KA Priangan Ekspres – Hanya Mengular Empat Bulan dan Tanpa Pengganti

Banyak layanan kereta api (KA) yang kini tinggal kenangan alias tak lagi beroperasi. Selain itu juga ada yang berganti nama dan relasi perjalanannya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti kurangnya minat penumpang atau okupansi penumpang di relasi kereta tersebut.

Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, salah satu kereta yang tak lagi beroperasi adalah Priangan Ekspres. Kereta ini merupakan campuran yang terdiri atas empat kereta kelas bisnis dan dua kereta kelas eksekutif serta satu kereta makan.
Tapi tahukah Anda berapa lama kereta ini beroperasi? Faktanya kereta ini hanya beroperasi sekitar empat bulan dengan mulai diresmikan 12 Agustus 2009 dan ditutup secara resmi 1 Desember 2009. Sangat singkat bukan? Sebab beberapa kereta yang dihentikan operasionalnya biasanya lebih dari setahun dan ini hanya hitungan bulan dalam tahun yang sama.

Jadi sebenarnya kenapa relasi ini di buka dan akhirnya ditutup? Beberapa laman sumber mengatakan, relasi kereta Priangan Ekspres dibuka karena menyambut respon PT KAI Daop 2 Bandung atas permintaan masyarakat dan sejumlah pemerintah daerah yang menghendaki adanya kereta dari Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya yang langsung ke Bandung ataupun Jakarta.

Selain itu KA Priangan Ekspres ini juga diharapkan menjadi andalan para pengusaha bordir yang membutuhkan angkutan dari wilayah Banjar dan Tasikmalaya ke Tanah Abang di Jakarta. Sebenarnya sebelum ada KA Priangan Ekspres, tersedia KA Serayu yang menghubungkan Banjar dengan Bandung dan Jakarta.

Tetapi karena kondisi kelas ekonomi kala itu dan pemberhentian KA Serayu di Pasar Senen bisa dibilang tidak memenuhi kebutuhan pengusaha bordir. Sehingga setelah dibukanya relasi KA Priangan Ekspres para pengusaha bordir tampak diuntungkan dengan adanya moda transportasi yang lebih nyaman dan cepat waktu tempuhnya dibanding melewati jalan raya lintas selatan.

Bahkan tiketnya pun cukup terjangkau dimana kelas eksekutif dari Banjar-Bandung Rp45 ribu, Banjar-Jakarta tak lebih dari Rp85 ribu. Sedangkan kelas bisnis sekitar Rp65 ribu dari Banjar-Jakarta. Bisa dikatakan tiket ini lebih murah dibandingkan dengan menumpang KA Parahyangan yang kala itu dipatok harga Rp40 ribu dari Bandung-Jakarta di kelas ekonomi.

Selain tarif yang terjangkau, kereta ini pun berhenti di banyak tempat tidak seperti kereta eksekutif-bisnis lainnya. Stasiun-stasiun perhentian kereta ini adalah Stasiun Banjar, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Cibatu, Stasiun Leles, Stasiun Bandung, Stasiun Padalarang, Stasiun Purwakarta, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Senen.

Berjalannya waktu, nasib berkata lain pada relasi Banjar-Jakarta KA Priangan Ekspres ini. Pasalnya target okupansi minimal 60 persen tidaklah pernah tercapai sejak meluncur di rel 12 Agustus 2009. Hal ini membuat PT KAI merugi karena biaya operasional tidak menutup pendapatan yang diperoleh. Adapula faktor lainnya yakni jadwal perjalanan yang tidak pas dimana KA Priangan Ekspres berangkat dari Banjar pukul 05.30 tiba di Pasar Senen 13.30 dan berangkat kembali dari Pasar Senen 14.10 tiba di Banjar 22.20 dan juga ternyata ada kaitan dengan harga yang dipatok PT KAI.

Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Sebelum menutup relasi KA Priangan Ekspres, PT KAI memiliki sempat solusi bertahan atau menutupnya. Hingga akhirnya 30 November 2009 PT KAI mengambil opsi kedua dimana menutup relasi ini. Hingga saat ini pun kenyataannya posisi KA Priangan Ekspres yang menghubungkan Banjar-Jakarta tak pernah digantikan oleh kereta api lain dan membuat KA Serayu sebagai satu-satunya alternatif KA yang melintas Banjar-Jakarta atau sebaliknya.

