Tanpa Investasi Hardware, Bandara Aberdeen Hadirkan Asisten Digital Inovatif dengan QR Code

Bandara Internasional Aberdeen di Skotlandia telah meluncurkan ‘Hello Aberdeen’, yaitu asisten digital inovatif yang dirancang untuk memberikan dukungan instan dan meningkatkan setiap tahapan perjalanan penumpang.

Dikembangkan melalui kemitraan dengan Hello Lamp Post, solusi tersebut dikatakan memberikan bantuan personal secara langsung, membantu penumpang mengakses informasi penting dan menavigasi terminal dengan mudah.

Tersedia melalui kode QR di seluruh bandara, layanan ini menawarkan dukungan instan pada perangkat seluler, melayani semua penumpang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan aksesibilitas dan pelancong internasional.

Dengan mengotomatiskan respons terhadap pertanyaan rutin, layanan ini mengurangi volume pertanyaan umum yang ditujukan kepada staf, sehingga tim operasional dapat fokus pada tugas yang lebih kompleks dan mendesak.

Menurut otoritas Bandara Aberdeen, ‘Hello Aberdeen’ juga membuka wawasan baru tentang kebutuhan penumpang, membantu bandara mengidentifikasi tren, meningkatkan layanan, dan menangani area utama yang perlu ditingkatkan.

Uji coba penggunaan asisten digital baru diadakan tahun lalu di Bandara Glasgow bekerja sama dengan Connected Places Catapult dengan fokus pada penumpang yang membutuhkan bantuan khusus. Dari hasil evaluasi, layanan jenis ini diklaim mencapai tingkat kepuasan mencapai 86%, dengan pengguna lebih dari 12.300 per tahun.

Mark Beveridge, direktur pelaksana Bandara Internasional Aberdeen, mengatakan: “Kami sangat senang dapat meluncurkan teknologi canggih ini yang akan membantu penumpang dengan informasi terkini yang tersedia.

“Asisten bertenaga AI ini kami harap akan semakin meningkatkan pengalaman pelanggan, memastikan perjalanan yang lebih lancar dan lebih personal bagi semua yang melewati Bandara Internasional Aberdeen.”

Lihat Barcode atau QR Code di Tiket Anda? Inilah Maknanya!

QR

Terbengkalai dan Tak Terurus, Dermaga Pelabuhan Kendal Masih Kokoh

Terbengkalai dan dijadikan tempat mancing, merupakan kondisi Pelabuhan Kendal, Jawa Tengah saat ini. Pelabuhan ini berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dan dibangun sejak tahun 2004 silam.

Pelabuhan Kendal diresmikan Menteri Perhubungan kala itu Ignatius Jonan pada 21 Februari 2016. Keberadaan Pelabuhan Kendal saat diresmikan digadang-gadang bisa membuat Kabupaten Kendal untung dalam mengembangkan kerja sama antar kota/kabupaten khususnya sektor ekonomi.

Namun sayang beribu sayang, Pelabuhan Kendal kini nyaris tak berdenyut operasional pelayarannya. Berhentinya operasional Pelabuhan Kendal bukan dikarenakan tak ada industri yang menopang.

Baca juga: Pelabuhan Ferry Penajam Punya Peran Penting dalam Pembangunan IKN

Pasalnya, Kendal memiliki Kawasan Indistri Kendal (KIK) yang cukup berkembang. Permasalahan tak beroperasinya Pelabuhan ini karena terlalu kecil dan perairannya terlalu dangkal.

Bahkan terlalu lemah dalam mendesain integrasi dengan sistem transportasi nasional. Pelabuhan Kendal memiliki dermaga dengan Panjang 218 meter dan kedalam yang tidak bisa lagi dilayari kapal besar sejak 2004 karena pendangkalan.

Pada saat masih beroperasi, KMP Kalibodri milik PT ASDP Indonesia Ferry sempat melayani rute penyeberangan di pelabuhan ini. Kala itu, KMP Kalibodri melayani penyeberangan Kendal ke Kumai, Kalimantan Tengah.

