Akibat Belum Terealisasi, Pejabat Kota Terus Desak Agar KRL Dioperasikan Hingga Stasiun Karawang

Siapa yang tak mau perjalanan KRL Commuter Line yang saat ini hanya sampai Stasiun Cikarang bisa diperpanjang hingga Stasiun Karawang. Padahal wacana ini sudah direncanakan sejak tahun 2019 lalu. Pada 2024 lalu saat jumpa pers bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sempat menyinggung perpanjangan rute KRL sampai Karawang. Sebelumnya perpanjangan ini sempat jadi wacana sejak 2019.

Sayangnya belum jelas waktu yang disebutkan Menhub tersebut, apakah target beroperasi atau waktu memulai pembangunan. Adapun saat ini untuk rute Timur jalur KRL hanya sampai Cikarang, Kabupaten Bekasi, meskipun perpanjangan KRL hingga Karawang sudah jadi wacana lama.

Sejumlah pihak menilai wacana proyek perpanjangan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ke Karawang memang harus dilakukan. Ini karena angkutan rel perkotaan menjadi solusi untuk mengatasi padatnya kawasan perkotaan seperti Jabodetabek.

Ilustrasi penumpang KRL di area peron stasiun.

Memasuki tahun 2025 ini proyek perpanjangan tersebut belum sama sekali ada perkembangan yang mengabarkan bahwa rencana itu benar-benar akan dijalankan. Mengutip dari media online Karawang Bekasi bahwa hingga Bupati Karawang , Aep Syaepuloh terus mendorong percepatan pembangunan KRL itu hingga menjangkau wilayah Karawang. Pasalnya, hingga saat ini layanan KRL Commuter Line hanya beroperasi baru sampai Stasiun Cikarang, sehingga menyulitkan mobilitas warga Karawang yang bekerja di luar kota maupun para pekerja yang pulang ke wilayah Karawang.

Menurut Aep, pemerintah pusat perlu memandang serius urgensi proyek ini, mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dengan tingkat mobilitas tenaga kerja yang sangat tinggi. Ia pun sangat menyambut baik dukungan dari pihak Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang siap mendorong pengusulan proyek ini kepada Kementerian Perhubungan. Sementara dukungan tersebut direspon baik oleh Executive Vice President (EVP) Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan yang memberi dukungan atas rencana pengembangan jalur KRL ke Karawang. Menurutnya, integerasi moda transportasi harus terus diperkuat agar pelayanan terhadap masyarakat semakin optimal.

Saat ini perjalanan kereta api di Stasiun Karawang baru melayani angkutan kereta api lokal Commuter Line Walahar/Jatiluhur dengan rute Cikarang-Cikampek dan Purwakarta pp. KA Lokal ini dikenakan tarif Rp3.000 hingga Rp4.000 untuk sekali perjalanan. Meskipun tidak diwajibkan memilih kursi, namun kekurangan dari KA Lokal ini adalah keterbatasannya jumlah penumpang. Jika pada jam tertentu tiket terjual habis, maka penumpang diharuskan membeli tiket pada jam berikutnya.

 

Hari ini Dalam Sejarah, Pesawat Ulang-alik “Colombia” Pertama Kali Mendarat di Bumi

Hari ini, 44 tahun lalu yang bertepatan dengan 14 April 1981, selalu diingat sebagai momen besar dalam pencapaian besar di dunia penerbangan dan luar angkasa. Persisnya, untuk pertama kali, pesawat ulang-alik (space shuttle) mendarat kembali di Bumi. Pesawat space shuttle yang dimaksud adalah Colombia.

Baca juga: Intip Boeing 747 yang Disulap Jadi NASA Space Shuttle

Dari situs resmi NASA, disebutkan pendaratan pertama Space Shuttle dilakukan oleh pesawat ulang-alik Colombia pada 14 April 1981. Misi ini dikenal sebagai misi STS-1 dan menjadi penerbangan pertama dari program pesawat ulang-alik NASA.

Setelah dua hari di orbit, Colombia kembali ke Bumi dan berhasil mendarat dengan aman di landasan pacu Edwards Air Force Base di California, Amerika Serikat. Pendaratan ini menjadi momen penting dalam sejarah penerbangan antariksa karena menandai dimulainya era penerbangan pesawat ulang-alik dan membuka jalan bagi penjelajahan angkasa lebih lanjut.

