Inilah KA Bandara Pertama di Dunia, Warisan Nazi Jerman

Seiring berjalannya waktu, KA Bandara atau kereta yang terhubung langsung dengan bandara semakin banyak hadir di berbagai negara di dunia. Tetapi, tak banyak yang tahu, bahwa KA Bandara pertama di dunia lahir di Jerman, saat Bandara Tempelhof di Berlin terhubung dengan Berlin U-Bahn atau rapid transit system atau jaringan kereta bawah tanah Berlin pada tahun 1927.

Baca juga: Hindari Desak-desakan di KRL, Penumpang Pilih Naik KA Bandara Premium

Dilansir laman resminya, sistem kereta bawah tanah U-Bahn Berlin mulai dibuka pada tahun 1902. Ketika itu, di bawah pemerintahan Nazi Hitler, sistem kereta bawah tanah ini tak hanya hadir untuk melayani masyarakat, tetapi juga mendukung ekspansi Nazi di Eropa.

Itu sebabnya, di saat negara lain masih berpikir untuk sekedar menghadirkan jaringan kereta bawah tanah untuk melayani masyarakat di perkotaaan dan pinggiran, Nazi Jerman justru selangkah lebih maju, mempersiapkan U-Bahn untuk mendukung kekuatan perangnya dengan cara menghubungkan kereta ke bandara.

Meski ketika itu langkah tersebut tak benar-benar disebut sebagai kereta bandara atau KA Bandara, melainkan hanya sekedar kereta yang terkoneksi dengan bandara, tetapi, tak salah bukan bila kita menyebut ini sebagai kereta bandara atau KA Bandara pertama di dunia.

Kehadiran KA Bandara U-Bahn ini di Bandara Tempelhof Berlin bisa dibilang sangat krusial bagi Jerman. Ketika itu, di tahun 1927, tahun dimana bandara tersebut untuk pertama kalinya terhubung dengan kereta, Jerman memang sedang membangun ulang kekuatan setelah mengalami kekalahan di Perang Dunia I.

Terbukti, Bandara Tempelhof bukan hanya menjadi tempat lalu lintas pertukaran barang dan orang melalui angkutan kargo pesawat, melainkan juga berfungsi sebagai zona militer, lengkap dengan meriam anti serangan udara yang di tempat di atap hanggar, hanggar luas dan melingkar, serta berbagai fasilitas pendukung militer lainnya.

Bahkan, ketika Nazi Jerman mulai terdesak di penghujung Perang Dunia II pun, Bandara Tempelhof yang terkoneksi dengan KA Bandara pertama di dunia, diperebutkan dengan sengit oleh dua negara sekutu, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Selain lokasinya yang dinilai krusial, fasilitasnya juga sangat mendukung, termasuk empat hanggar besar, area luas di tengah Jerman, dan lain sebagainya.

Usai jatuh ke tangan sekutu, Tempelhof merupakan tempat mendarat pasukan sekutu yang berusaha untuk membawa pasokan logistik pasa pasukan di garis depan.

Sedangkan bagi Uni Soviet, menduduki Tempelhof berarti mereka akan memukul mundur satu langkah pasukan sekutu dan warga Berlin dalam perang tersebut. Kalahnya Jerman dalam perang tersebut menandakan bahwa Tempelhof yang berhasil direbut oleh The Red Soldiers, sebutan untuk tentara Soviet.

Baca juga: Inilah 10 Kereta Bawah Tanah Paling Keren di Dunia!

Ada yang unik dari cerita perebutan bandara tersebut, dimana seorang pilot Amerika, Gail Halvorsen yang sering mendarat di Tempelhof diberi julukan oleh anak-anak Berlin yang selalu menunggu pasokan logistik yang dibawa oleh Gail. The Candy Bomber, merupakan julukan yang diberikan kepada Gail karena ia kerap kali melemparkan permen dan cokelat menggunakan parasut kecil berwarna putih.

Selain cerita mengenai Perang Dunia II yang menyelimuti tempat ini, Bandara Tempelhof juga pernah dijadikan tempat pengungsian lebih dari 3.000 migran yang tinggal di dalam empat hanggar pesawatnya. Bandara tersebut terpaksa dijadikan tempat penampungan darurat pengungsi pada akhir 2015 silam karena negara mulai kewalahan mengatasi ribuan pencari suaka yang terus berdatangan.























