Makin Strong! Batik Air Terima Kedatangan Airbus A320-200CEO Ke-44

Setelah mendatangkan armada Airbus A320-200CEO ke-43 pada akhir April 2019, kini Batik Air (Lion Air Group) mewartakan bahwa A320-200CEO pesanan ke-44 dengan registrasi PK-LZL telah diterbangkan dari pabrikan Airbus di Hamburg, Jerman. Pesanan ke-44 A320-200CEO merupakan bagian dari total pesanan keluarga A320 yang mencapai 234 unit, dimana pesawat kini telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Batik Air Resmi Terima Airbus A320-200CEO Ke-43

Untuk proses pengiriman pesawat, Batik Air bernomor penerbangan BTK-001 menempuh perjalanan udara dan transit berkisar 18 jam 30 menit. Batik Air PK-LZL memiliki tujuan Abu Dhabi yang lepas landas dari Bandar Udara Internasional Finkenwerder di Hamburg barat daya, Jerman (XFW) pukul 18.00 waktu setempat (Currently Central European Summer Time/ CEST, GMT+2). Penerbangan BTK-001 mendarat di Bandar Udara Internasional Al Bateen, Abu Dhabi, United Arab Emirates (AZI) pada 02.30 waktu setempat (Gulf Standard Time/ GST, GMT+4).

Rute berikutnya (03/ 07 dari Bandar Udara Internasional Al Bateen, Batik Air melanjutkan perjalanan) pukul 03.30 waktu setempat dan sesuai jadwal kedatangan di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL) pada 14.45 waktu setempat (Malaysia Time/ MYT, GMT+8). Kemudian A320CEO PK-LZL mengudara dari Kuala Lumpur pada 16.45 waktu setempat dan sudah tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 19.00 waktu setempat (Western Indonesia Time/ WIB, GMT+7).

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Batik Air memiliki konsep layanan penerbangan premium, Airbus 320 Batik Air mempunyai konfigurasi lorong tunggal (single aisle) dan bertata letak dua kelas yaitu ekonomi (3-3) dan bisnis (2-2). Pesawat ini telah dibekali teknologi modern dan fitur-fitur yang memberikan kenyamanan setiap tamu ketika berada di kabin. Airbus A320 memiliki kabin tujuh inci lebih lebar dikelasnya dengan kursi selebar 18 inci atau lorong yang lebih luas untuk memudahkan pergerakan. Kompartemen penyimpanan barang yang terletak di atas kursi menyediakan 10 persen volume ekstra sehingga menampung lebih banyak jumlah tas hingga 60 persen.

Baca juga: Tiga Kali Hisap Rokok di Toilet, Penumpang Batik Air Tujuan Padang Digelandang Keamanan Bandara

Hingga kini Batik Air melayani lebih dari 45 destinasi domestik dan internasional ke Singapura; Chennai, India; Perth, Australia serta Guilin dan Kunming di Tiongkok, frekuensi penerbangan mencapai lebih dari 350 perhari. Batik Air kini mengoperasikan 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi) serta enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) yang dilengkapi fasilitas hiburan di dalam kabin (in-flight entertainment) atau video dalam layar (audio video on demand) sentuh di setiap kursi.

Mulai 7 Juli, Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat untuk Layani Penerbangan Haji

Menyambut musim keberangkatan Jamaah Haji 2019/1440H, Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya dalam pelaksanaan operasional yang penerbangan perdana akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 mendatang. Untuk memastikan operasional penerbangan Haji berjalan lancar, Garuda Indonesia Group telah melakukan berbagai upaya persiapan seperti perawatan armada, sistem ground handling, layanan inflight catering, termasuk persiapan awak kabin dan pilot yang akan bertugas selama periode penerbangan Haji.

Baca juga: Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan dalam catatan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com (5/7) menyebutkan, “Dengan berbagai upaya persiapan yang telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, kiranya penerbangan Haji tahun ini akan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu dan memberikan kenyamanan kepada seluruh jamaah Haji Indonesia. Garuda Indonesia optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dalam operasional penerbangan haji tahun ini.

Total jamaah haji Indonesia tahun 2019 yang akan diberangkatkan mencapai 111.071 jamaah. Para jamaah tersebut akan diterbangkan dengan 14 pesawat Garuda Indonesia, diantaranya adalah pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat).

