Tarif dan Jalur Integrasi Siap, Mengapa LRT Jakarta Masih Berstatus Uji Publik?

Menikmati Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta yang mengular dari Kelapa Gading menuju ke Velodrome di Rawamangun hingga kini masih saja berstatus uji coba publik alias gratis. Padahal tarif Rp5 ribu sudah disebarkan media sejak terdengarnya gaung seperti akan mulai melintas secara sah beberapa waktu lalu.

Baca juga: Stasiun Velodrome LRT Jakarta dan Halte Pemuda TransJakarta Kini Resmi Terkoneksi

Sebenarnya ada apa dengan LRT Jakarta yang melakukan uji coba publik terus-terusan ini? Dari Penelusuran yang dilakukan KabarPenumpang.com, awalnya pihak LRT Jakarta mengatakan mereka belum terintegrasi secara penuh dengan TransJakarta sehingga menunggu adanya integrasi tersebut.

Namun kemudian pada 26 Juli 2019 kemarin Stasiun LRT Jakarta Veledrome sudah terintegrasi dengan skybridge atau jembatan layang penyeberangan orang menuju ke Halte TransJakarta Pemuda Rawamangun. Bisa dikatakan satu masalah pun selesai yakni integrasi antar dua moda transportasi massal sudah terhubung.

Lalu pertanyaan baru muncul lagi, apakah ada masalah pada sistem tiket dan tapping di gate? Humas officer LRT Jakarta Santhi Pradayini Savitiri mengatakan, saat ini masih melakukan proses penyempurnaan semua sistem. Bahkan dia mengatakan, integrasi semua sistem seperti mesin tapping, gate, psd, occ hingga kereta berjalan baik.

“Semua dalam penyempurnaan, jadi flow-nya kita uji terus secara publik,” kata Santi saat dihubungi KabarPenumpang.com, Jumat (2/8/2019).

Dia menambahkan untuk buka secara publik dengan tarif belum jelas kapan akan dibuka. “Nanti kita update untuk pastinya,” kata Santi.

Untuk diketahui, uji coba publik sudah dimulai hampir dua bulan lalu yakni sejak 11 Juni 2019 dengan waktu operasional kereta mulai pukul 05.30-23.00 WIB. Adapun headway atau jarak waktu antar kereta sekitar sepuluh menit.

LRT Jakarta sendiri memiliki lima stasiun yang bisa digunakan sebagai akses naik dan turun penumpang. Lima stasiun itu adalah Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome serta satu Depo di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.

Baca juga: Tarif LRT Jakarta Flat Rp5 Ribu, Lalu Kapan Beroperasinya?

Bahkan sebelumnya LRT Jakarta sendiri diperkirakan mengular secara resmi di ibukota Jakarta sejak Januari 2019 atau sebelum Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mengular dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran Hotel Indoneisa (HI). Adapun uji coba publik yang hingga kini masih berlangsung merupakan yang kedua dimana yang pertama sudah berjalan hampir dua minggu sejak 4 Maret hingga 18 Maret 2019 kemarin.

14 Tahun Tertunda, Bandara Berlin Brandenburg Siap Beroperasi Oktober 2020

Setelah melewati tahapan pembangunan yang sangat lama – 14 tahun, akhirnya Berlin Brandenburg Airport dikabarkan akan segera memasuki tahap operasi komersial yang rencananya jatuh pada bulan Oktober 2020 mendatang. Pada artikel sebelumnya sudah tertulis bahwa dalam proses pembangunannya saja, bandara berkode BER ini sudah menuai polemik – ada yang pro dengan pembangunannya, ada yang tidak.

Baca Juga: Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Tidak sedikit dari warga Berlin yang tidak ikhlas dengan pergantian predikat bandara internasional utama Berlin yang dulu disandang oleh Tegel International Airport dan kelak akan digantikan oleh Berlin Brandenburg Airport.

