itu sudah diblokade pembajak atau pilot tak berani karena terlalu tinggi atau apapun itu yang membuat pilot tak bisa mengaksesnya, mereka bisa menggunakan akses tersembunyi di bagian bawah pilot ini untuk keluar tanpa melewati kabin penumpang, menuju ruang kargo dan turun dengan aman ke darat.

Pun sebaliknya, andai ini diketahui oleh pembajak, akses ini bisa menjadi riskan. Kita tahu, teknologi pintu kokpit hampir mustahil dibobol oleh pembajak. Entah itu ditembak ataupun didobrak sekalipun, rasanya itu mustahil bisa terbuka dengan paksa.

Baca juga: Spesial Hari Pilot Sedunia, Kepala Pelatihan Airbus A350 Cerita Repotnya Transisi Pilot Boeing ke Airbus

Tetapi lain cerita dengan pintu tersembunyi ini. Dari bentuknya, baik pintu yang menghubungkan kompertemen kargo dengan ruang server maupun trapdoor yang menghubungkan ruang server dengan kokpit, semuanya besar kemungkinan tidak anti peluru dan bisa saja dibuka paksa kendati masing-masing pintu dikunci.

Jika sudah begini, patutkah pilot menunjukkan ruang tersembunyi di bawah kokpit A350 ini ke publik?

Kisah Naila, Pramugari Emirates yang Banting Setir Jadi Barista Starbucks

Garis tangan tak pernah ada yang pernah tahu kemana seseorang dibawa berlabuh. Seperti yang terjadi pada Naila Hosni. Memiliki passion di bidang marketing dan berharap bisa merintis karir sebagai konsultan desain interior, garis tangan justru membawanya menjadi pramugari. Bagaimana bisa?

Baca juga: Inilah Maria, Dokter Gigi Jadi Pramugari dan Kembali ke Profesi Semula Gegara Corona

“Saya tidak memiliki rencana untuk menjadi pramugari pada awalnya, tetapi Emirates melakukan open day rekrutmen di Paris, kota asal saya. Saya tidak bisa membayangkan menjadi pramugari sebelumnya, tetapi setelah itu saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang dimaksudkan untuk saya,” jelas Naila ketika ditanya terkait perjalanannya menjadi pramugari Emirates.

Beberapa pekan setelah rekrutmen, ia pun diundang interview sampai akhirnya diterima bekerja di sana. Setelah diterima, ia kemudian dipindahkan ke Dubai dan memulai karir sebagai pramugari selama dua tahun. Sampai di sini, ia merasa hidupnya sangat berharga, bertemu dengan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda, sampai berkeliling dunia sesering mungkin.

Tetapi, sebagaimana kisah pilu pramugari lainnya di dunia, semua itu harus berakhir setelah pandemi virus Corona menghantam.

“Saya tinggal (di Dubai) selama dua tahun dan itu luar biasa. Saya sangat menikmati interaksi dengan orang-orang. Hubungan antara awak pesawat dan penumpang sangat luar biasa. Saya menemukan tempat-tempat baru dan budaya baru setiap hari,” katanya.

“Meskipun saya sudah pernah ke negara tertentu sebelumnya, setiap kali itu adalah perjalanan baru bagi saya dan saya merindukan perasaan itu. Saya akan mengatakan (saya telah mengunjungi) lebih dari 20 tujuan berbeda di seluruh dunia. Itu adalah pengalaman hidup yang luar biasa,” tambahnya.

“Kisah lucunya adalah (karir saya) dimulai di Paris dan penerbangan terakhir yang saya lakukan adalah ke Paris. Sudah aneh dalam perjalanan kembali, pergi ke Dubai, sementara kami mengoperasikan penerbangan dengan sangat sedikit orang di dalam pesawat. Saya tidak menyadari itu adalah penerbangan terakhir saya saat itu,” lanjutnya.

“Saya sangat terkejut setelah kehilangan pekerjaan! Saya bertanya pada diri sendiri Mengapa saya? Mengapa bukan orang lain? Apa yang akan aku lakukan? Pada saat yang sama, saya menemukan bahwa semuanya masuk akal. Mungkin memang dimaksudkan seperti ini,” ujarnya.

