Derazona Helicopters Indonesia Jadi Operator Airbus H160 Pertama untuk Sektor Energi di Asia Tenggara

Airbus Helicopters telah menyerahkan unit helikopter H160 ke Derazona Helicopters di Indonesia. Penyerahan ini menandai masuknya helikopter generasi terbaru tersebut ke tanah air sekaligus di pasar sektor energi di Asia Tenggara yang lebih luas.

Derazona Helicopters (PT Derazona Air Service) adalah perusahaan penerbangan swasta asli Indonesia yang mengkhususkan diri pada layanan transportasi helikopter.

Helikopter multi-misi H160 diharapkan dapat memperkuat armada operator di Indonesia dan digunakan untuk mendukung misi energi lepas pantai, serta layanan utilitas dan transportasi komersial.

“Kedatangan helikopter H160 ini menandai babak baru yang penting bagi Derazona Helicopters. Sebagai operator pertama helikopter untuk misi energi di Asia Tenggara, kami sangat antusias memanfaatkan kemampuan uniknya untuk melayani kebutuhan berbagai klien kami dengan standar keamanan dan efisiensi tertinggi. Kemampuan helikopter H160 yang teruji akan menjadi kunci dalam memperkuat posisi kami sebagai pemimpin layanan helikopter di kawasan Asia Tenggara,” ucap Ramadi Widyardiono, Director of Production, Derazona Helicopters.

“Kami bangga melihat helikopter H160 mulai beroperasi di Asia Tenggara, memperkuat hubungan kami dengan Derazona sebagai pelanggan perdana di kawasan ini untuk misi energi,” ujar Regis Magnac, Vice President Head of Energy, Leasing and Global Accounts Airbus Helicopters. “Helikopter H160 merepresentasikan sebuah terobosan generasi yang sesungguhnya, dirancang sebagai helikopter yang efisien, andal, dan nyaman, sehingga sesuai untuk memenuhi persyaratan operasional yang menantang pada sektor energi di Indonesia. Penyerahan ini merupakan tonggak penting yang menegaskan daya tarik global helikopter ini dan kemampuannya dalam menetapkan kembali standar dalam transportasi lepas pantai.”

H160 merupakan salah satu helikopter tercanggih di dunia, dirancang dan dirakit untuk memberikan keselamatan operasional tertinggi sekaligus kenyamanan terbaik di kelasnya. Helikopter ini dapat mendukung berbagai misi mulai dari penegakan hukum, operasi lepas pantai, misi pencarian dan penyelamatan, perjalanan privat dan bisnis, hingga layanan medis darurat (Emergency Medical Services/EMS). Kini, helikopter H160 telah beroperasi di negara Brasil, Kanada, Cina, Perancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Didirikan di Jakarta pada tahun 1971, Derazona Helicopters menjadikannya salah satu operator helikopter pionir di Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari grup perusahaan yang memiliki sejarah panjang di industri dirgantara nasional.

Biro Pemadam Kebakaran Kota Nagoya Jepang Order Helikopter Airbus H160

KAI Optimis 100 Persen Operasional LRT Jabodebek Lancar Selama Libur Nataru

KAI memastikan operasional LRT Jabodebek siap menghadapi Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Operasional semasa Nataru diyakini bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Baca juga: Masih Tersedia! Diskon Tiket KAI Jelang Libur Nataru Bisa juga Beli Go Show

“Kami yakin operasional akan berjalan lancar dengan segala persiapan matang yang sudah dijalankan. 100 persen (yakin),” jelas Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, dihadapan awak media, Kamis (18/12/2025).

Bilapun terdapat gangguan, lanjutnya, KAI sudah melakukan simulasi tanggap darurat dan skema pola operasi guna memastikan respon time bisa sesingkat mungkin.

“Kami menyiagakan petugas tidak hanya di kereta dan stasiun, tetapi juga di OCC (Operating Control Center). Di situ semua laporan tersistem dan ketika ada gangguan langsung ditindak lanjut,” tambahnya.

KAI menetapkan Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Selama periode tersebut, KAI menyiagakan 1.419 petugas LRT Jabodebek yang terdiri dari Train Attendant, Station Officer, Ticketing Officer, Passenger Officer, petugas kebersihan, paramedis, serta petugas keamanan. Para petugas tersebut akan bersiaga di stasiun, rangkaian kereta, dan titik-titik strategis untuk memastikan layanan berjalan sesuai prosedur.