Mulai dibangun pada tahun 2006 silam, rencana awal pembangunan bandara ini hanya memakan waktu lima tahun saja dan mulai mengoperasikan penerbangan berjadwal pada bulan Oktober 2011. Namun lantaran perencanaan konstruksi yang buruk, masalah teknis, dan dugaan korupsi dalam proses pembangunanlah yang pada akhirnya memaksa penundaan pengoperasian dari bandara ini. Pihak kontraktor lalu menjanjikan Juni 2012 bandara yang terletak di Schönefeld ini akan rampung, namun ternyata tanggalan tersebut masih tidak tepat sasaran – hingga saat ini.

Selain memakan waktu yang sangat lama, ternyata Berlin Brandenburg Airport ini juga memakan biaya yang sangat besar. Di perencanaan awal, pembangunan bandara ini diperkirakan akan menelan biaya €2 milyar. Namun seiring banyaknya penundaan, maka biaya pembangunannya pun turut mengalami pembengkakan hingga tiga kali lipat dari nominal awal.

“Warga Berlin benar-benar menunggu bandara baru,” tutur Burkhard Kieker, CEO VisitBerlin, dikutip KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (30/7).

Namun kini pembangunan diakui sudah berada di tangan pihak yang tepat, tidak seperti kontraktor sebelumnya yang dihuni oleh orang-orang yang prematur pengalaman. Disebutkan, bandara ini nantinya dapat menampung hingga 45 juta penumpang setiap tahunnya. Mulai dari desain interior yang minimalis dan serba modern hingga penggunaan teknologi yang mutakhir akan memuaskan mata Anda ketika berada di dalam bandara ini.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

“Semua ahli mengatakan kepada saya bahwa tidak ada kekurangan di Berlin Brandenburg Airport,” ujar CEO perusahaan yang membangun Berlin Brandenburg Airport.

“Kami yakin bandara ini dapat beroperasi pada Oktober 2020 mendatang,” imbuhnya.

 

Akibat Temuan BPK Paksa Garuda Indonesia Group Hentikan Layanan WiFi Gratis

Jika sebelumnya sudah gencar pemberitaan tentang hadirnya fitur WiFi gratis di dalam penerbangan maskapai plat merah Garuda Indonesia dan anak perusahaannya, Citilink Indonesia, kini agaknya para penumpang terpaksa harus gigit jari karena dua maskapai yang bernaung di bawah payung Garuda Indonesia Group ini kabarnya menghentikan kerja sama dengan PT. Mahata Aero Teknologi selaku pihak penyedia layanan tersebut.

Baca Juga: Garuda Indonesia Group Hadirkan WiFi Gratis Dalam Penerbangan Domestik

Namun jika menilik kembali ke belakang, Citilink Indonesia telah terlebih dahulu ‘menyajikan’ layanan WiFi gratis di dalam penerbangannya. Pukul mundur ke tanggal 28 Desember 2018 kemarin, dimana pihak Citilink mengumumkan aktivasi dari inflight connectivity yaitu layanan WiFi gratis. Kehadiran WiFi gratis ini ditujukan untuk menambah kenyamanan penumpang dan tetap bisa eksis serta tidak ketinggalan momen di ketinggian 35 ribu kaki (sekitar 10.000 meter) di atas permukaan laut.

“Menjadi maskapai digital pertama di Indonesia merupakan salah satu misi penting bagi Citilink Indonesia untuk memberikan layanan LCC terbaik kelas dunia. Hal ini semata untuk memenuhi kebutuhan konsumen kami yang saat ini didominasi oleh kelompok Milennials Digital di Indonesia,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo kala itu.

Namun dari sekian banyak armada yang bernaung di bawah Garuda Indonesia Group, hanya segerintil pesawat Citilink saja yang berhasil dipasang layanan WiFi gratis ini. Belum rampung rencana pengaplikasian layanan tersebut, kini pihak Garuda Indonesia mengumumkan bakal mengurungkan niat yang dapat meraup pangsa pasar itu.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com, Garuda Indonesia & Citilink diwajibkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk membatalkan kerja sama dengan PT. Mahata Aero Teknologi lantaran laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018 yang dianggap janggal. Garuda Indonesia melaporkan keuntungan di laporan keuangannya setelah sempat menelan kerugian.