Namun karena pendangkalan, membuat kapal ferry itu tak lagi bisa merapat. Bisa dikatakan ini menandakan kalkulasi teknis serta lingkungan sejak awalnya memang belum matang.

Selain itu hingga kini belum ada pihak swasta yang bersedia bekerja sama karena alasan birokrasi yang dinilai rumit dan berbelit-belit.  Padahal, pelabuhan yang tidak layak untuk pelayaran antar pulau akan kehilangan maksa sebagai simpul logistik maritim.

Saat ini, dua tahun sudah Pelabuhan Kendal terbengkalai dan tak ada aktivitas apapun. Untuk diketahui, pelabuhan ini dibangun dengan investasi lebih dari Rp567 miliar dan memiliki luas 63 hektare.

Pelabuhan ini meski sudah tak lagi beroperasi, tetapi dermaga Pelabuhan masih terlihat kokoh meski berlumut.  Pelabuhan yang baik bukan sekadar yang dalam lautnya atau luas lahannya, tetapi yang dalam dampaknya bagi masyarakat dan luas manfaatnya bagi bumi.

Pelabuhan Agats, Jantung dan Urat Nadi Masyarakat Asmat

Cina Luncurkan Jaringan Internet 10G Secara Komersial, Kecepatan Unduh Nyaris 10 Gbps

Cina kembali mencapai kemajuan signifikan dalam infrastruktur internetnya, yakni meluncurkan jaringan broaband 10-Gigabit (10G) komersial pertamanya di Kabupaten Sunan, Provinsi Hebei.

Proyek tersebut, yang merupakan upaya kolaboratif antara perusahaan raksasa telekomunikasi Huawei dan operator milik pemerintah, China Unicom, bertujuan untuk memberikan akses internet yang jauh lebih cepat.

Menurut laporan The Economic Times, spesifikasi resmi 10G menargetkan kecepatan unduh hingga 9.834 Megabit per detik (Mbps) – hampir 10 Gigabit per detik (Gbps) – kecepatan unggah sekitar 1.008 Mbps, dan latensi jaringan serendah 3 milidetik.

Jaringan ultra-cepat ini memanfaatkan teknologi Passive Optical Network (PON) 50G generasi berikutnya, yang meningkatkan kemampuan transmisi data melalui infrastruktur serat optik yang ada.

Seberapa cepat internet 10G dibandingkan dengan kecepatan pita lebar umum saat ini Untuk menggambarkan peningkatan kecepatan, mengunduh film 4K berukuran 20 GB, tugas yang mungkin memerlukan waktu 7-10 menit pada koneksi 1 Gbps biasa, berpotensi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 20 detik menggunakan layanan 10G yang baru.

Lonjakan kecepatan memungkinkan penanganan aplikasi pita lebar yang menuntut dengan mudah. Aktivitas seperti komputasi awan, pengalaman realitas virtual dan augmented reality (VR/AR) yang imersif, streaming video 8K definisi sangat tinggi, dan pengelolaan ekosistem rumah pintar yang kompleks diharapkan berjalan jauh lebih lancar.

Penerapan ini pada dasarnya menempatkan Cina di garis depan teknologi broadband yang tersedia secara komersial, melampaui kecepatan tertinggi yang saat ini diiklankan di negara-negara terkemuka lainnya seperti UEA dan Qatar.

Selain meningkatkan aplikasi hiburan dan konsumen, penerapan pita lebar 10G diharapkan dapat mendorong inovasi di berbagai sektor. Transmisi data yang lebih cepat dan lebih andal diharapkan dapat memfasilitasi kemajuan di bidang-bidang seperti telemedicine, transportasi, pendidikan jarak jauh, dan pertanian pintar yang intensif data.

Teknologi 5G, Apakah Aman untuk Perkeretaapian Dunia?