Mengenal Polusi Suara Pesawat: Bisa Bikin Stres Sampai Kardiovaskular! Penumpang-Pilot Terdampak

Polusi suara pesawat atau aircraft noise pollution sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pekerja bandara, baik itu staf darat maupun udara. Polusi suara pesawat (disebut juga pencemaran suara) telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti gangguan tidur, gangguan jantung (kardioviskular) dan stres.

Baca juga: Kurangi Emisi Suara di Tengah Malam, Bandara Heathrow Patok Biaya Ekstra untuk Maskapai

Peneliti di Inggris dan AS juga menemukan, warga yang tinggal dekat bandara internasional dan terpaksa mendengarkan suara bising pesawat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan stroke.

Karenanya, industri kedirgantaraan global mulai mencari cara agar polusi suara pesawat dapat diminimalisir, baik melalui kebijakan ataupun inovasi teknologi.

Pada Mei tahun lalu, Bandara Heathrow, London, Inggris telah mematok biaya lebih mahal sampai lima kali lipat akibat kebisingan yang ditimbulkan untuk semua penerbangan yang tiba dan berangkat pada pukul 23.30-06.00 waktu setempat. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan emisi atau polusi suara di jam-jam tersebut akan mengalami penurunan.

kebijakan mematok tarif lebih akibat kebisingan yang ditimbulkan maskapai bertujuan untuk membatasi jumlah penerbangan yang mengganggu komunitas atau warga di sekitar bandara. Bagi maskapai yang tetap nekat beroperasi di waktu ‘terlarang’, siap-siap saja merogoh kocek untuk membayar tagihan lima kali lipat dari tarif normal.

Juru bicara bandara tersibuk ketujuh di dunia dan paling sibuk di Eropa pada 2018 lalu dengan 80,1 juta penumpang ini mengatakan, langkah tersebut merupakan respon otoritas bandara terhadap keluhan sekaligus masukan masyarakat untuk mencari cara agar mereka bisa isitrahat dengan tenang di malam hari.

Selain itu, langkah ini juga bagian dari rencana bandara dalam memperluas area bebas polusi udara di sekitar bandara.

Dua tahun sebelumnya, atau pada Juni tahun 2018 lalu, NASA berhasil menyelesaikan serangkaian uji coba pada teknologi untuk mengurangi suara yang dihasilkan oleh airframe (rangka) pesawat dan suara yang dihasilkan saat melakukan pendaratan.

Rangkaian uji coba ini dilakukan melalui rangkaian penerbangan Acoustic Research Measurement (ARM) di Armstrong Flight Center, California, Amerika Serikat (AS).

Dihimpun dari berbagai sumber, polusi suara pesawat terbagi menjadi tiga kategori; kebisingan mekanis, kebisingan aerodinamis, dan kebisingan dari sistem pesawat.

Kebisingan mekanis biasanya terjadi saat putaran bagian-bagian mesin, seperti bilah kipas, mencapai kecepatan supersonik.

Kebisingan aerodinamis terjadi akibat dari aliran udara di sekitar permukaan pesawat, terutama saat terbang rendah dengan kecepatan tinggi.

Adapun kebisingan dari sistem pesawat merupakan sistem tekanan dan pengkondisian kokpit, kabin, dan unit daya tambahan atau auxiliary power unit (APU).

Baca juga: NASA Uji Coba Sayap Pesawat Canggih untuk Kurangi Kebisingan

Dengan kata lain, dari ketiga kategori definisi polusi suara udara di atas, bisa dibilang selama pesawat beroperasi, sekalipun belum close door, taxiing, lepas landas, terbang di udara, mendarat, sampai tiba di apron, pesawat tetap mengeluarkan suara bising. Setidaknya dari APU, ketika menunggu penumpang di apron bandara.

Lebih lanjut, efek buruk dari polusi suara pesawat bisa dibilang bukan hanya berdampak pada pekerja aviasi, mulai dari pilot, pramugari, ground handler, sampai staf darat, tetapi juga penumpang, mengingat polusi suara pesawat juga terjadi di dalam kabin.