Jika ditelisik lebih mendetail, ternyata keuntungan yang dicatat tersebut didapat dari kontrak kerja sama penyediaan layanan konektivitas WiFi dalam penerbangan dan hiburan pesawat dari PT. Mahata Aero Teknologi. Masalahnya, keuntungan tersebut masih berbentuk piutang sehingga Garuda Indonesia diwajibkan untuk membuat ulang laporan keuangannya.

Baca Juga: Naik Citilink, Kini Bisa Nikmati WiFi Gratis di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Tidak berhenti sampai di situ, BPK juga mempertanyakan bagaimana caranya PT. Mahaka Aero Teknologi yang memiliki dana Rp15 miliar bisa menutupi hutang Garuda Indonesia yang mencapai angka Rp3,95 triliun – hal ini semakin diperkeruh dengan detail lengkap tentang timeline pembayaran yang tidak tersedia pada kontrak kerja sama antara Garuda Indonesia dan PT. Mahaka Aero Teknologi.

BPK tidak ingin jika tagihan tersebut hanya digunakan sebagai kamuflase untuk memperbesar keuntungan Garuda Indonesia.

Menanggapi kasus ini, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan, “terkait putusan BPK terkait kerja sama Mahata Aero Teknologi, maka Citilink Indonesia selaku pihak yang berkontrak juga telah mengirimkan surat kepada pihak Mahata Aero Teknologi terkait pembatalan kerja sama tersebut,” tuturnya dalam sebuah keterangan tertulis (26/7).

Hadirnya pemberitaan ini berjalan seiring dengan pupusnya harapan masyarakat Indonesia untuk menikmati fitur hiburan di dalam pesawat yang selama ini diidam-idamkan oleh banyak pihak.

 

Wow, Ada Awak Kabin Southwest di Bagasi Kabin! Lagi Ngapain Ya?

Banyak jalan untuk menarik perhatian penumpang, seperti seorang awak kabin hendaknya menjadi garda terdepan bagi penumpang yang membutuhkan bantuan selama penerbangan – entah itu untuk memesan makanan, bertanya tentang posisi kamar mandi, hingga melaporkan kejadian yang agaknya kurang masuk akal selama penerbangan. Lalu bagaimana ceritanya jika seorang awak kabin yang malah melakukan tindakan aneh dan membuat para penumpangnya mengernyitkan dahi? Tentu saja penumpang bakal melaporkan kejadian ini kepada pihak maskapai ya!

Baca Juga: Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, dalam sebuah penerbangan maskapai Southwest dari Nashville menuju Atlanta pada hari Senin (29/7) kemarin, seorang awak kabin berada di dalam bagasi kabin yang mungkin ditujukan untuk menghibur penumpang. Uniknya lagi, ruang bagasi kabin yang tidak terlalu besar tersebut dapat dimasuki oleh awak kabin berkacamata tersebut.

Entah apa yang dilakukannya di atas sana, tapi momen unik ini berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang yang bernama Veronica Lloyd. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit ini, tampak seorang awak kabin maskapai Southwest sedang berada dalam posisi tengkurap di dalam bagasi kabin.

Dikutip dari laman cnn.com, Veronica mengatakan bahwa awak kabin ini berada di bagasi kabin selama kurang lebih lima menit lamanya.

“Ketika hampir separuh penumpang sudah boarding, ia baru turun dari bagasi atas,” terang Veronica.

“Tidak lupa, ia juga menyapa penumpang yang melewatinya,” imbuhnya singkat.

