Super Air Jet, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air Group, membeberkan sumber kebisingan atau suara aneh di pesawat yang dikeluhkan penumpang. Sedikitnya ada empat sumber kebisingan pada pesawat Airbus A320-200 dengan registrasi PK-STD yang dikeluhkan penumpang.
Kronologi keluhan kebisingan pada pesawat bermula saat pesawat pushback lanjut ke taxiing sebelum lepas landas. Penumpang yang tak disebutkan namanya itu mengeluhkan suara bising dari area mesin pesawat dan membuatnya tidak nyaman.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, kru maskapai coba menyelesaikan keluhan tersebut dengan beragam cara. Namun, tidak berhasil, sampai akhirnya pilot memutuskan return to apron (kembali ke pelataran parkir pesawat).
Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, maskapai menyebut pesawat Airbus A320-200 dengan registrasi PK-STD dalam keadaan prima dan aman dioperasikan. Hasil pengecekan operasional dan sistem pada pesawat adalah normal.
Adapun kebisingan pada pesawat bersumber dari empat hal, seperti dari Gas Turbine Compressor (GTC) atau yang disebut juga sebagai Air Starter Unit (ASU) yaitu pemasok udara bertekanan/ compress air dan Ground Power Unit (GPU) pemasok listrik.
Dua sumber kebisingan lainnya di pesawat datang dari Hydraulic Pump dan Power Transfer Unit (PTU) untuk menghasilkan tekanan hydraulic (merupakan komponen utama dalam sistem hidrolik pesawat udara). Sistem hidrolik ini digunakan untuk mengoperasikan berbagai macam peralatan pada pesawat, seperti pengereman, kemudi darat, landing gear, dan flight control.
“Sistem tersebut semuanya dihidupkan saat persiapan untuk keberangkatan dan menghasilkan suara ‘bising’ sehingga terdengar kurang nyaman. Kondisi dari suara yang dihasilkan adalah normal,” jelas Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, dalam keterangannya yang diterima KabarPenumpang.com.
Selain empat itu, tentu saja sumber kebisingan utama pada pesawat adalah mesin pesawat itu sendiri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sumber utama penyebab kebisingan pada pesawat adalah mesin pesawat. Terdapat beberapa jenis mesin atau engine dari pesawat, diantaranya, turbojet engine, turboporop engine, turbofan engine, turboshaft engine.
Setelah pushback, pesawat taxiing dengan satu mesin. Ini saja sudah cukup bising, ditambah dengan kebisingan lainnya. Belum lagi saat melesat di runway (ground run).
Pesawat narrowbody, setidaknya dibutuhkan waktu ground run sekitar 30-35 detik untuk lepas landas atau saat roda pesawat mulai meninggalkan runway. Tetapi, balik lagi, semuanya sangat tergantung dengan faktor lain, sebagaimana yang telah disebut di atas.
Meski begitu, lebih atau kurang dari 30-35 detik waktu yang dibutuhkan pesawat untuk lepas landas, yang pasti pilot baru berani menarik throttle-up saat pesawat sudah mencapai kecepatan yang dibutuhkan untuk mengudara atau decision speed (V1). Biasanya, V1 pada pesawat narrowbody berkisar antara 120 sampai 140 knot.
Sedangkan untuk pesawat-pesawat widebody, pesawat membutuhkan ground run selama 50 detik untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan, juga antara 120 dan 140 knot, dan kemudian lepas landas.
Dengan kecepatan tersebut, tak heran bila mesin pesawat mengeluarkan suara sangat bising. Ini pula yang membuat pesawat diatur agar tidak melewati pusat kota karena suara bising yang dihasilkan. Jangankan saat di bandara, saat berada di udara pun suara bising pesawat masih terdengar jelas.
Di beberapa negara, es dan salju menjadi momok tersendiri dalam dunia transportasi. Sebut saja saat insensitas tinggi, salju dapat berdampak buruk pra sarana transportasi, seperti permukaan jalan yang tertutup salju dan membutuhkan usaha khusus untuk menyingkirkan timbunan salju. Nah, selain menggunakan jasa traktor untuk menyingkirkan timbunan salju, rupanya ada teknik khusus untuk membuat jalan raya bebas dari salju.
Timbuna es dan salju bukan hal yang baik dalam transportasi. Dan sejak lama telah digunakan campuran garam dengan berbahan dasar klorida untuk mencairkan es dan salju di jalan raya. Namun, penggunaan garam dengan klorida tidak ramah lingkungan. Garam pencair es berbahan dasar klorida yang saat ini tersebar di jalan dapat merusak lingkungan saat mengalir dari aspal dan masuk ke saluran air terdekat.
Garam dengan klorida juga dapat menurunkan kualitas jalan, ditambah zat ini dapat menyebabkan mobil berkarat, repotnya lagi, campura bahan ini harus diterapkan berulang kali sepanjang musim dingin.
Dikutip dari newatlas.com (17/2/2023), kini para ilmuwan telah mengembangkan alternatif bahan yang lebih hijau dan lebih efektif, yang dapat dicampur langsung ke dalam aspal, dan hebarnya tetap aktif selama bertahun-tahun.
Para ilmuwan dari Universitas Sains dan Teknologi Hebei di Cina, telah mengatasi kekurangan dari garam dan klorida, yakni dimulai dengan mengembangkan garam berbasis asetat bebas klorida. Garam semacam itu jauh lebih tidak berbahaya bagi lingkungan daripada klorida. Bahan ini juga tidak korosif terhadap baja dan bahan lainnya, plus bekerja pada suhu yang lebih rendah.
Para peneliti melanjutkan untuk mencampur garam dengan surfaktan, silikon dioksida, natrium bikarbonat, dan terak tanur sembur (yang juga telah digunakan dalam beton tahan garam), menghasilkan bubuk halus. Partikel bubuk itu kemudian dilapisi dengan larutan polimer, menghasilkan mikrokapsul. Akhirnya, para ilmuwan mengganti beberapa bahan pengisi mineral dalam campuran aspal konvensional dengan kapsul tersebut.
Ketika aspal khusus diuji di pinggir jalan raya, ternyata tidak hanya terus mencairkan salju yang jatuh di atasnya, tetapi juga menurunkan titik beku air dari O ºC (32 ºF) ke -21 ºC (-6 ºF).
Terlebih lagi, berdasarkan tes laboratorium, para peneliti memperkirakan bahwa lempengan trotoar setebal 5 cm (2 inci) akan terus melepaskan kapsul garamnya selama tujuh hingga delapan tahun, menjaga jalan tetap bersih sepanjang waktu.
Komunikasi adalah salah satu hal terpenting dalam rangkaian penerbangan. Sebelum selama dan sampai setelah penerbangan, pilot selalu berkomunikasi dengan pihak lain di luar pesawat, termasuk ATC. Demi kemudahan bersama, komunikasi diatur ICAO menggunakan bahasa Inggris. Itu memang berjalan, namun, adanya unsur lokal (aksen) membuat bahasa Inggris penutur asing terkadang sulit dipahami pilot native englsih.
Melalui forum Quora, beberapa pilot dari belahan dunia pun curhat terkait hal itu. Mereka yang native english, selama karirnya, pernah beberapa kali kesulitan berkomunikasi dengan petugas ATC penutur asing bahasa Inggris. Beberapa dari mereka bahkan sampai frustasi lantaran komunikasi tak berjalan lancar.
Charles Cleary, misalnya, pilot penutup asli bahasa Inggris AS, selama karirnya, pernah beberapa kali kesulitan berkomunikasi dengan ATC non penutur asli. Menurutnya, ada tiga negara di dunia yang ATC-nya menyulitkan pilot berkomunikasi. Pertama adalah Korea Selatan.
Sebelum pesawat berangkat, pilot sudah pasti akan mengirimkan clearance delivery ke ATC untuk kemudian pushback, taxiing, dan lepas landas. Sayangnya, petugas ATC salah mengartikan maksud dan tujuan pilot. Sempat terjadi “stuck” petugas ATC non penutur asli bahasa Inggris akhirnya dibantu oleh petugas ATC yang juga seorang American.
Sebagai catatan, itu terjadi pada dekade 80-an. Kondisi saat ini mungkin sudah jauh berbeda seiring posisi Korea Selatan sebagai salah satu pusat keuangan Asia.
Kedua adalah Boston, AS. Walaupun Boston adalah bagian dari negara AS yang penutur asli bahasa Inggris, nyatanya Charles kesulitan berkomunikasi dengan petugas ATC yang beraksen lokal. Solusinya, beruntung ada kopilot yang berasal dari New Hampshire. Ia akhirnya bertindak sebagai penerjemah.
Ketiga adalah Skotlandia. Ketika itu ia baru pertama kali terbang ke sana dan tak mengerti apa yang dikatakan petugas ATC dengan bahasa Inggris akses British. Kopilot yang juga seorang native english pun juga tak mengerti apa yang dikatakannya. Setelah meminta pengulangan setiap perkataan yang tak dimengerti, komunikasi pun akhirnya terjalan baik dan maksud pun tersampaikan.
Sampai saat ini, Charles mengakut masih terbang untuk sebuah maskapai internasional. Tiga negara itu mungkin sudah tidak menjadi isu terkait bahasa Inggris petugas ATC, justru negara lainnya yang dianggap mulai “bermasalah” seperti Korea Utara, Rusia, Cina, dan Perancis. Lebih lanjut, terkadang Amerika Selatan dan Tengah juga dianggap menyulitkan pilot penutur asli bahasa Inggris.
Lain Charles, lain John Keese. Mantan kapten pilot maskapai penerbangan itu pernah mempunyai pengalaman buruk terkait komunikasi dengan ATC non penutur asli. Ketika itu, ia baru pertama kali terbang ke sebuah negara di Amerika Tengah. Masalah komunikasi terjadi saat ia hendak meminta clearance sebelum push back.
“American 123 to push.”
“Royer Ahmeydicahn wohn-too-tree, cleer to poosh,” petugas ATC mengulangi.
“American 123 to start engines.”
“Royer, cleer to estart,” petugas ATC mengulangi dengan akses yang kacau.
“American 123, taxi.”
“Royer, cleer to tahksi Roonwaee Tootree.”
Meski aksesnnya sulit dimengerti, tetapi pilot masih menangkap inti dari percakapan bahwa mereka diizinkan pushback. Setelah pushback dan taxiing, pilot minta izin balik ke apron karena ada masalah. Di sini miskomunikasi terjadi dan membuatnya frustasi.
American 123, request return to gate XY, we have a small issue.”
“Royer, Ahmeydicahn wohn-too-tree, cleer laheen oop an wayt.”
“Ahhh, no, American 123 needs to return to the gate.”
Umum diketahui bahwa jobdesk atau pekerjaan utama pilot adalah menerbangkan pesawat. Turunan dari itu sebetulnya cukup banyak dan jarang diketahu publik. Apa saja? Dilansir dari Simple Flying, berikut tiga pekerjaan pilot selain menerbangkan pesawat.
Monitor sistem Pesawat modern benar-benar keajaiban teknik dan desain. Pilot mengoperasikan peralatan yang sangat kompleks. Seiring waktu, pekerjaan pilot mulai banyak diganti oleh sistem. Mengingat perannya sudah banyak digantikan sistem atau teknologi, sebagai gantinya, pilot hanya perlu mengawasi atau memonitor sekaligus memastikan sistem berjalan sesuai keinginan.
Andai terjadi sesuatu, pilot harus mengikuti manual book atau buku manual, sekalipun sudah merasa hafal.
Pensiunan kapten pilot Garuda Indonesia, Capt. Bobby, pernah bercerita kepada KabarPenumpang.com, menjadi seorang pilot sebetulnya bisa dibilang gampang-gampang susah. Dibilang susah karena perlu biaya yang tak sedikit dan kinerja ekstra keras untuk bisa lulus dari uji sertifikasi atau rating.
Disebut gampang karena sebetulnya pilot hanya perlu mengikuti petunjuk di buku manual. Sekalipun pilot sudah sangat hafal tahapan penerbangan, termasuk langkah-langkah dalam keadaan darurat ataupun saat terjadi situasi abnormal, itu dilarang. Pilot harus tetap mengikuti langkah demi langkah di buku manual pesawat.
Atas dasar itu, ia berseloroh bahwa menjadi pilot tak perlu pintar atau memiliki hafalan bagus sebagaimana profesi lainnya. Mereka hanya perlu mengikuti petunjuk dan mempraktekkannya dengan benar. Saat pilot arogan dan tidak mengecek daftar periksa (checklist) sebelum sampai selesai menerbangkan pesawat, saat itulah pilot biasanya melakukan kesalahan.
Ahli meteorologi
Faktor eksternal kerap menentukan dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. Salah satu faktor eksternal tersebut adalah cuaca. Karenanya, pilot harus sesering mungkin memantau cuaca dan seolah menjadi ahli meteorologi.
Bagian-bagian krusial yang mesti dipahami pilot di antaranya perkembangan badai petir, arah angin, dampak tekanan atmosfer tinggi atau rendah, dan banyak lainnya.
Komunikator
Setiap profesi terkadang memiliki pekerjaan yang tak kalah penting dengan pekerjaan utamanya, tak terkecuali pilot. Pekerjaan utama pilot adalah menerbangkan pesawat, tetapi pekerjaan turunannya, seperti berkomunikasi tak kalah penting. Sudah banyak kecelakaan pesawat terjadi lantaran pilot miskomunikasi dengan petugas Air Traffic Controller (ATC).
Selama rangkaian penerbangan, pilot banyak berkomunikasi dengan ATC untuk berbagai hal, seperti clearance delivery, flight plan clearance, ramp control for gate pushback or entry, ground control for taxi, tower control for takeoff and landing, approach or departure control, center control for the cruise, dan banyak lagi.
Salah-salah sedikit, entah itu salah dengar atau salah mengartikan pesan satu sama lain, bukan tak mungkin penerbangan menjadi kacau.
Dinamika dalam penerbangan umum terjadi kapan dan dimana saja, seperti seorang penumpang dalam penerbangan Japan Airlines (JAL) mengatakan dirinya disajikan sebuah pisang dengan sumpit sebagai bagian dari menu vegan dalam penerbangan.
Kris Chari mengatakan kepada Insider bahwa dia memesan penerbangan kelas bisnis pada hari Selasa dari Jakarta ke Tokyo. Penerbangan tersebut dijadwalkan berlangsung lebih dari tujuh jam.
Ada dua layanan makanan selama penerbangan – yang pertama adalah makanan ringan dan minuman ringan yang disajikan setelah lepas landas, dan yang kedua adalah makan siang, kata juru bicara Japan Airlines kepada Insider.
Nah, pilihan makanan ringan untuk penumpang non-vegan terdiri dari tuna bakar dengan salad terong ala Maroko, keju dengan salsa jeruk, dan baguette, sesuai menu maskapai dan pengalaman Chari.
Chari mengatakan kepada Insider bahwa dia berharap menerima yang setara dengan apa yang disajikan oleh penumpang non-vegan sebagai makanan ringan, seperti sandwich, salad, keju vegan, atau baguette. “Sebagai ganti semua itu, saya hanya disuguhi satu buah pisang,” keluh Chari.
Merujuk informasi dari GlobalData, sepanjang tahun 2022 terdapat 248 proyek konstruksi kereta api yang berjalan dengan biaya gabungan lebih dari US$500 miliar. Angka tersebut sedikit menurun jika dibandingkan dengan jumlah proyek pembangunan rel kereta api yang dimulai pada tahun 2021 (276).
Meskipun belanja modal sedikit turun, US$579,2 miliar pada tahun 2022 dibandingkan dengan $502,3 miliar pada tahun sebelumnya. Asia mendominasi daftar proyek konstruksi kereta api, dengan Cina tampil terdepan dengan total 50 proyek tahun lalu, atau 19,9 persen dari total proyek kereta api global.
Hampir sepertiga dari semua proyek kereta api di seluruh dunia adalah proyek metro, kereta ringan, dan angkutan cepat, dengan total biaya lebih dari US$130,1 miliar. Dari 10 proyek konstruksi kereta api termahal tahun 2021, lima berlokasi di Asia. Setengah dari sepuluh proyek konstruksi rel termahal pada tahun 2022 melibatkan proyek kereta berkecepatan tinggi, dan kesemuanya berlokasi di Asia.
Dan inilah 10 proyek konstruksi kereta api termahal, menurut database proyek konstruksi GlobalData.
10. Kereta Cepat Xiong’an-Xinzhou, Cina: US$8,8 miliar (CNY57,2 miliar)
Perusahaan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Xiongan sedang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Xiong’an ke Xinzhou. Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 342 km dengan kecepatan desain 350 km per jam, 12 stasiun, jembatan, terowongan, ruang kontrol, dan ruang parkir, pemasangan peralatan listrik, sistem penerangan dan sistem keselamatan, serta peletakan trek.
Proyek ini akan dikembangkan dalam dua bagian. Ruas Hebei sepanjang 227,80 km dan Ruas Shanxi sepanjang 114,7 km.
9. Jalur Kereta Kairo-Aswan, Mesir: $9 miliar (EGP272,6 miliar)
Jalur ini membentan sepanjang 850 km dan memiliki kecepatan rencana 250 km per jam untuk kereta penumpang dan 120 km per jam untuk kereta barang. Proyek, juga dikenal sebagai “Jalur Biru”, mencakup 35 stasiun (9 ekspres dan 26 regional).
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api listrik. Ini termasuk pembangunan stasiun kereta api, persimpangan jalan, lorong, peletakan rel, dan pemasangan unit persinyalan.
8. Program Perluasan Rel di California Selatan, AS: US$10 miliar
Otoritas Rel Regional California Selatan (Metrolink) mengawasi program perbaikan rel di California, AS. Proyek ini merupakan bagian dari Olimpiade Los Angeles 2028. Pada November 2022, upacara peletakan batu pertama diadakan di proyek peningkatan kecepatan persimpangan Burbank, menandai dimulainya pembangunan proyek secara keseluruhan. Pembangunan seluruh program dijadwalkan selesai pada tahun 2028.
Kereta berkecepatan tinggi Cina
7. Jalur MRT Singapore Cross Island, Singapura: US$10 miliar (SGD13,3 miliar)
Otoritas Transportasi Darat Singapura sedang melakukan pembangunan jalur kereta api dari Aviation Park ke Bright Hill sebagai bagian dari Jalur Mass Rapid Transit (MRT) Cross Island di Singapura.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur rel bawah tanah sepanjang 29 km dari Aviation Park di Changi ke Bright Hill di Bishan. Ini mencakup 12 stasiun baru: Bright Hill, Teck Ghee, Ang Mo Kio, Tavistock, Serangoon North, Hougang, Defu, Tampines North, Pasir Ris, Pasir Ris East, Loyang, dan Aviation Park; dengan stasiun pertukaran di Bright Hill, Ang Mo Kio, Hougang, dan Pasir Ris.
Konstruksi dimulai pada Februari 2022. Setelah selesai pada 2030, jalur MRT akan memberikan konektivitas yang lebih baik dan waktu perjalanan yang lebih singkat ke lebih dari 100.000 rumah tangga.
6. Kereta Cepat Beijing-Hong Kong, Cina: $14,9 miliar (CNY101 miliar)
Ini merupakan jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Fengtai di Beijing ke Xiong’an di Hebei ke Shangqiu di Henan, Cina. Tujuan proyek ini adalah untuk mengurangi waktu perjalanan dan jarak antara Fengtai di Beijing, Xiong’an di Hebei, dan Shangqiu di Henan.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 638 km dengan kecepatan yang dirancang 350 km per jam, 16 stasiun, jembatan dan terowongan, fasilitas administrasi, pemasangan sistem persinyalan dan keselamatan, serta peletakan rel.
5. Jalur Rel Berkecepatan Tinggi Nantong-Ningbo, Cina: US$16 miliar (CNY108,9 miliar)
Proyek ini bertujuan untuk mengurangi waktu perjalanan antara kota Nantong dan Ningbo. Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 309,8 km dengan kecepatan desain 350 km per jam dengan 10 stasiun kereta api, satu jembatan kereta api jalur ganda sepanjang 29,2 km melintasi Teluk Hangzhou, terowongan, gedung administrasi dan fasilitas parkir, pemasangan kontrol lalu lintas sistem, sistem persinyalan, jaringan komunikasi, dan sistem interlocking, serta peletakan rel kereta api.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, orang-orang yang mengunjungi Tibet dapat menikmati pegunungan dan pemandangan daerah itu dengan kecepatan tinggi, melalui kereta peluru pertama di Tibet. Foto: Xinhua/Chogo.
4. Kereta Cepat Beijing Kunming, Cina: US$19,1 miliar (CNY129,7 miliar)
Proyek ini sedang dikembangkan antara Xi’an ke Chongqing di China dan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi lalu lintas jalan raya.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 477,9 km dengan kecepatan yang dirancang 350kmph, 11 stasiun, terminal kereta api, ruang kontrol, terowongan (Terowongan Jianshan, 6.002 meter), fasilitas parkir, pemasangan unit penerangan dan persinyalan, peralatan dan keselamatan sistem, dan peletakan rel kereta api.
3. Kereta Api Pantai Sungai Yangtze, Cina: $23,3 miliar (CNY157,9 miliar)
Grup Kereta Api Pantai Sungai Yangtze sedang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari Shanghai ke Nanjing dan Hefei. Proyek ini bertujuan untuk memperluas jaringan kereta api dan mengurangi lalu lintas, waktu tempuh, dan jarak di wilayah tersebut. Proyek ini merupakan bagian dari Kereta Api Berkecepatan Tinggi Shanghai-Chongqing-Chengdu.
Proyek ini melibatkan pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi sepanjang 553,76 km dengan kecepatan desain 350 km per jam, 16 stasiun, terminal kereta api, ruang kendali dan fasilitas parkir, pemasangan unit penerangan dan persinyalan, peralatan dan sistem keselamatan, dan peletakan trek.
2. Program Investasi Logistik Rel, Brasil: US$28 miliar (BRL145,7 miliar)
Kementerian Perhubungan Brasil berencana untuk melakukan pengembangan jaringan kereta api sebagai bagian dari Program Investasi Logistik di Brasil. Program tersebut mencakup pembangunan, modernisasi, dan pemeliharaan jalur kereta api sepanjang 7.500 km.
1. Melbourne Suburban Rail Loop, Australia: US$87 miliar (AUD125 miliar)
Pemerintah Victoria, melalui Rail Projects Victoria, sedang melakukan pembangunan proyek jalur kereta api di Victoria, Australia. Suburban Rail Loop (SRL) adalah sistem transit cepat yang sepenuhnya otomatis dan melibatkan pembangunan rel sepanjang 90 km, yang terdiri dari 13 stasiun.
Proyek ini bertujuan untuk memungkinkan komuter melakukan perjalanan antar pinggiran kota di Melbourne tanpa perlu datang ke kota untuk menghubungkan antar jalur. Ini akan menghubungkan setiap jalur kereta utama dari jalur Frankston ke jalur Werribee, membuatnya lebih cepat dan mudah untuk mencapai pusat kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan utama Melbourne.
Proyek ini akan menciptakan 20.000 pekerjaan baru selama masa konstruksi, dan dilaksanakan dalam empat tahap. Pekerjaan konstruksi dimulai pada Juni 2022, dan proyek lengkap diperkirakan oleh GlobalData akan selesai pada 2085.
Hari ini, 6 Maret 2023, menjadi momen yang bersejarah dalam jagad dunia pesawat angkut militer di Indonesia. Pasalnya pesawat angkut strategis C-130J-30 Hercules yang dibeli dalam kondisi baru, akan tiba siang ini di Pangkalan Udara Halim Perdanakumuma, setelah diterbangkan dari lokasi pabrik Lockheed Martin di Georgia pada 28 Februari lalu, pesawat dengan nomer A-1339 diwartakan telah bertolak dari Guam pagi hari ini.
Dari pantauan situs pelacakan pesawat Flightradar24, diketahui pesawat sudah memasuki ruang udara Indonesia (wilayah Maluku) sejak pukul 09.00 WIB. Rute yang diambil dalam penerbangan feri ini adalah melintasi daratan AS hingga mencapai Pantai Barat dan kemudian menyeberangi Samudera Pasifik. Pesawat kemudian transit di Hawaii atau Guam untuk mengisi bahan bakar sebelum menuju Tanah Air.
Dunia mulai mengetahui akuisisi lima pesawat Super Hercules oleh Indonesia ini pada saat KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengunjungi Lockheed Martin pada 7 September 2021. Lockheed Martin kemudian merilis foto saat KSAU melihat salah satu pesawat pesanan TNI AU yang sedang dikerjakan.
Dalam kunjungannya ke lokasi produksi C-130J di Marietta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, terlihat KSAU berdiri di samping bagian kokpit C-130J-30 (nomor konstruksi 382-5951) berbendera Indonesia.
Pesawat pertama dari lima C-130J-30 yang dipesan untuk TNI AU telah melakukan uji coba penerbangan pertamanya pada 27 Oktober 2022. Pesawat pertama yang akan diterbangkan secara ferry ke Indonesia ini, diberi nomor A-1339. Empat pesawat lainnya akan dikirim secara bertahap hingga 2024. Pesawat kedua hingga kelima direncanakan akan dikirim pada Juli dan Oktober 2023 dan terakhir Januari 2024.
Kontrak pembelian lima C-130J-30 TNI AU seperti diungkap Lockheed Martin, dilakukan pada September 2021. Pesawat pertama dijual ke Indonesia sebagai bagian dari Penjualan Komersial Langsung (DCS).
Saat ini TNI AU masih mengoperasikan belasan pesawat C-130 Hercules di tiga skadron udara. Yaitu Skadron 31 di Lanud Halim perdanakusuma, Skadron 32 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dan Skadron 33 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Siapa yang tak pernah dengar kata darurat “Mayday dan SOS,” ya dua kata ini begitu sering dibaca, didengarkan dan dilihat dalam film-film. Mayday saat ini sudah digunakan pada seluruh penerbangan di dunia bila pesawat terbang dalam kondisi darurat melalui komunikasi radio. Biasanya bila seorang pilot sudah mengatakan mayday, maka keadaan darurat sudah mengancam jiwa para penumpang di pesawat terbang atau helikopter.
KabarPenumpang.com merangkum dari wonderopolis.org, bahwa dalam keadaan darurat, penyebutan kata mayday dilakukan sebanyak tiga kali dengan diikuti informasi yang relevan bagi tim penyelamat. Informasi tersebut berisikan keadaan darurat yang sedang dialami pesawat, lokasi terakhir pesawat, cuaca saat itu, sisa bahan bakar, jenis bantuan yang dibutuhkan dan jumlah manusia yang dalam bahaya.
Mayday
Tak dipungkiri, panggilan darurat mayday ini dikirim kembali oleh pesawat lain dengan membawa nama pesawat yang sedang membutuhkan bantuan tersebut. Bantuan ini dinamakan relay mayday, biasanya digunakan jika ada pesawat yang dalam bahaya dan kehilangan komunikasi radio.
Panggilan mayday bukanlah sesuatu yang dianggap candaan, di Amerika Serikat bila ada panggilan mayday palsu akan di anggap ilegal. Bahkan pelaku pembuat mayday palsu akan dipenjara sampai enam tahun dan denda US$250 ribu.
Dirunut dari sejarahnya, mayday sendiri digunakan sebagai panggilan darurat internasional sejak tahun 1923 untuk menggantikan SOS karena sulit membedakan huruf S melalui telepon. Mayday terdengar seperti bahasa Prancis anglicization m’aidez atau m’aider yang artinya bantu saya. Hal tersebut merupakan gagasan dari Frederick Stanley Mockford seorang petugas radio senior di Bandara Croydon di London.
SOS
SOS merupakan sinyal distress standar di seluruh dunia terutama di bidang kemaritiman. Pertama kali SOS digunakan 1 Juli 1908 dan diadopsi oleh pemerintah Jerman tiga tahun sebelumnya.
Kode SOS sendiri memunculkan berbagi teori asal usulnya yang mengatakan bahwa kode ini adalah inisialisme untuk menyelamatkan kapal, menyelamatkan jiwa atau mengirimkan bantuan. Sebenarnya berasal dari Jerman dan mengejutkan bila SOS berasal dari bahasa Inggris.
Sebenarnya, SOS sendiri tidak berdiri untuk apapun kecuali dipilih karena mudah ditransmissikan dalam kode Morse, dimana sebuah alfabet yang dinamai oleh penemunya yakni Samuel Morse ditunjukkan oleh kombinasi sinyal cahaya dan suara yang panjang dan pendek. SOS bila ditransmisikan akan menjadi …—… .
Dalam satu dekade standarasi, istilah SOS digunakan di luar sinyal kode radio, dalam arti pesan mendesak atau permohonan bantuan yang ditransfer, dan juga telah digunakan sebagai singkatan untuk berbagai frasa informal yang dimulai dengan yang sama.
Pan-Pan dan Securite
Biasanya untuk situasi tidak terlalu mengancam jiwa, Pan-Pan bisa digunakan berasal dari bahasa Prancis panne yang artinya kerusakan. Ini memberikan sinyal situasi mendesak yang diakibatkan masalah mekanikal atau medis. Sedangkan sinyal Securite yang berarti keamanan sering digunakan untuk menyampaikan pesan tentang keamanan seperti cuaca buruk atau bahaya navigasi.
Semua ungkapan darurat ini, selalu diulang tiga kali seperti mayday untuk menyatakan kondisi darurat.
Masih ingat penumpang Turkish Airlines asal Indonesia yang diturunkan paksa? Terlepas dari insiden tersebut, pilot bernama M. Jhon Jaiz Boudewijn sebelum pesawat terbang diketahui sempat memberi tahu pramugari bahwa ia adalah seorang pilot. Lantas, apakah pilot di dunia saat terbang sebagai penumpang harus memberi tahu pramugari? Apakah hal itu diatur oleh maskapai, regulator, bahkan ICAO?
Menurut kapten pilot Boeing 767, Jeff Loftin, saat dirinya terbang sebagai penumpang maskapai, ia sering memberi tahu purser atau pramugari bahwa ia adalah seorang pilot. Maskud dan tujuannya memberi tahu hal itu adalah untuk memberikan bantuan saat diperlukan. Biasanya saat terjadi keadaan darurat ataupun insiden kecil.
Lebih lanjut, seperti dikutip dari Quora, pasca peristiwa 9/11 atau 11 September 2001, pergerakan pilot untuk keluar kokpit dengan alasan apapun menjadi terbatas, termasuk membantu pramugari menghadapi penumpang yang berbuat onar dan sebagainya.
Namun, seiring waktu, nyatanya saat ini pilot memiliki keluasan waktu untuk tetap bisa membantu pramugari di kabin saat dibutuhkan. Kendati begitu tetap tak menghalangi Jeff untuk menginformasikan keberadaan dirinya adalah pilot saat terbang sebagai penumpang.
Lain Jeff, lain lagi John Chesire. Mantan kapten pilot sebuah maskapai penerbangan di Amerika Serikat (AS) tersebut mengaku tak pernah dan tak perlu memberi tahu dirinya sebagai seorang pilot saat menumpangi pesawat.
Ia hanya memberi tahu dirinya adalah pilot saat duduk di samping pintu darurat. Dalam kondisi tersebut, biasanya pramugari akan menanyakan kesediaan dan kemampuan penumpang untuk membantu pramugari membuka pintu darurat saat dibutuhkan. Selebihnya tidak. Pilot lainnya, mengaku juga melakukan hal serupa dengan John.
Baik sikap John ataupun Jeff saat terbang sebagai penumpang, di dunia memang tidak ada kebijakan dari regulator maupun dari ICAO yang mengatur tindakan pilot saat terbang sebagai penumpang.
Justru sebaliknya. Saat menyambut penumpang di pintu masuk pesawat bahkan sampai penumpang sudah duduk di kursi masing-masing pun, pramugari kerap melakukan apa yang disebut A.B.P check atau Able Body Person . Ini semacam memperhatikan gerak-gerik penumpang dan apa latar belakang pekerjaan penumpang, entah itu personel militer (tentara), petugas pemadam kebakaran, perawat, dokter.
Dalam keadaan darurat, seperti keadaan darurat medis, pramugari tahu penumpang mana yang harus diminta tolong.
Meski terdengar remeh, hal kecil seperti itu dalam posisi genting sangat bermanfaat dan bisa membantu tercapainya keselamatan dan keamanan penerbangan.
Lufthansa Group mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan Airbus untuk menambah armadanya sebanyak 10 Airbus A350-1000 dan 5 Airbus A350-900. Dengan pesanan pasti untuk pesawat berbadan lebar generasi terbaru ini, maskapai asal Negeri Bavaria ini akan melanjutkan lintasan dekarbonisasinya.
Dibandingkan dengan pesawat generasi sebelumnya, A350 mengkonsumsi bahan bakar yang jauh lebih sedikit, dengan pengurangan emisi yang sesuai. Penumpang akan mendapat manfaat dari fasilitas dan kenyamanan kabin terbaru yang canggih.
Selain kesepakatan pembelian pesawat baru, Airbus dan Lufthansa juga telah menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) untuk lebih mempererat kerjasama di bidang keberlanjutan dan teknologi masa depan. Ini termasuk penggunaan intensif bahan bakar penerbangan berkelanjutan, optimalisasi operasi lebih lanjut melalui manajemen penerbangan yang lebih efisien dan eksplorasi penggunaan hidrogen.
“Kami merasa terhormat melihat Lufthansa menambah buku pesanan A350 menjadi total 60 pesawat, bergabung dengan peningkatan jumlah pelanggan A350-1000 di seluruh dunia,” kata Christian Scherer, Airbus Chief Commercial Officer and Head of International.
“Dengan menambahkan anggota keluarga A350 terbesar ke dalam armadanya, Lufthansa akan mendapat manfaat dari kesamaan armada lengkap Airbus, menawarkan fleksibilitas operasional yang tak tertandingi dan manfaat ekonomi yang besar.”
Dengan pesanan terbarunya, Lufthansa memperkuat hubungan jangka panjangnya dengan Airbus. Sejak seri A300 di tahun 1970-an, Lufthansa Group telah mengoperasikan semua anggota keluarga produk Airbus, mulai dari A220, A320-Family, A330/A340, A350 dan A380.
A350 adalah salah satu pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia dan pemimpin jarak jauh dalam kategori 300-410 tempat duduk. Desain clean sheet A350 mencakup teknologi canggih dan aerodinamis yang memberikan standar efisiensi dan kenyamanan yang tak tertandingi.
Mesin generasi baru dan penggunaan material ringan menjadikannya pesawat berbadan lebar besar yang paling hemat bahan bakar. A350 adalah pesawat paling senyap di kelasnya dengan pengurangan jejak kebisingan 50 persen dibandingkan pesawat generasi sebelumnya, menjadikannya tetangga bandara yang baik di mana pun ia terbang.
Kabin Airspace A350 diklaim menjadi yang paling sunyi dari semua lorong kembar dan menawarkan penumpang dan awak produk penerbangan paling modern untuk pengalaman terbang yang paling nyaman.
Pada akhir Januari 2023, Keluarga A350 telah memenangkan 925 pesanan pasti dari 54 pelanggan di seluruh dunia, menjadikannya salah satu pesawat berbadan lebar paling sukses yang pernah ada.