Catat Jadwalnya, KA Pangrango Bogor – Sukabumi Beroperasi 10 April 2022

Pemerintah menyambut baik dengan kembalinya beroperasi KA Pangrango rute Bogor – Sukabumi, karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan akan dijalankan pada tanggal 10 April 2022 atau pada pekan ini. Uji coba telah dilakukan beberapa kali.

Baca juga: Uji Coba Kedua Kali, Rangkaian KLB Kembali Terkendala Peron

Evaluasi pun dilakukan secara bertahap hingga akhirnya dapat digunakan secara reguler untuk penumpang. Tak hanya warga Bogor, warga Sukabumi pun antusias dengan kembalinya beroperasi KA Pangrango. Rindu rasanya karena sudah dua tahun tidak merasakan jalur bersejarah wilayah selatan yang menghubungkan Jakarta – Bandung.

Penelusuran kabarpenumpang.com dari berbagai sumber bahwa Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan kemacetan jalan raya akan teratasi dengan hadir dan beroperasinya kembali KA Sukabumi-Bogor. Menurutnya, sarana transportasi kereta api saat ini menjadi primadona masyarakat. Fahmi pun yakin saat jalur KA Sukabumi-Bogor beroperasi pada 10 April mendatang, jumlah pengguna transportasi ini akan bertambah banyak meski jalur ganda atau double track baru sampai Stasiun Cicurug.

Selain beroperasinya jalur Bogor – Sukabumi, rangkaian kereta apinya juga akan disiapkan yaitu ada 2 kelas. KA Pangrango nantinya akan melayani 2 kelas eksekutif dan 4 ekonomi premium (80 tempat duduk). Rangkaian ini merupakan perubahan dari rangkaian sebelumnya yang hanya memiliki 1 kelas eksekutif dan 4 kelas ekonomi (106 tempat duduk).

Saat uji coba KLB Pangrango bersama Menteri Perhubungan dan Walikota Bogor pada 3 April 2022 lalu, sudah terpampang jelas jadwal KA Pangrango di Stasiun Bogor Paledang. Jadwal tersebut pun akan digunakan saat rangkaian sudah berjalan reguler mulai 10 April 2022 nanti. Adapun jadwal keberangkatan dan kedatang KA Pangrango, sebagai berikut:

KA 213 / 215F / 217F Pangrango:

Sukabumi : 05.30 / 11.35 / 17.20
Cisaat : 05.41 / 11.46 / 17.32
Karang Tengah : 05.57 / 12.02 / 17.48
Cibadak : 06.07 / 12.13 / 17.58
Parungkuda : 06.20 / 12.26 / 18.11
Cicurug : 06.37 / 12.42 / 18.28
Cigombong : 06.52 / 12.57 / 18 43
Maseng : 07.05 / 13.10 / 18.56
Batutulis : 07.25 / 13.28 / 19.14
Bogor Paledang : 07.34 / 13.39 / 19.24

Baca juga: Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

KA 216F / 218F / 214 Pangrango

Bogor Paledang : 08.30 / 14.30 / 19.50
Batutulis : 08.41 / 14.41 / 20.01
Maseng : 09.00 / 15.00 / 20.20
Cigombong : 09.13 / 15.13 / 20.33
Cicurug : 09.29 / 15.29 / 20.48
Parungkuda : 09.45 / 15.45 / 21.05
Cibadak : 09.58 / 15.58 / 21.18
Karang Tengah : 10.08 / 16.03 / 21.28
Cisaat : 10.24 / 16.24 / 21.44
Sukabumi : 10.34 / 16.34 / 21.54
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadikan Bus Sekolah Tempat Tinggal, Suami Istri Lakukan Perjalanan Keliling AS

Bus sekolah tua banyak sekali peminatnya dan diubah menjadi tempat tinggal yang sesuai dengan keinginan si pemiliknya. Seperti yang dilakukan sepasang suami istri di Amerika Serikat, Pooja dan Kumar yang mengubah sebuah bus sekolah menjadi rumah tinggal karena perusahaan tempat mereka bekerja letaknya pindah dan menjadi jauh sejak Maret 2020.

