Seberapa Penting Penumpang untuk Cepat Keluar dari Pesawat dan Ambil Bagasi di Baggage Carousel?

Usai roda pesawat menyentuh landasan dan kecepatan pesawat jauh berkurang saat menuju apron, rata-rata penumpang, khususnya penumpang di Indonesia, sudah bergegas keluar dan cepat-cepat ke baggage carousel. Sebetulnya, seberapa penting penumpang dengan cepat mengambil bagasi mereka di sana?

Baca juga: Tips – Cara Agar Koper Anda Lebih Cepat Keluar di Baggage Carousel

Pengguna Quora menganggap, semakin cepat pergi menuju baggage carousel atau conveyor belt semakin baik. Sebab, penumpang tidak pernah tahu seberapa cepat bagasi mereka muncul di sana.

Usai pesawat mendarat sempurna dan pintu dibuka, penumpang mulai berhamburan keluar dengan berbagai tujuan. Ada yang ke toilet terlebih dahulu. Ada yang makan. Sekedar mengecek ponsel dan bertukar pesan instan ataupun telepon. Video call dengan sanak famili. Menghabiskan sebatang rokok dan masih banyak lainnya.

Di saat yang bersamaan, bagasi di lambung pesawat dikeluarkan dan kemudian dimuat ke dalam tempat penyimpanan memanjang seperti kereta dan ditarik oleh luggage towing truck sebelum ditransfer ke cargo and loader transporter untuk dimuat ke pesawat.

Bagi penumpang yang memilih langsung menuju baggage carousel usai pesawat mendarat, sekalipun proses penanganan bagasi cukup panjang dan sudah pasti akan menunggu lama, tentu tidak ada salahnya. Terlebih bila di bagasi tersebut terdapat barang mewah dan bernilai tinggi.

Prinsipnya adalah, semakin lama penumpang sampai ke baggage caraousel, semakin kecil mereka mengambil bagasi pada kesempatan pertama. Artinya, bagasi penumpang tersebut terus berputar mengikuti conveyor belt dan dilihat oleh banyak orang atau penumpang lain. Ini tentu berbahaya.

Sekalipun ada mekanisme tag luggage yang akan dicek oleh petugas sebelum penumpang keluar dari area pengambilan bagasi, tetap saja, mekanisme ini tidak sepenuhnya aman untuk mencegah terjadinya pencurian bagasi.

Maka dari itu, keputusan penumpang untuk mempercepat ke tempat baggage carousel adalah tepat, sekalipun bagasi sudah di-wrapping.

Baca juga: Seringkali ‘Ghaib’, Mungkinkah Bagasi Pertama di Baggage Carousel cuma Buat Testing?

Layanan baggage wrapping atau wrapping bagasi mungkin belum banyak diminati penumpang pesawat. Dari jutaan penumpang pesawat (sebelum pandemi), tidak sampai 50 persennya yang membeli jasa layanan wrapping bagasi di bandara. Alasannya bisa sangat beragam, salah satunya biaya.

Fungsi wrapping bagasi di antaranya memang mencegah barang di dalamnya dicuri. Tetapi, perlu diingat, wrapping bagasi tak bisa mencegah bagasi dicuri oleh penumpang lain. Karena itu, penumpang harus sesegera mungkin pergi ke baggage carousel untuk mengamankan bagasi mereka atau menunggu dan memantau keberadaannya.

Demi Efisiensi Waktu dan Biaya, Cathay Pacific Kembali Layani Rute Hong Kong – New York Melintasi Ruang Udara Rusia

Cathay Pacific mengumumkan rencana untuk kembali menggunakan ruang udara Rusia pada rute terpanjangnya. Mulai 1 November 2022, maskapai Hong Kong itu akan menggunakan rute kutub ke New York, yakni dengan melintasi Siberia untuk memangkas waktu penerbangan dan menghapus batasan muatan.

Baca juga: Gegara Perang Rusia-Ukraina, Rute Hong Kong-New York Cathay Pacific Jadi Penerbangan Terpanjang di Dunia

 

Keputusan menggunakan ruang udara Rusia akan menghapus lebih dari dua jam waktu penerbangan. Namun, ini menjadi menarik perhatian, karena keputusan ini diambil Cathay pada saat maskapai Barat masih menjauhi langit Rusia.

Sejak Maret 2022, Cathay Pacific bergabung dengan sejumlah maskapai Eropa, Amerika Utara, dan Asia dalam menolak untuk terbang di atas Rusia karena sanksi yang dijatuhkan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Dikutip dari Bloomberg, setelah delapan bulan berlalu, Cathay Pacific akhirnya memilih untuk melanjutkan terbang di atas Rusia pada rute tertentu. Rute melintasi Rusia yakni untuk melayani dari JFK New York ke Hong Kong.