Tanggapi Kisruh di Hong Kong, Inilah Kebijakan dari Singapore Airlines

Mengingat kondisi di Hong Kong masih belum sepenuhnya kondusif untuk ‘mendarat’, flag carrier Garuda Indonesia melalui Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan menghimbau agar penumpang mengecek kepastian schedule penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong International Airport maupun dari pihak maskapai. Namun langkah berbeda ditempuh oleh maskapai asal Negeri Singa, Singapore Airlines.

Baca Juga: Garuda Indonesia: Penerbangan dari dan ke Hong Kong Kembali Dibuka, Penumpang Diminta Update Kepastian Jadwal Terbang

Tidak bisa dipungkiri, Hong Kong merupakan salah satu destinasi favorit penumpang maskapai berkode SIA ini. Namun kerusuhan yang terjadi akibat sengkarut RUU Ekstradisi telah mengubah peta pendapatan hampir semua maskapai yang membuka rute penerbangan menuju Hong Kong. Pemberitaan terakhir terkait kisruh ini menyebutkan, maskapai asli Hong Kong, Cathay Pacific telah menangguhkan penjualan tiket di Hong Kong.

Awak kabin Cathay Pacific mengaku mendapatkan ‘perlakuan’ yang tidak menyenangkan setibanya mereka di Cina daratan, dimana otoritas di sana khawatir ada demonstran yang menyelundup. Ya, Cathay Pacific memang menyumbang demonstran dalam jumlah yang sangat banyak – total 1.200 pilot dan awak kabin yang ikut turun ke jalan menyuarakan pendapatnya, menentang kebijakan yang diambil oleh otoritas Cina daratan.

Nah, mengingat kondisinya yang belum juga mereda, Singapore Airlines yang juga mengoperasikan rute penerbangan menuju Hong Kong memiliki kebijakan berbeda dengan kedua maskapai di atas. Melalui Public Relation Manager Singapore Airlines Indonesia, Glory Henriette mengatakan bahwa maskapai akan melakukan divert (pengalihan pendaratan) apabila kondisi di Hong Kong International Airport (HKIA) tidak kondusif untuk didarati oleh burung besi milik induk perusahaan dari SilkAir ini.

“Jadi sebelum pesawat terbang, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di HKIA, apakah pesawat kami bisa landing atau tidak (di HKIA),” tutur Glory yang ditemui KabarPenumpang.com ketika perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 (23/8) di Gandaria.

“Dan setelah pesawat landing, apakah penumpang kami aman, bisa keluar dari pesawat apa tidak,” tandasnya.

Lalu jika penumpang dinyatakan tidak aman untuk turun di HKIA, lanjut glory, maka pihak Singapore Airlines akan minta ijin untuk mengalihkan (divert) penumpang menuju kota terdekat dari Hong Kong.

“Sempat juga ada tanggal dimana pesawat yang meninggalkan Hong Kong berada dalam kondisi kosong tanpa penumpang. Ini merupakan dampak dari pemblokiran bandara oleh demonstran,” lanjut wanita paruh baya ini.

Namun bagi Anda yang sudah kadung mengantongi tiket Singapore Airlines, tapi masih ragu untuk menyambangi Hong Kong, Anda tidak perlu khawatir karena pihak maskapai selalu berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

Baca Juga: Situasi Tak Kunjung Kondusif, Cathay Pacific Tangguhkan Penjualan Tiket di Hong Kong

“Intinya bagi Singapore Airlines adalah keamanan penumpang … Kami juga bekerja sama dengan airport authority dan civil aviation di sana untuk menjamin keamanan penumpang. Jadi selama itu (penerbangan ke Hong Kong) aman, kami akan terbang. Tapi jika tidak, maka kami tidak akan terbang,” terangnya.

Lain cerita jika penumpang masih tetap enggan untuk terbang ke Hong Kong walaupun sudah mendapatkan ‘jaminan’ dari pihak Singapore Airlines. Di sini, maskapai akan mengijinkan penumpang untuk membatalkan tiket penerbangan mereka tanpa dikenai penalti – termasuk tiket special fare.

“Kami paham jika ada penumpang yang masih enggan terbang karena kondisinya yang tidak memungkinkan, untuk itu kami ijinkan mereka untuk re-route hingga melakukan pembatalan tanpa kena charge apapun.” tutupnya.

Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines

Pernahkah Anda melihat ada kerutan di tubuh pesawat? Jika belum, agaknya Anda harus melewati satu etape yang kerap membangkitkan adrenalin penumpang – hard landing! Ya, pesawat Boeing 757-200 milik salah satu maskapai kenamaan asal Negeri Paman Sam, Delta Airlines mengalami penyok di beberapa titik setibanya pesawat tersebut di Ponta Delgada Airport, Portugal pada 18 Agustus kemarin. Dikabarkan, pesawat ini mengalami hard landing yang berdampak pada penyok tersebut. Beruntung, tidak ada yang mengalami cidera akibat insiden ini.