Pesawat ulang-alik Colombia diluncurkan ke orbit pada tanggal 12 April 1981 dari Kennedy Space Center di Florida dengan dua astronaut, John W. Young dan Robert Crippen, di dalamnya.

Pada tanggal 14 April 1981, roda belakang pesawat ulang-alik pengorbit Columbia mendarat di danau kering Rogers di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA (d/h Pusat Penelitian Penerbangan Dryden), di California selatan, untuk berhasil menyelesaikan masa tinggal di ruang lebih dari dua hari.

Area pangkalan udara disisihkan untuk publik melihat pendaratan, dan kerumunan berjumlah lebih dari 200.000 orang, dengan beberapa perkiraan setinggi 300.000 pengunjung yang berbondong-bondong ke situs tersebut. Media dari seluruh dunia menambah kerumunan, saat truk radio dan TV dari segala bentuk dan ukuran berdatangan dari mana-mana.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

James Young, Kepala Sejarawan Pusat Uji Penerbangan Angkatan Udara di Edwards AFB, mengingat pendaratan dengan baik. “Anda hanya harus berada di sana untuk mendengar, bahkan merasakan, dentuman ganda dari dentuman sonik,” kata Young. “Sungguh kegembiraan yang luar biasa untuk melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya, untuk menyaksikan peristiwa bersejarah seperti itu.”

Dari Gothenburg Swedia, 98 Tahun Lalu Volvo Resmi Berdiri

Siapa yang tak kenal dengan Volvo? Ini adalah salah satu merek otomotif  paling terkenal di dunia. Namun tahukah Anda sejak kapan Volvo didirikan? Ternyata secara resmi, Volvo berdiri sejak 14 April 1927. Saat itu seri OV 4 tersebut merupakan seri mobil Volvo yang pertama kali diproduksi.

Baca juga: Sabuk Pengaman Model “V,” Lambang Supremasi Teknologi Volvo

OV 4 sendiri adalah singkatan dari Oppen Vagn 4 cylindrar atau kendaraan terbuka 4 silinder. Mobil ini dirancang sejak 1926 dan sekitar satu tahun kemudian, saat OV 4 dikeluarkan dari pabrik, teknisi pembuatnya yakni Eric calberg memasukkan gigi pertama. Lucunya mobil bukan melaju kedepan, tetapi mundur.

KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, karena insiden ini maka peluncurannya ditunda sehari dan saat itu merupakan har Jakob menurut tradisi Swedia. Sehingga Volvo OV 4 ini dijuluki dengan “Jakob”. Sayang, mobil yang mesinnya dirancang oleh Gustav Larson, salah satu pendiri Volvo ini kurang laku di Swedia, alasannya karena kabinnya yang terbuka.

Padahal Swedia adalah negara bersuhu dingin, meskipun sedang di musim panas. Oleh karenanya Volvo membuat versi tertutupnya pada akhir 1928 dan disebut PV4. OV4 dibuat hanya 297 mobil di tahun peluncurannyan. Kemudian antara tahun 1927 dan 1929 dibuat 996 unit. Dengan mesin 4 silinder 1940cc, OV4 mampu menghasilkan 28 tenaga kuda serta kecepatan maksimum 90 km per jam.

Kini Jakob, mobil pertama Volvo itu mendapat tempat istimewa di Volvo Museum di Gothenburg, Swedia. Volvo adalah perusahaan pembuat sarana angkutan dari Swedia. Perusahaan yang dahulunya adalah produsen mobil ini didirikan pada 14 April 1927 di Göteborg, sebagai anak perusahaan SKF, perusahaan yang memproduksi bearing (kolaher).

Baca juga: Volvo Siap Rilis Mobil Otonom Super Mewah Tanpa Bangku Baris Depan

Saat ini, Volvo sudah dihapus dari daftar NASDAQ pada Juni 2007, tetapi masih terdaftar di Bursa Efek Stockholm. Perusahaan ini menghasilkan truk, bus, peralatan konstruksi, sistem penggerak (drive system) untuk peralatan kelautan serta aplikasi-aplikasi industri, suku cadang pesawat udara, dan perusahaan keuangan.

Benda Ini Sangat Penting Saat Kereta Api Akan Melintas di Perlintasan, Inilah Bentuk dan Cara Kerjanya

Jika melihat pos perlintasan resmi saat berkendara ataupun saat naik kereta api, pasti melihat benda yang satu ini. Posisinya berada disamping pos perlintasan terkadang pula di seberang jalur kereta api.

Nah, benda ini dinamakan genta. Sebenarnya genta ini sangat penting untuk informasi yang disampaikan dari petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di stasiun kepada penjaga perlintasan. Alat yang dipasang di perlintasan berpintu ini berfungsi sebagai semboyan yang dikirim dengan sistim elektrik dari stasiun terdekat.

Cara kerjanya pun sesuai dengan Peraturan Dinas KAI yang tercantum di papan peraturan yang terpajang di setiap ruangan PPKA dan Pos Perlintasan. Genta yang merupakan semboyan ini, disebut sebagai Semboyan 55.

Caranya Semboyan 55 AI (1x rangkaian bunyi genta) = kereta api berjalan menuju hilir Semboyan 55 AII (2x rangkaian bunyi genta) = kereta menuju udik Semboyan 55 B (4x rangkaian bunyi genta) = penghapusan berita terakhir Semboyan 55 C (8x rangkaian bunyi genta) = bahaya Semboyan 55 D (3x rangkaian bunyi genta) = dinas terakhir Semboyan Percobaan (5x rangkaian bunyi genta) Genta PJL atau Genta Petugas Jaga Lintas merupakan alat bantu komunikasi yang mengirimkan berita terkait perjalanan Kereta Api. Bunyi lonceng yang digunakan untuk memberitahu PJL agar waspada karena ada kereta api yang akan lewat.

Bentuk genta PJL pun cukup unik, yakni berupa tabung besar dengan caping di atasnya dan di samping kanan kirinya terdapat palu untuk memukul besi sehingga terjadi bunyi bel. Di dalam genta PJL ada bandul pemberat fungsinya ketika aliran yang diberikan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) / Pengawas Peron (PAP) secara otomatis akan menggerakkan bandul ke bawah dan menarik bel sehingga berbunyi. Genta dioperasikan secara induksi elektromagnetik oleh PPKA/PAP sehingga menimbulkan reaksi bunyi untuk memberitahukan petugas perlintasan.

Namun sayangnya, keberadaan genta ini sudah hampir langka meskipun didaerah luar Jabodetabek masih penting digunakan. Yang digunakan saat ini hanya alat perekam dengan urutan bunyi seperti genta asli pada umumnya yang disampaikan melalui pengeras suara. Tapi tak menutup kemungkinan keberadaan genta di pos perlintasan masih terus digunakan jika ada masalah pada kelistrikan. Namun, ada pula beberapa genta yang saat ini sebagai alat edukasi di museum kereta api seperti Ambarawa dan Museum Transportasi di TMII.

Ini Tips Nikmati Keindahan Sungai Musi

Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan merupakan sungai lintas provinsi yang mengairi Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Tak hanya itu, Sungai Musi juga membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yakni Ilir dan Ulu.

Keduanya dihubungkan oleh Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang. Namun, selain Jembatan Ampera, ternyata Sungai Musi juga dekat dengan berbagai objek wisata tepi sungai lainnya.

Di mana dengan menjelajahi Sungai Musi, pelancong akan ditawarkan pengalaman wisata yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Nah, berikut ini ada tips untuk menikmati perjalanan wisata menjelajahi Sungai Musi.

1. Pilih moda transportasi air yang tepat
Untuk menyusuri Sungai Musi, Anda dapat memilih perahu tradisional seperti ketek atau perahu motor. Moda transportasi ini tersedia di bawah Jembatan Ampera atau di depan Benteng Kuto Besak. ​

2. Destinasi ikonik
Ada beberapa destinasi ikonik yang bisa dikunjungi melalui Sungai Musi yakni Pulau Kemaro yang letaknya sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera. Pulau ini terkenal dengan Klenteng dan pagoda yang menjadi tempat ziarah agam Konghucu.

Saat perayaan Cap Go Meh, Pulau Kemaro menjadi ramai dan bisa menjadi pilihan pelancong yang suka dengan wisata acara keagamaan. Selain itu juga ada Benteng Kuto Besak. Ini merupakan sebuah benteng bersejarah yang menawarkan pemandangan indah ke arah Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

3. Kuliner khas warung terapung
Jangan lupa mampir di warung terapung untuk menikmati sajian kahs Palembang seperti pempek, tekwan, dan pindang. Warung terapung ini ada di sepanjang Sungai Musi dan pelacong bisa menikmai makanan sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang memberikan sensasi unik.

4. Waktu terbaik
Saat menikmati Sungai Musi, waktu terbaik adalah saat menjelang malam hari. Pada waktu itu, Jembatan Ampera yang dihiasi oleh lampu-lampu akan menambah cantik pemandangan Sungai Musi.

5. Cuaca dan keamanan
Pelancong yang akan menikmati keindahan Sungai Musi, jangan pernah lupa untuk memperhatikan cuaca di Palembang. Pastikan untuk memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat dan selalu mengenakan pelampung saat berada di atas perahu untuk keselamatan.​

Untuk Asian Games 2018, Jembatan Ampera Punya ‘Teman,’ Musi IV dan VI

 

Hari Ini, 12 Tahun Lalu, Lion Air Flight 904 ‘Berenang’ di Laut Bali Gegara Pilot Indonesia Remehkan Pilot India

Pada hari ini, dua belas tahun lalu, bertepatan dengan 13 April 2013, pesawat Boeing 737-800 PK-LKS Lion Air mengalami overrun dan terjun bebas ke laut Bali sebelah barat runway Bandara Internasional Ngurah Rai. Hasil penyelidikan menunjukkan kecelakaan ini terjadi akibat human error. Meski badan pesawat sampai terbelah dua, namun kecelakaan ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:Hari Ini, MD-90 Lion Air Tergelincir Gegara Pilot ‘Berburu’ Bonus dan Paksakan Pendaratan

Dari laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat dengan nomor penerbangan 904 itu diketahui berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat dengan tujuan akhir Denpasar, Bali. Selama perjalanan pesawat relatif aman dan tanpa kendala.

Barulah saat mendekati bandara, hujan deras dan kabut tebal melanda wilayah-wilayah di sekitaran bandara. Awalnya, pesawat dikendalikan oleh kopilot, lalu ketika dalam posisi akan mendarat pilot mengambil alih kendali. Pada saat itulah, persoalan dimulai hingga akhirnya pesawat tergelincir ke laut.

Usai tergelincir, pesawat akhirnya terbelah dua. Foto: @AirCrashMayday

Dalam laporan akhir KNKT disebutkan pilot gagal melihat secara akurat apa yang ada di depan. Hal itu disebabkan hujan deras dan kabut tebal. “Pilot tidak menyadari karakteristik badai, terutama jenis cumulonimbus. Kondisi ini dapat disimpulkan sebagai ketidakmapuan untuk menyadari situasi,” demikian isi laporan tersebut.

Di tengah situasi genting, pilot sudah berusaha keras untuk membawa pesawat go around dan menjauh dari runway. Namun, karena sudah kadung dekat dengan runway 9 Bandara Internasional Ngurah Rai, pesawat akhirnya terpaksa mendarat dengan kecepatan di atas rata-rata hingga mengalami overrun dan terjun ke lautan.

Tak lupa, laporan itu juga menyebutkan adanya faktor lain di samping faktor SDM penerbang. “Pilot tidak diberi perkembangan secara terus menerus mengenai perubahan kondisi cuaca,” tulisnya.

Untuk memudahkan proses evakuasi, pesawat yang sudah tak lagi bisa diperbaiki itu akhirnya dipotong-potong. Foto: @AirCrashMayday

Banyak kalangan menyebut, sebetulnya, keputusan kapten pilot untuk mengambil alih pesawat dari kopilot untuk proses pendaratan sebetulnya tidak salah. Justru memang harus dilakukan bilamana kondisinya jauh berbeda dibanding kondisi normal.

Baca juga: Penumpang Lion Air JT-797 Melahirkan di Kabin, Penerbangan Sempat Dialihkan ke Bandara Terdekat

Hanya saja, mengapa ketika diambil alih oleh pilot pesawat justru tak mampu menghindar dari kesulitan dan pada akhirnya terlibat kecelakaan? Banyak pengamat pun yang pada akhirnya sampai berandai-andai.

Andai Kapten Pilot Mahlup Ghazali (WNI) tidak berlaku angkuh dan menganggap kopilot Chirag Kalra (warga negara India) cukup berpengalaman untuk melakukan itu, bukan tak mungkin kecelakaan dapat terhindar.

Dua Nama Kereta Api Sebenarnya Berstatus ‘Fakultatif’, Namun Tetap Berjalan Setiap Hari, Apa Saja?

Tak hanya perjalanan reguler, ada beberapa kereta api yang berjalan hanya pada hari-hari tertentu seperti libur nasional dan hari raya. Pada libur Lebaran lalu, banyak kereta api tambahan dengan status Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan ada juga perjalanan secara Fakultatif (berjalan pada waktu tertentu). Nah, pada perjalanan kereta api selain reguler atau berjalan setiap hari, ternyata ada pula perjalanan kereta api dengan status Fakultatif yang juga berjalan setiap hari. Terlihat pada aplikasi Access by KAI, ada jadwal kereta api Fakultatif namun berjalan setiap hari. Berikut nama kereta apinya:

• Kereta Api Sancaka Utara
Kereta api Sancaka Utara merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Surabaya Pasarturi-Cilacap melalui lintas utara Jawa (via Bojonegoro-Gambringan-Solo Balapan). Kereta api Sancaka Utara menjadi layanan kereta api penumpang di jalur kereta api Gambringan-Gundih yang sebelumnya hanya digunakan sebagai jalur darurat saat terjadi gangguan pada lintas Brumbung-Gambringan maupun Brumbung-Gundih. Sebelum kembali dioperasikan, jalur ini terakhir digunakan untuk layanan kereta api ketel relasi Rewulu-Cepu, yang berhenti beroperasi pada 2005.

Kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian jenis baja ringan, yang mana merupakan bekas rangkaian kereta eksekutif Gaya Baru Malam Selatan dan cadangan kereta bisnis Gumarang. Pada tanggal 8 Maret 2025, layanan kelas bisnis pada kereta api ini diganti dengan kelas ekonomi generasi terbaru hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai.

KA Sancaka Utara Fakultatif ini berhenti di berbagai stasiun yang dilewatinya, seperti: Cilacap, Gumilir, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Solo Balapan, Salem, Gundih, Gambribgan, Kradenan, Randublatung, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan dan berakhir di Surabaya Pasar Turi. Harga tiket untuk KA Sancaka Utara Fakultatif ini dimulai dari Rp180.000-Rp300.000 untuk kelas ekonomi dan Rp265.000-Rp440.000 untuk kelas eksekutif.

KA Sancaka Utara

• KA Ijen Ekspres
Nama Ijen Ekspres sendiri berasal dari gunung api stratovolcano yang terletak di kedua perbatasan Tapal Kuda di Jawa Timur adalah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi yaitu Gunung Ijen. Kereta api Ijen Ekspres merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT KAI untuk melayani relasi Ketapang–Malang. Kereta api ini akan membantu tugas Kereta api Tawang Alun yang memiliki kelas ekonomi bersubsidi (PSO).

Sebelum adanya kereta api Ijen Ekspres rute Banyuwangi–Malang, dahulunya ada rumor layanan kereta api ini dengan rute Jember–Jakarta pada Gapeka 2023, meskipun kereta api Ijen Ekspres belum terdaftar dalam Grafik perjalanan kereta api tahun 2023. Namun kereta ini dibatalkan dan digantikan dengan layanan kereta api Pandalungan rute Jakarta–Jember melewati lintas utara Jawa. Pada tahun 2025, layanan kereta api ini muncul kembali di Gapeka 2025 dengan rute Banyuwangi–Malang, yaitu kereta api Ijen Ekspres.

Walaupun berstatus Fakultatif KA Ijen Ekspres juga ramai dipesan oleh masyarakat yang hendak berwisata ke wilayah Banyuwangi terutama yang ingin menyeberang ke Pulau Bali dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Ketapang. Walaupun tarifnya diatas harga PSO dan hampir menyamai tarif KA Mutiara Timur, KA Ijen Ekspres terap menjadi daya tarik penumpang untuk menjelajah destinasi yang berada di wilayah paling timur Pulau Jawa. KA Ijen Ekspres di kenakan tarif mulai dari Rp135.000-Rp175 000 untuk kelas ekonomi, dan Rp200.000-Rp265.000 untuk kelas eksekutif.

KA Ijen Ekspres.