Sejak Maret 2022, penerbangan yang biasanya 15 jam telah diperpanjang hingga 17 jam karena penerbangan harus melintasi Pasifik, alih-alih terbang di atas kutub. Dan mulai 1 November 2022, Cathay kembali ke rute kutub yang biasa, memangkas waktu penerbangan hampir dua jam dari New York ke Hong Kong dan lebih dari satu jam dalam perjalanan pulang.

Dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg, maskapai itu mencatat bahwa mereka tunduk pada sanksi apa pun yang mencegah penerbangan berlebihan Rusia. “Ada maskapai besar lain yang terbang melintasi wilayah udara Rusia, dan tidak ada sanksi yang mencegah Cathay Pacific terbang melintasi Rusia. Rute Kutub memberikan pengalaman penerbangan yang aman, langsung, dan tercepat bagi pelanggan kami yang bepergian dari Pantai Timur Amerika Utara ke Hong Kong.”

Dalam catatan internal kepada pilot, Cathay menekankan bahwa terbang di atas Rusia aman. Meski begitu, penerbangan tersebut tentunya harus mendapat persetujuan dari otoritas Rusia.

Kembali ke rute kutub juga akan memungkinkan penerbangan menghindari angin sakal dan membawa muatan penuhnya, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan pada rute Pasifik yang lebih panjang.

Baca juga: Bukan Hanya Cathay Pacific, Ini Deretan Pesawat Sipil yang Nyaris Kena Rudal

Cathay saat ini mengoperasikan Airbus A350-1000 pada rute JFK-HKG, meskipun Boeing 777 juga telah digunakan sebelumnya. Patut dicatat bahwa maskapai penerbangan Timur Tengah, India, dan Cina terus beroperasi di Rusia seperti sebelumnya, dan tanpa masalah.

Rhaetian Railway Pecahkan Rekor Rangkaian Kereta Penumpang Terpanjang di Dunia, 1,9 Km

Dengan latar Pegunungan Alpen yang indah, Operator kereta Rhaetian Railway (RhB) di Berguen, Swiss pada hari Sabtu kemarin telah memecahkan rekor dunia untuk rangkaian kereta penumpang terpanjang di dunia. Disebut sebagai rangkaian kereta terpanjang, lantaran Rhaetian Railway berhasl menjalankan kereta sepanjang 1,9 km yang terdiri dari 100 gerbong.

Baca juga: KA Kertajaya, Ternyata Kereta Terpanjang dengan 16 Rangkaian Gerbong

Kereta tersebut melaju di sepanjang rute Albula/Bernina dari Preda ke Berguen. Penggemar kereta api dari penjuru dunia telah berjejer di lembah untuk menyaksikan 25 bagian kereta yang melaju sekitar 25 km melalui Pegunungan Alpen.

Meskipun ada kereta barang yang lebih panjang, dengan beberapa mencapai lebih dari 3 km, acara hari Sabtu ini merupakan kereta penumpang terpanjang yang pernah berjalan.
Itu beberapa ratus meter lebih panjang dari kereta yang memegang rekor tidak resmi sebelumnya, di Belgia pada 1990-an.

(Photo: EPA-EFE / Yanik Buerkli Tilt Shift Linse)

Pada acara pemecahan rekor tersebut, RhB turut membawa 150 penumpang. Kereta melaju dengan melewati 22 terowongan heliks dan melintasi 48 jembatan di sepanjang jalan, termasuk Landwasser Viaduct yang megah, menjulang 65 meter di atas jurang di bawahnya.

Media Swiss menyiarkan rekaman udara yang menunjukkan kereta di beberapa tingkat secara bersamaan, dengan moncongnya keluar dari satu terowongan saat gerbong lebih jauh ke belakang meluncur melalui yang lain.

Baca juga: Punya Jalur Lurus Terpanjang di Dunia, Kereta Indian Pacific Melintas dari Ujung Barat ke Ujung Timur Australia

Selain 150 penumpang, ada di rangkaian kereta termasuk 7 masinis, 21 teknisi, yang memastikan ke-25 kereta penumpang itu dapat melaju dengan sempurna. “Ke-25 kereta melakukan hal yang sama, mempercepat dan memperlambat pada saat yang sama, dan semuanya dipandu oleh masinis pertama,” ujar juru bicara Rhaetian Railway, seperti dikutip dari South China Morning Post (30/10/2022).

Stiker Vs Cat, Mana Lebih Baik untuk Livery Pesawat?

Sebagaimana industri otomotif, industri dirgantara juga mengenal dua cara saat ingin mengenakan livery tertentu pada pesawat. Dua itu adalah cat dan stiker. Bicara kualitas, tentu cat masih yang terbaik. Tetapi, secara keseluruhan, mana lebih baik, cat atau stiker?

Baca juga: Keren, 43 Unit Airbus A380 Emirates Pakai Livery Dubai Expo 2020, Tiga di Antaranya Warna-warni

Emirates belum lama ini mengecat 43 armada Airbus A380-nya dengan livery Dubai Expo 2020. Butuh 16 hari dan 4.379 jam kerja untuk menyelesaikan proses pengecatan pesawat.