Classon – Helm Sepeda dengan Lampu LED plus Kamera Video Depan-Belakang

Helm saat ini dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, sehingga membuat penggunanya nyaman dan merasa lebih aman. Salah satunya adalah helm sepeda yang dilengkapi dengan indikator lampu sein untuk berbelok. Namun meski ada itu pun, pengendara sepeda masih menggunakan tangan sebagai sinyal tradisional ketika berbelok.

Baca juga: TorchONE – Helm Sepeda dengan Lampu LED yang Bisa Dipasang dan Dilepas

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (13/8/2021), untuk lebih memudahkan dan menghilangkan cara tradisional, helm Calsson hadir dengan LED indikator dipicu oleh gerakan lengan pengendara. Ini juga untuk memperingatkan kendaraan dari belakang yang mendekati pengendara sepeda.

Helm Classon sendiri awalnya merupakan topik kampanye Kickstarter dan berhasil. Sehingga helm ini kemudian ditawarkan kepada publik sebagi bagian dari program beta. Seperti kebanyakan helm pintar lainnya, Classon dilengkapi dengan lampu depan, lampu belakang atau lampu rem serta indikator belok LED kuning melengkapi dua sisi di bagian depan dan belakang.

Helm Classon juga memiliki kamera video depan dan belakang. Semua elektronik tersebut dihubungkan ke dua mikroprosesor 1,2-GHz onboard, dan ditenagai oleh baterai lithium 2.800-mAh yang seharusnya baik untuk runtime hingga empat jam per satu jam pengisian daya. Kapan pun pemakainya menjalankan sinyal lengan belok kiri atau kanan tradisional, “sensor gerakan” di helm dilaporkan mendeteksi gerakan itu, dan memicu indikator belok helm yang sesuai.

Meski begitu masih menunggu kabar dari pabrikan Beyond yang berbasis di New York, alias Brooklyness mengenai seperti apa bentuk sensor tersebut. Lampu depan dan lampu belakang tetap menyala secara konsisten, meskipun ketika akselerometer terintegrasi mendeteksi bahwa sepeda motor tiba-tiba melambat, lampu belakang akan menyala untuk sementara dan berfungsi sebagai lampu rem.

Kedua kamera video dapat digunakan untuk merekam perjalanan hanya untuk bersenang-senang, atau untuk penggunaan legal jika terjadi kecelakaan dengan hingga enam jam rekaman mereka disimpan di memori internal helm. Selain itu, jika kamera belakang “melihat” kendaraan mendekat dari belakang di titik buta pengendara sepeda, pengendara diperingatkan melalui LED yang berkedip di bagian bawah kaca helm.

Baca juga: Helm Tail-Light-Packin Didukung dan Diaktifkan oleh Cahaya Sekitar

Berat helm ini diklaim hanya 580 gram dan tahan air IP65 yang berarti dapat menahan pancaran air bertekanan rendah dari segala arah. Untuk diketahui satu helm seharga US$199 dan setelah Classon mencapai produksi penuh, harganya akan naik menjadi $399.

Hidup di Jalan, Pasangan Muda Rombak Bus Tua Jadi Rumah

Butuh waktu sekitar satu bulan, bagi pasangan muda ini untuk mengubah bus antar jemput tua menjadi rumah kecil, dan berangkat untuk melakukan petualangan di seluruh negeri. Pasangan itu ialah Bobbi Jo Brown dan Riley Zimmer yang membeli bus dari perusahaan perbaikan dan penjualan mobil pada Mei. Yang mana kemudian, keduanya mengerjakan proyek tersebut sejak bus dibeli.

Baca juga: Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

“Saya bekerja di bidang konstruksi, jadi saya tahu banyak tentang bangunan, dan saya juga memiliki sumber daya untuk membangun. Saya juga berhasil mengambil banyak potongan dari bahan daur ulang dan membangunnya ke dalam bus kami,” kata Zimmer yang dikutip KabarPenumpang.com dari lfpress.com (29/8/2021).

Foto ‘sebelum’ ini menunjukkan interior bus antar-jemput yang telah diubah oleh pasangan London menjadi rumah mungil di atas roda. Foto: Submitted

Zimmer yang berasal dari London dan Brown dari Jerman bertemu ketika bepergian ke Selandia Baru sekitar tiga tahun lalu. Setahun kemudian, di Australia mereka diperkenalkan untuk hidup di sebuah van.

