Yuk, Jelajahi 5 Stasiun KA dengan Panorama yang Memukau, Apa Saja?

Selain praktis dan efisien, menggunakan kereta api apalagi dengan rute jarak jauh pastinya melewati panorama atau pemandangan yang luar biasa indah. Perjalanan siang hari menjadi suasana yang bikin memanjakan mata saat melihatnya. Tak hanya suasana alam yang luas, saat melintasi beberapa stasiun pun juga memiliki panorama yang berdekatan pemandangan yang luar biasa.

KA Commuter Line Garut melintas di kawasan Kadungora, Garut

Stasiun-stasiun ini pun menawarkan lebih dari sekadar tempat transit, dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang memukau, tetapi menjadikannya magnet bagi para wisatawan. Nah, penasaran kan apa saja stasiun-stasiun yang menawarkan panorama yang memukau. Inilah 5 stasiun yang memiliki pemandangan yang luar biasa, sebagai berikut:

1. Stasiun Leles (LL)
Dikenal dengan panoramanya yang menawan, Stasiun Leles di Garut menawarkan udara sejuk dan pemandangan pegunungan yang memukau. Jika dilihat dari peron stasiun, kita bisa melihat kereta api melintasi bukit dan menyeberang jembatan dari kejauhan. Tak hanya saat cuaca cerah, jalur kereta jika dilihat saat cuaca hujan pun masih tetap terlihat. Lalu Stasiun Lewat dengan ketinggian +697 meter ini memiliki area persawahan yang luas yang bagus jika diabadikan dengan kamera.

2. Stasiun Cigombong (CGB)
Stasiun ini berlokasi di Kabupaten Bogor, menawarkan suasana tenang dengan akses ke destinasi wisata alam yang menakjubkan. Stasiun ini merupakan stasiun satu-satunya tertinggi di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, yakni dengan ketinggian +699 meter. Meski statusnya setasiun kelas III, namun memiliki lokasi yang bagus untuk diabadikan dengan kamera saat kereta api melimtas ditambah panorama Gunung Salak yang menawan.

3. Stasiun Lebak Jero (LBJ)
Berada di ketinggian +818 meter, Stasiun Lebak Jero adalah destinasi favorit para penggemar kereta api. Meskipun sudah tidak melayani kereta lokal sebagai naik dan turun penumpang, keindahan alam di sekitar stasiun ini tak bisa diabaikan. Panorama dibelakang stasiun merupakan Gunung Mandalawangi pun sangat terlihat jelas saat naik kereta api. Mengingat stasiun ini sudah tidak melayani penumpang, jika ingin berkunjung ke Stasiun Lebak Jero bisa menggunakan transportasi umum lainnya di Jalan Raya Lingkar Nagrek.

4. Stasiun Cipeundey (CPD)
Dikenal sebagai “stasiun sakti,” Cipeundeuy adalah lokasi penting bagi pemeriksaan rem kereta sebelum melintasi jalur terjal, menegaskan komitmen PT KAI terhadap keselamatan penumpang. Stasiun dengan ketinggian +772 meter ini sebetulnya dikelilingi oleh bukit yang cukup tinggi berada di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Meskipun begitu penumpang yang berhenti di stasiun ini bisa memanfaatkan waktu selama 10 menit untuk mencicipi jajanan murah meriah diarea depan stasiun. Walaupun tak memiliki panorama yang menarik, namun Stasiun Cipeundeuy berudara sejuk baik saat cuaca cerah maupun agak mendung.

5. Stasiun Tuntang (TTG)
Berada diketinggian +464 meter, Stasiun Kereta Api Tuntang yang dibangun pada 1871 dan dioperasionalkan pada 1873 silam, hingga kini masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. Bahkan sampai saat ini stasiun yang berada di wilayah Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini, masih dioperasionalkan untuk melayani kereta wisata dengan rute Ambarawa – Tuntang. Selama perjalanan para wisatawan bisa menikmatai panorama alam pegunungan yang eksotis. Sepanjang perjalanan dari Ambarawa hingga Bedono, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemadangan Gunung Telomoyo dan Gunung Kelir yang hijau dan asri.

Itulah 5 stasiun dengan panorama yang memukau. Keberadaan stasiun-stasiun ini bukan hanya sekadar menjadi titik transit, tetapi juga menjadi akses penting menuju destinasi wisata. Keindahan alam seperti di sekitar stasiun-stasiun ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.

