Virgin Atlantic Diserbu Pelamar Kerja, Gegara Seragam Non-Gender Awak Kabin?

Virgin Atlantic mengaku kebanjiran pelamar kerja untuk posisi staf darat, pramugari, dan pramugara. Ini menarik mengingat maskapai lainnya, seperti Lufthansa dan British Airways, yang sudah lebih dahulu membuka lowongan pekerjaan di posisi yang sama justru kesulitan untuk memenuhi lantaran rendahnya minat pelamar kerja. Bagaimana bisa seperti itu?

Baca juga: Dianggap Unik, Virgin Atlantic Izinkan Tato Awak Kabin Dilihat Penumpang! Deretan Maskapai Ini Sudah Lebih Dulu

CEO Virgin Atlantic, Shai Weiss, mengungkapkan, pihaknya kebanjiran pelamar kerja pasca memberlakukan kebijakan yang disebut ‘See The World Differently’ dimana staf darat, pramugari, dan pramugara dapat mengenakan seragam kerja yang paling membuatnya nyaman tak peduli laki-laki, perempuan, ataupun non-biner.

Singkatnya, staf darat laki-laki ataupun pramugara dapat mengenakan rok dan staf darat serta pramugari dapat mengenakan setelan celana.

“Kami melihat peningkatan 100 persen pada pelamar (kerja) yang mengikuti kampanye ‘See the world differently’”, jelas Weiss kepada The Telegraph, saat mengadiri penerbangan perdana Virgin Atlantic dari London Heathrow ke Tampa, Florida, Amerika Serikat (AS).

Lebih lanjut, kebijakan tersebut memang membuat nilai rekrutmen karyawan yang diadakan Virgin Atlantic menjadi lebih tinggi dibanding maskapai lainnya. Itu karena keluwesan yang ditawarkan dan menjangkau lebih banyak peminat dibanding rekrutmen maskapai lain dengan standar konservatif.

Terbukti, dari dua gelombang rekrutmen yang dibukan, dimana pertama maskapai membutuhkan sekitar 400 pekerja dan kedua membutuhkan 200 pekerja, pelamar yang mendaftar selalu di atas itu dan tanpa kesulitan untuk melengkapinya.

Ini justru berbeda dengan maskapai lain semisal Lufthansa dan British Airways. Sejak musim panas lalu, British Airways sudah membuka lowongan untuk 4.000 pekerja. Namun, sampai saat ini mereka kesulitan mendapatkannya.

Begitu juga dengan Lufthansa. Sudah membuka lowongan kerja besar-besaran, namun jumlah pelamar kerja tetap sedikit. Maskapai bahkan berninat untuk meningkatkan gaji sampai 20 persen untuk fresh graduate semata untuk menarik minat para pencari kerja.

“Ketika kami mendapatkan 10 pelamar untuk setiap pekerjaan – kami berada dalam posisi yang sangat bagus. Pilot jarak pendek ingin menjadi pilot jarak jauh. Dan pilot jarak jauh ingin menjadi pilot Virgin Atlantic,” tutup Shai Weiss.

Baca juga: Dukung Kesetaraan Gender, Lufthansa Group Tak Lagi Sebut “Ladies and Gentlemen”

Sementara itu, Chief People Officer Virgin Atlantic, Estelle Hollingsworth, mengungkapkan, “Pelanggan dan kolega kami berasal dari latar belakang yang beragam dan kami berkomitmen untuk melanjutkan dukungan kami terhadap keragaman baik di lapangan maupun di atas kapal.”

“Kami mencari rekrutan baru dari semua latar belakang yang bercita-cita untuk menjadi wajah ramah, tersenyum, dan profesional yang maskapai penerbangan – dengan gaya dan bakat Virgin Atlantic yang ikonik”, pungkasnya.

Baden-Württemberg, Negara Bagian di Jerman yang Tolak Teknologi Kereta Hidrogen

Negeri Bavaria tak bisa dilepaskan dari kemajuan teknologi perkeretaapian, seperti ada kabar dari Baden-Württemberg, negara bagian di Jerman ini diwartakan telah memilih baterai sebagai solusi alternatif terbaik untuk menggantikan kereta bertenaga diesel yang melayani rute (jalur) non listrik.

Baca juga: Kereta Hidrogen Pertama di Dunia Mulai Melayani Penumpang, Inilah Keunggulan Teknologi Hidrogen

Dikutip dari railtech.com (3/11/2022), setelah mempelajari berbagai pilihan, Kementerian Transportasi Baden-Württemberg tidak akan lagi mempertimbangkan kereta hidrogen, dan menemukan kereta baterai-listrik sebagai yang terbaik, dan terutama solusi termurah.

Negara bagian dan mitra penelitian memeriksa total 16 bagian rute non-listrik untuk penggunaan kendaraan rel lokal bebas emisi. Dalam kebanyakan kasus, kereta hibrida baterai ternyata menjadi solusi terbaik.