Lebih lanjut, Veronica mengatakan bahwa itu merupakan penerbangan kedua kalinya dengan menggunakan maskapai Southwest dan ia mengaku bahwa selama ini ia tidak terlalu ‘peka’ dengan lelucon yang coba dilontarkan oleh awak kabin Southwest.

“Tapi kejadian ini cukup menghibur semua penumpang,” tambah Veronica.

Ya, awak kabin Southwest memang terkenal selalu berusaha untuk melontarkan lelucon kepada setiap penumpangnya.

Baca Juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

Menanggapi kejadian yang kadung viral di jagad media sosial ini, pihak Southwest pun membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan, “awak kabin kami memang selalu berusaha untuk melontarkan lelucon dan menunjukkan kepribadian mereka yang unik,”

“Mungkin mereka tengah berusaha untuk bersenang-senang sejenak ketika penumpang sedang boarding,” tandasnya.

Namun terkait keberadaan si awak kabin di bagasi kabin, Southwest berkomentar: “Tentu saja, ini bukan prosedur normal kami, dan kru Southwest selalu menjaga keselamatan sebagai prioritas utama mereka.” Bagasi kabin sendiri punya batasan kapasitas, dimana tidak untuk dimuati manusia dewasa, bukan tak mungkin aksi awak kabin justru bisa merusak fasilitas pada kabin.

Nah, apakah si awak kabin anonim ini bakal kena sanksi dari pihak maskapai asal Negeri Paman Sam yang menyandang predikat sebagai maskapai berbiaya rendah terbesar di dunia?

Airbus Pamerkan Video Airspace Cabin Vision 2030

Melihat kabin pesawat hampir semuanya berbentuk sama dan hanya akan berbeda ketika pelancong memilih kelas yang menurut mereka nyaman. Namun bagaimana jika kabin pesawat memberikan ruang untuk keluarga dan berbagai teknologi baru dalam melengkapinya sebagai kemudahan?

Baca juga: Mampukah Pesawat Bertenaga Listrik Geser Kedigdayaan Pesawat Komersial?

Baru-baru ini salah satu raksasa kedirgantaraan yakni Airbus mengungkapkan sebuah kabin masa depan yang memesona dalam video terbarunya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman walesonline.co.uk (28/7/2019), Airbus meluncurkan Airspace untuk kabin pada pesawat jetnya.

Dimana dalam video, Airbus menawarkan ruang pribadi, tempat penyimpanan kabin yang lebih besar, pencahaayaan canggih dan sistem hiburan dalam penerbangan. Dengan adanya ini justru menjadi sebuah peningkatan pada masa depan kabin pesawat yang lebih cerah.

Airspace Cabin Vision 2030 ini nantinya akan mencakup berbagai kompartemen seperti salah satunya untuk keluarga yang mana orang tua serta anak-anak mereka bisa saling berhadapan seperti kursi meja yang ada di dalam gerbong sebuah kereta. Tak hanya itu, sistem permainan juga dipersonalisasikan melalui teknologi.

(walesonline.co.uk)

Penambahan teknologi lainnya dalam kabin masa depan ini adalah membantu penumpang memesan makanan dengan papan menu digital McDonald’s pada ketingian sepuluh ribu kaki. Adapula konsep tempat tidur susun bagi penumpang untuk tidur siang.

Ruang untuk gym atau berolahraga sebagai sesi kebugaran juga akan dilatih oleh teknologi dalam kabin di kompartemen lainnya. Airbus mengatakan, kabin Airspace 2030 ini terinspirasi dari tren utama maskapai penerbangan, perusahaan teknologi dan perusahaan baru.

Baca juga: Tak Hanya Mudahkan Awak Kabin, Tablet PC Bantu Kurangi Penggunaan Kertas

Dalam kabin masa depan ini, akan ada dua lorong yang membelah kursi baik pada kompartemen keluarga maupun pada ruang kursi untuk penumpang duduk. Yang jelas dalam video tersebut menegaskan bahwa teknologi berperan penting untuk menghadirkan Airspace Cabin Vision 2030 tersebut.