Baca juga: PT KAI Hadirkan Vending Machine, Naik LRT Jabodebek Pakai KMT Kini Makin Mudah

Dari sisi operasional, untuk mendukung kelancaran layanan dan mengakomodasi pergerakan pengguna LRT Jabodebek, KAI mengoperasikan 26 trainset dengan 430 perjalanan per hari pada hari kerja (weekday) dari sebelumnya 24 trainset LRT Jabodebek dengan 396 perjalanan per hari. Sementara itu pada akhir pekan dan libur nasional, KAI mengoperasikan 270 perjalanan LRT Jabodebek per hari.

“Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, KAI melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Posko Angkutan. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional, koordinasi lintas fungsi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan terukur untuk menjaga kelancaran layanan LRT Jabodebek,” tutupnya.

Masih Tersedia! Diskon Tiket KAI Jelang Libur Nataru Bisa juga Beli Go Show

Perjalanan kereta api (KA) saar libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sudah semakin terlihat. Di stasiun pemberangkatan seperti Stasiun Pasar Senen, Gambir, maupun Bekasi saat ini sudah semakin terlihat ramai. Masyarakat melakukan perjalanan lebih dominan menuju ke Purwokerto, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Kereta api tambahan pun mulai 18 Desember 2025 sudah mulai dijalankan.

Kenyamanan bagi para pelanggan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mempersiapkan lebih dari tiga juta tiket bagi para pelanggan. Selain itu, untuk periode Nataru, KAI juga memberikan diskon tiket kereta hingga 30 persen.

Melansir dari Instagram resmi PT KAI @kai121_, dalam periode libur Nataru 2025/2026 mulai dari tanggal 18 Desember 2025–4 Januari 2026, berikut merupakan rincian kapasitas kereta api (KA) yang telah disiapkan KAI:

• KA Reguler Komersial: 1.973.807 seat.
• KA Reguler Subsidi (PSO): 648.246 seat.
• KA Tambahan Komersial: 431.134 seat.

Promo 30 persen dipersiapkan untuk 1.509.080 tempat duduk pada perjalanan kereta ekonomi komersial yang terdiri dari 156 KA Reguler Komersial dan 26 KA Tambahan Komersial.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin mengaku bahwa tiket kereta api untuk liburan Nataru 2025/2026 masih banyak yang belum terjual. Bobby menyampaikan, penjualan tiket kereta api yang baru melampaui setengah dari kapasitas tempat duduk karena masyarakat lebih memilih pembelian langsung atau go show di stasiun keberangkatan.

Penjualan tiket untuk periode keberangkatan 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 1.747.125 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan selama periode libur akhir tahun.

Penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 1.630.549 tiket, atau 59,1% dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 116.576 tiket, setara 15,6% dari total 745.056 tempat duduk.

Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30% yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan untuk program tersebut. Hingga 18 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket diskon yang telah terjual mencapai 695.966 tiket, atau 46% dari total kapasitas yang tersedia untuk kereta api ekonomi komersial.

KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan menyenangkan. Beragam fasilitas serta layanan siap dinikmati oleh para penumpang agar setiap perjalanan menjadi lebih berkesan.

Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis

Tahap Uji Operasi, Pemerintah Yakin Stasiun Jatake Ditargetkan Rampung Desember Ini

Masih menjadi sorotan, Stasiun Jatake yang merupakan stasiun yang dibangun dengan konsep modern ini dikabarkan rampung pada Desember ini. Berada antara petak Stasiun Cicayur dengan Stasiun Parungpanjang, stasiun ini nantinya akan menjadi lokasi yang strategis karena berada di kawasan perumahan dan pusat perbelanjaan Bumi Serpong Damai (BSD).

Dari banyaknya kabar dari berbagai sumber mengatakan Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) Hermawan Wijaya menyampaikan, saat ini Stasiun Jatake masih berada dalam tahap uji kelayakan operasional. Selanjutnya, stasiun akan memasuki tahap akhir yaitu uji operasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Lebih lanjut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan Stasiun Jatake yang berada di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dapat beroperasi di bulan ini. Namun, Dudy tidak menjelaskan secara lebih detail kapan pastinya.

