Resah Gelisah Tarif Promo, Pengemudi Ojol Ada yang Unjuk Rasa, Ada yang Bersyukur

Aplikasi ride-hailing, Grab dan Gojek seringkali memberikan promo bagi pelanggannya. Promo ini bisa di dapatkan Ketika pelanggan melakukan pemesanan melalui aplikasi.

Namun ternyata promo ini cukup membuat pengemudi resah dan gelisah karena takut berkurang lagi pendapatan mereka. Seperti di Medan, Sumatera Utara (Sumut), para pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut pada Senin (23/6/2025) kemarin.

Massa ojek online ini mengajukan tiga tuntutan yang mana salah satunya adalah meminta paket promo dihapus karena merugikan pengemudi. Selain itu ada pula tuntutan penghapusan Grab Bike Hemat (GBH) serta program slotfood yang tidak sesuai dengan biaya-biaya yang timbul di lapangan.

Massa juga menuntut janji aplikator atas hasil mediasi pada Mei lalu. Pada aksi tersebut, massa juga meminta Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution untuk menyusun dan mengesahkan peraturan daerah terkait transportasi online. Terutama untuk transportasi roda dua, agar melindungi hak-hak pengemudi.

“Kami berharap bapak berkenan melihat perkembangan nasib para ojek online. Kami meminta bentuk regulasi hukum ojek online roda dua di Indonesia, terlebih di Sumatra Utara ini,” ucap Koordinator aksi, Timbul Siahaan.

Dalam aksi itu, massa meminta bertemu dengan Gubernur Sumut untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung. Namun massa ditemui oleh Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan yang akan menjadwalkan rapat dengan pengemudi bersama pihak aplikator pada minggu ini.

Sedangkan di Jakarta, para pengemudi ojek online mengaku ada yang merasa dirugikan tetapi juga ada yang tidak. Suhartanti salah satu pengemudi ojek online mengaku dirinya sangat bersyukur dengan adanya tarif poromo.

Pasalnya menurut Suhartanti, promo ini membuatnya dapat banyak penumpang dan orderan.

“Kita sih nggak terlalu ngerasain promonya ya mbak. Soalnya tuh dengan promo ini ada saja sih orderan. Kadang malah lebih banyak dari hari biasa,” akunya kepada KabarPenumpang.com, Rabu (25/6/2025).

Suhartanti menjelaskan, yang dapat promo penumpang pemotongan biaya perjalanan. Tetapi dari aplikasi pengemudi sama sekali tidak ada karena tarifnya sama dan potongannya tidak ada alias hanya dari aplikator.

Tak Ikut Demo, Pengemudi Ojol Cari Nafkah Meski Merugi Akibat Orderan Fiktif

Jangan Kelebihan Muatan! Yuk, Simak Aturan Resmi Bagasi Terbaru Saat Naik Kereta Api

Masih dalam suasana libur sekolah, pastinya healing atau menghabiskan liburan untuk berjalan-jalan menggunakan kereta api pastilah menyenangkan. Berkunjung destinasi wisata ke berbagai tempat di kota-kota besar pastinya masuk dalam daftar kunjungan masyarakat. Bersama kerabat ataupun keluarga, naik kereta api ke destinasi tujuan tentunya membutuhkan barang bawaan yang harus dibawa, baik itu barang kewajiban maupun barang favorit yang biasanya sengaja untuk dibawa.

Namun disisi lain membawa barang-barang memasuki kereta api masih ada ketentuannya, lho. Apalagi saat masyarakat mulai kembali pulang setelah berlibur menuju kota asalnya masing-masing, tentunya tak hanya barang bawaan pribadi namun buah tangan atau oleh-oleh dari tempat wisata menjadi kewajiban para pelancong untuk dibawa pulang.

Petugas mengecek barang bawaan penumpang di stasiun. (Foto: Dok. KAI)

Sebelum memasuki stasiun dan naik kereta api alangkah lebih baik bila calon penumpang kereta api memahami ketentuan bagasi yang ditetapkan oleh KAI. Ini juga penting untuk memperhatikan ketentuan bagasi. Selain penting, jangan sampai calon penumpang harus membayar biaya tambahan untuk bagasi.

Adapun ketentuan maksimal bagasi yang diperbolehkan yaitu berat 20 kilogram, volume 100 desimeter persegi atau berdimensi 70x48x30 cm, dan maksimal 4 koli. Koli merupakan satuan hitung yang digunakan untuk menyebut jumlah paket, dus, karung, atau satuan fisik barang yang dikirim dalam logistik, ekspedisi, dan pengiriman barang di Indonesia.

