Rayakan 100 Tahun Operasional, ‘Pasukan KRL’ Parade di Stasiun Manggarai dan Tanjung Priok

Senin, (21/4) merupakan hari dimana momen khusus dilakukan. Ya, dalam rangka menyambut acara penting dan bersejarah yaitu 100 tahun operasional KRL yang akan diselenggarakan di Stasiun Jakarta Kota pada Selasa, 22 April 2025 ini sejumlah rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) tengah dipersiapkan.

Dari informasi yang kami peroleh, rangkaian KRL yang akan dipamerkan adalah KRL baru yang di produksi pabrikan asal Cina CRRC Sifang, kemudian rangkaian KRL Produksi anak bangsa dari PT INKA, lalu yang baru-baru ini menjadi sorotan di Depo KRL Depok kemarin adalah rangkaian seri 8518 dengan julukan dibagian depan dan belakang bertuliskan JALITA, serta tak ketinggalan Lokomotif listrik pertama di Indonesia adalah “Si Bon-Bon”, atau lebih tepatnya Lokomotif Listrik ESS3201.

Si Bon-Bon memulai operasi pada 6 April 1925, menandai elektrifikasi rute Tanjung Priok-Meester Cornelis (Jatinegara) beserta 2 rangkaian kereta Djoko Kendil.

Lokomotif Bon-Bon dan Djoko Kendil di Stasiun Manggarai persiapan berangkat ke Stasiun Tanjung Priok. (Foto: Dok. Istimewa)

Pengiriman pertama dilakukan dari Balai Yasa Manggarai yakni si Bon-Bon dan Djoko Kendil pada pukul 19.50 WIB keberangkatan dari Stasiun Manggarai. Rangkaian ini diberangkatkan di jalur 5 melewati rute memutar seperti Stasiun Sudirman Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan dan Jakarta Kota.

Saat di Stasiun Jakarta Kota, rangkaian ini akan dilanjutkan perjalanannya menuju ke Stasiun Tanjung Priok untuk disimpan sementara hingga acara berlangsung. Rangkaian selanjutnya akan melewati Stasiun Kampung Bandan (atas), Stasiun Ancol, dan berakhir di Stasiun Tanjung Priok. Dikabarkan sebelumnya perjalanan kirim rangkaian lokomotif Bon-Bon + Djoko Kendil ini pada keberangkatan Stasiun Manggarai pukul 23.50 WIB. Sempat berubah jadwal kembali dan dimajukan menjadi pukul 21.30 WIB. Namun tak lama berselang, perubahan jadwal kembali muncul yang signifikan. Jadwal kirim rangkaian tersebut dimajukan menjadi jam 20.00 WIB keberangkatan Stasiun Manggarai. Tapi karena dirasa cukup aman setelah pengecekan, akhirnya rangkaian itu berjalan diluar perkiraan, yakni 10 menit lebih awal.

Selain Lokomotif Bon-Bon + Djoko Kendil lain halnya rangkaian KRL yang keberangkatannya dari Stasiun Depok. Ada 3 rangkaian KRL dengan masing-masing jenis yang berbeda, yaitu KRL CRRC Sifang, KRL produksi INKA, dan KRL dengan julukan JALITA. Perjalanan dari Stasiun Depok yang selanjutnya untuk pengiriman KRL-KRL ini nantinya akan di simpan di Stasiun Manggarai, Sementara untuk lokomotif Bon-Bon + Djoko Kendil yang disimpan di Stasiun Tanjung Priok.

Pada keberangkatan rangkaian pertama akan dilakukan pada KRL seri 8518 julukan JALITA 8 unit pukul 20.48 WIB dari Stasiun Depok dan tiba di Stasiun Manggarai pukul 21.25 WIB. Untuk KRL seri 8518 ini langsung dilangsir ke Depo KRL Bukit Duri. Kemudian diikuti rangkaian kedua yaitu KRL CRRC Sifang 12 unit, keberangkatan Stasiun Depok pada pukul 21.00 WIB dan tiba di jalur 5 Stasiun Manggarai pukul 21.35 WIB. Dan yang terakhir adalah rangkaian produk PT INKA (EA.207) pada keberangkatan Stasiun Depok pukul 22.00 WIB dan tiba di jalur 6 Stasiun Manggarai pukul 22.40 WIB. Rencananya pagi hari ketiga rangkaian tersebut akan dikirim menuju Stasiun Jakarta Kota via Stasiun Gambir.