Tak Dapat Kursi Tidur, Penumpang ini Justru Beli Enam Tiket untuk Tiga Orang

Enam tiket kereta dibeli seorang penumpang wanita karena dia dan anak-anaknya tidak mendapat tiket kursi tidur. Tiket-tiket tersebut ditunjukkannya kepada petugas saat dirinya dikritik penumpang lain karena dianggap memonopoli kursi kereta hijau di Harbin ibukota provinsi Heilongjiang di Cina Timur Laut.

Baca juga: Abaikan Aturan, Wartawan AsaI Inggris Biarkan Anjing Piaraannya Tidur di Kursi Kereta

Permasalahan tiket tersebut terekam sebuah kamera video yang kemudian tersebar dan menjadi perbincangan serta perdebatan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com (29/7/2019), dalam video itu, wanita tersebut mengatakan gagal membeli tiket tidur sehingga harus membeli tiket untuk enam kursi yang berdekatan.

Dia mengaku beli enam kursi agar anak-anaknya bisa tidur dengan nyaman meski bukan di kursi tidur. Namun masalah timbul ketika penumpang yang tidak memiliki kursi meminta dia untuk menyerahkan kursi kosong tersebut. Karena masalah kursi itu, mengakibatkan perselisihan dan wanita tersebut bersikeras dia tidak melakukan kesalahan.

“Penumpang telah membayar semua tiket dan menggunakan kursi untuk anak-anaknya. Adalah hak dan kepentingannya yang sah yang tidak perlu ditanyakan,” ujar seorang warganet yang mendukung penumpang wanita itu.

Namun ternyata ada juga yang tidak sepaham dan mengatakan hal tersebut adalah pemborosan sumber daya publik. Sebab dikatakatan warganet bahwa tiket ekstra yang dibeli penumpang wanita itu bisa diberikan kepada penumpang lain yang benar-benar membutuhkan.

“Tidak peduli berapa banyak kartu identitas yang telah digunakan untuk membeli tiket, penumpang yang membawa tiket dapat mengambil semua kursi meskipun pemilik tiket tidak bepergian bersama,” kata seorang petugas dari China Railway Group.

Dia mengatakan, ketika seorang penumpang membeli tiket kereta api, dia telah menandatangani kontrak yang relevan dengan grup. Ini berlaku selama tidak ada pengembalian atau penggantian tiket yang dilakukan oleh penumpang.

“Dia memiliki hak untuk memberi wewenang kepada penumpang lain untuk menggunakan kursi tersebut,” ujar petugas tersebut.

“Perilaku penumpang tidak dapat didefinisikan sebagai memonopoli kursi,” kata Yuan Zheng, seorang pengacara dari Firma Hukum Qinzhou.

Baca juga: Mendengkur Keras Selama di Kereta, Pria India Ini Dilarang Tidur Oleh Penumpang Lainnya

Dia menambahkan, sesuai dengan persyaratan tiket nama asli, otoritas kereta api dapat menolak untuk memberikan layanan kepada mereka yang tidak cocok dengan informasi pada tiket mereka.

Nah, apakah Anda pernah melakukan seperti wanita ini dengan membeli tiket lebih dari satu kursi berjejer untuk selonjoran?

29 Siswa Wanita Berlatih Jadi Masinis Kereta Peluru di Cina

Dalam kampanye kesetaraan hak, profesi masinis yang dilakoni oleh wanita kini bukan sesuatu yang aneh. Sebut saja PT MRT Jakarta yang tahun lalu telah memperkenalkan figur masinis wanita yang akan mengoperasikan kereta komuter kebanggaan warja Jakarta. Begitu juga di India, tak hanya satu atau dua wanita yang menjalankan profesi masinis. Namun bagaimana dengan masinis untuk kereta cepat?