Yuk Kenali Lagi Stasiun-stasiun Kereta Api Tertua yang Masih Aktif Hingga Kini

Ternyata Jalur Kereta Api Malang-Surabaya Punya Peran Penting pada Era Kolonial Belanda

Jalur KA (kereta Api) Surabaya Malang telah beroperasi pada tahun 1878. Namun statusnya waktu hanya lintas cabang dari lintas utama Surabaya hingga Pasuruan. Meskipun begitu jalur ini cukup berpengaruh bagi perkembangan wilayah Kerasidenan Malang secara umum.

Pembangunan jalur kereta api Surabaya-Malang dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu serta sumber daya yang besar. Jalur pertama yang dibangun di Jawa Timur oleh SS adalah dari Surabaya ke Pasuruan, yang dibuka pada 16 Mei 1878. Ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menghubungkan kota-kota penting.

Setelah itu, pembangunan dilanjutkan dari Pasuruan menuju Malang. Bagian jalur yang melewati Bangil, Lawang, hingga akhirnya mencapai Kota Malang (Stasiun Malang Kotalama dan kemudian Stasiun Malang Kotabaru) dibuka pada 20 Juli 1879. Ini menjadi momen penting yang secara langsung menghubungkan Malang dengan jaringan kereta api nasional dan internasional melalui pelabuhan Surabaya.

Jalur kereta api di Kota Malang tahun 1935. (Foto: Dok. Istimewa)

Seiring dengan pembangunan rel, dibangun pula stasiun-stasiun kereta api di sepanjang jalur, seperti Stasiun Lawang, Stasiun Singosari, Stasiun Kepanjen, dan lain-lain. Stasiun-stasiun ini tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang dan barang, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi lokal. Ternyata jalur kereta api Malang-Surabaya menjadi peran yang sangat strategis bagi kepentingan kolonial Belanda.

Berbagai alasan kepentingan bagi kolonial Belanda salah satunya adalah sebagai jalur ekonomi. Jalur ini menjadi urat nadi distribusi hasil perkebunan (kopi, tebu, tembakau) dari Malang dan sekitarnya menuju pelabuhan Surabaya untuk diekspor ke Eropa. Sebaliknya, barang-barang manufaktur dan kebutuhan lain dari Eropa diimpor melalui Surabaya dan didistribusikan ke pedalaman. Ini sangat menopang ekonomi kolonial.

Tak hanya itu, juga sangat penting bagi Belanda adalah mobilisasi militer. Ini sangat penting bagi Belanda untuk menjaga keamanan, menumpas pemberontakan, atau menghadapi perlawanan pribumi di berbagai wilayah Jawa Timur. Serta mempermudah mobilitas pegawai pemerintah kolonial untuk memperlancar komunikasi antar daerah, yang pada gilirannya memperkuat kontrol administratif Belanda atas wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Meskipun prioritas utama adalah barang, jalur kereta api juga membuka akses bagi pergerakan penduduk, baik untuk bekerja seperti buruh migran maupun untuk kepentingan lain, meskipun dengan fasilitas yang berbeda antara pribumi dan Eropa.

Meski begitu, hingga saat ini jalur kereta api Malang-Surabaya tetap menjadi koridor transportasi yang vital. Banyak masyarakat khususnya Jawa Timur memanfaatkan kereta api yang melewati “jalur kantong” ini untuk mobilitasi antar kota yang melewati stasiun-stasiun besar dan legendaris.

Jejak sejarahnya pun mengingatkan kita pada era di mana kemajuan teknologi transportasi tidak selalu berarti kemajuan bagi semua pihak, melainkan juga alat bagi kepentingan penguasa, meninggalkan warisan yang kompleks dalam narasi sejarah bangsa.

Stasiun Malang, Pertahankan Gaya Nieuwe Bouwen Bersiap Direnovasi

Waspada, Ini Enam Kesalahan Parkir yang Bisa Bikin Jantung Berdebar

Bagi sebagian besar pengendara, parkir hanyalah rutinitas harian. Cukup temukan area kosong, tarik tiket, dan tinggalkan kendaraan. Namun di balik kesederhanaan itu, tersembunyi sejumlah risiko yang kerap diabaikan, mulai dari tarif yang membengkak, kehilangan barang, hingga kerusakan kendaraan akibat parkir di lokasi yang tidak layak.

Kasus viral tagihan parkir hingga ratusan ribu rupiah di salah satu lokasi parkir belum lama ini, menjadi pengingat nyata bahwa kesadaran terhadap sistem parkir sangatlah penting.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa perlindungan konsumen di area parkir juga membutuhkan peran aktif dari pengguna. Dari membaca tarif, menyimpan bukti transaksi, hingga mengetahui jalur pengaduan saat menghadapi masalah,” ujar Charles Oentomo, Presiden Direktur Centrepark, perusahaan pengelola parkir modern di berbagai kota besar Indonesia, saat dijumpai di Jakarta (3/7/2025).