Proses pembangunan Stasiun Jatake. (Foto: Dok. Antara)

Pembangunan stasiun ini dilakukan menggunakan skema creative financing, tanpa ketergantungan pada anggaran negara (non-APBN). Dari sisi demand, keberadaan Stasiun Jatake menjawab kebutuhan masyarakat akan perluasan kapasitas layanan di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.

Pembangunan Stasiun Jatake adalah bagian dari konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD) untuk kota baru. Stasiun ini diproyeksikan mampu melayani 20.000 penumpang setiap hari. Stasiun ini memiliki luas bangunan kurang lebih 3.000 meter persegi (3 lantai) dan akan melayani jalur KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.

Sebagaimana diketahui, volume pengguna commuter line di jalur ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada 2024, total volume mencapai 73.296.200 pengguna atau terjadi lonjakan sebesar hampir 52 persen dalam kurun waktu dua tahun. Memasuki tahun 2025, hanya dalam periode Januari hingga Maret saja, lintas Tanah Abang-Rangkasbitung telah melayani 19.089.018 pelanggan.

Secara teknis, Stasiun Jatake berada di KM 37+045 pada rute KRL Tanah Abang–Rangkasbitung. Stasiun ini akan dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar 6 meter. Fasilitas di dalam gedung stasiun mencakup area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang kantor untuk PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Di bagian luar, disediakan gedung parkir untuk mobil, sepeda motor, dan sepeda guna mendukung mobilitas pengguna yang datang dari berbagai arah.

Kehadiran Skybridge Bakal Ubah Tata Letak Pintu Stasiun Tanah Abang

Mengenal Stasiun Town Hall: Mahakarya Arsitektur ‘Double Deck’ Bawah Tanah di Jantung Sydney

Di bawah riuhnya jalanan George Street yang dipenuhi gedung pencakar langit dan langkah kaki para pelancong, kota Sydney menyimpan sebuah mahakarya teknik sipil yang telah berusia hampir satu abad.

Salah satu fitur yang paling mencolok dari jaringan transportasi bawah tanah mereka adalah keberadaan stasiun bertingkat atau double deck, sebuah solusi cerdas yang lahir dari keterbatasan lahan di pusat kota. Stasiun Town Hall, yang terletak persis di samping kemegahan Katedral St. Andrew, adalah contoh paling ikonik dari desain visioner ini.

Kisah stasiun bertingkat di Sydney tidak bisa dilepaskan dari sosok John Bradfield, insinyur legendaris yang juga merancang Sydney Harbour Bridge. Pada awal abad ke-20, Bradfield memimpikan sebuah sistem kereta api yang efisien untuk menghubungkan wilayah pinggiran kota dengan pusat bisnis Sydney (CBD). Namun, ia menghadapi tantangan besar: jalanan di pusat kota Sydney relatif sempit dan tanah di bawahnya sangat padat oleh pondasi bangunan.

Sydney Central, Eksotisme Stasiun Tua di Antara Deru Penumpang Metropolitan

Untuk mengatasi hal tersebut, saat pembangunan dimulai pada akhir 1920-an, diputuskan bahwa stasiun utama di tengah kota seperti Town Hall tidak akan dibangun melebar secara horizontal, melainkan vertikal secara bertumpuk. Teknik ini memungkinkan stasiun menampung lebih banyak jalur tanpa harus menggali area yang terlalu luas di bawah permukaan jalan George Street yang berharga. Stasiun Town Hall akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 28 Februari 1932, hampir bersamaan dengan selesainya jembatan pelabuhan yang ikonik itu.

Apa yang membuat Stasiun Town Hall begitu menarik adalah tata letak peronnya yang terbagi menjadi dua level utama di bawah tanah. Lantai pertama, atau peron atas, berfungsi sebagai hub bagi kereta yang meluncur ke arah Utara melewati Sydney Harbour Bridge dan jalur Barat. Sementara itu, tepat di bawahnya—pada lantai kedua atau peron bawah—terdapat jalur yang melayani rute City Circle, jalur Illawarra, serta wilayah selatan Sydney.