Sambut Parade 100 Tahun Operasional KRL, Railfans Kompak Kenakan Batik

Perayaan 100 tahun operasional Kereta Rel Listrik (KRL) sungguh meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang menyaksikannya. Acara yang berlangsung pada, Selasa pagi (23/4) ini diselenggarakan di Stasiun Jakarta Kota.

Acara bertema “100 Years of KRL: The Everlasting Urban Transport” menegaskan peran KRL sebagai angkutan perkotaan andalan. Beberapa rangkaian KRL dari berbagai seri termasuk lokomotif listrik pertama pun di pamerkan.

Seperti halnya Lokomotif listrik ESS 3200 tersebut digandeng kereta Joko Kendil yang dahulu melayani jalur Tanjungpriok-Meester Cornelis pada masanya. KRL seri Tokyu 8500 ber-livery JALITA memperlihatkan nostalgia moda kereta komuter sejak 2009. Livery JALITA, akronim “Jalan-jalan Lintas Jakarta,” ini pertama kali dibeli KAI Commuter pada tahun 2009.

KAI Commuter juga memamerkan KRL baru produksi CRRC dan PT INKA (Persero) yang akan beroperasi di Jabodetabek. Adapun parade yang dipamerkan di Stasiun Jakarta Kota, meliputi: lokomotif listrik ESS 3200 dan rangkaian Djoko Kendil ini masuk di jalur 8, KRL Livery JALITA masuk di jalur 6, KRL seri 7023 masuk di jalur 5, KRL CRRC di jalur 4 dan KRL dari PT INKA masuk jalur 3.

KRL pertama kali dioperasikan oleh Staats Spoorwegen (SS) pada 6 April 1925 untuk lintas Tanjungpriok – Meester Cornelis (Jatinegara). Seabad kemudian, layanan Commuter Line telah tumbuh menjadi sistem transportasi andalan yang melayani lintas Jabodetabek, Yogyakarta – Palur, KA Prambanan Ekspres di Yogyakarta, serta KA lokal di wilayah Bandung dan Surabaya. Momen bersejarah ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang sekaligus bukti nyata konsistensi KAI Group dalam menghadirkan moda transportasi massal yang modern, aman, dan berwawasan lingkungan.

KRL buatan PT INKA (kiri) dan KRL buatan CRRC Sifang (kanan) dipamerkan di jalur 3 dan 4 Stasiun Jakarta Kota.

Dari semaraknya acara tersebut ternyata tak sedikit masyarakat pecinta kereta api atau biasa disebut ‘Railfans’ ini turut hadir untuk mengabadikan momen yang sangat jarang mereka temukan. Terlebih acara ini merupakan perayaan menyambut 100 tahun operasional KRL. Tak heran beberapa rangkaian KRL yang dijadikan parade ini banyak yang memfavoritkan tiap unitnya.

Tak hanya itu, saking kompaknya mereka saat dilokasi ternyata tak sedikit pula yang mengenakan seragam batik nusantara. Meski saat informasi tersebar, undangan yang hadir wajib menggunakan batik, padahal undangan tersebut di khususkan untuk peserta yang telah mendapat pengunguman registrasi. Mengenakan batik pada saat acara formal maupun non formal merupakan cerminan orang sebagai bangsa Indonesia yang mencintai batik asli dari tanah air.

Rayakan 100 Tahun Operasional, ‘Pasukan KRL’ Parade di Stasiun Manggarai dan Tanjung Priok

Terminal Terboyo, Dulu Berjaya Kini Hanya Jadi ‘Bayangan’

Di ujung timur Kota Semarang, berdiri Terminal Terboyo, sebuah simpul transportasi yang dulu menjadi denyut nadi para perantau, pedagang, dan pelancong. Meskipun kini tak lagi semegah masa jayanya, Terminal Terboyo tetap menyimpan cerita dan denyut kehidupan yang tak pernah padam.

