Tergeletak di Rel dan Tertabrak Kereta, Seorang Pria Bakal Didakwa Lakukan Tindakan Ilegal

Malang betul nasib yang dialami oleh Max Benally, pria berusia 46 tahun yang diduga melakukan ‘upaya bunuh diri’ dengan cara berbaring di rel ketika kereta hendak melintas. Alih-alih berhasil menghentikan nyawanya, Max malah diselamatkan oleh seorang petugas kereta api dan mengalami luka yang cukup parah. Namun titik tersial Max adalah ketika pihak kepolisian yang mengangani kasus ini mengatakan bahwa Max bisa saja diperkerakan karena telah melanggar peraturan yang berlaku – menerobos masuk ke dalam properti kereta api secara ilegal.

Baca Juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

Kejadian ini berawal ketika Max Benally tengah berjalan di tepi rel kereta api yang ada di dekat jalan 30 dan 31, Colorado pada 24 Juni kemarin, sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Ketika terngah berjalan, secara tiba-tiba ia ‘jatuh’ ke arah rel untuk waktu yang cukup lama. Petugas kereta api yang kala itu tengah bersiap untuk menyambut kereta Durango & Silverton Narrow Gauge Railroad kebetulan melihat kondisi Max yang sudah tergeletak di rel.

Ia kemudian berusaha memperingati Max dengan cara meniupkan peluit – namun itu tidaklah memberikan hasil. Petugas ini lalu menghampiri ke arah Max dan berusaha menyingkirkannya dari arah rel dan memberhentikan kereta.

“Saya meniupkan peluit namun ia tidak merespon, dan ketika itu saya langsugn mendatangi dan menariknya keluar dari rel,” ujar petugas kereta api tersebut.

Beruntung, nyawa Max saat itu terselamatkan kendati ia mengalami luka yang cukup serius akibat terkena salah satu bagian dari kereta.

Max yang kala itu tengah berada dalam kondisi yang terluka langsung dilarikan ke Rumah Sakit St. Anthony yang berada di Denver untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kendati kondisi Max masih belum stabil, juru bicara Departemen Kepolisian Durango, Rhay Shupe mengatakan bahwa Max bisa saja didakwa telah menerobos properti kereta api secara ilegal.

Baca Juga: Dua Hari Meninggal di Toilet Baru Ditemukan Karena Salah Nomor Kereta

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara persis apa motif di balik tindakan gila yang dilakukan oleh Max itu, namun kuat dugaan, ujar Ray, Max berada dalam pengaruh alkohol ktika kejadian yang hampir merenggut nyawanya tersebut terjadi.

“Jika terbukti bersalah, maka ia akan dikenakan sanksi,” ujar Ray.

 

Dari 17 Kota Asia, ANA Hadirkan Program Penawaran Terbatas “HELLO BLUE SALE”

Maskapai berbintang lima selama tujuh tahun berturut-turut asal Jepang All Nippon Airways (ANA) menghadirkan program penawaran terbatas selama lima hari kedepan. “HELLO BLUE SALE” akan dimulai dari taggal 26-30 Juli 2019.

Baca juga: Gunakan Kotoran Kelinci, ANA Siap Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan Pada 2021

Pada program selama lima hari ini, ANA menawarkan tiket kelas ekonomi dengan harga khusus untuk penerbangan dari 17 kota di Asia dan Oceania menuju ke Jepang. Besarnya skala program ini menjadikan “HELLO BLUE SALE” sebagai program penawaran khusus ANA yang terbesar untuk berbagai kota di Asia dan Australia.

Vice President, Marketing and Sales, Asia and Oceania, ANA Isao Ono mengatakan, dengan menawarkan beragam destinasi yang potensial selama program HELLO BLUE SALE. ANA optimistis dapat memenuhi kebutuhan penerbangan yang semakin meningkat dari Asia dan Australia menuju Jepang.

