Agustus 2022: Rata-rata Penumpang Harian MRT Tembus Target, Meski Angka Keterangkutan Menurun

Pada Agustus 2022, tercatat 1.864.797 orang menggunakan layanan MRT Jakarta. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa rata-rata per hari sekitar 60.155 orang menggunakan MRT Jakarta dengan 7.743 perjalanan kereta tanpa pembatalan dan penundaan di atas lima menit.

Baca juga: MRT Jakarta Bangun Hunian Terjangkau di TOD Fatmawati, Berminat? Ini Syaratnya

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, disebutkan ketepatan waktu tempuh, kedatangan, dan berhenti ratangga pun mencapai 100 persen. Namun, jumlah angka keterangkutan tersebut menunjukkan adanya penurunan sekitar 19.311 orang dari bulan sebelumnya, yaitu 1.884.108 orang dengan rata-rata harian mencapai 60.778 orang.

Penurunan jumlah angka keterangkutan diklaim sebagai akibat masih tingginya jumlah kasus Covi di Jakarta pada Agustus dibandingkan Juli 2022. Meski demikian, angka keterangkutan harian mencapai 60 ribu orang per hari telah menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan sejak pandemi mendera dunia dan meluluhlantakkan aktivitas ekonomi, terutama sektor layanan dan jasa transportasi.

Baca juga: Proyek MRT Jakarta Fase 2A Terus Berjalan, Fase 3 dan 4 Juga Tak Kendor

Pada 2022 ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan angka keterangkutan rata-rata harian dapat menyentuh 40 ribu orang per hari. Grafik kenaikan jumlah pengguna jasa setiap bulan yang menyentuh angka sekitar 60 ribu per hari menumbuhkan optimisme target tersebut dapat tercapai.

Stasiun Tokyo Metro Dilengkapi Fitur Display Kepadatan Gerbong, Layak Ditiru PT KCI

Kepadatan kereta komuter di jam sibuk ibarat mimpi buruk bagi penumpang. Selain butuh usaha keras untuk mendapat sedikit celah agar bisa terangkut di gerbong super padat, penumpang juga butuh stamina untuk survive hingga tujuan. Berangkat dari kasus klasik khas kota metropolitan, jaringan Tokyo Metro belum lama ini tengah menguji fitur baru yang bisa membuat sedikit lega para pengguna jasa komuter.

Baca juga: [Video] Bertahan di Padatnya Gerbong Komuter Memang Tak Mudah, Tips dari Tokyo Ini Bisa Jadi Rujukan

Dikutip dari Soranews24.com (29/9/2022), Tokyo Metro Tokyo Metro menambahkan tampilan pada platform stasiun bawah tanah yang menunjukkan di mana bagian-bagian yang paling tidak ramai dari kereta berikutnya yang akan tiba di stasiun. Program ini masih dalam tahap uji coba, dan dipercaya dapat membantu para penumpang komuter Tokyo beralih dari perjalanan padat yang terkenal “gila” menjadi perjalanan yang padat “manusiawi”.

Meski pada jam sibuk kereya bawah tanah Tokyo akan selalu padat, namun, tidak semua gerbong akan sama sesaknya. Akan lebih nyaman bagi semua orang untuk menyebar sebanyak mungkin di rangkaian kereta, menghasilkan distribusi orang yang merata di antara gerbong.

Tentu, ada lebih dari itu. Beberapa orang mungkin ingin naik gerbong tertentu karena ketika kereta berhenti di tempat tujuan, gerbong itu adalah yang paling dekat dengan pintu keluar yang mereka tuju.

Jadi kika Anda berdiri di peron menunggu kereta api, idealnya Anda ingin tahu di mana gerbong yang paling sepi, sehingga Anda bisa naik kereta di sana. Sejumlah stasiun Tokyo Metro sekarang memiliki gerbang platform otomatis dengan layar tampilan video di atasnya. Yang perlu dilakukan Tokyo Metro saat ini menggunakan layar itu untuk menunjukkan seberapa ramai setiap gerbong di kereta berikutnya, sehingga orang yang akan naik dapat memilih yang paling sepi.