Penerbangan fase keberangkatan rencananya akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019. Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Sedangkan untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

Sementara Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 September 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

Pada penerbangan Haji tahun 2019/1440 H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 111.071 jamaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh (4.711 jamaah), embarkasi Medan (8.641 jamaah), embarkasi Padang (7.035 jamaah), embarkasi Jakarta (19.650 jemaah), embarkasi Solo (34.882 jamaah), embarkasi Balikpapan (6.825 jamaah), embarkasi Makassar (18.190 jamaah) dan embarkasi Lombok (4.967 jamaah).

Baca juga: Siasati Puncak Musim Haji, Bandara Arab Saudi Adopsi Teknologi Gelang RFID

Seperi pada layanan tahun lalu, Garuda Indonesia juga meningkatkan jumlah awak kabin haji yang berasal dari putra putri terbaik daerah yang berasal dari masing-masing daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah – khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa). Garuda Indonesia juga menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight Entertainment bernuansa islami di setiap penerbangannya.

Airbus Tidak Rilis Katalog Harga, Ada Apa?

Menurut laporan dari media baru-baru ini, produsen pesawat asal Eropa, Airbus, menghentikan kebijakan penerbitan katalog harga untuk lini produknya. Di tahun-tahun sebelumnya, pihak Airbus telah merilis daftar harga untuk pesawatnya dan hampir tidak pernah absen setiap tahunnya, tetapi kebijakan berbeda diterapkan Airbus mulai tahun ini, dimana mereka sejauh ini belum merilis katalog harga pesawat untuk tahun 2019. Perusahaan menekankan bahwa katalog harga tidak mencerminkan nilai aktual dari sebuah transaksi yang diselesaikan.

Baca Juga: Airbus A330-900NEO Pesanan Perdana Lion Air Tuntaskan Test Flight

“Katalog harga relatif tidak berarti bagi kami – Anda bisa melihat kami tidak merilisnya tahun ini,” tutur Chief Commercial Officer dari Airbus, Christian Scherer pada pagelaran Paris Air Show 2019 yang lalu. Sementara itu, jalur pemasaran konvensional tetap dipraktikan oleh rival abadinya dari Amerika, Boeing. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman aerotime.aero (3/7/2019), pada salah satu ajang kedirgantaraan terbesar di dunia tersebut, Boeing memperbaharui katalog harganya, sedangkan pembaruan terakhir katalog harga dari Airbus dilakukan pada tahun 2018 silam.

Ya, penerbitan katalog harga setiap tahunnya sudah menjadi praktik umum bagi kedua raksasa ini. Dalampembaruan terakhirnya, pihak Airbus menaikkan harga rata-rata dari pesawat komersialnya sebanyak dua persen yang mulai efektif berlaku tertanggal 1 Januari 2018 kemarin.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, katalog harga dapat menjadi patokan awal bagi para pembeli poetensial untuk menentukan besaran budget yang harus mereka keluarkan untuk membeli varian baru. Beberapa variabel lain terkait pembelian juga dapat diukur melalui katalog harga, seperti diskon, deposit biaya, bea pra-pengiriman, dan lain-lain.

Baca Juga: Tersebar Isu Soal Kenyamanan Penumpang, Terlalu Dinikah Airbus Luncurkan A321XLR?

Namun, dampak diskon serta variabel lain yang sangat bervariasilah – dimana ini akan mempengaruhi harga akhir yang pada akhirnya membuat Christian Scherer mengatakan bahwa katalog harga menjadi tidak terlalu penting dan tidak selamanya relevan dengan hasil akhir. Jika dilihat dengan sudut pandang sederhananya, untuk apa seorang pedagang di pasar membuat daftar harga apabila selama proses jual beli tersebut ada tahap tawar-menawar dari sisi pedagang dan pembeli? Mungkin gambaran sederhananya seperti itu.

 

‘Jodohkan’ Pengemudi dan Penumpang, GoJek Hadirkan Sistem Meachine Learning

Sistem dengan model machine learning baru saja diperkenalkan oleh pihak GoJek. Vice president of data science Gojek Syafri Bahar mengatakan, sistem ini sendiri hadir untuk menjodohkan pengemudi dan penumpang.