KRL CRRC Sifang berada di jalur 6 Stasiun Manggarai.

Sabuk Pengaman Ternyata Sudah Ada Sejak 1800-an

Naik mobil, taksi dan pesawat penumpang wajib mengenakan sabuk pengaman dalam perjalanan. Bila di pesawat untuk menghindarkan penumpang dari kecelakaan yang diakibatkan turbulensi dan di kendaraan beroda empat seperti mobil atau taksi dari kecelakaan kendaraan.

Baca juga: Hanya 12,3 Persen Masyarakat UEA Gunakan Sabuk Pengaman di Kursi Belakang

Dengan adanya sabuk pengaman ini, pengemudi dan penumpang bisa lebih aman ketika kecelakaan terjadi. Bahkan untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi cedera akibat tabrakan sekitar 53-59 persen.

Nah, setelah tahu bahwa sabuk pengaman bisa membantu menghindarkan cedera dan menyelamatkan nyawa, sebenarnya sejak kapan sabuk pengaman ada dan bagaimana sejarahnya? KabarPenumpang.com merangkum laman defensivedriving.com, sabuk pengaman awalnya ditemukan oleh George Cayley pada 1800-an akhir.

Insinyur asal Inggris ini menciptakan sabuk pengaman untuk membantu menjaga pilot tetap berada di dalam pesawat mereka. Tetapi kemudian sabuk pengaman yang dipatenkan pertama kali dibuat oleh orang Amerika yakni Edward J Clanghorn pada 10 Februari 1885.

Kehadiran sabuk pengaman buatan Edward adalah untuk membuat pelancong aman ketika naik taksi di kota New York. Seiring berjalannya waktu, sabuk pengaman perlahan hadir di mobil-mobil untuk membantu pengemudi dan penumpang aman di jok mereka saat berkendara.

Kemudian tahun 1930-an beberapa dokter Amerika Serikat mulai menguji sabuk pengaman dan melihat dampak yang ditimbulkannya serta kemudian mendesak para produsen mobil menghadirkan sabuk pengaman di semua mobil. Bahkan tahun 1945, Sport Car Club of Amerika mewajibkan pengemudi untuk mengenakan sabuk pengaman mereka selama kompetisi.

Bisa dikatakan, pengemudi mobil balap adalah orang pertama yang benar-benar mengenakan sabuk pengaman untuk membantu melindungi mereka dari cidera internal yang serius. Tahun 1955 Society of Automotive Engineers (SAE) menunjuk Komite Sabuk Pengaman Kendaraan Bermotor.

Hingga akhirnya di tahun 1958 ditemukan sabuk pengaman tiga titik oleh insinyur Swedia Nils Bohlin. Sampai sebelum sabuk pengaman tiga titik ditemukan, pengguna mobil menggunakan sabuk pengaman dua titik yang diikat di seluruh tubuh.

Kemudian, kehadiran Bohlin direkrut oleh Volvo dan merancang sabuk pengaman tersebut. Desain tiga titik ini diciptakan untuk membantu mengamankan tubuh bagian atas dan bawah lebih baik lagi dimana desainnya terbilang sederhana namum efektif sehingga pabrikan mobil lainnya meminjam desain tersebut.

Bohin, pencipta sabuk pengaman tiga titik meninggal tahun 2002 silam dan berkat rancangannya tersebut Volvo memperkirakan sabuk pengaman sudah menyelamatkan lebih dari satu juta jiwa dalam empat dekade sejak dikenalkan. Setelah gaung tentang manfaat sabuk keselamatan tersebar luas di publik Amerika Serikat, hal ini kemudian membuat penjualannya meroket.

Beberapa perusahaan mobil menawarkan sabuk pengaman sebagai peralatan opsional dan ini dijual di pompa bensin lokal. Kendaraan Amerika sejak 1966 mengharuskan adanya sabuk pengaman di mobil dan tahun 1975 sebagian besar negara dunia memiliki syarat sabuk pengaman di mobil mereka.

Undang-undang sabuk pengaman pertama muncul tahun 1970 di Victoria, Australia yang mana mengharuskan penumpang menggunakan sabuk pengaman setiap dalam perjalanan. Sedangkan Amerika Serikat, undang-undang sabuk pengaman muncul saat adanya Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Nasional dan Kendaraan Bermotor tahun 1966.