Baca juga: Vanithashree, Kisah Masinis Wanita Sukses dari Mangaluru

Apakah masih bisa dibilang biasa atau sesuatu yang baru dan mengejutkan? Sepertinya ini cukup mengejutkan dan sampai saat ini pun mungkin belum banyak yang mengemudikan kereta peluru adalah seorang wanita.

KabarPenumpang.com  melansir dari laman eastday.com (25/7/2019), disebutkan masinis kereta peluru seorang wanita akan segera terwujud. Sebab pada Mei 2019 kemarin, China Railway Xi’an Group Co., Ltd, melatih siswa wanita untuk mengemudikan kereta peluru. Bahkan baru-baru ini ada 29 orang siswa wanita yang mengikuti kelas di dalam sebuah kereta.

Mereka sebagai pengemudi cadangan saat pelatihan di dalam kereta akan mendapatkan pengetahuan dasar tentang kereta api berkecepatan tinggi, peraturan lalu lintas dan sistem kerja krunya. Para masinis wanita ini akan tinggal di departemen layanan kereta untuk menyaksikan secara langsung dan belajar dari latihan.

Nantinya siswa yang memenuhi syarat akan menjadi masinis wanita pertama di Cina untuk kereta peluru. Pada 22 Juli 2019, salah satu siswa bernama Shi Xinxin akan naik kereta D6809 dan wakil direktur Xi’an Locomotive Depot, Zhang Hua menjelaskan tentang mengemudikan kereta peluru tersebut.

Baca juga: Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta

Para siswa ini akan berangkat dengan kereta peluru tersebut dari Stasiun Baoji. Dalam pelatihan yang diterima, para siswa calon masinis wanita ini terlihat gugup karena akan melihat dengan jelas cara mengemudikan kereta peluru yang diajari oleh pelatih profesional.

Akibat Tekanan Biaya Bahan Bakar, Laba Singapore Airlines Anjlok Hingga 20,7 Persen

Singapore Airlines dikabarkan mengalami penurunan keuntungan pada kuartal pertama 2019  hingga 20,7 persen menjadi S$111 juta, sebagai perbandingan pada tahun lalu keuntungan maskapai terbaik di dunia ini mencapai S$140 juta. Anjloknya keuntungan Singapore Airlines bukan lantaran berkurangnya penumpang atau menurunnya load factor.

Baca juga: Sama-sama Cantik! Singapore Airlines Pernah Tugaskan Awak Kabin Kembar Identik Pada Penerbangan yang Sama

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (31/7/2019), pendapatan sejatinya naik 6,7 persen menjadi S$4,1 miliar dari S$3,8 miliar dengan peningkatan kapasitas penumpang yang dipengaruhi oleh penurunan pendapatan udara. Dimana pendapatan ini menurun sebesar 8,4 persen atau S$45 juta karena menurunnya permintaan kargo di tengah ketidakpastian perdagangan.

Meski pendapatan penumpang yang diterbangkan naik S$271 juta atau 8,8 persen, tetapi pengeluarannya juga ternyata naik hampir 7 persen menjadi S$3,9 miliar dimana ini biaya bahan bakar yang naik 6,1 persen. Maskapai SIA mengatakan, biaya bahan bakar bersih sendiri diketahui naik 8,7 persen yang mana peningkatan volume naik pada ekspansi kapasitas dolar Amerika Serikat.

“Volatilitas harga bahan bakar diperkirakan akan bertahan dalam waktu dekat, tetapi posisi lindung nilai Grup yang kuat akan membantu mengurangi kenaikan harga,” kata SIA.

Sedangkan laba operasi perusahaan induk SIA saat diperiksa naik 28,2 persen menjadi S$232 juta. Tetapi SilkAir dan Scoot memiliki hasil yang lebih lemah. Hal ini terlihat dimana SilkAir mendapat kerugian operasi sebesar S$6 juta terhadap laba marjinal sebesar S$200 ribu di periode yang sama tahun lalu.