Setelah ia berpikir jernih untuk melanjutkan hidup tanpa harus menyalahkan keadaan, ia pun menemukan pekerjaan baru sebagai barista Starbucks di Jenewa. Tetapi tak disebutkan dengan jelas bagaimana informasi rekrutmen barista Starbucks bisa sampai padanya.

Baca juga: Kisah Pilu Pramugari Emirates Gegara Corona, Jualan Sabun Demi Sambung Hidup

“Dalam pekerjaan saya saat ini sebagai barista, saya suka membuat seseorang bahagia dengan memberi mereka minuman terbaik yang bisa saya buat. Saya sedang dalam masa training dan menurut saya kopi saya tidak lebih baik dari barista yang telah bekerja di sana selama lima tahun. Tapi saya selalu belajar, memperbaiki diri, menjadi lebih baik setiap hari,” tegasnya.

“Sama seperti di pesawat, saya menyukai interaksi dengan pelanggan. Banyak orang datang ke Swiss, berbicara bahasa Inggris dan beberapa dari mereka memiliki aksen seperti yang biasa saya dengar di penerbangan ketika saya menjadi pramugari – saya sangat menyukainya,” tutupnya, seperti dikutip dari Aerotime Aero.

Di Korea Selatan, Buang Air Besar Justru Dibayar!

Di fasilitas umum, tak jarang untuk buang air besar (BAB) dikenakan tarif untuk penggunaan toilet. Namun ada yang unik di Korea Selatan, pasalnya orang yang BAB justru mendapatkan uang. Lho kok bisa?

Baca juga: Unik, Bangunan Beton Diapit Jalan Layang dan Pintu Stasiun ini Ternyata Toilet

Dilansir KabarPenumpang.com dari interestingengineering.com (11/7/2021), di sebuah universitas di Korea Selatan, kotoran manusia digunakan untuk membantu menggerakkan bangunan dan proses ini juga mengubah kotoran menjadi mata uang digital. Di mana kotoran yang dibuang manusia ke toilet diubah menjadi energi dan memungkinkan mahasiswa untuk membeli berbaga macam keperluan dengan jumlah tinja yang mereka hasilkan.

Toilet Beevi di Universitas Korea Selatan (interestingengineering.com)

Toilet tersebut bernama Beevi yang dibuat oleh Cho Jae-weon, seorang profesor teknik perkotaan dan lingkungan di Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan (UNIST). Yang mana ketika orang membuang kotoran mereka, maka itu akan menghasilkan biogas.

Toilet ini menggunakan pompa vakum untuk menarik limbah ke bioreaktor bawah tanah yang berisi mikroorganisme untuk memecah limbah menjadi mentana. Kemudian ini akan menjadi sumber energi bagi gedung universitas seperti menyalakan kompor gas, boiler air panas dan sel bahan bakar oksida padat.

Buang kotoran bisa beli barang di kampus dengan uang virtual Ggool (interestingengineering.com)

Bahkan dengan menggunakan pompa khusus, toilet ini pun mengurangi penggunaan air. Cho sebagai penemu toilet ini juga membuat mata uang virtual yang disebut Ggool. Sehingga setiap mahasiswa yang menggunakan toilet akan mendapat sepuluh Ggool sehari yang bisa digunakan untuk membeli produk universitas seperti kopi seduh, mie instan, buah dan buku.

“Tinja memiliki nilai berharga untuk dijadikan energi dan pupuk. Saya telah memasukkan nilai ini ke dalam sirkulasi ekologis,” kata Cho.

Secara keseluruhan, ini adalah toilet ramah lingkungan unggul yang memungkinkan mahasiswa di universitas mendapatkan uang dari buang air besar untuk membeli produk di universitas.

“Saya hanya pernah berpikir bahwa tinja itu kotor, tetapi sekarang itu adalah harta yang sangat berharga bagi saya. Saya bahkan berbicara tentang kotoran selama waktu makan untuk berpikir tentang membeli apapun. buku yang saya inginkan,” ujar mahasiswa pascasarjana Heo Hui-jin yang membeli barang di pasar Ggool.

Baca juga: Toilet Bandara di Cina Jadi Objek Wisata Baru Usai Ditemukan Fosil Berusia Ratusan Juta Tahun

Cho berspekulasi bahwa rata-rata orang membuang tinja sekitar 500 gram (atau lebih dari satu pon) sehari, yang dapat diubah menjadi 50 liter gas metana. Ini menghasilkan 0,5 kWh listrik, yang cukup untuk menjalankan satu beban piring dalam mode “penghemat energi” mesin pencuci piring Anda atau dapat menyalakan mobil sejauh tiga perempat mil.






