Meskipun mereka diharuskan oleh hukum untuk berada di mobil, mengenakan sabuk pengaman adalah cerita yang berbeda. Dewan Iklan Nasional menjalankan iklan yang tak terhitung jumlahnya selama 25 tahun plus mendorong pengemudi untuk “Buckle Up.” Negara perlahan mulai menerapkan undang-undang dan pada 1995, setiap negara bagian kecuali New Hampshire memiliki undang-undang “Klik atau Tilang”. Saat ini, semua negara bagian memiliki sabuk pengaman yang menegakkan hukum.

Baca juga: Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima Arah

Tahun 2001, Ford mendemonstrasikan sabuk pengaman tiupnya, sabuk bahu berisi airbag akan segera mengembang ketika mobil mengalami tabrakan. Pabrikan mobil lain mencari untuk membuat sabuk pengaman lebih nyaman dan nyaman untuk pengemudi.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Meski tak seketat aturan bagasi di pesawat terbang, namun sejatinya ada ketentuan untuk bagasi di gerbong kereta. Dalam aturannya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memiliki ketentuan berat barang bawaan penumpang yakni 20 kg. Jika penumpang membawa barang dan kelebihan muatan, penumpang wajib untuk membayar kelebihan tersebut.

Baca juga: Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin

Dari berbagai laman sumber, dari peraturan yang berlaku sejak 11 November 2015, disebutkan setiap penumpang berhak membawa barang yang memiliki berat maksimal 20 kg dan volume maksimal 100 liter dengan dimensi 70x48x30 cm. Bukan hanya itu, setiap penumpang juga dibatasi membawa maksimal 4 koli (satuan barang bagasi). Penumpang yang membawa barang sesuai ketentuan tidak akan dikenakan biaya tambahan alias gratis.

Sedangkan bagi penumpang yang membawa barang melebihi 20 kg dan kurang dari 40 kg serta jika barang memiliki volume tidak melebihi 200 liter wajib membayar kelebihan bagasi sebelum masuk ke gerbong kereta api. Bagi penumpang kereta eksekutif jika kelebihan bagasi akan dikenakan tarif tambahan Rp10 ribu per kg, kelas bisnis/ekonomi komersial Rp6 ribu per kg dan kelas ekonomi non komersial Rp2 ribu per kg.

Penampakan rak bagasi penumpang kereta api

Tetapi jika, saat dilakukan pemeriksaan dan Anda kedapatan tidak memiliki surat kelebihan muatan, maka tarif yang dikenakan oleh petugas kereta yakni, kelas eksekutif Rp50 ribu per lima kg, bisnis/ekonomi komersial Rp30 ribu per lima kg dan Rp15 ribu per lima kg untuk kelas ekonommi non komersial. Tak hanya itu, jika Anda memiliki barang dengan berat lebih dari 40 kg, cairan lebih dari 200 liter dan membawa hewan piaraan, baiknya titipkan melalui jasa ekspedisi untuk memudahkan perjalanan.

Sedangkan barang yang masih diperbolehkan masuk dalam kereta api dan tidak dikenakan biaya tambahan yakni kursi roda manual, sepeda lipat dan kereta bayi. Untuk diketahui, bagasi penumpang yang memiliki bau tajam dan barang bawaan mudah terbakar dan sifatnya berbahaya juga tidak diperkenankan masuk dalam kereta api.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Pihak KAI juga menawarkan kompensasi kelebihan bagasi dengan membeli tempat duduk ekstra. Sehingga barang yang dibawa penumpang tidak mengganggu penumpang lain dan agar barang bawaan tersebut tidak di letakkan di lorong serta di kolong kereta.

Setiap kelebihan bagasi akan dikenakan biaya tambahan yang disesuaikan kelebihan berat dan kelas kereta api yang digunakan. Pihak KAI juga menawarkan kompensasi kelebihan bagasi dengan membeli tempat duduk ekstra.

Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

Jalur Commuter Line khususnya Kereta Rel Listrik (KRL) yang sudah semakin ramai di wilayah Jabodetabek membuat masyarakat terbantu dalam melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Mulai dari Stasiun Bogor, Stasiun Rangkasbitung, Stasiun Tangerang, Stasiun Cikarang, Stasiun Jakarta Kota, dan Stasiun Tanjung Priok masyarakat sudah bisa melakukan perjalanan yang singkat dan praktis.