Baca juga: Kerja Sama GoJek dan Garuda Indonesia Mungkinkan Anda Pesan Makanan dari Luar Kota

Dengan sistem Jaeger nantinya bisa membangun alokasi multi tujuan berdasarkan jumlah penambahan mitra pengemudi dan jutaan pengguna. Bahkan sistem terbaru ini mampu membantu perusahaan dalam memutuskan pengemudi mana yang akan mendapat notifikasi saat mengambil pesanan di lokasi terdekat.

Syafri mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah besar data untuk mengoptimalkan keputusan mereka. Tetapi pihaknya juga harus memperhitungkan berbagai tujuan dinamis untuk menyeimbangkan pengemudi dan pelanggan.

“Dengan monitor efisiensi pasar dan keadilan pengemudi, kami menemukan bahwa model ini secara konsisten mendahulukan prioritas beberapa pengemudi. Saya dan tim juga tengah mengembangkan sejumlah proyek open source berdasarkan sistem Jaeger ini,” kata Syafri yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnnindonesia.com (4/7/2019).

Ada beberapa proyek yakni yang pertama akan dinamakan Lasso, ini merupakan sebuah layanan yang bisa menentukan setiap permintaan peringkat pengemudi. Lasso akan membuat panggilan http ke beberapa layanan mikro.

Syafri mengatakan, Lasso juga akan menangani pencatatan setiap permintaan dan respons yang penting untuk mengevaluasi dan memulihkan bug dengan cara debugging atau metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug.

“Proyek kedua adalah Feast, ini untuk membatu GoJek menyelesaikan sejumlah masalah teknis saat menerapkan model machine learning. Ketiga, Mesiter yang juga disebut sebagai master Jeager untuk mengkonfirmasi model machine learning mana yang akan diterapkan di lokasi tertentu berdasarkan waktu hingga segmen yang berbeda,” ujar Syafri.

Baca juga: Grab Gandeng UI untuk Kembangkan Startup, Ternyata Keduluan GoJek

Terakhir adalah Babel, pihaknya telah mengabstraksikan berbagai teknik pengujian yang akan pihaknya gunakan pada UI Web khusus untuk mengevaluasi dampak Jaeer pada berbagai metrik bisnis. Sistem Jaeger ini pun berbeda dari GrabNow yang dimiliki Grab, dimana pengemudi dan penumpang dalam jarak dekat bisa langsung terkoneksi tanpa harus menunggu lama tiba.

Garuda Indonesia Gunakan Bus Listrik untuk Operasional Karyawan di Bandara Soekarno-Hatta

Garuda Indonesia untuk pertama kalinya menggunakan bus listrik, bus buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) ini bukan digunakan sebagai kendaraan angkut penumpang dari terminal ke apron (shuttle bus), melainkan bus low deck ini digunakan untuk mendukung mobilitas operasional karyawan. Dengan pengoperasian fasilitas bus listrik tersebut, menjadikan Garuda Indonesia sebagai BUMN pertama di Indonesia yang menggunakan fasilitas mobil listrik produksi dalam negeri tersebut.

Baca juga: Berharap Mampu Pasok Kebutuhan Bus di Bandara, Moeldoko Hadirkan Prototipe Bus Listrik MAB

Pada tahap awal penggunaan fasilitas bus listrik tersebut akan menunjang mobilitas operasional karyawan Garuda Indonesia Group di lingkungan kerja areal Bandara Internasional Soekarno Hatta. Adapun saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak 1 unit bus listrik berkapasitas 60 penumpang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dalam siaran pers (4/7) mengungkapkan bahwa hadirnya fasilitas bus listrik produksi dalam negeri merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam mendukung daya saing produk unggulan dalam negeri. “Selain itu, hal ini juga menjadi komitmen Garuda Indonesia untuk menjaga lingkungan melalui pengoperasian kendaraan yang bebas emisi.”

Garuda Indonesia kedepannya akan memperkuat kolaborasi dengan PT MAB melalui anak usaha Aerotrans dan Gapura Angkasa untuk menggunakan bus listrik tersebut sebagai bagian dari layanan usaha jasa transportasi angkutan darat maupun penunjang layanan operasional penerbangan yang dikelola Garuda Indonesia Group.