“Selain standar layanan pelanggan yang tinggi serta keramahan, kami berusaha menjadikan ANA semudah mungkin diakses melalui harga tiket yang terjangkau. Program ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan pengalaman terbang para penumpang sekaligus berkontribusi terhadap industri pariwisata dan travel,” kata Ono yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (26/7/2019).

Program berlaku di 17 kota asal penerbangan, meliputi Jakarta, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Hanoi, Ho Chi Minh City, Manila, Phnom Penh, Yangon, Hong Kong, Taipei, Seoul, Delhi, Mumbai, Chennai, Sydney, dan Perth. Progam ini sendiri untuk pemberangkatan sejak Agustus 2019 hingga 31 Maret 2020 tergantung negara keberangkatannya.

Untuk menikmati program ini, calon penumpang dapat melakukan reservasi tiket melalui situs https://www.ana.co.jp/id/id/ di negara masing-masing atau melalui agen perjalanan. ANA HELLO BLUE SALE memiliki periode terbang berbeda-beda tergantung asal kota keberangkatan. Harga promo dan potongan harga tidak berlaku saat blackout period.

Baca juga: Gandeng Panasonic, ANA Hadirkan Kursi Roda Otonom di Bandara Narita

Harga tiket yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kursi dengan harga promosi tersedia dengan jumlah terbatas dan mungkin tidak tersedia pada hari atau penerbangan tertentu. Syarat dan ketentuan berlaku.

Stasiun Velodrome LRT Jakarta dan Halte Pemuda TransJakarta Kini Resmi Terkoneksi

Proses penyempurnaan sistem dan layanan terus dilakukan oleh PT LRT Jakarta. Pada kesempatan kali ini, LRT Jakarta akan memulai layanan integrasi pertama di Stasiun Velodrome yang menghubungkan dengan Halte Pemuda Rawamangun. Layanan integrasi yang dimaksud mencakup integrasi fisik, rute, maupun pembayaran.

Baca juga: LRT Jakarta Uji Coba Publik 11 Juni 2019

Integrasi fisik telah tersedia seiring dengan selesainya pembangunan Skybridge Stasiun Velodrome LRT Jakarta yang terhubung dengan Halte Pemuda Rawamangun Transjakarta. Pembangunan skybridge telah rampung dibangun dan digunakan pertama kali pada tanggal 21 Juni 2019 tepat setelah Konferensi Pers Uji Publik LRT Jakarta berlangsung.

Dengan terkoneksinya Stasiun Velodrome dengan Halte Pemuda Rawamangun maka tersedia pula integrasi rute antara LRT Jakarta dengan Transjakarta, contohnya Koridor 4 Transjakarta menuju Pulo Gadung – Dukuh Atas. Kini warga kelapa gading sudah dapat menikmati layanan integrasi moda transportasi sampai dukuh atas dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam. Dukuh Atas juga mempunyai integrasi rute lain yang dapat menjangkau ke seluruh titik di Kota Jakarta.

Integrasi pembayaran juga akan menjadi hal pertama bagi LRT Jakarta. Mulai hari ini, penggunaan Kartu Uang Elektronik (KUE) sudah dapat digunakan di 5 stasiun LRT Jakarta dengan biaya pemotongan saldo sebesar Rp2 ribu yang mana biaya tersebut akan dikembalikan secara tunai pada saat penumpang telah selesai menggunakan layanan LRT Jakarta. Pemotongan saldo pada kartu bank diperlukan untuk menguji settlement pembayaran juga untuk memastikan bahwa sistem pada gate dapat berfungsi dengan baik dan akurat.

Titik integrasi pembayaran yang pertama akan tersedia pada Gate Integrasi Skybridge Stasiun Velodrome menuju Halte Pemuda Rawamangun. Di gate ini berlaku tarif ‘combo’ LRTJ dan TJ khusus bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan baik dari Transjakarta menuju LRT Jakarta maupun sebaliknya. Caranya cukup mudah, penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta diminta untuk menggunakan Kartu Bank pada saat tap in di gate awal stasiun.