Misalnya pada rute Tanjung Priok – Jakarta Kota, jalur KRL yang terhubung melewati Stasiun Ancol dan Kampung Bandan ini memang sangat praktis bagi masyarakat yang ingin berwisata di kawasan Kota Tua. Begitu pun sebaliknya, masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan ke luar kota, Stasiun Tanjung Priok menjadi alternatif terdekat menuju Terminal Bus Tanjung Priok.

Nah, dari jalur yang disebutkan tadi ternyata masih ada jalur KRL yang terhubung menuju Stasiun Tanjung Priok. Jalur ini juga merupakan akses terdekat jika menggunakan KRL dari arah Cikarang/Bekasi yang seharusnya bisa terhubung menuju Tanjung Priok.

Ya, jalur dari Stasiun Kemayoran – Stasiun Rajawali – Stasiun Ancol – Stasiun Tanjung Priok yang hingga kini masih belum terhubung ataupun terealisasi. Padahal pada tahun 2000-an jalur ini masih bisa dilayani angkutan KRL, namun khusus untuk kereta wissta dengan keberangkatan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Ancol melewati Stasiun Kemayoran.

Karena waktu itu jalur Kampung Bandan atas masih belum bisa digunakan. Seperti diketahui jalur Tanjung Priok – Ancol – Kemayoran – Jatinegara merupakan jalur bersejarah. Jalur kereta api Tanjung Priok-Jatinegara dibangun pada tahun 1923 dan selesai pada tahun 1924. Jalur ini merupakan bagian dari rencana pembangunan kereta api oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.

Jalur KA menuju Tanjung Priok belum gunakan peron tinggi di Stasiun Kemayoran.

Hingga kini jalur KRL yang menghubungkan dari Kemayoran – Ancol – Tanjung Priok masih belum di operasikan. Ini karena belum adanya pembangunan baru di Stasiun Kemayoran. Penambahan bangunan baru seperti peron tinggi di Stasiun Kemayoran masih belum terlihat. Jalur ini hanya dilewati rangkaian KA angkutan barang saja yang setiap hari melintas. Padahal elektrifikasi sudah bisa dioperasikan untuk rangkaian KRL yang sewaktu-waktu melintas.

Pemandangan Stasiun Kemayoran yang masih belum adanya peron baru untuk melayani jalur KRL menuju Tanjung Priok hingga kini tidak ada informasi selanjutnya. Padahal beberapa tahun belakangan sempat adanya wacana mau diaktifkan rute baru KRL dari Kemayoran menuju Tanjung Priok melewati Rajawali dan Ancol. Jadi jika rute KRL ini aktif, penumpang bisa menggunakan alternatif lain untuk transit KRL di Stasiun Kemayoran selain yang saat ini Kampung Bandan sebagai stasiun transit utama menuju Tanjung Priok yang praktis.

Selain Stasiun Kemayoran ada juga stasiun yang hingga kini masih belum selesai pengerjaannya 100 persen. Ya, Stasiun JIS yang merupakan stasiun baru dan akan terintegrasi menuju Jakarta International Stadium (JIS).

Menurut kabar yang beredar, pada 2024 lalu pembangunan stasiun KRL di JIS sudah mencapai 30 persen. Namun hingga kini, pengerjaan stasiun tersebut belum ada peningkatan yang signifikan. Padahal dengan keberadaan stasiun KRL dekat JIS ini diharapkan bisa menambah akses masyarakat dari dan menuju JIS. Informasi lainnya mengatakan lainnya bahwa Stasiun JIS akan beroperasi pada akhir 2024, sedangkan hingga tahun 2025 ini stasiun tersebut belum bisa digunakan. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Belum adanya pembamgunan lanjutan untuk Stasiun JIS. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/Didi Sangrival)

Bus Listrik Wisata Beroperasi di Luar Trayek Trans Jogja

Kendaraan listrik kini sudah menjadi trend dan banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya sepeda motor dan mobil, tetapi bus pun mulai melebarkan sayapnya menggunakan teknologi listrik.

Meskipun kendaraan konvensional dengan bahan bakar minyak masih banyak digunakan. Di Jakarta sendiri, berbagai angkutan umum pun kini menyasar kendaraan yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya.

Seperti PT Transportasi Jakarta yang sudah menggunakan bus listrik diberbagai koridor. Nah, hal ini pun kemudian diikuti oleh daerah lainnya di Indonesia, salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pemerintah Jogja baru-baru ini mulai memfokuskan bus listrik sebagai angkutan yang melayani pelancong di pusat Kota Yogyakarta. Operasionalnya sendiri akan mulai pada 1 Mei 2025 mendatang.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengungkapkan bahwa sosialisasi proyek trayek bus listrik akan dilakukan akhir bulan April 2025 ini. Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Wulan Sapto Nugroho mengatakan, sosialisasi perubahan tersebut agar masyarakat tahu dan tidak bingung.

Namun dikatakan Wulan bahwa perherseran trayek masih dalam tahap finalisassi dan akan diputuskan melalui rapat koordinasi Bersama dengan operator dan Dishub. Wulan menjelaskan, ada dua lokasi yang disiapkan sebagai titik keberangkatan bus listrik.

Adapun tempat keberangkatannya di parkiran Nabean di sisi barat dan Kridosono di sisi timur Jogja. Sebelum dioperasikannya, bus listrik akan menjalani uji teknis yakni termasuk pengujian daya tahan baterai serta penghitungan jumlah putaran operasional bus listrik.

Charger untuk pengisian daya saat ini berada di Bandara Adisutjipto dan saat baterai bus mencapai 30 persen maka harus Kembali ke tempat pengisian. Untuk diketahui, operasional bus listrik di Jogja dinilai kurang maksimal karena masih tumpeng tindih dengan rute Trans Jogja 1A.

Sehingga dengan trayek baru ini, diharapkan bus listrik dapat berfungsi lebih efektif sebagai shuttle di Kawasan wisata utama. Selain itu juga jalur bus listrik sendiri akan berbeda dengan Trans Jogja.

Pada pegoperasiannya akan ada dua unit Bus Listrik milik Pemda DIY rencananya akan dioperasikan dalam satu trayek yang sama. Sementara itu, layanan tetap digratiskan untuk masyarakat hingga akhir 2025.

Mudik ke Jogja dan Surabaya? Bus Sinar Jaya Bisa Jadi Pilihan

Bukan Ilusi Mata Biasa, Ini Sebab Baling-baling Helikopter Nampak Tidak Berputar Saat Mengudara

Tak jarang kita lihat bilah baling-baling helikopter nampak tegak dan tidak berputar saat mengudara. Nah, hal tersebut kerap mengundang pertantanyaan dari netizen, pasalnya hal tersebut terjadi karena efek pada kamera atau karena kecepatan putaran bilah baling-baling?

Fenomena bilah baling-baling helikopter yang nampak diam, tegak, atau tidak berputar saat helikopter sedang mengudara biasanya merupakan efek visual yang disebut rolling shutter effect atau aliasing effect. Efek ini muncul karena cara kerja kamera digital menangkap gambar secara bertahap, bukan sekaligus.

Penjelasannya, kamera digital seperti smartphone atau DSLR merekam gambar baris demi baris dari atas ke bawah dalam sepersekian detik. Jika bilah baling-baling berputar sangat cepat, kamera bisa menangkap posisi bilah di tempat yang sama tiap kali frame diambil, seolah-olah bilah tidak bergerak.

Jika kecepatan putar rotor sinkron (atau hampir sinkron) dengan kecepatan pengambilan gambar kamera, bilah bisa terlihat seperti diam di tempat, berputar sangat lambat dan elengkung aneh atau tampak bengkok. Strobe atau flicker effect (jika disorot lampu atau terpapar pencahayaan tertentu), juga bisa memperkuat ilusi visual tersebut.

Analoginya mirip seperti roda mobil dalam film yang kadang terlihat berputar ke belakang padahal mobil melaju ke depan, ini disebut wagon wheel effect dan prinsipnya serupa.

Efek bilah baling-baling helikopter tampak diam atau berputar sangat lambat saat mengudara biasanya tidak terlihat oleh mata manusia secara langsung.

Kamera menangkap gambar dalam frame per detik (fps). Bila putaran baling-baling memiliki frekuensi yang seolah “sinkron” dengan fps kamera, maka kamera bisa menangkap baling-baling di posisi yang sama atau mirip di setiap frame, sehingga tampak diam, lambat, atau bahkan berbalik arah.

Sementara, mata manusia dan otak memproses gambar secara berkelanjutan (continuous), tidak frame-by-frame seperti kamera. Maka secara langsung, kita akan selalu melihat baling-baling berputar cepat atau menjadi blur dan efek visual aneh itu tidak akan muncul kecuali kita melihat lewat layar digital yang merekam atau memutar ulang gambar.

Jadi jika Anda pernah lihat helikopter terbang dan baling-balingnya seperti nggak bergerak, bisa jadi Anda sedang menonton rekamannya, bukan melihat langsung.

Mengapa Helikopter Tidak Bisa Terbang di Ketinggian ‘Tinggi’ (di Atas 25.000 Kaki)?

Murah Banget! Kereta Bandara Soetta Kini Tarifnya Mulai dari Rp3 Ribu Saja, Simak Penjelasannya

Kereta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) merupakan layanan KAI Commuter untuk penumpang dari dan menuju Bandara Soetta. Keberangkatan KA Bandara ini berawal dari Stasiun Manggarai yang berhenti di beberapa stasiun, seperti Stasiun BNI City, Stasiun Duri, Stasiun Rawa Buaya, Stasiun Batu Ceper, dan berakhir di Stasiun Bandara Soetta.

Perjalanan dengan KA Bandara ini memakan waktu yang cukup singkat yaitu 57 menit dari Stasiun Manggarai dan 32 menit dari Stasiun Duri maupun sebaliknya. Kenyamanan dengan KA Bandara ini selain waktunya yang cukup singkat, penumpang pun dimanjakan dengan berbagai fasilitas didalamnya, dimulai dari adanya penyimpanan bagasi untuk koper, port USB, kursin nyaman, toilet pria dan wanita, dan WiFI yang bisa digunakan saat diperjalanan.

Tapi tahukah kalian, selain fasilitasnya yang lengkap untuk memenuhi kenyamanan penumpang selama perjalanan KA Bandara, ternyata tarif KA Bandara tak tanggung-tanggung telah menurunkan harganya sebagai tarif promo/diskon.

Ya, tarif yang semula Rp10 ribu untuk jarak dekat ini, bisa kalian nikmati hanya dengan Rp3 ribu saja. Tarif promo ini bisa dinikmati pada 14-30 April 2025. Adapun daftar tarif tiket KA Bandara sebagai berikut:
• Stasiun Manggarai – Stasiun BNI City, Stasiun Manggarai – Stasiun Duri, serta Stasiun BNI City – Stasiun Duri atau sebaliknya, tarif Rp3.000 dari harga normal Rp10.000.
• Stasiun Duri – Stasiun Batu Ceper/Rawa Buaya atau sebaliknya, tarif Rp25.000
• Stasiun Manggarai/BNI City – Stasiun Rawa Buaya/Batu Ceper atau sebaliknya, tarif Rp35.000.
• Stasiun Manggarai/BNI City/Duri – Stasiun Bandara Soekarno Hatta atau sebaliknya, tarif Rp60.000 – Rp80.000.

Dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, jumlah perjalanan Commuter Line Basoetta kini mencapai 64 perjalanan per hari dengan waktu tempuh sekitar 56 menit. Layanan Commuter Line Basoetta beroperasi dari Stasiun Manggarai mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.30 WIB, sementara dari Stasiun Bandara Soekarno-Hatta mulai pukul 06.12 WIB hingga 22.42 WIB. Headway atau waktu tunggu antar kereta adalah 30 menit.

Transaksi pembelian tiket Commuter Line Basoetta di stasiun dapat dilakukan menggunakan QRIS atau kartu debit/kredit bank. Selain itu, tiket juga dapat dibeli melalui aplikasi C-Access, Access by KAI, dan situs web reservation.kci.id mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. Pengguna juga dapat menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dengan saldo minimal Rp70.000. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

 

 

Trans Metro Dewata Kembali Mengaspal, Koster: Tidak Mencari Untung Hanya Penuhi Hak Masyarakat

Setelah sempat terhenti selama empat bulan, layanan bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi beroperasi kembali pada Minggu, 20 April 2025. Kembalinya armada bus berwarna merah ini disambut antusias oleh warga Bali, khususnya di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).​

Peluncuran kembali Trans Metro Dewata ini dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 18 April 2025 kemarin. Di mana peluncuran tersebut menjadi hari pertama uji coba kembali Trans Metro Dewata sebelum benar-benar beroperasi pada hari Minggu (20/4/2025).

Bus Trans Metro Dewata akan mulai beroperasi mulai pukul 04.30 WITA hingga 19.00 WITA. Perjalanan antar bus atau headway sekitar 15-16 menit.

Namun, dalam pengoperasian pada siang hari, headway bisa sedikit lebih lama karena adanya pengurangan jumlah armada dari 105 menjadi 75 unit saja. Hal ini karena, pada siang hari penumpang bus cukup jarang dan untuk menghemat biaya operasional maka dilakukan pengurangan bus.

Trans Metro Dewata akan kembali beroperasi di enam koridor utamanya. Koster menjelaskan tidak ada pendapatan asli daerah (PAD) yang ditargetkan dari beroperasinya bus Trans Metro Dewata.

“Tidak ada hitung-hitungan mencari untung. Nggak ada target PAD. Ini tujuannya adalah layanan publik, bukan untuk target PAD. Pendanaan sharing APBD Provinsi Bali, Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Gianyar,” ujar Koster kepada awak media

Sebab, dia berujar, operasional bus Trans Metro Dewata bersifat layanan untuk memenuhi hak masyarakat Bali. Kembali beroperasinya bus kota itu dapat mendorong masyarakat Bali untuk beralih dari kendaraan pribadi ke Trans Metro Dewata.

Menurutnya, hal itu menjadi upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Bali.

“Harusnya masyarakat menyadari kebutuhannya dan jangan sampai bikin macet,” ujar Koster.

Kehadiran Trans Metro Dewata yang kembali beroperasi juga bisa memudahkan mobilitas masyarakat Bali dan semakin terbantu, serta mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Untuk diketahui, penumpang dapat memantau pergerakan bus secara real-time melalui aplikasi Mitra Darat, yang telah digunakan sejak awal keberadaan Trans Metro Dewata.​

Perpanjangan Rute Trans Sarbagita Bisa Bikin Bengkak Anggaran?

 

 

Ini Dia Alasan Kenapa Singkatan Stasiun Solo Jebres Adalah “SK” Bukan “SJ”

Solo Jebres merupakan nama stasiun yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Stasiun ini berada di petak antara Stasiun Solo Balapan dengan Stasiun Palur. Kereta api yang berhenti di Stasiun Solo Jebres ini yaitu kereta api jarak jauh seperti KA Majapahit, KA Matarmaja dan KA Brantas. Untuk pemberhentian kereta lokal (commuter line) adalah Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line dan KA Bandara Bias.

Stasiun Solo Jebres ini juga sudah tidak asing bagi masyarakat yang berkunjung ke Kota Solo dan lewat menggunakan kereta api. Stasiun ini merupakan bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Indonesia. Meski bangunannya sudah berumur puluhan tahun, tetapi tetap kokoh hingga saat ini.

Ciri khas dari stasiun bersejarah ini adalah arsitekturnya yang terlihat megah dengan gaya arsitektur Indische Empire. Bangunannya berbentuk persegi panjang simetris dengan dua jendela melengkung di atas dua pintu utama menuju ke hall stasiun. Di bagian dalam bangunan ini memiliki detail yang sangat bagus dan membuat bangunan ini semakin indah.

Dalam istilah perkeretaapian, setiap stasiun pasti memiliki singkatan/inisialnya masing-masing. Nah, untuk Stasiun Solo Jebres memiliki singkatan stasiun “SK”. Ada masyarakat yang bertanya-tanya khususnya penggemar kereta api soal singkatan dari Solo Jebres. Ternyata setelah ditelusuri dan dicari informasi mengenai singkatan “SK” ini merupakan diambil dari nama “Solo Kasunanan”. Ternyata Stasiun Solo Jebres ini dibangun pada tahun 1884 oleh Pemerintah Kasunanan Surakarta dibawah Sri Susuhunan Paku Buwono X (PB X). Fyi, Pemerintah Kasunanan Surakarta adalah pemerintahan yang dipimpin oleh raja bergelar Sunan, yang berkedudukan di Keraton Surakarta. Kasunanan Surakarta merupakan kerajaan yang pernah berdiri di Surakarta (sekarang Solo), Jawa Tengah.