Dari Inggris ke Sydney: Sejarah dan Peran Krusial Stasiun Liverpool yang Bukan di Merseyside

Desain dek bertumpuk ini menciptakan pengalaman yang unik bagi penumpang. Esalator dan tangga yang terjal menghubungkan kedua lantai ini, menciptakan labirin bawah tanah yang sibuk. Bagi orang yang baru pertama kali datang, stasiun ini bisa terasa seperti gedung bertingkat yang tersembunyi di dalam perut bumi.

Efisiensi ruang ini memungkinkan enam peron sekaligus beroperasi dalam satu koordinat geografis yang sama, sebuah pencapaian teknik yang luar biasa untuk ukuran zamannya.

Meskipun telah beroperasi selama lebih dari 90 tahun, konsep double deck di Town Hall tetap relevan hingga hari ini. Frekuensi kereta yang sangat tinggi—terkadang mencapai satu kereta setiap dua menit—membuat stasiun ini memiliki atmosfer yang menyerupai sistem Metro modern. Bahkan, dengan dibukanya jalur Sydney Metro City & Southwest pada tahun 2024, Stasiun Town Hall kini terhubung dengan Stasiun Metro Gadigal melalui lorong bawah tanah yang luas, menciptakan sebuah super-hub transportasi yang memadukan sejarah klasik dan teknologi masa depan.

Keberadaan Stasiun Town Hall yang berdampingan dengan Katedral St. Andrew dan Balai Kota (Town Hall) Sydney menjadikannya bukan sekadar tempat transit. Ia adalah saksi bisu perkembangan Sydney dari sebuah kota kolonial menjadi metropolitan dunia. Bagi para komuter yang terburu-buru, tangga-tangga di stasiun ini mungkin hanya sarana berpindah lantai, namun bagi pecinta sejarah arsitektur, desain “double deck” ini adalah bukti nyata dari kecerdasan manusia dalam menaklukkan keterbatasan ruang di bawah permukaan tanah.

Sydney Canangkan Pembangunan Stadion di Atas Stasiun Central

PT KAI Hadirkan Vending Machine, Naik LRT Jabodebek Pakai KMT Kini Makin Mudah

PT KAI terus menghadirkan mesin tiket otomatis atau vending machine di stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini menjadi alternatif baru bagi pengguna untuk melakukan pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) secara mandiri, sekaligus melengkapi layanan loket yang telah tersedia sebelumnya.

Baca juga: LRT Jabodebek Rayakan HUT Jakarta ke-498, Suguhkan Kuliner Khas Betawi sampai Bagikan KMT Edisi Khusus

Perlu diketahui, walaupun KRL Commuter Line dan LRT Jabodebek masing-masing mengeluarkan KMT, pada dasarnya KMT KRL dan KMT LRT Jabodebek sama dan terintegrasi. Keduanya bahkan bisa digunakan juga di Transjakarta dan MRT Jakarta.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika Putra, menjelaskan bahwa penambahan vending machine merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menyediakan pilihan layanan yang lebih praktis dan fleksibel bagi masyarakat.

“Kehadiran vending machine memberikan kemudahan tambahan bagi pengguna LRT Jabodebek dalam melakukan isi ulang atau top up saldo KMT. Kini, pengguna tidak hanya bergantung pada loket, tetapi juga dapat memanfaatkan mesin otomatis yang tersedia di stasiun,” ujarnya.

Radhitya menambahkan, layanan loket tetap beroperasi seperti biasa untuk pembelian maupun pengisian saldo KMT. Namun dengan adanya vending machine, pengguna memiliki pilihan yang lebih efisien, terutama pada jam-jam sibuk, karena dapat melakukan top up tanpa harus ke loket.

Cara pengisian atau top up saldo KMT melalui vending machine juga cukup mudah. Pengguna hanya perlu memasukkan kartu KMT, dilanjut dengan memasukkan uang kertas dengan nominal tertentu sesuai petunjuk pada mesin. Setelahnya, otomatis saldo di KMT akan bertambah.