Menteri Transportasi Winfried Hermann: “Agar negara mencapai target iklimnya di sektor transportasi, penggerak diesel harus dipensiunkan sesegera mungkin. Karena pembangunan saluran udara membutuhkan waktu lama dan terkadang sangat mahal, kereta api dengan penggerak alternatif adalah metode pilihan di beberapa jalur kereta api. Studi ini memberikan wawasan yang berharga dalam hal ini.”

Hidrogen tidak meyakinkan
Dalam analisisnya, tiga jenis drive diperiksa oleh Transport Technology-Consult Karlsruhe GmbH (TTK), Komobile GmbH dari Wina dan mitra lainnya. Battery-electric multiple units (BEMU) yang ditenagai oleh listrik dari baterai, yang diisi ulang di bagian jalur dengan saluran udara, kereta sel bahan bakar hidrogen, yang beroperasi dengan daya yang dihasilkan oleh hidrogen di atas kapal dan diubah menjadi tenaga listrik, dan konvensional kereta listrik yang ditenagai oleh listrik dari saluran udara, dan membutuhkan elektrifikasi seluruh rute.

Aspek ekonomi menjadi penentu evaluasi. Biaya produksi, biaya perawatan, kebutuhan energi kendaraan dan emisi CO2 diperiksa dan diperhitungkan dalam evaluasi.

Kereta hidrogen Alstom Coradia iLint menjalankan uji coba pada tahun 2021, tetapi sel bahan bakar hidrogen tidak lagi dipertimbangkan di Baden Württemberg. Kereta sel bahan bakar hidrogen tidak akan lagi dipertimbangkan dalam waktu dekat untuk jalur di Baden-Württemberg, karena berbagai alasan operasional dan ekonomi.

Dalam perbandingan langsung, itu “tidak dapat menegaskan dirinya pada salah satu rute yang diperiksa, juga karena karakteristik infrastruktur dan operasi”, kata Kementerian Transportasi.

Namun, beberapa tes dengan kereta hidrogen masih direncanakan di negara bagian tersebut. Di jalur kereta api Nagoldtal, satu kereta hidrogen Siemens akan melakukan uji coba layanan penumpang pada tahun 2024 bekerja sama dengan Deutsche Bahn, sebagai bagian dari penelitian yang didanai oleh Program Inovasi Nasional untuk hidrogen dan sel bahan bakar (NIP). Awal tahun ini, juga tes dengan kereta hidrogen Alstom dilakukan di jalur kereta api Zollern-Alb.

Semua 16 rute yang diperiksa dikelompokkan menjadi enam subnetwork, dan untuk setengahnya, disarankan menggunakan kereta baterai. Untuk tiga lainnya, opsi terbaik dan paling ekonomis adalah elektrifikasi penuh. Ikhtisar garis dan opsi drive terbaik yang ditemukan telah dibuat di peta oleh kementerian.

Baca juga: Digunakan Pada Jalur Non Listrik, Kereta Hidrogen Meluncur di Swedia

23 unit Kereta Siemens Mireo Plus B sudah dipesan oleh operator SFBW untuk beroperasi di Baden-Württemberg, yang merupakan tender terbuka teknologi pertama di Jerman untuk kereta lokal bebas emisi.

(2) 10 Maskapai yang Menggaji Pilot Paling Tinggi di Dunia

6. China Southern Airlines

Tak hanya Amerika dan Timur Tengah, Asia juga memiliki wakil dalam daftar 10 maskapai yang menggaji pilot paling tinggi atau paling mahal di dunia setelah maskapai China Southern Airlines (berbasis di Guangdong) menempati posisi ke-enam.

Baca juga: (1) 10 Maskapai yang Menggaji Pilot Paling Tinggi di Dunia

Salah satu maskapai terbesar di Cina dan dunia itu diketahui menggaji pilot sebesar US$19.000 per bulan untuk tahun pertama dan US$19.000, US$20.000, dan US$21.000 untuk tahun kedua, ketiga, dan keempat.

7. China Eastern Airlines

Tak kalah dengan sesama maskapai Cina, maskapai LCC yang mengoperasikan rute internasional, nasional, dan regional, China Eastern Airlines, juga masuk dalam daftar 10 maskapai yang menggaji pilot paling tinggi di dunia.

Gaji rata-rata untuk kapten B737NG maskapai yang berbasis di Shanghai itu adalah US$14.000 per bulan dengan traffic dan living allowance masing-masing US$500 per bulan.

8. Emirates

Emirates adalah maskapai penerbangan terbesar di Uni Emirat Arab. Perusahaan ini berbasis di Dubai dan memiliki lebih dari 230 pesawat yang mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan setiap minggu di seluruh dunia. Jaringannya mencakup lebih dari 140 tujuan di enam benua. Berapa gaji pilot Emirates?