Bus listrik merupakan smart solution untuk mengurangi polusi yang saat ini kondisinya memprihatinkan khususnya di daerah Jabodatabek karena hanya dengan pengisian batere selama 3 jam, bus listrik tersebut mampu menempuh jarak sejauh lebih kurang 300 kilometer. Serta diharapkan mampu menekan biaya bahan bakar yang dikeluarkan untuk mobil operasional perusahaan.

Bus listrik yang digunakan Garuda Indonesia adalah dari tipe MD255-XE2. Bus ini bisa melaju 40-80 kilometer bila baterainya, yang berkapasitas 300 ampere jam (Ah), terisi penuh. Bus listri dengan harga Rp3 miliar per unit ini punya kapasitas 60 penumpang dengan 20 kursi.

Baca juga: Adopsi Bus Listrik, Antara Harapan dan Tantangan yang Menghadang

Panjang bus keseluruhan mencapai 12 meter. Tipe baterai adalah LiFePo (Lithium Ferro Phosphate), spesifikasi 576 V 450 Ah, berkapasitas 259.2 kwh, dan total berat 2.290 kilogram. Tipe motor mesin adalah electrical motor PMSM (Permanent Magnetic Synchronous Motor) dengan seri HYYQ 800-1200. Kekuatan maksimal sebesar 200 kw 268 hp.

Gelontorkan Rp1,4 Triliun, Boeing Siap ‘Cicil’ Dana Santunan Keluarga Korban 737 MAX 8

Menanggapi pemberitaan terakhir yang menyebutkan bahwa pihak Boeing sama sekali belum memberikan ‘santunan’ terhadap korban kecelakaan pesawat jenis 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines, pihak produsen pesawat kenamaan asal Amerika ini langsung merespon pemberitaan tersebut dan mengatakan bahwa mereka akan memberikan santunan kepada keluarga korban dengan nominal yang sudah ditentukan. Hanya saja, pemberian santunan ini bakal dilakukan secara berkala.

Baca Juga: Pasca Dua Kecelakaan 737 MAX 8, Pihak Boeing Belum ‘Santuni’ Keluarga Korban!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (3/7/2019), adapun nominal yang akan diberikan Boeing kepada keluarga korban adalah senilai US$100 juta atau yang berkisar Rp1,4 triliun. Pemberian santunan yang akan dilakukan secara bertahap ini nantinya akan ‘dilunaskan’ Boeing dalam jangka waktu beberapa tahun kepada pemerintah dan organisasi non-profit untuk membantu keluarga korban kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Menurut salah satu juru bicara Boeing, ia menyatakan bahwa santunan tersebut ditujukan untuk membantu biaya pendidikan dan biaya hidup keluarga serta kerabat korban kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8. Menurut laman sumber, sebagian korban kecelakaan Boeing 737 MAX 8 ini merupakan pekerja kemanusiaan dan staf kementerian yang berkaitan dengan program lingkungan, kesehatan, dan makanan.

Terlepas dari pemberitaan buruk yang selama ini menyelimuti perusahaan kedirgantaraan tersebut, sebenarnya pemberian santunan ini bisa dibilang cukup terlambat, mengingat kecelakaan kedua maskapai ini bisa dibilang sudah cukup lama.

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa pemberian santuan ini merupakan upaya dari Boeing untuk memperbaiki citra yang sudah kadung jelek – terutama dengan isu-isu tambahan yang menjadi topik hangat perbincangan belakangan ini, seperti penggelapan dokumentasi penjualan pesawat jenis 787 Dreamliner kepada Air Canada, pengakuan dari karyawan internal Boeing yang menyebutkan bahwa dirinya enggan naik varian 737 MAX 8 karena pengerjaannya yang bisa dibilang ‘asal-asalan’, dan sejumlah isu miring lainnya.

Baca Juga: Duh! Ternyata Boeing Pernah ‘Palsukan’ Dokumen Pembelian Varian 787 Dreamliner Air Canada

Mengutip dari laman cnnindonesia.com (4/7/2019), seorang perwakilan kerabat korban kecelakaan Lion Air, Anton Sahadi, mengatakan bahwa pihak keluarga menghargai pemberian santunan yang diberikan pihak Boeing tersebut. Namun Anton menegaskan bahwa keluarga tidak akan menghentikan tuntutan hukum terhadap perusahaan.

“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami di pengadilan. Boeing melakukan ini (memberikan santunan) untuk membangun citra mereka kembali,” ujar Anton.