Selain KMT, KAI juga menyediakan beragam metode pembayaran non-tunai lainnya, seperti kartu uang elektronik perbankan, aplikasi Access by KAI, LinkAja, serta QRIS Tap. Berbagai pilihan tersebut memungkinkan pengguna LRT Jabodebek dalam menyesuaikan metode pembayaran sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing.

Baca juga: KMT Edisi ‘100 Tahun KRL di Indonesia’ Sudah Bisa Kalian Beli, Ini Daftar Stasiun Penjualnya

Dari sisi tarif, KAI menerapkan skema yang sederhana dan mudah dipahami. Pada hari kerja, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp 20.000,- pada jam sibuk (06.00 wib – 08.59 wib dan 16.00 wib – 19.59 wib) dan Rp 10.000,- di luar jam sibuk. Sementara itu, pada akhir pekan dan hari libur nasional, tarif maksimal Rp10.000 berlaku untuk seluruh perjalanan.

Pengembangan fasilitas pembayaran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan kemudahan akses layanan LRT Jabodebek, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih praktis, nyaman, dan andal untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Proyek Jalur KA Cipatat – Padalarang Masuk Tahap Perencanaan, Ini Bocoran Rutenya

Jalur kereta api (KA) yang digadang-gadang akan tembus kembali rute Cipatat – Padalarang rasanya sudah makin serius ditangani. Berawal dari jalur yang memang terbilang ekstrem karena mengingat medan yang dilalui sudah tidak layak dilalui oleh lokomotif besar seperti sekarang ini.

Dahulu jalur KA masih beroperasi mulai dari Staisun Cipatat hingga Stasiun Padalarang itu melewati satu stasiun yang hingga kini masih terlihat bangunannya. Ya, namanya Stasiun Tagogapu yang merupakan stasiun kecil hanya memiliki 2 jalur dengan sistem persinyalan semi elektrik.

Saat itu Stasiun Tagogapu merupakan stasiun percontohan yang melakukan sistem persinyalan semi elektrik di lintas Padalarang – Cianjur. Padahal jalur tersebut sistem persinyalannya dilakukan secara mekanik. Kereta api yang melintas saat itu menggunakan dua unit kereta angkutan penumpang kelas ekonomi yang ditarik lokomotif diesel hidrolik. Terbukti saat itu rangkaian kereta api bisa kuat menanjak dengan rel yang memiliki tikungan tajam sekalipun.

Nah, jalur yang saat ini direncanakan oleh pemerintah rute Cipatat hingga Padalarang akan membuka lahan baru yakni dengan membuat jalur pintas yang lebih dekat.

Menurut Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Dishub Jabar, Tata Bina Udin, yang dikutip dari laman Bandung Bisnis menyampaikan bahwa survei lokasi dilakukan bersama Kementerian, PT KAI dan Pemkab Bandung Barat dari stasiun Cipatat sampai Stasiun Sasaksaat.

Stasiun Sasaksaat yang nantinya sebagai jalur pintasan (shortcut) dari Stasiun Cipatat (Foto: Dok. Istimewa)

Berdasarkan hasil survei lapangan, rencananya akan dilakukan pembukaan jalur baru, untuk menghubungkan Stasiun Cipatat-Padalarang. Rencananya, pembukaan jalur baru tersebut memiliki panjang sekitar 9 kilometer, dari total panjang 13 kilometer.

Adapun pembangunan fisiknya, baru akan dilakukan setelah detail engineering design (DED) selesai pada tahun ini. “Kita akan merencanakan pengadaan tanahnya dikurang lebih di 2027-2028, karena perencanaannya banyak juga, belum lagi penentuan penetapan trasenya, jadi mungkin fisiknya sekitar 2028-2029,” ucapnya.

Masyarakat pun berharap jika pembangunan jalur kereta api dari Cipatat hingga Sasaksaat rampung, tentu sangat terbantu dalam hal transportasi berbasis rel. Karena perjalanan lebih singkat dan terjangkau. Apalagi waktu yang ditempuh bisa lebih cepat dan lebih mudah.