Kemudian bagasi yang melebihi ketentuan berat dan/atau ukuran sampai dengan setinggi-tingginya 40 kilogram atau dengan volume 200 desimeter kubik (dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 60 cm), diperbolehkan dibawa ke dalam kabin kereta api penumpang dengan dikenakan biaya kelebihan bagasi atau membeli kursi ekstra.

Untuk tarif atas kelebihan berat bagasi sebesar Rp 10.000 per kilogram untuk KA kelas eksekutif, Rp 6.000 per kilogram untuk KA kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kilogram untuk KA kelas ekonomi. Pembayaran kelebihan berat bagasi dilakukan di stasiun.

Nah, bagi penumpang yang membawa sepeda tetap ada ketentuannya. Bagasi sepeda yang dapat dibawa langsung ke dalam kabin kereta api penumpang adalah jenis sepeda lipat dengan berat maksimum 20 kilogram dan diameter roda paling besar 22 inci, serta memastikan kondisi sepeda lipat tidak berpotensi menyebabkan kerusakan pada sarana kereta api.

Sepeda dengan jenis selain sepeda lipat, baik dalam kondisi terakit maupun berupa komponen-komponen sepeda yang dikemas sedemikian rupa, dilarang dibawa ke dalam kabin kereta api penumpang atau kereta makan.

Selain itu penumpang diharapkan tetap mematuhi barang bawaan yang tidak boleh dibawa kedalam kereta api, yaitu hewan apapun yang hidup, obat-obatan terlarang seperti: narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, senjata api/tajam, benda mudah meledak/terbakar, barang berbau menyengat atau berpotensi mengganggu penumpang lain, serta barang yang dilarang peraturan perundang-undangan atau dinilai tidak layak oleh petugas boarding.

Dan perlu diingat, bahwa pihak dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan dan/atau kehilangan bagasi penumpang. Setiap penumpang wajib menjaga bagasi yang dibawa. Kerusakan pada kereta api yang disebabkan oleh bagai penumpang menjadi tanggung jawab penumpang dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar kerugian nyata atas kerusakan yang dimaksud.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Suka Healing Naik Kereta ke Wonogiri? Jangan Lupa Kulineran, Ini Pilihan Lokasinya

Menggunakan Kereta Commuter Batara Kresna dari Purwosari ke Wonogiri merupakan perjalanan yang singkat, nyaman, praktis, dan murah. Terutama bagi kamu-kamu yang lagi liburan di Kota Surakarta dan bingung mau healing jarak dekat sekaligus kuliner dengan harga terjangkau, kiranya ke Wonogiri menjadi salah satu destinasi yang ramah kantong lagi praktis.

Nah, kalau sudah sampai Wonogiri, kira-kira mau kulineran apa ya? Jangan khawatir, kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kamu tentang lokasi kuliner yang dekat dengan Stasiun Wonogiri.

1. Mie Ayam Bakso Super Jumbo Pak H Bagong 234
Penggemar bakso atau mie ayam, kamu mesti coba ini. Lokasinya dekat dengan Stasiun Wonogiri yaitu Mie Ayam Bakso Super Jumbo H. Bagong 234. Berada di Jalan Pelem 1, Sanggarahan, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, jaraknya dengan stasiun hanya empat menit dengan berjalan kaki. Pilihan menu yang dapat dipilih pelanggan yaitu bakso biasa, bakso jumbo, mie ayam bakso, mie ayam, dan mie ayam bakso jumbo.

2. Bakmi Jowo Mas Pri
Sekitar 11 menit berjalan kaki dari Stasiun Wonogiri, tepatnya di Jalan Moh. H. Thamrin, Kedungringin, Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, kamu bisa menemukan tempat makan Bakmi Jawa Mas Pri. Mulai dari bakmi goreng, bakmi godog (rebus), hingga nasi goreng memiliki rasa yang otentik, terlebih teknik memasak di tempat ini masih menggunakan arang. Jelas ini akan menambah pengalaman kuliner para pengunjung.

3. Sate Kambing Bu Saimo
Berjarak lima menit jalan kaki dari Stasiun Wonogiri, kamu bisa menemukan Sate Kambing Bu Saimo yang berada di Jalan Insinyur Sutami 1, Nomor 34, Sukorejo, Giritirto, Kecamatan Wonogiri. Pengalaman menyantap sate kambing, tengkleng, hingga tongseng dengan bumbu khas yang gurih serta manis bisa didapatkan pengunjung di tempat makan ini. Tak heran jika tempat makan ini menjadi favorit wisatawan maupun warga lokal.

