Buka Perbatasan Internasional, Sektor Pariwisata Australia Rugi Rp172 Triliun Gegara Turis Cina

Australia lambat laun mulai membuka gerbang internasional seluas-luasnya. Sampai saat ini, wisatawan dari 10 negara, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, Selandia Baru, India, Fiji, Hong Kong, dan Thailand, sudah tak sabar mendatangi 10 destinasi wisata favorit di Australia.

Baca juga: Australia Sambut Wisatawan Internasional Pertama, Bali Bakal Kedatangan Wisatawan Australia Mulai Maret

Namun, dari 10 negara di atas, tidak adanyanya daftar turis dari Cina membuat Australia mengalami kerugian sampai Rp172 triliun. Bagaimana bisa?

Dilansir 9news.com.au, pada 2019, menurut Tourism and Transport Forum, 1,4 juta turis Cina menghabiskan US$12,2 miliar atau sekitar Rp172 triliun lebih (kurs 14.400) atau seperempat dari seluruh pengeluaran wisatawan internasional.

Di tahun 2021, sejak Australia bersitegang dengan Cina terkait Taiwan dan Laut China Selatan, angkanya merosot drastis sampai 99,4 persen menjadi US$76 juta.

Menurut Expedia, Cina bahkan tak termasuk ke dalam 10 negara teratas penerbangan internasional yang masuk ke Australia sepanjang Februari, justru negara adidaya lain yang menjadi kompetitor utama Cina, Amerika Serikat, yang menempati posisi pertama.

Disebutkan, turis asal Amerika Serikat menjadi yang tertinggi datang ke Australia, disusul Inggris dan Kanada di tiga besar. Selandia Baru, yang biasanya berada di posisi kedua di belakang Cina, bulan ini menempati posisi keenam di bawah Jerman dan Jepang, menyusul kebijakan ketatnya menutup perbatasan.

Selain 10 negara, Expedia juga merilis daftar 10 kota tujuan di Australia yang paling banyak dikunjungi wisatawan, mulai dari Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Adelaide, Gold Coast, Cairns, Canberra, Townsville, dan Launceston.

Sejak Australia menutup perbatasan, sektor pariwisata telah mengalami kerugian besar mencapai US$4 miliar per bulan.

“Itu adalah jumlah uang yang sangat besar. Dan itu bukan hanya pariwisata, tetapi juga pasar tambahan,” katanya, seraya menunjuk ke sektor-sektor seperti perhotelan, binatu, dan jasa penyewaan mobil yang semuanya rugi besar.

Baca juga: Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah

Berbulan-bulan merugi, sebagian besar pelaku usaha di sektor pariwisata Australia mengaku tak lama lagi mereka akan gulung tikar untuk selamanya. Namun, sebelum hal itu terjadi, pemerintah merespon cepat dengan membuka perbatasan.

Usai kedatangan wisatawan internasional pada 21 Februari lalu, Menteri Pariwisata Federal, Dan Tehan, mengaku optimis bakal ada peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata. “Saya pikir akan ada rebound yang sangat kuat di pasar pariwisata kita. Pengalaman indah kami belum hilang,” katanya saat diwawancarai ABC.


Miliki Posisi Strategis, Jaringan Kereta Ukraina Malah Bergantung Pada Polandia

Ukraina diambang kehancuran usai diinvasi oleh Rusia. Namun, terlepas dari itu, negara pecahan Uni Soviet ini memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang antara Asia dan Eropa. Meski begitu, dari segi infrastruktur, jaringan perkerataapian internasional Ukraina justru bergantung pada Polandia.

Baca juga: Perang dengan Rusia, Proyek Kereta Cepat Lviv-Kharkiv Ukraina Sirna?

Dilansir dari berbagai sumber, Ukraina memiliki sistem perkerataapian sepanjang 21.600 km. Mayoritas dari jumlah itu ialah warisan dari Uni Soviet di masa lalu, yang menjadikan Ukraina sebagai pintu gerbang mobilitas orang dan barang ke Eropa.