Baca juga: Tarif LRT Jakarta Flat Rp5 Ribu, Lalu Kapan Beroperasinya?

Dikarenakan Gate Integrasi saat ini hanya menerima pembayaran dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE). Terdapat 5 Kartu Bank yang dapat digunakan, yaitu dari Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank DKI. Adapun layanan integrasi Skybridge ini beroperasi sesuai dengan jam operasional kereta LRT Jakarta, yakni dari pukul 05.30 sampai dengan 23.00.

Sebelum Dijual, PCX Electric Milik Astra Akan Diuji Coba Mitra GoJek Jemput Penumpang

Belakangan ini kendaraan listrik untuk transportsi mulai terdengar gaungnya, bahkan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sudah mulai pra uji coba bus listrik, kini PT Astra Honda Motor (AHM) juga memperkenalkan motor listrik mereka yakni Honda PCX Electric. Kemudian melakukan pilot project bersama dengan GoJek penggunaan motor listrik atau electric vehicle (EV).

Baca juga: GoJek ‘Disuntik’ Visa, Grab Jalin Kerja Sama dengan Mastercard

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pilot project ditujukan untuk mengkaji efektivitas motor EV sebagai alternatif layanan transportasi berbasis aplikasi. Nantinya hasilnya akan digunakan Astra untuk penelitian dan pengembangan kendaraan jenis ini ke tahap berikutnya.

“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari kerja sama antara dua perusahaan nasional, yakni Astra dengan pengalaman di bidang otomotif, khususnya di segmen roda dua, dan GoJek yang merupakan platform teknologi on demand terdepan di Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra di bidang lingkungan, yakni Astra Untuk Indonesia Hijau dan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa,” kata Direktur Astra Paulus Bambang Widjanarko.

Pada masa uji coba ini akan ada lima unit PCX listrik yang akan digunakan mitra GoJek menjemput penumpang. Menurut Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya, penggunaan PCX listrik oleh mitra GoJek sekaligus untuk mengkaji efektivitas motor listrik sebagai alternatif kendaraan transportasi berbasis aplikasi.

Hasilnya nanti diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian dan pengembangan kendaraan listrik pada tahap berikutnya.

“Melalui kombinasi pengalaman di bidang otomotif dan kepemimpinan di bidang teknologi, Astra dan GoJek senantiasa berupaya yang terbaik dalam menghadirkan berbagai inovasi untuk Indonesia. Dalam uji coba yang dilakukan di Jakarta, mitra driver GoJek terpilih akan melayani pelanggan dengan menggunakan Honda PCX Electric yang disediakan oleh Astra,” kata Hans Patuwo, Chief Operations Officers GoJek.

Penggunaan Honda PCX Electric ini ditujukan untuk menghemat biaya operasional dan biaya pemeliharaan. Kolaborasi Astra dan Gojek, tak terpisahkan dari kerja sama kedua pihak sebelumnya.

Belum lama ini, Astra mengumumkan kembali menyuntikkan dana sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun untuk GoJek. Kali ini, Astra berpartisipasi dalam pendanaan seri F. Pertengahan Februari 2018 lalu, Astra menanamkan modal sebesar US$150 juta atau sekitar Rp2 triliun.

PCX Electric dikethaui menggunakan dua buah baterai Lithium-iom (Li-ion) dengan daya maksimum masing-masing 50,4 Volt yang berkapasitas 20,8 Ampere. PCX Electric mempunyai power charger yang diletakkan di kompartemen depan.

Baca juga: Tawarkan Pola Setoran, GoFleet Mudahkan Mitra GoCar yang Tak Punya Mobil

Keluaran tenaga maksimum yang dapat dihasilkan mencapai maksimum 4,2 kW atau setara 5,7 Ps di 5.000 rpm, dengan torsi besar mencapai 18 Nm pada 500 rpm. Sedangkan desainnya sama dengan PCX Hybrid atau standar.