4. Rumah Makan Mbah Bhet
Lokasinya tidak jauh dari Stasiun Wonogiri, terletak di Jalan Manyar, Gerdu, Girikerto, Kecamatan Wonogiri, atau sekitar satu menit berjalan kaki. Ini adalah tempat makan yang cocok untuk sarapan. Menyediakan lontong opor komplit, bubur, hingga nasi rames.

5. Pasar Wonogiri
Pasar menjadi salah satu pusat kuliner Wonogiri yang mudah ditemukan. Jarak dari Pasar Wonogiri dengan Stasiun Wonogiri hanya 3 menit berjalan kaki atau 1 menit mengendarai motor. Banyak kuliner enak yang bisa kamu temukan di pasar yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 25, Sukorejo, Giritirto, Kecamatan Wonogiri tersebut. Mulai dari camilan seperti keripik tempe bongkrek, tahu potong miring, kacang mede, cabuk item, hingga makanan berat seperti pecel, mie pentil, nasi tiwul, serta nasi jagung.

Alasan icip-icip kuliner dekat Stasiun Wonogiri adalah supaya masyarakat bisa healing di kota tersebut tak khawatir ketinggalan kereta pada saat pulang ke Stasiun Purwosari. Dengan harga tiket Rp4.000 sekali jalan, menggunakan KA Batara Kresna menjadi solusi menghilangkan jenuh untuk sekadar bepergian dengan jarak dekat. Berikut jadwal KA Batara Kresna pada Gapeka 2025:

• KA 514 rute Purwosari – Wonogiri
– Purwosari : 06.00
– Solo Kota : 06.19 – 06.21
– Sukoharjo : 06.34 – 06.36
– Pasarnguter : 06.45 – 06.47
– Wonogiri : 07.00

• KA KA 513 rute Wonogiri – Purwosari
– Wonogiri : 08.00
– Pasarnguter: 08.12 – 08.14
– Sukoharjo : 08.23 – 08.25
– Solo Kota : 08.38 – 08.40
– Purwosari : 09.00

• KA 516 rute Purwosari – Wonogiri
– Purwosari : 10.00
– Solo Kota : 10.19 – 10.21
– Sukoharjo : 10.34 – 10.36
– Pasarnguter : 10.45 – 10.47
– Wonogiri : 11.00

• KA KA 515 rute Wonogiri – Purwosari
– Wonogiri : 12.00
– Pasarnguter: 12.12 – 12.14
– Sukoharjo : 12.23 – 12.25
– Solo Kota : 12.38 – 12.40
– Purwosari : 13.00

Bus Wonogiri: Lain Dulu, Lain Sekarang

Bangkai SS Yongala Jadi Spot Menyelam Andalan di Queensland

Lepas pantai Queensland, Australia, menjadi saksi tenggelamnya SS Yongala pada 114 tahun silam atau tepatnya 23 Maret 1911. Kapal uap penumpang yang dibuat di Inggris tahun 1903 itu tenggelam akibat badai di lepas pantai Queensland yang menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 122 orang yang termasuk awak kapal.

Kapal yang dibuat untuk Adelaide Steamship Company tersebut bangkainya temukan tahun 1958 di Cape Bowling Green. Kini lokasi tempat itu menjadi lokasi penyelaman bangkai kapal yang populer dan dilindungi oleh Undang-Undang Warisan Budaya Bawah Air Persemakmuran tahun 2018.

Nama kapal Yongala sendiri sesuai dengan Kota Yongala di Australia Selatan. Yongala memiliki panjang 106,7 meter dengan lebar 13,8 meter dan awal pelayarannya Yongala memulai dari Southampton di Inggris pada 9 Oktober 1903 silam.

Namun kapal ini mengalami beberapa kerusakan akibat cuaca buruk saat menyeberangi Telus Biscay dan 24 November mencapai Fremantle yang dilanjutkan menuju ke Adelaide yang tiba 30 November 1903. Sebelum insiden tenggelamnya, SS Yongala pada 14 Maret 1011 memulai pelayarannya yang ke-99 di perairan Australia dengan nakhodany Kapten William Knight.

Saat meninggalkan Melbourne, kapal mengangkut 72 penumpang dan tiba di Brisbane 20 Maret. Ketika tiba, sebagian besar penumpang turun dan menaikkan penumpang lain untuk melanjutkan perjalanan menuju pesisir Queensland dan saat itu pelabuhan melaporkan Yongala dalam kondisi prima dan tiba di Mackay pada 23 Maret dan menuju Townsville dengan membawa 29 penumpang kelas satu, 19 penumpang kelas dua, 72 awak, dan 677 ton kargo.

