Kereta Raja Alfonso XIII, Legenda Kereta Spanyol Yang Terbuang dari Sejarah

Bila bertandang ke Negeri Matador, maka ada kereta yang pernah digunakan Raja Alfonso XIII hingga seorang diktator Francisco Franco. Sayang, kereta itu kini hanya sebagai gerbong tua yang usang dan hanya dijanjikan untuk restorasi sejak 30 tahun lalu. Kereta yang pernah membawa Franco bertemu Hitler pada tahun 1940 ini, pernah menghabisakan enam dekade tanpa tersentuh siapapun.

Baca juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara

Untungnya pada tahun 2006, kereta ini sempat dipelihara dengan baik tetapi tanpa furnitur didalamnya. Bagian luar kereta ini pun sudah pudar warna hijau dengan garis kuningnya bahkan tertutup sarang laba-laba di keseluruhan kereta tersebut.

Bagian koridor kereta (elpais.com)

Miris memang, apalagi kereta ini sempat di lelang tahun 1975 atau sekitar satu juta pesata atau sekitar €6 ribu atau sekitar Rp101 juta ke agen barang antik yang menggunakan kereta itu untuk titik temu pemburu di peternakan Ciudad Real. Tetapi dikarenakan negara merasa kereta tersebut milik mereka, akhirnya dibeli kembali setelah sembilan tahun kemudian sebagai 150 ton logam bekas senilai 375 ribu peseta atau sekitar €2235 atau sekitar Rp37 juta.

Awalnya pemerintah akan meletakkan kereta ini di bagian depan Rail Museum di Madrid, namun belum terlaksana karena dibutuhkan pemugaran secara keseluruhan. Sayangnya biaya untuk pemugaran kereta ini dikatakan tidak cukup.

Padahal banyak pihak yang mengatakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan pada kereta ini tidak memerlukan banyak biaya. Pemilik kereta yakni Spanish Railways Foundation mengatakan dalam sebuah email bahwa ini tidak sesuai jadwal dan menunggu kesempatan.

Kamar di dalam kereta (elpais.com)

“Asosiasi yang menerima kereta api pada tahun 1997 dan mengatur restorasi terakhir antara tahun 2004 dan 2005, berpendapat bahwa ini adalah organisasi nirlaba yang dibiayai oleh hibah dan dana tersebut tidak dapat diselesaikan pekerjaan saat ini. Tiga belas tahun yang lalu, daerah Castilla dan León memberi kami €282 ribu atau Rp4,7 miliar dan dari anggaran kami, kami mengajukan €23 ribu atau Rp386 juta lagi. Kami memperbaiki interiornya. Kami juga membangun gudang untuk melindunginya, “kata Maria Muñoz, bos Adema, sebuah asosiasi yang bekerja dalam pembangunan di Almazán dan daerah sekitarnya.

Pada masa diktator Franco, sebelum sampai bertemu dengan Hitler, dia dan anak buahnya menggunakan kereta ini ke Hendaye. Pada perjalanannya mereka terlambat delapan menit karena ada pemadaman listrik di tengah jalan dan untungnya cepat terselesaikan.

Sayangnya pertemuannya dengan Hitler tak pernah mencapai kesepakatan apalagi untuk ikut dalam perang dunia kedua. Saat akan meninggalkan Hitler, Franco melambaikan tangannya melalui pintu dan hampir terjatuh, untung di tolong oleh Jenderal José Moscardó dan Panglima Martínez Maza.

Baca juga: Setelah 175 Tahun, Ratu Inggris Kembali Menumpangi Kereta Api

Diketahui, kereta ini dibuat di Sastao Provinsi Vizcaya tahun 1929 dengan panjang 20 meter dan lebar tiga meter. Di dalam kereta ini terdapat dapur, ruang pertemuan besar, koridor dengan tiga kamar dimana salah satunya dilengkapi kamar mandi dan satu kamar mandi di koridor.

Lemari dapur dibuat dengan kayu berkualitas tinggi, tiga pipa pemanas untuk dibawah tempat tidur Franco. Inilah yang tersisa dari 75 tahun lalu sedangkan di dalam foto kereta tersebut dilengkapi tempat tidur, permadani, meja rias, kursi makan, sofa dan lainnya.

Menjaga Kestabilan, Bogie Kereta Api Jadi Acuan Keselamatan Dalam Perjalanan

Liukan kereta api memang sangat menawan saat melewati tikungan. Jalur kereta api di Pulau Jawa lebih dominan dengan banyaknya medan yang terjal dan lebih banyak tikungan. Belum lagi beberapa daerah memiliki kontur tanah yang labil, memungkinkan pengecekan jalur itu lebih berkala untuk kenyamanan dalam perjalanan kereta api. Nah, setiap kereta api yang melintas di jalur tersebut, dipengaruhi oleh kestabilan pada bogie kereta api.