Ketika Eurostar Mogok, 700 Penumpang Terjebak Selama Tiga Jam

Sekitar 700 terpaksa dievakuasi dari gerbong karena kereta cepat Eurostar yang mereka tumpangi mogok dan terjebak di dalamnya selama hampir tiga jam. Penumpang yang berada di dalam kereta mengatakan suhu gerbong naik hingga lebih dari 40 derajat Celcius setalah AC mati karena listrik mati.

Baca juga: Eurostar Tambahkan Layanan Kereta Cepatnya dari London Menuju Belanda

Para penumpang yang diungsikan tersebut menunggu didalam gerbing sampai kereta lain datang untuk membantu. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman metro.co.uk (24/7/2019), kereta Eurostar tersebut mogok tak lama setelah meninggalkan Brussel (Belgia) untuk mencapai tujuan akhir di London (Inggris). Tom Theys seorang penumpang mengatakan, dirinya merasa tidak nyaman saat kereta semakin panas.

“Kami meninggalkan Brussels pukul 11 ​​pagi waktu setempat dan tepat di luar daerah perkotaan ketika kereta tiba-tiba berhenti. Mereka memberi tahu kami bahwa mereka harus mematikan semua listrik di kapal. Yang terbesar adalah AC, suhunya naik hingga sekitar 45°C di dalam kereta,” ujarnya.

Dia mengaku, penumpang tinggal di dalam kereta selama sekitar dua jam dan saat itu penuh sesak. Untungnya para petugas dengan sigap membawakan air bagi penumpang. Namun kondisi di dalam gerbong semakin panas sehingga membuat kondisi tidak nyaman.

Penumpang lain bernama Melissa Houghton mengatakan dia memikirkan waktunya di kereta yang penuh sesak lebih dekat ke tiga jam. Dia berbagi foto dirinya tersenyum dengan teman-teman setelah akhirnya bisa melarikan diri dari kereta panas. Eurostar mengumumkan di Twitter bahwa kereta kosong akan segera tiba untuk membawa penumpang kembali ke Brussels.

“Karena masalah pasokan listrik overhead, kereta 9121 tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Kami saat ini kami memiliki kereta yang kosong meninggalkan Brussels Midi yang akan kami transfer penumpang dan mengembalikan penumpang ke Brussels Midi di mana kami akan merawat mereka,” ujar juru bicara Eurostar.

Adanya hal ini, pihak Eurostar mengatakan pada penumpang yang menggunakan layanannya untuk menghindari bepergian dengan layanan mereka di pukul 12.58 dari London ke Brussel dan 14.56 dari Brussel ke London. Dalam perjalanan dari London ke Brussel, Eurostar akan melintasi terowongan Channel (Channel Tunnel) yang menghubungkan antara daratan Eropa dan Inggris.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

“Salah satu kereta kami ditahan karena ada masalah dengan catu daya. Kami sedang berupaya menyelesaikan ini sesegera mungkin, dan kereta lain telah dikirim dari Brussels untuk mengumpulkan para pelancong. Pelanggan dengan pemesanan sore ini harus memeriksa situs web kami apakah ada pembatalan yang disebabkan oleh efek knock-on dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar juru bicara itu.

Ryanair Berterima Kasih Kepada Lufthansa, Ada Apa?

Senjata makan tuan, mungkin peribahasa ini tepat untuk menggambarkan situasi yang memanas antara dua maskapai asal Eropa, Lufthansa dan Ryanair. Ya, maskapai beda kasta ini terlibat ‘perang tak terlihat’ perihal harga tiket pesawat. CEO Lufthansa, Carsten Spohr mengatakan bahwa harga tiket yang dibanderol oleh pihak Ryanair sangatlah tidak logis dan bisa mematikan pasar penerbangan berbiaya rendah atau LCC.

Baca Juga: Ada yang Berbeda di Livery Ryanair, Benarkah Boeing “Rebrand” 737 MAX?

“Tidak bertanggung jawab secara ekonomi, ekologi, dan politik,” ujar Carsten, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (19/7).