Masalah ini juga dikarenakan biaya dengan landasan enam pesawat Boeing 737 MAX 8. Sedangkan Scoot tergelincir dalam kerugian operasi sebesar S$37 juta serta pengangkutan anggaran melonjak 10,1 persen di belakang ekspansi armada dan operasinya dan termasuk pengeluaran yang lebih tinggi untuk bahan bakar.

Laba operasional untuk SIA Engineering naik menjadi S$18 juta, meningkat dari S$8 juta dari tahun ke tahun. SIA mengatakan, selama kuartal tersebut, peningkatan kinerja operator India Vistara diimbangi oleh estimasi kerugian yang lebih tinggi dari Virgin Australia.

“Pemesanan penumpang dalam bulan-bulan berikutnya mengikuti pertumbuhan kapasitas, sementara permintaan angkutan udara telah melunak di tengah sengketa perdagangan yang sedang berlangsung dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu,” kata SIA.

“Headwind ini juga mengaburkan prospek permintaan penumpang dalam jangka panjang,” kata SIA.

SIA menambahakn, grup akan secara aktif menangkap peluang pendapatan dan menerapkan disiplin biaya untuk meningkatkan profitabilitas dalam lingkungan ekonomi makro yang menantang ini.

Baca juga: Boeing 757 Eks Singapore Airlines, Hanya Empat Tahun di Singapura dan Lanjut Keliling Dunia

Penundaan armada 737 MAX 8 telah mengganggu rencana ekspansi grup maskapai yang mana SilkAir terpengaruh. Untuk mengurangi gangguan dalam layanan, maskapai induk SIA telah mengoperasikan penerbangan tambahan ke tujuan SilkAir seperti Kuala Lumpur, Yangon dan Phuket. Maskapai ini berada di tahun terakhir dari rencana transformasi tiga tahun yang dirancang untuk memangkas biaya dan meningkatkan pendapatan.

Antisipasi Serangan dari Penumpang, Petugas Kereta di Jepang Dibekali Peralatan Anti Huru Hara

East Japan Railway Co. (JR East) melengkapi petugas kereta peluru mereka dengan perisai dan semprotan gas air mata yang dapat digunakan untuk menanggapi berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh penumpang. Hal ini merupakan tanggapan atas serangan dari penumpang dengan menggunakan pisau yang terjadi di shinkansen pada bulan Juni tahun 2018 silam. Ya, kendati Jepang memiliki jaringan perkeretaapian yang sudah sangat modern, namun perilaku penumpangnya masih saja ada yang barbar seperti contoh kasus di atas.

Baca Juga: Di Luar Regulasi, Manipulasi Psikologi Turut Campur Tangan di Perkeretaapian Jepang

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp, fitur keamanan tambahan ini ditempatkan di dalam setiap gerbong kereta peluru, dengan masinis dan konduktor yang juga dilengkapi dengan penyemprot dan senter sehingga mereka dapat menghalau para penyerang ini. Jaket anti-senjata tajam dan bident (semacam senjata tajam bercabang dua) untuk menangkap penjahat juga akan disiapkan di semua halte shinkansen dan stasiun kereta konvensional besar.

“Selain itu, operator kereta juga sudah mulai menambah jumlah pasokan alat medis seperti obat merah, perban, dan perlengkapan P3K lainnya di setiap kereta,” tutur salah satu juru bicara dari JR East.

Sumber: japantimes.co.jp

Penyerangan terhadap petugas kereta api di Jepang agaknya cukup sering terjadi, mengingat jumlah penumpang yang sangat membludak di kala peak hours – ketika jumlah penumpang semakin banyak, ‘gesekan’ penumpang dengan petugas pun akan semakin besar terjadi. Belum lagi ‘gesekan’ yang terjadi antar sesama penumpang yang juga diprediksi akan meningkat.