Fyi, bogie merupakan konstruksi yang terdiri dari dua perangkat roda atau lebih yang digabungkan oleh rangka dengan sistem pemegasan, pengereman, dengan atau tanpa peralatan penggerak dan anti selip. Serta sebagai pendukung rangka dasar dari badan kereta.

Fungsi utamanya adalah menghasilkan fleksibilitas kereta terhadap rel, sehingga roda kereta bisa tetap mengikuti arah rel saat melewati tikungan. Bogie juga memiliki pegas dan goncangan yang disebabkan oleh rel yang bergelombang. Saat melewati rel yang menikung, maka akan tercipta sudut antara garis lurus badan kereta dengan rel.

Dengan adanya bogie inilah roda jadi tidak segaris dengan badan kereta, melainkan mempunyai sudut tertentu. Sehingga bisa menikung mengikuti rel tanpa terjadi anjlok. Selain pegas, bagian-bagian lain pada bogie, antara lain: Bogie Frame, Bolster, perangkat roda (wheel set), Axle Box, Bearing, sepatu rem, dan peralatan pengereman. Tambahan juga mengenai bogie yang memang dapat dilepas dan dipasang jika sedang dilakukan perawatan.

Bogie tipe K5 masih digunakan saat ini dengan menambah kecepatan 100 km/jam. (Foto: Tangkapan Layar Youtube.com/SendyPrasetya)

Bogie juga dapat meningkatkan kapasitas muatan. Saat Gapeka 2025 dimulai, perjalanan kereta api pun bertambah dan makin banyak. Ini karena antusias masyarakat menggunakan kereta api juga makin bertambah. Dengan tentu perawatan dan pengecekan pada bogie lebih sering dilakukan.

Tak Cuma angkutan penumpang, bogie pada angkutan barang pun turut andil dalam pengecekan. Hal ini didasarkan pada kapasitas muatan atau tonase dari angkutan barang itu sendiri. Selain kapasitas muat, mempengaruhi kecepatan juga hal terpenting yang harus selalu dalam tahap pengecekan. Karena saat ini kecepatan kereta api sudah bertambah menjadi maksimal 120 km/jam. Pada kecepatan maksimal itu, bogie paling digunakan adalah yang terbaru dan kuat saat diperjalanan.

Kereta api di Indonesia memiliki tipe-tipe bogie yang berbeda-beda, tergantung dari kapasitas muat dan kecepatan yang dijalankan. Bogie yang sempat digunakan pada kereta api antara lain: Bogie Pennsylvania (tipe K2), Bogie Cradle (tipe K3), Bogie SIG atau NT.504 (tipe K4), Bogie TB398 (tipe K5), Bogie Ferrostahl (tipe K6), Bogie Gorlitz (tipe K7), Bogie NT-60 (tipe K8), Bogie Bolsterless (tipe K9), dan Bogie TB1014 (tipe K10). Kemudian bogie yang digunakan untuk angkutan barang, antara lain: bogie kuda kepang, bogie barber, dan bogie ride control.

Bogie TB1014 yang digunakan rangkaian kereta terbaru body stainless steel new generation buatan INKA.

Saat ini kemajuan kereta api dalam memprioritaskan penumpang sebagai pengguna setia adalah meningkatkan kecepatan perjalanan. Dengan tentu salah satunya juga meningkatkan ketahanan bogie kereta itu sendiri. Bogie kereta api khususnya penumpang yang sering digunakan saat ini adalah Bogie NT11, Bogie NT60, dan Bogie TB1014. Apalagi body kereta saat ini sudah menggunakan rangkaian tipe stainless steel yang berarti bogie-nya sudah menggunakan tipe K10 dengan kecepatan maksimum 120 km/jam.

Dari berbagai sumber mengabarkan bahwa bogie TB1014 buatan Industri Kereta Api (INKA) ini secara fisik merupakan kawin silang dari TB398 dan NT-60. Bogie ini menggunakan pegas karet seperti K8, namun menghilangkan batang ayun yang menjadi ciri khas K8. Bogie ini juga dilengkapi dengan horizontal damper yang berfungsi mengurangi guncangan horizontal agar KA melajul lebih stabil pada lengkung dengan radius kecil.

Sudah banyak saat ini kereta api menggunakan bogie tersebut dan penumpang merasa nyaman dengan halusnya perjalanan kereta api hingga dibawa kencang. Tak hanya itu aspek keselamatan pun sudah diperhitungkan agar perjalanan makin aman dan nyaman.

Bogie K5 Jadi Populasi Terbanyak Digunakan Kereta Api Indonesia

Inilah Semboyan yang Wajib Kalian Tahu Saat Bepergian Menggunakan Kereta Api

Naik kereta api memang sangat menyenangkan. Selain cepat menggunakan transportasi ini terbilang praktis, mudah dan unik. Dari beberapa pengalaman yang didapat saat menggunakan kereta api ada beberapa peristiwa unik yang memang kita lihat.