Layar menggunakan skala kode warna empat tingkat, dimulai dengan biru (gerbong yang memiliki kursi kosong) dan berlanjut ke hijau (gerbong tidak ada kursi kosong, tetapi relatif tidak ramai), oranye (hanya berdiri, bahu akan bersentuhan dengan orang lain), dan merah (kondisi gerbon sangat ramai).

Untuk menjalankan solusi tersebut, Tokyo Metro menggunakan depth-sensing camera yang dipasang di platform untuk melakukan pemeriksaan visual kereta dan memasukkan informasi itu ke program kecerdasan buatan, yang akan menghitung peringkat kepadatan dan meneruskan hasilnya ke tampilan di stasiun berikutnya. Lain dari itu, Tokyo Metro juga akan menggunakan tanggapan survei penumpang untuk membantu penyesuaian fitur baru ini.

Baca juga: Perkenalkan Oshiya, “Tukang Dorong” Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Dengan pola trafik penumpang yang kurang lebih sama antara Jakarta dan Tokyo, maka idealnya pihak operator PT. Kereta Commuter Indonesia dapat mempertimbangkan hadirnya jenis fitur ini untuk paling tidak dihadirkan pada stasiun-stasiun utama yang melayani komuter KRL Jabodetabek.

Airbus A320 dengan Livery Khusus Terbang Keliling 32 Negara Bawa Trofi Piala Dunia FIFA

Seluruh insan sepak bola di dunia, termasuk Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), memberikan atensinya terhadap tragedi di Stasiun Kanjuruhan, Malang. Hal itu tal lepas dari banyaknya korban jiwa yang menurut pemerintah mencapai 125 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Baca juga: Qatar Airways Tutup Rute ke Negara Selain Peserta Piala Dunia 2022

Meski begitu, FIFA tetap menjalankan agenda lainnya di tingkat internasional, dalam hal ini terkait persiapan menuju gelaran pesta sepak bola paling akbar sedunia, FIFA World Cup 2022 di Qatar. Salah satu agendanya ialah membawa trofi Piala Dunia tersebut keliling dunia ke 32 negara peserta menggunakan pesawat Airbus A320.

Airbus A320 milik maskapai charter asal Inggris, Titan Airways, diketahui memakai livery khusus berwarna merah bertuliskan “FIFA World Cup Trophy Tour” dan logo Coca-Cola selaku sponsor di bagian depan dekat pintu utama.

Tak lupa, di bagian ekor pesawat, dengan background hitam, terpampang gambar trofi Piala Dunia 2022 nan mencolok dan paling terlihat sebagai penanda apa yang ada di dalam pesawat.

Laporan Simple Flying, pada hari Minggu lalu, trofi Piala Dunia FIFA 2022 mendarat di Berlin bersama dengan pesawat Airbus. Trofi tersebut akan diarak keliling kota dan akan terus di sana sampai hari ini, Selasa, sebelum dibawa terbang kembali menuju Brussel, Belgia.

Setiap sebelum gelaran Piala Dunia FIFA dimulai, trofi Piala Dunia yang diperebutkan oleh 32 negara peserta terlebih dahulu diarak keliling ke masing-masing negara selama beberapa hari. Tujuannya adalah untuk membangun semangat dan kebanggaan oleh seluruh kalangan, baik pejabat maupun masyarakat luas.

Selain Jerman dan Belgia, setidaknya trofi tersebut akan diterbangkan bersama A320 Titan Airways dengan livery khusus dan diarak ke 30 negara peserta lainnya, seperti Swiss, Korea Selatan, Jepang, Australia, Ghana, Senegal, Perancis, Wales, Inggris, dan mengakhiri turnya pada 17 Oktober mendatang di Meksiko.

Baca juga: Stadion Terbesar di Asia dan Dilengkapi Jalur Kereta, Inilah Jakarta Internasional Stadium

Pada gelaran Piala Dunia 2022, trofi Piala Dunia kembali dibawa oleh Airbus A320 Titan Airways yang pada tahun 2018 atau gelaran Piala Dunia sebelumnya juga mendapat kesempatan membawa trofi tersebut.

Berbeda dengan tahun ini, yang memakai Airbus A320-200 dengan nomor registrasi G-POWM, pada tahun 2018 Titan Airways mengerahkan Boeing 737 yang dimodifikasi secara khusus, dengan konfigurasi 130 kursi ekonomi dan 38 kursi kelas bisnis. Modifikasi juga memungkinkan dilakukannya konferensi pers di pesawat di area depan kursi kelar ekonomi. Saat itu, pesawat terbang keliling 51 negara dan 78 bandara.
























4 Oktober 1883, Orient Express Pertama Kali Layani Rute Perancis ke Istanbul

Siapa yang tak kenal dengan kereta mewah dan mengular di Perancis? Ya kereta Orient Express merupakan kereta yang memberikan fasilitas superior bagi penumpangnya. Kereta mewah ini mulai melayani perjalanan jarak jauh pertamanya dari Paris menuju ke Istanbul sejak 4 Oktober 1883 silam.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Bisa dikatakan Orient Express ini sudah mengular selama 137 tahun. Pada awal mula beroperasi, kereta ini memulai perjalan dari Paris menuju Giurgiu, Rumania melalui Muenchen dan Wina. Kemudian enam tahun setelahnya, jarak perjalanan kereta ini diperjauh hingga ke Istanbul, Turki.

Sebelum Orient Express mengular dengan jarak terjauhnya ke Istanbul, perjalanan ini ditempuh menggunakan kapal ferry dari Bulgaria. Hingga akhirnya perjalanan dari Paris menuju Istanbul bisa ditempuh selama tiga hari dengan Orient Express.

Karena antusiasme penumpang yang menginginkan rute Paris menuju Istanbul, maka pihak pengelola memberikan operasi layanan tambahan. Pada 1889, Orient Express sendiri beroperasi setiap hari dari Paris menuju Budapet di Hongaria dan tiga kali seminggu menuju Istanbul.

Selain itu juga beroperasi seminggu sekali menuju Bukares di Rumania. Jadwal yang beragam ini akhirnya menjadi perhatian dari pengelola untuk memberikan opsi pada penumpang untuk menentukan tujuan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, pada tahun yang sama kereta ini beroperasi non stop menuju ke Istanbul.

Namun, perjalanan Orient Express dari Paris menuju ke Istanbul mulai tersendat saat Perang Dunia I berlangsung da aktivitas perang menyebabkan rentannya jalur dilalui kereta. Kemudian pada 1930-an menjadi masa-masa “jaya” dari kereta ini di mana perusahaan Belgia, Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens memberikan tambahan pelayanan untuk mendukung Orient Express.

Kereta Simplon Orient Express dan Arlberg Orient Express mendukung layanan kereta mewah pada masa itu. Uniknya, Orient Express menggunakan gerbong yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Austria, Hungaria dan Prancis. Desain dan interior yang berbeda-beda mencirikan dari mana gerbong itu berasal.

Sebelum perjalanan, para penumpang boleh memilih gerbong yang akan dinikmati. Sebab setiap gerbong memberikan layanan yang berbeda dan semuanya terdapat gerbong tidur dan gerbong makan yang terkenal dengan kualitas pelayanan dan kemewahannya.

Sehingga para penumpang kereta ini bukanlah orang dari kalangan biasa tetapi dari menengah ke atas. Pada 1962, Orient Express dan Arlberg Orient Express menghentikan layanan operasinya. Simplon Orient Express sisa dari layanan kereta yang digunakan untuk memberikan palayanan mewahnya. Kereta ini mengurangi jam pelayannya dan mulai redup pada 1970-an serta jalur dari Paris menuju Istanbul mulai dihentikan operasinya.

Rute perjalanan kemudian diperpendek dan mengurangi jarak tujuan dari kereta di mana Orient Express melayani jalur pendek Paris-Wina ataupun sebaliknya. Perusahaan pembuat gerbong di tiap negara juga menghentikan produksinya untuk layanan kereta ini.

Baca juga: Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa

Mereka lebih menjual dan menyewakan gerbongnya untuk perusahaan kereta lain. Orient masih menyediakan pelayanannya untuk perjalanan jarak dekat sampai pada era 2000-an dan 2009, kereta ini dinyatakan berhenti. Rute-rutenya dinonaktifkan dari perjalanan kereta api Eropa. Penonaktifan Orient karena sudah berkembangnya kereta api cepat dan maskapai penerbangan yang lebih murah serta efisiensi waktu yang cepat.

Apakah Ada Batasan Kecepatan Pesawat Agar Landing Gear Bisa Digunakan?

Landing gear atau roda pendaratan menjadi salah satu komponen paling penting pada pesawat terbang, baik saat di darat maupun di udara, sebelum lepas landas, ketika lepas landas dan turun landas, sampai mendarat dengan sempurna di runway. Namun, apakah ada batasan kecepatan pesawat agar landing gear bisa digunakan, khususnya saat landing?

Baca juga: Jadi Salah Satu Bagian Terpenting Pesawat, Begini Cara Kerja Landing Gear

Secara definitif, roda pendaratan berfungsi untuk menyerap tenaga pendaratan serta mencegah badan pesawat menghantam daratan. Fungsi tersebut dijalankan setidaknya oleh dua cara, pertama penyangga roda pendaratan utama yang memiliki sistem peredam kejut (shock struts). Kedua, landing force yang menyebar ke seluruh roda.

Di masa lalu, sistem landing gear belum menggunakan peredam kejut. Masih sangat sederhana sekali menggunakan rigid struts suspensi rendah yang membuat pendaratan jadi kasar dan keras. Seiring berjalannya waktu, landing gear pesawat mulai menggunakan spring steel struts, berlanjut ke bungee cords, dan barulah menggunakan shock struts.

Dengan menggunakan nitrogen dan cairan hidrolik, sistem pegas yang ‘tersaji’ pada shock struts akan mampu meminimalisir daya kejut ketika pesawat mendarat secara signifikan – setidaknya jauh lebih halus dari tiga varian di atas.

Daya kejut yang dihasilkan ketika pesawat touchdown akan senantiasa tereduksi dengan hadirnya dua silinder yang akan meminimalisir efek kejut.

Menurut salah seorang pilot komersial di Quora, Eric Larsen, landing gear memiliki batasan kecepatan. Ada dua kecepatan dalam hal pengoperasian landing gear. Salah satunya adalah maximum landing gear operating speed dan maximum landing gear extended speed. Itu di pesawat-pesawat besar, pada pesawat yang lebih kecil hanya ada satu batasan, maximum landing gear extended speed.

Pada maximum landing gear operating speed, pesawat diatur agar me-retract atau melipat landing gear ke dalam lambung pesawat.

Dalam pedoman Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), gear up atau proses dimana landing gear dilipat masuk ke dalam lambung pesawat maksimum di kecepatan 107 knot atau 198 km per jam pada pesawat narrowbody. Andai di atas ini, sebetulnya tidak berbahaya hanya akan memperlambat laju pesawat dan turunannya membuat lebih boros bahan bakar.

Diketahui, pesawat mulai meninggalkan landasan pacu saat mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau decision speed (V1) berkisar antara 120 sampai 140 knot. Tentu ini kondisional, tergantung muatan yang dibawa.

Umumnya, proses retraction (gear up) atau melipat landing gear ke dalam lambung pesawat kecepatan maksimumnya lebih rendah dibanding dengan gear down atau mengeluarkan landing gear dari lambung untuk mendarat. Ini disebabkan nose landin gear atau roda depan pesawat melipat ke arah depan, bukan ke samping sebagaimana main landing gear, sehingga melawan aliran udara.

Baca juga: Mengenang Insiden Garuda Indonesia GA981, Berhasil Mendarat Mulus Meski Landing Gear ‘Pincang’

Bila retraction atau melipat landing gear maksimum dikecepatan 109 knot, maka saat gear down atau maximum landing gear extended speed mencapai 129 knot atau 238 km per jam.

Pada pesawat-pesawat modern, seperti Airbus A320, ada sistem yang mencegah pilot mengeluarkan landing gear dari lambung pesawat. Disebutkan, itu berada di kecepatan 260 knot. Lebih dari itu, sedikitnya ada dua fitur pencegah terjadinya hal itu (landing gear keluar di atas kecepatan 260 knot). Meski di sisi lain itu bisa membantu menurunkan kecepatan pesawat, tetapi itu dinilai bisa membuat landing gear rusak.

Stasiun di Melbourne Uji Penggunaan Duratrack, Bantalan Rel dari Bahan Plastik Daur Ulang

Pemerintah Negara Bagian Victoria di Australia telah mengumumkan pemasangan bantalan kereta api yang terbuat dari bahan plastik daur ulang di stasiun Richmond, Melbourne. Langkah ini merupakan bagian dari upaya keberlanjutan ramah lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian dan akan mendukung transisi ke ekonomi sirkular.

Baca Juga: Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (26/6/2019), rel kereta Duratrack yang ada Stasiun Richmond akan dilengkapi dengan 200 bantalan rel kereta Duratrack terlebih dahulu sebagai bagian dari program uji coba selama 18 bulan. Inovasi ini sendiri dikembangkan oleh Integrated Recycling di Mildura yang juga bekerja sama dengan Monash University. Menurut salah satu juru bicara dari pihak pengembang, bantalan ini terbuat dari campuran polystyrene dan limbah pertanian.

Pihak pengembang menambahkan bahwa bantalan rel ini juga memiliki usia penggunaan hingga 50 tahun dan tidak membutuhkan terlalu banyak perawatan. Selain berkelanjutan dan tahan lama, bantalan rel ini juga memiliki keuntungan lain, yaitu dari segi ekonomis. Bantalan rel ini diproduksi dengan setengah biaya bantalan kayu tradisional.

Untuk diketahui, bantalan rel inovatif ini sudah terpasang dan berjalan di empat rel kereta Victoria.

Menteri Transportasi Umum Victoria, Melissa Horne mengatakan, “Sangat menyenangkan bisa melihat teknologi inovatif dan ramah lingkungan semacam ini diluncurkan di salah satu stasiun kereta tersibuk di Melbourne.”

Pemerintah negara bagian juga mengatakan bahwa untuk setiap kilometer lintasan yang sudah terpasang bantalan rel plastik daur ulang ini, maka ada sekitar 64 ton sampah plastik yang dialihkan dari tempat pembuangan sampah – untuk dijadikan bahan dasar pembuatan bantalan rel ini.

Uji coba akan mengevaluasi bantalan rel ini sebelum meluncurkan dalam skala yang lebih luas di jaringan kereta api Victoria. Diinformasikan bahwa Victoria telah menginvestasikan Au$ 630.000 (berkisar Rp6,2 miliar) melalui program hibah yang dikelola oleh Sustainability Victoria untuk program uji coba.

Baca Juga: Menjadi yang Pertama di Australia, Bandara Melbourne Hadirkan eGate dan Smart Security

Menteri Energi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Victoria, Lily D’Ambrosio mengatakan, “Kami merangkul teknologi baru untuk mengatasi masalah polusi plastik di wilayah kami.”

“Proyek ini adalah contoh yang bagus dari ekonomi sirkular yang kami ciptakan melalui inovasi dan memikirkan kembali produk yang kami gunakan setiap hari.”

Baru-baru ini, Victoria membuka proses Registration of Interest (RoI) untuk mencari pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan Suburban Rail Loop, yang merupakan jaringan kereta bawah tanah orbital yang diusulkan untuk menghubungkan pinggiran kota Melbourne bagian tengah.

 

Fitur-Fitur Rahasia di Kabin Pesawat, Salah Satunya Bisa Buka-Kunci Pintu Toilet dari Luar

Penumpang biasanya hanya diberi tahu oleh maskapai beberapa fitur, seperti In-flight entertainment (IFE), Wi-Fi, dan beberapa lainnya yang umum. Di luar itu, sebetulnya masih banyak fitur-fitur rahasia yang mesti penumpang ketahui dan tidak diinformasikan oleh awak kabin. Berikut selengkapnya.

Baca juga: Delapan Fitur Tersembunyi di Pesawat, Penumpang Wajib Tahu!

1. Buka-kunci pintu toilet dari luar

Salah satu pengguna Quora, Song Junxian, mengungkapkan di antara fitur-fitur tersembunyi di kabin pesawat adalah bisa membuka pintu toilet dari luar.Dalam keadaan normal, mungkin ini tidak diperlukan. Namun dalam keadaan darurat, fitur ini mungkin penting untuk diketahui.

Disebutkan, cara membuka pintu toilet pesawat dari luar yaitu dengan mencungkil lapisan besi bertuliskan “lavatory” yang tertera di luar pintu. Kemudian akan muncul kenob pintu untuk membukanya.

Bagi pramugari/pramugara, ini berfungsi untuk keamanan dan keselamatan penerbangan (safety). Umum diketahui, sebelum dan setelah lepas landas, seluruh pintu harus dalam keadaan terkunci, termasuk pintu toilet. Dengan fitur ini, toilet bisa dikunci dan dibuka dari luar.

Manfaat lain dari fitur ini untuk awak kabin adalah untuk mengamankan toilet untuk mereka. Sudah menjadi rahasia umum bahwa awak kabin dan awak kokpit berbagi toilet dengan penumpang. Ini tentu dapat menghalangi kinerja mereka.

2. WiFi gratis

Di beberapa maskapai semisal Delta Airlines, penumpang dimungkinkan mendapat atau mengakses fitur WiFi secara gratis. Ini cukup untuk mendapatkan pesan dan email yang terlewatkan selama proses lepas landas.

Caranya, mula-mula penumpang harus mencari film yang ingin ditonton di ponsel atau tablet. Saat ingin menonton film tersebut, penumpang akan diminta untuk mengunduh aplikasi GoGo.

Baca juga: Awas! Bila Dapat Kursi Pesawat di Bawah Bagian Ini Atau Anda Bakal ‘Ketiban’ Awak Kabin

Pilih unduh aplikasi dan Wi-Fi akan dibuka secara gratis selama beberapa menit agar penumpang dapat mengunduhnya. Terkadang, setelah selesai mengunduh, Wi-Fi masih terhubung dengan ponsel sehingga bisa digunakan untuk berkirim pesan instan atau email.

3. Armrest

Armrest atau sandaran tangan di kursi tengah biasanya bisa diangkat untuk memudahkan keluar masuk penumpang sekaligus salah satu keuntungan duduk di kursi tengah. Di luar itu, terutama kursi di lorong (aisle). Caranya, di bagian bawah armrest paling belakang ada tombol untuk ditekan. Sambil ditekan, armrest ditarik atau didorong ke atas dan itu bisa diangkat.

Bisakah Penumpang Berada di Sebuah Penerbangan Tanpa Diketahui Maskapai? Ini Jawabannya

Di era digital seperti sekarang, semua penumpang pesawat sudah pasti tercatat dengan baik dan tepat oleh maskapai. Itu kenapa penumpang tidak boleh bertukar tempat duduk dengan penumpang lainnya sekalipun itu teman sekantor atau bahkan keluarga. Karena manifes penumpang sudah tercatat persis sesuai dengan yang tertera di tiket.

Baca juga: Mungkinkah Penumpang Salah Masuk Pesawat Saat Ini?

Meski begitu, di luar kondisi normal, mungkinkah penumpang tidak tercatat atau tercatat tetapi tidak valid oleh maskapai dalam sebuah penerbangan?

Berbicara terkait penumpang tidak tercatat atau penumpang yang tidak diketahui oleh maskapai dalam sebuah penerbangan, mungkin publik akan teringat dengan serial film Home Alone pada tahun 1992 yang diperankan karakter Kevin.

Kevin diketahui naik pesawat Boeing 767 American Airlines menuju Florida untuk menikmati matahari yang ternyata itu malah menuju New York. Dengan demikian, ia mungkin tercatat oleh maskapai secara jumlah keseluruhan penumpang di dalam kabin, namun tidak tercatat dengan valid,

Kendati hanyalah film, namun, di tahun tersebut insiden penumpang salah naik pesawat atau penumpang tidak tercatat oleh maskapai memang benar adanya karena sistem pengecekan manual ataupun berbasis teknologi ketika iut belum se-terstruktur seperti saat ini.

Akan tetapi, meski saat ini sudah jauh lebih canggih dari tahun 1992 dan penumpang jauh ter-manage dengan baik, nyatanya insiden penumpang salah naik pesawat atau tidak tercatat oleh maskapai masih terjadi.

Dalam sebuah penerbangan, Randy Duncan, pilot sebuah maskapai menceritakan salah seorang penumpang pernah terbang tanpa diketahui maskapai. Insiden itu bermula saat penumpang boarding tanpa menunjukkan tiket ke petugas.

Di kasus lain, terkadang mesin scan boarding pass tidak berfungsi atau memang masih dilakukan secara manual oleh petugas dan biasanya pengecekan manual ini hanya sekedar melihatnya secara sekilas, tidak dengan teliti.

Duncan melanjutkan, penumpang yang tak menunjukkan boarding pass-nya untuk lantas duduk di sebuah kursi tanpa diperiksa oleh awak kabin saat masuk ke kabin. Di tengah perjalanan, penumpang tersebut mengobrol dengan penumpang di sebelahnya dan entah bagaimana ceritanya ia mengetahui bahwa pesawat yang ia tumpangi menuju Portland OR, bukan Portland ME.

Menurut Duncan, yang ketika itu menjadi kapten pilot, hal seperti itu bisa terjadi di era penerbangan modern, mulai dari proses awal penerbangan sampai akhir layaknya saat ini, lantaran kesalahan pada alur penerbangan. Itu termasuk kedisiplinan petugas dalam menjalankan SOP, utamanya pengecekan identitas dengan tiket di boarding gate dan di kabin sesaat setelah masuk ke pesawat.

Baca juga: 7 Kesalahan Penumpang yang Mesti Dihindari Saat di Gate Pengecekan Keamanan Bandara

Ia juga mengkritisi, selama ini petugas hanya peduli tentang jumlah penumpang dan bobot di dalam kabin.

Menariknya, kapten pilot itu, dalam sebuah tulisan di Quora, menceritakan karyawan di sebuah maskapai penerbangan juga sering kali menyelinap masuk ke dalam sebuah penerbangan lewat pintu belakang, sehingga tidak diketahui oleh maskapai. Umumnya, motivasi oknum karyawan melakukan itu untuk menghindari membeli tiket alias gratis.

Nigeria Buka Opsi Pembelian COMAC C919 untuk Nigeria Air

Setelah meraih sertifikasi kelaikan udara dari Civil Aviation Administration (CAA) – Administrasi Penerbangan Sipil Cina, pesawat narrow body COMAC C919 penantang dominasi Airbus A320neo dan Boeing 737 Max, kini bersiap untuk mulai dipasarkan.
Namun, khusus untuk pemasaran di luar Cina, COMAC masih mendapatkan kendala, lantaran pesawat twin engine itu belum meraih sertifikasi dari lembaga berpengaruh seperti European Union Aviation Safety Agency (EASA) – Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa, dan US Federal Aviation Administration (FAA) – Administrasi Penerbangan Federal AS.
Sudah menjadi rahasia umum, bila sertifikasi dari FAA dan EASA akan sulit keluar, maklum ada tekanan politik dibalik sertifikasi tersebut. Namun, belum lama ini ada kabar, bahwa Nigeria rupanya memberi respon positif atas C919.
Dikutip dari simpleflying.com (3/9/2022), meskipun penyerahan C919 perdana kepada maskapai pemesan baru dilukan pada tahun 2023, yakni maskapai pertama pengguna adalah China Eastern, namun, maskapai nasional Nigeria (Nigeria Air) tidak mengesampingkan C919. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Menteri Penerbangan Nigeria Haidi Sirika.
Nigeria Air tengah mengincar armada sekitar 30 pesawat pada tahun 2025, sebagian besar terdiri dari merek Boeing dan Airbus. Mamun, Sirika tetap berpikiran terbuka terhadap kemungkinan C919 yang baru saja disertifikasi dari Cina. “Kami belum melihat C919. Tetapi jika itu sebagus yang lain, mengapa tidak,” kata Sirika kepada Reuters di majelis penerbangan PBB pada hari Sabtu. “China dan Nigeria memiliki hubungan yang sangat ramah dan bersahabat dengan saling menguntungkan,” tambah Sirika.
Pesanan C919 akan menjadikan Nigeria Air sebagai pelanggan internasional pertama untuk pesawat produksi Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.. Nigeria sebelumnya telah melakukan negosiasi kepada COMAC pada tahun 2017, dengan Pemerintah Negara Bagian Kaduna membuka pembicaraan kepada produsen pesawat yang berbasis di Shanghai untuk menyewakan pesawatnya ke operator Nigeria yang bersedia menempatkan diri di Bandara Internasional Kaduna.
Cina telah bekerja erat dengan pemerintah Nigeria selama beberapa dekade, setelah banyak berinvestasi dalam infrastruktur dan energi di seluruh wilayah. Nigeria saat ini merupakan importir terbesar barang-barang Cina di Afrika, dengan sekitar US$24 miliar masuk ke negara itu pada tahun 2021. Kemitraan dalam industri penerbangan tampaknya menjadi langkah ‘alami’ berikutnya bagi kedua negara.

Batik Air Gelar Fashion Show di Udara Sembari Luncurkan Rute Baru dari Bandara Halim

Menyabut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2022. Batik Air menggelar Fashion Show 35.000 kaki (di ketinggian sekitar 10.000 meter” bertemakan “Ikon Kebanggaan Indonesia” yang diperagakan oleh awak kabin (cabin crew).

Baca juga: Ulang Tahun Ke-50, Korean Air Hadirkan Seragam Vintage Awak Kabin dari Masa ke Masa

Momentum Fashion Show 35.000 kaki bertepatan peluncuran Batik Air menambah rute baru tujuan Samarinda dan Pekanbaru dan frekuensi terbang ke Medan Kualanamu (KNO), Surabaya (SUB) dan Yogyakarta Kulonprogo (YIA) dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).

Batik Air mengusung filosofi kaya makna dari Indonesia, memerlukan pemusatan pikiran (konsentrasi dalam beroperasi), kesabaran dan kebersihan jiwa (segenap hati melayani) serta nilai historis karya anak bangsa agar terus mampu melanglangbuana hingga ke berbagai negara.

Batik memberikan dasar tentang ketekunan, kegigihan serta kebanggaan karena memerlukan pemusatan pikiran, kesabaran dan kebersihan jiwa. Sebagai kualitas seni dan menggambarkan potensi kekayaan nusantara, batik tercermin pada logo, corak pesawat (livery) serta balutan seragam awak kabin.

Pada kesempatan Fashion Show 35.000 kaki “Ikon Kebanggan Indonesia”, awak kabin memperagakan motif batik daerah, bagian mempopularkan yang mewakili kota tujuan Batik Air.

1. Luwuk
Tenun Nambo menjadi kebanggan dari Kabupaten Banggai yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan diunggulkan dalam trend centre ethic daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Motif batik terdiri Batara Guru (makna kemakmuran), Sawerigading (berjiwa petualang, mengembangkan diri dan berfikir untuk kemajuan), We Cudai (karakter melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan), I La Galigo (semangat pelopor, pemimpin, pekerja keras dan mandiri).

2. Jayapura
Batik mempresentasikan keragaman budaya dan kekayaan alam Papua. Motif batik Papua bermakna dengan relung hati, memancarkan pesan moral cinta kasih manusia dengan alam sekitar. Kombinasi motif asimetris memperlihatkan khas etnik dan warna-warna cerah.

3. Nasional
Menggambarkan berbagai kota tujuan atau destinasi Batik Air di Indonesia. Perpaduan antara garis, bentuk menjadi satu kesatuan yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Nilai estetik yang dimiliki menunjukkan bagus dan keren.