Begini Prosedur Pemeriksaan Pesawat untuk Capai Tingkat Keselamatan Tertinggi

Prosedur pemeliharaan setiap pesawat bisa berbeda-beda, tergantung pada yuridiksi tempat pesawat diregistrasi. Entah itu Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), Otoritas Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat, Direktorat Penerbangan Sipil Transportasi Kanada (TCCA), ataupun Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris.

Baca juga: Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

Tetapi, usai kehadiran Boeing 707 dan Douglas DC-8 pada tahun 1954, yang mampertegas munculnya era pesawat jet, produsen pesawat mulai secara menetapkan batasan waktu untuk melakukan inspeksi secara berkala. Itu dilakukan semata demi mempertahankan tingkat keselamatan tertinggi.

Tak lama setelah tahun tersebut, produsen pesawat mulai menerapkan apa yang disebut sebagai Hard-Time (HT), yaitu menghentikan seluruh komponen pesawat yang sudah melewati batas maksimum penggunaan.

Pada tahun 1960, FAA melihat bahwa itu tak efektif mempertahankan tingkat keselamatan penerbangan tertinggi. Menurut FAA, maskapai maupun produsen harus melakukan pengecekan secara berkala dan mengganti komponen bila diperlukan, tidak harus menunggu sampai batas maksimum penggunaannya habis. Dari sini kemudian muncullah prosedur pemeriksaan pesawat A, B, C, dan D.

Dilansir dari Aerotime Aero, jalur pemeriksaan A dan B bisa dibilang lebih ringan dibanding C dan D, yang kadang kala disebut Base atau Heavy maintenance. A dan B biasanya merupakan inspeksi sehari-hari sedangkan C dan D tidak serta membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan.

Pada umumnya, line maintenance atau jalur pemeriksaan A dan B dilakukan setiap 400 sampai 600 jam terbang atau antara 200 sampai 300 siklus terbang, dimana lepas landas dan mendarat dihitung sebagai satu siklus. Pemeriksanaan model ini umumnya berupa pemeriksaan visual badan pesawat, powerplant, landing gear, avionik, rem dan peralatan darurat termasuk inflatable slides, dan lain sebagainya.

Line maintenance juga termasuk mengecek level cairan pesawat, seperti oli dan hidrolik di samping open inspection panel dan penutup mesin. Perlu dicatat, semua itu tergantung pada manual book atau buku petunjuk manual pabrikan. Jadi, tergantung pesawatnya, itu bisa berbeda-beda. Tetapi, baik Boeing maupun Airbus bisanya menggabung check task list B untuk membentuk pemeriksaan A.

Lanjut ke pemeriksaan C, di sini maskapai harus merelakan armadanya tiga pekan berada di hanggar untuk pemeriksaan.

Ini dilakukan setiap sekitar 20-24 bulan sekali. Sebelum mulai melakukan ini, teknisi biasanya mengecek dahulu pemeriksaan A dan B ditambah pemeriksaan struktur komponen penahan beban pada badan pesawat dan sayap, pelumasan mendalam lengkap dari alat kelengkapan jet dan kabel, menguji mekanisme internal, sampai program pencegahan korosi.

Berbeda dengan line maintenance A dan B yang masing-masing hanya membutuhkan 60 sampai 150 jam kerja, heavy maintenance C biasanya membutuhkan 6.000 jam kerja. Tergantung pada tipe dan jenis pesawat, waktu pemeriksaannya bisa berbeda-beda.

Program Pemeliharaan Keluarga Airbus A320, misalnya, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 36 bulan, atau 12.000 jam terbang, atau 8000 siklus penerbangan, tergantung pada periode mana yang lebih dulu. Sebagai perbandingan, interval waktu pemeriksaan C yang ditentukan untuk jet klasik Boeing 737 adalah 4.000 jam terbang atau maksimal mencapai 7.500 jam terbang.

Adapun pemeriksaan paling mahal dan sulit serta menyita waktu adalah pemeriksaan D atau Heavy Maintenance Visit (HMV). Ini biasanya terjadi setiap enam sampai 10 tahun atau setiap 20 ribu jam terbang.