Peristiwa yang terbilang unik itulah yang membuat kita semakin ingin tahu untuk apa fungsinya. Seperti petugas saat memberangkatkan kereta api sampai dengan alat-alat penunjang penting saat di perjalanan. Ya, dalam dunia perkeretaapian ada yang dinamakan semboyan. Beberapa semboyan kereta api inilah yang harus diperhatikan para kru kereta api saat menjalankan tugas.

1. Semboyan 40
Dinamakan semboyan 40 arti fungsinya dalam perjalanan kereta api biasa dilakukan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dengan cara mengangkat tongkat dengan rambu berbentuk bundar (eblek) berwarna hijau dengan garis tepi putih. Semboyan dengan tongkat ini biasa dilakukan untuk memberangkatkan kereta api di siang hari. Untuk malam hari Semboyan 40 menggunakan lampu (lentera) dengan cahaya berwarna hijau jika kereta api diizinkan berjalan, dan warna merah jika kereta api datang untuk berhenti. Biasanya setelah PPKA sudah memberikan isyarat Semboyan 40, kondektur melakukan persiapan untuk memberangkatkan kereta api.

Semboyan 40 pada siang hari yang diberikan PPKA (Foto: instagram/@ppka_kai)

2. Semboyan 41
Nah, ini yang dilakukan Kondektur Perjalanan (KP) di kereta untuk menerima isyarat dari PPKA dengan metode tunjuk sebut dan membunyikan peluit panjang ke arah masinis/asisten masinis yang berada di depan (lokomotif) kereta. Selain bertugas memberangkatkan kereta api setelah membunyikan peluit Semboyan 41, ia pun selalu aktif saat di perjalanan dan bertanggung jawab selama di dalam kereta api kepada penumpang agar merasa nyaman.

Semboyan 41 yang diberikan kondektur kepada masinis/asisten masinis saat kereta api siap berangkat. (Foto: flickr.com/Pangestu Panji Pratama)

3. Semboyan 35
Semboyan ini yang sangat dipahami bagi sebgian masyarakat umum saat naik kereta api. Semboyan 35 ini biasa dilakukan oleh masinis/asisten masinis saya menjalankan kereta api saat mendapat perintah dari PPKA dan kondektur. Dengan membunyikan klakson lokomotif/kereta isyarat Semboyan 35 ini yang berarti kereta api sudah aman untuk diberangkatkan.

Metode tunjuk sebut dan membunyikan klakson saat masinis menanggapi isyarat yang diberikan PPKA dan kondektur. (Foto: istimewa)

4. Semboyan 1
Pada semboyan ini juga paling penting diurutan pertama. Ya, semboyan 1 biasanya dilakukan saat melihat kereta api melintas langsung di stasiun dengan lambaian tangan keatas yang memiliki arti bahwa kereta api aman untuk melanjutkan perjalanan. Dilakukan isyarat Semboyan 1 untuk kereta api yang melintas biasanya PPKA sudah memeriksa seluruh aspek keselamatan sebelum kereta api melintas, diantaranya memastikan bahwa jalur kereta api sudah terarah sempurna dan sinyal lampu dalam keadaan hijau. Semboyan 1 ini juga ditandai dengan posisi petugas PPKA yang berdiri tegak, siap menerima kedatangan kereta api. Sementara pada malam hari, petugas PPKA berdiri tegak dengan menjinjing lampu (lentera) berwarna hijau.

PPKA dengan sikap sempurna siap memberi isyarat Semboyan 1 malam saat kereta api melintas langsung di stasiun. (Foto: istimewa)

5. Semboyan 21
Semboyan ini juga sangat penting karena untuk memastikan rangkaian sudah lengkap. Semboyan 21 ini biasanya dipasang dibagian belakang yang berada diposisi kanan dan kiri rangkaian kereta/gerbong. Dipasangnya Semboyan 21 ini berfungsi agar PPKA bisa stasiun yang dilewati bisa mengetahui dan memastikan bahwa rangkaian kereta tersebut lengkap. Semboyan 21 yang terpasang di kereta/gerbong berbentuk lempengan besi berwarna merah, biasanya digunakan pada siang hari. Sedangkan Semboyan 21 pada malam hari menggunakan lampu merah di akhir rangkaian kereta/gerbong dan lampu hijau di muka.

Semboyan 21 siang dan malam terpasang dibagian akhir kereta. (Foto: facebook.com/narendra hita)

‘Tunjuk Sebut’ Selalu Dilakukan Masinis Saat Berdinas, Biar Fokus?

Membawa ratusan nyawa manusia agar tetap selamat sampai tujuan adalah tugas utama masinis kereta api saat berdinas hingga ke tempat tujuan. Ya, bertanggung jawab dalam menjalankan tugas adalah hal yang utama kepada penumpangnya.