Baca Juga: Mesin Dihantam Bird Strike, Airbus A321 Ural Airlines Hard Landing di Ladang Jagung

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat ini berangkat dari John F. Kennedy International Airport pada Sabtu (17/8) tengah malam dan tiba di Portugal sekira pukul 08.24 keesokan harinya. Menurut pengakuan salah satu penumpang, pesawat sempat dihantam crosswind yang sangat keras tepat sebelum pesawat mendarat.

Sumber: thesun.co.uk

“Saya telah melakoni banyak sekali penerbangan, namun ini merupakan (pendaratan) yang paling kasar yang pernah saya alami,” ujar penumpang yang ingin tetap anonim tersebut.

Seharusnya, pesawat yang sama melakoni perjalanan balik menuju New York di hari yang sama, namun karena adanya insiden ini, maka penerbangan tersebut terpaksa dibatalkan – menilik urusan keselamatan penerbangan.

Sumber: thesun.co.uk

Dalam sejumlah foto yang diunggah ke internet, tampak Boeing 757-200 milik Delta Airlines ini mengalami penyok di beberapa titik. Bahkan beberapa di antaranya ada yang terlihat seperti kerutan pada kulit manusia. Beberapa titik tersebut diantara lain; di samping roda depan pesawat, di bodi pesawat sebelah atas, dan lainnya masih ada di bagian bodi dan sayap pesawat.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Beruntung, insiden ini tidak memakan korban sama sekali – baik luka maupun cidera. Pun dengan proses evakuasi penumpang dari dalam kabin menuju gedung terminal yang juga berjalan lancar.

Dapat Anda bayangkan jika pesawat ini mengalami pendaratan yang sedikit lebih keras saja, bukan tidak mungkin apabila bodi pesawat akan terbelah dan berujung pada ‘insiden berdarah’.

 

 

Masih dengan BCA, Singapore Airlines Gelar Travel Fair di Beberapa Kota!

Suasana musim libur penghujung tahun sudah mulai terasa saat ini, walaupun sebenarnya masih ada waktu empat bulan tersisa di tahun 2019 ini. Nah, bagi Anda yang sudah punya rencana untuk menghabiskan waktu liburan ke luar negeri, maskapai asal negeri tetangga, Singapore Airlines menyelenggarakan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 yang dihelat di Main Atrium Gandaria City, 23-25 Agustus 2019.

Baca Juga: Singapore Airlines Rilis Tarif Baru WiFi Onboard

Para pengunjung travel fair ini berkesempatan untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik dari maskapai berkode SIA ini, mulai dari cashback hingga harga tiket spesial. Tentu saja, harga tiket special yang ditawarkan oleh pihak SIA ini bukanlah menuju destinasi ‘kurus’, melainkan ke rute-rute ‘gemuk’, seperti Singapura, Bangkok, London, New York, Perth, San Francisco, Seoul, dan Tokyo.

Selain itu, para pengunjung travel fair ini juga akan mendapatkan harga tiket menarik menuju destinasi kelima SIA di Negeri Paman Sam, Seattle. Rencananya, direct flight menuju Seattle ini sendiri akau diluncurkan per tanggal 3 September mendatang.

Singapore Airlines Travel Fair / Rendy Nurhalim (KabarPenumpang.com)

“Singapore Airlines senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan tiga pilar utama dari brand promise-nya-nya, yaitu memberikan pelayanan terbaik, produk yang memimpin pasar, dan konektivitas jaringan,” tutur General Manager Singapore Airlines Indonesia, Alan Lim.

Sesuai dengan tajuk travel fair ini, SIA bekerja sama dengan Bank Central Asia (BCA) yang juga turut mengambil andil dalam memudahkan proses pembayaran, hingga menyajikan beragam penawaran menarik.

“Kami sangat senang dapat mengadakan travel fair yang diadakan dua kali dalam satu tahun ini bersama mitra jangka panjang kami, Bank Central Asia,” lanjut Alan.

Disebutkan bahwa para pelanggan yang membeli tiket penerbangan selama travel fair ini berkesempatan untuk mendapatkan cashback hingga Rp1.500.000, 3X KrisFlyer miles untuk pemegang kartu Singapore Airlines – BCA, serta cicilan 0 persen.