“Mereka (Ryanair yang bermain di pasar LCC) menjadikan industri kami sebagai target kritik dan membebat nafas kami karena harga yang kami tawarkan jauh di atas harga mereka,” tandasnya.

Namun karena memiliki anak perusahaan yang juga berkecimpung di pasar LCC, Eurowings, sudah sepantasnya apabila Carsten mencak-mencak ketika mengetahui harga yang ditawarkan oleh Ryanair bisa dibilang tidak masuk akal. Carsten berpendapat bahwa tidak ada maskapai yang akan menjual tiket dengan harga di bawah 10 Euro. Ya, harga tersebut merupakan salah satu harga tiket termurah yang ditawarkan oleh Ryanair.

Namun alih-alih membalas pernyataan Lufthansa tersebut dengan ‘urat’ juga, pihak Ryanair malah terkesan santai dan mengatakan, “terima kasih kepada pihak Lufthansa karena sudah memudahkan proses pemasaran kami,” tutur Chief Marketing Officer, Kenny Jacobs.

Pihak Lufthansa yang awalnya hendak menjatuhkan reputasi dari Ryanair dengan mengatakan bahwa harga tiket pesawat yang mereka tawarkan tidaklah masuk akal, ternyata malah terpaksa memakan tuah dari ujarannya sendiri.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Taktik serangan balik telak yang dilakukna oleh Ryanair ini memang terbukti ampuh guna mematikan langkah dari rival-rivalnya. Pada bulan Mei kemarin, pihak Lufthansa juga pernah mendapatkan skakmat dari Laudamotion, anak perusahaan dari Ryanair.

Kendati terlihat pintar dalam memenangkan peran tak terlihat dengan Lufthansa, namun Ryanair merupakan salah satu maskapai yang menyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

Sertifikasi Tak Kunjung Keluar, Boeing Akan Hentikan Jalur Produksi 737 MAX

Chief Executive Officer dari Boeing, Dennis Muilenburg, memperingatkan kepada para investor pada hari Rabu (24/7) bahwa perusahaan mungkin perlu untuk menghentikan produksi dari 737 MAX. Proses pengembangan – atau lebih tepatnya disebut perbaikan pada varian 737 MAX ini agaknya sedikit melambat pasca dua kecelakaan fatal yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines. Pasca dua kecelakaan yang menewaskan lebih dari 300 orang ini, terjadi grounded massal pada varian 737 MAX oleh maskapai di seluruh dunia.

Baca Juga: Autopilot, Kini Jadi Masalah Baru Pada Boeing 737 MAX

Ya, pemberitaan terkait pemberhentian sementara produksi dari Boeing 737 MAX ini menyusul pernyataan yang dibuat oleh pihak perusahaan terkait penundaan peluncuran varian 777X yang dikarenakan permasalahan pada bagian mesin.

“Ini bukanlah sesuatu yang kita harapkan, melainkan sebuah alternatif yang harus kita siapkan,” tutur Dennis pada konverensi pers di hadapan sejumlah investor, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (24/7).

Sebelumnya, Dennis mengatakan bahwa Boeing akan kembali menerbangkan varian 737 MAX pada kuartal keempat tahun 2019 – dengan syarat varian tersebut sudah mendapatkan sertifikasi dari otoritas terkait untuk kembali mengudara. Namun hingga kini, belum ada titik terang terkait kembalinya varian 737 MAX ke angkasa luas. Spekulasi ini semakin menguat manakala statemen dari pihak Boeing yang mengatakan bahwa perbaikan perangkat lunak pada varian 737 MAX baru akan rampung hingga paling cepat bulan September mendatang, dan mereka berharap agar sertifikasi bisa rampung pada bulan Oktober.

Eksekutif Boeing tidak akan mengatakan kapan akan memutuskan untuk memperlambat atau menghentikan produksi jika jadwal untuk kembali ke layanan tidak terpenuhi. Terdengar mengancam memang, namun langkah ini terpaksa ditempuh Boeing mengingat total kerugian di tubuh perusahaan yang sudah semakin membengkak. Pada kuartal kedua tahun 2019, Boeing mencatat kerugian hingga mencapai angka US$3,7 miliar.

Baca Juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?

Tapi jika menalar lebih jauh lagi, apakah kerugian perusahaan tersebut sebanding dengan nyawa ratusan orang yang meninggal akibat kesalahan sistem navigasi pada varian 737 MAX? Bukan tidak mungkin apabila netizen akan mempertanyakan kembali keselamatan mereka sebelum terbang dengan menggunakan Boeing 737 MAX. Akankah Boeing ‘menganaktirikan’ keselamatan penumpang hanya demi keuntungan kocek semata?

 

Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

Melesat dengan kecepatan 300 km per jam, kereta Shinkansen mampu mengantar penumpang dari Tokyo ke Osaka dengan melintasi gedung pencakar langit, kuil hingga ladang. Bahkan kereta ini juga memberikan keindahan panorama Gunung Fuji.

Baca juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Biasanya dalam perjalanan menggunakan kereta Shinkansen, banyak penumpang yang membawa makanan mereka dan bekal dimakan tersebut setelah 45 menit perjalanan. Bekal makanan yang dibawa para penumpang ini dibeli di kios stasiun atau dari petugas kereta api.

Pilihan makanan dari ekiben (atlasobscura.com)

Makanan itu disebut ekiben yang merupakan gabungan eki (stasiun) dan ben adalah kependekan dari bento (makanan kotak). Isinya pun tak jauh berbeda dari makanan kotak yang di jual di stasiun atau kereta api negara manapun.

Hanya saja bedanya ekiben di Jepang memiliki ciri khas tempura dan onigiri atau bisa disebut bola nasi (biasanya kosong atau diisi topping). Sayuran kukus yang dibentuk seperti bunga dan sepotong kue yang semuanya diletakkan dalam satu kotak serta ditata semenarik mungkin.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari atlasobscura.com, penumpang Osaka banyak yang memilih bento yang berisi takoyaki, pangsit gurita goreng hingga onigiri. Ekiben sendiri merupakan representasi dari buadaya makanan Jepang yang dibuat dengan indah seperti kotak hadiah.

Sebagian besar berisi potongan ayam, kubus ikan yang dilapisi tepung roti atau ikan bakar, tempura, telur dadar, dan bermacam-macam sayuran daikon acar atau rumput laut yang disusun mengelilingi bola nasi dengan taburan wijen hitam atau nori. Uniknya ekiben yang dijual di setiap stasiun memiliki keunikan tersendiri seperti di Hokkaido yang menghadirkan cumi sebagai lauk nasi dengan saus khusus.

Ternyata ekiben sudah menjadi bagian dari perjalanan kereta api sejak pekerja meletakkan rel kereta pertama. Jalur kereta api Jepang pertama, dari Tokyo ke Yokohama, mulai beroperasi pada tahun 1872. Pada tahun 1885, catatan mencatat, para penjual menjual bola nasi yang diisi dengan acar prem di bungkus daun bambu di Stasiun Utsunomiya.

Pada pergantian abad, jaringan kereta api yang berkembang pesat disandingkan dengan munculnya kios-kios ekiben yang menjual kotak-kotak makanan lokal yakni tai meshi (nasi nasi laut) di stasiun Shizuoka, sushi ayu (ikan sungai segar) di Yamakita. Awalnya ekiben dijajakan menggunakan nampan dan bisa dibeli melalui jendela kereta ketika berhenti.

Namun setelah ada kereta dengan gerbong berAC, hal itu hilang dan digantikan dengan kios penjual ekiben. Tak hanya itu, saat didalam kereta jarak jauh pun, ekiben ini dijual oleh petugas kereta api yang berkeliling di gerbong.

Bukan hanya makanannya, kemasan ekiben yang indah juga membangkitkan daerah tempat pembuatannya. Di Prefektur Hyogo, yang dikenal dengan praktik tradisional menangkap gurita dalam takotsubo, pot tanah yang dirancang khusus untuk menangkap cephalopod, hipparidako meshi ekiben berisikan nasi, gurita, belut kerucut, dan hidangan sayuran yang disajikan dalam takotsubo mini.

Di Okayama, ekiben paling populer merujuk pada Momotaro, atau bocah persik, seorang pahlawan cerita rakyat setempat yang diduga muncul dari persik. Bento berbentuk seperti buah persik dan bungkusnya menampilkan penampilan Momotaro yang artistik. Setiap kotak ekiben adalah suvenir, dan pelancong sering membawa pulang rumah ekiben terkenal sebagai hadiah.

Berbeda dengan kesamaan makanan cepat saji, ekiben berubah untuk memasukkan bahan musiman. Pelancong musim semi mungkin menantikan bunga sakura yang diawetkan dengan nasi. Belut dan nasi ekiben muncul di musim panas, menggantikan nasi tiram musim dingin (kaki meshi). Meskipun Anda perlu melakukan perjalanan tanpa akhir dengan kereta untuk mencicipi semua ekiben di negara ini, raksasa ritel Stasiun Tokyo Ekibenya Matsuri (artinya festival ekiben), menjual 170 jenis yang menampilkan hidangan lokal dari seluruh Jepang.

Ekiben sama-sama populer di kalangan pelancong asal Jepang dan asing. Penggemar memiliki koleksi bungkus ekiben mereka sendiri, mereka dapat menikmati majalah ekiben dan komik serta penjual resmi kartu pass Jepang (mirip dengan Eurail pass) memiliki kiat tentang cara terbaik untuk menikmati ekiben di situs web mereka.

Baca juga: Intip Kerlap Kerlip Wisata Kereta Api Khas Negeri Sakura

Makanan cepat saji yang disiapkan perlahan-lahan, dengan bahan-bahan lokal, musiman, dan dikonsumsi sembari merenungkan lanskap yang lewat secara meditasi, ekiben adalah artefak budaya, undangan untuk mengambil sepotong karunia kuliner Jepang sebagai kenang-kenangan nikmat dari eksplorasi.

Takut Kecelakaan Karena Gunakan GPS Saat Berkendara? Pakai Helm Argon Transform Saja!

Sebuah perusahaan asal Singapura meluncurkan kit yang membuat helm Anda bertransformasi menjadi helm pintar. Kit tersebut adalah Argon Transform, sebuah teknologi helm pintar yang dilengkapi dengan Head-Up Display (HUD), kamera tampak belakang, action camera yang menghadap ke depan, konektivitas bluetooth, interkom dan navigasi GPS visual. Wah, jika melihat teknologi serba mutakhir yang tersemat pada helm tersebut, akankah helm ini akan menjadi standar berkendara di masa yang akan datang?

Baca Juga: Forcite, Helm Futuristik yang Siap Manjakan Para Bikers!

Ada banyak produsen helm pintar di luar sana yang mencoba mengembangkannya yang sudah terintegrasi secara penuh, tetapi pada kenyataannya, mengaplikasikan teknologi mutakhir dan menggabungkannya menjadi sebuah helm pintar tidaklah semudah yang dibayangkan. Selaku pengembang helm pintar ini, startup muda, Whyre mempertimbangkan segala kemungkinan dan teknologi yang tersemat pada helm ini untuk memudahkannya masuk ke dalam pasar penjualan – tanpa harus berlarut dalam pengujian standar yang akan memperlambat peluncurannya di pasar kelak.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (23/7), helm ini ditenagai oleh baterai yang mampu bertahan hingga delapan jam lamanya. HUD ini juga dapat diatur ke dalam mode yang berbeda, mulai dari tampilan speedo meter dalam ukuran yang tidak akan menghalangi daya pandang Anda, GPS pengarah jalan, hingga pemandangan yang tampak di belakang Anda (terlihat dari kamera yang ada pada bagian belakang helm). Jika Anda pernah melihat adegan Tony Stark (Robert Downey Jr.) berbalut baju robot dalam film Ironman, kurang lebih tampilan yang Anda lihat di dalam helm ini akan seperti Anda menggunakan helm Ironman. Keren, bukan?