Ia pun bertanggung jawab untuk mempercepat, memperlambat atau menghentikan kereta api mengikuti/mematuhi persinyalan dan semboyan kereta api dan menjamin keselamatan kereta api yang dijalankannya sehingga dapat dikatakan masinis adalah kepala perjalanan.

Dari tugas dan tanggung jawab yang dijalankan, masinis juga harus fokus dalam menjalankan kereta api. Salah satunya adalah dengan tunjuk sebut. Awalnya tunjuk sebut dilakukan oleh masinis di Jepang, fungsinya tentu saja untuk meningkatkan profesionalitas mereka saat mengoperasikan kereta api. Sejarah singkat penggunaan metode budaya tunjuk sebut yang diadopsi KAI dari Jepang ini bermula dari seorang masinis lokomotif uap mengalami sakit mata saat berdinas.

Penggunaan lokomotif uap dengan suaranya yang keras serta banyaknya uap dan asap menjadi tantangan bagi masinis dan asisten masinis untuk saling berkoordinasi dalam kabin lokomotif. Sehingga, masinis harus berteriak keras agar asisten masinis dapat mendengar satu sama lain. Hingga metode tersebut menjadi budaya dalam perjalanan kereta api di Jepang, yang kemudian diadopsi di Indonesia.

Hingga saat ini peraturan tersebut sudah dijalankan oleh masinis dalam perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek, perjalanan kereta api jarak jauh pun masinis harus melakukan metode tersebut. Gerakan menunjuk dan menyebut itu tertuju pada semboyan, sinyal dan marka yang wajib dilakukan masinis. Sehingga membantu menjaga konsentrasi petugas dengan mengaktifkan otak, mata, tangan, mulut, dan telinga.

Masinis lakukan tunjuk sebut, memastikan kereta api aman untuk berjalan. (Foto: instagram/kiewspermana)

Selain berguna untuk fokus dan konsentrasi, metode tunjuk sebut ini juga mengurangi kesalahan. Dalam tindakan menunjuk dan menyebut status sinyal secara bersamaan menciptakan jeda yang dapat mencegah kesalahan. Kemudian menimbulkan memori yang kuat sehingga lebih mudah diingat dan diperiksa kembali, serta meningkatkan kesadaran dengan kombinasi gerakan tangan dan suara merangsang keterlibatan fisik untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.

Ternyata menurut kabar yang beredar dengan adanya metode tunjuk sebut ini, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh RTRI (Railway Technical Research Institute) menunjukkan bahwa penerapan tunjuk sebut dapat secara signifikan mengurangi kesalahan operasional. Melakukan tunjuk sebut mengurangi kesalahan hingga 50-66%. Bahkan jika metode terus dijalankan, KAI optimis kesalahan yang dilakukan menjadi zero accident.

Itulah mengapa metode ini terus dilakukan, karena kedepannya KAI bertekad untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan penumpang. Budaya tunjuk sebut ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan SOP guna mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Tak hanya masinis, hingga kini metode tunjuk sebut sudah diterapkan diseluruh operasional KAI.

Inilah Alasan Masinis Harus Punya Ingatan Bagus dan Wajib Gunakan Sarung Tangan

Gali Potensi Daerah Aliran Sungai Musi, Pemerintah Kalimantan Selatan Hadirkan Barito River Cruise

Jika pada pemberitaan sebelumnya ada Musi Cruise, di mana Anda bisa menikmati indah sembari mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan seluk beluk sungai Musi yang ada di Palembang, maka Kalimantan-pun tidak mau kalah. Diketahui pada Rabu (13/02) kemarin, Gubernur Kalimantan Selatan meluncurkan layanan Kapal Layar Motor (KLM) Wisata Pinisi “Barito River Cruise”.

Baca Juga: Musi Cruise, Pengalaman Wisata Sarat Makna di Kota Palembang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rri.com, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin berharap kehadiran “Barito Rover Cruise” bukan sekadar menjadi daya tarik baru di wilayah Kalimantan Selatan, tapi juga sebagai pembuktian bahwa potensi wisata bahari di Sungai Barito bisa terus dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan. “Sungai Barito bukan sekedar jalur transportasi perekonomian masyarakat, tapi menyimpan sejarah yang luar biasa,” ujar H Muhidin.

Dalam mengembangkan Barito River Cruise, pihak pemerintah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan PT. Ambapers. Menurut Direktur Utama PT. Ambapers, Zulfadli Gazali, kerja sama yang terjalin antara pihaknya dengan pemerintah Kalimantan Selatan merupakan wujud komitmen bersama untuk menggali potensi di sekitar sungai Barito.