Terminal ini sempat menjadi yang terbesar di Kota Semarang, menjadi titik awal dan akhir perjalanan darat lintas kota dan provinsi. Puluhan bus AKAP (antarkota antarprovinsi) hilir-mudik, mengantar penumpang menuju kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, hingga ke pelosok Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Namun waktu terus berjalan, dan wajah Terboyo pun berubah. Terboyo kini lebih dikenal sebagai terminal transit bagi angkot, bus kota, dan kendaraan umum yang melayani rute dalam kota dan antar kabupaten.

Meski demikian, semangat tak pernah benar-benar surut. Para sopir, pedagang kecil, dan penumpang masih setia menjadikan Terboyo sebagai titik temu harian. Terminal Terboyo pun beralih fungsi menjadi terminal bayangan dan kabarnya kan dialihfungsikan menjadi empat parkir angkutan barang seperti peti kemas.

Baca juga: Gerbang Transportasi Utama Surabaya, Terminal Purbaya Punya Luas 11,9 Hektare

Sedangkan urusan naik turun penumpang, bus AKAP akan dipindahkan ke Terminal Mangkang dan bus AKDP ke Terminal Penggaron. Penutupan terminal ini bukan hanya masalh banjir air rob yang kerap kali terjadi.

Tetapi karena masalah tindak kriminal contohnya seperti pemalakan dan aksi premanisme. Bahkan pula, aksi calo di terminal ini cukup membuat penumpang ketar ketir. Ini karena para calo seperti terang-terangan menodong penumpang yang terlihat bukan orang Semarang melainkan pendatang.

Terboyo memang telah berubah, namun perubahan bukan berarti akhir. Terminal Terboyo mungkin tak lagi menjadi pusat keramaian seperti dulu, tetapi jejak sejarah dan kisah manusianya tetap hidup.

Di balik dinding usang dan lantai yang mulai retak, masih tersimpan denyut kehidupan yang jujur—tentang harapan, perjalanan, dan manusia yang tak pernah berhenti bergerak. Untuk diketahui, Terminal Terboyo terletak di Terboyo Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Terminal Jati Kudus, Rumah Bagi Bus Malam Premium

Bus Mapan Ceria, Mudahkan Anak Disabilitas Berangkat Sekolah

Bus Mapan Ceria baru saja diluncurkan untuk anak-anak bekebutuhan khusus atau disabilitas. Nama Mapan Ceria merupakan akronim dari Moda Angkutan Aman dan Nyaman, Cinta dan Empati Untuk Anak Istimewa.

Peluncuran bus Mapan Ceria dilakukan oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada Senin (21/4/2025). Ada dua mikro bus yang digunakan untuk mengangkut anak-anak disabilitas ini.

Kedua bus tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan akan menjadi transportasi layanan antar jemput bagi anak-anak disabilitas di Kota Kediri, Jawa Timur. Bus Mapan Ceria sendiri pertama kali digunakan oleh siswa-siswi dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Asih Balowerti.

SLB Putra Asih Balowerti dipilih dalam pilot project ini karena memiliki jumlah murid lebih banyak dibandingkan SLB lainnya di Kediri yakni 148 siswa. Vinanda mengatakan, kehadiran bus Mapan Ceria untuk memudahkan anak-anak disabilitas dalam penggunaan transportasi.

Ini karena anak-anak disabilitas sulit berangkat ke sekolah. Dirangkum dari berbagai laman sumber, menurut Vinanda, dengan pembangunan berkeadilan, maka harus dibangun dengan cinta, empati, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Fakta Bus Sekolah Tangsel, dari Angkutan Umum Hingga Gratis Bagi Pelajar

Hal ini pula yang mendasari nama bus Mapan Ceria tersebut. Satu bus mikro bisa mengangkut 20 penumpang.

“Kami menyadari bahwa secara aksesibilitas belum sepenuhnya ramah untuk pengguna kursi roda. Semoga ke depan Kota Kediri dapat menghadirkan moda trasportasi publik yang benar-benar inklusif dan fungsional untuk semua,” jelas Vinanda.

Sejalan dengan itulah, pemerintahannya bersama Gus Qowim berkomitmen bahwa pengarusutamaan gender harus menjadi roh dalam setiap kebijakan yang diambil. Kehadiran Mapan Ceria bisa menjadi langka awal Kota Kediri semakin inklusif, manusiawi, dan penuh empati.

