Meluncur di 2023, Uber Masih Rahasiakan Kota Ketiga Untuk Taksi Terbangnya

Uber telah mencanangkan peluncurkan taksi terbang komersial pertama pada tahun 2023, bahkan Uber sudah mengumumkan akan memilih kota ketiga dari lima negara di luar Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Negara-negara itu adalah Jepang, Perancis, Brasil, Australia dan India.

Baca juga: Tutupi Kerugian, Uber Bakal Maksimalkan Moda Transportasi Individual

Layanan taksi udara Uber akan terbang perdana di Los Angeles dan Dallas Fort-Worth dan demonstrasi akan dilakukan tahun 2020. Sedangkan di Dubai yang akan menjadi kota pertama peluncuran taksi udara Uber sepertinya sudah tidak ada masalah lagi.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari thedrive.com (30/8/2018), Uber mengatakan akan meluncurkan layanan taksi udaranya di kota yang masih dirahasiakan tersebut pada lima tahun kedepan. Bahkan beberapa tahun terakhir, Uber telah membuat beberapa langkah signifikan seperti bermitra dengan NASA untuk berfokus pada sistem manajemen lalu lintas tanpa awak bagi penumpang drone agar bergabung dengan sebuah koalisi mobil terbang dengan 21 anggota di Jepang yang mencakup Airbus, Boeing dan Toyota.

Hambatan paling signifikan pada Uber sebagaian besar pada teknologi, politik dan kepercayaan publik. Dengan baterai ringan yang kuat dan cukup ringan agar memudahkan memfasilitasi perjalanan drone penumpang menjadi aman adalah salah satu masalah lainnya.

Tetapi memiliki undang-undang regional di salah satu tempat yang bahkan memungkinkan untuk penyebaran luas dari konsep futuristik adalah hal lain. Sebab pada akhirnya pun tanpa mempercayai pelanggan yang mengambil kesempatan dan masuk ke drone penumpang tanpa pengemudi, maka layanan ini gagal bahkan sebelum lepas landas.

Tetapi jika Uber berhasil membuat penumpang untuk menggunakan drone penumpang, layanan ini akan terlihat dalam tindakan nyata. Hal tersbeut juga menyangkutkan pada kota ketiga yang masih dirahasiakan Uber untuk menyeleksi kriteria termasuk populasi metropolitan lebih dari dua juta orang.

Dimana hub yang berbeda dari daerah berpenduduk kesungguhan yang terbukti di kawasan itu untuk mendukung layaan carpooling dan bandara setidaknya satu jam dari pusat kota. Tanpa faktor-faktor tersebut, tidak mungkin Uber akan mempertimbangkan dalam memilih kota sebagai mitra berikutnya.

Lima negara yang ada dalam list Uber, semuanya memiliki daya tarik yang berbeda-beda karena setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri dalam kriteria tersebut. Jepang, salah satu negara paling maju di dunia terkait transportasi publik dan inovasi teknologi.

India memiliki masalah kemacetan infrastruktur yang serius, dengan implementasi drone penumpang memberikan kesempatan yang luar biasa untuk mempelajari efek samping. Australia dilaporkan sudah cukup bersedia menggunakan transportasi udara.

Perancis, tentu saja, adalah rumah bagi pusat teknologi baru Uber yang sedang dalam pengembangan. Untuk Brazil, itu adalah penggunaan umum transportasi helikopter yang memikat bagi Uber yang secara tidak sengaja, telah memungkinkan pengguna untuk mengarahkan kendaraan tersebut melalui aplikasinya.

“Mengenai lepas landas vertikal dan teknologi pendaratan yang melekat dalam rencana bisnis Uber Air, kami melihat beberapa perusahaan sangat memperhatikan kemampuannya, karena memungkinkan kendaraan untuk naik dan turun dari platform apa pun yang cukup luas dan stabil untuk menahannya,” kata SureFly Workhorse.