Sampai saat ini, Ukraina memang masih mengemban posisi itu bersama Cina. Selain Ukraina, secara geografis, sebetulnya ada dua negara lainnya yang juga berpotensi menjadi hub atau pintu gerbang antara Eropa dan Asia. Dua itu adalah Belarusia dan Lituania.

Dalam kaitannya dengan transshipment atau pengiriman barang melalui jaringan perkerataapian dari Asia ke Eropa dan sebaliknya, Ukraina mengalahkan Belarusia dan Lituania. Sebab, Ukraina dinilai paling netral di antara dua itu, khususnya di mata Cina yang massif mengirimkan barang-barang ekspornya ke Eropa.

Lituania belakangan menjadi musuh Cina setelah mendukung Taiwan. Cina pun merespon hal itu dengan menghentikan ekspor berbagai produk dan impor berbagai produk dari negara tersebut. Belarusia sebetulnya tak memiliki masalah langsung dengan Cina, namun, negara itu mendapat sanksi dari Eropa dan AS, membuat Cina mau tak mau beralih ke Ukraina.

Pada awal tahun lalu, Presiden Xi Jinping dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sepakat melakuka kerjasama konektivitas infrastruktur. Zelensky menyatakan bahwa Ukraina bisa menjadi “jembatan ke Eropa” untuk investasi Cina.

Hal itu sebagian telah direalisasikan dengan kereta langsung pertama dari Cina ke Ukraina melalui Mongolia dan Rusia yang tiba pada bulan Juni dan kereta api ekspor pertama Ukraina tiba di Cina pada 7 Oktober.

Hanya saja, konflik tak berkesudahan dengan Rusia, terbukti hari ini Rusia resmi menginvasi Ukraina, membuat negara itu memilih bergabung dengan Uni Eropa dan AS, membuatnya dalam tekanan atas posisinya sebagai hub transshipment Cina. Pada akhirnya, posisi strategis Ukraina, dalam konteks perkeretaapian sia-sia karena tekanan dari kanan dan kiri.

Baca juga: Pemerintah Ukraina Siap Rekonstruksi Jalur Kereta di Zona ‘Mati’ PLTN Chernobyl

Harapan satu-satunya warga Ukraina bila ingin bepergian secara internasional menggunakan kereta ada pada Polandia. Ukraina memiliki kereta Kiev Express dari Warsawa ke Kiev.

Dari Warsawa, itu kemudian terhubung dengan jaringan kereta Eurostar sampai ke London di barat atau Moskow di utara Kiev, untuk kemudian terhubung dengan jaringan kerta Rusia sampai ke Beijing, dan terhubung pula dengan jaringan kereta Beijing sampai ke ujung daratan Asia Tenggara di Singapura.

Tetap Jadi Warisan Kota, Trem di Kolkata Diubah Jadi Restoran

Kemana perginya gerbong kereta tua atau pun trem tua? Banyak yang pasti berpikiran akan diungsikan ke kuburan kereta atau menjadi koleksi museum. Namun, beberapa lainnya berpikir akan berganti alias dikonversi menjadi berbagai tempat. Bahkan banyak gerbong kereta tua yang diubah menjadi penginapan atau restoran.

Baca juga: Dari Proyek Jalur MRT Glodok ke Kota, Ditemukan Rel Trem Masa Kolonial Hindia Belanda

Lantas, apakah trem juga dikonversi seperti itu? Jawabannya ya dan salah satunya ada di Kolkata, India. KabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (16/2/2022), trem di Kolkata ini diubah menjadi sebuah restoran di Stasiun Kereta Jabalpur.

Restoran trem ini dilengkapi dengan 20 tempat duduk dan membuat banyak orang senang dengan kehadirannya. Dulunya trem ini dikenal sebagai ‘Jalur Kehidupan Kota Kegembiraan’ dan kini telah hilang kegunaannya untuk mengangkut penumpang.

Meski kehilangan fungsi dan kegunaannya, tetapi pihak berwenang tetap menjaganya untuk menjadi warisan kota yang tetap hidup. Mereka kemudian mengubah semua trem tua tersebut menjadi restoran-restoran kecil.