Tidak hanya di sektor transportasi tetapi juga di semua aspek pembangunan, agar anak-anak disabilitas dan kelompok rentan lainnya merasa diterima, dilayani dan dihargai.

“Untuk perempuan jangan takut untuk bermimpi. Kita ingin anak-anak perempuan, anak-anak disabilitas, semua kelompok rentas punya kesempatan yang sama. Serta memiliki ruang untuk tumbuh, belajar dan berdaya,” jelasnya.

TransJakarta Perkenalkan 3 Varian Bus Baru, Lebih Bersahabat Bagi Penyandang Disabilitas dan Lansia

Naik KA PSO Masih Jadi Pilihan Utama, Warganet: Lebih Hemat Walaupun Fasilitas Sederhana

Menggunakan kereta api saat berlibur atau saat berkunjung ke sanak saudara diluar kota memang sangat praktis, nyaman dan cepat. Apalagi saat diperjalanan penumpang dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang tersedia ditiap rangkaiannya. Mulai dari toilet yang bersih, kebutuhan bersosial media menggunakan ponsel, sampai pada menu makanan yang tiap waktu melayani dan disajikan kepada para penumpangnya.

Namun siapa sangka, fasilitas yang berada di kereta api tak semuanya sama karena faktor dari jenis/kelas pada kereta api. Berbeda dengan kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi premium, kelas yang satu ini bisa dikatakan sederhana namun harganya pun sangat terjangkau. Ya, kereta api dengan tarif yang cukup rendah atau Public Service Obligation (PSO) inilah ternyata masih sangat diminati masyarakat. Pada Gapeka 2025 kereta api bertarif PSO ini masih tetap melayani masyarakat yang ingin bepergian keluar kota dengan harga yang jauh lebih murah.

Fyi, kehadiran kereta api dengan tarif PSO ini merupakan hasil dari dukungan kuat Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan transportasi publik yang terjangkau dan merata. Kereta PSO adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menyediakan transportasi yang bisa diakses semua kalangan, terutama masyarakat menengah ke bawah.

KAI pun sangat mengapresiasi dukungan dari DJKA Kemenhub yang terus konsisten hadir dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kehadiran KA PSO yang tetap aktif melayani masyarakat menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah dan KAI berjalan efektif. Subsidi dari pemerintah melalui program PSO tidak hanya menjaga tarif tetap terjangkau, tetapi juga mendorong lebih banyak masyarakat untuk beralih ke moda transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.

KA Serayu melayani rute Purwokerto – Pasar Senen pp. (Foto: Dok. Istimewa)

Adapun untuk KA PSO yang melayani lintas jalur Jawa dan Sumatera yaitu KA Serayu (Pasar Senen – Purwokerto pp.), KA Airlangga (Pasar Senen – Purwosari pp.), KA Airlangga (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp.), KA Cikuray (Pasar Senen – Garut pp. )KA Kutojata Selatan (Kiaracondong – Kutoarjo pp.), KA Kahuripan (Kiaracondong – Blitar pp.), KA Tawang Alun (Malang – Ketapang pp.), KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Ketapang pp.), KA Kuala Stabas (Baturaja – Tanjungkarang pp.), dan KA Putri Deli (Tanjungbalai – Medan pp.).

\KAI berharap, PSO yang dijalankan pemerintah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelanggan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya konektivitas antardaerah dan pemerataan akses transportasi yang layak. Dengan tarif bersubsidi, ucap Anne, masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi tetap bisa bepergian dengan nyaman dan aman. Tertarik menggunakan KA PSO?

Kabar Gembira! Ini Daftar PSO (Subsidi) Kereta Api Ekonomi dan Perintis Tahun 2022

Cegah Korsleting Power Bank, Otoritas Penerbangan Korea Selatan Bakal Gunakan Kantong Plastik

Buntut dari insiden kebakaran fatal yang menimpa pesawat Air Busan di Bandara Internasional Gimhae di Busan pada 30 Januari 2025, telah meningkatkan kewaspadaan ekstra, pasalnya ada dugaan penyebabnya adalah baterai pada power bank penumpang yang terbakar sebelum penerbangan menuju Hong Kong.