Sayangnya, tak lama setelah meninggalkan Mackay, dan sebelum meninggalkan daratan, stasiun sinyal Flat Top Island menerima telegram peringatan tentang siklon tropis antara Townsville dan Mackay. Stasiun sinyal mengirimkan sinyal bendera dan telegraf nirkabel, yang mendorong beberapa kapal untuk berlindung di Mackay, tetapi Yongala tidak melihat bendera tersebut.

Lima jam setelah Yongala meninggalkan Mackay, penjaga Dent Island Light melihatnya memasuki Whitsunday Passage. Ini adalah penampakan terakhirnya yang diketahui. Siklon tersebut menenggelamkannya pada malam 23–24 Maret, menewaskan semua orang di dalamnya dan pada 26 Maret dinyatakan hilang.

Penyelidikan hilangnya Yongala terus dilakukan hingga tahun 1958 seorang nelayan lokal Bill Kirkpatrick, menemukan bangkai kapal tersebut, dan menemukan artefak termasuk brankas dari salah satu kabin. Brankas tersebut hanya berisi lumpur hitam, tetapi sebagian nomor seri brankas tersebut masih terbaca: 9825W.

Pada tahun 1961, Chubb di Inggris mengidentifikasi ini sebagai nomor brankas yang dipasoknya ke Armstrong, Whitworth & Co. pada tahun 1903 untuk kabin milik pengurus Yongala. Yang kemudian akhirnya lokasi kapal tenggelamnya kapal Yongala menjadi bagian tengah Taman Laut Great Barrier Reef di antara Townsville dan Cape Bowling Green.

Dasar laut di sekitar bangkai kapal terbuka dan berpasir, sehingga bangkai kapal telah menjadi terumbu karang buatan yang mapan, menyediakan habitat yang kompleks secara struktural bagi beragam kehidupan laut. Pada tahun 1981, ahli biologi kelautan Leon Zann membuat sketsa bangkai kapal tersebut.

Struktur atasnya tetap utuh dan sama seperti dalam sketsanya, tetapi penumpukan pasir yang signifikan di sekitar sisi kanan kapal telah terkikis, dan ventilasi serta pagar telah runtuh. Untuk diketahui, bangkai kapal tersebut kemudian dilindungi oleh Undang-Undang Warisan Budaya Bawah Air Persemakmuran 2018 dan dikelola melalui Museum of Tropical Queensland , Townsville.

Undang-Undang tersebut melarang penyelaman dengan teknik penetrasi dan gangguan terhadap artefak. Yongala sendiri memiliki kapal saudara Grantala yang pada tahun 1914 menjadi satu-satunya kapal umah sakit Australia dalam Perang Dunia Pertama.

Di Bahrain, Bakal Ada Sosok Boeing 747 di Bawah Permukaan Laut

Tanpa Lintasi Ruang Udara Iran, Banyak Maskapai Penerbangan Internasional Bakal Merugi

Perang antara Iran dan Israel telah merugikan dunia penerbangan, pasalnya ruang udara Iran, termasuk ruang udara di ibu kota Teheran kerap dilintasi oleh banyak maskapai. Rute penerbangan yang melewati Iran sering disukai oleh banyak maskapai internasional karena beberapa alasan.

Baca juga: Meski Ditekan Embargo, Iran Justru Capai Kemandirian Produksi Suku Cadang Pesawat Penumpang

Pertama, Iran memiliki posisi geografis yang strategis di antara Asia dan Eropa, membuatnya menjadi rute yang efisien untuk penerbangan lintas benua. Kedua, Iran memiliki infrastruktur penerbangan yang cukup baik, termasuk bandara modern dan fasilitas yang memadai.

Ketiga, Iran menawarkan izin penerbangan yang relatif mudah dan biaya yang kompetitif bagi maskapai yang ingin melintasi wilayahnya. Keempat, rute penerbangan melalui Iran dapat membantu menghemat waktu dan bahan bakar, karena jalur ini lebih langsung daripada rute alternatif yang mungkin melibatkan perhentian tambahan atau jalur yang lebih jauh.