Jenis helm full face yang digunakan oleh Whyre pada Argon Transform ini akan meningkatkan keselamatan Anda selama perjalanan. Poin keselamatan di sini ditunjang oleh serangkaian teknologi penunjang keselamatan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas – terlebih fitur navigasi yang dapat Anda lihat langsung di depan Anda (ketika posisi kaca dalam kondisi tertutup.

Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

Ya, jika mengadaptasi apa yang terjadi di Indonesia – khususnya Jakarta, ada banyak sekali pengemudi ojek online yang mengoperasikan ponsel mereka hanya untuk melihat aplikasi navigasi dan itu dilakukan sembari mengemudikan motornya. Tentu saja, apa yang dilakukan oleh si pengemudi ojek online tersebut sangatlah berbahaya dan ancaman kecelakaan sudah siap mengincar kapanpun ia lengah.

Bagi Anda yang tertarik untuk memiliki salah satu dari helm pintar ini, dibanderol dengan harga awal US$399 (Rp5,9 juta). Harga yang cukup mahal untuk ukuran sebuah helm, namun diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman!

 

Terpleset diantara Peron dan Kereta Api, Kaki Seorang Wanita Harus Diamputasi

Belum lama ini seorang penumpang tergelincir sehingga membuatnya jatuh diantara kereta api dan peron di Bandara Gatwick, Inggris. Wanita yang belum diketahui namanya tersebut kemudian ditolong dan dirawat tim medis setelah diangkat dari celah peron pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Baca juga: Pria Tambun Terpleset Saat Naik Kereta yang Berjalan dan Terjatuh ke Celah Peron

Kemudian tim medis membawanya ke Rumah Sakit St George di Tooting, London untuk mendapat tindakan lebih lanjut. Sayangnya ternyata karena tergelincir, wanita itu harus menjalani operasi darurat atas cedera pada kaki.

Hal ini membuat hidup wanita tersebut berubah, sebab kaki yang cedera tersebut harus di amputasi untuk menyelamatkannya. Adanya insiden ini kemudian membuat listrik di rel kereta harus dimatikan ketika melakukan penyelamatan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (22/7/2019), selain itu, penumpang maskapai pun harus mengalami penundaan. Menurut Kepolisian Transportasi Inggris, insiden ini murni dinyatakan sebagai kecelakaan. Peristiwa mengerikan menyusul kekhawatiran yang berkembang tentang kesenjangan antara kereta dan platform yang melebar di banyak stasiun karena pengenalan ribuan gerbong baru.

Penelitian yang diterbitkan oleh Dewan Keselamatan dan Standar Kereta Api mengatakan ada peningkatan risiko pelancong jatuh di antara platform dan kereta. Ada 21 kecelakaan serius antara platform dan kereta sejak 2005, sebagian besar terjadi dalam lima tahun terakhir.

Peron-peron yang dinamai oleh penumpang memiliki celah yang sangat besar termasuk beberapa di Clapham Junction dan East Croydon di London selatan, Bristol Temple Meads, Worcester Foregate Street, Whitehaven, Epsom, dan Dorchester. Pada bulan Juni kemarin, seorang pria bertubuh besar di India juga terpleset diantara kereta dan peron.

Baca juga: Akibat Didorong Penumpang Lain, Kaki Wanita Ini Terperosok di Celah Peron Stasiun MRT

Saat itu, pria tersebut tengah mengejar keretanya yang sudah mulai berjalan. Untungnya saat jatuh ke peron, pria tersebut tidak mengalami luka serius dan kembali menlanjutkan perjalanannya bersama anak dan istri.