“Kami tinggal di sebuah van selama setahun dan melakukan perjalanan keliling negeri. Kami menyukainya. Itu cukup kecil, jadi kali ini, kami ingin sedikit menambah ukuran,” kata Brown.

Bus yang dibeli dan diubah oleh keduanya adalah sebuah van cutaway Ford Econoline E-350 2005 yang memiliki panjang enam meter dengan ruang tamu empat meter. Van itu dibeli dengan harga sekitar US$7000. Zimmer mengatakan sistem energi surya, pipa ledeng, kayu dan bahan lainnya berjumlah sekitar US$5000.

“Kami mungkin menghabiskan banyak uang, tetapi tidak setengah dari yang Anda bayarkan untuk uang muka rumah. Tidak ada hipotek dan tidak ada sewa. Dalam jangka panjang, itu cukup layak,” katanya.

Pasangan ini telah memasang lantai baru, dinding dan bingkai kamar mandi serta sekarang menambahkan sistem pipa ledeng dan juga dalam pengerjaan adalah tangki air dan sumber energi terbarukan 400 watt. Harapan Brown adalah untuk merancang bus yang dapat memungkinkan mereka melakukan perjalanan selama dua minggu “off the grid” dengan makanan segar.

Keduanya berencana untuk membuat pemberhentian pertama mereka di British Columbia, di mana mereka memiliki pekerjaan yang disiapkan untuk musim dingin sebagai pembuat salju dan petugas lift ski. Kemudian mereka berangkat ke Pantai Pasifik di AS sembari menunggu perbatasan darat dibuka kembali.

Zimmer, yang juga seorang penyanyi-penulis lagu, berencana untuk menggunakan waktu di jalan agar fokus pada musiknya untuk “tur dan hidup pada waktu yang sama.”

“Itulah mengapa kami sangat senang melakukan ini, karena tidak harus terjebak dalam pekerjaan atau situasi yang tidak kami sukai. Agak klise untuk dikatakan, tetapi jika segala sesuatunya tidak berhasil di suatu tempat, kita selalu dapat tiba di tempat lain dan memulai dari sana,” kata Zimmer.

Baca juga: Dembell Motorhome, Desain ‘Kapal Pesiar’ dengan Sasis Mercedes Tiga Gandar

Sejak memulai proyek pada bulan Mei, Brown dan Zimmer telah mendokumentasikan setiap tahap di saluran YouTube mereka, yang disebut VagaBonVoyage.

Stasiun Kereta di Tokyo Disulap dengan Tema Stasiun Hogsmeade “Harry Potter”

Sebuah stasiun kereta di Tokyo akan diubah menjadi pintu gerbang untuk taman hiburan Harry Potter, yang dijadwalkan akan dibuka pada tahun 2023. Seibu Railway Co. akan merenovasi Stasiun Toshimaen di Nerima Ward, stasiun terdekat dengan taman baru, yang sedang dibangun di lokasi taman hiburan Toshimaen yang ditutup pada tahun 2020.
Platform stasiun akan didesain ulang untuk menyulap suasana populer ala film Harry Potter. Stasiun Seibu Toshima Line akan dirancang untuk membangkitkan tema bergaya Stasiun Hogsmeade, pintu gerbang ke dunia sihir dalam serial film. Pilar dan bangku platform  di Stasiun Toshimaen akan diberi warna merah yang sama seperti yang digunakan di Stasiun Hogsmeade.
Dilansir dari Japannews.yomiuri.co.jp, bagian dari Stasiun Ikebukuro — titik awal Jalur Seibu Toshima — juga akan diberi reparasi bertema Harry Potter untuk memberi semangat kepada pengunjung yang menuju taman hiburan. Perusahaan kereta api mengatakan peron 1 dan 2 – tempat kereta menuju dan dari Stasiun Toshimaen tiba dan berangkat – akan diperbarui agar menyerupai Stasiun Kings Cross London, yang ditampilkan dalam film Harry Potter.
Menurut Seibu Railway, konstruksi telah dimulai di kedua stasiun dan diharapkan akan selesai pada musim semi mendatang.
Pecinta Harry Potter pastinya tidak akan lupa bahwa ada beberapa stasiun yang digunakan dalam film merupakan tempat yang nyata. Salah satunya yakni Stasiun Hogsmeade yang merupakan persinggahan terakhir kereta Howgarts Express sebelum murid-murid sihir ke kastil.
Stasiun  Hogsmeade sendiri merupakan stasiun tua yang sudah beroperasi sejak 1865 atau lebih dari satu setengah abad lalu. Dibuka pada tanggal 1 Juli 1865, dulunya stasiun ini  dikenal sebagai Goathland Mill, yang dibuka sebagai persimpangan untuk mengindari pekerjaan Beck Hole Incline yang merupakan bagian dari rute Whitby dan Pickering Railway.