Bahkan diketahui, pihak berwenang membuta seluruh trem tersebut yakni’Buggy number 261′ diubah menjadi restoran. Di mana Newtown Kolkata Development Authority (NKDA) menempatkan restoran trem ini di dekat Eco Park dan Mother Wax Museum di Newtown, Kolkata.

Sesuai dengan keinginan awal otoritas, trem ini setelah menjadi restoran juga dipamerkan untuk warisan di Kolkata. Mulai dari makanan hingga suasana, semuanya akan mengingatkan Anda pada Kolkata kuno.

Baca juga: Melbourne Kini Punya Restoran Trem Keliling

Restoran dengan 20 tempat duduk ini menyajikan makanan jalanan mulai dari pav bhaji dan chhole bhature hingga chaats and rolls dari pukul 12.00 siang hingga 21.00 waktu setempat.

KA Feeder Kereta Cepat Jakarta – Bandung Rencana Tambah Armada KRDE Hingga 5 Set

Kabar mengejutkan di media sosial aplikasi percakapan whatsapp bahwa rangkaian KA Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) kembali uji coba. Ada yang sedikit berbeda saat rangkaian diuji coba di area Balai Yasa Yogyakarta ini. Terlihat bagian depan atau kabin masinis KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) ini terlihat sedikit melengkung kedepan . Layaknya kereta aerodinamis digadang – gadang ternyata KRDE jenis ini merupakan rangkaian KA Feeder KCJB set kedua hasil karya kembali dari kru Balai Yasa Yogyakarta.

Baca juga: Warga Solo Sudah Bisa Merasakan KA Feeder KCJB (Kereta Cepat Jakarta Bandung) Lebih Dulu

Ya, penampakan foto yang dikirim dari berbagai grup railfans terlihat uji coba kecepatan dan mesin di area Balai Yasa Yogyakarta pada malam hari, Rabu 23 Februari 2022. Seperti pada set pertama rangkaian KRDE ini menguji beban saat dilakukan tes dengan istilah ‘langsir reyen’. KRDE set kedua terdiri dari 5 unit kereta dengan nomor rangkaian K3 2 12 16 – 20 yaitu rombakan dari rangkaian KRD Prameks yang sudah tidak dijalankan rute Solo Balapan – Yogyakarta – Kutoarjo pp.

Setelah melakukan uji coba di area Balai Yasa Yogyakarta, rangkaian KRDE ini kembali uji coba di lintas reguler yaitu rute Lempuyangan – Kutoarjo pp. Kamis, (24/1). Uji coba dilakukan guna tes beban, kecepatan dan kehandalan pada tenaga mesin elektrik yang dimiliki KRDE ini. Keberangkatan dari Stasiun Lempuyangan pada pukul 13.10 WIB dan tiba di Stasiun Kutoarjo pukul 14.05 WIB. Kemudian perjalanan uji coba kembali dilanjutkan dari Stasiun Kutoarjo pukul 15.20 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 16.15 WIB.

Menurut kabar yang beredar, rangkaian KRDE yang akan dijalankan sebagai KA Feeder KCJB akan dibuat sebanyak 5 set kereta yang masing – masing set terdiri dari 5 unit KRDE. Entah bagaimana keputusan selanjutnya jika rangkaian ini sebelum di kirim ke wilayah Daop (Daerah Operasi) 2 Bandung ini apakah akan digunakan reguler di wilayah Daop 6 Yogyakarta untuk mengangkut penumpang seperti set pertama atau tidak.

Baca juga: Ada Gangguan Pada Mesin, Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Mogok Saat Uji Coba

Yang jelas rangkaian ini jika selesai tahap uji coba nantinya akan dikirim ke Bandung dan selanjutnya akan dijalankan secara reguler dengan rute Padalarang – Bandung – Rancaekek dan Tegalluar saat semua pembangunan telah rampung dikerjakan. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Mengenal Ukraine International Airlines, Maskapai Nasional Ukraina Peninggalan Uni Soviet?