Tak ingin kejadian terulang, para ahli merekomendasikan tindakan lain untuk mencegah korsleting internal, salah satunya adalah usulan untuk menempatkan baterai powerbank di kantong plastik

Seperti dikutip The Korean Times, petugas keamanan bandara di Korea mungkin akan segera menambahkan barang penting lain ke dalam perlengkapan mereka di samping detektor logam genggam dan sarung tangan inspeksi.

Sejak bulan lalu, penumpang diharuskan membawa baterai mereka di dalam tas selama penerbangan untuk melindungi terminal dari kontak dengan barang lain, sebagai bagian dari tindakan untuk mencegah potensi kebakaran dari baterai tanpa perlindungan korsleting.

Bagi mereka yang lupa melakukannya, petugas pemeriksa di pemeriksaan keamanan akan menyediakan kantong plastik bagi penumpang, menurut pedoman yang dikeluarkan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi baru-baru ini kepada otoritas bandara.

Gegara Insiden Air Busan, Mulai 1 Maret Korea Selatan Berlakukan Aturan Ketat Terkait Power Bank dan Rokok Elektrik

Tindakan ini dilakukan setelah kebakaran di dalam pesawat Air Busan pada bulan Januari. Diduga baterai powerbank yang disimpan di tempat penyimpanan atas terbakar sesaat sebelum lepas landas di Bandara Internasional Gimhae, yang memaksa evakuasi darurat seluruh 176 penumpang dan awak.

Arahan kementerian tersebut dengan cepat menuai kritik, dengan pertanyaan yang paling mendesak: Apakah kantong plastik benar-benar efektif dalam mencegah kebakaran baterai?

“Membagikan kantong plastik sama sekali tidak ada gunanya,” kata Lee Yong-kang, seorang profesor keamanan penerbangan di Universitas Hanseo

“Tidak seperti baterai yang dapat dilepas di ponsel lama, power bank masa kini adalah unit tertutup, yang membuat risiko kebakaran dari korsleting eksternal sangat rendah,” katanya.

Lebih buruk lagi, banyak penumpang membuang kantong plastik setelah melewati pos pemeriksaan keamanan untuk menggunakan baterai di area imigrasi, menurut seorang pejabat senior dari cabang Incheon dari Konfederasi Serikat Buruh Korea, salah satu dari dua serikat pekerja payung terbesar di negara tersebut.

“Sebagian besar penumpang akhirnya membuang kantong plastik, sehingga tindakan tersebut tidak efektif,” katanya yang tidak mau disebutkan namanya.

Para ahli mengatakan pemerintah harus fokus pada tindakan yang lebih praktis untuk mencegah korsleting internal. Lee berpendapat bahwa pendekatan yang lebih efektif untuk mencegah risiko kebakaran dalam penerbangan yang terkait dengan baterai litium adalah dengan melengkapi pesawat dengan kontainer portabel yang diisi dengan pasir kering — yang terbukti efektif terhadap kebakaran akibat baterai lithium, atau dengan agen pemadam yang dirancang untuk kebakaran logam, daripada mengandalkan kantong plastik.

“Dengan begitu, jika risiko kebakaran muncul, power bank portabel dapat ditempatkan di dalam dan segera disegel,” katanya.

Langkah keselamatan lain yang direkomendasikan adalah mendorong penumpang untuk membawa lebih sedikit baterai yang terisi penuh, karena baterai yang terisi penuh lebih rentan terhadap kebakaran yang disebabkan oleh kegagalan sirkuit internal.

Badan Penerbangan Federal AS, misalnya, menyarankan agar sel litium-ion yang tidak dikemas dengan atau terdapat dalam peralatan diangkut dengan kondisi daya tidak lebih dari 30 persen saat dikirim sebagai kargo.