Jembatan Bekasi – 135 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta

Haji 2026 Lebih Matang: Garuda Indonesia dan Kemenhag Teken Kontrak Lebih Awal demi Kelancaran Jemaah

Garuda Indonesia bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji untuk periode 1447–1449 Hijriah atau tahun 2026–2028. Penandatanganan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12) di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji, Ian Heriyawan, serta disaksikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pada musim haji tahun 2026, Garuda Indonesia direncanakan akan mengangkut sebanyak 102.502 jemaah haji Indonesia yang berasal dari 10 embarkasi dan diterbangkan melalui 276 kelompok terbang (kloter). Kesepuluh embarkasi tersebut meliputi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta (Asrama Haji Banten, sebagian Jakarta Pondok Gede), Solo, Yogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini mencerminkan kesiapan Garuda Indonesia dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji secara optimal, sekaligus menjadi wujud berkelanjutan atas kepercayaan yang diberikan untuk melayani perjalanan ibadah haji jemaah Indonesia.

“Berbagai upaya penyelarasan layanan terus kami lakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan dari dan menuju Tanah Suci. Aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan—khususnya bagi jemaah lanjut usia—senantiasa menjadi prioritas utama di seluruh lini layanan dan operasional kami,” ujar Glenny.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menuturkan bahwa penandatanganan kerja sama penerbangan haji untuk periode tiga tahun ke depan merupakan langkah strategis guna memastikan kesiapan operasional yang lebih terencana dan berkelanjutan.

“Dengan perencanaan jangka menengah ini, Garuda Indonesia dapat melakukan persiapan lebih awal, baik dalam optimalisasi armada, kesiapan kru, maupun peningkatan kualitas layanan yang selaras dengan kebutuhan dan budaya jemaah haji Indonesia,” ungkap Irfan.

Lebih lanjut, Irfan menyampaikan apresiasi atas komitmen Garuda Indonesia dalam mendukung upaya efisiensi biaya haji, termasuk penurunan tarif penerbangan pada musim haji tahun ini, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.

“Ke depan, kami berharap upaya efisiensi tersebut dapat terus ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas layanan, mengingat komponen penerbangan memiliki kontribusi signifikan terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji. Amanah ini bukan semata tugas operasional, melainkan bentuk pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah, yang memerlukan koordinasi dan komunikasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk otoritas terkait di Arab Saudi,” tambahnya.

Untuk mendukung operasional haji tahun 2026, Garuda Indonesia menyiapkan 15 armada pesawat berbadan lebar (wide-body) yang akan mengantarkan jemaah haji secara bertahap sesuai jadwal penerbangan. Keberangkatan jemaah haji menuju Tanah Suci direncanakan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 22 April–6 Mei 2026, dilanjutkan keberangkatan menuju Jeddah pada 7–21 Mei 2026. Adapun fase kepulangan akan dilaksanakan pada 1–30 Juni 2026, dengan keberangkatan dari Jeddah pada 1–15 Juni 2026 dan dari Madinah pada 16–30 Juni 2026.

“Melalui kesepakatan kerja sama yang ditandangatangani secara lebih awal ini, kiranya kesiapan operasional penerbangan haji Garuda Indonesia dapat turut menyelaraskan misi Pemerintah secara berkelanjutan, yakni mendukung kemudahan perjalanan masyarakat muslim dalam menunaikan ibadah haji,” tutup Glenny.

Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956

Di Balik Kecepatan dan Ketepatan: Inilah Bandara dengan Penanganan Bagasi Terbaik di Dunia

Keberhasilan sebuah bandara dalam menangani ribuan tas setiap jamnya bergantung pada infrastruktur bawah tanah yang kompleks. Beberapa bandara di Asia dan Eropa secara konsisten menempati peringkat teratas dunia dalam kategori ini, membuktikan bahwa investasi pada teknologi sensor dan kecerdasan buatan (AI) adalah kunci utama.

Bandara Internasional Changi (SIN), Singapura
Changi sering kali dianggap sebagai standar emas dalam segala aspek layanan bandara, termasuk bagasi. Sistem penanganan bagasi di Changi adalah sebuah keajaiban teknik yang sangat otomatis. Bandara ini menggunakan sistem Inter-Terminal Baggage Transfer yang terdiri dari jaringan ban berjalan (conveyor belt) dan kendaraan otomatis berkecepatan tinggi yang menghubungkan keempat terminalnya.