Dalam laman resminya, kapten pilot yang baru bergabung mendapat gaji sekitar US$11.710 per bulan, termasuk flying pay (85 jam setiap bulan). Tentu saja, gaji diharapkan meningkat dengan jam terbang pilot itu sendiri. Semakin banyak jam terbang, semakin banyak pengalaman dan semakin tinggi bayarannya.

9. Air China

Air China adalah maskapai penerbangan terbesar Cina yang membuat kemajuan signifikan dalam industri penerbangan. Selain itu, perusahaan ini adalah maskapai penerbangan sipil nasional, anggota Star Alliance, aliansi terbesar di dunia.

Pilot Air China mendapat gaji antara US$76.000 dan US$121.000 setiap tahun. Tentu saja, kompensasi bervariasi berdasarkan parameter spesifik seperti jenis pesawat, pengalaman bertahun-tahun, dan banyak lagi.

Baca juga: Pramugari Maskapai Mana yang Dapat Gaji Paling Tinggi di Dunia?

10. Lufthansa

Lufthansa adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia yang beroperasi secara global dengan lebih dari 550 anak perusahaan dan perusahaan afiliasi.

Portofolio perusahaan termasuk maskapai networking, maskapai penerbangan point-to-point dan perusahaan jasa penerbangan. Jaringannya yang luas menjadikannya salah satu maskapai penerbangan dengan bayaran tertinggi di dunia untuk pilot. Gaji rata-rata seorang pilot yang mengoperasikan penerbangan Lufthansa adalah US$101.895 per tahun.

Susul Lufthansa, Air New Zealand Larang Penumpang Gunakan Pelacak Bagasi Apple AirTag, Kenapa?

Air New Zealand menyusul langkah Lufthansa melarang penumpang menggunakan pelacak bagasi (baggage tracker), Apple AirTags. Sebelumnya, aplikasi Apple AirTag booming dikalangan traveler internasional lantaran seringnya kasus bagasi hilang, tertukar, dan nyasar akibat maskapai dan bandara kekurangan staf.

Baca juga: Ada ‘Pelarangan’ Gunakan Apple AirTag dalam Penerbangan, Ini Kata Pihak Lufthansa

Dalam keterangannya kepada Simple Flying, Air New Zealand melarang penggunaan Apple AirTag lantaran dianggap berbahaya dan mengancam keselamatan serta keamanan penerbangan. Itu karena Apple AirTag terus-menerus mengirimkan sinyal blueetooth sejak alat tersebut diaktifkan. Baterai lithium pada Apple AirTag juga dianggap berbahaya saat berada di dalam kargo.

“Karena produk seperti AirTag dan Tile adalah perangkat elektronik portabel yang tidak dapat dimatikan, peraturan barang berbahaya saat ini melarangnya untuk dibawa dalam bagasi terdaftar,” jelas maskapai.

Belajar dari Luthansa yang telah memberlakukannya terlebih dahulu dan menjadi polemik, Air New Zealand tidak langsung sepenuhnya melarang penggunakan Apple AirTag dan sejenisnya, melainkan secara bertahap dan dengan syarat.

Disebutkan, Apple AirTag dan alat pelacak bagasi lainnya tetap diperbolehkan selama bisa di on/off-kan secara manual.

Sebaliknya, bagi baggage tracker yang memili fitur on/off otomatis, itu dilarang digunakan penumpang. Selama dimatikan, baggage tracker yang digunakan tentu saja tak berfungsi dan tujuan utama penumpang untuk terus melacak bagasi mereka secara real time menjadi sirna.

Sampai tahun 2022 ini, maskapai nasional Selandia Baru itu belum terlalu ketat melakukan penertiban alat pelacak bagasi semacam Apple AirTag. Tetapi di tahun 2023, itu akan diberlakukan dengan ketat.

“Sebagai bagian dari sistem manajemen keselamatan Air New Zealand, peninjauan produk ini kemungkinan akan dilakukan pada awal 2023. Setelah ini, diskusi dengan otoritas pengatur dapat dilakukan,” kata maskapai.

Apple AirTag sejatinya bukan hanya pelacak bagasi. Lebih dari itu, Apple AirTag adalah pelacak barang hilang. Sederhananya, Apple AirTag seperti membekali suatu barang dengan GPS agar mudah dilacak saat kehilangan.

Dilansir laman resminya, Apple AirTag memancarkan sinyal Bluetooth aman yang dapat dideteksi oleh perangkat terdekat dalam jaringan atau aplikasi Lacak besutan Apple.

Baca juga: Tak 100 Persen Aman, Aplikasi Pelacakan Bagasi Dipertanyakan Keakuratannya! 

