Punya Tinggi Tak Wajar, Penumpang Bingung Saat Duduk di Kursi Halte Bus Ini

Halte bus yang wajar adalah memiliki atap dan tempat untuk duduk penumpang yang menunggu bus. Namun apa jadinya bila kursi di halte tingginya keterlaluan dan penumpang sulit untuk duduk? Yang jelas ini mustahil untuk diduduki karena tingginya yang tidak wajar yakni 30 inci atau sekitar 76,2 cm.

Baca juga: Karya Seni di Halte Bus Dongkrak Citra Keindahan Kota

Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (23/9/2021), karena tingginya kursi di halte, membuat warga Feering, Essex di Inggris bingung dan marah. Bahkan mereka menggaruk-garuk kepala di kursi halte baru yang memaksa kaki mereka menjuntai di udara.

Mereka bahkan mengatakan, kursi itu dibuat untuk raksasa karena tinggi dan membuat masyarakat tidak bisa duduk dengan benar di halte saat menunggu bus. Para lansia pun kesulitan dengan tinggi kursi dan membuat mereka menyerah untuk tidak duduk. Penasihat Paul Thorogood, yang tingginya enam kaki atau sekitar 1,8, mengatakan kakinya bahkan tidak menyentuh lantai ketika dia duduk di salah satu bangku.

“Ketinggian kursi sangat tidak ramah pengguna kecuali jika Anda seorang raksasa! Saya enam kaki dan kaki saya menggantung di tepi. Untuk pensiunan setinggi lima kaki dua inci dengan lutut atau pinggul yang cerdik, itu sama sekali tidak dapat digunakan,” ujar Paul.

Dia mengatakan, kursi halte bus dimaksudkan setinggi 20 inci atau sekitar 50,8 cm. Tetapi tidak semua rata ada juga yang 30 inci dan yang lainnya bahkan memiliki tinggi 26 inci. Paul menyebutkan, harusnya kursi itu dipasang pada ketinggian yang benar sehingga bisa diduduki oleh penumpang yang akan menunggu bus di halte.

“Seorang warga lanjut usia mengatakan kepadanya bahwa kursi itu “hampir tidak mungkin” untuk digunakan. Pengembang perumahan Bloor Homes membayar halte bus di Feering, Essex sebagai bagian dari kesepakatan dengan dewan untuk membangun 165 rumah di desa tersebut,” Paul.

Namun dia menambahkan bahwa Dewan Kabupaten Essex bertanggung jawab atas pemeliharaannya yang berarti pembayar pajak mungkin harus membayar tagihan untuk mengganti tempat duduk.

“Ada yang tidak beres. Mereka belum memperbaikinya tetapi mudah-mudahan akan ada dalam pipa. Banyak orang lanjut usia atau penyandang disabilitas harus bisa duduk saat menunggu bus. Saat ini, mereka tidak bisa,” tambahnya.

Juru bicara Bloor Homes dan Dewan Kabupaten Essex mengatakan, halte bus dipasang sekitar delapan bulan lalu sebagai bagian dari pengembangan terdekat. Tetapi karena pembatasan perjalanan Covid-19, masalah ini baru saja terungkap.

Baca juga: Warsawa Hadirkan Halte Bus Ramah Lingkungan dengan Atap Berumput

“Tidak mungkin untuk menurunkan shelter karena banyaknya layanan yang berjalan di bawah shelter sehingga tim pemeliharaan Essex Highways akan mengatur agar kursi diturunkan di kedua shelter sesegera mungkin,” kata juru bicara itu.






















Jewel E, Bus Tingkat yang Gunakan Tenaga Listrik Sepenuhnya

Bus tingkat dengan menggunakan motor listrik dan paket baterai akan mengubah lebih dari sekedar kendaraan penumpang. Hadirnya teknologi ini pun menjadi keuntungan bagi kendaraan komersial dengan banyak sektor yang mengekplorasi atau mulai mengadopsi propulsi baru.

Baca juga: Bus Listrik Besutan Turki Akan Melayani Jerman

KabarPenumpang.com melansir dari motor1.com, bus tingkat listrik ini akan sepenuhnya menggunakan listrik dan mulai menetapkan rute, waktu pengisian ulang terjadwal dan logistik yang baik sehingga dapat menghilangkan transit perkotaan yang ketat. Salah satu penawaran yang sedang dikembangkan untuk ini adalah Jewel E.