Untuk perjalanan kedua kereta yang berstatus Fakultatif ini dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI di ponsel berikut dengan jam keberangkatan dan kedatangannya. Serta lebih mudah untuk melihat dan memilih kursi sesuai keinginan sebelum melakukan pembayaran. Atau bisa juga melakukan pembelian tiket di loket-loket stasiun yang melayani pembelian tiket kereta api dengan bantuan customer service di stasiun.

Jalur Brumbung-Solo Jadi Acuan Alternatif Jika Terjadi Gangguan Perjalanan Kereta Api

12 Tahun Resmi Beroperasi Pelabuhan Tanjung Api-Api Layani Angkutan Penumpang dan Barang

Terletak sekitar 68 kilometer dari Kota Palembang, Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memegang peran penting sebagai penghubung utama antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. ​Pembangunan fisik pelabuhan ini dimulai sejak 2004 dan selesai tiga tahun kemudian atau tepatnya tahun 2007.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung api-Api sendiri merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Di mana pelabuhan ini akan menggantikan pelabuhan penyeberangan 35 Ilir Palembang.

Sejak selesainya dibangun, Pelabuhan Tanjung Api-Api tak langsung beroperasi secara penuh. Namun baru mulai beroperasi penuh sejak 11 Desember 2013 lalu setelah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Sebagai pelabuhan penyeberangan, Tanjung Api-Api melayani rute utama menuju Pelabuhan Tanjung Kalian di Muntok, Bangka Barat. Pelabuhan ini menjadi jalur vital bagi mobilitas penumpang dan distribusi barang antara Sumatera dan Bangka Belitung.

Menjadi salah satu pelabuhan besar di Indonesia, pelabuhan ini terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Rencananya, pelabuhan ini juga akan terintegrasi dengan jalur kereta api batu bara dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-api. Selain itu direncanakan juga akan dibangun jalan tol dari Palembang menuju Tanjung Api api.

Pada masa libur Lebaran 2025, tepatnya arus mudik menuju ke Pelabuhan Tanjung Kalian di Pulau Bangka, ada lebih ari 35 ribu penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Api-Api. Bahhkan perjalanan tambahan juga diberikan guna mempermudah akomodasi pemudik yakni menjadi 14 trip sehari dari Pelabuhan Tanjung Api-Api menuju ke Tanjung Kalian.

Selain menjadi pelabuhan penumpang, Tanjung Api-Api juga menjadi pelabuhan barang. Ini karena berada dekat dengan kawasan industri dan pergudangan.

Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan kawasan Banyuasin berkembang. Sehingga pendapatan asli daerah provinsi Sumatera Selatan meningkat dan diharapkan juga kawasan industri dan pelabuhan tanjung api-api akan menjadi kawasan industri yang baru dan berkembang, serta dapat menyerap tenaga kerja.

Selain itu, pelabuhan ini mempersingkat jarak tempuh dari Pulau Sumatra ke Bangka Belitung menjadi sekitar 4 jam saja. Untuk diketahui, Pelabuhan Tanjung Api-api memiliki dermaga seluas (50×20) m², trestle (121,25×8) m², causeway (96×8) m², lapangan penumpukan (51 x 48) m², dermaga peti kemas, lapangan kontainer, gedung kantor, pagar pelabuhan, gapura, signpost darat dan laut, dan pos jaga.

Tanjung Kalian, Pelabuhan di Ujung Barat Pulau Bangka

COMAC C949 – Desain Pesawat Penumpang Supersonik ‘Senyap’ dengan Jangkauan Lebih Jauh dari Concorde

Peneliti Cina mengungkap desain pesawat supersonik yang sangat senyap sehingga dapat melaju dengan kecepatan Mach 1 tanpa suara – lebih senyap daripada mobil.

Perusahaan dirgantara COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.) memiliki rencana besar untuk mengubah wajah perjalanan udara seperti yang kita ketahui dengan konsep pesawat supersonik baru mereka, C949.

Meskipun banyak jet yang menghasilkan ledakan sonik saat melaju dengan kecepatan supersonik, C949 dirancang untuk lebih senyap daripada mobil saat melaju dengan kecepatan Mach 1. Jarak tempuhnya akan lebih jauh, bahkan lebih jauh dari Concorde, yang berarti penerbangan lintas benua tanpa henti dapat dilakukan.

COMAC melakukannya lagi dengan rencana untuk pesawat supersonik baru, dan kali ini, mereka harus berterima kasih kepada para insinyur mereka.