Charles mengungkap lima kesalahan yang sering dilakukan pengguna kendaraan, namun bisa berujung pada kerugian waktu, uang, bahkan rasa aman. Berikut daftarnya:

1. Langsung Masuk Tanpa Cek Tarif
Meski terkesan sederhana, ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan. Banyak pengendara terburu-buru menarik tiket tanpa memperhatikan papan informasi tarif yang tersedia di pintu masuk. Padahal, setiap lokasi dapat menerapkan skema tarif berbeda, mulai dari flat rate, tarif progresif per jam, hingga tarif khusus akhir pekan.

“Biasakan cek papan tarif sebelum masuk. Kalau ragu, tanya petugas atau tekan tombol bantuan. Kejelasan informasi tarif yang terpampang di pintu masuk juga menjadi indikator penting bagi pengguna dalam memilih lokasi parkir yang aman. Selain bentuk transparansi, juga perlindungan bagi konsumen dari potensi tagihan yang tidak wajar.” ujarnya.

2. Parkir di Sembarang Area
Tergesa-gesa cari slot kosong kadang membuat pengendara asal berhenti di tempat yang dianggap “masih bisa”. Padahal, marka parkir bukan hiasan. Menyalahi marka dapat membuat kendaraan Anda sulit dilacak jika terjadi hal yang tak diinginkan, atau justru mengganggu kendaraan lain dan menimbulkan gesekan kecil, baik secara fisik maupun emosional.

“Parkir yang rapi dan sesuai marka bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut efisiensi ruang, keamanan kendaraan, dan kemudahan dalam sistem pemantauan,” ujar Charles.

 3. Tak Tahu Harus Komplain ke Mana
Tak sedikit pengguna parkir yang merasa dirugikan namun hanya meluapkannya di media sosial. “Padahal, operator profesional seperti Centrepark memiliki jalur pengaduan resmi yang aktif, baik melalui hotline 24 jam, WhatsApp, maupun email,” tutur Charles.

“Kami juga menyediakan petugas di lokasi untuk membantu menyelesaikan kendala teknis atau ketidaksesuaian tarif,” tambahnya. Untuk memudahkan, catat atau foto nomor pengaduan yang biasanya tertera di gerbang masuk.

4. Meninggalkan Barang Berharga dalam Kendaraan
Membiarkan barang berharga seperti tas, laptop, gadget, dompet, atau belanjaan di dalam kendaraan tetaplah berisiko tinggi. Pencurian dapat terjadi dalam waktu singkat, terutama jika barang diletakkan di tempat terbuka yang mudah terlihat dari kaca jendela.

Pelaku kejahatan kerap memanfaatkan momen lengah, dan seringkali mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memecah kaca atau mengakses kendaraan dengan teknik tertentu.

Keamanan parkir bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga dimulai dari kebiasaan pengguna. Membawa serta barang penting saat turun dari kendaraan adalah langkah perlindungan pertama,” ujar Charles. Hindari menaruh barang di kursi depan atau dashboard. Jika memang harus ditinggal, simpan barang di bagasi tertutup dan pastikan pintu kendaraan terkunci dengan baik.

 5. Jadi Sumber Penyebab Antrean Panjang
Kelalaian kecil seperti meninggalkan karcis parkir atau kartu uang elektronik dalam kendaraan sering berujung pada antrean panjang di gerbang keluar. Dalam beberapa kasus, pengguna juga lupa di mana menyimpan tiket, atau baru menyadari saldo uang elektronik tidak mencukupi sesaat sebelum transaksi.

“Hargai waktu orang lain dengan menyiapkan tiket atau kartu sebelum keluar area parkir. Pastikan saldo uang elektronik mencukupi, atau manfaatkan opsi QRIS yang kini tersedia di berbagai lokasi,” ujar Charles.

Kebiasaan sederhana seperti menyimpan tiket di tempat yang mudah dijangkau, mengunci kendaraan dengan benar, dan mengecek metode pembayaran sebelum masuk ke area parkir dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi gangguan bagi pengguna lain. Sikap disiplin ini juga menjadi bagian dari budaya parkir yang aman, tertib, dan saling menghormati di ruang publik.