Jewel E ini berasal dari Equipmake yang berbasis di Norwich, Inggris. Yang mana perusahaan ini memiliki spesialisasi elektrifikasi kendaraan komersial yang membangun Jewel E dalam kemitraan dengan Beulas, Coachbuilder Spanyol.

Jewel E ini mengemas Zero Emission Frivetrain Equipmake yang dapat beradaptasi agar sesuai dengan ukuran bus yang berbeda. Di mana powetrain dapat menghasilkan hingga 536 bhp (400 KW) dan torsi yang menakjubkan, meskipun diperlukan, 3.500 Newton-meter (2.581 pon-kaki).

Motor HTM 3500 dapat dipasangkan dengan paket baterai lithium-ion yang dapat mencapai 543 kilowatt-jam. Sedangkan baterai dan torsi memberikan jarak tempuh hingga 250 mil (402 km), yang seharusnya cukup untuk jadwal bus sehari-hari.

Equipmake mengatakan Jewel E juga merupakan bus listrik pertama yang memenuhi standar keselamatan bus Transportasi untuk London yang akan ditetapkan pada tahun 2024. Tidak hanya itu, berarti bus tersebut dirancang untuk sistem layanan bus London yang melelahkan, tetapi juga telah meningkatkan keselamatan fitur.

Bus tersebut diperkirakan akan memulai pengujian sebelum akhir tahun. Jalur dalam layanan diharapkan akan dimulai pada kuartal pertama tahun depan, dengan rencana produksi dan penjualan akan dimulai pada 2022 juga.

Baca juga: Incar Efisiensi Daya Angkut dan Ramah Lingkungan, Los Angeles Adopsi Bus Tingkat Bertenaga Listrik

Inggris menginginkan setidaknya 4.000 lebih bus tanpa emisi buatan Inggris di negara ini pada tahun 2024. Bus adalah kendaraan yang sempurna untuk elektrifikasi karena penggunaannya yang teratur dan jarak mengemudi yang pendek, dan waktu pengisian ulang tidak terlalu menjadi perhatian ketika bus diparkir semalaman.

Buntut Aksi ‘Spiderman’, Juara Paralimpik Panjat-Tiduran di Atas Pesawat British Airways Dipenjara

Mantan juara paralimpiade atau paralimpik, James Brown, baru-baru ini, divonis bersalah atas aksinya memanjat dan menaiki pesawat Embraer British Airways dan tiduran di atasnya selama beberapa waktu. Atas perbuatannya itu, ia harus mendekam di penjara selama satu tahun.

Baca juga: Aktivis Lingkungan Tunanetra Lakukan ‘Demo’ Naik ke Atas Pesawat British Airways

Dalam persidangan di pengadilan Southwark Crown Court, terungkap bahwa James Brown menggunakan lem yang dioleskan ke tangan untuk memanjat pesawat.

Sebelum itu, ia, yang juga terdaftar dalam manifes penerbangan alias membeli tiket resmi, mengganjal pintu pesawat menggunakan ponsel yang sudah disiapkan untuk menghindari kontak dengan petugas.

Setelah itu ia mulai memanjat pesawat Embraer British Airways bak spiderman dan bertahan selama kurang lebih satu jam di sana. Selama di atas, atlet sepeda tunanetra ini hanya duduk, berdiri, sampai tiduran-tiduran.

Akibatnya, penerbangan ke Amsterdam, Oktober 2019, itu delay selama beberapa jam dan merugikan 300 penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut. Tak hanya itu, British Airways juga mengalami kerugian sekitar Rp781 juta atau 40 ribu Poundsterling akibat kekacauan jadwal penerbangan.

Selama proses persidangan, Brown hanya bisa menangis menyesali perbuatannya. Ia mengaku tak bermaksud membuat kekacauan seperti para teroris. Tetapi, ia hanya ingin membuat sesuatu yang bombastis dan menarik perhatian untuk memuluskan kampanye perubahan iklim yang sudah diset bersama beberapa aktivis lainnya.

“Hak untuk memprotes tidak memberi Anda hak untuk menyebabkan gangguan besar yang meluas ke bandara utama hanya karena Anda pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ini adalah kasus di mana Anda bertindak bersama dengan setidaknya 10 aktivis lain untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan gangguan besar,” kata Hakim Gregory Perrins

“Anda bermaksud menyebabkan gangguan sebanyak mungkin di bandara, jika tidak ditutup sepenuhnya,” tambahnya, seperti dikutip dari The Pigeon Express.