Di sini, teknisi dan insinyur membongkar dan merakit kembali pesawat. Di beberapa kondisi bahkan cat harus dikupas terlebih dahulu untuk pemeriksaan lebih lanjut pada kulit logam badan pesawat guna memastikan tidak korosi. Tergantung tipe pesawat, pemeriksaan D biasanya bisa mencapai 50 ribu jam kerja atau dua bulan sampai selesai.

Baca juga: Begini Proses Sertifikasi Pesawat Baru, Panjang dan Mahal

Selama pemeriksaan ini, interior kabin pesawat juga dilepas, termasuk kursi, dapur, toilet, dan kompartemen bagasi, sehingga para insinyur dapat memeriksa logam kulit jet dari dalam dan luar.

Sementara itu, semua sistem pesawat dibongkar, diperiksa, dan diperbaiki sesuai kebutuhan, sebelum dipasang kembali. Tindakan yang sama berlaku untuk roda pendaratan dan mesin, yang juga dilepas dan dibongkar.

Peneliti Mulai Uji Coba Vaksin Hirup Pada Manusia

Banyak orang yang tak mau disuntik vaksin Covid-19 bukan karena takut efek samping yang mereka rasakan. Namun mereka ketakutan dengan jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikkan cairan vaksin ke dalam tubuh. Tapi bagi orang dengan alasan takut jarum suntik, rasanya kehadiran vaksin yang dihirup akan lebih mudah.

Baca juga: Terus Ditambah, Kini 11 Stasiun Kereta Jarak Jauh Layani Vaksinasi Gratis

KabarPenumpang.com merangkum newatlas.com (11/7/2021), sebuah studi baru dalam jurnal Science Advance menyajikan penelitian baru yang menunjukkan efektivitas vaksin Covid-19 yang dapat dihirup. Vaksin ini adalah salah satu dari beberapa vaksin yang sedang dikembangkan yang dirancang untuk diberikan melalui semprotan hidung.

“Vaksin yang tersedia saat ini untuk melawan Covid-19 sangat berhasil, tetapi mayoritas populasi dunia masih belum divaksinasi dan ada kebutuhan kritis untuk lebih banyak vaksin yang mudah digunakan dan efektif dalam menghentikan penyakit dan penularan,” jelas Paul McCray, seorang peneliti dari University of Iowa.

Vaksin khusus ini menggunakan virus yang disebut parainfluenza virus 5 (PIV5), yang dioptimalkan untuk mengekspresikan protein lonjakan dari SARS-CoV-2. PIV5 tidak berbahaya pada manusia dan percobaan sebelumnya dengan virus sebagai sistem pengiriman vaksin telah efektif dalam penelitian hewan terhadap MERS, virus corona lain.

“Kami telah mengembangkan platform vaksin ini selama lebih dari 20 tahun, dan kami mulai mengerjakan formulasi vaksin baru untuk memerangi Covid-19 selama masa-masa awal pandemi. Data praklinis kami menunjukkan bahwa vaksin ini tidak hanya melindungi terhadap infeksi, tetapi juga secara signifikan mengurangi kemungkinan penularan,” kata salah satu pemimpin penelitian, Biao He, dari Universitas dari Georgia.

Vaksin tradisional biasanya diberikan melalui suntikan intramuskular. Tetapi suntikan datang dengan banyak rintangan yang membuat kampanye vaksinasi yang meluas menjadi rumit dan mahal. Vaksin yang disuntikkan seringkali membutuhkan penyimpanan dingin dan harus diberikan oleh profesional medis. Jarum suntik juga merupakan sumber daya yang terbatas dan masalah pasokan telah menyebabkan masalah besar dengan peluncuran vaksin Covid-19.

Di samping kemudahan pemberian vaksin semprot hidung, ada hipotesis kuat yang menyatakan bahwa pemberian vaksin langsung ke jaringan mukosa di saluran pernapasan bagian atas dapat menawarkan perlindungan lokal yang lebih baik dari infeksi.