6. Tidak Memastikan Keamanan Lokasi Parkir
Charles juga mengingatkan agar pengendara memastikan bahwa area parkir dikelola oleh pihak profesional dengan sistem manajemen yang jelas dan resmi. “Lokasi yang ideal umumnya dilengkapi CCTV aktif, pencahayaan yang memadai, serta memiliki petugas yang dapat dihubungi langsung melalui tombol bantuan di dispenser tiket atau alat parkir,” ujarnya.

4 Tips Siasati Sulitnya Parkir di Bandara, Nomor 3 Jarang Terlintas di Benak Penumpang

Jangan Sampai Nyasar! Yuk, Simak Panduan Naik KRL ke Stasiun Pasar Senen

Bagi masyarakat yang biasa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Pasar Senen mungkin sudah hafal rute yang akan ditempuh. Tak hanya itu, menuju ke stasiun yang dominan keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) kelas ekonomi tersebut harus transit atau berpindah kereta menuju peron berikutnya hingga tiba di Pasar Senen.

Namun ternyata masih ada sebagian masyarakat khususnya pendatang dari luar kota yang turun di Stasiun Pasar Senen masih ada yang kebingungan menggunakan KRL menuju kota di Jabodetabek. Hingga kini pemberhentian KRL di stasiun tersebut hanya tersedia satu arah, alias pada peron 6 dengan rute dari arah Cikarang/Bekasi menuju Kampung Bandan. Nah, kabarpenumpang akan memberikan panduan buat kalian yang masih bingung bahkan ragu menggunakan KRL dari atau menuju Stasiun Pasar Senen.

Ilustrasi penumpang KRL di area peron stasiun.

Bagi kalian berdomisili di kawasan Bogor, Depok dan sekitarnya menuju Stasiun Pasar Senen ada beberapa alternatif transit yang bisa dilakukan. Kalian bisa menggunakan KRL kemudian turun di Stasiun Manggarai. Dari Stasiun Manggarai kalian bisa berpindah ke peron 3 lalu naik KRL tujuan Bekasi/Cikarang dan turun Stasiun Jatinegara. Jarak dari Manggarai ke Jatinegara hanya melewati 1 stasiun saja, yaitu Stasiun Matraman. Setelah Stasiun Matraman, kalian bisa langsung turun Stasiun Jatinegara.

Saat tiba di Stasiun Jatinegara, kalian bisa pindah menuju peron 5 lalu naik KRL dengan tujuan Kampung Bandan. Jarak dari Jatinegara menuju Pasar Senen melewati 3 stasiun, yakni Stasiun Pondok Jati, Kramat, dan Gang Sentiong lalu tiba di Stasiun Pasar Senen. Saat tiba, kalian bisa langsung tap out kartu menuju ke pintu masuk KAJJ.

Alternatif berikutnya adalah dari Stasiun Manggarai kalian bisa naik dari peron 2 naik KRL menuju Kampung Bandan dan meneruskan perjalanan ke arah Bekasi/Jatinegara. Dari Manggarai melewati 9 stasiun yakni Sudirman, BNI City, Karet, Tanah Abang, Duri, Angke, Kampung Bandan, Rajawali, dan Kemayoran. Setelah Stasiun Kemayoran KRL tak berhenti di Stasiun Pasar Senen, jadi kalian harus turun di stasiun selanjutnya yaitu Gang Sentiong. Saat tiba di Gang Sentiong, kalian bisa pindah peron menuju Pasar Senen yang berjarak satu petak saja.

Bagi kalian dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang maupun Serpong, kalian bisa turun di Stasiun Tanah Abang. Lalu bisa memilih rute KRL ke arah Pasar Senen dengan rute transit ke arah Jatinegara maupun Gang Sentiong. Begitupun jika kalian naik dari arah Stasiun Tangerang yang turun di Stasiun Duri. Saat tiba di Stasiun Duri sama halnya di Tanah Abang kalian bisa mencari jarak terdekat antara menuju Jatinegara atau menuju Kampung Bandan hingga Gang Sentiong.

Nah, jila kalian dari arah Cikarang maupun Bekasi tak perlu transit stasiun manapun, cukup naik KRL tujuan Kampung Bandan via Pasar Senen. Lalu kalian dengan mudah turun di stasiun tersebut tanpa repot-repot berpindah peron saat di stasiun transit.

Namun, jika kalian dari luar kota dan turun di Stasiun Pasar Senen lalu ingin menggunakan KRL, kalian bisa menuju peron 6. Lalu naik KRL menuju tujuan Kampung Bandan dan bisa meneruskan perjalanan menuju ke berbagai kota dengan rute yang bisa kalian lihat di area stasiun maupun didalam KRL.