Sebelum Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991, Ukraina telah lebih dahulu menyatakan merdeka terhadap Uni Soviet, tepatnya pada 24 Agustus 1991. Seiring kebutuhan transportasi udara, pada 1 Oktober 1992 Ukraine Internasional Airlines (UIA) pun didirikan oleh Ukrainian State Association of Civil Aviation and GPA atau Guinness Peat Aviation (sekarang bernama) AerCap, lessor terbesar di dunia.

Baca juga: Sama-sama Jatuh Dirudal, Inilah Persamaan dan Perbedaan Insiden Malaysia Airlines MH17 dan Ukraine International PS752

Dilansir laman resmi maskapai, setelah didirikan, Ukraine International Airlines terus berbenah dan mendapat sokongan dana dari Eropa barat melalui maskapai Austrian Airlines, Swissair, dan European Bank for Reconstruction and Development pada tahun 2000.

Dengan dana melimpah, maskapai nasional Ukraina ini terus memperkuat dan mengembangkannya bisnis, termasuk membangun jaringan operasi non-stop antara Ukraina ke negara-negara Eropa Barat secara point-to-point.

Di momen ulang tahun yang ke-18 pada tahun 2009, UIA menjadi salah satu maskapai terbesar di Ukraina dengan pangsa pasar 20 persen lebih. Ini dianggap belum cukup besar dan maskapai bertekad untuk terus mengembangkan bisnisnya. Sayangnya, itu terhalang dengan menarik dirinya salah satu investor mereka, ERBD.

Beruntung, di tahun 2012 akhir, kompetitor utama mereka bangkrut menyisakan UIA sebagai maskapai terbesar di Ukraina.

Setelah itu, Ukraine International Airlines mulai fokus ke pasar internasional dengan menjadi hub penerbangan dari barat ke timur atau sebaliknya dan dari utara ke selatan dan sebaliknya, mengingat posisi strategis Ukraina yang berada di tengah-tengah antara Asia dan Eropa, melalui Bandara Internasional Kyiv Boryspil.

Pada tahun 2013, rencana itu mulai direalisasikan dengan dimulainya penerbangan internasional perdana rute Kiev-Bangkok menggunakan pesawat Boeing 767-300ER, tanggal 9 Desember. Rute internasional kedua dimulai beberapa bulan berikutnya, dimana maskapai membuka penerbangan Kiev-New York pada 25 April 2014. Ini juga menandakan pulihnya hubungan antara Ukraina dan AS.

Namun, tak lama setelahnya, awan gelap pun menyelimuti maskapai usai krisis politik yang mendera Ukraina akibat konflik di Krimea. Meski tak berlangsung lama, tetapi sampai tahun 2017 perkembangan maskapai sangat terdampak.

Dua tahun berikutnya, Ukraine Internasional Airlines menatap masa depan yang lebih cerah dengan membuat rencana jangka panjang, dengan mengembangkan jaringan rute sampai ke 58 tujuan nasional dan internasional, serta puluhan rute penerbangan charter.

Hal ini pun membuahkan hasil, dimana jaringan lebih luas dan kinerja keuangan menjadi lebih stabil dengan menutup rute-rute tak menguntungkan, seperti Almaty, Beijing, dan Bangkok serta penerbangan ke negara-negara Federasi Rusia. Tercatat, ada 50 juta penumpang lebih yang diangkut selama tahun ini.

Baca juga: Di Tengah Ketegangan Iran-AS, Boeing 737-800 Ukraine International Jatuh di Iran

Saat tengah menikmati sedikit peningkatan keuntungan, 8 Januari 2020 kecelakaan besar menimpa maskapai. Ketika itu, sebuah pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 ditembak jatuh oleh rudal Iran. 176 orang, terdiri dari 167 penumpang dan 9 awak, semuanya tewas.

Di masa pandemi virus Corona, sebagaimana maskapai lain, Ukraine International Airlines juga terdampak. Namun, sampai saat ini, mereka masih eksis terbang di nasional maupun internasional.

Jalur Citayam – Nambo Akan Beroperasi Satu Stasiun Baru, Apa Itu?

Bagi masyarakat yang sering beraktifitas menggunakan KRL rute Nambo – Citayam bakalan berhenti di salah satu stasiun yang lama sudah tidak digunakan. Ya, Stasiun Pondok Rajeg (PDRG) berlokasi di Kampung Sawah, Jatimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat ini nantinya resmi akan kembali beroperasi. Stasiun yang sudah lama tidak digunakan penumpang untuk naik dan turun ini sejak dihentikan pengoperasiannya setelah adanya rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) rute Manggarai – Pasar Minggu – Depok – Citayam – Nambo.

Baca juga: Jalur Stasiun Nambo Punya Pemandangan Yang Manjakan Mata

Stasiun Pondok Rajeg saat ini hanya terlihat masih lengkap dengan bangunannya yang khas. Mungil, sederhana dan hanya memiliki peron pendek yang hanya cukup untuk 4 unit kereta saja yang berhenti di stasiun ini. Karena sudah tidak terpakai dan teronggok terbengkalai, tak heran banyak warga sekitar termasuk anak – anak bermain di stasiun ini. Beberapa ukiran gambar yang tidak semestanya dilakukan bahkan kerap kali terlihat di stasiun yang hanya memiliki satu jalur ini.

Coretan tangan terlihat saat berkunjung di Stasiun Pondok Rajeg yang terbengkalai
(FOTO : instagram/@rafly_photoworks)

KRL yang melintas Stasiun Pondok Rajeg kerap kali lewat dan tentu saja tidak berhenti. Namun dari informasi yang didapat, terdengar kabar bahwa Stasiun Pondok Rajeg akan kembali beroperasi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan akan melakukan aktivasi kembali Stasiun Pondok Rajeg yang dimulai pada tahun 2022. Nantinya warga yang tinggal di sekitar Stasiun Pondok Rajeg bisa memanfaatkan penggunaan transportasi KRL untuk naik dan turun.

Baca juga: Cilejit – Parungpanjang, Satu–satunya Jalur Ekstrem yang Dilewati KRL

Masyarakat pun bisa merasa lega jika stasiun ini kembali beroperasi, sehingga diharapkan bisa mengurai pergerakan orang melalui transportasi massal tersebut. Diketahui area Pondok Rajeg sudah dipadati perumahan yang masyarakatnya didominasi sebagai pekerja di wilayah Jakarta. Karena Stasiun Pondok Rajeg cukup jauh antara petak Stasiun Citayam (KM 37+800) dan Stasiun Cibinong (KM 44+500) dengan jarak 8 kilometer, sedangkan posisi Stasiun Pondok Rajeg berada di KM 41+600. Kita tunggu saja progres kedepannya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pertama Kali dalam Sejarah, Saudia Buka Lowongan Pramugari untuk Wanita Lokal

Arab Saudi kini tengah mengalami kemajuan sosial, dimana Hak Kesetaraan Perempuan mulai diakui. Selain kabar 28 ribu wanita Arab Saudi yang menyerbu lamaran atas lowongan masinis kereta cepat, juga ada kabar bahwa wanita Arab Saudi kini diizinkan untuk menjalani profesi sebagai pramugari.

Baca juga: 28 Ribu Wanita Arab Saudi Serbu Lowongan Kerja Masinis Kereta Cepat Mekkah-Madinah

Salah satunya belum lama dilakukan oleh Saudi Arabian Airlines, dimana maskapai nasional itu membuka lowongan untuk pramugari dari warga lokal. Kebijakan itu untuk pertama kali diterapkan sejak maskapai nasional itu beroperasi pada 1947. Selama ini, maskapai yang akrab dikenal dengan nama “Saudia” itu hanya merekrut pria lokal untuk menjadi awak kabin. Sementara itu, pramugari direkrut dari negara lain, seperti Filipina, Thailand, dan Eropa Timur.

Dukutip dari paddleyourownkanoo.com (22/2/2022), syarat untuk menjadi pramugari Saudi Arabian Airlines adalah perempuan berusia 20-30 tahun dan bersedia menjalani tes kesehatan. Selain itu, mereka wajib menjalani pelatihan selama dua bulan.

Sebelum Saudia, sebenarnya sudah ada maskapai di Arab Saudi yang mengizinkan wanita lokal menjadi pramugari. Pada tahun 2020, Flynas, sebuah maskapai penerbangan swasta Saudi berbiaya murah, mulai merekrut wanita lokal Saudi untuk bekerja sebagai pramugari. Maskapai swasta tersebut menciptakan peluang kerja baru bagi wanita. Ini adalah yang pertama di antara maskapai Saudi yang merekrut wanita di posisi senior.

Perekrutan pramugari oleh Saudia dari warga lokal itu menjadi lanjutan langkah moderat Arab Saudi. Pada 2018, perempuan Saudi akhirnya diizinkan mengemudikan mobil dan meninggalkan rumah tanpa pendamping kerabat laki-laki.

Aturan berpakaian juga dilonggarkan. Memang para perempuan diwajibkan untuk tetap tampil sopan, tetapi tidak perlu lagi mengenakan gamis di luar rumah.

Baca juga: Ketika Hibah Pesawat DC-3 Presiden AS Jadi Sebab Lahirnya Maskapai Saudia

Di saat bersamaan, ada dorongan untuk memasukkan lebih banyak orang Saudi ke pekerjaan swasta, termasuk perempuan. Tempat kerja tidak lagi dipisahkan oleh area khusus pria dan wanita, dan wanita tidak lagi harus memasuki restoran dan kafe melalui pintu masuk yang terpisah.

Perang dengan Rusia, Proyek Kereta Cepat Lviv-Kharkiv Ukraina Sirna?

Presiden Vladimir Putin resmi menyatakan perang dengan Ukraina. Laporan terbaru juga menyebut telah terjadi serangan di beberapa kota Ukraina. Bahkan, upaya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menghubungi Putin agar perang terhindar juga gagal.

Baca juga: Inilah Bandara Boryspil, Bandara Terbesar di Ukraina Peninggalan Uni Soviet

Meski perang Ukraina-Rusia atau lebih tepatnya invasi Rusia ke Ukraina baru dimulai, namun, ada kekhawatiran berbagai proyek strategis Ukraina bakal porak-poranda.

Terlebih, Putin memang disebut tak sekedar berniat mengambil apa yang disebut ‘tanah Rusia di masa lalu’ dari Ukraina, melainkan lebih dari itu, membuat Ukraina negara gagal. Di antara proyek strategis nasional Ukraina yang terancam gagal karena perang adalah proyek kereta cepat Lviv-Kharkiv sejauh 1.000-an kilometer.

Dilansir Kyivpost, Menteri Infrastruktur, Vladyslav Krikliy, mengumumkan pada awal tahun lalu bahwa proyek kereta cepat Lviv-Kharkiv itu adalah bagian dari jaringan kereta cepat di seantero Ukraina sejauh 2.000 km.

Bila proyek ini selesai, perjalanan antara dua kota di barat dan timur Ukraina itu hanya memakan waktu perjalanan sekitar tiga atau empat jam dengan rata-rata kecepatan 250 km per jam, jauh berbanding yang ada saat ini mencapai 14 jam menggunakan kereta api berkecepatan rata-rata 160 km per jam atau 16 jam lebih jika menggunakan mobil via tol.

Dalam merealisasikan hal itu, langkah pertamanya adalah membuat jaringan kereta berkecepatan tinggi dari Polandia ke Stasiun Sknyliv Lviv barat, dekat bandara Lviv. Ini akan menjadi hub utama perjalanan kereta cepat dari dan ke Polandia yang sebelumnya terhalang perbedaan besaran rel antara Eropa dan Ukraina.

Proyek senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp14 triliun itu merupakan bagian dari ambisi pemimpin Ukraina dalam menghadirkan 39 kereta berkecepatan tinggi yang membawa lima juta penumpang per tahun pada tahun 2030 mendatang.

“Proyek ini benar-benar realistis untuk Ukraina,” kata Oleg Zhuravlov, wakil ketua dewan pengawas Ukrzaliznytsia. “Tapi bukan tanpa pembiayaan dari negara dan investasi internasional,” tambahnya.

Menariknya, pembangunan jaringan kereta cepat ini disebut-sebut sebagai solusi mencegah terjadinya perang, khususnya di wilayah Donetsk. Jika kota Donetsk terhubung jaringan kereta cepat dengan Lviv, itu akan membuat komunikasi antar kedua kota itu lebih tinggi dan separatisme di sana juga akan menurun seiring waktu.

Sebetulnya, sejak tahun 2012 dan 2014 lalu, Ukraina sudah mempunyai kereta cepat produski Hyundai dan Kryukiv Trains, perusahaan dalam negeri, yang melayani tiga kota. Namun, Itu dinilai belum cukup untuk menghubungkan barat dan timur, selatan dan utara Ukraina dengan cepat.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Setelah diumumkan pada awal tahun 2021 lalu, belum ada kelanjutan apapun meski di tahun yang sama sudah dicanangkan konstruksi kereta cepat Lviv-Kharkiv bakal dimulai.Dengan adanya perang Rusia-Ukraina, yang notabene akan menimbulkan banyak kehancuran dan mau tak mau mengeluarkan banyak uang untuk beli senjata dan recovery, apakah proyek kereta cepat ini bakal sirna?

Ramah Diasabilitas, Indian Railways Hadirkan POD Hotel Pertama di Mumbai Center

Banyak hotel dan tempat penginapan yang saat ini harus menutup diri atau menurunkan harga pasaran mereka. Ini karena pandemi yang masih terus berlangsung dan banyak negara yang masih menutup diri mereka dari pelancong baik luar negeri maupun dalam negeri sendiri.

Baca juga: Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi

POD Hotel terdiri dari total inventaris Pod sebanyak 48. Foto: financialexpress.com

Namun, di India justru ada sebuah POD Hotel yang dibuka dan menjadi yang pertama dibuka oleh Indian Railways di Mumbai Center. Kehadirannya sendiri untuk memudahkan pelancong, pebisnis atau mereka yang hanya sekedar mampir ke Mumbai dan membutuhkan tempat istirahat.

KabarPenumpang.com melansir dari laman financialexpress.com (18/2/2022), POD Hotel ini bukan hanya sebuah ruang yang hanya berisikan tempat tidur, tetapi Indian Railways ingin memberikan kemudahan kenyamanan selama menginap. POD Hotel ini diresmikan oleh Menteri Persatuan Negara Bagian Perkeretaapian, Batubara & Pertambangan India, Raosaheb Dadarao Patil Danve.

POD Hotel ini memiliki 48 pod atau kamar yang terdiri dari tiga kategori berbeda. Ada 30 pod klasik, tujuh pod khusus wanita dan sepuluh pod pribadi serta satu pod untuk penyandang disabilitas. Menurut Central Railways, satu tamu bisa menggunakan pod klasik dan pod khusus wanita.

Uniknya pada sepuluh pod pribadi atau private dilengkapi ruang pribadi di dalam kamarnya. Sedangkan kamar khusus penyandang disabilitas, memudahkan mereka yang menggunakan kursi roda bergerak secara bebas. Bahkan fasilitas yang ada di POD Hotel ini bisa digunakan para pelancong dengan harga yang relatif murah.

Penasaran apa saja fasilitasnya? POD Hotel memberikan layanan WiFi gratis, penggunaan Pusat Bisnis gratis, resepsionis 24 jam, loker gratis, papan setrika, sabun dan sampo gratis, fasilitas bagasi kiri serta fasilitas lainnya. Selain POD Hotel yang baru, Menteri Persatuan juga meresmikan dan mendedikasikan kepada negara beberapa proyek termasuk Kantor Pengaduan Umum Perkeretaapian di Churchgate, Rekonstruksi Jembatan Frere Road Over, Sistem Pengawasan Terpadu pada jaringan kereta api Suburban Mumbai.

Baca juga: Naik Bus dengan Pod Tidur di Jepang Lebih Murah daripada Naik Shinkansen

Selain itu juga ada Jembatan Foot Over, Eskalator dan Lift di Bagian rel pinggiran kota, Home Platform di Ambernath serta stasiun kereta api Kopar, restoran pelatih di Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus (CSMT), Blok Toilet di stasiun kereta GTB Nagar, Borivali dan Lokmanya Tilak Terminus.

Bantu Pembangunan Double Track Bogor – Cicurug, Kereta Mekanik Dioperasikan

Stasiun Bogor Paledang sampai dengan Stasiun Cicurug masih tahap pembangunan jalur ganda (Double Track). Pembangunan sepanjang 26 kilometer ini akan dipasangi jalur ganda dengan tipe rel yang lebih besar.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Stasiun yang dilpasangi jalur ganda dimulai dari Stasiun Bogor Paledang, Stasiun Batu Tulis, Stasiun Ciomas, Stasiun Maseng, Stasiun Cigombong, dan berakhir di Stasiun Cicurug. Rel yamg sudah diganti atau di-upgrade ini akan memudahkan kereta api melintas dengan berat muat tiap rangkaiannya yang lebih besar. Karena jalur kereta api yang dibuat jalur ganda merupakan jalur yang titik rawan bencana alam.

Selain rel kereta api yang diganti dengan tipe yang lebih besar, ke-6 stasiun yang dilewati pun turut memiliki bangunan baru terutama dibagian peron dan atap peron itu sendiri, hanya saja bangunan stasiun yang merupakan cagar budaya Kereta Api Indonesia tidak dirombak.

Sistem persinyalan pun hingga saat ini masih terlihat menggunakan sistem mekanik, tapi sebagian stasiun sudah diganti menjadi elektrik seperti di Stasiun Bogor Paledang dan Stasiun Batu Tulis.

Kereta api yang melintas di jalur Bogor Paledang – Cicurug – Sukabumi hanya satu rangkaian saja, yaitu Kereta Api Pangrango. Kereta api ini terdiri dari 1 kelas eksekutif dan 4 kelas ekonomi. Informasi yang beredar jika jalur ganda sudah selesai pengerjaannya, kereta api yang melintas di jalur ini akan ditambah, yaitu rangkaian Kereta Api Pangramgo 2 dan beberapa kereta angkutan barang termasuk kereta api angkutan air mineral.

Pantauan kabarpenumpang.com, Rabu (23/2) saat menjelajah dari Stasiun Bogor Paledang hingga kawasan Batu Tulis jalur ganda sudah cukup rapi dibangun. Hanya saja beberapa titik kilometer masih terlihat rel bengkok yang belum dirapikan. Untuk merapikan rel yang masih bengkok dijalur yang lurus dan juga balas yang masih belum dipadatkan, pihak dari PT KAI menerjunkan satu set rangkaian kereta mekanik.

Dalam istilah perkeretaapian khususnya kereta mekanik, rangkaian ini berfungsi untuk memecok batu balas dan juga merapikan rel yang sedikit bengkok di rel yang lurus ataupun mengangkat rel agar taburan batu balas bisa memadatkan rel kereta api.

Si kuning kereta mekanik dengan nomor SR 3 14 06 ini memiliki panjang 18.430 mm dan mampu lari dalam kecepatan maksimal 45 kilometer per jam. Kereta dengan produsen Plesser dan Theurer ini pun dimiliki oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan mempunyai nama sarana MTT Unimat Compact 08-275/3S.

Baca juga: Anggarkan Rp1,1 Triliun, Pemerintah Canangkan Jalur Rel Ganda Bogor-Sukabumi-Bandung

Kereta mekanik ini sudah berada di jalur Bogor – Batu Tulis sudah ada beberapa hari yang lalu guna memperbaiki rel dan memadatkan batu balas. Saat melakukan pemecokan dibutuhkan waktu setengah hingga satu jam tergantung dari berapa kilometer yang akan dikerjakan oleh kereta mekanik ini.

Saat ini kereta mekanik tersebut masih melakukan pengerjaannya di kilometer 3 dan 4 antara Stasiun Bogor Paledang hingga Stasiun Batu Tulis. Setelah pengerjaan selesai oleh kereta mekanik ini, rencana akan lewati kereta inspeksi lori dressin yang mengangkut rombongan dari Direktorat Jenderal Perkeretapian dan PT KAI untuk peninjauan. (PRAS – Cinta Kereta Api)