Para ahli juga merekomendasikan penggunaan baterai dengan Tanda Sertifikasi Korea, yang dianggap lebih aman.

Di negara-negara besar lainnya, menempatkan setiap baterai dalam kantong plastik dapat dianggap sebagai salah satu metode yang dapat diterima di antara beberapa metode lainnya, tetapi bandara tidak mendistribusikan kantong plastik, dan tidak diwajibkan seperti di Korea.

Di Amerika Serikat, baterai lithium-ion cadangan yang tidak terpasang — termasuk power bank dan casing pengisi daya ponsel — hanya diizinkan dalam tas jinjing. Untuk mencegah korsleting, terminal baterai harus dilindungi, biasanya dengan pita nonkonduktif.

Uni Eropa mengikuti kebijakan yang sama tetapi melangkah lebih jauh, dengan mewajibkan agar baterai diuji dengan benar sesuai dengan Manual Uji dan Kriteria Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk memastikan kepatuhan, pelancong didorong untuk membeli baterai dari pengecer yang memiliki reputasi baik dan menghindari produk berbiaya rendah dari sumber yang tidak dapat diandalkan.

Ada Pembatasan Kapasitas mAh pada Power Bank di Dalam Kabin Pesawat, Ini Sebabnya!

Di Luar Harga Tiket Pesawat, Otoritas Penerbangan Filipina Tetapkan Biaya $17 per Pax Untuk Penumpang Internasional

Otoritas Penerbangan Sipil Filipina – Civil Aviation Authority of the Philippines (CAAP) telah mengumumkan kenaikan biaya layanan penumpang – passenger service charges (PSC) menjadi $17 untuk penumpang internasional di semua bandara di bawah yurisdiksinya.

Penyesuaian tersebut, yang diuraikan dalam Memorandum Circular (MC) No. 019-2025 tertanggal 4 April 2025, dilakukan menjelang musim perjalanan musim panas, saat lalu lintas penumpang biasanya melonjak.

Surat edaran tersebut, yang ditandatangani oleh Raul L. Del Rosario, Direktur Jenderal lembaga tersebut, berisi jadwal revisi semua bandara dan biaya konsesi serta biaya untuk semua bandara di bawah CAAP.

Menurut surat edaran tersebut, PSC untuk penerbangan internasional akan naik dari 700 peso menjadi 900 peso ($17) per penumpang, atau ada kenaikan sebesar 28%.

Bagi Kamu yang Mau Melancong ke Thailand, Ada “Pajak Perjalanan” Mulai Berlaku di Pertengahan 2025

Filipina memiliki 12 bandara internasional, termasuk hub utama seperti Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) di Manila, Clark di Pampanga, dan Bandara Internasional Mactan-Cebu di Cebu.

Sebagai perbandingan, penumpang yang terbang dari Bandara Changi Singapura saat ini membayar biaya layanan dan keamanan penumpang (PSSF) sebesar $46,40, yang selanjutnya akan meningkat sebesar $3 per tahun mulai 1 April 2027.

Menurut CAAP, PSC biasanya sudah termasuk dalam harga tiket saat penumpang memesan tiket, dan maskapai bertanggung jawab untuk mengirimkan pembayaran ke bandara.

Namun, karena kebijakan baru, biaya tambahan sekarang harus dibayarkan langsung di bandara, jika biaya yang lebih rendah dibebankan pada saat tiket dibeli.

Penumpang disarankan untuk menyiapkan jumlah yang cukup untuk menutupi biaya terminal tambahan. Memorandum tersebut secara tegas menyatakan bahwa penumpang yang menolak atau gagal membayar PSC yang diwajibkan tidak akan diizinkan untuk menaiki pesawat mereka.

Namun, pengecualian diberikan untuk kategori tertentu, termasuk anak-anak di bawah usia dua tahun, penumpang transit, pekerja Filipina di luar negeri (OFW) yang meninggalkan negara tersebut, dan penumpang yang ditolak masuk ke Filipina.