Perangkat ini mengirimkan lokasi AirTag Anda ke iCloud — kemudian Anda dapat membuka aplikasi Lacak untuk melihatnya di peta. Keseluruhan prosesnya bersifat anonim dan dienkripsi untuk melindungi privasi Anda. Karena prosesnya efisien, Anda tidak perlu mengkhawatirkan masa pakai baterai karena bisa bertahan sampai satu tahun atau penggunaan data Anda.

Sama seperti pada perangkat Apple lainnya, Mode Hilang dapat diterapkan pada AirTag. Lalu, saat AirTag terdeteksi oleh perangkat terdekat dalam jaringan, Anda akan otomatis mendapat pemberitahuan. Anda juga dapat mengaturnya agar seseorang bisa mendapatkan info kontak Anda dengan mengetukkan AirTag ke ponsel pintar berkemampuan NFC. Ini teknologi yang sama yang digunakan untuk melakukan pembayaran dengan ponsel.

(1) 10 Maskapai yang Menggaji Pilot Paling Tinggi di Dunia

Terlepas dari banyaknya pilot yang jobless akibat pandemi Covid-19, tetap saja pilot masih dipandang sebagai salah satu profesi yang ‘wah’ berkat gaji selangit. Bak gayung bersambut, faktanya, mudah membuktikan stigma tersebut. Cukup buka media sosial, maka, sedikit banyaknya orang-orang akan mengamini stigma tersebut dengan melihat gaya hidup mereka.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Besaran gaji pilot memang berbeda-beda, bergantung pada dimana mereka bekerja, tipe operasional, pesawat yang mereka terbangkan, posisi atau jabatan, serta seberapa lama mereka bekerja untuk perusahaan. Belum lagi pundi-pundi uang lainnya yang mungkin bisa diraup pilot di beberapa kondisi.

Selain itu, gaji pilot juga ditentukan oleh dimana mereka bekerja. Di dunia, maskapai sangat beragam dalam menggaji pilotnya. Tetapi secara umum, 10 maskapai ini masuk dalam daftar maskapai yang menggaji pilot paling tinggi di dunia. Gaji tertinggi ini perlu dicatat belum termasuk bonus dan additonal payment. Dikutip dari logicpublishers.com, berikut selengkapnya.

1. Southwest Airlines

Southwest Airlines adalah salah satu maskapai terbesar di Amerika Serikat (AS) dan maskapai terbesar LCC terbesar di dunia. Selain itu, maskapai yang didirikan pada tahun 1966 ini juga termasuk dalam kategori maskapai paling aman di dunia karena belum sekalipun mengalami kecelakaan fatal.\

Menariknya, reputasi tersebut didapat maskapai juga dengan menyandang sebagai maskapai yang menggaji pilot paling tinggi di dunia. Rata-rata, gaji pilot maskapai Southwest Airlines mencapai US$221.636 per tahun belum termasuk bonus dan additional payment. Adapun gaji kopilot maskapai ini mencapai US$52.899 hingga US$549.882 per tahun.

2. United Airlines

Termasuk dalam salah satu maskapai terbesar di AS dan di dunia dari segi jumlah penumpang, United Airlines terbang ke lima benua dari berbagai hubnya di AS, seperti Denver, Houston, Los Angeles, San Francisco, Newark, Guam, dan DC.

Baca juga: (2) Hidup Bak ‘Sultan,’ Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Pilot-pilot United Airlines mendapat gaji cukup tinggi dan menjadikannya sebagai nomor dua tertinggi dalam daftar maskapai yang menggaji pilot paling tinggi di dunia. Per tahun, pilot United Airlines digaji rata-rata sekitar US$205.164.

Bagi Anda pilot wannabe, baru-baru ini, maskapai berencana melatih sekitar 5.000 pilot baru dari berbagai latar belakang, baik ada maupun tanpa pengalaman.

3. Delta Airlines

Masih dari AS, maskapai Delta Airlines merupakan salah satu maskapai terbesar di AS dengan revenue passenger-kilometres atau pendapat penumpang per kilometer yang menarik. Maskapai ini diketahui menjadi salah satu maskapai tertua dan terbesar yang mengoperasikan penerbangan nonstop ke lebih dari 330 tujuan.

Pilot di sini digaji cukup tinggi mencapai US$192.336 per tahun. Sedangkan kopilot digaji sekitar US$54.017 sampai US$526.312 per tahun, tergantung jam terbang.

4. Qatar Airways

Qatar Airways merupakan maskapai nasional Qatar dan dianggap sebagai salah satu maskapai tersukses sekalipun umurnya masih tergolong muda. Itu terjadi berkat reputasi luar biasa dalam pelayanan dan tarif yang terjangkau ke penumpang. Tak hanya itu, dengan konsep hub-and-spoke, Qatar Airways juga menghubungkan 150 destinasi internasional di seluruh dunia.