 

Di Bangladesh, Baut Rel Kereta Diganti dengan Batang Bambu dan Pisang

Jalur kereta yang panjang memiliki bantalan yang biasanya disambungkan dengan baut-baut baja. Baut-baut ini juga untuk menahan agar rel dan bantalannya tidak goyang dan bisa menahan kereta api yang akan melintas.

Baca juga: Marak Pencurian Komponen Rel Kereta, Ternyata Sudah Jadi Momok Sejak Puluhan Tahun

Namun apa jadinya jika baut-baut baja tersebut diganti dengan batang pohon pisang atau batang bambu? Mungkin ini tidak terpikirkan oleh sebagian besar orang, tetapi ini terjadi di Bangladesh. Dimana baut-baut tersebut digantikan oleh kedua batang pohon tersebut.

Miris memang, tetapi ini dilakukan agar rel tetap aman ketika dilintasi. Ada beberapa jalur yang mau tak mau menggunakan batang bambu dan pisang untuk mengamankan bantalan rel yakni Stasiun kereta api Kalihati, Jokerchor, Solla dan Hatia di Tangail, antara Dhaka dan Jembatan Jalan Raya Bangabadhu.

Ini terlihat buruk dan penggunaan batang pohon menggantikan baut dikarenakan baut-baut tersebut kerap kali dicuri. Dari sumber kereta api, bentang raya antara Tangail dan Sirajganj di samping relnya memiliki 132 jembatan.

Salah satunya adalah Jembatan Pungli Rail yang sudah kehilangan bantalan utamanya. Karena hal ini, warga takut akan terjadinya kecelakaan kereta api besar lainnya seperti yang pernah terjadi pada Agustus 2007 silam.

Dua orang penduduk yang tinggal di daerah dekat rel itu mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir sembilan bogie tergelincur di Tangail. Munnaf Ali dan Mannan Mia mengatakan, jika bogie itu sampai jatuh ke sungai makan akan menjadi lebih buruk.

Kepala Stasiun Jembatan Jalan Raya Dhaka-Bangabandhu, Abdul Mannan, mengatakan, bahwa dia tidak mengetahui kondisi kritis ini.

“Meskipun, tidak ada aturan keras dan cepat bahwa bambu tidak dapat digunakan sebagai pengganti baut besi, saya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan terhadap praktik tersebut,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman dhakatribune.com (2/7/2019).

Baca juga: Musim Semi 2020, Jepang Bakal Punya Handcar Bertipe Sepeda di Atas Rel Kereta

Asisten Insinyur Kereta Api Joydebpur Bangladesh, Nazib Kaiser mengatakan, “Seringkali baut ini dicuri dan kami tidak memiliki cukup baut. Dalam kondisi seperti ini, sebagai tindakan penghentian kesenjangan darurat, bambu dapat digunakan untuk mengamankan rel dan bantalan rel, bukan baut tidur logam.”

Di Stasiun Kereta Inggris, Konsumsi Keran Air Minum Gratis Sudah Jadi Tren

Limbah plastik menjadi salah satu masalah yang berdampak pada lingkungan. Pasalnya limbah plastik baru bisa hancur dalam waktu yang cukup lama, yaitu setelah 450 tahun. Hal ini kemudian membuat operator kereta api untuk mengurangi limbah plastik tersebut.

Baca juga: Stasiun di Melbourne Uji Penggunaan Duratrack, Bantalan Rel dari Bahan Plastik Daur Ulang

Apalagi kereta api sendiri hanya menghasilkan 15 gram CO2 per kilometer bila dibandingkan dengan pesawat 100 gram untuk penerbangan. Hasil tersebut dipuji oleh Badan Energi Internasional sebagai salah satu moda transportasi yang paling efisien untuk angkutan penumpang dengan membantu mengurangi emisi karbon dan polusi.

Untuk membantu mengurangi emisi karbon dan sampah plastik, beberapa operator kereta melakukan daur ulang. Salah satu limbah plastik yang paling banyak ditemukan yakni adalah botol air kemasan sekali pakai dan ini meningkat dalam 15 tahun terakhir. Namun hanya lebih dari setengahnya yang terdaur ulang.