Diterbitkan dalam jurnal ilmiah Acta Aeronautica Sinica edisi 14 Maret 2025, para insinyur COMAC yang dipimpin oleh ahli aerodinamika pemenang penghargaan Wu Dawei, memberikan rincian tentang konsep pesawat terbaru mereka.

Mereka menjelaskan bagaimana mereka berhasil mengurangi suara ledakan sonik hampir sepenuhnya dalam perjalanan supersonik.

C949 akan lebih baik daripada Concorde karena beberapa alasan, yang utama adalah pengurangan kebisingan yang sangat dipuji, serta jangkauan yang jauh. C949 memiliki hidung panjang berbentuk seperti jarum yang akan mengurangi gelombang kejut dari yang menjadi supersonik menjadi tiga denyut yang lebih kecil, sehingga mengurangi kebisingan.

C949 memiliki tonjolan khusus di dekat mesin yang akan membantu menyebarkan turbulensi pesawat dan mengurangi suara ledakan. Badan pesawat juga digambarkan sebagai ‘berubah bentuk’, yang seharusnya juga melemahkan guncangan.

XB-1 Boom Supersonic “Son of Concorde” Terbang dengan Memecahkan Hambatan Suara

Arus Mudik Usai, KAI Berlakukan Tarif Khusus Baru, Benarkah Alami Kenaikan?

Pasca libur Lebaran usai, kali ini PT KAI kembali mengeluarkan tarif khusus yang berlaku mulai 7 April 2025. Tarif khusus ini dikeluarkan untuk kereta api mulai dari kelas ekonomi hingga kelas eksekutif dengan rute yang telah ditentukan. Tarif khusus ini pun beragam, dari harga yang paling terendah yaitu Rp30.000 hingga Rp170.000 untuk kelas ekonomi, Rp35.000 hingga Rp180.000 untuk kelas bisnis, dan Rp40.000 hingga Rp250.000 untuk kelas eksekutif.

Tarif ini memungkinkan pelanggan bepergian dengan harga yang lebih hemat ke berbagai tujuan favorit di berbagai kota di Pulau Jawa. Kebijakan ini mulai berlaku pada 7 April 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Tiket dengan tarif khusus tersebut dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, atau langsung di loket stasiun. Kebijakan tarif khusus ini merupakan bagian dari upaya PT KAI dalam memperluas jangkauan layanan serta memberikan pilihan perjalanan yang lebih ekonomis dan kompetitif bagi masyarakat.

Tarif khusus ini diberlakukan untuk mengisi kursi yang belum terjual di rute tertentu. Contoh KA Argo Wilis Rute Surabaya-Bandung ada seat yang belum terjual Surabaya Madiun, tapi rute Madiun Bandung sudah terjual. Nah seat yang kosong itu bisa di beli 2 jam sebelum keberangkatan dengan harga khusus dan murah.

Penumpang kereta api di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. BUMN)

Nah selain pembelian melalui aplikasi KAI Access, informasi pembelian secara Go Show atau pembelian langsung di loket stasiun pun dikabarkan harga tiket naik pasca libur Lebaran.

Meski tarif Khusus dianggap berhasil menarik minat penumpang kereta api, namun perlahan PT KAI menaikkan harga tiket pada tarsus tersebut. Dari tahun ke tahun mengalamai kenaikan harga. Selama masih ada penumpang kereta api yang menggunakan tarif khusus, maka psikologi harga tersebut dianggap wajar dan biasa. Menaikkan harga merupakan test pasar apakah masih laku atau semakin ditinggalkan penumpang kereta api. Terakhir mengalami kenaikan harga pada Bulan Mei 2024.

Menanggapi narasi tersebut, dilansir dari laman kompas bahwa kenaikan harga tiket kereta api go show per 7 April 2025, dapat kami luruskan bahwa informasi tersebut kurang tepat. Tarif tersebut merupakan penyesuaian tarif khusus dan bukan kenaikan tarif secara umum. Tarif khusus justru memberikan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tarif tiket normal. penyesuaian tarif khusus ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelarasan antara nilai layanan dan tarif. Artinya, meski disesuaikan, tarif khusus ini tetap lebih rendah dibanding tarif normal. Sehingga diharapkan mampu memberikan kemudahan dan pilihan harga yang kompetitif bagi masyarakat.