Meski tak menyebut detail biaya, di kesempatan lain, terungkap bahwa biaya jasa pengecatan pesawat sebesar US$50.000 atau sekitar Rp715 miliar (kurs 14.340) untuk pesawat narrowbody dan US$175.000 atau sekitar Rp2,5 miliar untuk pesawat widebody.

Kocek sebesar itu hanya untuk biaya pengecatan pesawat tentu tak ada masalah jika itu livery permanen maskapai. Tetapi, saat ingin mengenakan livery temporer, menghamburkan uang sebesar itu tentu adalah sebuah pemborosan dan maskapai cenderung menghindarinya.

Maka dari itu, hampir seluruh maskapai lebih memilih menggunakan stiker berbahan dasar vinyl atau stiker vinyl saat ingin mengenakan livery sementara, seperti yang dilakukan Southwest Airlines, belum lama ini.

Maskapai asal Amerika Serikat itu, baru-baru ini, kedapatan memasang livery Mickey Mouse dan Walt Disney World. Meski dibuat menggunakan stiker, tetapi, hasilnya tak jauh berbeda dengan pesawat yang menggunakan livery dengan cat.

Baik itu livery cat dan stiker pada pesawat, seperti dikutip dari Simple Flying, keduanya tentu sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Livery menggunakan stiker vinyl pada mobil nyaris tak ada masalah. Desainnya juga lebih atraktif dan kompleks, mengingat itu hanya tinggal diprint dan dipasang di kendaraan. Selain itu, proses pengerjannya pasti jauh lebih cepat dibanding menggunakan cat dan didesain sedemikian rupa oleh seniman airbrush.

Hanya saja, mobil dan pesawat berbeda. Mobil berada di darat dengan suhu normal sedangkan pesawat berada di udara dengan suhu ekstrem mulai dari 40 derajat celcius sampai yang terendah -55 derajat celcius saat berada di ketinggian 40 ribu kaki.

Tak cukup sampai di situ, permukaan badan pesawat juga terus-menerus dihantam angin berkecepatan 804 km per jam dan berbagai bahan kimia, mulai dari knalpot mesin sampai cairan de-icing. Karenanya, livery pesawat dari stiker vinyl harus dipasang dengan sangat presisi dan tidak boleh ada gelembung sedikit pun.

Sebab, bila ada gelembung sedikit saja, stiker akan mengelupas saat di ketinggian. Bila stiker hanya sebagian kecil dari badan pesawat, tentu itu tak masalah. Namun, bila stiker ini menutupi seluruh badan pesawat, tentu akan berbahaya bagi penerbangan itu sendiri dan bukan tak mungkin bakal melukai manusia di daratan.

Baca juga: Maskapai dan Produsen Pesawat Rugi Besar, Produsen Cat Pesawat Justru Untung Besar

Dari paparan di atas, bisa dibilang, tak ada yang lebih unggul antara livery menggunakan cat dengan stiker. Yang ada hanyalah menyesuaikan kebutuhan. Jika livery yang ingin dikenakan pada pesawat cenderung temporer, maka, stiker vinyl masih jadi yang terbaik untuk memasang livery pesawat.

Sebaliknya, jika livery ingin digunakan pesawat dalam jangka panjang, hasil akhir yang lebih sempurna, warna yang lebih presisi, dan perlindungan maksimal terhadap permukaan pesawat, cat masih yang terbaik.























Jarang Dianggap, Ini Peran Vital Petugas Pemadam Kebakaran di Bandara

Petugas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) mungkin jadi salah satu petugas dari sebuah instansi yang jarang unjuk gigi di bandara. Pada umumnya, banyak yang berpikiri bahwa petugas hanya bekerja saat terjadi kebakaran saja, sesuai namanya. Padahal, itu tidak selalu demikian.

Baca juga: Hiburan di Tengah Pandemi, Pemadam Kebakaran di Rio de Janeiro Bikin Konser dari Atas Tangga Penyelamat

Bahkan, bila pun tugas dan fungsi pemadam kebakaran di bandara hanya sebatas itu, sama sekali tak mengurangi peran vital pemadam kebakaran dan secara aturan wajib ada di sebuah bandara, untuk melakukan aksi tanggap darurat, mitigasi, evakuasi, dan penyelamatan penumpang dan kru saat terjadi keadaan darurat.

Dilansir Simple Flying, petugas pemadam kebakaran harus melakukan pelatihan khusus sebelum ditugaskan di lapangan. Sebab, kemampuan mencegah dan menangani kebakaran di bandara, entah itu pesawat atau bandara itu sendiri, memberikan angka kemungkinan hidup yang lebih tinggi dibanding tanpa keterlibatannya.

Selain didukung skill mumpuni, petugas pemadam kekabaran juga dilengkapi dengan peralatan mumpuni sesuai dengan area kerjanya. Dalam kasus kebakaran pada pesawat, komponen airnya dilengkapi dengan busa dan bahan kimia agar api tidak membesar dan cepat padam.

Snozzle pada selang pemadam kebakaran juga dilengkapi dengan paku yang meluncur bersamaan dengan air. Paku itu dapat menembus body pesawat dan mengantarkan busa menyelinap masuk ke bagian dalam kabin sekalipun disemprot dari luar, sehingga menghindarkan petugas dari bahaya. Kemudian, snozzle juga dilengkapi dengan infra merah.

Secara umum, dalam hal ini petugas PKP-PK atau ARFF di Indonesia, seperti dilansir laman beacukai.go.id, memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda dari suatu pesawat udara yang mengalami kejadian (incident) atau kecelakaan (accident) di bandara dan sekitarnya, dan mencegah, mengendalikan, memadamkan api serta melindungi manusia dan barang yang terancam bahaya kebakaran pada fasilitas di bandara.

Di luar fungsi itu, petugas pemadam kebakaran juga melakukan berbagai pekerjaan lain, seperti Layanan Medis Darurat (EMS), membersihkan salju yang menumpuk di areal bandara, hingga inspeksi runway secara rutin setiap pagi. Bahkan, tak sedikit dari petugas damkar bandara juga dilatih sebagai paramedis untuk skill tambahan.

Di beberapa bandara, unit PKP-PK atau ARFF juga menangani satwa liar, baik pencegahan maupun tindakan.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Pilot dan Pramugari Saat Terjadi Kebakaran di Kabin Pesawat

Di AS, misalnya, serangan burung atau kawanan liar lainnya kerap terjadi. Prosedur melakukan tindakan pun sangat ketat tanpa harus membunuh binatang. Sekalipun terpaksa dan ada darah yang mengalir dari tubuh satwa, itu harus dikirim ke Smithsonian untuk diteliti apakah ada pola khusus atas munculnya kawanan satwa tersebut atau tidak.

Jika bandara terletak di pinggir laut, petugas pemadam kebakaran juga harus melakukan evakuasi dan melalui unit khusus, seperti Akademi Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Bandara Kopenhagen (CARFA).

[Video] Jaringan Komuter dan Kepolisian Jepang Buat Simulasi Penanganan Ancaman Kekerasan di Dalam Gerbong Kereta

Latihan atau simulasi terkait dengan kesigapan aparat menghadapi ancaman di dalam gerbong kereta, mungkin sudah pernah dilakukan di banyak negara. Termasuk di Indonesia, satuan elite TNI bahkan pernah melakukan simulasi pembebasan sandera dari tangan teroris di dalam gerbong kereta api. Namun, ada yang unik disimak dari jaringan kereta komuter Jepang.

Baca juga: Kondektur Kereta Jepang Dianiaya Penumpang, JR East Hadirkan Bodycam untuk Bukti Kekerasan

Dikutip dari Soranews24.com (27/10/2022), Japan Rail dan Departemen Kepolisian Prefektur Ibaraki belum lama ini melakukan simulasi terkait penanganan ancaman di dalam gerbong kereta komutrer. Yakni disimulasikan ada seorang penumpang yang mengancam dengan menggunakan senjata tajam.

Ini menjadi keunggulan Jepang dalam pelatihan kesiapsiagaan. Apakah itu menggunakan maskot untuk mensimulasikan pelarian hewan dari kebun binatang, atau menyiapkan peluncuran untuk melarikan diri dari kastil yang terbakar, warga Jepang terus diingatkan akan pentingnya bersiap untuk skenario terburuk, dan itu meluas ke situasi berbahaya di gerbong kereta.

Japan Rail dan Departemen Kepolisian Prefektur Ibaraki melakukan latihan darurat di dalam kereta di Jalur Joban Japan Rail, dan mereka membagikan video simulasi tersebut kepada publik.

Keinginan mereka untuk menyebarkan informasi tentang apa yang mungkin terjadi dan bagaimana staf dan penumpang harus menangani insiden seperti itu berjalan lebih baik dari yang direncanakan, karena video itu akhirnya menjadi viral secara online.

Alasan mengapa klip video itu menjadi viral adalah karena pria yang memainkan peran sebagai penyerang (menggunakan pisau), terkesan bukan pertunjukan yang setengah matang, karena pria bermata lebar itu tampil habis-habisan dengan peran tersebut, memainkannya dengan sangat meyakinkan sehingga para pemain pengganti yang berperan sebagai penumpang tidak perlu bertindak ketakutan, karena mereka memang benar-benar takut.

Video dimulai dengan salah satu penumpang bergerak menjauh dari penyerang, yang jelas terlihat lemas saat dia berteriak sambil memukul drum kecil. Adegan terbentang lebih jauh ketika penumpang, yang diidentifikasi dengan kata “乗客” (“joukyaku” [“penumpang”]) di rompinya, menuju ke tombol panggilan darurat, di mana dia meminta bantuan kondektur dan menjelaskan bahwa seorang pria dengan pisau ada di kereta.

Beberapa waktu berlalu dan kereta itu sekarang sedang dievakuasi oleh staf sehingga si penyerang sendirian, memegang replika pisau di satu tangan. Di sinilah aktor benar-benar melakukan pertunjukan, memegangi kepalanya di tangannya dan bertindak gelisah, berbaring di atas kursi sambil berteriak sekeras-kerasnya.

Kemudian, ketika polisi tiba, kita semua diberi pelajaran tentang bagaimana pihak berwenang menghadapi kekerasan di Jepang — bukan dengan senjata, tetapi dengan tongkat, perisai, dan “man catcher” yang dikenal sebagai sasumata.

Ketika berusa dibekuk, penyerang melakukan perlawanan kepada petugas polisi. Setelah melewat drama, pria itu ditahan dan ditangkap di tempat. Di akhir video, penonton daring memberikan tepuk tangan yang meriah, meninggalkan komentar seperti:

“Dia bertingkah seperti seseorang yang pernah mengalami ini secara langsung sebelumnya.”
“Sangat terkesan dengan undang-undang ini.”
“Sepertinya dia tidak berakting.”
“Seseorang menominasikannya untuk Academy Award!”
“Memainkan penjahat dengan benar seperti ini meningkatkan nilai pelatihan. Mereka semua melakukan pekerjaan yang hebat.”

Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Dengan skenario yang lebih realistis, maka warga semakin siap untuk menghadapi insiden darurat seperti ini. Dan video di atas menuai pujian untuk Japan Rail dan polisi setempat untuk melakukan latihan, dan kepada aktor karena benar-benar menjiwai perannya.

Bagaimana Cara Terbaik Tidur di Pesawat? Ini 12 Tipsnya

Bagi sebagian kecil orang, tidur urusan mudah. Sekadar menyandarkan badan, tidur. Sekadar memejamkan mata, langsung tidur dan sebagainya. Namun bagi kebanyakan orang, tidur butuh syarat. Ini akan menjadi masalah ketika di pesawat dimana syarat tersebut tidak bisa dibutuhkan karena faktor eksternal. Perlu trik khusus agar bisa tetap tidur dipesawat. Lantas, bagaimana cara terbaik tidur di pesawat?

Baca juga: Tips Cara Terbaik Penumpang Tidur di Pesawat dari Pramugari, Tapi Berisiko Dibenci Penumpang Lain

Seorang frequent flyer sekaligus life-long flyer, Richard Guy, membagikan tips cara terbaik tidur versinya di Quora. Ada 12 cara yang dibagikannya. Berikut selengkapnya.

1. Duduk di kursi dekat jendela dan tutup tirainya

Cara ini ampuh agar penumpang tidak diganggu oleh penumpang lainnya yang ingin ke toilet dan sebagainya. Jangan lupa menutup tirainya agar tidak silau.

2. Siapkan bantal untuk duduk

Kursi pesawat, terlebih di kelas ekonomi, membuat penumpang kerap mengalami sakit punggung bagian atas dan tulang ekor dan ini membuat penumpang jadi tidak nyaman dan sulit tidur. Karenanya, disarankan untuk membawa bantal sebagai tambahan media duduk agar lebih nyaman.

3. Bawa neck pillow atau bantal leher

Kursi pesawat memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan penumpang. Namun tetap saja kualitas kenyamanannya rendah dalam konteks untuk penumpang tidur. Penumpang kerap sakit punggung bagian atas sehabis tidur di kursi pesawat. Karenanya, disarankan untuk membawa bantal atau bantal leher untuk dudukan leher belakang.

4. Alat penyumbat telinga

Ada banyak tersedia di toko online yang menjual alat penyumbat telinga. Jika sult ditemukan, penumpang bisa menggunakan earphone, headhphone, headset atau sejenisnya sekalipun tanpa menyetel musik. Ini penting untuk membuat anda lebih rileks dan tak terganggu dengan suara bising.

5. Lepas sepatu

Ada banyak hal yang membuat seseorang tidak nyaman. Salah satunya sepatu. Terlalu panjang untuk menjabarkannya dari sisi kajian psikologi tentang hubungan sepatu dengan kenyamanan seseorang. Tetapi, cara ini terbukti di banyak tempat oleh banyak penumpang pesawat untuk bisa tidur.

6. Pakai selimut

Cara ini tentu tidak umum alias khusus untuk penumpang kelas bisnis ataupun first class. Sebab, di kelas ekonomi tidak ada selimut, kecuali kelas ekonomi premium di penerbangan jarak jauh. Dengan memakai selimut dan menutup diri dengannya, suasana tidur akan mengantarkan penumpang untuk lebih rileks dan pada akhirnya tidur nyenyak.

7. Tunggu sampai pesawat selesai lepas landas

Ada banyak noise saat pesawat lepas landas dan climbing. Karenanya, penumpang lebih baik tidur di pesawat setelah itu usai atau saat sudah mencapai ketinggian jelajah.

8. Ke toilet dulu sebelum tidur

Rasa ingin BAB dan BAK kerap membuat tidak nyaman. Karenanya, itu perlu diselesaikan terlebih dulu ke toilet sebelum tidur.

9. Tidur di meja baki

Bagi penumpang yang memiliki tinggi badan pendek, tidur di meja baki atau meja seatback adalah pilihan tepat. Terlebih ditambah bantal dan lengan untuk meletakkan kepala. Seperti ketika tidur di meja belajar di sekolah.

10. Rebahkan kursi

Cara ini tentu harus diikuti dengan kursi di belakangnya. Bila tidak, penumpang di kursi belakang akan protes karena membuatnya sempit.

Baca juga: Tak Semua Penumpang Mudah Tidur di Pesawat, Ini Sepertinya Bisa Membantu!

11. Tidur di lantai pakai tandu

Di penerbangan jarak jauh di atas enam jam, saat lampu kabin dimatikan dan awak kabin beristirahat, penumpang bisa tidur di lantai paling belakang dengan tandu. Tandu itu biasanya diletakkan di celah antara kursi baris belakang dan sekat. Meski ekstrem, Richard mengaku pernah menerapkan ini dan tidur dengan puas.

12. Pakai penutup mata untuk tidur

Memejamkan mata saja tidak cukup membantu. Karenanya, penumpang perlu menutup mata untuk bisa tidur di pesawat.

11 Fitur Keselamatan di Kabin Pesawat yang Mungkin Belum Diketahui Penumpang

Sebagai moda transportasi paling aman di dunia, pesawat dilengkapi dengan sederet fitur keamanan dan keselamatan (safety). Meski begitu, tak banyak penumpang yang menyadarinya. Setidaknya, ada 11 fitur keselamatan yang mungkin belum diketahui penumpang. Apa saja? Dilansir thepointsguy.com, berikut selengkapnya.

Baca juga: Fitur-Fitur Rahasia di Kabin Pesawat, Salah Satunya Bisa Buka-Kunci Pintu Toilet dari Luar

1. Perlengkapan pemadam kebakaran

Kebakaran mungkin tidak pernah diduga datangnya, Kendati begitu, maskapai harus siap dan peralatan pendeteksi kebakaran serta pemadam kebakaran sudah siap tersedia.

2. Smoke detector

Smoke detector atau pendeteksi asap ini penting untuk merespon fitur keamanan dan keselamatan lainnya, seperti alarm. Sensor smoke detector berada di langit-langit kabin. Ini dilengkapi dengan detektor panas yang berada di kompartemen bagasi.

3. Fire extinguisher atau pemadam api

Bila alarm hasil deteksi sensor asap dan panas berbunyi dan ditemukan api, pramugari akan mengambil alat pemadam api dan memadamkannya sebelum api menyebar.

4. Smoke hood and fire gloves

Melengkapi insiden nomor tiga, pramugari akan dibekali dengan perlengkapan pemadam api atau kebakaran untuk melindungi diri dari cedera serta menghirup asap kebakaran.

5. Kursi roda di dalam pesawat

Dalam kondisi darurat, seperti terjadi turbulensi hebat, pesawat bisa terguncang dengan keras dan pada akhirnya menimbulkan cedera pada penumpang. Jika cedera kaki yang dialami, maka penumpang bisa menggunakan kursi roda untuk turun dari pesawat.

6. Stowage latches

Stowage latches mungkin terdengar aneh atau asing bagi penumpang. Ini sebetulnya sama dengan seat belt atau sabuk pengaman di kursi penumpang. Di kursi pramugari atau awak kabin di galley, itu bernama stowage latches, bukan seat belt. Fungsinya sama saja, digunakan saat lepas landas dan mendarat atau kondisi darurat.

7. Pemutus sirkuit

Kebakaran kerap terjadi dimanapun, tak terkecuali di pesawat. Ini biasanya disebabkan oleh barang-barang elektronik yang tidak berfungsi sempurna. Pramugari biasanya akan memutus arus listrik di panel dan melalui sejumlah pemutus arus.

Tirai di kabin penumpang pesawat Boeing 737-800 Alaska Airlines dibuat tembus pandang. Ini tentu tak sesuai dengan esensi tirai itu sendiri yang salah satunya membuat privasi dan menyekat kelas penumpang. Foto: Pinterest

8. Partisi dan penyekat kabin

Pramugari/pramugara sebelum pesawat lepas landas biasanya akan mengecek partisi dan penyekat kabin. Tak banyak yang sadar bahwa partisi dan penyekat kabin ini di bagian tengahnya bisa dibuka seperti jendela. Fungsinya, dalam keadaan darurat, ini sangat membantu awak kabin dan penumpang mendapatkan pandangan yang luas.

9. Defibrilator

Saat terjadi darurat kesehatan oleh penumpang bahkan kru, pesawat membutuhkan waktu cukup lama untuk segera mendarat di bandara terdekat dan mengantarkan penumpang ke rumah sakit. Karenanya, pramugari dilatih untuk memberikan pertolongan pertama, salah satunya dengan bantuan defibrilator atau alat pengejut jantung.

Baca juga: Delapan Fitur Tersembunyi di Pesawat, Penumpang Wajib Tahu!

10. Oksigen portabel

Sejalan dengan nomor sembilan, keberadaan oksigen portabel juga sangat dibutuhkan dalam rangka pertolongan pertama darurat kesehatan.

11. Restraint kit

Restraint kit penting saat terjadi kegaduhan yang disebabkan penumpang kehilangan kendali. Dalam kasus terbaru di pesawat Turkish Airlines, dimana seorang penumpang WNI ngamuk dan mengganggu penerbangan, petugas menangkap dan mengamankannya menggunakan restraint kit. Restraint kit banyak macamnya, adapun yg digunakan ketika itu berupa borgol tangan.

Bantu Relaksasi Para Pelancong, Bandara Helsinki Tawarkan Pengalaman Hutan yang Unik

Keluar dari hiruk-pikuk perkotaan, terlebih bagi warga yang hidup di pusat bisnis, kadang kala menjadi sebuah keharusan, bukan hanya untuk menyegarkan pikiran namun juga menjaga kesehatan. Sebuah studi menunjukkan, menghabiskan waktu di alam bebas memiliki efek positif pada kesejahteraan (relaksasi). Selain itu,berjalan di hutan terbukti mengurangi stres, memperlambat detak jantung, dan mengurangi ketegangan otot.

Baca juga: Bandara Helsinki Hadirkan Toilet Khusus Hewan Peliharaan Penumpang

Seiring berjalannya waktu, inovasi, kreativitas, dan kerinduan akan suasana alam di tengah kota kian hari kian meningkat, bahkan, di bandara sekalipun, yang notabene erat kaitannya dengan kesibukan. Dilansir dari airport-business.com, Jumat, (28/2), belum lama ini, Metsä/Skogen, sebuah perusahaan furniture dan arsitektur yang juga menjual beberapa produk-produk benuansa alam, direncakan akan membuka outlet keduanya di Bandara Helsinki, Finlandia.

Dibukanya outlet tersebut, dinilai sangat sejalan dengan visi misi Finavia, pengelola Bandara Helsinki, melalui program pengembangannya untuk menjadikan bandara tersebut sebagai bandara terbaik di dunia dengan menawarkan pengalaman unik kepada pelanggan. Salah satunya dengan kehadiran outlet unik berkonsep hutan (alam) seperti Metsä/Skogen.

“Metsä/Skogen mewakili persis jenis keahlian baru berkelanjutan Finlandia yang ingin kami tawarkan kepada penumpang kami,” kata Nora Immonen, Direktur Bisnis dan Layanan Komersial Bandara Helsinki (Finavia).

“Konsep gaya hidup yang unik memperluas jangkauan layanan yang tersedia di Bandara Helsinki dan mendukung tujuan Finavia untuk memperbarui diri dan menciptakan solusi berani untuk meningkatkan pengalaman pelanggan bandara dan merek Finlandia. Kami senang Metsä/Skogen memutuskan untuk membuka outlet keduanya di Bandara Helsinki, sebuah hub antara Asia dan Eropa,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Metsä/Skogen, Carita Peltonen, mengaku saat ini pihaknya tengah menyiapkan beberapa konsep unik yang erat kaitannya dengan hutan Utara khas Finlandia. Diharapkan, dengan konsep tersebut dapat membantu mengembalikan ketenangan semua orang di tengah hari-hari yang sibuk.

“Bekerja sama dengan arsitek, pakar lingkungan, dan profesional perawatan kesehatan, kami sedang membangun konsep di mana kesejahteraan manusia dan alam adalah jantung dari segalanya. Gagasan menawarkan suara alam, aroma, dan rasa adalah untuk menciptakan pengalaman hutan Finlandia paling otentik semirip mungkin, yang membantu orang tenang di tengah hari yang sibuk, dan menawarkan pandangan unik tentang alam Finlandia,” katanya.

Baca juga: Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia

Selain membuka outlet, Metsä/Skogen juga bekerjasama dengan pengelola Bandara Helsinki, Finavia, dalam kerjasama memperkuat dan mempromosikan pengalaman kesejahteraan dan kualitas hidup warga Finlandia, yang notabene dicap sebagai negara paling bahagia di dunia.

Dengan begitu, kolaborasi kedua diharapkan dapat menciptakan suasana yang unik kepada pelanggan, khususnya dalam upaya ‘melawan’ suasana sibuk yang kerap terjadi di bandara. “Metsä/Skogen berupaya mengajarkan orang bagaimana menjalani hidup mereka tanpa stres,” tutup Carita.

Atasi Jenuh, Apa yang Dilakukan Pramugari di Pesawat Saat Penerbangan Jarak Jauh? Ini 13 Jawabannya

Mengunjungi destinasi favorit melintasi benua tentu sangat menyenangkan. Namun, selama perjalanan menuju ke sana di pesawat, belum tentu se-menyenangkan mengunjungi destinasi favorit, khususnya pramugari (awak kabin). Rasa bosan dan jenuh kerap menghampiri di penerbangan berjam-jam. Lantas, apa yang dilakukan pramugari selama di pesawat dalam penerbangan jarak jauh?

Baca juga: Dalam Penerbangan Jarak Jauh, Inilah yang Dilakukan Pilot untuk Mengatasi Jenuh

Sebelum ke arah sana, perlu disamakan terlebih dahulu persepsi terkait apa itu penerbangan jarak jauh, khususnya di mata pramugari.

Setiap maskapai dan bandara cukup beragam dalam mendefinisikan penerbangan ultra jarak jauh, jarak jauh, menengah, dan jarak pendek. Maskapai-maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines tentu sudah jelas, hanya mengoperasikan penerbangan jarak jauh.

Bandara Hong Kong menganggap sebagian besar tujuan Asia tergolong sebagai penerbangan jarak pendek. Sedangkan tujuan lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia merupakan penerbangan jarak jauh.

American Airlines menggunakan jarak penerbangan sebagai ukuran apakah itu penerbangan jarak jauh atau jarak pendek. Maskapai lain ada yang menilainya dari segi durasi. Penerbangan jarak pendek berkisar satu sampai tiga jam.

Sedangkan penerbangan jarak jauh berkisar enam sampai 12 jam. Adapun penerbangan tiga sampai enam jam merupakan jarak menengah.

Dalam penerbangan jarak jauh enam sampai 12 jam, umumnya maskapai akan memberikan dua kali meals.

Tentu saja, selepas pesawat take off dan tanda sabuk pengaman padam, pramugari mulai bergerak menyuguhkan makanan dan minuman ke penumpang serta serangkaian pelayanan lainnya. Setelah itu, mereka idle atau siap sedia andai dibutuhkan. Di saat-saat idle inilah, rasa bosan dan jenuh datang menghampiri. Umumnya, pramugari (awak kabin) melawannya dengan beragam cara.

Baca juga: Apakah Pramugari Izinkan Penumpang Tidur di Kursi Pesawat yang Kosong Bak di Kasur?

Menurut pramugari Susan Brown, sedikitnya ada 13 aktivitas yang bisa dilakukan pramugari untuk mengisi waktu saat bertugas di penerbangan jarak jauh. Berikut selengkapnya.

1. Minum air setiap 30 menit

Minum air memang tidak menghibur, tetapi cukup untuk membuat pramugari tetap sibuk dan memiliki aktivitas. Selain itu, minum air putih juga bagus untuk mengganti cairan yang hilang selama di ketinggian.

2. Foto-foto/selfie

Aktivitas ini, bila dinikmati bersama pramugari/pramugara lainnya, bisa membuat penerbangan lebih tak terasa dan pada akhirnya menghilangkan rasa bosan.

3. Makan

Sama halnya dengan minum, makan memang tidak menghibur. Tetapi cukup untuk mengisi aktivitias.

4. Ngobrol

Bincang-bincang santai dengan beragam tema rasanya secara naluriah akan dilakukan oleh pramugari manapun selama dalam penerbangan.

5. Main games

Bagi yang hobi games, ngobrol rasanya akan jadi nomor setelah main games.

6. Olahraga

Bagi yang hobi olahraga, main games, ngobrol, makan, dan lainnya justru nomor sekian setelah berolahraga.

7. Amenity kit

Bagi kamu yang suka naik pesawat jarak jauh, pasti sudah gak asing lagi dengan amenity kit. Ya, biasanya amenity kit yang berisi produk perawatan diri ini disediakan maskapai penerbangan untuk para penumpangnya. Pramugari biasanya akan mengecek ini sekedar mengisi waktu

8. Main ponsel atau sosmed

Di penerbangan tertentu, tersedia WiFi untuk mengakses sosial media. Ini bisa dilakukan untuk mengisi aktivitas.

9. Make up

Make up atau merias wajah pasti sangat menyita waktu dan ini justru bagus untuk pramugari mengisi waktu.

10. Bermain dengan anak-anak

Bila ada anak-anak, pramugari yang senang dengannya akan menghampiri dan menghiburnya.

11. Menggambar

Pramugari yang hobi menggambar biasanya akan melihat ke luar dan menggambarnya, baik di kertas maupun di aplikasi.

Baca juga: Intip Tempat Istirahat Pramugari di Pesawat, Pantas Kerap ‘Menghilang’ dari Kabin

12. Tidur

Di pesawat widebody untuk penerbangan jarak jauh, terdapat ruang rahasia di atas kabin utama yang berisi banyak kasur untuk awak kabin tidur atau sekedar istirahat.

13. Tidak melakukan apapun

Do nothing alias melamum sering kali tanpa sadar dilakukan dan ini cukup ampuh dalam menghabiskan waktu.