Keunggulan Changi terletak pada transparansi dan kecepatannya; penumpang sering kali mendapati bagasi mereka sudah tersedia di carousel sesaat setelah mereka melewati pemeriksaan imigrasi. Mereka juga menggunakan teknologi pemindaian bagasi 3D dan sistem pelacakan otomatis yang meminimalkan risiko tas tertinggal saat transit antar-terminal.

Bandara Internasional Incheon (ICN), Korea Selatan
Incheon secara konsisten memenangkan penghargaan untuk penanganan bagasi terbaik di dunia. Rahasianya terletak pada Baggage Handling System (BHS) yang memiliki tingkat kesalahan hampir nol persen—hanya sekitar 0,0001 persen tas yang mengalami kendala.

Sistem di Incheon dirancang untuk menangani lebih dari 60.000 tas per jam. Dengan panjang ban berjalan yang mencapai puluhan kilometer di bawah tanah, sistem ini dilengkapi dengan sensor pintar yang dapat mendeteksi tujuan setiap tas dalam hitungan milidetik. Keandalan Incheon sangat terasa bagi penumpang transit; sistem mereka memastikan bahwa meskipun waktu transit sempit, tas penumpang akan berpindah ke pesawat berikutnya dengan akurasi yang luar biasa.

Bandara Internasional Kansai (KIX), Jepang
Kansai memegang rekor yang sangat prestisius: sejak bandara ini dibuka pada tahun 1994, mereka mengklaim tidak pernah menghilangkan satu pun tas milik penumpang. Prestasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga budaya kerja yang sangat teliti.

Di Kansai, staf penanganan bagasi dilatih untuk memperlakukan tas penumpang dengan sangat hati-hati—bahkan sering terlihat staf yang mengelap tas yang basah karena hujan atau mengatur posisi gagang tas agar mudah diambil oleh penumpang di carousel. Ketelitian manusia yang dipadukan dengan manajemen logistik yang ketat menjadikan Kansai bandara paling tepercaya di dunia untuk urusan keamanan barang bawaan.

Bandara Internasional Hong Kong (HKG), Cina
Bandara Hong Kong mengandalkan sistem Radio Frequency Identification (RFID) secara menyeluruh untuk melacak bagasi. Dengan stiker RFID, setiap tas dapat dilacak secara real-time di sepanjang jalur sistem penanganan bagasi yang luas. Hal ini secara signifikan mengurangi tingkat kehilangan tas karena sistem dapat langsung mengetahui jika ada tas yang keluar dari jalurnya. Selain itu, HKG juga memelopori layanan In-town Check-in, di mana penumpang bisa menitipkan bagasi mereka di stasiun kereta pusat kota berjam-jam sebelum penerbangan, dan sistem logistik bandara akan memastikan tas tersebut sampai ke pesawat yang tepat.

Keberhasilan bandara-bandara ini menunjukkan bahwa penanganan bagasi terbaik bukan hanya soal seberapa cepat tas keluar di carousel, tetapi soal keandalan sistem pelacakan dan integritas staf di lapangan. Changi, Incheon, Kansai, dan Hong Kong telah membuktikan bahwa dengan kombinasi otomatisasi canggih dan manajemen yang disiplin, kecemasan penumpang akan kehilangan koper dapat dihilangkan sepenuhnya.

Bandara Zurich Swiss Punya AirPortr, Solusi Bagasi Pintar Bebas Tenteng Tas/Koper

Tak Sekadar Warna, Stasiun Layang di ‘Red Line’ Ini Memiliki Makna Unik Tersendiri

Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tentu menyimpan keunikan tersendiri pada masing-masing jalur. Apalagi berbagai stasiun yang disinggahi KRL memiliki ciri khas tersendiri yang membuat masyarakat tentu mengetahuinya. Seperti pada stasiun-stasiun jalur KRL yang berada di jalur Bogor – Jakarta.

Jalur KRL Bogor – Jakarta atau biasa disebut Red Line ini merupakan jalur tertua yang terhubung menuju Sukabumi hingga Kota Bandung. Stasiun Bogor merupakan batas akhir dari perjalanan KRL begitu pun hingga Stasiun Jakarta Kota. Selama di jalur tersebut berbagai bangunan stasiun yang memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari bentuk bangunan hingga ciri khas warna stasiun tersebut.