Jadi Narrowbody Terjauh di KTT G20, Berikut Fitur Canggih Pesawat Airbus A321 PM Inggris

Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak, tiba di Bali untuk menghadiri KTT G20 pada Senin malam waktu Bali. Sebagai negara maju yang negaranya terletak cukup jauh, Inggris sudah sepatutnya mengerahkan pesawat widebody agar tidak transit. Namun, siapa nyana, Rishi Sunak menumpangi pesawat narrowbody Airbus A321Neo. Pesawat ini pun menjadi narrowbody terjauh yang datang ke KTT G20.

Baca juga: Boeing 777-300ER PM India Mendarat di Bali, Tampilan Biasa Tapi Spesifikasinya Bikin Geleng-geleng

Sebagaimana disebut di awal, mayoritas pesawat yang ditumpangi pemimpin peserta KTT G20 merupakan widebody, baik dengan empat mesin semisal Boeing 747 ataupun dua mesin semisal Boeing 777.

Jangankan negara-negara yang terletak jauh dari Indonesia, yang dekat pun seperti India dan Cina, menggunakan pesawat widebody. Bukan semata agar pesawat bisa menempuh rute langsung tanpa transit melainkan juga terkait kenyamanan.

Faktanya, Inggris, yang terletak belasan kilometer dari Bali, mengerahkan pesawat narrowbody Airbus A321Neo dengan nomor registrasi G-GBNI. Itu kenapa pesawat yang ditumpangi PM Rishi Sunak dan rombongan harus transit terlebih dahulu di Dubai, sebelum melawat ke Denpasar, Bali.

Data FlightRadar24, pesawat terbang dari Bandara London Stansted menuju Bandara Internasional Dubai selama tujuh jam lebih. Setelah mengisi bahan bakar, pesawat melanjutkan perjalanan ke Bali. Usai PM Rishi Sunak dan rombongan turun, pesawat terbang ke Bandara Juanda Surabaya untuk parkir.

Meski hanya berstatus pesawat sewaan dari Titan Airways dan hanya berupa pesawat narrowbody, pesawat dengan livery ‘Great Britain’ di bagian vertical stabilizer-nya ini telah dimodifikasi mengikuti standar pesawat kenegaraan Inggris.

Dilansir dari berbagai sumber, pesawat dilengkapi dengan 50 kursi lie-flat untuk memanjakan para pejabat selama dalam perjalanan. Selain itu, terdapat ruang meeting, internet berkecepatan tinggi, dan penyimpanan senjata yang aman.

Tak disebutkan dengan jelas di sini senjata seperti apa dan bagaimana peruntukannya dalam menangkal serangan musuh, mengingat sebagai pesawat bertekanan, sulit menggunakan senjata untuk ditembakkan dari dalam kabin ke luar kabin.

Baca juga: Mengenal “Code One”, Pesawat Kepresidenan Korea Selatan yang Digunakan di KTT G20

Sumber lain menyebut, sebagai negara berpengaruh di kancah politik global, pemimpin Inggris tentu memiliki risiko keamanan tinggi dalam perjalanan udara. Karenanya, pesawat VIP Voyager, yang dipakai PM Inggris dan keluarga kerajaan, juga dilengkapi dengan fitur pertahanan.

Fitur tersebut seperti sistem pertahanan rudal atau CAMS (Civilian Aircraft Missile Protection System) yang mampu menahan rudal dari udara-ke-udara dan dari darat-ke-udara serta peralatan radio militer dengan dilengkapi kombinasi pesan rahasia yang terenkripsi untuk berkomunikasi di udara.

Lima Maskapai dengan Amenity Kit Termewah di Dunia, Nomor 2 Tak Disangka

Maskapai penerbangan internasional terkemuka berloba-lomba menawarkan penumpang first class dan kelas bisnis berbagai layanan mewah, nyaman, ramah, dan terjangkau. Itu bisa berupa banyak hal, mulai dari makanan dan minuman, kursi, desain interior, fitur, dan lainnya; termasuk amenity kit atau biasa juga disebut travel kit.

Baca juga: Enam Maskapai ini Dikenal Punya Layanan Ekonomi Premium Terbaik

Kendati kecil, namun keberadaan dan keistimewaan amenity kit sebuah maskapai dianggap mampu menarik minat terbang penumpang terhadap maskapai. Lantas, amenity kit maskapai mana yang dianggap termewah di dunia dan berkesan? Dilansir Quora, berikut selengkapnya.

1. Etihad Airways

Foto: The Design Air Home

Sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia yang didukung kekuatan modal, Etihad Airways berupaya menyajikan bergam hal spesial untuk penumpang, salah satunya amenity kit. Tak tanggung-tanggung, amenity kit maskapai yang dikenal sebagai salah satu the three mega carrier Timur Tengah ini didesain langsung oleh Christian Lacroix. Maskapai juga bermitra dengan brand skin care mewah ternama dunia, Omorovicza.

2. Delta Airlines

Foto: One mile at a time

Meski berstatus sebagai salah satu maskapai terbesar di dunia dari segi traffic penumpang, Delta Airlines tak begitu pamor dari segi layanan mewah ke penumpang first class. Bisa dibilang ‘tenggelam’ dengan layanan mewah dari maskapai lainnya dari Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Kendati begitu, pengguna Quora, Sindhu Satish, yang mengaku sudah traveling keliling dunia atau setidaknya ke 36 negara, menempatkan Delta Airlines ke posisi dua daftar maskapai dengan amenity kits termewah.

Semua penumpang internasional di kursi first class serta penumpang domestik tujuan ujung barat ke timur atau sebaliknya, semisal Bandara JFK ke Bandara Los Angeles atau Bandara JFK ke San Francisco, mendapatkan amenity kits Tumi sebagai casing atau tasnya dan Kiehl untuk produknya (skin care).

3. Qantas

Foto: On3communication.com

Sama halnya dengan Delta Airlines, posisi Qantas terkait amenity kits mewah untuk penumpang first class-nya memang tak terlalu menonjol. Tetapi, kerja sama dengan Martin Grant berupa piyama, sandal, dan penutup mata untuk tidur pun membuat amenity kit maskapai nasional Australia ini begitu mewah.

4. Singapore Airlines

Foto: Unilad

Maskapai nasional Singapura ini menggandeng brand mewah kenamaan asal Italia, Salvatore Ferragamo, untuk mengeluarkan amenity kit berupa parfum Eau de Toilette 30ml (untuk pria dan wanita), lip balm, balsem setelah bercukur, dan handuk.

5. Emirates

Foto: Emirates

Tak diragukan lagi bila maskapai sekelas Emirates masuk dalam jajaran maskapai dengan amenity kit termewah di dunia. Bagaimana tidak, selain layanannya yang memang sudah terkenal mewah dan memanjakan penumpang, maskapai itu juga berinvestasi tinggi dalam menyediakan amenity kit untuk para penumpang first class.

Amenity kit Emirates berupa parfum BVLGARI Eau Parfumée au thé noir, penutup mata (untuk tidur), dan sandal. Di Emirates, amenity kit laki-laki dan perempuan dibedakan demi pelayanan terbaik.

Baca juga: Daftar 20 Maskapai Terbaik 2022 Versi AirlineRatings.com, 9 di Antaranya dari Asia

Emirates juga memberikan amenity kit mewah ke penumpang kelas bisnis bekerja sama dengan Mammoth.

Amenity kit kelas bisnis Emirates berisi berisi perlengkapan sehari hari. Untuk wanita amenity kit berisi sikat gigi dan pasta gigi hingga sapu tangan, deodoran, face emulsion, krim tangan, dan parfum. Untuk laki-laki berupa busa cukur dan pisau cukur Gilette, serta pelembab dan aftershave dari Bvlgari.

Penasaran, Apakah ada Kamar Mayat di Kapal Pesiar? Simak Jawabannya Disini

Tentu tidak ada yang menginginkan adanya kematian, terlebih saat  berlayar dengan kapal pesiar. Namun, bila waktunya tiba, pastinya tidak ada yang bisa menolak kedatangan malaikat pencabut nyawa. Nah, yang kerap menjadi pertanyaan, apakah di kapal pesiar tersedia fasilitas kamar mayat? Jika ada, di manakah kamar mayat ditempatkan? Dan apa yang terjadi jika seseorang meninggal di kapal pesiar?
Dikutip dari thepointsguy.com, disebutkan bahwa umumnya di kapal pesiar besar terdapat kamar mayat. Semakin besar kapal, maka semakin besar kapasitas kamar mayat, menyesuaikan dengan jumlah dan kapasitas penumpang. Kapal pesiar dalam hal ini juga wajib membawa kantong jenazah.
Kamar mayat pada kapal pesiar adalah kamar berpendingin stainless steel dengan rak tempat mayat disimpan, baik sampai akhir perjalanan atau sampai mereka dapat diturunkan di pelabuhan transit untuk lebih dulu dipulangkan ke keluarganya.
Untuk lokasi, posisi kamar mayat terletak di dek terendah kapal, umumnya di sepanjang apa yang oleh kru disebut sebagai “I-95” – koridor panjang yang membentang dari satu ujung kapal ke ujung lainnya. Koridor ini menampung penyimpanan untuk segala sesuatu mulai dari makanan, alkohol hingga bunga segar dan peralatan kapal lainnya. Tapi jangan khawatir; kamar mayat berada jauh dari tempat penyimpanan makanan.
Lantas apa yang terjadi jika seseorang meninggal di kapal pesiar? Semua jalur pelayaran memiliki prosedur untuk menangani situasi jika seseorang meninggal saat berlayar. Ketika itu terjadi, petugas kapal segera memberi tahu otoritas di pelabuhan. Anggota tim medis akan menilai, dan jenazah akan dipindahkan ke kamar mayat sampai pengaturan lebih lanjut dapat dilakukan.
Umumnya, biaya yang terkait dengan kamar mayat adalah tanggung jawab penumpang atau keluarga mereka atau teman perjalanan lainnya, dan bukan menjadi kewajiban perusahaan pelayaran. Namun, beberapa polis asuransi perjalanan menawarkan pertanggungan untuk itu.
Seberapa cepat sebuah jenazah dapat diturunkan dari kapal, itu sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk peraturan setempat, di mana kapal berada dalam rencana perjalanannya dan di mana kapal tersebut sandar. Umumnya, jenazah dipindahkan dari kapal di pelabuhan utama berikutnya, di mana terdapat infrastruktur yang tepat untuk menanganinya.

Mulai 4 Desember, Garuda Indonesia Kembali Buka Rute Denpasar – Seoul 2x Seminggu

Garuda Indonesia kembali memperluas jaringan penerbangan internasional menuju Bali melalui pengoperasian kembali rute Seoul – Denpasar yang akan mulai dilayani pada 4 Desember 2022 mendatang. Penerbangan Seoul – Denpasar (PP) tersebut akan beroperasi sebanyak dua kali per minggu, yaitu pada hari Minggu dan Senin, dengan menggunakan Airbus A330-300 yang memiliki kapasitas sebanyak 251 penumpang, dengan konfigurasi 36 kursi bisnis dan 215 kursi ekonomi.
Penerbangan dari Seoul menuju Denpasar akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Incheon dengan GA-871 pada pukul 11.35 LT dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 17.50 WITA; sedangkan penerbangan menuju Seoul akan diberangkatkan dari Denpasar dengan GA-870 pada pukul 01.25 WITA dan tiba di Incheon pada pukul 09.15 LT.
Dibukanya kembali penerbangan Seoul – Denpasar di tahun ini juga bertepatan dengan momentum penting terjalinnya hubungan bilateral selama 50 tahun antara Indonesia dan Korea Selatan.
Sejauh ini, baru Korean Air yang melayani penerbangan langsung Denpasar – Seoul. Penerbangan langsung Denpasar – Seoul ditempuh selama 7 jam 15 menit. Sementara Garuda Indonesia, selama ini melayani rute Denpasar – Seoul dengan code share bersama maskapai Vietnam Airlines. Maskapai lain dengan sistem transit juga melayani rute Denpasar – Seoul, yakni Scoot dan AirAsia.

Airbus A380 Malaysia Airlines Ferry Flight ke Kuburan Pesawat di Perancis, Resmi Pensiun?

Malaysia Airlines mengirim salah satu Airbus A380-nya ke Bandara Tarbes–Lourdes–Pyrénées, Occitanie, barat daya Perancis. Tak ada keterangan itu penerbangan terakhir atau bukan. Tetapi, fasilitas milik Tarmac Aerosave itu kondang dikenal sebagai fasilitas penyimpanan pesawat jangka panjang sekaligus kuburan pesawat karena tak sedikit pesawat yang disimpan pada akhirnya dilucuti.

Baca juga: Akhirnya Malaysia Airlines Pensiunkan Armada Airbus A380

Pantauan FlightRadar24, pesawat Airbus A380 Malaysia Airlines dengan nomor registrasi 9M-MNC terbang ferry flight atau tanpa kargo dan penumpang pada pukul 09.11 waktu setempat, mundur dari jadwal awal pada 07.30. Pesawat kemudian naik ke ketinggian 38 ribu sampai 40 ribu kaki.

Sekitar 13 jam empat menit mengudara, pesawat mengontak ATC sekitar dan mendarat dengan selamat di Bandara Tarbes, Perancis pada pukul 15:15 atau mundur 90 menit dari yang sudah dijadwalkan.

Penerbangan ferry flight tersebut merupakan penerbangan pertama pesawat superjumbo berusia 10 tahun lebih itu sejak Maret 2020 atau sejak pandemi Covid-19 mewabah ke seluruh dunia.

Meski tak ada keterangan pasti untuk tujuan apa pesawat superjumbo itu ke Tarbes, tetapi, besar kemungkinan itu adalah penerbangan pertama dan terakhir pesawat sebelum pensiun.

Hal itu juga sejalan dengan pernyataan maskapai sebelumnya yang menyebut seluruh armada A380 (enam unit) pada akhir tahun 2022.

Pada pertengahan tahun lalu, Group Chief Executive Captain Malaysia Airlines, Izham Ismail, blak-blakan bakal mempensiunkan armada A380 karena tak sesuai dengan rencana di masa depan. Ketika itu, maskapai tak ingin sekedar mempensiunkan pesawat dan membiarkannya menjadi barang rongsokan di kuburan pesawat tanpa ada nilai ekonomi yang didapat.

Karenanya, enam unit A380 maskapai nasional Malaysia tersebut coba dijual ke beberapa pihak meskipun itu dikabarkan gagal total alias tidak ada peminat. Padahal, menurut ch-aviation saat ini, harga A380 bekas sudah berada di kisaran harga US$37 juta atau sekitar Rp575 juta.

9M-MNC sendiri adalah pesawat A380 pertama Malaysia Airlines yang pertama kali dipesan pada 19 tahun lalu atau 11 Desember 2003 silam.

Kendala pengiriman, pesawat baru diterima maskapai pada 14 Maret 2012. Saat ini, Malaysia Airlines memiliki enam unit pesawat dan seluruhnya akan dipensiunkan pada akhir tahun ini. Besar kemungkinan unit A380 lainnya juga akan dikirim ke Bandara Tarbes.

Baca juga: Pernah Dengar dan Tahu Makna Ferry Flight? Simak di Sini Jika Belum

Bandara Tarbes milik Tarmac Aerospace sejatinya merupakan bandara kecil dengan traffic rendah. Tetapi, bandara ini menjadi banyak koleksi pesawat berbadan lebar dengan berbagai ukuran dan warna.

Sejauh ini, ada sekitar 19 pesawat A380 yang diparkir di Bandara Tarbes, dimana lima di antaranya yaitu milik Air France, Emirates, Etihad, Hi Fly, Lufthansa, Singapore Airlines telah dibongkar.