Beberapa maskapai besar yang menggunakan jasa ruang udara Iran untuk rute lintas benua antara Asia dan Eropa meliputi Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, Turkish Airlines, Lufthansa, British Airways, Air France, dan beberapa maskapai lainnya. Keputusan maskapai untuk menggunakan ruang udara Iran tergantung pada rute penerbangan, hubungan diplomatik, izin penerbangan, dan faktor-faktor lainnya.

Tanpa melewati Iran, maskapai-maskapai tersebut harus menambah biaya operasional karena harus mencari rute alternatif yang mungkin lebih jauh atau melibatkan perhentian tambahan. Hal ini dapat meningkatkan biaya bahan bakar, waktu penerbangan, dan biaya operasional lainnya.

Otoritas penerbangan Iran biasanya menempatkan biaya untuk melintasi ruang udaranya oleh maskapai asing. Biaya ini dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis pesawat, berat lepas landas, jarak penerbangan, dan kesepakatan bilateral antara Iran dan negara asal maskapai. Maskapai biasanya membayar biaya ini sebagai bagian dari biaya operasional mereka untuk menggunakan rute penerbangan yang melintasi Iran.

Oleh karena itu, melewati Iran seringkali menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan efisien bagi maskapai dalam mengoperasikan rute lintas benua mereka.

Di Tengah Sanksi, Aeroflot (Rusia) Terpaksa Kirim Pesawat ke Iran untuk Perbaikan

Terminal Lasem Jadi Pintu Pariwisata Jawa Tengah Tapi Masih Berstatus Tipe C

Terminal Lasem merupakan salah satu simpul transportasi penting di jalur pantai utara (Pantura) Jawa Tengah. Terletak di Kabupaten Rembang, terminal ini menjadi titik pertemuan utama bagi penumpang yang bepergian dari dan ke wilayah Lasem serta daerah-daerah sekitarnya.

Fungsinya tak hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Terminal ini melayani berbagai jenis angkutan, mulai dari angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) hingga antarkota antarprovinsi (AKAP).

Sebagai salah satu terminal di jalur nasional, keberadaan Terminal Lasem sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Letaknya yang strategis di jalur utama membuat terminal ini tidak pernah sepi, terutama pada musim liburan dan arus mudik.

Sayangnya hingga hari ini Terminal Lasem operasionalnya hanya diperuntukkan bagi bus-bus kecil antar kota saja. Hal ini karena Terminal Lasem masih berstatus tipe C.

Masalah status Terminal Lasem ini, membuat bus-bus besar harus parkir di bahu jalan. Sehingga para penumpang bus antarprovinsi mau tidak mau mencegat bus dari bahu jalan pantura.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang Drupodo, Terminal Lasem saat ini statusnya sudah mendapatkan izin menjadi terminal tipe B. Namun stasusnya belum bisa berubah karena lahan terminal dan pasar Lasem masih tergabung dalam satu sertifikat sehingga arus dilakukan pemecahan aset.

Drupodo mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan rapat dan secara resmi telah mengajukan pemecahan aset sebelum dilimpahkan ke provinsi. Menurutnya, bila sudah dipecah, makan akan dikelola oleh provinsi dan akan dibangun Gedung dua lantai di mana nantinya lantai dua digunakan untuk pengembangan UMKM.

Sebagai informasi, Terminal Lasem juga berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata lokal. Lasem dikenal sebagai kota tua dengan jejak sejarah Tionghoa dan arsitektur kolonial yang khas. Terminal ini menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi pesona budaya dan sejarah Lasem.

Dengan posisinya yang strategis, peran Terminal Lasem sebagai pusat transportasi darat dipastikan akan terus berkembang, seiring dengan peningkatan konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan mobilitas masyarakat.

Lima Terminal Modern di Jakarta dan Telah Terintegrasi Moda Transportasi Lain

 

 

 

 

 

Hasil Studi ITDP: “Bus Listrik Tekan Biaya Subsidi Hingga 29 Persen”

Bus listrik di Indonesia semakin banyak digunakan dewasa ini. Bukan hanya sebagai angkutan umum jarak dekat tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh.

Hal ini terlihat di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya yang sudah menggunakan bus listrik. Ternyata, penggunaan bus listrik bisa menekan biaya subsidi per kilometernya hingga 29 persen untuk setiap bus bila dibandingkan dengan bus konvensional.

Hal tersebut diungkap oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia. Mereka mengungkap temuan ini dari hasil studi di tiga kota yaitu Pekanbaru, Surabaya, dan Surakarta.

Ketiga kota tersebut dipilih karena dinilai sangat siap melakukan elektrifikasi transportasi publik. Direktur Asia Tenggara ITDP Gonggomtua Sitanggang mengatakan dengan berkurangnya biaya operasional, dana subsidi berpeluang direalokasikan untuk hal lain, seperti membuka rute baru atau menambah jumlah armada.

“Ataupun mengembangkan jaringan bus itu sendiri, misalnya feeder ataupun layanan first mile dan last mile-nya,” kata Gonggomtua yang dikutip dari tempo.co.

Dia mengatakan, secara keseluruhan, penggunaan bus listrik bisa menekan biaya operasional 23 persen untuk bus besar; 21 persen untuk mobil penumpang umum; dan 6,67 persen untuk bus medium. Selain manfaat ekonomi, ITDP juga mengungkap bahwa penggunaan bus listrik di ketiga kota tersebut bisa menurunkan emisi hingga 66,67 persen pada 2040.

Gonggomtua juga menyebut elektrifikasi transportasi publik membutuhkan investasi yang besar, sehingga memerlukan insentif dari pemerintah pusat. Hal ini karena pihaknya sadar bahwa biaya implementasi awalnya masih cukup tinggi sehingga perlu ada intervensi dari pemerintah pusat.

“Berdasarkan estimasi, elektrifikasi 100 persen di Pekanbaru, Surabaya, dan Surakarta—yang ditargetkan tercapai pada 2036—membutuhkan biaya hingga Rp2,45 triliun, baik untuk pengadaan bus listrik maupun infrastruktur pengisian daya. Bila tidak ada dukungan fiskal dari pemerintah pusat, elektrifikasi ini akan memberi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata Gonggomtua.

Menurut ITDP, anggaran elektrifikasi di Surabaya dan Surakarta bisa meningkat menjadi tiga persen dari APBD, dari yang tadinya sekitar satu persen. Sementara di Pekanbaru, anggarannya bisa melebihi DKI Jakarta dan Semarang yang saat ini berada pada kisaran 3–5 persen. Meskipun saat ini, pemerintah kota Pekanbaru sendiri sudah menerbitkan peraturan daerah yang mengatur alokasi anggaran 5 persen dari APBD untuk transportasi publik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengapresiasi hasil studi yang telah dikerjakan ITDP. Menurut dia, kajian ini bisa menjadi panduan untuk mencapai target elektrifikasi yang dicanangkan kementerian. Kementerian Perhubungan sendiri menargetkan elektrifikasi 90 persen armada angkutan umum di 42 kota pada 2030.

“Ini tinggal lima tahun nih, makanya kami terus melakukan elektrifikasi dan dibantu oleh ITDP melakukan kajian bagaimana proses itu bisa kami percepat,” kata Yani kepada wartawan saat ditemui usai acara.

Jangan Buang Karcis Bus, Bisa Jadi Jaminan Barang Hilang dan Asuransi!

Imbas Serangan Rudal Iran dan Krisis Timur Tengah, Inilah Pengaruh yang Bakal Dirasakan Penumpang Qatar Airways

Pemerintah Qatar sempat menutup ruang udaranya pasca serangan rudal balistikl Iran ke pangkalan udara Al Udeid (30 km barat daya Doha). Namun, saat ini wilayah udara telalh dibuka kembali, dan maskapai penerbanan utama negara tersebut, Qatar Airways telah kembali beroperasi.

“Saat ini, prioritas kami adalah membantu para penumpang untuk dapat pulang ke rumah atau melanjutkan perjalanan mereka dengan aman dan lancar,” tulis Qatar Airways dalam pernyataan resmi yang diterima, Selasa (24/6). Saat ini mereka terus bekerja sama intensif dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk segera memulihkan aktivitas operasional maskapai.

“Selain itu, kami juga telah menurunkan tambahan petugas layanan darat di Bandara Internasional Hamad dan sejumlah bandara utama lainnya untuk membantu para penumpang yang terdampak, meminimalkan gangguan, serta memberikan layanan dan perhatian terbaik kepada seluruh pelanggan,” jelasnya.

Meski begitu, jalur penerbangan Qatar Airways tetap terimbas akibat konflik yang terjadi antara Iran versus Israel/AS. Apa saja dampak tersebut? dan seberapa jauh pengaruhnya kepada penumpang?

Sejak eskalasi konflik antara Israel/AS dan Iran, sebagian besar maskapai, termasuk Qatar Airways, saat ini mengambil pendekatan menghindari ruang udara Iran sepenuhnya, mengikuti instruksi dari badan penerbangan dan hasil asesmen keselamatan. Badan penerbangan seperti EASA (European Union Aviation Safety Agency) dan FAA Amerika Serikat telah melarang penerbangan komersial memasuki FIR (Flight Information Region) Iran atau Irak karena situasi militer yang meningkat.

Qatar Airways saat ini menghindari sepenuhnya wilayah udara Iran, dan juga sebagian airspace Irak utara. Qatar Airways saat ini melalui rute alternatif (dengan memutar), yakni Arab Saudi → Mesir → Turki/Timur Laut Afrika untuk menuju Eropa/AS. Dan Arab Saudi → Mesir → Afrika Timur → Asia Tenggara/Australia untuk tujuan Asia/Oceania. Ini menyebabkan waktu tempuh bertambah sekitar satu jam atau lebih dibanding rute normal sebelum konflik.

Bertambahnya waktu tempuh satu jam dipastikan akan berdampak pada harga tiket. Studi menunjukkan kenaikan tarif tiket antara 10–25 % untuk rute panjang dari Gulf ke Eropa/Australia, terutama dari Doha, Dubai, Abu Dhabi. Tiket Doha–Eropa diperkirakan naik 10–15 %, sedangkan Doha–Australia bisa naik hingga 20 %. Maskapai kawasan, termasuk Qatar Airways, umumnya menyerap sebagian biaya tambahan, tetapi bagi penumpang tetap terjadi kenaikan harga (apron 10–20 %).

Dampak lain kepada penumpang waktu terbang bertambah 30–90 menit, tergantung rute. Umumnya maskapai besar memakai dynamic pricing, yakni biaya tambahan ini bisa diteruskan ke tiket jika biaya bahan bakar ekstrem atau permintaan tinggi.

Gandeng Qatar Airways, Louis Vuitton Buka Lounge Mewah di Bandara Internasional Hamad

Ini Dia Alasan ‘Cowcatcher’ Kereta Api di Indonesia Berwarna Merah. Yuk, Simak Penjelasannya

Sadarkah kalian saat melihat bagian bawah paling depan kereta api atau lokomotif memiliki seperti bumper dan berwarna merah? Ya, istilah pada kereta api disebut ‘cowcatcher’. Dihimpun dari beberapa sumber yang dihimpun bahwa bumper kereta api, atau disebut dengan cowcatcher merupakan istilah yang umum dipakai untuk penyebutan penghalau hewan atau bumper lokomotif di luar negeri.

Cowcatcher berupa komponen vital yang terletak di bagian depan bawah kereta/lokomotif. Fungsinya adalah untuk menyapu atau menghalau berbagai hambatan yang mungkin ada di rel, sehingga perjalanan lokomotif dan kereta yang ditariknya tidak terganggu.

Ilustrasi aktivitas langsir lokomotif KA Pangrango di Stasiun Sukabumi (Foto: Dok. Daop 1 Jakarta)

Tujuan utama cowcatcher adalah untuk melindungi kabin lokomotif dari kerusakan besar jika terjadi tabrakan. Cowcatcher pada lokomotif uap kuno, misalnya, memiliki desain yang menyerupai serok atau sekop terbalik, yang efektif untuk menyingkirkan hambatan di jalur rel.

Pada masa awal perkembangan kereta api, jalur kereta sering melintasi lahan peternakan, di mana sapi dan hewan ternak lainnya sering kali berdiri atau berjalan di atas rel. Oleh karena itu, komponen ini dirancang khusus untuk “menangkap” dan menyingkirkan hewan ternak yang berada di jalur, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman.

Seiring waktu, kereta api di Indonesia sudah menempatkan cowcatcher tersebut sudah menjadi kewajiban saat dioperasikan. Nah, kira-kira kenapa ya warna cowcatcher diberi dengan warna merah? Ternyata dengan diberi warna merah memiliki beberapa alasan, terutama terkait dengan faktor keselamatan.

Merah adalah warna yang mudah dikenali dari kejauhan dan memberikan kontras tinggi terhadap lingkungan sekitar, terutama di kondisi gelap atau saat cuaca buruk. Warna tersebut juga sering dikaitkan dengan peringatan atau bahaya. Ini memberikan sinyal visual bahwa ada kendaraan besar dan berat yang mendekat, dan orang-orang harus berhati-hati.

Dari segi standar keselamatan, warna merah pada bagian depan kendaraan atau mesin, terutama di sektor transportasi, sudah menjadi standar yang diatur untuk mematuhi peraturan keselamatan. Lokomotif di banyak perusahaan kereta api menggunakan merah sebagai bagian dari sistem identifikasi dan perlindungan.