Baca juga: Ubah Bus Sekolah Jadi Rumah Berjalan, Kakak Beradik Habiskan $35 Ribu

Ini yang kemudian membuat pasangan tersebut mencari pengaturan hidup alternatif dan mendapat ide untuk pindah serta tinggal di dalam bus sekolah. Dilansir KabarPenumpang.com dari insider.com (5/4/2022), keduanya mengaku bisa melakukan perjalanan selama dua jam dari daerah tempat tinggal mereka setiap akhir pekan untuk mengubah situasi.

Pasangan itu menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan bagaimana mereka akan mengubah bus menjadi rumah impian mereka. Foto: Pooja Shah

“Suatu hari, kami berpikir, ‘Mengapa bahkan pulang ke rumah untuk tidur? Bagaimana kami bisa terus berjalan?'” kata Kumar.

Dengan pemikiran itu, kemudian pasangan itu membeli bus, mendesain ulan dan memulai perjalanan mereka melintasi AS. Pilihan bus sekolah, dikatakan keduanya karena keterjangkauan dan keamanannya secara keseluruhan. Mereka membeli bus itu pada Januari 2021 setelah melakukan penelitian dan atas bantuan seorang teman yang memiliki bus.

Bus sekolah tersebut seharga $10.000 atau sekitar Rp143.620.000 dan ini belum termasuk dengan pengeluaran tambahan untuk merenovasi bus serta persyaratan yang diperlukan untu mempersonalisasikannya.

“Kami menginginkan sesuatu yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kami dan kami juga dapat berada di luar jaringan tata surya kami. Tidak satu pun dari ini benar-benar mungkin dengan RV saat ini di pasar dan jika ya, itu sangat mahal,” kata Pooja.

Mereka juga mengaku, bus sekolah memiliki jendela yang terbuat dari kaca berlapos dan bodi baja. Setelah tak lagi tinggal di apartemen, Pooja dan Kumar menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk mengubah kendaraan itu menjadi rumah mobil impian mereka yang berkelanjutan.

“Kami sedikit terkejut setelah melakukan pembelian dan seperti, ‘Apa yang kami lakukan?’ Ketika kami akhirnya siap, kami membuat sketsa, menyusun denah lantai, dan melakukan penelitian tentang segala hal mulai dari pipa ledeng, toilet, baterai, solar, kabel, keamanan, tangki air, bahkan cara mengisi minyak,” kata Kumar.

Dengan mengesampingkan aspek fungsional, langkah selanjutnya adalah membuatnya terasa seperti di rumah dengan pencahayaan, gorden, foto teman dan keluarga, bingkai sentimental dan lilin. Bahkan saat mereka mulai perjalanan tanpa rencana justru berakhir di lokasi yang indah.

Perjalanan pertama dilakukan mulai pada Juni 2021. Keduanya telah mengunjungi Indiana, Michigan, Wisconsin, Minnesota, North and South Dakota, Colorado, Wyoming, Montana, Oregon,dan North California. Uniknya dalam perjalanan ini, Pooja akan selalu menjadi pengemudi tanpa bergantian dengan Kumar.

Pada perjalanan ini, Pooja sudah menempuh lebih dari 7.000 mil. Ketika bepergian selama Covid-19, suami istri ini tetap dalam protokol kesehatan dan menggunkan masker ketika berada di sekitar orang lain.

Pasangan ini mendefinisikan ulang istilah ‘keseimbangan kehidupan kerja’. Pooja dan Kumar juga belajar bagaimana menyeimbangkan karir dan waktu eksplorasi mereka.

“Ini semua tentang penjadwalan. Kami memastikan untuk mengatur jam kerja kami sebaik mungkin. Dari sana, kami mengatur hari-hari perjalanan utama dan menjaga waktu-waktu tertentu di siang hari tetap terbuka untuk menikmati di mana kami berada, apakah itu istirahat makan siang yang panjang atau bangun pagi-pagi sekali. bekerja untuk mendaki,” kata Kumar.