Kembali ke awal tahun 2019 kemarin, JR East juga meluncurkan peraturan baru yang diperuntukan bagi penumpang dimana mereka dilarang untuk meludahi petugas kereta. JR East menyebutkan bahwa tindakan meludah kepada petugas semacam ini memang masuk ke dalam kategori pelanggaran minor. Kendati begitu, ketidakpuasan penumpang terhadap keseluruhan sistem kereta api di Jepang kerap dilampiaskan kepada petugas.

Baca Juga: Dianggap Pelanggaran Minor, di Kereta Komuter Jepang Ada Marka “Dilarang Meludahi Petugas”

Tentu saja, ini merupakan tindakan yang tidak adil bagi petugas kereta yang sejatinya tidak mengetahui terlalu mendalam terkait kesalahan yang terjadi pada keseluruhan sistem kereta. Wah, jika melihat rangkaian berita ini, ternyata para pengguna kereta di Jepang masih bisa dikategorikan sebagai orang bar-bar juga ya!

 

Cina Canangkan Kereta Cepat Maglev dengan Kecepatan 800 Kilometer Per Jam!

Apabila Anda berpikiran bahwa Shinkansen merupakan kereta paling cepat yang ada sekarang ini, maka Anda salah besar karena kereta yang menyandang predikat tercepat saat ini adalah kereta magnetik levitasi atau yang biasa disingkat maglev. Kereta yang terkenal mengambang ketika beroperasi ini ternyata ditargetkan pihak Cina untuk sesegera mungkin diimplementasikan.

Baca Juga: Tercampur Politik dan Isu Kesenjangan Sosial, Akankah Kereta Maglev di Amerika Hanya Sekedar Wacana?

Kendati sudah ada kereta maglev Shanghai yang telah terlebih dahulu beroperasi (menghubungkan Bandara Internasional Pudong Shanghai dan Stasiun Longyang Road), namun kini pemerintah ingin menghubungkan dua kota penting di Negeri Tirai Bambu, Chengdu dan Chongqing yang terletak di Provinsi Sichuan.

Jika kereta maglev Shanghai hanya bisa menyentuh kecepatan maksimum 268 mph atau yang setara dengan 431 km per jam, lain ceritanya dengan kereta maglev yang tengah direncanakan untuk menghubungkan Chengdu dan Chongqing ini, dimana kecepatan maksimum dari kereta ini menyentuh angka 800 km per jam!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (25/7), kendati bisa mencapai kecepatan 800 km per jam, namun rencananya kereta ini hanya akan ‘bermain’ di kecepatan 600 km per jam saja di awal pengoperasiannya. Tidak menutup kemungkinan jika kereta maglev baru ini juga bisa mencapai kecepatan 800 km per jam seiring dengan perkembangan di masa yang akan datang.

Guna merealisasikan pengaplikasian dari kereta maglev ini, salah satu universitas kenamaan yang berbasis di Chengdu saat ini diketahui tengah melakukan serangkaian uji coba. Namun hingga saat ini, masih belum diketahui kapan kereta maglev ini bakal dirilis.

Kembali ke awal tahun 2019 kemarin, dimana pihak Cina mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan kereta peluru otonom alias tanpa pengemudi yang akan menghubungkan Ibukota Beijing dengan kota Zhangjiakou yang ada di provinsi Hebei.

Baca Juga: Mengenal Moda Berbasis Levitasi Magnetik (Maglev)? Ini Dia Serba-Serbinya!

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, kereta maglev ini memanfaatkan gaya magnet untuk mengangkat kereta sehingga mengambang. Dengan begitu, wahana kereta yang digunakan tidak menyentuh rel dan secara otomatis, gaya gesek antara wahana kereta dan rel dapat dikurangi.

Kereta maglev juga memanfaatkan magnet sebagai pendorong. Dengan kecilnya gaya gesek dan besarnya gaya dorong, kereta ini mampu melaju dengan kecepatan sampai 600 km per jam, jauh lebih cepat dari kereta cepat yang beredar saat ini.