Baca juga: Tak Mau Ambil Risiko, Uber Kembangkan Riset dan Tinjau Mekanisme Layanan Taksi Udara

Industri UAV (Unmanned Aerial Vehicle) penumpang komersial terus berkembang. Boeing baru-baru ini mengatakan itu mengantisipasi drone penumpang listrik menjadi lumrah dalam dekade berikutnya. Uber tentu saja bertanggung jawab untuk mendorong momentum ke depan di sini, di samping semua kompetisi, dalam mengubah nubuat itu menjadi sesuatu yang memuaskan diri.

Saat berdiri, Uber berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan di masing-masing dari lima negara, menimbang pro dan kontra dari masing-masing daerah sebelum membuat keputusan. Proses itu diperkirakan memakan waktu kurang dari enam bulan, jadi kita akan dapat membayangkan penerbangan demonstrasi Uber Air dengan gambaran yang lebih jelas dan jelas tentang latar belakang drone penumpang. Tetap disini.

Di 2027, Jerman Bakal Operasikan Jalur Trem Terpanjang di Tanah Bavaria

Pada akhir bulan Juni kemarin, sebuah kontrak yang berisikan perencanaan terperinci soal pembangunan jalur trem Stadt-Umland-Bahn Nuremberg baru saja disetujui oleh sejumlah otoritas terkait. Digadang-gadang, ini akan menjadi jalur Light Rail terpanjang yang ada di Jerman – yaitu dengan jarak 25 km. Dana yang dikeluarkan untuk jalur ini pun tidak sedikit, yaitu €300 juta atau yang setara dengan Rp5,16 triliun.

Baca Juga: Sematkan Sistem Peringatan Kecelakaan Dini, Inilah Trem Avenio M dari Siemens

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railjournal.com (31/7/2018), sebuah organisasi perencanaan khusus sengaja dibangun pada Maret 2016 kemarin guna melancarkan proyek Light Rail ini. Adapun tugas dari organisasi ini adalah untuk mempertemukan otoritas lokal yang ada di Erlangen, Herzogenaurach dan Nuremberg guna melanjutkan kontrak tersebut kepada konsorsium konsultan spesialis – yaitu, Gauff Rail Engineering, Rambøll dan Obermeyer Planen & Beraten.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata calon jalur trem terpanjang ini merupakan perpanjangan dari jaringan trem yang sebelumnya sudah ada di Nuremberg. Tepatnya, jalur ini akan mulai dibangun di jalur 4 Terminal Am Wegfeld yang kini melayani perjalanan dari kota Erlangen menuju Herzogenaurach PP yang berada di sebelah barat laut Nuremberg.

Semisal berhasil, maka izin perencanaan pembangunan akan dirilis pada tahun 2021 dan kontraktor dapat mulai membangun dua tahun berselang setelah izin dikantongi. Jika tidak dideru kendala yang berarti, lamanya pembangunan ini akan menelan waktu sekitar 4 tahun atau baru dapat beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Kelak, rute trem terpanjang di tanah Bavaria ini diharapkan dapat dioperasikan oleh operator trem Nuremberg, VAG.

Dikutip dari sumber lain, angka pembangunan yang sudah disebutkan di atas ternyata belum termasuk pengadaan moda dan pembangunan depo pemeliharaan. Semisal diakumulasi secara keseluruhan (termasuk pengadaan moda dan pembanguan depo), maka biayanya bisa membengkak dua kali lipat.

Baca Juga: Trem di Melbourne, Jaringan Terpanjang di Dunia dan Jadi Ikon Kota

Namun itu semua tidaklah jadi masalah mengingat lebih banyaknya daerah yang bisa saling terkoneksi dengan hadirnya jalur baru ini kelak. Tidak menutup kemungkinan juga daerah-daerah yang baru terkoneksi jaringan trem ini akan semakin berkembang.

Rencananya, jaringan baru ini akan mengular di area seputaran stasiun lama di kota Herzogenaurach, tapi menggunakan penyelarasan yang serba baru dan akan mengular menuju pusat kota Erlangen via jalur Erlangen – Büchenbach.