Pilot-pilot Qatar Airways juga digaji cukup tinggi dengan rata-rata US$173.975 hingga US$187.844 per tahun.

Baca juga: Mengapa Kebanyakan Pilot Lebih Pilih Terbang dengan Maskapai Penumpang Dibanding Kargo?

5. American Airlines

Kembali ke AS, American Airlines adalah salah satu maskapai terbesar di dunia berdasarkan pendapatan penumpang-kilometer (RPK) yang diterbitkan oleh International Air Transport Association (IATA). Maskapai tersebut dalam perjalanannya sudah besar dan menjadi lebih besar usai merger dengan US Airways.

Pilot American Airlines mendapat gaji sekitar US$118.455 per tahun. Jika ditambah dengan bonus dan kompenasasi lainnya, pilot American Airlnies bisa membawa pulang gaji per tahun mencapai US$738.900.

(2) 10 Maskapai Paling Aman di Dunia: Tidak Pernah Alami Kecelakaan Fatal

6. Virgin Atlantic/Australia/America – Terbang sejak tahun 1984/2000/2007

Masih menurut travelagentcentral.com, maskapai milik konglomerat Inggris, Sir Richard Branson ini membukukan catatan keselamatan yang luar biasa dengan puluhan tahun penerbangan bebas kecelakaan dari tiga brand maskapai yang dioperasikannya di tiga benua.

Baca juga: (1) 10 Maskapai Paling Aman di Dunia: Tidak Pernah Alami Kecelakaan Fatal

Virgin Atlantic dan Virgin Australia tercatat menempati posisi 20 besar maskapai teraman atau paling aman di dunia versi AirlineRatings.com.

7. British Airways – Terbang sejak 1974

British Airways awalnya bernama British European Airways dan didirikan pada tahun 1946. Pada tahun 1974, maskapai bergabung dengan British Overseas Airways Corporation dan membentuk British Airways. Sejak saat itu, British Airways tampil sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia sampai pada terjadi tabrakan pesawat di udara antara Trident 3B dengan pesawat maskapai Slovenia di langit di atas kota Zagreb, Kroasia.

Kecelakaan berlanjut pada tahun 1985 ketika sebuah Boeing 737 terbakar dan menewaskan 53 dari 131 penumpang serta dua dari enam awak.

Sejak saat itu, British Airways tidak pernah lagi mengalami kecelakaan fatal dan masuk dalam 20 besar maskapai paling aman di dunia versi AirlineRatings.com.

8. Emirates – Terbang sejak 1985

Salah satu maskapai terbaik di dunia saat ini, Emirates mengoperasikan sekitar 3.600 penerbangan setiap pekan. Sejak dahulu masih belum terlalu dikenal penumpang sampai saat ini menjadi maskapai besar, maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) itu tidak pernah sekalipun mengalami kecelakaan fatal.

Sepanjang sejarah perusahaan, hanya sekali terjadi kecelakaan. Itupun terjadi setelah seluruh penumpang dan kru dievakuasi.

Ketika itu, pesawat melakukan pendaratan darurat (belly landing) di Bandara Internasonal Dubai dan terbakar. Satu orang petugas pemadam kebakaran tewas.

9. Etihad Airways – Terbang sejak 2003

Maskapai yang tergabung dalam The Three Mega Carrier Timur Tengah, Etihad Airways, masuk ke dalam salah satu maskapai terbaik dan teraman di dunia. Sejak tahun 2003 berdiri, belum sekalipun terlibat kecelakaan fatal.

Satu-satunya kecelakaan fatal terjadi saat pesawat baru melakukan uji teknis di Bandara Toulouse yang dikelola Airbus. Sembilan orang dilaporkan luka-luka setelah pesawat menabrak dinding beton.

10. Qatar Airways – Terbang sejak 2004

Pesaing duo maskapai UEA (Emirates dan Etihad Airways), Qatar Airways, memang telah dua kali mengalami kecelakaan. Satu pada tahun 2007 dan lainnya tahun 2017. Namun, itu bukan kecelakaan fatal yang menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Punya Gelar Maskapai Teraman di Dunia, Tujuh Insiden ini Pernah Membuat Penerbangan Qantas Nyaris Berujung Petaka

Di luar 10 maskapai paling aman atau teraman di dunia yang disebutkan sebelumnya, menurut Plane Crash Info ada total 42 maskapai yang tidak pernah mengalami kecelakaan fatal dalam sejarah perusahaan, termasuk saat era mesin pra-jet atau sebelum era mesin jet lahir. Berikut selengkapnya.