Selama menggunakan KRL usahakan untuk selalu mengecek jadwal terlebih dahulu hingga tiba di stasiun tujuan. Jika masih bingung melihat jadwal, kalian tak perlu segan bertanya kepada petugas di stasiun maupun didalam KRL. Karena dengan ramah, petugas akan membatu kalian agar tidak nyasar. Semoga bermanfaat, ya!

Arsitektur Neo Indishce Bikin Stasiun Pasar Senen Tak Lekang Oleh Waktu

Ini Sejarah Nama Pelabuhan Ende Berubah Jadi Pelabuhan Bung Karno

Nama Presiden pertama Indonesia Soekarno tidak hanya digunakan pada Bandara Internasional di Cengkareng, Tangerang dan Pelabuhan di Makassar saja. Tetapi juga di salah satu Pelabuhan Ende, Nusa Tenggara Timur.

Nama pelabuhan itu adalah Pelabuhan Bung Karno yang mana sebelumnya bernama Pelabuhan Ende. Nama ini diubah pada sebelah tahun lalu tepatnya 31 Mei 2014. Pelabuhan Bung Karno sendiri tepatnya berada di Mbongawani, Ende Selatan, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Pelabuhan Depapre Layanin Penumpang Setelah Subsidi Pemerintah Pusat Dihentikan

Perubahan nama tersebut tak lepas dari sejarah Bung Karno yang pernah diasingkan ke Ende bersama keluarganya tahun 1934-1938. Selain itu juga merupakan bagian dari peringatan hari lahir Pancasila.

Dengan nama awal Pelabuhan Ende, pelabuhan ini sudah menjadi pusat perdagangan sejak abad ke-14. Bahkan pelabuhan ini menjadi saksi sejarah penting perjalanan Bung Karno terutama dalam perannya merumuskan Pancasila.

Pelabuhan ini letaknya tepat berada di dekat Laut Sawu dan menjadi penyebrangan antar pulau serta pengangkutan penumpang. Saat ini Pelabuhan Bung Karno juga sebagai tempat aktivitas perdagangan perekonomian khususnya masyarakat Flores Timur.

Bukan hanya sebagai tempat aktivitas perdanganan dan penyeberangan masyarakat, Pelabuhan Bung Karno juga menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah di Ende. Ini karena banyak pelancong yang penasaran untuk mempelajari lebih lanjut masa pengasingan Bung Karno di ende.

Baca juga: Pelabuhan Soekarno-Hatta, Dulu dan Sekarang Tetap Jadi Jalur Utama Perdagangan

Untuk diketahui, perubahan nama ini dideklarasikan oleh Bupati Ende saat itu Ir. Marsel Petu dan menyerahkan naskah deklarasi tersebut pada otoritas pelabuhan. Kala itu, Marsel mengatakan, penggantian nama untuk mengingatkan seluruh masyarakat terutama masyarakat Ende tentang sosok Bung Karno sang Proklamaotor yang diketahui menemukan nilai-nilai Pancasila ketika berada di Ende.

“Sengaja nama Bung Karno yang dipilih agar bisa membedakan dengan bandara Soekarno-Hatta di Jakarta karena kalau nama Bung Karno maka itu berarti hanya ada pada nama pelabuhan yang ada di Kabupaten Ende,”kata Bupati Marsel.

Pulau Onrust – Saksi Bisu Sejarah Maritim Jakarta

Purwakarta, Kota Kecil yang Jadi Pilihan Destinasi Dekat Jakarta

Purwakarta bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang bosan dengan Bandung ataupun Bogor, jaraknya yang tak terlalu jauh dari Jakarta dan untuk tiba di Purwakarta bisa naik bus ataupun ke kereta.

Bila naik bus pun saat tiba di terminal dan ingin ke destinasi, aksesnya cukup mudah. Sebab beberapa angkot (angkutan kota) memiliki rute yang melalui berbagai destinasi di kota kecil Jawa Barat ini.

Salah satu cara paling praktis menuju Purwakarta adalah menggunakan bus antarkota dari Jakarta atau Bekasi. Perjalanan dapat ditempuh dengan harga tiket yang ramah di kantong, berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu tergantung titik keberangkatan.

Bus-bus yang beroperasi ke Purwakarta pun cukup banyak yakni Damri, Sinar Jaya, Budiman, Primajasa dan lainnya. Para operator bus juga menyediakan armada ber-AC dan tempat duduk yang nyaman.