Mendekati kawasan Jakarta Pusat jalur KRL berada pada jalur layang dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Jayakarta. Nah, sebelum Stasiun Manggarai dibuat jalur layang, Stasiun Cikini yang terlebih dahulu mengawali pembangunan stasiun layang.

Pada masa awal pembangunannya, jalur kereta api dikembangkan secara bertahap. Setelah Batavia, jalur diperluas menuju wilayah seperti Jatinegara, Jayakarta, hingga Bandung, lalu diteruskan ke Surabaya.

Jalur ini menjadi salah satu urat nadi penting mobilitas di Pulau Jawa. Tak heran jika pembangunan kereta api pada masa itu dianggap sebagai proyek besar yang menandai kemajuan infrastruktur kolonial.

Jalur KRL Bogor – Jakarta Kota melewati jalur layang yang diresmikan tahun 1992, dikutip dari akun Instagram commuterline. Rute ini melewati Stasiun Cikini, Gondangdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, dan Jayakarta hingga sampai di Jakarta Kota.

Ciri khas stasiun-stasiun lama dapat dikenali dari desain bangunannya yang kokoh dan penggunaan warna-warna tertentu. Warna-warna ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memiliki fungsi praktis, yakni membantu penumpang tetap waspada dan tidak mengantuk. Warna biru, merah, dan kombinasi lainnya digunakan sebagai penanda visual yang mudah dikenali, terutama pada masa ketika perjalanan kereta masih memakan waktu panjang.

Berikut nama-nama di stasiun layang yang mempunyai beraneka warna dan memiliki makna yang dirangkum dari laman Detik:

• Stasiun Cikini
Dinding berwarna cokelat ini bukan sekadar estetika tanpa makna namun melambangkan elegansi, kehangatan, kegembiraan, dan energi. Stasiun di Cikini, Jakarta Pusat ini juga menggunakan kombinasi keramik abu-abu dari lobi hingga tangganya.

• Stasiun Gondangdia
Stasiun Gondangdia dengan warna kuning telur pada dinding, keramik lantai, hingga tangganya. Warna kuning cerah dipadukan dengan abu-abu di lantai stasiun sebagai kombinasi sekaligus menegaskan kesan positif. Semangat ini diharapkan ada pada tiap penumpang KRL, meski harus berjibaku dengan padatnya KRL dan waktu tempuh tidak sebentar.

• Stasiun Juanda
Menyajikan pemandangan serba biru langit mulai dari peron, tangga lobi, hingga pintu keluar berbeda dengan stasiun sebelumnya. Untuk lantai, Stasiun Juanda menggunakan keramik warna abu-abu putih yang tak sama dengan dinding. Dikutip dari Instagram @commuterline, warna biru pada dinding Stasiun Juanda memberikan kesan ketenangan, kedamaian, dan kesejukan bagi para pengguna.

• Stasiun Sawah Besar
Warna yang sama digunakan untuk lantai yang dipadukan dengan keramik warna abu-abu. Warna ungu di Stasiun Sawah Besar memberikan kesan lembut dan nyaman dilihat penumpang. Terkait mobilitas penumpang, stasiun menyediakan empat tangga dengan masing-masing punya 52 anak tangga, serta dua eskalator untuk naik dan turun.

• Stasiun Mangga Besar
Warna oranye di stasiun ini memberi kesan cerah, modern, dan energik yang diharapkan bisa dirasakan para penumpang KRL. Dinding Stasiun Mangga Besar dilapisi keramik oranye, dan di samping jendelanya diletakkan tanaman hias yang menambah kesan elegan. Lantainya berwarna cokelat, berjajar dari pintu masuk hingga keluar dengan 42 anak tangga.

• Stasiun Jayakarta
Ciri khas stasiun ini adalah penggunaan panel warna pink dan kuning muda pada bangunannya. Warna merah muda begitu mendominasi, hingga Stasiun Jakarta sekilas seperti serba pink.

Stasiun Jayakarta yang terletak di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat ini bernuansa modern dengan warna yang tak pernah diubah sejak awal berdiri. Jayakarta dilengkapi dengan empat tangga untuk naik turun penumpang dari peron, masing-masing terdiri atas 47 anak tangga.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan