Kedatangan Boeing C-40C “SPAR 19” Nancy Pelosi di Taiwan Bikin Penerbangan Sipil Kacau?

Perang yang kemungkinan menyulut Perang Dunia III antara Beijing dan Washington, dengan Taiwan menjadi medan tempurnya, berpotensi pecah usai kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, Selasa malam. Ia dan rombongan datang menggunakan pesawat Boeing C-40C SPAR 19.

Baca juga: Boeing C-40, Varian Unik 737 yang Jarang Diketahui Publik

Bukan hanya menantang Cina, kedatangannya juga disinyalir membuat penerbangan sipil terganggu akibat pergerakan armada militer kedua belah pihak.

Sebelum kedatangan Pelosi ke Taiwan, Cina sudah mengerahkan armada militernya di laut dan udara dalam jumlah besar. Beijing bahkan melakukan latihan militer yang ditujukan langsung ke wilayah Taiwan, sejalan dengan peringatan keras dari Menteri Luar Negeri Cina atas kunjungan tersebut, yang berarti melanggar nine dash line atau sembilan garis putus-putus, dimana Taiwan termasuk di dalamnya.

Usai Boeing C-40C SPAR 19 yang membawa Pelosi dan rombongan mendarat di Taiwan, pejabat pulau yang diklaim Cina tersebut melaporkan lebih dari 12 pesawat tempur Sukhoi Su-35 Cina masuk ke zona pertahanan udara Taiwan.

AS tentu tidak tinggal diam. Dalam berbagai pemberitaan internasional, Armada Ketujuh Angkatan Laut AS mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Ronald Reagan di sekitar Laut Filipina, selatan Taiwan. Ronald Reagan didampingi oleh USS Higgins dan USS Carl Brashear. Di atas kapal-kapal tersebut terdapat banyak armada jet tempur F-35. Ini semua demi memastikan keamanan kunjungan Pelosi.

Ketegangan dan pengerahan armada militer inilah yang pada akhirnya disebut membuat penerbangan sipil kacau dan menghindari wilayah di sekitar Laut China Selatan (LCS) dan Taiwan.

Meski begitu, penerbangan sipil dari dan ke Taiwan, dari pantauan di FlightRadar24, tetap normal seperti biasa. Demikian juga saat pesawat Boeing C-40C SPAR 19 Nancy Pelosi menuju Taiwan sampai mendarat di sana. Semua cenderung normal kendati ada sterilisasi airways di sekitar jalur yang dilewati SPAR19.

Dilansir Indomiliter.com, SPAR 19 tak lain adalah callsign dalam penerbangan, sementara pesawat yang digunakan adalah Boeing C-40C Clipper dengan nomor 09-0540 yang dioperasikan Angkatan Udara AS. Dengan livery biru putih khas “Air Force One” menjadikan pesawat narrow body ini tampil laksana pesawat mini kepresidenan.

Boeing C-40C Clipper sendiri merupakan pesawat militer yang dibangun dari pesawat sipil Boeing 737-700 Business Jet.

Boeing C-40 mempunyai tiga varian berbeda, mulai dari C-40A “Clipper”, C-40B, dan C-40C. Embrio masing-masing varian tersebut juga berbeda-beda dan didapuk sebagai pengganti para pendahulunya.

C-40 Clipper adalah versi militer dari pesawat komersial Boeing 737-300. Pesawat ini pertama kali beroperasi pada tahun 2003 dengan berbagai fitur unggulan, seperti rest area kru, kompartemen pengunjung yang istimewa dengan tempat tidur, dua dapur kecil, dan tempat duduk kelas bisnis dengan meja kerja. Fitur-fitur tersebut sangat memanjakan berbagai pejabat penting negara, seperti menteri, anggota DPR, hingga pejabat militer.

Berbeda dengan C-40A Clipper, C-40B versi militer yang lahir dari pengembangan Boeing 737-700 business jet ini diplot sebagai pengganti C-137 yang dianggap sudah senja. Seperti C-40A Clipper, C-40B juga dibuat untuk menjadi kantor terbang bagi para pejabat AS. Namun, fitur yang ditonjolkan berbeda dengan Clipper.

C-40B lebih menonjolkan kemampuan komunikasi sebagai fitur utama pesawat. C-40B menyediakan kemampuan transmisi dan penerimaan data/video broadband serta komunikasi suara dan data yang jernih dan aman.

Baca juga: Boeing T-43 Gator – Seri Boeing 737-200 yang Menjadi Pesawat Latih Navigasi Udara

Fitur tersebut tentu sangat menunjang mobilitas para pejabat untuk mengurus pekerjaan dan bisnis di mana saja di seluruh dunia menggunakan Internet on-board dan koneksi jaringan area lokal, telepon, satelit, monitor televisi, serta mesin faksimili dan fotokopi. C-40B juga memiliki sistem data penumpang berbasis komputer.

C-40 Clipper dan C-40B boleh saja dilengkapi dengan fitur berkelas, namun, keduanya tak mempunyai kemampuan untuk mengubah konfigurasi semudah C-40C. Versi militer yang ditugaskan untuk mengisi pos peninggalan C-22 yang sudah uzur ini mampu mengubah konfigurasinya untuk menampung dari 42 menjadi 111 penumpang.

KAI Tawarkan Diskon Perjalanan KA Jelang Jember Fashion Carnaval

Berwisata ke Kota Jember, Jawa Timur pastinya lebih sensasional jika bersamaan dengan acara besar yang diselenggarakan di area tersebut. Ya, Jember Fashion Carnaval (JFC) siap memanjakan para wisatawan baik lokal, nasional bahkan internasional, yang akan diselenggarakan selama dua hari, yaitu tanggal 6 – 7 Agustus 2022.

Baca juga: KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Tahun ini, JFC 2022 mengusung tema The Second Decade of JFC yang nantinya akan menampilkan pertunjukan dari beberapa kategori Pet Carnaval, Wonderful Artchipelago Carnival (Fashhion Art), World Kids Carnival, dan Grand Carnival ofJember Fashion Carnaval. Event yang bertaraf internasional ini aan digelar secara offline dan masyarakat dari penjuru daerah akan datang ke Jember.

Event JFC 2022 ini tak sekadar memeriahkan Kota Jember saya untuk menarik minat warganya. Namun dengan diadakannya acara ini, PT Kereta Api Indonesia pun mengambil tindakan untuk menawarkan tarif diskom perjalanan kereta api dari dan ke arah Jember. Ya, informasi penting ini nantinya bissa dinikmati masyarakat yang ingin mampir ke Kota Jember menggunakan kereta api akan mendapatkan potongan diskon sebesar 10% untuk beberapa kereta api yang melewati Stasiun Jember. Kerjasama ini merupakan langkah dari PT KAI Daop 9 Jember dengan pemerintah Kota Jember untuk mengoptimalisasikan khususnya event dan area wisata yang ada di Jember dan sekitarnya.

Diskon yang diberikan nantinya akan tersedia bagi kereta api dengan kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi premium. Adapun kereta api yang akan mendapat tarif diskon 10% diantaranya adalah KA Ranggajati (Cirebon – Jember pp.), KA Wijayakusuma (Cilacap – Jember pp. / Ketapang – Jember pp.), KA Mutiara Timur (Yogyakarta – Jember pp. / Ketapang – Jember pp.) dan KA Logawa (Purwokerto – Jember pp.). Sebagai catatan, tarif diskon ini tidak berlaku untuk kereta api kelas luxury, PSO dan kereta wisata lainnya.

Baca juga: KA Cantik Ekspres, Hanya 5 Tahun Layani Jember-Surabaya!

Untuk pembelian tiket kereta api yang telah disebutkan, berlaku pemesanan mulai tanggal 2 – 7 Agustus 2022. Kemudian untuk keberangkatan dimulai tanggal 3 – Agustus 2022. Pembelian tiket tersebut hanya dilakukan melalui aplikai KAI Access saja, tidak berlaku pembelian langsung atau pemesanan di loket stasiun kereta api. Kemudian tarif diskon ini tidak berlaku untuk tarif khusus atau reduksi dan tidak dapat dibatalkan ataupun diubah jadwal perjalanannya. Bagaimana, ada minat mengunjungi JFC 2022 untuk akhir pekan nanti? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Sambut Wisatawan, Monumen Lokomotif Uap Jadi Ikonik Stasiun Bandung

Jika berkunjung ke Kota Bandung menggunakan kereta api, mayoritas pengunjung pastinya berakhir di Stasiun Bandung. Letaknya yang strategis membuat stasiun besar ini menjadi titik utama kedatanga para wisatawan. Namun tau ga sih saat keluar dari Stasiun Bandung melihat sebuah monumen lokomotif uap yang berdiri tegak dan masih terlihat sangat bagus? Ya, lokomotif uap bernomor TC10 ini seakan menyambut kedatangan wisatawan yang menggunakan kereta api untuk berlibur di Kota Bandung. Tapi jika ingin melihat ataupun mengabadikan lokomotif uap ini, kalian harus keluar melalui pintu bagian selatan Stasiun Bandung. Alias pintu keluar bagi penumpang kereta api lokal.

Baca juga: Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

Kabarpenumpang.com sedikit memberi penjelasan mengenai lokomotif ini yang dilansir dari Heritage Kereta Api Indonesia bahwa monumen lokomotif uap ini bernama Purwa Aswa Purba yang berarti Awal Kuda Kuno. Saat jaman perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) lokomotif uap ini mengoperasikan di jalur kereta api dengan lebar rel anya 600 mm di Jawa Barat dan Jawa Timur. Uniknya lokomotif ini merupakan andalan masyarakat untuk mobilitas di lintas Rengasdengklok – Karawang – Wadas – Ciikampek yang dapat mengangkut barang dan penumpang. Saat beroperasi, perusahaan SS menomori lokomotif ini adala 508T namun pada era Djawatan Kereta Api diubah mencadi TC.10.08.

Meski terlihat tidak terlalu besar, berat keseluruhan lokomotif ini mencapai 12,7 ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 25 km/jam. Bahan bakar yang digunakan adalah kayu jati. Kelengkapan lokomotif ini adalah tersedianya kotak pasir yang nantinya akan digunakan untuk menyemperotkan pasir ke jalan rel agar permukaan rel tidak kering sehingga roda saat lokomotif uap ini berjalan tiak slip. Namun sangat disayangkan jalur rel dengan lebar 600 mm saat ini sudah tidak ditemukan di lintas raya kereta api. Jalur rel dengan lebar tersebut ditutup pada tahun 1972 – 1973 karena tidak mampu bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.

Baca juga: Tahukah Anda, Naik Kereta Api Jakarta – Bandung Seberangi 21 Jembatan Besar

Saat ini monumen lokomotif uap masih terus dirawat. Walaupun tidak dioperasikan, monumen ini selalu dijaga keasliannya sebagai benda cagar budaya Kereta Api Indonesia agar generasi mendatang tetap menikmati sejarah serta saksi bisu bahwa lokomotif tersebut meninggalkan kisah panjang di perkeretaapian Indonesia. Tak sedikit warga baik calon penumpang kereta api maupun warga sekitar jika melewati monumen tak lupa untuk berswa foto bahkan mengabadikan sebagai koleksi pribadi sejarah yang luar biasa. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Kurangi Beban, Garuda Indonesia Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 ke Lessor

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari Senin, (1/8) mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000 yang pada fase awal ini dilakukan melalui pengembalian 2 (dua) pesawat produksi Perusahaan berbasis di Montreal, Kanada dari total 18 pesawat Bombardier CRJ-1000 yang sebelumnya pernah dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

Baca juga: Bandara “Bandaranaike” Kolombo, Saksi Bisu Beberapa Pendaratan Darurat Garuda Indonesia

Adapun tindak lanjut pengembangan armada tersebut merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat Bombardier CRJ-1000 yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC).

Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda Indonesia sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”) termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja.

Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan pada pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Dalam keterangan yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda Indonesia guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.

Irfan memaparkan “Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya.”

Sebelumnya pada tanggal 19 Juli 2022 lalu kami juga telah mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda.

Lebih lanjut, langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat di mana nantinya Perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen.

“Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi para pengguna jasa, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan sinergi bersama dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare,” papar Irfan.

Sejalan dengan tindak lanjut kesepakatan yang telah berhasil dicapai oleh perusahaan dengan lessor serta didukung dengan peningkatan kinerja yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, selanjutnya Garuda Indonesia akan menambah pengoperasian sebanyak 3 armada B737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk melengkapi proyeksi pengoperasian armada Garuda Indonesia yang diperkirakan akan mencapai 60-70 armada di akhir tahun 2022 mendatang.

Intensifkan Langkah Restrukturisasi Kinerja, Garuda Indonesia Berhasil Tekan Kerugian hingga 42% di Kuartal I 2022

Seiring dengan berbagai langkah strategis yang diambil oleh Garuda Indonesia khususnya dalam mengoptimalkan cost structure dan restrukturisasi kinerja, pada kuartal I/2022 Garuda Indonesia secara grup mencatatkan penurunan realisasi rugi hingga USD224,14 juta, menyusut 42 persen dibandingkan dengan kuartal I tahun 2021 sebesar USD385,36 juta.

Capaian tersebut berhasil diraih dengan adanya penurunan beban usaha Perusahaan di awal tahun 2022 ini yang tercatat USD526,34juta pada kuartal pertama di awal tahun ini, di mana pembukuan beban usaha tersebut lebih rendah 25 persen dari catatan beban usaha tahun lalu sebesar USD702,17juta.

Adapun penurunan beban usaha tersebut terimplementasikan pada sejumlah lini beban seperti biaya operasional penerbangan, pemeliharaan-perbaikan, umum-administrasi, beban bandara, pelayanan penumpang, operasional hotel, transportasi dan jaringan.

Lebih lanjut pada periode kuartal 1 – 2022 tersebut Garuda Indonesia juga mencatatkan konsistensi pendapatan usaha yang berada di kisaran USD 350 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun raihan pendapatan usaha tersebut berasal dari segmen penerbangan berjadwal yang menjadi kontribusi terbesar dengan total mencapai USD270,57 juta, disusul penerbangan tidak berjadwal dan lainnya masing-masing sebesar USD 24,07 juta, dan USD 55,50 juta.

Baca juga: Garuda Indonesia Terbang (Lagi) ke AS Lewat Codeshare dengan Singapore Airlines

“Semakin terkendalinya pandemi dan yang juga berkontribusi pada peningkatan mobilisasi masyarakat serta pembukaan penerbangan antarnegara tentunya menjadi sinyal positif untuk mengakselerasikan langkah pemulihan kinerja yang terus dioptimalkan oleh perusahaan,” tambah Irfan.

“Kami meyakini dengan strategi dan business plan yang terus didiskusikan secara intensif, mempertimbangkan kondisi aktivitas perjalanan masyarakat khususnya melalui transportasi udara yang semakin menunjukkan tren positif, serta beban kewajiban Perusahaan yang turun signifikan melalui proses PKPU ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pemulihan kinerja Perusahaan sekaligus mewujudkan maskapai Garuda Indonesia sebagai bisnis yang simple dan profitable,” tutup Irfan.

Pesawat Penumpang Mana yang Bisa Terbang Paling Tinggi Sepanjang Sejarah?

Pesawat terbang komersial atau pesawat penumpang umumnya terbang di ketinggian 37 ribu kaki. Meski begitu, mereka sebetulnya bisa terbang jauh lebih tinggi dari itu. Lantas, pesawat penumpang mana yang bisa terbang paling tinggi sepanjang sejarah?

Baca juga: Mengapa Ada Batasan Ketinggian Terbang untuk Pesawat? Ini Jawabannya

Sebelum mulai terbang secara komersial, pesawat terlebih dahulu dilakukan berbagai tes esktrem, mulai dari tes terbang di cuaca sangat panas dan sangat dingin, tes bird strike, dan lain sebagainya. Namun, tidak dites terbang di ketinggian tertinggi.

Umumnya, service ceiling atau ketinggian terbang maksimum pesawat mencapai 41 ribu kaki. Ini tergantung pada jenis pesawat, narrowbody atau widebody.

Pesawat-pesawat widebody dengan empat mesin jet memiliki ketinggian terbang maksimum mencapai 43 ribu. Airbus A380, misalnya, bisa terbang maksimum di ketinggian 43.100 kaki. Begitu juga dengan pesawat Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner (walaupun 787-10 dan A350-1000, yang notabene lebih besar, hanya mampu terbang maksimum di ketinggian 41.100 kaki dan 41.450 kaki).

Sedangkan untuk pesawat narrowbody terbaru, semisal Boeing 737 MAX disertifikasi untuk terbang di ketinggian maksimum mencapai 41 ribu kaki, jauh lebih tinggi dari seri klasik maupun seri aslinya yang hanya mampu terbang di ketinggian maksimum 37 ribu kaki.

Keluarga Airbus A320, yang secara head to head memiliki banyak keunggulan dibanding keluarga Boeing 737, hanya sanggup terbang di ketinggian yang lebih rendah dibanding MAX, mencapai 39.100 kaki hingga 39.800 kaki untuk seri neo.

Ketinggian terbang tersebut tentu banyak mengundang tanya, mengapa pesawat harus terbang tinggi di ketinggian tersebut?

Dikutip dari Simple Flying, prinsipnya, semakin tinggi terbang, udara akan lebih ringan, sedikit resistensi angin, lebih banyak daya, lebih sedikit kinerja mesin, dan lebih sedikit drag (gaya tahan). Hal itu berarti, beban kerja mesin akan menjadi berkurang dan output-nya pesawat akan lebih hemat bahan bakar.

Andai pesawat terbang lebih tinggi dari service ceiling yang sudah ditetapkan pabrikan, pesawat akan mengalami shutdown engine, restart engine, atau bahkan overheat dan terbakar karena telah mencapai ketinggian maksimum. Ini berbeda dengan jangkauan terbang, dimana pesawat masih bisa terbang lebih jauh dari jangkauan yang sudah ditetapkan pabrikan, dengan catatan muatan pesawat sangat rendah.

Pada Maret tahun 2020 lalu, misalnya, pesawat Boeing 787 Dreamliner maskapai Air Tahiti Nui berhasil memecahkan rekor penerbangan komersial terjauh sampai 15.715 km, lebih jauh dari standar pabrikannya mencapai 14.800 km. Ini karena muatan pesawat sangat sedikit sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat dan jangkauan terbang lebih jauh.

Lain hanyanya dengan ketinggian maksimum pesawat. Ini umumnya tidak bisa dipaksakan karena kandungan udara (oksigen) yang dibutuhkan mesin di udara jauh menipis. Selain itu ada faktor teknis lainnya yang membuat pesawat tidak bisa terbang jauh lebih tinggi dari ketinggian maksimumnya.

Airbus A380, misalnya, sepanjang karir pesawat tersebut belum pernah ada pemberitaan yang massif menyebut pesawat terbang lebih tinggi dari service ceilingnya.

Baca juga: Pesawat Boeing Pakai Winglet dan Pesawat Airbus Pakai Sharklet, Apa Bedanya?

Pesawat komersial yang sanggup terbang jauh lebih tinggi dari Airbus A380 dan menjadi pesawat komersial sepanjang sejarah yang mampu terbang paling tinggi di ketinggian 60 ribu kaki adalah pesawat supersonik Concorde.

Concorde diizinkan terbang di ketinggian tersebut karena didukung sejumlah teknologi yang memungkinkan untuk terbang di ketinggan tersebut, seperti jendela yang lebih kecil (bahkan tak lebih besar dari ukuran tangan orang dewasa) untuk meminimalis dekompresi, bentuk sayap delta, fitur keselamatan berupa sistem mencegah kemungkinan terburuk saat terjadi rapid emergency descent atau penurunan cepat, serta tekanan di dalam kabin yang masih dalam batas normal bagi penumpang. Pasalnya, bila tidak didukung teknologi tersebut, maka, bukan tak mungkin penumpang akan pingsan.

Hati – hati Penipuan! Cuma 3 Hari PT Kereta Api Indonesia Buka Lowongan Kerja

Jagad media sosial telah diramaikan dengan informasi penerimaan pegawai baru dari PT Kereta Api Indonesia yang berlangsung hanya 3 hari. Tentu informasi sangat menggiurkan dan menjadikan peluang bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan untuk bergabung dengan perusahaan plat merah ini. Saat penelusuran kabarpenumpang.com melalui media sosial Instagram @kai121_ memang sedang membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang ingin bergabung di PT Kereta Api Indonesia dengan bagian – bagian yang telah ditentukan. Lowongan pekerjaan ini berlaku bagi masyarakat yang menempuh pendidikan mulai dari lulusan SMA, D3 hingga S1.

Baca juga: Lakukan Rekrutmen dan Tes Online, Perusahaan Kereta Api India Selamatkan Hutan

Dalam situs https://recruitment.kai.id/ disebutkan bahwa lowongan kerja tersebut dibuka dalam rangka pemenuhan kebutuhan pekerja formasi operasional dan pemeliharaan perusahaan tersebut. Lowongan pekerjaan ini telah dibuka mulai 1 – 3 Agustus 2022 melalui registrasi situs tersebut. Berbagai kriteria bagi pelamar pekerjaan dijelaskan secara lengkap dan detail oleh perusahaan agar bisa lebih jelas dan paham saat melakukan melamar pekerjaan dan dibidang apa yang sesuai dengan kriteria pelamar. Seperti diketahui, PT KAI merupakan salah satu BUMN yang menyelenggarakan jasa angkutan perkeretaapian dan bisnis usaha penunjang lainnya.

Ini dia persyaratan resmi yang diinformasikan PT KAI dikutip informasi dari https;//recruitment.kai.id/ pada hari ini (1/8).

Kriteria Pelamar:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Jenis Kelamin Pria

3. Sehat jasmani/rohani

4. Memiliki Ijazah :
a. SLTA (SMK/MA/SMK/MAK) dengan nilai:
i. Ujian Akhir Nasional (UAN) rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol)
ii. Nilai Akhir Sekolah rata-rata minimal 7,0 (tujuh koma nol) bagi lulusan mulai Tahun 2020.
b. D3 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan minimal “B” dari BAN-PT;
c. D4/S1 dengan IPK minimal 3,0 (tiga koma nol) dan akreditasi jurusan/program studi pada saat tanggal kelulusan “A” dari BAN-PT.

5. Usia pelamar per 01 Agustus 2022 :
a. Tingkat Pendidikan SLTA serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 25 (dua puluh lima) tahun
b. Tingkat Pendidikan D3 serendah-rendahnya 20 (dua puluh) tahun dan setinggi-tingginya 27 (dua puluh tujuh) tahun
c. Tingkat Pendidikan D4/S1 serendah-rendahnya 21 (dua puluh satu) tahun dan setinggi-tingginya 30 (tiga puluh) tahun.

6. Memiliki tinggi badan minimal 160 cm dengan berat badan ideal

7. Berkelakuan baik

8. Tidak bertato dan tidak bertindik

9. Tidak pernah menggunakan dan/atau terlibat narkoba atau psikotropika

10. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap

11. Tidak pernah diberhentikan di anak perusahaan atau institusi lainnya dikarenakan hukuman disiplin atau diberhentikan dengan tidak hormat

12. Tidak memiliki hubungan perkawinan dengan pekerja perusahaan pada saat diterima sebagai pekerja perusahaan

13. Bersedia mengikuti seleksi rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku di PT Kereta Api Indonesia (Persero)

14. Lulus dalam seleksi calon pekerja baru yang diselenggarakan oleh panitia recruitment PT Kereta Api Indonesia (Persero) tahun 2022.

Ketentuan Khusus
1. Prioritas penempatan untuk memenuhi kebutuhan pekerja di wilayah Sumatera Bagian Selatan;

2. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero);

3. Bersedia ditempatkan pada formasi sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku di PT Kereta Api Indonesia (Persero).

4. Penetapan formasi pekerjaan didasarkan pada hasil seleksi rekrutmen masing-masing pelamar dan kebutuhan perusahaan.

5. Pemilihan lokasi seleksi tidak menentukan penempatan calon pekerja;

6. Bersedia mengundurkan diri dari hubungan kerja dengan institusi lainnya apabila telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus seleksi.

Persyaratan Umum Lain
1. Pas foto terbaru;

2. Ijazah SLTA/D3/D4/S1 asli atau fotocopy legalisir;

3. Khusus bagi pelamar dengan tingkat pendidikan D3/D4/S1 wajib melampirkan ijazah SLTA (SMK/MA/SMK/MAK);

4. Transkrip D3/D4/S1 atau Nilai Ujian Akhir (UAN)/Nilai Akhir Sekolah asli atau fotocopy legalisir;

5. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Keterangan Kependudukan yang masih berlaku;

6. Akreditasi jurusan program studi D3/D4/S1 pada saat tanggal kelulusan;

7. Sertifikat bahasa inggris yang masih berlaku dari lembaga pendidikan bahasa terakreditasi :
a. Tingkat pendidikan D3 dengan skor minimal sebagai berikut :
i. TOEFL ITP : 400;
ii. TOEFL PBT/iBT : 32;
iii. TOEIC : 345;
iv. IELTS : 4,5.
b. Tingkat pendidikan D4/S1 dengan skor minimal sebagai berikut :
i. TOEFL ITP. : 500;
ii. TOEFL PBT/iBT : 61;
iii. TOEIC : 500;
iv. IELTS : 5,5.

Prosedur Pendaftaran
1. Panduan Registrasi dan Apply Lowongan > “DOWNLOAD BUKU PANDUAN”.

2. Calon pelamar yang belum memiliki akun, terlebih dahulu melakukan registrasi dan upload dokumen sesuai persyaratan lamaran.

3. Calon pelamar wajib memastikan bahwa email yang digunakan pada saat registrasi adalah email aktif dan data yang diinput harus sesuai identitas diri seperti KTP, Ijazah, dll serta tidak melakukan perubahan data/dokumen setelah melakukan apply sampai proses rekrutmen selesai.

4. Calon pelamar yang sudah memiliki akun di website https://recruitment.kai.id/ harus memastikan bahwa dokumen persyaratan lamaran sudah diupload di akun pelamar yang ada di website.

5. Bagi calon pelamar yang berminat mengikuti rekrutmen sesuai formasi yang ditawarkan, wajib melakukan proses apply pada akun masing-masing mulai tanggal 01 Agustus 2022 s.d 03 Agustus 2022 dan hanya bisa mengikuti 1 (satu) event rekrut saja.

6. Bagi calon pelamar yang sudah melakukan upload dan melengkapi data, tetapi tidak melakukan proses apply di akunnya pada tanggal 01 Agustus 2022 s.d 03 Agustus 2022, maka dianggap tidak mengikuti kegiatan rekrut ini.

7. Lokasi Seleksi berdasarkan pemilihan lokasi daerah (Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, Daop 9 Jember, Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang) oleh pelamar pada saat melakukan APPLY (Pendaftaran) dan sesuai kebijakan Panitia Rekrutmen.

8. Pelamar yang lulus seleksi tahap I (Seleksi Administrasi) berhak mengikuti seleksi tahap II (Seleksi Kesehatan Awal) yang rencananya akan diumumkan pada tanggal 12 Agustus 2022 melalui website https://recruitment.kai.id/.

9. Seluruh informasi mengenai rekrutmen hanya dapat dilihat melalui website resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan alamat : https://recruitment.kai.id/.

10. Kepada peserta rekrutmen agar melakukan pengecekan secara berkala di website resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) : https://recruitment.kai.id.

11. Rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak dipungut biaya apapun dan tidak menggunakan sistem refund, tidak bekerjasama dengan agen travel/transportasi atau penggantian biaya transportasi maupun akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan rekrutmen dan dimohon untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrut.

12. Masyarakat dimohon untuk berhati-hati terhadap informasi yang tidak benar terkait rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan agar mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta rekrut.

13. Seleksi penerimaan pekerja menggunakan sistem gugur dan keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadikan Alternatif, Penumpang KRL Bisa Pergunakan Stasiun BNI City Hindari Kepadatan

Informasi telah dioperasikannya Stasiun BNI City telah diuji coba pada tanggal 30 Juli 2022 lalu. Saat ini stasiun tersebut telah digunakan selain sebagai KA Bandara juga bisa dipergunakan sebagai naik dan turun penumpang KRL Commuter Line. Sangat penting rasanya saat Stasiun BNI City dioperasikan untuk melayani KRL Commuter Line karena selain akses menuju ke kawasan Dukuh Atas lebih terjangkau dengan akses yang aman dan nyaman, stasiun ini juga menjadi sarana alternatif bagi penumpangnya.

Baca juga: Inilah Penampakan Gate di Stasiun BNI City Sudirman Diduga untuk Commuter Line. Nasib Stasiun Sudirman dan Karet, Gimana?

Seperti diketahui Stasiun Sudirman sudah menjadi stasiun yang sangat vital untuk warga yang melakukan aktifitas di sekitar kawasan Sudirman. Stasiun Sudirman yang terlihat kepadatan pada pagi dan sore hari memang kerap kali terlihat. Tak hanya terlihat pada hari kerja, hari libur pun kepadatan juga terlihat di stasiun tersebut.

Selain Stasiun Sudirman, stasiun lainnya yang bersebelahan dengan BNI City adalah Stasiun Karet. Stasiun yang terkenal dengan peron yang terlihat cukup sempit ini membuat rencana kedepan bagi Stasiun Karet akan dilakukan penutupan. Seperti yang dikabarkan oleh kabarpenumpang.com, rencananya Stasiun Karet hanya dijadikan alternatif untuk akses pejalan kaki menuju ke Stasiun BNI City, karena sudah tidak beroperasinya lagi untuk sarana angkutan penumpang naik dan turun KRL. Memang terasa cukup jauh untuk berjalan kaki, tapi untuk lalu lintas kereta api dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan anteran. Stasiun BNI City juga belum memiliki sinyal blok antara dibagian ujung timur dan barat. Ini juga berguna agar memudahkan masinis KRL bisa mengetahui aman atau tidaknya perjalanan yang dilalui.

Baca juga: [Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City)

Saat pantauan berlangsung, Stasiun BNI City belum terlihat kepadatan yang berarti. Karena penumpang masih akrab menggunakan Stasiun Sudirman sebagai naik dan turun KRL. Kedepannya pihak petugas yang berada di BNI City berharap stasiun ini bisa dijadikan sarana alternatif dan bisa menghidupkan stasiun ini untuk menggunakan fasilitas yang di sediakan. Karena Stasiun BNI City merupakan stasiun bersandar internasional yang biasa digunakan penumpang untuk akses ke Bandara Soekarno Hatta dengan berbagai fasilitas yang berbeda dari stasiun KRL Commuter Line lainnya. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Jadi Pembuat Hujan Buatan, Inilah Salah Satu Kemampuan dari NC-212i Produksi PT DI

Meski bukan hasil rancangan anak bangsa, namun jalur produksi NC-212i yang telah dilakukan di dalam negeri, sontak menjadikan pesawat ringan bermesin twin turboprop ini sebagai kebanggaan bagi PT Dirgantara Indonesia, terlebih pesawat ini terbilang laris di pasar ekspor, sebut saja NC-212i telah diakuisisi oleh Vietnam, Filipina dan Thailand.

Baca juga: Inilah Alasan Airbus Pasrahkan Jalur Produksi NC-212 series ke PT Dirgantara Indonesia

Sebagai pesawat angkut ringan multirole, NC-212i juga dapat difungsikan sebagai pesawat pembuat hujan buatan. Seperti pada hari ini (1/8/2022), dari Hanggar Delivery Center PT DI Bandung, telah dilangsungkan pengiriman satu unit pesawat NC-212i untuk kebutuhan Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand.

Dikutip dari siaran pers PT DI yang diterima Kabarpenumpang.com, pesawat turboprop tersebut diterbangkan secara ferry flight menuju Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, yang direncanakan akan tiba pada 3 Agustus 2022. Pesawat diterbangkan oleh Test Pilot PT DI, Captain Esther Gayatri Saleh sebagai Pilot In Command Ferry and Acceptance Mission dan Test Pilot PT DI, Captain Adi Budi sebagai Copilot, pesawat NC-212i dengan tail number AX-2129 ini lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Bandara Sultan Syarif Qasim, Pekanbaru, Riau, kemudian diterbangkan kembali menuju Bandara Internasional Hat Yai, Thailand, bagian selatan di dekat perbatasan Malaysia dan dilanjutkan ke Nakhon Sawan Air Base, Muang, Nakhon Sawan, Thailand, sebagai destinasi terakhir.

“NC-212i ini secara spesifikasi punya kapabilitas yang sangat beragam, dimana yang kita deliver hari ini adalah konfigurasi troop transport yang kemudian bisa dimodifikasi untuk rain making,” kata Wildan Arief, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM.

Pesawat NC-212i tersebut rencananya akan melakukan Final Acceptance oleh Department of Royal Rainmaking and Agricultural Aviation (DRRAA) Thailand, pada 4 Agustus 2022 yang akan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman.