Setibanya di Purwakarta, pelancong bisa turun di dua terminal utama yakni Terminal Ciganea atau Terminal Simpang.Terminal Ciganea terletak di sisi timur kota, tepat di jalur utama Bandung–Jakarta.

Terminal ini menjadi titik persinggahan utama bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi), khususnya dari arah Bandung dan Cikampek. Sedangkan Terminal Simpang berada lebih dekat dengan pusat kota Purwakarta, memudahkan pelancong yang ingin langsung melanjutkan perjalanan ke berbagai tempat wisata dengan angkot atau ojek.

Kedua terminal ini memiliki fasilitas dasar seperti toilet, ruang tunggu, dan area parkir, serta dikelilingi oleh warung makan yang menyediakan makanan lokal dengan harga terjangkau. Nah, apa saja sih destinasi yang bisa dikunjungi pelancong di Purwakarta?

Menawarkan ragam destinasi murah di Purwakarta ada Waduk Jatiluhur. Di sini pemandangannya cukup indah dan pelancong bisa menikmati wahana air dengan tiket masuknya Rp15 ribu.

Tak jauh dari pusat kota, Taman Air Mancur Sri Baduga menyajikan pertunjukan air mancur menari terbesar di Asia Tenggara secara gratis setiap akhir pekan. Sementara Gunung Lembu menjadi favorit pendaki pemula yang ingin menyaksikan matahari terbit dari ketinggian, hanya dengan tiket masuk sekitar Rp20 ribu.

Bagi yang tertarik dengan budaya dan sejarah, Bale Panyawangan Diorama Nusantara menyajikan visual edukatif seputar perjalanan sejarah Indonesia. Jika Anda suka dengan kuliner, banyak warung lokal yang menyajikan menu khas Sunda seperti sate maranggi, pepes, dan sayur asem dengan harga per porsi sekitar Rp10 ribu.

Inilah Destinasi Wisata Murah Dekat dari Stasiun Purwakarta

Tarif Mau Naik, Ojol Resah, Kemenhub: “Belum Final dan Jaga Keseimbangan Pengemudi Serta Aplikator”

Kabar tersiar tarif ojek online akan naik sekitar 8-15 persen dan membuat para pengemudi resah. Pasalnya jika kenaikan terjadi dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyetujuinya, maka hal ini akan berdampak dengan pendapatan pengemudi ojol bila potongan platform tidak diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati. Dia mengatakan, saat ini para pengemudi ojol sudah dipotong 20 persen dari penghasilan mereka setiap mengantar penumpang, barang maupun makanan.

“Potongan platform saat ini tidak mengikuti aturan maksimal 20 persen yang telah ditentukan pemerintah untuk layanan angkutan penumpang roda dua. Apalagi untuk pengantaran barang dan makanan yang tarifnya diserahkan pada harga pasar alias ditentukan sepihak oleh perusahaan platform,” kata Lily.

Keresahan para pengemudi ojol ini kemudian membuat Kemenhub angkat bicara dan menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif tersebut sifatnya belum final. Sebab Kemenhub masih melakukan engkajian dan pendalaman terhadap usulan tersebut.

“Rencana ini masih dalam tahap kajian. Belum ada keputusan yang diambil. Kami masih terus berdiskusi dengan aplikator dan asosiasi pengemudi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Dikutip dari berbagai laman sumber, dalam menetapkan kebijakan ini pemerintah berhati-hati karena akan berdampak langsung pada masyarakat luas khususnya tarif transportasi.

Aan mengatakan, prinsip utama dalam proses ini adalah menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi, kelangsungan bisnis aplikator, dan daya beli masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Setiap kebijakan harus berbasis pada kajian menyeluruh dan mempertimbangkan seluruh aspek ekonomi dan sosial. Kami ingin keputusan yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan mitra pengemudi, perusahaan aplikator, serta legislator, guna merumuskan solusi terbaik atas berbagai isu dalam ekosistem transportasi daring.

Selain tarif, Kemenhub juga tengah mengkaji usulan pembatasan potongan biaya aplikasi sebesar maksimal sepuluh persen. Usulan ini disuarakan oleh sejumlah mitra pengemudi, namun belum terdapat keputusan resmi dari pemerintah.

Ke depan, Kemenhub akan memprioritaskan penyusunan regulasi yang lebih komprehensif dan akomodatif terhadap dinamika ekosistem transportasi daring. Pemerintah berharap proses perumusan kebijakan ini dapat menciptakan solusi yang dapat diterima seluruh pihak dan memberikan manfaat optimal bagi keberlanjutan industri.

Resah Gelisah Tarif Promo, Pengemudi Ojol Ada yang Unjuk Rasa, Ada yang Bersyukur

Capai Target Kualitas Udara, 300 Bus Listrik dan Diesel Modern Hadir Bertahap di Budapest

Bus listrik kini bisa dikatakan mulai menguasai transportasi dunia. Ini terlihat dari banyaknya negara di berbagai benua yang sudah menggunakan bus listrik sebagai moda transportasi umum mereka.

Seperti di Budapest, Hungaria yang akan meningkatkan transportasi umum mereka bukan hanya dengan bus diesel tetapi juga dengan bus listrik. Dalam beberapa tahun mendatang 300 bus diesel dan listrik modern akan tiba di Budapest sebagai bagian dari proses pengadaan oleh Pusat Transportasi Budapest (BKK).

Bus-bus tersebut memiliki lantai rendah dan yang pertama dilengkapi kamera serta sistem informasi penumpang modern di Budapest. Bus akan mulai beroperasi musim panas ini serta akan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.

Sasaran BKK adalah untuk meningkatkan proporsi kendaraan tanpa emisi di sektor bus. Sebagai bagian dari tujuan ini, bus listrik penuh, termasuk bus gandeng BYD, akan mulai beroperasi pada musim semi 2026.

Bus-bus tersebuta akan melayani rute dalam kota yang sibuk dan rencananya 70 bus listrik baru, 50 bus biasa, dan 20 bus gandeng akan hadir tahun 2027 mendatang. Nantinya bus listrik akan memberikan kontribusi pencapaian target iklim dan meningkatkan kualitas Udara.

Ádám Bodor, Wakil CEO Mobilitas di BKK, menekankan bahwa dua pertiga dari semua perjalanan di sistem transportasi umum ibu kota sudah dilakukan dengan kendaraan listrik, dan elektrifikasi sektor bus akan menjadi tonggak sejarah lainnya di jalan menuju keberlanjutan.

Pada periode mendatang, tidak hanya kendaraan listrik tetapi juga kendaraan diesel modern akan mulai beroperasi mulai musim panas tahun 2025, lebih dari 200 bus Mercedes baru akan hadir, termasuk kendaraan gandeng, tunggal, dan berkapasitas sedang dalam kategori MaxiMidi.

Bus-bus ini pertama-tama akan beroperasi pada rute yang menghubungkan pusat kota dengan Újpalota dan distrik Buda, seperti jalur 8E dan 133E, dan kemudian pada rute lain di Pest dan Buda. Dengan bus-bus baru tersebut, pada tahun 2027, hampir 90 persen armada bus ibu kota akan menjadi modern, dengan sistem penggerak EURO 5 atau lebih canggih, yang mengurangi emisi polutan udara lokal sekitar 8.000 ton per tahun.

Pembaruan armada kendaraan akan terus berlanjut dalam jangka panjang seperti trem CAF modern, berlantai rendah, ber-AC, dan bus listrik baru akan tiba di Budapest dengan pembiayaan bersama UE. BKK saat ini tengah mengerjakan proses publik yang dapat menghasilkan penambahan hingga 160 bus listrik baru dan lebih dari 100 trem baru ke armada.

Dr. Katalin Walter, CEO BKK, menekankan bahwa meskipun sumber daya keuangan terbatas, lebih dari 430 kendaraan, termasuk 350 bus, telah diperbarui di Budapest selama 4,5 tahun terakhir, yang secara fundamental telah meningkatkan daya saing angkutan umum.

Pengembangan yang direncanakan bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang, tetapi juga untuk memenuhi komitmen keberlanjutan dan perlindungan iklim serta lebih meningkatkan kualitas udara di Budapest.

Semarang Uji Coba Bus Listrik Otonom (Tanpa Pengemudi) di Jalan Pemuda

Pemkot Palu Perluas Layanan Bus Trans Palu Jadi Empat Koridor

Bus Trans Palu resmi diperluas pelayanannya oleh Pemerintah Kota Palu pada Senin (1/7/2025) kemarin. Perluasan layanan ini merupakan komitmen Pemkot Palu dalam memberikan kenyamaan dan keamanan bagi masyarakat.

Ada empat koridor utama yang dilayani Trans Palu dengan masing-masing koridor memiliki dua hingga tiga rute berbeda untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat di berbagai penjuru kota.

Koridor 1 melayani tiga rute strategis:
1. Terminal Mamboro – Pelabuhan Pantoloan,
2. Terminal Mamboro – Pusat Kota,
3. Terminal Mamboro – Balai Kota.