Untungnya selain daur ulang, operator kereta menghadirkan keran air untuk minum gratis. Sehingga penumpang yang haus bisa langsung meminum dari kran air tersebut atau bisa mengisi ulang botol minuman mereka.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari globalrailwayreview.com, Mike Winter, CEO MIW Water Cooler Experts mengatakan, pemasangan keran air minum meningkat setelah 30 tahun MIW berdiri. Bahkan ternyata 78 persen orang Inggris lebih memilih keran air minum gratis karena lebih murah.

Selain itu kehadiran keran air minum gratis juga membuat penjualan botol air minum tahan lama dan bisa digunakan kembali diperkirakan akan mencapai $10,4 miliar tahun 2025 mendatang dan meningkat tajam beberapa tahun terakhir. Memasang keran air minum adalah langkah yang relatif kecil yang dapat membuat perbedaan besar pada jumlah plastik sekali pakai yang dibuang di stasiun kereta api, sementara konsumen menghemat uang dan mendapat manfaat dari tetap terhidrasi dalam perjalanan mereka.

Keran air minum terbaik saat ini kuat dan higienis dan dapat mencakup penghitung data, sehingga pengurangan limbah plastik yang dicapai dapat dilaporkan kepada para pemangku kepentingan. Bisa dikatakan stasiun kereta api di Inggris menjadi pemimpin dalam hal pengurangan limbah plastik tepatnya botol sekali pakai.

Apalagi baru-baru ini Network Rail memasang keran air minum di stasiun Charing Cross dengan maksud untuk meluncurkannya di stasiun yang dikelola lainnya. Untuk Network Rail, ini merupakan langkah nyata untuk mengurangi dampak limbah plastik di stasiun-stasiunnya, dan bagian dari ambisi yang lebih luas untuk menerapkan prinsip-prinsip ekonomi melingkar untuk mengurangi dua juta ton limbah yang dihasilkannya setiap tahun.

Keran air minum juga telah dipasang oleh kereta api di Inggris, Greater Anglia di Stasiun Liverpool Street melalui London Drinking Fountain Fund. Penggunaan plastik sekali pakai masih sangat banyak dan menjadi agenda utama publik saat ini, sementara keran air minum di area publik adalah solusi sederhana yang ideal untuk memotong plastik sekali pakai sambil memberi manfaat bagi penumpang.

Dalam iklim kesadaran lingkungan saat ini, kebijakan keberlanjutan yang kuat tidak hanya berfungsi sebagai dorongan reputasi tetapi itu juga merangsang inovasi dan menurunkan biaya dalam jangka panjang.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, London Hadirkan Keran Air Siap Minum Gratis Untuk Penumpang

“Saya berharap melihat lebih banyak kereta api di seluruh dunia mengikuti jejak stasiun dan operator yang mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya. Ini adalah kesempatan unik untuk membangun momentum kesasaran lingkungan dan iklim dengan memastikan perjalanan kereta api,” ujar Mike.

Per 10 Juli, Lion Air Berikan Tarif Promo 50 Persen Mulai Rp1,4 Jutaan untuk Rute ke Indonesia Timur

Harga tiket pesawat yang melambung tinggi telah dirasa memberatkan masyarakat, langkah penurunan harga tiket pun telah dilakukan beberapa maskapai dengan sejumlah diskon. Terkait harga tiket pesawat yang tinggi pada rute domestik, dampak terberat juga dirasakan bagi pengguna jasa udara tujuan Indonesia Timur. Dan Lion Air sebagai maskapai terbesar yang melayani rute ke Indonesia Timur, kemarin (3/7) telah mengumumkan program bertajuk #jelajahiIndonesiaTimur pada beberapa rute penerbangan domestik yang efektif dimulai per 10 Juli 2019 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Buka Rute Yogyakarta-Makassar, Citilink Inginkan Koneksi ke Indonesia Timur

Tarif promo sampai dengan 50 persen dibawah tarif normal tersedia di rute yang ditawarkan kepada pebisnis dan wisatawan (travelers), antara lain dilayani melalui Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG), Jayapura – Bandar Udara Sentani, Papua (DJJ), Merauke – Bandar Udara Mopah, Papua (MKQ), Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) dan Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).