 

Ingin Ada Kereta Wisata di Lampung? – PT KAI: Benahi Dulu Infrastrukturnya

Menjadi bagian dari Pulau Sumatera dan terletak paling selatan, Lampung ditargetkan menjadi salah satu pengembangan untuk kereta pariwisata berikutnya. Adanya pengembangan ini karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) menilai cukup prospek mengingat banyaknya potensi wisata di Lampung.

Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI

Rencana ini kemudian ditanggapi positif oleh Deputi Kepala PT KAI Divre IV Tanjungkarang Asdo Artri Viyanto. Meski begitu, menurutnya masih banyak yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan rencana tersebut seperti infrastruktur yang memadai.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Asdo mengatakan, infrastruktur yang harus disiapkan adalah double track, short cut atau lingkar luar pemisah kereta barang dan penumpang. Ini dibuat agar trafik lebih baik lagi nantinya. “Karena sangat tergantung dengan itu. Sesuai dengan UU No 23/2007, kami bertindak sebagai operator. Kalau treknya sudah disediakan pemerintah, maka siap,” ujar Asdo.

Bahkan Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata Toto Suryoni mengatakan, Sumatera Bagian Selatan (Sumbangsel) salah satunya adalah Lampung menjadi target mengingat adanya prospek bagus dimana kereta wisata berhubungan dengan objek wisata. Sebab bila tidak ada tempat wisata, maka pengembangan kereta wisata kurang tepat. Dirinya pun datang berkunjung ke Lampung untuk memperkenalkan kereta wisata pada masyarakat.

“Ya siapa tahu berminat untuk menggunakan jasa kereta wisata yang saat ini masih ada di Pulau Jawa. Siapa tahu masyarakat Lampung saat akan melakukan traveling ke Pulau Jawa memilih untuk menggunakan kereta wisata,” ujar Toto.

Dia menjelaskan, kelebihan kereta wisata dengan kereta biasa jika dibandingkan, kereta wisata menawarkan layanan yang lebih.

Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!

“Kita ingin berikan layanan lebih. Kalau kereta biasa hanya bawa penumpang dari satu titik ke titik yang lain. Nah, kalau dengan kereta wisata ini, selama dalam perjalanan bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda, sehingga orang tidak bosan selama dalam perjalanan,” jelasnya.

Menurutnya, respon masyarakat dengan adanya kereta wisata cukup bagus, baik itu perorangan maupun untuk rombongan atau carter. Untuk pencarteran, pelanggan bisa langsung menghubungi PT Kereta Api Pariwisata di Stasiun Gambir dan bagi perorangan bisa menggunakan aplikasi KAI Access atau melalaui travel online lainnya.

Bentak Bayi Menangis di Penerbangan, PNS Wanita Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Menjaga sikap dimana pun Anda berada merupakan salah satu cara supaya Anda terhindar dari sebuah masalah – tidak peduli Anda tengah stress atau tidak. Jangan sampai emosi yang menguasai diri Anda mengambil alih semua tindakan dan pada akhirnya itu akan menjadi bumerang bagi Anda sendiri. Tidak terkecuali di dunia transportasi, Anda juga harus tetap memegang teguh prinsip ini – atau Anda akan bernasib seperti Susan Peirez. Siapa dia?

Baca Juga: Ditendang Penumpang Cilik, Wanita Ini Keluhkan Regulasi Delta Airlines

Susan merupakan petugas sipil di Pemerintahan Negara Bagian New York yang terpaksa kehilangan pekerjaannya setelah membentak seorang penumpang beserta anaknya di dalam sebuah penerbangan Delta Airlines. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah sumber, kejadian ini bermula ketika Susan hendak bertolak dari New York City menuju Syracuse pada 6 Februari silam – dimana ia dihadapkan pada situasi yang kerap membuat penumpang kesal.

Ya, ia duduk di samping Marissa Rundell yang turut serta membawa anak laki-lakinya yang berusia 8 bulan. Entah apa yang membuat sang anak tidak nyaman, namun tiada hentinya anak kecil ini menangis dan membuat Susan naik pitam. Marissa yang berusaha menenangkan anaknya mendadak dibentak oleh Susan yang merasa terganggu oleh tangisan anaknya itu. “Saya tidak mau duduk di samping anak bayi yang terus menerus menangis,” ujar Susan dalam sebuah rekaman yang berhasil diabadikan oleh Marissa.

Sebelumnya, Susan telah ‘mengutuk’ sang Ibu beserta bayinya ini dibarengi dengan beberapa sumpah serapah. “Ia tidak akan menangis sepanjang perjalanan,” bela Marissa. Dalam rekaman berdurasi kurang dari dua menit yang diunggah ke media sosial Facebook ini, tampak Susan yang sudah kesal memutuskan untuk pindah ke bangku seberang yang kebetulan kosong sembari memanggil awak kabin untuk membantunya menyelesaikan masalah ini.

Alih-alih mencari jalan keluar, Susan malah membentak awak kabin Delta Airlines. “Siapa namamu?” ujar Susan sang awak kabin yang datang menghampirinya.

“Tabitha,” jawabnya singkat.

“Terima kasih Tabitha, kemungkinan kamu tidak akan memiliki pekerjaan besok,” lanjut Susan ketus.

Merasa sakit hati atas ucapan Susan, Tabitha pun menjawabnya singkat. “Saya ingin wanita ini turun dari pesawat,”

Susan yang kala itu diwajibkan untuk terbang menuju Syracuse mulai kebingungan atas pernyataan si awak kabin. Sadar bahwa dirinya telah salah, ia lalu meminta maaf atas perlakuannya barusan. “Saya akan tenang sekarang, tolong. Hei, saya minta maaf, saya benar-benar stres,” ujar Susan.

Baca Juga: Mantan Presiden Ini Salami Penumpang Delta, Ada Apa?

Namun sayang, semua tindakan Susan sudah berhasil direkam dan disebarluaskan di dunia maya, membuat karirnya di Pemerintahan Negara Bagian New York terancam. Benar saja, dengan cepat kejadian ini menyebar – termasuk tempat Susan bekerja. “Kami tengah melakukan investigasi terhadap kasus ini, dan Susan akan ‘dirumahkan’ sementara sampai kurun waktu yang belum ditentukan,” ujar salah satu informan dari Pemerintahan Negara Bagian New York.

Kejadian ini merupakan salah satu contoh nyata yang dapat ditarik pelajarannya. Jadi, masih mau mementingkan emosi ketimbang ancaman resiko yang akan Anda terima di depannya?

Pasca Gempa dan Tsunami 2011, JR East Pulihkan Jalur Kereta Api yang Lumpuh di Prefektur Iwate

Tentu Anda masih ingat dengan bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Jepang pada Maret 2011 lalu, bukan? Bagaimana tidak, gempa berkekuatan 9 skala richter mengguncang kawasan Tohoku di lepas pantai Samudera Pasifik, tepatnya wilayah timur Sendai, Honshu, Jepang pada 11 Maret 2011. Satu jam berselang, sebuah tsunami setinggi 10 meter menghantam kawasan pesisir Prefektur Miyagi dan sekitarnya yang berimbas pada hilangnya 15 ribu nyawa.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Selain ‘sukses’ menghancurkan sebagian wilayah di Jepang, gempa dan tsunami ini juga tak pelak meninggalkan cacat di sektor transportasi Jepang. Dan tujuh tahun berselang pasca bencana tersebut, East Japan Railway Co. (JR East) mulai melakukan uji coba terhadap jalur kereta sepanjang 8,5 km di Prefektur Iwate yang sempat lumpuh akibat gempa dan tsunami tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (22/8/2018), tujuh dari 13 stasiun yang tersebar di sepanjang jalur ini tidak luput dari keganasan bencana alam ini mulai kembali dibangun demi beroperasinya kembali jalur kereta ini. Pada 18 Juli kemarin, JR East telah merampungkan pembenahan dari jalur ini – mulai dari menggali jalur yang sudah tertimbun tanah hingga menyelesaikan konstruksi lainnya di jalur ini.

Lalu pada 21 Agustus kemarin, JR East mulai menjalankan lokomotif diesel – listrik di jalur sepanjang 12,3 km yang membentang antara Stasiun Kamaishi dan Stasuin Otsuchi. Pengujian jalur ini pun dilakukan secara bertahap, mulai dari kecepatan 5, 15, hingga 45 km per jam untuk memastikan keamanan dari jalur yang seolah terlahir kembali ini.

JR East akan terus melakukan sejumlah uji coba, pembenahan sejumlah titik, dan rekonstruksi ulang beberapa bangunan yang akan menunjang pengoperasian kereta api ini kelak dan diharapkan semua proses ini bisa rampung pada akhir September 2018 mendatang.

Baca Juga: Siap Operasikan Kereta Nirawak, JR East Hadapi Serangkaian Kendala

Setelah dirasa mampu untuk mengoperasikan jalur ini kembali, JR East akan menyerahkan jaringan perkeretaapian ini kepada Sanriku Railway Co. untuk meng-handle pengoperasiannya kelak. Diagendakan, Sanriku Railway Co. akan memulai operasi pada 23 Maret 2019 mendatang. Dengan begitu, keseimbangan jalur perngoperasian kereta api pun akan kembali terjalin dan bisa pulih seperti sediakala – sebelum gempa dan tsunami Jepang menyerang.

 

“Citizens on Patrol” Bantu Polisi Patroli di MRT Singapura

Sukarelawan di Singapura yang tergabung dalam program Citizens on Patrol (COP) membantu polisi mengawasi perilaku mencurigakan di area stasiun SMRT. Mereka juga berpatroli untuk mencegah penumpang teraniaya karena kasus outrage of modesty (OM) atau masalah tindakan asusila serta membagikan selebaran pencegahan kejahatan untuk meningkatkan kesadaran atas kasus tersebut di transportasi umum.

Baca juga: Sopir Bus SMRT Singapura Keder, Penumpang Pun Berperan Sebagai Navigator

Pada semester pertama tahun 2018, ada 105 kasus pencabulan di transportasi umum atau naik 43,8 persen yang sebelumnya hanya 73 kasus pada periode yang sama. Bila di total ada 16.460 kejahatan yang sudah dilaporkan dari Januari hingga Juni 2018 ini dan naik 3,2 persen dari sebelumnya 15.949 pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini sebagian besar karena penipuan e-commerce, pinjaman dan peniruan identitas diri, dimana meningkat hingga 72,8 persen menjadi 1823 kasus pada semester pertama tahun ini dari 1055 pada tahun lalu dii periode sama.

“Komunitas memiliki peran penting dalam memerangi kejahatan. Anggota masyarakat didesak untuk tetap waspada terhadap kejahatan dan melaporkan para pelaku ke polisi,” ujar Wkil Komisaris Polisi Florence Chua yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (24/8/2018).

Direktur operasi, Asisten Senior Komisaris Bagaimana Kwang Hwee, mengatakan polisi terus memantau peningkatan kasus OM. “Kami akan terus meningkatkan upaya kami untuk bekerja erat dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mencegah dan mencegah kasus-kasus seperti itu, terutama di tempat hiburan malam umum dan jaringan transportasi umum. Pelanggar akan ditangani dengan sangat sesuai dengan hukum,” katanya.

Polisi berencana sendiri nantinya berencana melibatkan 700 grup COP di seluruh SMRT untuk melakukan patroli sebulan sekali. Salah seorang anggota bernama Terence Lim, yang telah berada di tim COP selama tiga tahun dan mengambil bagian dalam pilot Queenstown.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ada warga yang bertanggung jawab dan membantu polisi menjaga keamanan komunitas kami. Sebagai contoh, kami akan memberi tahu komuter bahwa jika mereka menghadapi seorang penganiaya, mereka harus mengajukannya kepada seseorang yang memiliki otoritas. Jika mereka berada di dalam kereta, mereka dapat menggunakan interkom untuk mengingatkan staf MRT,” ujar Lim.

Polisi juga akan meningkatkan upaya anti-molestasi di klub malam setelah 37 persen kenaikan kasus OM menjadi 63 pada semester pertama tahun ini dari 46 pada periode yang sama tahun lalu di tempat hiburan malam umum. Mereka akan memulai kampanye untuk mendidik para club goers tentang bagaimana melindungi diri mereka sendiri terhadap kejahatan semacam itu.

Baca juga: Gas Freon di MRT Singapura Bocor, Gangguan Kesehatan Mengintai Penumpang

Manajer pengembangan bisnis Soh Qiao Ying tahu bagaimana rasanya menjadi sasaran seorang penganiaya. Tujuh tahun yang lalu, ketika dia baru berusia 16 tahun, seorang pria mengikutinya dari stasiun MRT Yew Tee ke bloknya di mana dia menyentuhnya secara tidak layak di lift.

Dia telah keluar dari lift pada saat itu, tetapi, menolak untuk menjadi korban, dia berbalik dan berteriak sangat keras. Keluarganya mendengarnya dan menelepon polisi, yang kemudian menangkap si penganiaya. Setelah kejadian itu, Nona Soh mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri. Pada transportasi umum, dia akan waspada dan menjauh jika seorang pria terlalu dekat dengannya. Dia juga menghindari masuk ke lift dengan orang asing.

Sebentar Lagi, Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Rampung. Ini Dia Rinciannya!

Demi mendukung pertemuan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) yang akan diadakan di Bali pada Oktober 2018 mendatang, sejumlah persiapan pun dilakukan – salah satunya adalah pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, yang berada di Kota Denpasar, Bali. Proyek yang menelan biaya sebesar Rp168 miliar ini dikabarkan bakal rampung lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya diagendakan (September 2018). Dengan begitu, underpass ini dapat digunakan ketika perhelatan akbar tahunan yang akan diselenggarakan pada pertengahan Oktober mendatang.

Baca Juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Simpang Tugu Ngurah Rai ini merupakan jalur utama dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai maupun Kawasan Wisata Nusa Dua. “Underpass ini dibangun bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Kota Denpasar serta mendukung pertemuan tahunan IMF-WB tahun 2018,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman liputan6.com.

Sementara itu menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Nyoman Yasmara mengatakan bahwa proyek underpass ini sudah rampung 99 persen tertanggal 27 Agustus kemarin. Dirinya menyatakan bahwa akan ada serangkaian uji leg dengan instansi kepolisian dan juga perhubungan untuk dinyatakan layak pakai oleh kedua instansi tersebut.

Selesai uji leg, rencananya acara melaspas akan dilaksanakan pada tanggal 12 September sebagai bentuk upacara persemian sebelum akhirnya bisa digunakan oleh publik. “Setelah itu baru akan dibuka untuk umum,” ujar Nyoman Yasmara. Menurut sebuah studi, underpass ini akan mengurangi kemacetan di daerah tersebut hingga 50 persen.

Sumber: Bali Travel News

Ketika sudah dibuka untuk umum kelak, nantinya kendaraan dari arah Denpasar menuju Nusa Dua maupun sebaliknya akan melewati jalan bagian bawah (underpass). Sementara kendaraan yang dari arah Denpasar menuju Bandara Internasional Ngurah Rai maupun sebaliknya akan tetap menggunakan jalan atas.

Bisa dibilang, pengerjaan proyek yang dimulai sejak September 2017 ini terhitung cepat. Dikutip dari laman sumber lain, pada bulan Maret kemarin saja, pengerjaan proyek underpass dengan panjang 712m, lebar 17m, dan tinggi 5,1m ini baru rampung sekitar 40 persen. Adapun upaya percepatan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah dengan menambah jumlah pekerja agar sistem pembagian 3 shift bisa berjalan.

Tapi jangan kira pengerjaan proyek ini bukan tanpa halangan. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII I Ketut Darmawahana mengatakan, “Salah satu tantangan dalam pembangunan underpass tersebut adalah lokasinya yang berdekatan dengan bandara, sehingga tidak dapat menggunakan peralatan konstruksi yang terlalu tinggi karena dikhawatirkan mengganggu pesawat yang hendak terbang dan mendarat.”