Tidak jauh seperti Musi Cruise, Barito River Cruise juga menawarkan liburan tak terlupakan bagi Anda. Terbagi ke dalam 2 rute reguler; rute pendek dan rute panjang. Jika Anda menambil paket perjalanan rute pendek, maka Anda akan dibawa berkeliling mulai dari Basirih-Banjar Raya, dan Pulau Kembang. Adapun estimasi durasi perjalanan rute pendek adalah 2 jam dan saat perjalanan, dikabarkan Anda juga akan mendapatkan konsumsi. Jadi, tidak perlu khawatir kelaparan!

Barito River Cruise. Sumber: istimewa

Sementara untuk rute panjang, estimasi durasi perjalanan Anda akan meningkat jadi 3 jam PP, di mana Anda akan diajak berkeliling mulai dari daerah Basirih menuju Jembatan Barito. Sama seperti rute pendek, Anda juga akan mendapatkan konsumsi selama perjalanan.

Jika Anda ingin ‘menyewa’ Barito River Cruise untuk berbagai acara khusus seperti liburan keluarga besar hingga acara pernikahan, Anda bisa melakukan pemesanan secara online guna memastikan ketersediaan moda di tanggal yang sudah Anda tentukan.

Satu hal yang tidak kalah unik adalah penggunaan kapal pinisi. Ya, kapal yang sarat akan nilai Sejarah bagi rakyat Indonesia ini akan menjadi daya tarik tersendiri kepada setiap pengunjung yang akan menjajal Barito River Cruise. Jadi, jika Anda berkesempatan menyambangi Kalimantan Selatan, jangan lupa untuk mengarungi Sungai Barito dengan Barito River Cruise, ya!

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

Siapa yang tidak mengenal Pelabuhan Sunda Kelapa? Ya, pelabuhan yang tersohor sejak jaman penjajahan dulu memang menyimpan nilai historikal yang luar biasa kental. Bagaimana tidak, sejumlah sumber menyebutkan bahwa Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama dari Kerajaan Tarumanegara di sekitar abad ke-5 Masehi. Jadi wajar saja jika Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi salah satu pelabuhan terpenting – bahkan menyandang status sebagai pelabuhan tertua di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, kejayaan Kerajaan Tarumanegara lalu perlahan runtuh tatkala Pelabuhan Sunda Kelapa mulai diduduki oleh Kerajaan Sunda pada sekitar abad ke-12 Masehi. Sejak dikuasai oleh Kerajaan Sunda, pelabuhan ini lalu berganti nama menjadi Pelabuhan Kalapa.

Kependudukan Portugis

Ilustrasi Portugis tiba di Sunda Kelapa. Sumber: Istimewa

Berselang 4 abad kemudian, tepatnya di tahun 1527, Portugis mulai datang dan mendirikan sebuah pelabuhan baru bernama Pelabuhan Sunda Kelapa. Seiring perkembangannya pada kala itu, Pelabuhan Sunda Kelapa ‘berevolusi’ menjadi sebuah pusat perdagangan yang ramai didatangi oleh kapal-kapal dagang dari berbagai negara; sebut saja Cina, Jepang, India hingga Timur Tengah. Kala itu, para pedagang membawa berbagai komoditas seperti porselen, kopi hingga kain sutera untuk ditukar dengan rempah-rempah dan hasil bumi dari Indonesia.

Kependudukan Belanda

Ilustrasi Belanda tiba di Sunda Kelapa. Sumber: Istimewa

Setelah itu, pada tahun 1619, Belanda datang dan mendirikan kota Batavia (yang kini dikenal sebagai Jakarta) di sekitar pelabuhan. Pelabuhan Sunda Kelapa pun kembali berganti nama menjadi Pelabuhan Batavia. Di masa kekuasaan Belanda, pelabuhan ini masih menjadi pusat perdagangan dan pelayaran yang penting di wilayah Hindia Belanda (atau Asia Tenggara).

Masih di era kependudukan Belanda, pembangunan infrastruktur modern yang masif menghiasai setiap sudut Pelabuhan Batavia. Mulai dari dermaga, gudang hingga infrastruktur pendukung lainnya untuk mendukung aktivitas perdagangan Belanda. Mulai dari sinilah, perkembangan ekonomi, sosial hingga urbanisasi besar-besaran mulai terjadi dan Pelabuhan Batavia memegang peranan sentral di saat kependudukan Belanda.

Di Bawah Pemerintahan Indonesia

Sumber: istimewa

Runtuhnya kekuasaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia juga sedikit banyaknya membawa dampak terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa, kemunduran ini juga tidak bisa dipisahkan dari bertumbuhnya pelabuhan-pelabuhan baru, seperti Pelabuhan Tanjung Priok hingga pelabuhan di wilayah Singapura. Masalah lain yang ‘diwariskan’ Belanda terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pendangkalan di sekitar wilayah pelabuhan, infrastruktur yang perlu di-upgrade, hingga banjir rob yang kerap melanda.