Lion Air akan memberlakukan harga jual tiket spesial dari tarif dasar batas atas (basic fare), akan diterapkan pada waktu (jam-jam) keberangkatan (schedule time departure) dan mengikuti syarat dan ketentuan. Tarif yang berlaku belum termasuk tarif bagasi tercatat (didaftarkan), pelayanan jasa penumpang udara (passenger service charges/ PSC), pajak pertambahan nilai (PPN) dan biaya asuransi (Iuran Wajib Jasa Raharja/ IWJR), sebagai berikut:

Makassar ke:
· Jayapura mulai dari Rp 1.424.000
· Merauke mulai dari Rp 1.410.000

Jayapura ke:
· Makassar mulai dari Rp 1.424.000
· Jakarta mulai dari Rp 2.326.000

Merauke ke:
· Makassar mulai dari Rp 1.410.000
· Surabaya mulai dari Rp 1.869.000
· Jakarta mulai dari Rp 2.297.000

Jakarta ke:
· Jayapura mulai dari Rp 2.326.000
· Merauke mulai dari Rp 2.297.000

Surabaya ke:
· Merauke mulai dari Rp 1.869.000

Untuk pemesanan atau pembelian tiket spesial harus dilakukan paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan (H-10), dapat memperoleh tarif promo melalui website resmi Lion Air www.lionair.co.id , kantor penjualan tiket Lion Air Group atau agen perjalanan (online dan korporasi).

Duh! Ternyata Boeing Pernah ‘Palsukan’ Dokumen Pembelian Varian 787 Dreamliner Air Canada

Nama Boeing nampaknya masih enggan turun dari topik utama pembahasan seputar dunia transportasi. Setelah pemberitaan yang terakhir beredar adalah dari keluarga korban kecelakaan dua pesawat tipe 737 MAX 8 yang mengaku belum mendapatkan ‘santunan’ dari pihak produsen, kini pemberitaan terbaru menyebutkan bahwa beredar kabar tentang pihak Boeing yang mengakui tentang pemalsuan dokumen penjualan varian Boeing 787 ke pihak Air Canada.

Baca Juga: Pasca Dua Kecelakaan 737 MAX 8, Pihak Boeing Belum ‘Santuni’ Keluarga Korban!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (2/7/2019), varian Dreamliner dari pihak Boeing ini dikirim kepada Air Canada pada tahun 2014 silam, namun kira-kira 10 bulan setelah pengiriman tersebut, Boeing mengakui bahwa pihaknya telah memalsukan dokumentasi terkait penjualan pesawat wide-body tersebut. Pada pernyataannya, Boeing mengklaim seolah-olah bahwa pengerjaan pesawat tersebut belum sepenuhnya rampung, namun sudah dikirim kepada pihak konsumen.

Benar saja, pada tanggal 10 Februari 2015, Boeing 787 Dreamliner milik Air Canada yang hendak bertolak dari Vancouver menuju Narita di Jepang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Anchorage, Alaska setelah mengalami kebocoran tangki bahan bakar, kurang lebih lima jam setelah mengudara – dan kini semuanya sudah jelas bahwa Boeing memalsukan dokumentasi terkait penjualan varian 787 Dreamlinernya sebelum pesawat tersebut dikirim ke pihak Air Canada! Ya, Boeing ‘membocorkan’ salah satu rahasianya ini tertanggal 29 Juni 2019 kemarin.

Ya, salah satu momen pembuka celah bagi terbongkarnya ‘borok’ dari Boeing terkait pemalsuan dokumen ini terjadi ketika penyelidikan menyeluruh pasca dua kecelakaan maut yang dilakukan oleh varian 737 MAX 8 – dimana penyelidikan diperluas hingga ke pabrikan Dreamliner di South Carolina.

Dengan berdalih bahwa ini merupakan masaah yang terisolasi, pihak Boeing langsung mengambil tindakan korektif dengan memanggil mekanik dan inspektur dari perusahaan yang terkait dengan urusan administratif ini. Hadirnya kasus seperti ini tentu saja membahayakan semua penumpang dan awak kabin yang berada di dalam penerbangan terkait. Tapi apakah pihak Air Canada selaku pihak yang ‘ditipu’ oleh Boeing ini pernah berada di dalam situasi yang sangat berbahaya?

Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya

Beruntung, maskapai ini tidak pernah mengalami insiden serius terkait dengan pemalsuan dokumen ini, namun tetap saja, di dunia penerbangan yang dimana semuanya harus serba presisi dan beroperasi dengan sempurna, pemalsuan dokumen semacam ini akan sangat berbahaya.