  1. Air Berlin
  2. Air Europa
  3. AirTran Airways
  4. Allegiant Airways
  5. Cape Air
  6. Chautauqua Airlines
  7. CommutAir
  8. DragonAir
  9. Easyjet
  10. Emirates
  11. Era Alaska
  12. Expressjet Airlines
  13. Frontier Airlines
  14. GoJet Airlines
  15. Hainan Group
  16. Hawaiian Airlines
  17. Horizon Air
  18. Jazz air
  19. Jet airways
  20. JetBlue
  21. Jetstar
  22. Lion Airlines
  23. Mesa Airlines
  24. Olympic Airways
  25. Oman Airways
  26. Pinnacle Airlines
  27. Qatar Airways
  28. Republic Airlines
  29. Ryanair
  30. Shenzhen Airlines
  31. Shuttle America
  32. Southwest Airlines
  33. Spirit Airlines
  34. Swiss
  35. Trans State Airlines
  36. Transaero Airlines
  37. Ukraine International Airlines
  38. Vietnam Airlines
  39. Virgin Atlantic
  40. Virgin America
  41. Virgin Australia
  42. Vueling
  43. Westjet

Apakah Pilot Pakai Masker Oksigen Khusus di Pesawat?

Masker oksigen sangat penting bagi keberlangsung hidup penumpang, paramugari/pramugara, dan pilot. Saat terjadi keadaan darurat di tengah penerbangan, seluruh penumpang dan kru wajib mengenakan masker oksigen. Mengingat kebutuhan dan tugas yang berbeda, apakah pilot menggunakan masker oksigen khusus dan berbeda dengan masker oksigen penumpang?

Baca juga: Bagaimana Bisa Oksigen Tersedia di Kabin Pesawat Saat di Ketinggian 30 Ribu Kaki Lebih?

Manusia bisa bernapas karena kandungan 20.97 persen oksigen di udara. Semakin tinggi dari permukaan laut, kadar oksigen semakin tipis. Namun, manusia bisa tetap bernapas dengan tenang dan nyaman dengan kadar oksigen hanya 15 persen di udara.

Menurut para ahli, manusia maksimal bisa bernapas dengan tenang dan nyaman di ketinggian 20 ribu kaki tanpa bantuan masker oksigen. Lebih dari itu, sudah pasti manusia akan pingsan karena kekurangan oksigen.

Andai seseorang memaksakan diri bernapas di ketinggian lebih dari 20 ribu kaki, terlebih sampai di ketinggian antara 30 ribu dan 40 ribu kaki, tanpa masker oksigen, tekanan sangat rendah untuk mendorong molekul oksigen melintasi membran di paru-paru dan pada akhirnya sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.

Bilamana manusia memaksakan diri menghirup oksigen 100 persen di ketinggian lebih dari 40 ribu kaki tanpa masker oksigen, maka ia akan mati seketika.

Pesawat, meski berada di ketinggian antara 30 ribu sampai 40 ribu kaki, tingkat ketersediaan oksigen di kabin dan kokpit masih cukup untuk manusia bernapas normal sekalipun cukup tipis setara dengan oksigen di ketinggian 6.000 – 8.000 kaki.

Akan tetapi, saat sistem pemrosesan oksigen di pesawat rusak, maka, penumpang harus menggunakan masker oksigen memungkinkannya bernapas sebelum ketersediaan oksigen di masker oksigen habis dalam 15-20 menit.

Begitu juga dengan pilot, meski sama-sama mendapatkan suplai oksigen, tetapi sumbernya berbeda. Bila oksigen di masker oksigen penumpang sumbernya dari generator kimia, pilot mendapat sumber oksigen dari tabung oksigen. Tentu saja durasinya lebih lama dibanding penumpang.

Baca juga: Mengapa Pilot Tak Pakai Masker Saat di Pesawat? Inilah Enam Alasannya

Menurut private pilot, Bobby Paluga, itu dilandasi sejumlah alasan, salah satunya desain. Diketahui, kokpit sudah penuh dengan berbagai tombol. Karenanya, desain masker oksigen menggantung di atas kepala, seperti di kabin penumpang, tidak relevan bagi pilot dan kopilot. Itu kenapa, pilot dan kopilot mendapat sumber oksigen dari tabung oksigen.

Meski begitu, saat terjadi keadaan darurat, pilot dan kopilot harus menurunkan ketinggian dalam waktu cepat kurang dari 15 menit ke ketinggian 10.000 sampai 14.000 kaki agar penumpang, awak kabin, dan awak kokpit dapat bernapas tanpa bantuan masker oksigen.

Apa yang Terjadi Bila Penumpang Kehilangan Paspor di Tengah Penerbangan?

Paspor penting bagi penumpang internasional sat berkunjung ke negara lain. Petugas bandara dan staf darat maskapai pasti akan memeriksa terlebih dahulu paspor sebelum mengizinkannya naik ke pesawat. Entah apa yang terjadi, penumpang tersebut kemudian kehilangan paspor saat dalam penerbangan. Lantas, apa yang terjadi? Apakah pesawat akan mendarat darurat di bandara terdekat dan menurunkan penumpang tersebut?

Baca juga: Ini Dia Langkah-Langkah untuk ‘Kembalikan’ Paspor yang Hilang

Dilansir Simple Flying, penumpang yang kehilangan paspor dalam perjalanan internasional saat di tengah penerbangan, akan diminta untuk mengunjungi kantor kedutaan negara asal terdekat untuk memperoleh Dokumen Perjalanan Darurat (ETD).

Itu akan menjadi lebih sulit andai penumpang tersebut tidak dapat melewati pos pemeriksaan keamanan bandara sesampainya di tujuan. ETD tadi hanya bisa didapat usai penumpang keluar dari bandara setelah melewati bos pemeriksaan.

Umumnya, begitu petugas keamanan di bandara tujuan mengetahui seorang penumpang tidak dapat menunjukkan paspornya dengan alasan apapun, mereka akan dikembalikan ke bandara asal. Singkatnya, tidak ada jalan lain kecuali menemukan paspor yang hilang, bagaimanapun caranya.

Kendati sulit diterima, kejadian penumpang kehilangan paspor saat di tengah penerbangan pernah terjadi. Salah satunya menimpa, Josh Lim. Lewat Quora, ia menceritakan bahwa ketika itu ia terbang dari Bandara John F. Kennedy ke Toronto, Kanada.

Di depan petugas imigrasi Bandara Toronto, ia baru menyadari bahwa paspornya tertinggal di pesawat dan ia meminta izin untuk menuju ke staf darat maskapai Delta Airlines untuk mencari tahu keberadaan paspornya itu.

Petugas kemudian mengambil formulis imigrasi Josh dan berkoordinasi dengan petugas di pesawat untuk memeriksanya dan benar ada. Paspor berhasil ditemukan. Setelahnya paspor tersebut diberikan ke Josh dan ia kembali ke pemeriksaan imigrasi dan lolos.

Andai tidak ada paspor yang ditemukan, bagaimana nasib penumpang? Sebagaimana disebutkan di awal, mereka umumnya akan dikembalikan ke negara asal. Tetapi, tidak semua negara memberlakukan kebijakan tersebut. Setidaknya ada empat kemungkinan.

Pertama, pihak maskapai akan menghubungi kantor kedutaan negara asal terdekat di negara tujuan untuk meminta paspor pengganti darurat. Kedua, menunggu pesawat yang ditumpangi penumpang yang kehilangan paspor dalam penerbangan digeledah. Andai paspor ditemukan, itu akan dikirim segera.

Baca juga: Warga Sipil Punya Dua Paspor, Inilah yang Unik dari Rusia

Ketiga, mengajukan izin khusus masuk ke negara tujuan dengan kemungkinan diberikan atau tidak. Andai diberikan, penumpang yang bersangkutan akan masuk dalam “Watch List” atau “Daftar Pantauan” di kesempatan berikutnya. Ini tentu akan merepotkan sekalipun dokumen sudah lengkap. Penumpang biasanya akan dicecar berbagai pertanyaan untuk meyakini pihak imigrasi.

Keempat, menunggu penerbangan balik dan kembali ke negara asal. Pilihan atau kemungkinan keempat ini sering kali diambil penumpang karena lebih mudah dibanding masuk dengan izin khusus atau cara lainnya.

Ini Spesifikasi Jembatan Runtuh Peninggalan Inggris di India yang Tewaskan Ratusan Orang

Musibah tak henti-hentinya terjadi di bulan Oktober 2022. Setelah Tragedi Kanjuruhan (Indonesia), penembakan anak-anak TK (Thailand), serangan udara saat konser (Myanmar), tragedi Itaewon (Korea Selatan), bom mobil di Mogadishu (Somalia), di penghujung bulan Oktober, terjadi lagi tragedi lainnya yang menewaskan ratusan orang usai jembatan runtuh (ambruk) di Kota Morbi, Gujarat, India. Bagaimana spesifikasi jembatan gantung itu sampai bisa runtuh?

Baca juga: Di India, 24 Gajah Liar Tewas Tertabrak Kereta Api Sejak 1978

Dihimpun dari berbagai sumber, jumbatan runtuh di India diketahui sudah berusia ratusan tahun. Jembatan tersebut awalnya didirikan oleh Inggris saat masih menjajah India pada tahun 1879.

Di masanya, jembatan runtuh ini menggunakan bahan-bahan terbaik dari Eropa dan menjadi salah satu tonggak keberhasilan teknik sipil dari Inggris kala itu. Rancangan dan pembangunannya yang dilakukan pada abad-19 membuat jembatan ini masih memiliki sifat bergoyang ketika ada yang melintas di atasnya. Sifat ini juga menjadi salah satu daya tarik turis.

Selama bertahun-tahun, jembatan tersebut digunakan dengan aman tanpa adanya insiden apapun. Pada tahun 2001, terjadi gempa besar di India dan menewaskan banyak orang.

Kendati tak berdampak langsung hingga menyebabkan kerusakan, gempa besar tersebut sempat dikhawatirkan membuat struktur jembatan gantung itu menjadi lebih rentan. Tetapi secara umum ketika itu masih dianggap aman.

Seiring waktu, dimana sosial media menawarkan jangkauan yang lebih luas, jembatan tua ini semakin familiar dan dikenal banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terlebih saat dibarengi dengan festival dan sebagainya. Jembatan ramai dikunjungi.

Itu kenapa, jembatan gantung tua peninggalan Inggris dengan panjang 230 meter yang berada di atas sungai Machchhu dan menghubungkan Mahaprabhuji dengan Samakantha ini direnovasi.

Setelah lockdown berkepanjangan akibat pandemi Covid-19, perayaan Diwali diyakini bakal meriah dan menarik banyak pengunjung. Pekerjaan renovasi pun selesai setelah enam bulan dan dibuka kembali pada 24 Oktober lalu menjelang perayaan Diwali.

Kendati sudah direnovasi dan strukturnya diperkuat, namun tetap saja, jembatan gantung tua di India ini memiliki kapasitas maksimal dalam menampung pengunjung. Ini yang pada akhirnya menjadi kronologi awal jembatan tua ini runtuh dan menewaskan ratusan orang serta ratusan orang lainnya hilang.

Baca juga: Gegara Puntung Rokok di Toilet, Satu Gerbong Kereta di India Terbakar

Saat kejadian, hampir 500 orang berada di jembatan itu. Padahal, struktur berusia 150 tahun itu hanya mampu menahan beban sekitar 125 orang.

Dari video detik-detik jembatan runtuh di India yang tersiar di media mainstream dan media sosial, terlihat jelas bahwa kabel penahan jembatan putus satu per satu dan membuat orang-orang yang berada di atasnya terjatuh ke sungai dan tewas.

Bandara Internasional Miami Gelar Lomba Maraton di Runway, Bakal Jadi Tren di AS

Berlari di jalan yang halus, datar dengan jalur yang panjang tanpa hambatan, tak pelak menjadi idaman bagi para pelari. Dan salah satu yang memenuhi kriteria tersebut adalah landas pacu atau runway pesawat. Meski landas pacu di bandara bukan tempat untuk berlari, namun apa yang dilakukan oleh otoritas Bandara Internasional Miami, layak menjadi inspirasi pada kegiatan bertajuk “run” yang kembali naik pamor pasca pandemi.

Baca juga: Kenapa Runway Tidak Dibuat Lebih Panjang Agar Tak Terjadi Kecelakaan?

Dikutip dari simpleflying.com (1/11/2022), pada 29 Oktober 2022, ada pemandangan yang disebut sangat luar biasa di Bandara Internasional Miami, karena di landasan utara tidak terlihat pergerakan pesawat, tidak ada satu pun keberangkatan atau kedatangan pesawat. Sebaliknya, landasan utara bandara dipadati ribuan pelari yang berlari di sepanjang jalur 5 km.

Acara maraton di runway ini merupakan instalasi kedua dari dua bagian Miami Runway 5-Kilometer Series, di mana para pelari mendaftar dan berlari sejauh lima kilometer di landasan. Lari yang diadakan oleh Bandara Internasional Miami mengikuti instalasi pertama yang diselenggarakan oleh Bandara Eksekutif Miami-Opa Locka pada 19 Maret lalu.

Bila pada seri maraton pertama 19 Maret 2022 hanya diikuti oleh 300 pelari, tetapi pada seri kedua lebih dari 2.600 pelari berlari di Bandara Internasional Miami. Secara keseluruhan, kedua acara lari ini berhasil mengumpulkan lebih dari US$30.000 untuk kampanye Making Strides Against Breast Cancer dari American Cancer Society. Dana yang terkumpul berasal dari biaya pendaftaran peserta, sumbangan individu, dan sponsor acara.

Sponsor tuan rumah untuk Miami Runway 5-Kilometer Series meliputi kedua bandara, Miami-Dade County, dan sponsor tuan rumah American Airlines. Pendukung acara tersebut juga termasuk mitra penerbangan Catalina Aerospace Corporation, Atlantic Aviation, Signature Flight Support, Spirit Airlines, dan LATAM Airlines.

Baca juga: Musibah di Bandara Miami, Ribuan Anak Ayam Mati Kepanasan di Gudang Kargo 

Kabarnya, kegiatan berlari di runway akan berlanjut di beberapa bandara lainnya di AS. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Mungkinkah akan dicontoh, mengingat ada beberapa landasan yang tidak terlalu sibuk, bahkan ada bandara yang tanpa penerbangan berjadwal sama sekali.