Tampak tulisan Solo Jebres dengan singkatan “SK” pada jadwal Commuter Line di aplikasi KRL Access.

Untuk Stasiun Solo Jebres sendiri ternyata memiliki keunikan yaitu pada penamaannya. Konon kata “jebres” diambil dari nama orang Belanda yang pernah tinggal di kawasan tersebut. Terkait ini, ada dua versi sosok yang menjadi referensi penamaan jebres. Sosok pertama adalah Van der Jeep Reic.

Karena lidah orang Jawa sulit mengucap artikulasi dalam bahasa Belanda, penyebutan nama Jeep Reic kemudian berubah menjadi “Jebres.” Sementara sosok kedua adalah Victor J Pressen, seorang pemilik pabrik pengolahan keju yang dihormati warga pribumi karena kedermawanannya. Sama halnya dengan Jeep Reic, nama J Pressen yang sulit dilafalkan oleh warga setempat berubah menjadi “Jebres”.

Demikian pembahasan mengenai asal muasal singkatan “SK” dan juga Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini selain memiliki bangunan besar dan arsitekturnya yang bersejarah, Solo Jebres sudah memiliki Depo KRL yang berada di seberang jalur KA/emplasemen stasiun.

Terkenal Karena Didi Kempot, Inilah Jejak Sejarah Stasiun Solo Balapan

Ini 8 Tips Nikmati Perjalanan Panjang di Kapal Laut

Kapal laut masih menjadi salah satu moda transportasi andalan bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian antar pulau, terutama di wilayah timur dan kepulauan nusantara. Meskipun perjalanan dengan kapal memakan waktu lebih lama dibandingkan pesawat, suasana laut yang tenang dan pemandangan yang memukau justru bisa menjadi pengalaman berkesan—asal dipersiapkan dengan baik.

Agar perjalanan panjang dengan kapal tetap nyaman dan menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Pilih tiket sesuai kenyamanan
Kapal penumpang biasanya menyediakan berbagai kelas, mulai dari ekonomi hingga VIP. Jika memungkinkan, pilih kelas dengan fasilitas yang lebih nyaman, terutama untuk perjalanan lebih dari 12 jam.

2. Datang lebih awal
Tiba lebih awal memberi waktu cukup untuk check-in, mencari tempat duduk terbaik, dan menghindari antrean panjang. Selain itu, Anda bisa menghindari stres karena terburu-buru.

3. Bawa perlengkapan pribadi dan hiburan
Siapkan perlengkapan seperti selimut tipis, bantal leher, headset, buku, atau gadget untuk hiburan selama perjalanan. Jangan lupa power bank untuk memastikan baterai perangkat tetap terisi.

4. Jaga kondisi tubuh
Bawa obat anti mabuk laut jika Anda sensitif terhadap gelombang. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dan makan secukupnya sebelum naik kapal.

5. Simpan barang berharga
Selalu bawa barang penting seperti dompet, HP, dan dokumen pribadi di tas kecil yang mudah dijangkau. Hindari meletakkannya sembarangan atau terlalu jauh dari jangkauan.

6. Manfaatkan waktu bersosialisasi
Perjalanan laut bisa menjadi momen menyenangkan untuk berkenalan dengan penumpang lain. Ini bisa membuat Anda yang pergi sendirian memiliki teman untuk ngobrol ketika waktu sengang di perjalanan yang lebih dari tiga hari.

7. Nikmati pemandangan
Perjalanan panjang dan menghabiskan waktu lebih dari tiga hari, pemandangan yang dilihat hanyalah laut. Bila Anda beruntung, ketika pagi atau sore hari bisa melihat lumba-lumba atau biota laut lainnya yang tengah berenang di samping kapal.

8. Patuhi aturan keselamatan
Perhatikan instruksi keselamatan dari awak kapal dan ketahui lokasi pelampung serta jalur evakuasi. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Dengan persiapan yang matang dan sikap positif, perjalanan panjang dengan kapal bisa menjadi petualangan yang menyenangkan dan tak terlupakan. Apalagi, Indonesia menawarkan panorama laut dan pulau yang tak kalah indah dengan destinasi mancanegara.

Fukuoka ke Osaka Bisa Naik Kapal Ferry yang Punya Fasilitas Pemandian Air Panas