Koridor 2 juga mencakup tiga rute penting:
1. Pasar Manonda – Bandara Mutiara Sis Al-Jufri,
2. Pasar Manonda – Balai Kota,
3. Balai Kota – Hunian Tetap (Huntap) Petobo.

Koridor 3 beroperasi dengan dua rute yang menjangkau pusat kota hingga wilayah pendidikan dan permukiman padat:
1. Pusat Kota – Jalan Karanjalemba melalui Jalan Moh. Yamin,
2. Pusat Kota – Jalan Karanjalemba melalui Jalan Monginsidi.

Koridor 4 menghubungkan Kelurahan Tipo dan tengah kota melalui dua rute:
1. Terminal Tipo – Pasar Manonda,
2. Terminal Tipo – Pusat Kota.

Perluasan layanan ini diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas warga terhadap transportasi umum. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto mengatakan, perluasan ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi demi menekan kemacetan dan polusi udara di wilayah kota.

Operasional Bus Trans Palu dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA, dengan frekuensi keberangkatan yang diatur untuk memastikan waktu tunggu yang efisien di setiap rute.

Pemerintah Kota Palu mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebagai solusi transportasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Sebelumnya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat memimpin rapat membahas operasional Bus Transpalu didampingi Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dan Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo menginstruksikan agar koridor bus segera dilakukan perubahan.

“Pokoknya saya minta semua koridor diisi semua,” kata Wali Kota.

Instruksi tersebut sebagai persiapan menggratiskan biaya tiket Bus Trans Palu bagi seluruh pelajar, mulai dari anak PAUD hingga mahasiswa. Kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru tahun 2025-2026.

“Jadi semua anak anak anak wajib punya kartu pelajar atau kartu mahasiswa,” kata Hadianto.

Rapat yang berlangsung di ruang kerja wali kota, menghadirkan organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait, sebagaimana dikutip dari akun Facebook @Hadianto Rasyid. Hadianto menjelaskan, kartu pelajar atau kartu mahasiswa itu harus diperlihatkan oleh pelajar saat hendak naik ke Bus Trans Palu.

Sehingga, setelah rapat, Wali Kota Hadianto meminta kepada Sekda Irmayanti untuk mengkordinasikannya ke Dinas Pendidikan Kota Palu.

“Dinas pendidikan harus diberi tahu agar seluruh siswa mulai tingkat SD hingga SMP dibuatkan kartu pelajar,” imbuhnya.

Bus AKAP Sulawesi Lebih Banyak Gunakan Sasis Tenaga Besar

Rayakan HUT ke-22 KAI Services, Kuliner Kereta Hadirkan Promo Special Rp22.000

Rayakan HUT ke 22 KAI Services, Kuliner Kereta by KAI Services hadirkan Promo Happy Culinary di atas kereta. Kuliner Kereta menyajikan special menu untuk para penumpang kereta api dengan harga special yakni Rp22.000 mulai tanggal 2 Juli 2025 hingga 4 Juli 2025.

Promo Happy Culinary di Kuliner Kereta menghadirkan menu-menu yang menjadi favorit para penumpang diantaranya Bakso Enak yang tersedia di seluruh kereta makan wilayah Jawa. Ada juga menu Popblak yang tersedia di seluruh Kereta Makan wilayah Palembang. Ada juga Pop Snack Combo yang tersedia di seluruh kereta makan wilayah Medan.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, mengatakan, dalam rangka memeriahkan HUT KAI Services tanggal 2 Juli 2025, kami menghadirkan rangkaian acara salah satunya adalah promo Happy Culinary, persembahan Kuliner Kereta. Penumpang dapat menikmati menu-menu favorit  dengan harga special, salah satunya Bakso Enak dengan harga special Rp22.000.

“KAI Services menghadirkan promo menarik dengan tawaran menu-menu yang enak untuk para penumpang kereta api. Penumpang dapat menikmati promo ini diseluruh kereta makan di wilayah Pulau Jawa. Kami juga memudahkan para penumpang dengan menyediakan pembayaran melalui transaksi non cash.” ujar Firhan dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (3/7).

KAI Services menggelar serangkaian acara dalam perayaan HUT KAI Services pada 2 Juli 2025. Selain menggelar doa bersama, pemberian santunan anak yatim, dan Reska Berbagi, KAI Services juga menghadirkan beragam promo menarik untuk para penumpang kereta api.

Sambut Liburan Sekolah, KAI Services Hadirkan Kids Fun Menu Persembahan Kuliner Kereta