Baca juga: Dibalik Rencana ‘Gantikan’ Bandara Halim, Jangan Lupa Bandara Pondok Cabe Juga Home Base Satuan Militer dan Polisi Udara

“Selain pesawat ini, masih ada satu pesawat NC212i lagi dari kontrak lainnya yang akan di-deliver tahun ini ke Thailand, targetnya bulan Desember 2022,” tambah Wildan Arief. NC-212i Rain Maker dikirim dengan konfigurasi Rain Making yang nantinya dapat digunakan untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), yakni dengan menyemaikan garam (NaCl) di wilayah tertentu guna mengendalikan curah hujan. (Gilang Perdana)

Bette Nash, Pramugari Tertua di Dunia, Berharap Melayani Hingga Usia 90 Tahun

Pramugari yang satu ini tak lagi cantik dan mulus, namun sosoknya tetap menarik perhatian bagi para penumpang pesawat American Airlines. Jauh dari gambaran pramugari pada umumnya, Bette Nash yang berusia 86 tahun, saat ini meraih predikat dari Guinness World Records sebagai pramugari tertua dan terlama mengabdi di dunia.

Baca juga: Pertama di AS, Pilot Pengidap Diabetes Terbangkan Pesawat Komersial

Dikutip dari airlive.net, disebut Nash adalah penduduk asli Boston, Massachusetts yang memulai karir sebagai pramugari pada 4 November 1957. Saat itu, ia bergabung menjadi pramugari di usia 21 tahun, tepatnya saat Dwight Eisenhower menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Ciri khas Bette Nash yang begitu dikenal yakni keramahannya setiap kali membantu penumpang. Lantaran punya predikat unik dan ramah, tak sedikit penumpang yang acap kali meminta foto bersama dalam penerbangan. Nash mengakui, ia melayani penumpang dengan penuh senyuman. Ditengah kesibukannya menjadi pramugari, Nash ternyata merupakan seorang ibu yang bertanggung jawab. Di rumahnya yang berlokasi di Virginia, Washington, Nash menjaga dan merawat anaknya yang disabilitas.

Dengan rentang pengabdian yang begitu panjang, maka sederet pengalaman begitu luas dialami oleh Nash. Selama berkarier, Nash melayani orang dari berbagai kalangan. Ia bahkan pernah terbang bersama dengan Presiden ke-35 Amerika Serikat, John F Kennedy.

Baca juga: Ellen Church, Pramugari Pertama di Dunia yang Juga Punya Lisensi Pilot

Meski sudah berusia lanjut, Nash mengajarkan kedisiplinan bagi para juniornya, hal itu dibuktikan dengan memulai aktivitas sejak pukul 2:10 pagi. Resminya tak ada batasan usia untuk menjadi seorang pramugari, namun dalam sebuah pernyataan, Nash mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi pramugari sampai usia 90 tahun.

Yuk, Kenali Stasiun Operasional dan Non Operasional di Wilayah Jabodetabek

Banyaknya stasiun di wilayah Jabodetabek membuat perjalanan KRL lebih terjangkau untuk naik dan turun penumpang. Bagi sebagian orang tentu belum menyadari bahwa stasiun yang dilintasi KRL memiliki perbedaan pada operasionalnya. Bahkan ada pula stasiun yang ternyata bukan termasuk stasiun operasional. Jadi apa perbedaannya, ya?

Baca juga: Stasiun Matraman, Inilah Stasiun KRL Terbaru dengan Fasilitas Lengkap untuk Difabel

Kalau kalian naik KRL tentu tahu betul, mana KRL yang berhenti sebentar atau berhenti lama. Biasanya KRL yang berhenti tidak begitu lama saat memasuki stasiun antara alias stasiun yang non operasional. Nah, stasiun yang bukan operasional adalah stasiun yang tidak memiliki meja layanan yang biasa di tugasi oleh PPKA (Pemimpin Perjalanan Kereta Api). Stasiun non operasional disini maksudnya tidak memiliki pelayanan persinyalan dan wesel pada rel kereta api dan untuk persinyalan hanya menggunakan sistem blok otomatis yang berada di ujung peron stasiun. Biasanya petugas yang melayani stasiun non operasional adalah pelayanan informasi, tiketing, kepala stasiun dan wakil kepala stasiun.

Untuk stasiun operasional bisa melayani keberangkatan dan tibanya kereta api di stasiun tersebut. Beda dengan stasiun non operasional, stasiun operasional memiliki pengendali saat kereta api lewat seperti pengaturan persinyalan, wesel, dan jadwal keberangkatan sesuai waktu yang ditentukan. Adapun stasiun operasional wilayah Jabodetabek atau yang dilewati KRL adalah Stasiun Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, Depok Baru, Universitas Indonesia, Pasar Minggu Manggarai, Jayakarta, Jakarta Kota, Tanah Abang, Duri Angke, Kampung Bandan, Kemayoran Pasar Senen, Jatinegara, Cakung, Bekasi, Tambun, Cikarang, Kebayoran, Pondok Ranji, Sudimara, Serpong, Cisauk, Parungpanjang, Maja, Rangkasbitung, Rawa Buaya, Batu Ceper, dan Tangerang. (PRAS – Cinta Kereta Api)