Di bawah kendali Indonesia, Pelabuhan Sunda Kelapa tetap dipertahankan sebagai pelabuhan penting, khususnya bagi kota Jakarta – kendati statusnya sudah tidak lagi menjadi pusat perdagangan internasional. Peran Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai penghubung Jakarta dengan wilayah lain juga terus dipertahankan, pun dengan aktivitas perdagangan, walaupun skalanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan masa kolonialisme Belanda dahulu.

Kini, Sunda Kelapa masih menjalani perannya sebagai pelabuhan; menjadi pelabuhan antar pulau untuk mengangkut kebutuhan pokok, pelayaran rakyat yang tinggal di sekitar pelabuhan, tempat nelayan sekitar menjajakan hasil tangkapan, hingga spot pariwisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Revitalisasi untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas di sekitar pelabuhan juga masih terus dilakukan, sembari menggali potensi wisata yang ada.

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Dengan 20 Triliun Poundsterling, Elon Musk Mampu Bangun Terowongan yang Hubungkan London-New York

Selain sukses sebagai pengusaha, Elon Musk juga kondang sebagai seorang visioner. Dan tak sedikit buah pemikirannya yang tak lazim namun dapat diaktualkan sebagai solusi atau produk yang inovatif. Dan terkait transportasi, pemilik roket SpaceX ini melontarkan gagasan untuk membangun terowongan bawah laut yang menghubungkan antara New York dan London.

Seperti dikutip ladbible.com, Elon Musk mengatakan Ia dapat membangun ‘terowongan senilai £20 triliun dari London ke New York yang akan memakan waktu 54 menit

Elon Musk telah menyarankan bahwa ide membangun terowongan bawah tanah senilai ‘£20 triliun’ yang menghubungkan London ke New York tampaknya merupakan kemungkinan yang nyata – meskipun ia mengatakan ia dapat melakukannya dengan biaya yang lebih murah.

Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial

 

Ini muncul setelah bos SpaceX berusia 53 tahun itu berjanji untuk merevolusi cara kita bepergian, mengatakan roket ‘Starship’-nya dapat digunakan untuk mengangkut penumpang ke kota mana pun di dunia dalam waktu kurang dari satu jam.

Dari London, Anda dapat menuju New York hanya dalam waktu 29 menit, secara teoritis.

Ia menulis: “Di bawah FAA Trump, @SpaceX bahkan dapat memperoleh persetujuan untuk Starship Earth to Earth dalam beberapa tahun – Membawa orang dari kota mana pun ke kota lain mana pun di Bumi dalam waktu kurang dari satu jam.”

Roket tersebut akan memiliki kecepatan maksimum hingga 27.000 km/jam, dan jika Anda membandingkannya dengan salah satu pesawat komersial tercepat yang melaju hingga 1.061 km/jam, perbedaannya cukup jauh.

Namun jika terbang bukan hal yang Anda sukai, maka mungkin kereta bawah tanah lebih cocok untuk Anda?

Saluran berita hip-hop Daily Loud baru-baru ini membagikan sebuah tweet yang berbunyi: “Terowongan senilai $20 triliun yang diusulkan akan membawa Anda dari New York ke London dalam 54 menit.”

Musk, yang memiliki platform tersebut, membalas: “@boringcompany dapat melakukannya dengan biaya 1000X lebih murah.”

Boring Company, yang juga dimiliki Musk, adalah bisnis konstruksi infrastruktur dan terowongan AS, yang didirikannya pada tahun 2017.

Apakah kereta bawah tanah benar-benar memungkinkan? Singkat kata ya, saat ini ada terowongan sepanjang 18 kilometer yang sedang dibangun untuk menghubungkan Denmark selatan dengan Jerman utara di bawah Laut Baltik.

“Bagi para komuter, ini berarti koneksi yang lebih cepat dan lebih andal antara Denmark dan Jerman, secara signifikan mengurangi waktu tempuh dan membuat perjalanan harian jauh lebih nyaman,” Denise Juchem, juru bicara dari Femern A/S – perusahaan Denmark yang mempersiapkan proyek tersebut – mengatakan kepada Euronews Travel.

“Pada akhirnya, terowongan bawah tanah sepanjang 18 kilometer dianggap sebagai solusi terbaik karena dampak lingkungannya yang lebih rendah, sensitivitas yang berkurang terhadap kondisi cuaca, dan efektivitas biaya.”

“Desain terowongan Fehmarnbelt merupakan proses rumit yang memerlukan perencanaan yang matang,” jelas Markus Just, Manajer Kualitas Desain Terowongan.

“Kami memutuskan untuk membangun cekungan di depan masing-masing dari tiga aula pabrik sehingga elemen terowongan dapat mengapung seperti di dalam kunci dan diangkut ke pelabuhan kerja.” Jalur kereta api tersebut diharapkan akan dibuka pada tahun 2029.

Jarak antara London dan New York, jika diukur sebagai garis lurus (great-circle distance), adalah sekitar 5.570 km (3.461 mil). Ini merupakan jarak lintasan terpendek yang biasanya ditempuh oleh pesawat melintasi Samudra Atlantik Utara. Kapal kargo atau kapal pesiar biasanya menempuh waktu antara 7 hingga 10 hari untuk menyeberangi Atlantik pada kecepatan rata-rata 20–25 knot.

Jadi bisa dibayangkan, betapa berat dan mahalnya bila terowongan ini jadi dibangun.

Jepang Gelontorkan Rp135 Triliun Bangun Terowongan Bawah Laut Sepanjang 31Km, Bisa Dilewati Kereta hingga Truk

Uber dan OLA bedakan Tarif Pengguna iPhone dan Android

Tarif taksi online baik Grab, GoJek, Maxim hingga InDriver memiliki perbedaan yang signifikan. Ini adalah hal lumrah, karena kebijakan tarif sesuai dengan operator.

Tak hanya itu, faktor lainnya yang mempengaruhi perbedaan tarif taksi online yakni Jarak tempuh, kondisi kemacetan lalu lintas, factor cuaca, hingga jam-jam sibuk. Tapi bagaimana jika tarif ini berdasarkan smartphone yang digunakan oleh pengguna.

Di India, perusahaan ride-hailing Uber dan OLA dilaporkan membedakan tarif layanannya berdasarkan jenis ponsel pintar pengguna. Laporan ini beredar di media local dan media sosial.

Baca juga: Naik Porter ke Kantor, Pria Bengaluru Viral di X

Di mana pengguna iPhone dibebankan tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan pengguna Android. Padahal perjalanan yang dilakukan memiliki Jarak dan tujuan yang sama.

Bahkan pemerintah setempat juga mengatakan hal yang sama seperti para pengguna ride-hailing tersebut. Dikutip dari Reuters, Kamis (13/2/2025), mereka menuduh Uber dan OLa yang adalah pemain ride-hailing di India menggunakan Harga yang berbeda bagi pengguna iPhone dan Android.

Menteri urusan konsumen India, Pralhadi Joshi mengungkapkan Badan Perlindungan Konsumen Pusat (CCPA) juga telah mengirimkan peringatan soal dugaan perbedaan harga tersebut. Dia mengatakan, pada bulan lalu perbedaan tarif ini sebagai praktik perdagangan yang tidak adil.

Yang mana, para perusahaan ride-hailing seakan mengabaikan hak-hak konsumen atau pengguna. Joshi menambahkan, pihaknya akan meminta CCPA untuk menyelidiki masalah ini apakah strategi serupa digunakan pada sektor lainnnya.

Seperti sektor layanan pengiriman paket, pengiriman makanan, atau portal pembelian tiket online. Atas dasar ini, juru bicara Uber kemudian angkat bicara dan membantah tuduhan yang diajukan kepada pihaknya.

Juru bicara itu memastikan akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kami tidak menetapkan harga berdasarkan produsen telepon. Kami berharap bisa bekerja sama dengan Otoritas Perlindungan Konsumen Pusat untuk menjelaskan kesalahpahaman,” jelas juru bicara perusahaan.

Untuk diketahui, OLA Cabs, adalah sebuah perusahaan transportasi India yang menyediakan layanan pemesanan kendaraan dan mengoperasikan bisnis vertikal lainnya seperti layanan keuangan dan dapur awan. Perusahaan ini berkantor pusat di Bangalore, dan beroperasi di lebih dari 250 kota di India.

Jasa Antar Makanan Online, Uber Eats Gunakan 2.000 Robot di Amerika Utara

Iyus, WNI Pertama Jadi Pengemudi Bus Jepang

Menjadi pekerja di negara lain bukanlah hal yang mudah, apalagi sebagai pengemudi bus atau kendaraan lainnya. Namun, itu bisa saja terjadi bila ada kemauan dan usaha untuk mewujudkannya.

Seperti yang baru saja ramai diberitakan, seorang WNI (Warga Negara Indonesia) berusia 40 tahun mencatatkan sejarah sebagai pengemudi bus asing pertama di Jepang. Dia adalah Iyus yang akhirnya berhasil menjadi pengemudi bus Jepang dengan status pekerja terampil khusus.

Prestasi Iyus ini mau mengatakan bila WNI memiliki peluang untuk bekerja sebagai pengemudi bus di negara lain. Apalagi dengan adanya program pekerja terampil khusus yang ditawarkan oleh negara-negara seperti Jepang.

Baca juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

Terlepas dari keberhasilannya, ada ujian SIM yang haruslah diikuti Iyus sebelumnya. Di mana ujian SIM Jepang terkenal sulit dan Iyus sendiri dinyatakan lulus tes pada Desember 2024 kemarin dan akan mulai bekerja April 2025.

Iyus nantinya akan bekerja sebagai pengemudi bus wisata di Tokyo.