Baca juga: Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Kumar mengatakan bagian penting dari bekerja dari jalan adalah selalu memiliki tiga opsi internet yang berfungsi. Mereka juga mencoba mengidentifikasi lokasi tempat mereka dapat bekerja sebelumnya. Pasangan itu belum memiliki “tanggal akhir” untuk perjalanan mereka tetapi menyadari kapan tubuh atau jadwal mereka mengharuskan mereka untuk memperlambat atau mengubah arah.

Bus Tingkat Menyebrang Sungai Diangkut Perahu Kayu?

Apa yang Anda pikirkan saat melihat bus double decker atau bus bertingkat menyeberang sungai dengan perahu kayu? Panik, deg-degan atau mungkin takut jika bus tenggelam. Ini pasti akan Anda alami, dan banyak yang berpikir itu hal yang mustahil.

Baca juga: Jewel E, Bus Tingkat yang Gunakan Tenaga Listrik Sepenuhnya

Namun, ini nyata dan terjadi. Bahkan videonya pun viral di media sosial TikTok @Margeyzi dan diunggah ulang oleh akun Instagram milik @busmaniacom. Dalam video memperlihatkan satu bus tingkat yang sedang menyeberangi sungai dan berhasil tiba di seberang.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, peristiwa ini tidak terjadi di Indonesia melainkan di salah satu negara di Amerika Selatan. Di bodi bus tertulis nama perusahaan otobus (PO) Amanecer Selva yang adalah salah satu bus AKAP di Peru, Amerika Selatan.

Bus tingkat milik Peru ini memiliki bodi yang tidak familiar di Indonesia. Ini karena bodi bus Amanecer Selva menggunakan bodi double decker besutan karoseri Brasil, Marcopolo. Bus tersebut tentunya menggunakan sasis triple axle atau tronton.

Dari video itu juga terlihat bus berwana hijau berada di atas empat perahu kayu yang dijadikan satu. Kemudian bus berada di atas sebuah papan kayu yang panjang dan lebar sehingga mampu menampung bus double decker yang punya dimensi cukup panjang.

Bukan hanya itu, hebatnya perahu-perahu kayu itu mampu mengangkut bus double decket untuk menyeberangi sungai dengan selamat. Padahal sungai memiliki arus yang lumayan deras.

Baca juga: Neoplan Jumbocruiser – Bus Tingkat yang Pernah Sabet Guinness World Records

Sesapainnya di tepi sungai, bus melaju dengan mulus melewati papan kayu yang menopangnya di atas perahu yang cukup panjang sehingga menyentuh bibir sungai.

Emirates Hadirkan Robot Check-In di Bandara Dubai Cegah Antrean di Jam Sibuk

Maskapai Emirates meluncurkan 25 port check-in seluler di seluruh terminal Bandara International Dubai. Robot check-in yang dikembangkan oleh ilmuan lokal Dubai tersebut diplot untuk mencegah antrean check-in dan mengurangi waktu tunggu penumpang terlebih di jam sibuk dan di musim liburan.

Baca juga: Emirates Hadirkan Lounge Khusus Anak, Manjakan Si Kecil dalam Penerbangan Tanpa Pendamping 

Dilansir Gulfnews, robot check-in seluler ini bukan hanya untuk mencetak tiket, melainkan lebih daripada itu, seperti menimbang bagasi, memberikan tag ke koper, menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin ditanyakan penumpang terkait penerbangan, dan memberikan borading pass. Setelah koper diberi tag, porter akan meletakkan koper di dedicated belt untuk diproses ke kargo.

Seluruh penumpang, mulai dari kelas ekonomi, bisnis, dan first class dengan dua koper atau kurang dari itu, diarahkan untuk menggunakan layanan ini saat di jam-jam sibuk atau di waktu-waktu tertentu saat terjadi kepadatan di terminal.

“Penggunaan teknologi dan robot canggih akan terus diperkenalkan di titik kontak operasional dan pelanggan kami,” kata Adel Al Redha, CEO Emirates.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kami dan memberikan pelanggan kami pengalaman yang mulus dan perjalanan yang lebih baik,” ujarnya.

“Kami juga sedang mengerjakan inisiatif lain yang mengandalkan teknologi dan kecerdasan buatan, yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat di berbagai bidang,” lanjutnya.

Emirates memang lekat dengan teknologi dalam memanjakan penumpang. Beberapa waktu lalu, salah satu maskapai terbesar di Timur Tengah itu, bekerjasama dengan pihak terkait, meluncurkan apa yang disebut sebagai Smart Tunnel pertama di dunia untuk kontrol paspor.

Setiap penumpang Emirates atau penumpang pada umumnya harus melewati Smart Tunnel sebagai pengganti gate pemerikasaan dan gate immigrasi tanpa adanya kontak dengan petugas. Saat melewati Smart Tunnel, identitas, data penerbangan, dan paspor penumpang akan dicek dan diberikan clrearance oleh imigrasi.

Baca juga: Airbus Luncurkan Kaca Elektrokromik Pertama di A350, Presiden Emirates: Ga Butuh

Pada Februari lalu, Emirates meluncurkan lounge khusus anak di Bandara Internasional Dubai untuk memnfasilitasi mereka yang terbang tanpa didampingi orang tua atau keluarga. Lounge ini menyuguhkan permainan video, minuman dan makanan ringan, area tempat duduk yang nyaman, WiFi gratis, dan tentunya kamar kecil khusus anak-anak.

Lebih lanjut dikatakan, penumpang anak-anak dapat menikmati boarding prioritas, dan awak kabin Emirates akan menyambut mereka di pintu pesawat, membantu mereka menemukan tempat duduknya, dan menyesuaikan diri untuk penerbangan mereka.

Ruang Yoga di Bandara San Francisco Mulai Kembali Dibuka untuk Penumpang Merelaksasikan Diri

Bandara di dunia, mulai membuka kembali kedatangan dan keberangkatan baik pelancong dari dan keluar negeri. Ini juga kemudian diikuti dengan pembukaan berbagai ruang fasilitas publik yang bisa digunakan penumpang sembari menunggu penerbangan mereka.

Baca juga: Cathay Pacific Hadirkan Lounge Untuk Yoga dan Meditasi di Bandara Hong Kong

Bandara Internasional San Francisco belum lama ini juga kembali membuka ruang fasilitas publik mereka. Salah satu yang sudah dibuka di bandara ini adalah ruang untuk yoga di Terminal 2 dan 3. Ruangan untuk yoga juga bisa langsung digunakan oleh penumpang yang ingin meregangkan tubuh mereka sebelum berangkat.

Tampak dalam ruang yoga di Bandara San Francisco. Foto: San Francisco International Airport (SFO)

Ruang yoga di Bandara San Francisco sudah ditutup selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman internationalairportreview.com (5/4/2022), ruang yoga berada setelah pemeriksaan keamanan bandara di Terminal 2 dan 3.

Kedua fasilitas akan dibuka selama penumpang ada di bandara dan bisa digunakan secara mandiri serta tanpa biaya alias gratis. Bahkan, para penumpang yang akan menggunakan ruang yoga juga difasilitasi dengan matras.

Tak hanya itu, ruangan juga akan didesinfeksi secara teratur atau setelah ruang selesai digunakan penumpang. Untuk diketahui, ruang yoga di Bandara San Francisco adalah yang pertama di dunia dan dibuka pada Januari 2012 di Terminal 2.

Kehadiran ruang tersebut dalam upaya membuat perjalanan udara tidak terlalu menegangkan dan lebih menyenangkan. Ruang tersebut mengambil inspirasi dari warna kontemporer dan seniman cahaya. Para arsitek yang merancang ruang yoga menghadirkan warna biru untuk menyelimuti ruangan agar lebih menyenangkan.

Baca juga: Ajak Calon Penumpang Relax, Bandara Denver Hadirkan Kelas Yoga

Selain itu sebuah cermin besar juga ditempatkan dalam ruang tersebut. Untuk lebih menenangkan penumpang yang tengah yoga, tingkat cahayanya pun disetel rendah dan hangat. Ini juga disejajarkan dengan tempat terang yang dipenuhi cahaya.

American Airlines Buka Penerbangan Perdana ke Bandara ‘James Bond’ Ian Fleming, Pakai Nomor Penerbangan AA4007?

Pada 1 April lalu, American Airlines mengumumkan bakal terbang ke Bandara Internasinoal Ian Fleming, Ocho Rios, Jamaika. Rute ini rencananya akan diterbangkan dua kali dalam sepekan menggunakan pesawat Embraer 175 dengan kapasitas 76 kursi. Diharapkan, penerbangan perdana dari Miami, AS, ke bandara tersebut bisa dijalankan mulai November mendatang.

Baca juga: Seperti di Film James Bond “Golden Eye,” Rusia Kembali ‘Hidupkan’ Kereta Lapis Baja dengan Peluncur Rudal Balistik

Penerbangan ke Ocho Rios (Bandara Internasinoal Ian Fleming) akan menjadi penerbangan internasional ketiga ke Jamaika, yang dioperasikan oleh anak perusahaan American Airlines, American Eagle. Sebelumnya, maskapai telah lebih dahulu terbang ke Montego Bay dan Kingston, ibu kota Jamaika.

Sebagaimana banyak wilayah lainnya di Jamaika, Ocho Rios menawarkan wisata pantainya yang terkenal serta menjadi salah satu tujuan favorit kapal pesiar.

Lebih dari itu, seperti dilansir Simple Flying, Ocho Rios menawarkan berbagai wisata peninggalan Ian Fleming, pencipta karakter James Bond, mulai dari James Bond Beach dan tentu saja GoldenEye sebagai private villas, cottages, dan beach hut tempat Ian Fleming menulis 14 novel James Bond.

Mengingat tujuan ke Jamaika tersebut bukan sembarang bandara, banyak yang menyebut bahwa American Eagle akan mengoperasikan rute tersebut dengan nomor penerbangan AA4007. Namun, belum ada kabar lebih lanjut terkait ini.

Terlepas dari itu, andai teralisasi pada November mendatang, rute American Eagle Miami ke Ocho Rios atau Bandara Internasional Ian Fleming adalah rute layanan penerbangan terjadwal pertama dari Amerika Serikat sekaligus layana penerbangan jet terjadwal pertama.

Meski berstatus sebagai bandara internasional, kondisi Bandara Internasional Ian Fleming bisa dibilang seadanya. Bandara itu diketahui hanya memiliki satu runway dengan panjang 1.454m dan lebar 24m,. Namun, itu cukup untuk didarati pesawat turboprop dan bizjet.

Dikutip dari Caribpress, Bandara Ian Fleming sebelumnya dikenal sebagai Boscobel Aerodrome. Guna mendongkrak wisata, Boscobel Aerodrome kemudian berganti nama menjadi Bandara Internasional Ian Fleming pada tahun 2011 silam.

Tak tanggung-tanggung, ketika itu peresmian nama baru dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Jamaika, Bruce Golding, dan sejumlah menteri terkait, seperti menteri pariwisata, menteri perhubungan, dan menteri telekomunikasi. Turut hadir juga keponakan Ian Fleming, Lucy Fleming, sebagai perwakilan dari keluarga.

Ian Fleming pertama kali mengunjungi Jamaika pada tahun 1942, dalam tugasnya sebagai agen intelijen. Tak lama setelah itu, ia membeli properti yang kemudian dijulikinya sebaga GoldenEye.

Baca juga: Courchevel, Bandara Ekstrem di Adegan James Bond “Tomorrow Never Dies”

Ketenangan serta kenyamanan resort dan sekitarnya membuat imajinasi Ian Fleming meluncur deras hingga melahirkan 14 novel terkenal James Bond. Lucy Fleming bahkan mengklaim Ian Fleming tak akan pernah menciptakan novel tersebut andai ia tak ke GoldeEye.

GoldenEye saat ini menjadi resort eksklusif yang dimiliki oleh pendiri Island Records, Chris Blackwell, yang dikenal karena memperkenalkan maestro musik reggae, Bob Marley, ke dunia.

Rotan Asal Indonesia Jadi Bahan Interior Mobil Listrik ET7 Besutan Pabrikan Cina

Apakah rotan bisa jadi bahan baku interior mobil? Ini bisa menjadi kenyataan, bahkan sudah digunakan oleh pabrikan kendaraan listrik di Cina yakni Nio. Di mana mereka memulai pengiriman sedan ET7 barunya di Negeri Tirai Bambu itu. Mobil tersebut menawarkan fitur mengemudi otonom dengan jangkauan 1000 km dan memiliki keunikan tersendiri.

Baca juga: Singapore Airlines Luncurkan Tempat dan Alat Makan Ramah Lingkungan dari Kertas dan Bambu

Ini membuat Nio mengatakan menjadi pembuat kendaraan listrik pertama yang menggunakan karuun yang adalah bahan berteknologi tinggi terbuat dari rotan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari asia.nikkei.com (4/4/2022), bahan baku rotan tersebut bisa ditemukan pada 14 bagian di dalam kabin yang mewakili keindahan.

“Setiap bagian memiliki tekstur yang unik dan mempertahankan sentuhan alaminya,” ujar pabrikan yang berbasis di Shanghai tersebut.

Perusahaan Jerman Out for Space menggunakan rotan yang diolah untuk mengganti plastik sebagai interior mobil. Julian Reuter yang adalah desainer produk mengaku bahwa potensi rotan yang belum dimanfaatkan ketika berkunjung ke pasar kerajinan kecil di Pulau Bali.

Sehingga ketika dia kembali ke Jerman, dirinya bersama Peter Kraft bereksperimen dengan rotan. Pasangan tersebut membayangkan potensi desain rotan dan menarik perhatian produsen mobil global. Inovasi mereka dapat menghembuskan kehidupan abad ke-21 ke dalam industri rotan kuno Indonesia, memperkuat hasil panen tradisional yang dulunya penting.

“Kami telah mendorong rotan ke dimensi yang berbeda. Jika Anda pernah melakukan survei di Indonesia dan bertanya, ‘Apakah Anda melihat rotan di pasar EV dan sektor mobilitas?’ sebagian besar mungkin akan mengatakan ‘tidak,” Felix Wurster, CEO Karuun, bagian dari Out for Space Group.

Karuun, bahan turunan baru, diproduksi dengan menyuntikkan pigmen UV-stabil ke dalam kapiler batang rotan yang dipangkas. Ini kemudian digiling persegi dan direkatkan menjadi balok atau panel. Setelah perusahaan ini dibentuk pada tahun 2015, Out for Space mulai menggunakan karuun untuk membuat furnitur di Indonesia, tetapi terhenti setahun kemudian ketika seorang desainer muda Jerman di Nio menemukan produk tersebut di pameran dagang desain.

Baca juga:Di Bangladesh, Baut Rel Kereta Diganti dengan Batang Bambu dan Pisang

“William Li, pendiri Nio “terkesima dengan kisah karuun bahan rotan dari Indonesia dengan teknologi Jerman. Dia jatuh cinta padanya dan mulai mendorongnya,” kata Wurster.

Untuk diketahui, Nio mulai mengirim sedan ET7 di Cina mulai minggu lalu. Di mana ini menampilkan garis kaarun dengan butiran linier yang dapat dikenali dari batang rotan di seluruh interior mobil.

Stasiun Gambir Layani Vaksin Booster Selama 14 Hari, Ini Syaratnya

Kabarpenumpang.com telah meninjau informasi mengenai vaksin Booster beserta lokasinya. Ya, mulai tanggal 5 – 14 April 2022 Stasiun Gambir melayani masyarakat untuk mendaftarkan diri vaksinasi Booster. Kegiatan vaksin ini bisa diikuti masyarakat manapun untuk melengkapi dosis ketiga dan sekaligus menjadi syarat perjalanan jarak jauh menggunakan transportasi umum khususnya kereta api.

Baca juga: Pengamat: Mudik Lebaran 2022, Pemerintah Harus Sediakan Pusat Vaksinasi Booster di Semua Moda 

Meski sudah di terapkan PPKM Level 2 dan pemerintah sudah melonggarkan masyarakat untuk diperbolehkan mudik ke kampung halaman pada Lebaran 2022 ini, namun dosisi vaksin harus lengkap yaitu hingga vaksin ketiga. Vaksin Booster yang digalakan oleh pemerintah kepada masyarakat guna menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 39 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 4 April 2022. Aturan terbaru tersebut seiring dengan dilaksanakannya masa angkutan lebaran 1443 H.

Adapun untuk perjalanan jarak jauh dengan kereta api jika sudah melengkapi vaksin ketiga yaitu Booster, masyarakat tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Tes Antigen pada saat proses boarding. Namun jika masyarakat yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya.

Baca juga: Peneliti Mulai Uji Coba Vaksin Hirup Pada Manusia

Vaksinasi gratis yang digelar di Halaman Utara Stasiun Gambir bisa dilakukan pada tanggal 5 – 14 April 2022 mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan membawa fotokopi KK/KTP. Untuk pendaftaran, masyarakat bisa datang langsung ke lokasi. Acara Vaksinasi Ramadhan (Dosis Booster) ini digelar dan bekerjasama dengan Satkes Pusdokkes Polri melalui SIMOSI (Vaksin Mobile Presisi). Untuk masyarakat yang telah vaksinasi dosis kedua diperbolehkan yang telah melakukan vaksin Pfizer, Moderna, maupun AstraZaneca. Dan juga diperbolehkan untuk yang telah melaksanakan vaksin Sinovac (anak 6 – 12 tahun). (PRAS – Cinta Kereta Api)

Boeing 737-800 MH2664 Malaysia Airlines Nyaris Celaka, Ketinggian Turun 2.100 Meter dalam Hitungan Detik!

Penerbangan Boeing 737-800 MH2664 Malaysia Airlines nyaris membawa petaka. Pesawat yang terbang dengan rute Kuala Lumpur ke Tawau pada 3 April lalu, telah memberikan ketakutan bagi penumpangnya, betapa tidak, pesawat narrow body yang tengah menjadi sorotan akibat musibah China Eastern pada 21 Maret itu, sempat drop ketinggian secara drastis.

Baca juga: Gegara Pemanasan Global, Penumpang Pesawat Bakal Rasakan Turbulensi 3x Lipat

Dikutip dari Simpleflying.com, dilaporkan posisi ketinggian pesawat turun 7.000 kaki (2.100 meter) dalam hitungan detik. Akibat kepanikan penumpang, pilot yang berhasil menguasai pesawat, akhirnya mampu return to base ke Kuala Lumpur.

Menurut sebuah laporan di The New Straits Times, penerbangan Malaysia Airlines MH2664 sempat mengudara 30 menit ketika insiden itu terjadi. Seorang penumpang di dalamnya kemudian mengatakan di media sosial bahwa pesawat itu menukik 7.000 kaki dalam hitungan detik, menyebabkan beberapa penumpang “mengambang” dari kursi.

MH2264 take-off dari Kuala Lumpur (KUL) pukul 14:30 ke Tawau (TWU) di Sabah. Usia pesawat disebut belum terlalu tua, yakni baru beroperasi delapan tahun. Situs pelacak penerbangan RadarBox.com menunjukkan pesawat sedang melintas di atas Laut Cina Selatan pada ketinggian sekitar 30.000 kaki (9.144 meter) ketika terjadi penurunan mendadak. Hal tersebut menunjukkan terjadi penurunan sekitar 17.000 kaki (5.181 meter) yang memakan waktu sekitar 10 menit. Ini sesuai dengan komentar online dari penumpang, yang mengatakan pesawat itu “tidak stabil” selama sekitar 10 menit itu.

Sementara pihak Malaysia Airlines menyebut, bahwa penerbangan MH2664 dari Kuala Lumpur ke Tawau pada 3 April terpaksa return to base karena masalah teknis dengan pesawat, ditambah cuaca buruk dalam perjalanan. “Pesawat mendarat dengan selamat di Kuala Lumpur pada pukul 17:03.

Meski insiden di atas masih dalam investigasi, analisa awal menduga adanya fenomena air pockcet (kantong udara) sebagai penyebabnya. Kantong udara adalah daerah bertekanan rendah yang menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian secara tiba-tiba. Kantong udara adalah bentuk lain dari turbulensi ekstrem, di mana aliran udara ke bawah menyebabkan pesawat jatuh secara tiba-tiba.

Baca juga: Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Pesawat modern dibuat untuk menahan turbulensi ekstrem, tetapi penurunan tak terduga tidak menyenangkan bagi penumpang, terutama jika tidak dalam kondisi mengenakan sabuk keselamatan. Cedera (dan lebih jarang, kematian) terutama disebabkan oleh orang dan benda yang dilemparkan ke sekitar kabin.

Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

Setelah berhasil uji coba kereta api lintas Bogor – Sukabumi menggunakan rangkaian eksekutif dan ekonomi premium, jalur tersebut nantinya akan digunakan secara reguler untuk mengangkut penumpang yang hendak berkunjung ke Sukabumi maupun ke Bogor. Beberapa stasiun yang dilewati dilintas Bogor – Cicurug khususnya sudah beberapa kali lakukan evaluasi yang sangat detal. Mulai dari rel kereta api, lokasi sekitar jalur KA hingga peron dan bangunan stasiun yang merupakan peran penting untuk penumpang KA.

Baca juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi di Indonesia 

Namun tahukah kalian bahwa di jalur Bogor – Sukabumi ada satu stasiun yang memiliki panorama paling keren dan merupakan stasiun tertinggi di wilayah Daerah Operasi (Daop) I Jakarta? Ya, selamat datang di Stasiun Cigombong. Berlokasi di Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat stasiun kelas III ini merupakan stasiun tertinggi di wilayah Daop I Jakarta.

Ketinggian yang dimiliki stasiun ini ada +699M dpl. Hanya memiliki 2 jalur, menjadikan Stasiun Cigombong tetap diminati warga sekitar untuk naik dan turun kereta api. Bangunan stasiunnya pun masih dalam cagar budaya yang dimiliki PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dan posisinya sangat dekat dengan jalan raya Bogor – Sukabumi dan pintu Tol Bocimi.

Tak melulu stasiun maupun jalurnya yang menarik, ternyata pemandangan yang disuguhkan dari stasiun ini sangat menakjubkan. Jika cuaca sangat cerah, Gunung Salak terlihat jelas dari Stasiun Cigombong. Ini sangat di favoritkan bagi pecinta foto/video kereta api sebagai pemanis dari pemandangan yang eksotis. Kereta api yang melintas Stasiun Cigombong yaitu KA Pangrango rute Bogor – Sukabumi pp.

Baca juga: Stasiun Dent, Jadi Stasiun Tertinggi di Inggris dan Disewakan untuk Penginapan

Saat ini Stasiun Cigombong sudah tahap pemugaran khususnya bagian peron yang ditinggikan. Area stasiun pun sudah ditata rapi untuk menyambut pengoperasian kembali KA Pangrango dalam waktu dekat. Sebelumnya jalur KA yang melewati Stasiun Cigombong mengalami pengembangan yang semula satu jalur menjadi jalur ganda antara Bogor Paledang sampai dengan Cicurug. (PRAS – Cinta Kereta Api)