“Dalam beberapa kasus, vaksin yang diberikan pada otot dapat menimbulkan kekebalan pada permukaan mukosa, tetapi ada prinsip umum bahwa jika Anda memvaksinasi melalui permukaan mukosa, Anda cenderung memperoleh perlindungan yang lebih kuat di tempat tersebut. Sayangnya, kami belum memiliki teknologi hebat untuk memasang respons imun yang secara khusus melindungi permukaan mukosa tersebut,” kata Darrell Irvine, seorang bioengineer dari MIT.

Pada awal tahun 2021, para peneliti dari Universitas Oxford memulai uji coba manusia Fase 1 untuk versi semprotan hidung dari vaksin ChAdOx1 nCoV-19 (vaksin AstraZeneca Covid-19). Sandy Douglas, kepala penyelidik dalam percobaan tersebut, mengatakan bahwa mereka awalnya mempelajari profil keamanan semprotan hidung pada sukarelawan muda yang sehat.

Secara keseluruhan ada sekitar tujuh vaksin Covid-19 intranasal yang saat ini dalam tahap uji coba manusia awal tetapi masih belum jelas apakah rute pemberian ini akan bekerja secara efektif untuk SARS-CoV-2. Baru-baru ini, perusahaan farmasi Altimmune menghentikan pekerjaan pada kandidat vaksin yang dapat dihirup setelah uji coba manusia Fase 1 menunjukkan respons kekebalan yang lemah.

Baca juga: Mau Vaksin Pfizer Gratis Sambil Jalan-jalan ke Los Angeles? Cek Di Sini

“Tidak banyak vaksin mukosa berlisensi. Vaksin ini efektif untuk patogen tertentu, tetapi ini mungkin benar atau tidak untuk SARS-CoV-2,” kata Richard Kennedy, seorang peneliti kekebalan di Mayo Clinic.

Gegara Satu Penumpang Terinfeksi Covid-19, Kapal Pesiar World Dream Kembali ke Marina Bay Cruise Center

Kapal pesiar World Dream kembali ke Marina Bay Cruise Center setelah ditemukan kasus dugaan Covid-19. World Dream kembali pada Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat. Kembalinya kapal pesiar ini lebih cepat beberapa jam sebelum dijadwalkan kembali pada pukul 09.00 di hari yang sama.

Baca juga: Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (14/7/2021), World Dream diketahui meninggalkan Singapura Minggu (11/7/2021) pukul 21.00 untuk perjalanan selama empat hari. Seorang penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut mengatakan, bahwa sekitar pukul 01.00 pagi, mereka mendapat pengumuman bahwa seorang penumpang telah dites positif Covid-19.

Penumpang menunggu antrian turun di balkon kabin masing-masing (Jeremy Long/channelnewsasia.com)

Karena hal ini, semua penumpang harus kembali ke kamar dan semua aktivitas di kabin kapal dihentikan. Penumpang kemudian diberitahu sekitar pukul 03.00 pagi bahwa kontak dekat dari kasus di atas kapal telah diidentifikasi dan dites negatif.

“Semua orang tetap di kapal. Penumpang yang terinfeksi dan kontak dekat akan meninggalkan kapal terlebih dahulu,” kata penumpang tersebut.

Setelah World Dream bersandar, sebuah ambulans terlihat di Marina Bay Cruise Center untuk menjemput penumpang yang terinfeksi Covid-19. Kemudian penumpang lainnya menunggu di balkon kamar mereka untuk turun setelahnya. Pihak World Dream mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, kasus dugaan Covid-19 yang terjadi dalam kapal pesiar mereka telah melakukan kontak dekat dengan kasus lain yang dikonfirmasi sebelum naik.

Karena adanya hal ini, penumpang tersebut akan diperiksa lebih lanjut dan diuji oleh pihak berwenang di darat. Penumpang telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19, dan dites negatif dalam tes cepat antigen pada hari keberangkatan.

“Teman perjalanan yang teridentifikasi dan kontak dekat juga telah menjalani tes Covid-19 di kabin kapal pesiar dengan hasil negatif,” kata World Dream Cruise.

World Dream kini sedang menjalani pembersihan dan disinfeksi penuh, termasuk semua area dan tempat yang sebelumnya dikunjungi oleh tamu yang dilaporkan.

“Karena keselamatan adalah yang terpenting, kami berterima kasih sebelumnya atas pengertian Anda tentang pembatalan yang diperlukan ini mengingat situasinya,” kata perusahaan itu.