“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan bahwa saya bisa menjadi pengemudi profesional. Saya ingin mengemudi dengan aman untuk memberikan layanan yang nyaman kepada pelanggan kami,” kata Iyus saat ditemui wartawan di kantor pusat grup perusahaan di Okayama.

Kepala unit bus dan kereta api Ryobi Group, Ogami Shinji, menyampaikan harapannya bahwa Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung asing di Jepang.

“Iyus akan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional karena Jepang melihat lonjakan jumlah pengunjung luar negeri,” ujar Shinji dilansir dari NHK.

Untuk diketahui, tahun lalu, anggota parlemen Jepang memberlakukan undang-undang kontrol imigrasi yang direvisi dan peraturan perundang-undangan terkait. Dengan undang-undang ini, Jepang bisa menerima lebih banyak pekerja asing, termasuk untuk transportasi jalan yang mencakup taksi dan bus.

Sektor transportasi baru saja ditambahkan ke kategori Tenaga Terampil Khusus No. 1, uji kelayakan pertama dilakukan pada bulan Desember tahun lalu. Iyus adalah satu-satunya orang yang lulus uji di bidang bus.

Di Jepang Penumpang Dilarang Membuka Pintu Taksi, Ini Sebabnya!

Airbus Jajaki Desain Kursi Pesawat ‘Double Level’ Rancangan Alejandro Núñez Vicente

Jika Anda pernah melihat gambar konsep kursi pesawat tingkat ganda (double level) yang terkenal dan berpikir “itu tidak akan pernah terjadi” — mungkin itu dipikirkan lagi. Perusahaan rintisan penerbangan Chaise Longue, otak di balik kursi double level yang kontroversial, telah mengumumkan bahwa mereka “menjajaki beberapa konsep tahap awal” dengan manufaktur pesawat papan atas Airbus.

Kolaborasi dengan perusahaan manufaktur pesawat terbang terkemuka ini merupakan langkah penting dalam perjalanan desain kursi ini dari proyek mahasiswa menjadi kenyataan di udara.

Perancang dan CEO Chaise Longue Alejandro Núñez Vicente mengatakan kepada CNN Travel bahwa dia bersyukur Airbus melihat “potensi sebenarnya dari tempat duduk dua tingkat.”

Seorang perwakilan Airbus mengonfirmasi bahwa Chaise Longue sedang menjajaki beberapa konsep tahap awal dengan Airbus pada solusi tempat duduk dua tingkat untuk pesawat komersial Airbus.

Perwakilan tersebut menambahkan bahwa “mengingat sifat dari tahap tahap awal ini,” Airbus lebih suka “tidak berkomentar lebih lanjut pada tahap ini.”

Inti dari desain kursi Chaise Longue Núñez Vicente adalah penghilangan kabin atas untuk memungkinkan dua tingkat kursi dalam satu kabin pesawat.

Idenya adalah bahwa para pelancong akan memiliki pilihan untuk memesan baris atas atau baris bawah — dan meskipun tingkat bawah mungkin terlihat kurang menarik di foto, penumpang bawah akan dapat meluruskan kaki mereka dan menikmati ruang kaki ekstra.

Tingkat atas juga dirancang untuk memberikan “sudut sandaran yang lebih besar” dan “kemungkinan meregangkan kaki” daripada kursi pesawat ekonomi rata-rata, kata Núñez Vicente.

Núñez Vicente awalnya mengembangkan desain untuk kabin ekonomi sebelum tahun lalu meluncurkan iterasi kelas bisnis/kelas satu.

Núñez Vicente mengatakan dia tidak dapat menentukan jenis kabin seperti apa yang mungkin menjadi target kolaborasi Airbus — dan dia saat ini tidak dapat mengonfirmasi seberapa mirip atau berbedanya konsep baru tersebut dengan konsep yang dipamerkan sebelumnya. Saat ini tidak ada gambar konsep yang tersedia atau detail tentang desain baru tersebut.

Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Namun Núñez Vicente mengatakan tujuan Chaise Longue tetap sama: untuk “mengoptimalkan ruang” di kabin bagi penumpang dan maskapai penerbangan.

“Setiap inovasi memiliki banyak ulasan baik dan juga ulasan buruk,” kata Núñez Vicente, yang menunjukkan bahwa para penentang tidak memengaruhi pengembangan desain.

“Tentu saja, ada kekurangan, dan kekurangan media sosial itu ada,” kata Núñez Vicente. “Itu kekurangan yang ada saat ini. Namun sejujurnya, kelebihan kursi ini, kursi dengan dua tingkat, sepenuhnya menutupi kekurangan tersebut.” Núñez Vicente mengatakan Chaise Longue juga tetap “terbuka untuk kolaborasi” dengan perusahaan penerbangan lain.

Inilah En-Suite, Kursi First Class Masa Depan: Penumpang Bisa Bercinta Secara Private di Udara