Secara lebih spesifik, cowcatcher juga berfungsi agar tidak tersangkut di bawah lokomotif. Hambatan besar yang terlindas oleh roda kereta berpotensi menyebabkan lokomotif anjlok, yang dapat berakibat fatal. Sederhana namun krusial, cowcatcher juga telah menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan teknologi perkeretaapian, membantu memastikan keamanan perjalanan di rel.

Halau Rusa dan Hewan Liar Masuk ke Rel, JR East Pasang Shika Sonic

 

Gandeng Hong Kong Beer, Cathay Pacific Sajikan Bir ‘Seduh’ Berkualitas di High Altitude

Maskapai penerbangan Cathay Pacific bekerja sama dengan Hong Kong Beer Co untuk merilis bir yang diseduh khusus untuk dinikmati di ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter)

Bir pale ale 4,2%, bernama Betsy Beer, telah dibuat menggunakan kombinasi sains dan metode pembuatan bir tradisional untuk menarik minat para pelancong dalam pesawat dan memperkuat filosofinya tentang “hidup yang telah dilalui dengan baik”. Betsy Beer langsung menjadi hit ketika pertama kali diluncurkan pada bulan Februari 2017.

Telah terdokumentasi dengan baik bahwa penumpang mengalami indera perasa yang lemah saat terbang, seperti yang disorot oleh para peneliti yang baru-baru ini meneliti rasa terbaik untuk diminum dalam penerbangan.

Peluncuran Betsy Beer, yang menurut pabrik bir tersebut merupakan bir buatan tangan pertama di dunia yang dibuat untuk diminum di udara, mengambil namanya dari “Betsy”, pesawat pertama Cathay Pacific, Douglas DC-3 yang menerbangkan penumpang ke seluruh wilayah tersebut pada tahun 1940-an dan 1950-an.

Cathay Pacific Hong Kong, Ternyata Didirikan oleh Orang Australia dan Amerika

Bir Betsy akan pertama kali disajikan kepada penumpang kelas satu dan bisnis dalam penerbangan antara Hong Kong dan destinasi di Inggris di bandara-bandara termasuk Heathrow, Gatwick, dan Manchester.

Seorang juru bicara pabrik bir tersebut mencatat bahwa “bukan rahasia lagi bahwa tekanan kabin dan ketinggian memengaruhi selera penumpang, tetapi dengan menggunakan kombinasi sains dan metode pembuatan bir tradisional” sedikit meyakinkan bahwa bir yang dihasilkan “yang dibuat dengan kombinasi bahan yang bersumber dari Hong Kong dan Inggris memiliki “aroma dan karbonasi yang diperlukan agar terasa enak baik di udara maupun di darat”.

Pabrik bir tersebut menegaskan bahwa resep Betsy Beer yang dibuat dengan cermat telah dikembangkan sesuai dengan itu, agar penumpang dapat menikmati bir kerajinan yang luar biasa dan unik di ketinggian”.

Berbicara tentang peluncuran tersebut, manajer umum pemasaran, program loyalitas, dan CRM Cathay Pacific Julian Lyden berkata: “Kami tahu bahwa saat Anda terbang, indera perasa Anda berubah. Maskapai penerbangan mengatasi hal ini untuk makanan dengan cara tertentu. Namun, tidak seorang pun pernah mencoba meningkatkan cita rasa bir di ketinggian. Itu tampak seperti peluang besar bagi kami untuk membantu penumpang pecinta bir kami bepergian dengan baik.”

Cathay Pacific dan Hong Kong Beer Co juga mengundang panel pencicip ahli – termasuk Toby Cooper, pendiri Hong Kong Craft Beer Association; Thomas Lau, ketua Hong Kong Craft Beer Association; May Chow, yang baru-baru ini terpilih sebagai Koki Wanita Terbaik Asia untuk tahun 2017; Willem van Emden, manajer umum Swire Restaurants; Real Ting, salah satu pendiri Collaboration Group; dan manajemen maskapai, awak kabin, dan anggota Marco Polo Club – untuk menemukan keseimbangan yang sempurna.

Selain penerbangan Cathay Pacific yang beroperasi pada rute ke Inggris, Betsy Beer juga akan tersedia di lantai dasar di lounge maskapai di Hong Kong dan Heathrow serta sejumlah restoran milik Swire di Hong Kong, termasuk Mr & Mrs Fox, Café Gray Deluxe, Plat du Jour, Public, Sugar (Bar.Deck.Lounge), dan The Continental untuk waktu terbatas.

Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!