Baca Juga: Pelabuhan Benoa Berbeda dengan Tanjung Benoa di Bali

Adapun anggaran dalam proyek ini dikeluarkan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, Ditjen Bina Marga. Untuk masalah konstruksi, dikerjakan oleh PT. Adhi Karya-PT. Nindya Karya-PT. Wira KSO. Sementara untuk konsultan supervisi oleh PT. Wira Widyatama, PT. Aria Jasa Reksatama, dan PT. Tata Guna Patria (Joint Operation).‎

 

Pelabuhan Srengsem, Aset PT KAI Tempat Sejenak Melepas Penat

Lampung menjadi provinsi paling selatan Pulau Sumatera dan memiliki banyak destinasi cantik karena berada dekat laut. Dengan beberapa pelabuhan, pelancong bisa masuk ke Lampung dengan mudah seperti dari Bakauheni.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Tapi ternyata sebelum ada Bakauheni, Lampung memiliki pelabuhan lain yang juga menjadi aset dari PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, belum lama ini, PT KAI Divre IV melakukan kunjungan ke Pelabuhan Srengsem tersebut.

“Iya ini jadi salah satu aset kita juga. Untuk luas pelabuhan ini 27.745 meter persegi. Jadi, perlu diketahui bahwa KAI juga memiliki aset pelabuhan yang pantainya indah,” ujar Deputi Kepala PT KAI Divre IV, Tanjungkarang Asdo Artri Viyanto.

Dia mengatakan, Pelabuhan Srengsem sendiri merupakan salah satu aset KAI baik dari Daop ataupun Divre yang memiliki pantai. Bahkan Asdo menambahkan, kedepannya Pelabuhan Srengsem sendiri akan dikembangkan untuk angkutan.

Ternyata Pelabuhan Srengsem dulunya pusat pendidikan yang merupakan tukar guling dengan PT Pelindo sebelum menjadi milik PT KAI. Pelabuhan Srengsem, pada masa jayanya dulu digunakan untuk bersandar kapal ferry, kemudian memasuki masa kadaluarsa alias tak lagi beroperasi tahun 1981 silam dan digantikan Pelabuhan Bakauheni saat ini.

Pada Pelabuhan Srengsem bagian utara ada rumah-rumah nelayan dengan model bangunan panggung dan berdiri diatas air laut. Tak jauh dari rumah nelayan, terdapat Pelabuhan Panjang berdiri kokoh.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Di pelabuhan ini kapal barang dan peti kemas berlabuh serta bersandar. Sayangnya sisi selatan Pelabuhan Srengsem tidak cukup enak dipandang meskipun ada pantai yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain pasir. Sebab 200 meter setelahnya adalah bangunan galangan kapal besar.

Sayangnya aset milik PT KAI ini bukan tempat yang nyaman untuk berwisata. Meski begitu banyak masyarakat yang menyempatkan waktu mereka untuk sejenak melepas penat sembari menikmati deburan angin pantai dan deru suara ombak dari air laut.

Sepanjang Tahun Ini, 1400 Penumpang Pria Telah Diamankan Karena Masuki Gerbong Wanita

Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat India. Atas dasar fakta tersebut, Menteri Kereta Api India menyatakan bahwa tahun 2018 sebagai tahun keamanan wanita dan anak. Adanya pernyataan ini dikarenakan wanita dan anak-anak rentan kejahatan apalagi saat berada di dalam kereta api.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Dengan pernyataan dari Menteri, akhirnya Railway Police Force (RPF) membentuk dua tim yakni Bhairavi dan Virangna yang berisikan staf wanita untuk menjaga keamanan penumpang wanita dan anak di dalam gerbong wanita. Indian Railways mengatakan bahwa tahun 2018 ini sudah hampir 1400 penumpang pria diamankan pihak RPF karena berada di gerbong wanita di Northern Railway.