Dream Cruises ‘World Dream melanjutkan operasi pelayarannya dengan kapasitas penumpang 50 persen pada 14 Juni. Dream Cruises dan Royal Caribbean mulai menawarkan pelayaran ke mana-mana pada bulan November dan Desember tahun lalu masing-masing sebagai bagian dari skema percontohan yang memungkinkan perjalanan pulang pergi tanpa pelabuhan panggilan.

Baca juga: Berada di Yunani, Kanal Korintus Tak Bisa Bebas Dilalui Kapal Modern

Pada bulan Desember, pelayaran Quantum of the Seas Royal Caribbean dihentikan ketika kembali lebih cepat dari jadwal setelah seorang penumpang dinyatakan positif Covid-19. Penumpang tersebut akhirnya dinyatakan negatif setelah kapal kembali ke Singapura.

Nyaris Bangkrut, Thai Airways Mulai Bangkit! Kini Terbang ke 10 Negara

Sambil terus menjalani proses anti bangkrut di Pengadilan Kepailitan Bangkok, Thai Airways mulai serius menghadapi masa depan industri penerbangan. Belum lama ini, maskapai nasional Thailand itu dilaporkan mulai menerbangi 13 bandara di 10 negara sampai akhir September tahun ini.

Baca juga: Demi ‘Bertahan Hidup,’ Thai Airways Jual Makanan Khas Pesawat di Supermarket

Dilansir dari Simple Flying, 13 bandara di 10 negara itu mulai dari Filipina, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Swiss, dan Denmark, direct baik dari Bangkok ataupun Phuket.

Penerbangan antara Phuket dan Eropa akan beroperasi setiap pekan. Empat penerbangan internasional sejauh ini sudah ada dalam jadwal, termasuk layanan mingguan Bangkok – Phuket – London (LHR), Bangkok – Paris (CDG) – Phuket – Bangkok, Bangkok – Zurich (ZRH) – Phuket – Bangkok, dan Bangkok – Phuket – Frankfurt (FRA).

Itu semua merupakan bagian dari program mendukung Project Sandbox, sejenis program Vaccine Tourism Hub atau pusat hub vaksinasi bagi wisatawan di Thailand tanpa perlu menjalani karantina mandiri terlebih dahulu; sesuatu yang hampir mustahil dilakukan di luar Project Sandbox Thailand.

Thai Airways diketahui juga melayani penerbangan dua kali dalam sepekan, antara Bangkok dan London, Bangkok dan Frankfurt, serta Bangkok dan Kopenhagen (CPH). Penerbangan Kopenhagen dan Frankfurt didapuk menggunakan pesawat Airbus A350-900 Thai Airways, sementara penerbangan ke London menggunakan Boeing 777-300ER.

Thai Airways juga menggencarkan penerbangan ke Asia. Salah satunya ke Jepang. Bila Eropa satu sampai dua flight dalam sepekan, penerbangan ke Jepang bahkan sampai 14 kali dalam sepekan. Disebutkan, penerbangan ke Nagoya dan Tokyo Haneda masing-masing akan dilayani dua kali dalam sepekan dari Bangkok.

Sedangkan penerbangan antara Bangkok dan Osaka akan ditawarkan sebanyak empat kali dalam sepekan serta penerbangan antara Bangkok dan Tokyo Narita akan beroperasi enam kali dalam sepekan.

Penerbangan ke Seoul dan Manila dari Bangkok akan dioperasikan Thai Airways tiga kali dalam sepekan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER. Itu jauh lebih banyak dibanding penerbangan Bangkok-Sydney yang hanya dioperasikan dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat yang sama.

Baca juga: Flight To Nowhere Ala Thai Airways, Terbang Sambil Ziarah ke 99 Tempat Suci Umat Buddha

Yang paling tinggi tentu penerbangan Thai Airways ke Hong Kong, dimana penerbangan tersedia setiap hari dalam sepekan menggunakan pesawat Airbus A350-900.

Dibandingkan dengan masa-masa sebelum Thai Airways krisis, penerbangan ke 13 bandara di 10 negara tersebut tentu tak ada apa-apanya. Tetapi, langkah ini tentu merupakan awal yang baik dalam upaya menghidupkan lagi bisnis maskapai yang sudah setahun lebih bak mati suri.