Surat edaran tersebut menunjukkan bahwa tarif baru akan diberlakukan 15 hari setelah memorandum dipublikasikan di dua surat kabar yang beredar umum, sesuai dengan prosedur peraturan.

Meskipun CAAP belum menentukan tanggal pasti kapan biaya yang direvisi akan berlaku, media lokal melaporkan biaya baru akan berlaku mulai hari ini, Senin, 21 April 2025. Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya biaya operasional bandara dan meningkatnya permintaan perjalanan udara.

Ikuti Jepang, Mulai 2020 Perancis Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Semua Penerbangan

“The Boneyard”, Inilah Tempat Bersemayam Para Pesawat Setelah Pensiun dari Masa Tugasnya

Kuburan ini memang tidak seseram kuburan pada umumnya, tapi tetap saja menyimpan misteri yang terus membuat benak kita berusaha mencari tahunya. Jika Anda pernah mendengar julukan The Boneyard, ya inilah pemakaman pesawat terbesar bernilai US$35 miliar atau setara dengan Rp326 triliun. Pemakaman yang membentang sejauh 1.052 hektare ini terletak di Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Baca Juga: Jejak Boeing 707 di Indonesia: Pernah Dioperasikan 4 Maskapai Hingga Jadi Pesawat Kepresidenan

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, adapaun nama Davis-Monthan Air Force Boneyard, nama tempat ini, diambil dari dua nama pilot asal Tucson yang gugur pada saat Perang Dunia I, Letnan Samuel H. Davis dan Oscar Monthan. Keduanya tewas dalam kecelakaan pesawat. Letnan Samuel H. Davis meninggal dalam kecelakaan pesawat di Florida, sedangkan Oscar Monthan meninggal di Hawaii pada 1924.

Tempat ini merupakan satu fasilitas milik 309th Aerospace Maintenance and Regeneration Group (AMARG), yang diketahui dulunya bernama Military Aircraft Storage and Disposition Center (MASDC). Pada awalnya, Davis-Monthan Air Force Boneyard digunakan sebagai tempat penyimpanan pesawat militer terhitung sejak berakhirnya Perang Dunia II, dan dewasa ini tempat tersebut sudah berevolusi sebagai kuburan pesawat terbesar di dunia.

Sumber: airplaneboneyards.com

Dilansir dari laman jejaktapak.com, pejabat AMARG menyebutkan bahwa The Boneyard menyimpan lebih dari 4.200 pesawat tempur dan 40 moda transportasi udara lainnya. Layaknya tempat yang sangat tertata, tidak sembarang pesawat bisa disimpan sembarangan di tempat ini. Ada kode tertentu yang menentukan dimana pesawat tersebut harusnya berada.

Kode “1000” adalah untuk pesawat yang disimpan jangka panjang dengan perawatan penuh. Pesawat-pesawat di area ini berada dalam kondisi siap jalan, jikalau suatu saat dipanggil kembali untuk bertugas.
Kode “2000” adalah untuk pesawat yang bagian-bagiannya memungkinkan untuk ‘dikanibalkan’ ke pesawat lain.
Kode “3000” adalah untuk pesawat yang masih dalam kondisi siap terbang setiap saat, seperti tempat penitipan sementara, entah pesawat tersebut sedang menunggu transfer ke maskapai lain, di jual ke negara lain, atau reklasifikasi ke tiga jenis lainnya.
Dan kode “4000” merupakan kode untuk pesawat yang akan dihancurkan atau didaur ulang.

Baca Juga: Bicara Dimensi dan Bobot, Lima Pesawat Ini Masih Juara

Adapun beberapa pesawat yang ‘bersemayam’ di tempat ini di antaranya adalah B-29 Superfortresses, C-47 Skytrains, Convair B-36 Peacemaker, hingga B-52 Stratofortress. Diantara dari sekian banyak pesawat yang ada di sini, ada beberapa pesawat yang dibalut kain penutup untuk menghindari kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca di sekitaran lokasi.