“Menteri Kereta Api telah mengumumkan tahun 2018 sebagai tahun Wanita & Keamanan Anak. Dalam hal ini, tim Bhairavi dan Virangna telah dibentuk yang berisi staf wanita RPF 1.384 penumpang pria yang bepergian dengan pelatih wanita ditangkap pada tahun ini,” ujar sebuah pernyataan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (20/8/2018), saat ini RPF sendiri setelah penangkapan tersebut mengawal sebanyak 220 kereta di bagian Northern Railway atau kereta utara. Tahun ini sendiri sebanyak 61.211 orang telah diamankan dan ditangkap di bagian jalur kereta api berbeda karena kesalahan yang dilakukan menyangkut dalam Undang-Undang Kereta Api dan didenda Rs15 juta atau sekitar Rp3,12 miliar.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

“Hingga bulan Juli 2018 RPF sudah menangkap 250 penjahat IPC yang terlibat dalam kejahatan yang terkait dengan penumpang dan menyerahkannya pada Government Railway Police (GRP),” ujar Indian Railways.

Properti kereta dengan kerusakan senilai Rs2,5 juta atau sekitar Rp531 juta sudah dipulihkan dan sebanyak 484 orang perusak properti korporasi yang dikenakan pasal dalam UU Kepemilikan Kendaraan Bermotor ditangkap pihak kepolisian. Diketahui hingga Juli 2018 juga sebanyak 2137 anak-anak termasuk 221 anak perempuan diselamatkan dan diserahkan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbeda untuk dipertemukan dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka. Untuk kemanan penumpang RPF bisa dihubungi selama 24×7 dan membatu terkait kemanan penumpang.

Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura

Baru-baru ini, Changi Airport Group (CAG) meluncurkan program barunya yakni Changi Stopovers yang bertujuan untuk penumpang yang bepergian melalui Singapura untuk menjelajahi negeri Singa itu. Program ini sendiri memberikan pilihan menarik bagi para pelancong untuk menikmati liburan singkat saat transit di Singapura sebelum mengunjungi negara Asia Tenggara lainnya atau negara di Eropa dan Amerika.

Baca juga: Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

Dikabarakan oleh KabarPenumpang.com dari laman breakingtravelnews.com (20/8/2018), dalam program ini, penumpang yang memesan paket singgah di situs web Changi Stopovers akan menikmati hotel transfer yang disediakan dan kartu SIM untuk ponsel senilai S$10 atau Rp107 ribu. Harga paket keliling ini per orangnya akan dikenakan S$63 atau Rp676 ribu.

Dalam promosi Changi Stopovers, CAG bekerja sama dengan Singapore Tourism Board selama dua tahun. Wakil Presiden CAG untuk pengembangan penumpang Peh Ke-Wei mengatakan, pihaknya sangat antusias untuk meluncurkan Changi Stopovers di Singapura dengan dukungan kuat dari Singapore Tourism Board. Karena menguntungkan penumpang, program ini juga memperkuat posisi Bandara Changi sebagai pusat pilihan regional, meningkatkan lalu lintas untuk mitra maskapai CAG.

“Program ini adalah bagian dari upaya kami yang berkelanjutan dalam memperkuat penawaran di Bandara Changi, dan untuk mempertahankan dan menarik penumpang yang memilih untuk berhenti di Singapura. Kami juga bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra dagang perjalanan kami untuk menawarkan program persinggahan ini melalui saluran penjualan mereka dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Ke-Wei.

Dia mengatakan di Changi pihaknya selalu bertujuan untuk menghadirkan penumpang dengan pengalaman perjalanan terbaik. Dengan Jewel Changi Airport membuka pintunya tahun depan dengan segudang penawaran gaya hidup dan atraksi. Jewel Changi Airport juga akan menawarkan pengalaman persinggahan yang ditingkatkan untuk penumpang.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

Program Changi Stopovers adalah inisiatif terbaru, yang akan menguntungkan penumpang transfer yang terbang dengan maskapai apa pun yang beroperasi di Bandara Changi. Saat ini, lebih dari 100 maskapai penerbangan beroperasi di Changi, menghubungkan Singapura ke sekitar 400 kota di sekitar 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Transfer penumpang saat ini mencapai sekitar 30 persen dari total lalu lintas Bandara Changi, dengan pergerakan penumpang dari Australia dan India mendaftar sebagai kontributor utama untuk mentransfer lalu lintas di Changi. Tahun lalu, lebih dari 1,1 juta pergerakan penumpang terdaftar di rute transfer utama Changi antara Australia dan India.