Pengacara Brown sendiri memprotes putusan tersebut. Disebutkan, kliennya sudah menyesali perbuatannya, mengaku bersalah, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Itu sebab, Brown tak pantas dipenjara selama setahun karena campaign perubahan iklim.

Inggris atau Eropa pada umumnya memang menjadi sarang bagi aktivis lingkungan. Di antara sasaran aksinya dalam mengkampanyekan perubahan iklim, para aktivis kerap menyasar keramaian semisal bandara.

Di tahun yang sama dengan kejadian insiden Brown memanjat pesawat dan tiduran di atasnya, aktivis lain yang tergabung dalam penerbangan Aer Lingus, diamankan karena membuat kekacauan sebelum penerbangan dimulai.

Bentuk kekacauannya sendiri, ia menolak duduk di kursi yang tertera di tiket dan memilih bolak-balik di lorong sambil berorasi tentang perubahan iklim.

Baca juga: Viral, Orang Gila Panjat dan Berjalan di Sayap Pesawat!

Di tahun yang sama pula, puluhan aktivis berkumpul di dalam dan di luar terminal bandara sambil membawa spanduk, menyanyika yel-yel, dan sebagian memblokir jalan ke bandara, untuk mengkampanyekan dapak negatif perubahan iklim.

Pertengahan tahun 2020, Bandara Paris-Orly juga pernah diserbu aktivis lingkungan untuk mengkampanyekan dampak negatif perubahan iklim. Ketika itu, pesawat Boeing 777 Air France dicat aktivis dengan warna hijau.

Ngaku 180 Kali Kehilangan Bagasi di Bandara, Pria Ini Raup Rp4 Miliar

Dua orang pria dilaporkan berhasil meraup US$300 ribu atau sekitar Rp4 miliar lebih (kurs 14.242) dari modus penipuan di bandara. Detailnya, pria tersebut mengaku kehilangan bagasi di bandara dan menuntut ganti rugi ke lima maskapai; American Airlines, Alaska Airlines, JetBlue Airlines, Southwest Airlines dan United Airlines.

Baca juga: Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara

Kabarnya, dua pria ini sudah 180 kali mengklaim kehilangan bagasi di bandara dengan total tuntutan kompensasi mencapai US$550 ribu atau Rp7,8 miliar.

Sederet fakta mengenai aksi tipu-tipu kehilangan bagasi bandara ini terungkap setelah keduanya didakwa sang pengadil di hadapan mahkamah.

Disebutkan, Donmonic Martin dan Pernell Anthony Jones, melancarkan aksinya dengan sangat rapi. Mula-mula, Jones, sebagai aktor intelektual, berpura-pura mengambil sebuah penerbangan atas nama orang lain dan mengklaim klaim ke maskapai bahwa bagasinya hilang.

Tak cukup sampai di situ, Jones juga mengklaim memiliki barang bebawaan mahal di bagasi yang hilang, seperti perhiasan, gadget, dan lain sebagainya. Alhasil, nilai kompensasi yang didapat akan mencapai plafon atau titik masksimal sekitar US$3.500 per setiap klaim ke maskapai.

Agar terhindari dari penggrebekan oleh petugas berwenang, Jones mengelabuinya dengan cara memberikan alamat pengiriman kompensasi, termasuk rekening, palsu atas nama Donmonic Martin. Tercatat, Martin sudah tiga kali memberikan izin alamatnya digunakan untuk memuluskan aksi penipuan di bandara berkedok kehilangan bagasi ini.

Atas aksinya tersebut, kedua pria yang berasal dari Louisiana, Amerika Serikat ini didakwa melakukan konsprisasi melakukan penipuan dokumen. Jones dituntut 20 tahun penjara dan Martin 5 tahun penjara, andai benar-benar terbukti bersalah, begitu laporan ABC News.

Kasus kehilangan bagasi di bandara memang kerap terjadi di seluruh dunia. Biasanya, itu diotaki oleh orang dalam.

Oleh karena itu, tak heran bila maskapai mau mengganti rugi atau memberikan kompensasi ke pelanggan -sekalipun situasi ini bisa dimanfaatkan sebagai modus baru kehilangan bagasi di bandara oleh penumpang fiktif- mengingat itu memang sering terjadi, di samping menjaga reputasi maskapai itu sendiri.

Oktober tahun 2018 silam, seorang awak kabin Emirates dituduh mencuri uang ribuan dolar dari penumpang pada Juni lalu dalam penerbangan dari Thailand menuju Dubai. Awak kabin itu diduga mencuri dari dompet tiga orang penumpang yang meninggalkan kursi mereka.

Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

Pencurian uang itu diduga terjadi di kelas bisnis penerbangan Emirates dimana tiga orang bersaudara telah meninggalkan barang-barang mereka tanpa pengawasan. Ketiganya diketahui meninggalkan tempat duduknya untuk memeriksa ayah mereka yang sakit saat dalam penerbangan itu.

Ratusan Pilot Asing yang Dipecat Cathay Pacific Kena Prank! Visa Ditolak Otoritas Hong Kong

Puluhan atau mungkin ratusan eks pilot asing Cathay Pacific kena prank. Mereka sebelumnya dijanjikan akan dipekerjakan di Hong Kong usai dipecat maskapai nasional Hong Kong tersebut. Faktanya, visa kerja mereka ditolak otoritas Hong Kong.

Baca juga: Alert! Cathay Pacific Lakukan ‘Tsunami’ PHK Pilot di Seluruh Dunia

Cathay Pacific terus melakukan efisiensi dan efektivitas operasional menyikapi turunnya traffic penerbangan. Bahkan, tahun 2025 mendatang, maskapai berencana mengoperasikan hanya satu pilot di pesawat Airbus A350 miliknya. Tak pelak, banyak pilot mereka di Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, dan Kanada yang dipecat atau di-PHK.

PHK besar-besaran terhadap pilot dilakukan sebagai bagian dari tinjauan operasional pilot di luar negeri. Ketika itu, pilot-pilot Cathay Pacific di Kanada dipastikan terkena PHK terlebih dahulu. Tak lama setelahnya, basis pilot di Australia dan Selandia Baru juga akan ditutup dan seluruhnya dipecat.

Sedangkan untuk basis pilot di Eropa dan AS masih sedikit beruntung, dimana Cathay Pacific akan mengevaluasinya sampai akhir tahun ini. Bila dirasa merugikan, bukan tak mungkin basis pilot-pilotnya di sana juga akan ditutup dan seluruhnya di-PHK.

Persiapan ‘tsunami’ PHK Pilot Cathay juga sudah berjalan. Di Eropa dan AS, gaji pilot-pilot Cathay sudah dipangkas sampai setengahnya. Sedangkan di Kanada, gajinya dipotong hingga menyisakan dua pertiga. Itu masih lebih baik dibanding nasib para pilot Cathay di Australia yang belum digaji sejak beberapa bulan.

Walaupun begitu, perusahaan tetap akan membuka ruang dialog sebelum mem-PHK pilot-pilotnya di wilayah-wilayah tersebut. Itu dilakukan agar hak-hak pilot bisa tetap diakomodir perusahaan tanpa adanya kisruh yang menyertai keputusan.

Deborah McConnochie, manajer umum Cathay untuk aircrew, menyebut, kendati PHK pilot baru merambah Kanada, namun itu tidak bisa dianggap enteng. Ini menjadi sinyal kuat perusahaan terhadap kondisi keuangan yang tidak sehat, performa yang buruk akibat penerbangan penumpang sepi, dan PHK pilot Cathay di wilayah lainnya.

“Covid-19 terus berdampak buruk pada industri kami dan maskapai penerbangan kami. Menyusul rekor kerugian pada tahun 2020, semua tindakan penyimpanan kas perusahaan terus berlanjut. Jelas bahwa kami harus terus meninjau semua area bisnis untuk memastikan kami muncul secara kompetitif dari krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini,” jelasnya.

Setelah dipecat atau di-PHK, Cathay Pacific menjanjikan mereka akan dipekerjakan kembali di Hong Kong. Namun, baru-baru ini, laporan Travel Radar menyebut, Departemen Imigrasi Hong Kong menolak permohonan visa pilot asing, tepatnya dari Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Jerman, eks Cathay Pacific.

Baca juga: Parah, Pilot dan Pramugari Cathay Pacific Kerja 5 Pekan Tanpa Libur!

Eks pilot Cathay Pacific lainnya yang dahulu bekerja di basis pangkalan di London, masih dalam proses peninjauan kembali oleh otoritas. Tetapi, besar kemungkinan, visa mereka juga akan ditolak.

Tak disebutkan dengan jelas landasan apa yang diambil otoritas Hong Kong dalam menolak pengajuan visa eks pilot Cathay Pacific. Tetapi, besar kemungkinan karena kebijakan ketat menangkal virus Corona.

Jangan Bingung, Yuk Pahami Istilah Penerbangan yang Dikira Mirip Tapi Berbeda Maksudnya

Bepergian dengan pesawat, banyak istilah yang mungkin membuat Anda bingung. Bahkan istilah ini mirip dan banyak yang menyebutnya sama, padahal ini adalah istilah dengan arti yang berbeda. Dan ternyata ada sepuluh istilah yang sering membuat penumpang bingung dan diluruskan. Nah, berikut lima pasang istilah perjalanan udara yang tepat, karena dapat memengaruhi perjalanan Anda secara signifikan.

Baca juga: Inilah Perbedaan Airlines dan Airways di Dunia Penerbangan

Penerbangan langsung vs non-stop
Penerbangan nonstop adalah penerbangan yang langsung dari satu bandara ke bandara lainnya tanpa henti. Sedangkan penerbangan langsung, pesawat akan membawa penumpang dari satu bandara ke bandara lain tetapi dapat berhenti sebentar di bandara perantara di sepanjang jalan. Di mana penumpang lain dapat turun atau naik. Contohnya Singapore Airlines yang memiliki penerbangan nonstop dari Singapura menuju ke San Francisco yang juga mengoperasikan penerbangan langsung ke tempat yang sama. Namun bedanya untuk penerbangan langsung ke San Francisco, Singapore Airlines akan berhenti di Bandara Hong Kong.

Transit vs transfer
Ini juga sering ambigu dan dianggap sama. Padahal, transit adalah Anda akan kembali ke pesawat yang sama setelah singgah sebentar di bandara dan melanjutkan perjalanan. Biasanya juga hanya menggunakan satu tiket. Sedangkan transfer adalah, Anda mengubah pesawat atau maskapai. Jika harus melakukan transfer, pastikan waktu cukup untuk sampai ke gerbang atau terminal berikutnya. Periksa juga waktu koneksi minimum yang diterbitkan oleh bandara atau maskapai penerbangan. Ini sangat penting jika Anda terbang dengan maskapai berbiaya rendah (LCC) dan pindah ke maskapai layanan penuh (FSC), karena Anda mungkin harus melewati bea cukai, mengambil bagasi, lalu check in untuk penerbangan berikutnya untuk mendapatkan boarding pass Anda berikutnya, yang akan memakan waktu lebih lama.

Tiket open-jaw vs round robin
Open-jaw berarti Anda terbang dari titik A ke B, lalu dari titik C kembali ke A. Untuk open-jaw, Anda akan bertanggung jawab untuk membawa diri Anda dari titik B ke C, baik dengan penerbangan di maskapai lain atau dengan moda transportasi lain seperti mobil, kereta api, atau bahkan feri dan kapal pesiar, jadi buatlah pengaturan yang sesuai. Di sisi lain, tiket round robin adalah ketika Anda terbang dari titik A ke B, lalu dari titik B ke C, dan terakhir dari C kembali ke A. Untuk membeli tiket round robin, klik opsi multi-kota di situs web maskapai.

Split vs tiket pulang
Tiket terpisah mengacu pada pembelian dua set tiket sekali jalan atau sekali jalan untuk mencapai tujuan Anda. Dengan tiket pulang-pergi, semuanya termasuk pemberhentian yang ada dalam rencana perjalanan. Orang biasanya membeli tiket split di LCC karena tarif totalnya bisa lebih murah daripada tarif pulang-pergi dengan FSC, tetapi bersiaplah untuk menghabiskan waktu ekstra untuk meneliti waktu dan rute penerbangan untuk menemukan rencana perjalanan terbaik untuk rencana Anda.

Baca juga: Tangani Masalah Penumpang Saat Connecting Flight, United Airlines Punya “Connection Saver”

Sekat vs kursi baris pintu keluar darurat
Kursi sekat terletak tepat di belakang sekat pada bidang yang memisahkan kelas atau bagian, yaitu toilet atau dapur. Kursi baris pintu keluar darurat terletak di tempat pintu keluar berada. Perhatikan bahwa tidak semua penumpang memenuhi syarat untuk mendapatkan kursi pintu keluar darurat dan setiap maskapai memiliki kriterianya sendiri. Anda juga akan diberi pengarahan oleh awak kabin tentang tanggung jawab yang harus dilakukan jika pesawat perlu dievakuasi.

Kaza Himachal Pradesh Jadi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Tertinggi di Dunia

Menjadi stasiun pengisian kendaraan listrik tertinggi di dunia, Kaza Himachal Pradesh terletak di distrik Lahaul, India. Stasiun ini diresmikan pada Kamis (23/9/2021) dalam upaya mempromosikan lingkungan yang berkelanjutan.

Baca juga: Dukung Operasional Kereta Hidrogen, Jerman Bangun Stasiun Pengisian Khusus di 2021

“Ini adalah stasiun pengisian kendaraan listrik tertinggi di dunia dengan ketinggian 500 kaki atau 152,4 meter dari atas permukaan laut. Ini adalah stasiun pertama di sini. Jika stasiun mendapat respons yang baik, lebih banyak stasiun akan dipasang. Ini juga akan membantu untuk memeriksa polusi kendaraan,” kata Mahendra Pratap Singh, Kaza Sub-Divisional Magistrate (SDM).

Dia mengatakan, dalam peresmian itu ada dua wanita yang mengendarai kendaraan listrik dari Manali ke Kaza untuk mempromosikan lingkungan yang bersih dan hijau.

“Hari ini dua wanita datang dari Manali ke Kaza dengan kendaraan listrik untuk mempromosikan lingkungan yang berkelanjutan. Cuaca saat ini berubah secara tiba-tiba karena peningkatan polusi udara dan emisi gas dari kendaraan adalah salah satu penyebab utama polusi ini,” kata Mahendra yang dikutip KabarPenumpang.com dari livemint.com (27/9/2021).

Salah seorang wanita yang membantu promosi tersebut mengatakan, semua produk termasuk charger di stasiun dibuat di India. Dia mengaku bahwa perjalanan yang mereka lakukan adalah untuk mempromosikan energi berkelanjutan.

“Juga, ada mitos bahwa kami tidak dapat menempuh perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik. Jadi, kami berdua ingin membuktikannya salah dengan mengendarai skuter listrik hari ini dari Manali. Kami memiliki perjalanan yang sangat nyaman,” tambah wanita itu.

Sementara itu, India mendapatkan momentum yang baik dalam ekosistem kendaraan listrik, kata Menteri Persatuan Nitin Gadkari Gadkari saat berpidato di acara virtual badan industri CII pada hari Rabu.

“Ada respons yang baik untuk kendaraan listrik kecil yang dioperasikan dengan baterai seperti e-skuter, roda tiga listrik, becak, e-cart dan e-bike di negara ini,” katanya.

Baca juga: Dukung Operasional Bus Listrik Bandara Soekarno-Hatta, PLN Akan Bangun 4 SPLU

Nitin Gadkari menambahkan kementerian jalan juga berencana untuk menjalankan kereta api, metro dan bus antar kota jangka panjang dengan hidrogen hijau.






















Gambar Lalat di Urinoir, Ternyata Bisa Kurangi Biaya Pembersihan Toilet, ini Sebabnya

Bandara Schipol di Belanda sudah mengurangi biaya pembersihan toilet dan telah menghemat delapan persen dalam biaya pembersihannya. Bahkan hal ini sudah cukup lama dilakukan yakni sejak 1990-an. Di mana desainer dan pemasok peralatan kamar mandi menambahkan gambar lalat ke urinoir.

Baca juga: Kurangi Kencing Liar, Amsterdam Pasang Pot Urinal di Jalan Kota

Bisa dikatakan ini adalah hal sederhanya dan dibuat oleh Aad Kieboom yang saat itu bertanggung jawab atas perluasan terminal dan renovasi di Bandara Schipol Amsterdam. KabarPenumpang.com melansir simpleflying.com (21/8/2021), Kieboom terinspirasi oleh seorang rekan di departemen kebersihan yang mendapat ide dari taget yang dia lihat ditempatkan di urinoir oleh tentara.

Bandara Schipol Amsterdam di Belanda

”Saya bekerja selama 31 tahun di Bandara Schiphol. Pertama di departemen operasi, kemudian bertanggung jawab atas proyek-proyek besar seperti gedung Terminal 3, stasiun kereta api baru yang tergabung dalam gedung terminal, merenovasi Terminal 1 dan 2 dan mengembangkan empat dermaga baru, menjadi ketua komite seni rupa Schiphol. Saya melakukan banyak hal untuk proyek Terminal 4 JFK,” kata Kieboom.

Penggunaan lalat mungkin tampak aneh dan bukan hal pertama yang Anda pikir ingin dilihat seseorang di urinoir. Tetapi mungkin ini berfungsi paling baik sebagai sesuatu yang Anda tidak sukai. Tanpa hasil yang terbukti, ini hanya akan menjadi fitur desain yang unik.

Tapi ternyata itu telah mencapai penghematan biaya yang signifikan. Menurut Kieboom, itu telah mengurangi ‘tumpahan’ urinoir hingga 80 persen. Klaus Reichardt, yang menemukan urinoir tanpa air dan sekarang menjalankan perusahaan yang menjual teknologi ini, berpikir bahwa ini kurang (tetapi masih signifikan), berdasarkan pengalamannya.

“Seperti yang saya pelajari selama 25 tahun terakhir, perilaku orang di toilet bisa sangat aneh. Mungkin 60–70 persen mulai buang air kecil ke arah lalat dan yang lain mungkin tidak akan terlalu peduli. Saya akan mengatakan pengurangan tumpahan mungkin lebih seperti 50 persen, tetapi meskipun demikian, itu masih terlihat. Dan pengurangan tumpahan ini berarti penghematan biaya,“ ujar Kalur.

Dia menambahkan, Kieboom memperkirakan ini sekitar delapan persen dari total anggaran untuk membersihkan toilet umum di Schiphol. Prinsip seperti itu termasuk dalam bidang ekonomi perilaku. Ada banyak contoh di mana orang dapat dipengaruhi untuk mengubah perilaku mereka tanpa menyadarinya.

Ini disorot oleh Washington Post pada tahun 2017 ketika Richard Thaler memenangkan Hadiah Nobel di bidang Ekonomi untuk pekerjaan di area tersebut yang mengutip urinoir lalat bandara sebagai contoh favoritnya tentang perubahan ekonomi. Sehingga bisa dikatakan sungguh menakjubkan bahwa toilet bandara telah memberikan kontribusi yang begitu besar untuk bidang ini.

Baca juga: Bandara Schipol Jadi Satu-satunya di Dunia yang Masih Operasikan Garbarata Ganda

Schiphol, tentu saja, adalah salah satu bandara tertua di dunia dan dalam pencapaian yang lebih teknis, itu juga merupakan inovator jembatan jet di atas sayap untuk membantu memfasilitasi pesawat berbadan lebar besar di terminal. Ini hanya satu lagi penghargaan untuk ditambahkan ke daftar.






















Video Dua Penumpang SMRT Berkelahi Viral. Warganet: Keduanya Bersalah

Biasanya perjalanan di MRT Singapura aman, damai dan lancar tanpa hal yang tidak diinginkan. Namun, belum lama ini penumpang tanpa masker berperilaku tidak baik dan terlibat dalam perselisihan dengan penumpang lain di dalam kereta yang tengah mengular.

Baca juga: Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron

Dilansir KabarPenumpang.com dari mustsharenews.com (26/9/2021), pertengkaran penumpang ini terekam dalam sebuah video dan kemudian diunggah ke media sosial. Dalam video terlihat seorang penumpang berbaju merah tanpa menggunakan masker berjalan di sepanjang gerbong kereta.

Kemudian tak lama ada pengumuman yang mengatakan kereta akan tiba di Yio Chu Kang. Lalu pria tanpa masker tersebut mendekati penumpang dan meneriaki mereka. Karena tidak nyaman dengan situasi itu, seorang penumpang pindah ke gerbong lainnya.

Tak lama, penumpang tanpa masker tersebut telah menemukan ‘target’ acak lain untuk dikejar. Dia langsung mencondongkan tubuh ke kursi dan tampak berbicara dengan penumpang itu. Lalu meninggikan suaranya dan berteriak dengan kata-kata kasar dalam bahasa Hokkien sehingga membuat penumpang lain khawatir.

Bahkan penumpang lainnya akhirnya berpindah gerbong karena hal itu. Setelah itu, perkelahian antar penumpang tanpa masker dan penumpang yang duduk di kursi pecah dan dia mengayunkan tangannya seolah ingin berkelahi. Tapi penumpang yang duduk itu kemudian berdiri dan menampar pria tanpa masker hingga jatuh ke belakang.

Pria tanpa masker lalu bangkit, mendekati penumpang yang tengah duduk dan perkelahian terjadi antara keduanya. Ketika terus berusaha melawan, penumpang yang duduk mencoba berdiri dari kursinya. Tapi penumpang tanpa masker itu memegang penumpang duduk, namun dia kemudian di dorong lagi hingga terjatuh.

Warganet yang melihat video yang viral itu menyesalkan adanya perkelahian dalam kereta. Bahkan warganet mengatakan keduanya bersalah karena saling memukul satu dan lainnya. Video viral ini kemudian dikonfirmasi oleh SMRT.

Baca juga: Cuma Squat 20 Kali, Penumpang Bisa Naik MRT Singapura Gratis

Mereka memberikan pernyataan tentang masalah yang terjadi dalam kereta mereka. Untuk diketahui, dalam video satu menit itu, tidak semua pemukulan terlihat jelas, tetapi masalah perkelahian di ruang publik adalah yang salah dan pihak berwenang bisa mengambil tindakan kepada penumpang yang membuat keributan di transportasi umum.

Operasi Solomon, “Queen of The Skies” Israel Pecahkan Rekor Dunia, Angkut 1.082 dalam Sekali Terbang!

Saat kejatuhan Afghanistan ke tangan Taliban, publik internasional dibuat geger ketika ada salah satu pesawat angkut taktis C-17 Globemaster milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) berhasil membawa 800-an penumpang dalam satu kali penerbangan dari Bandara Kabul ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Padahal resminya C-17 membawa 80 orang di atas 8 palet, ditambah 54 penumpang di kursi dinding samping.

Baca juga: Jadi Ikon Evakuasi Warga di Afghanistan, Boeing C-17 Globemaster Dijuluki ‘Rusa Besar’! Ini Alasannya

Rekor 800 penumpang memang rekor untuk C-17 Globemaster, tapi untuk rekor dunia, pesawat yang mampu membawa penumpang terbanyak dalam sekali angkut ternyata bukan C-17 Globemaster. Rekor pesawat dengan membawa jumlah penumpang terbanyak sampai saat ini masih dipegang oleh “Queen of The Skies” Boeing 747-258C.

Rekor membawa penumpang jauh di atas spesifikasi yang ditetapkan sudah barang tentu terjadi dalam kondisi darurat. Dan momen Boeing 747-258C itu terjadi dalam Operasi Solomon (Operation Solomon), dimana ada 1.086 penumpang yang berhasil dibawa oleh Boeing 747-258C (cargo) milik maskapai Israel, El Al dalam sekali penerbangan. Operasi Solomon terjadi pada tahun 1991 saat ribuan orang Yahudi Afrika diangkut dari Addis Ababa di Ethiopia ke Tel Avin di Israel. Penerbangan jarak jauh itu menempuh jarak 2.572 Km non stop. Dilaporkan ada dua bayi yang dilahirkan dalam penerbangan bersejarah tersebut.

Proses evakuasi ini dilakukan setelah penggulingan lewat kudeta terhadap Kaisar Heile Selassie yang berkuasa di Ethiopia sejak 1930. Pemimpin Ethiopia yang baru yakni Kolonel Mengistu Haile Mariam menerapkan rezim Marxis yang kemudian memicu gelombang kekerasan di seluruh negeri.

Atas alasan keselematan, pada 24 Mei 1991, setelah membayar US$40 juta kepada pemerintah setempat, Israel akhirnya mendapat izin penuh untuk mengevakuasi Yahudi Ethiopia. Operasi Solomon dilakukan Israel dengan tujuan mengevakuasi 14.500 orang Yahudi Ethiopia yang menghadapi persekusi berdarah sejak 1977. Pemerintah Israel mengerahkan 35 pesawat komersial, militer, serta pesawat pemerintah Ethiopia. Operasi ini berlangsung kurang dari 36 jam. Untuk mengangkut semua orang Yahudi Ethiopia itu, dibutuhkan 40 kali penerbangan. Dalam operasi inilah termasuk ada Boeing 747-258C dengan nomer registrasi 4X-AXD yang akhirnya mencetak sejarah.

Pesawat ini sebenarnya hanya bisa memuat sekitar 600 penumpang. Tapi lantas disulap sedemikian rupa agar bisa membawa hampir dua kali lipatnya. Kursi-kursi di dalamnya dicopot, dan 1.086 orangnya berdesakan di dalamnya. Hal ini kemudian memecahkan rekor dunia penerbangan dengan jumlah penumpang terbanyak dan tercatat dalam Guiness Worlds Records. Yang gila, saat mendarat, jumlah penumpang bertambah dua orang, dari 1.086 menjadi 1.088. Ini karena ada dua bayi yang lahir dalam pesawat.

Baca juga: Ngeri, Pesawat Boeing 787 Maskapai El Al Israel Dikawal Jet Tempur, Takut Dirudal?

Hingga hari ini, Operasi Solomon tak hanya dikenang dengan rekor penumpang terbanyak yang pernah diangkut pesawat komersial. Evakuasinya juga tercatat sebagai operasi penyelamatan tercepat dan sukses dalam sejarah.