Selain dengan BCA, SIA juga menjalin kerja sama yang Changi International Airport, dimana para anggota KrisFlyer yang membeli tiket di perhelatan ini, akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Changi Dollar Voucher (CDV) hingga SGD$40, lho!

Perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 ini didukung oleh tujuh travel agent kenamaan, seperti Avia Tour, Bayu Buana, Dwidaya Tour, Golden Rama Tours and Travel, Smailing Tours, Panorama Tour, dan Wita Tour.

Bagi Anda yang berdomisili di luar Jakarta, tidak perlu repot-repot ke Ibukota, karena acara ini juga diadakan di Pakuwon Mall, Surabaya pada 22-25 Agustus, Lippo Mall Kuta, Bali pada 23-25 Agustus, dan di berbagai pos-pos MI di Indonesia.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Wah, mengingat banyaknya keuntungan yang akan Anda dapatkan melalui perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 ini, jadi, jangan lupa catat tanggalnya dan luangkan waktu Anda untuk menjemput berbagai penawaran terbaik tersebut!

Pintu Kereta Shinkansen Terbuka Saat Melaju 280 Km Per Jam!

Saat naik kereta berkecepatan tinggi atau biasa disebut dengan kereta peluru, penumpang tidak seperti merasa menumpang dalam sebuah kereta. Ini dikarenakan kereta peluru yang melaju sangat cepat dan tidak ada goncangan yang terlalu terasa.

Baca juga: Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya

Tapi bagaimana jadinya jika saat menumpang kereta peluru dan salah satu pintunya terbuka? KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (21/8/2019), baru-baru ini sebuah kereta peluru di Jepang atau yang dikenal dengan kereta shinkansen pintunya terbuka ketika tengah melaju dalam kecepatan 280 km per jam.

Ternyata kereta tersebut melaju selama satu menit atau dengan jarak empat kilometer (2,5) dengan pintu terbuka. Untungnya saat terbuka tidak ada satu penumpang pun yang berdiri didekat pintu dan 340 penumpang yang ada didalamnya juga tidak ada yang terluka.

Kereta peluru Hayabusa dengan nomor 46 yang menuju ke Tokyo diberhentikan darurat oleh operator di sebuah terowongan tak lama setelah meninggalkan Stasiun Sendai yang berada di timur laut Jepang ketika kondektur melihat lampu peringatan pintu kereta sembilan terbuka. Kereta terhenti selama 15 menit sebab adanya pengecekan yang dilakukan.

“Kondektur memeriksa kereta dan menemukan bahwa pintu itu benar-benar terbuka. Sekitar 340 penumpang ada di kereta tersebut tetapi tidak ada yang terluka,” kata juru bicara East Japan Railway.

Dia menambahkan, insiden terjadi setelah petugas kebersihan keliru dan membiarkan pintu kereta tidak terkunci sehingga bisa dengan mudah terbuka dan menutup secara manual. Karena hal ini, pihak East Japan Railway meminta maaf pada seluruh penumpang atas insiden yang menyebabkan keterlambatan.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas kejadian itu,” katanya.

Adanya insiden ini membuat kereta terlambat sekitar 19 menit dan menciptakan efek knock-on yang menyebabkan keterlambatan bagi sekitar tiga ribu penumpang lainnya. Karena masalah ini pula, Kementerian Transportasi Nasional Jepang meminta perusahaan untuk memastikan hal seperti ini tidak lagi terulang.

Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria

Diketahui, jenis kereta yang terlibat dalam insiden hari Rabu memiliki kecepatan tertinggi sekitar 320 km per jam (200 mph), menjadikannya salah satu yang tercepat di Bumi.

Dibutuhkan Segera! SDM Tambahan untuk Reparasi Boeing 737 MAX

Setelah lebih dari enam bulan tak tampak di angkasa raya, Boeing masih menargetkan agar salah satu variannya yang telah menjadi sorotan dunia belakangan ini, 737 MAX untuk kembali ke layanan sesegera mungkin – rencananya mulai 2020. Dengan kondisi pesawat yang menumpuk di sejumlah pabrik Boeing, pihak produsen pesawat mengisyaratkan tengah membutuhkan banyak SDM untuk memeriksa dan mempersiapkan laga comeback si burung besi yang merupakan kembangan dari Boeing 737 Next Generation ini.

Baca Juga: [Galeri] Sertifikasi Belum Rampung, Sejumlah 737 MAX ‘Numpuk’ di Boeing Field, Seattle

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (21/8), tumpukan pesawat yang memenuhi pabrik Boeing harus dikembalikan kepada pihak maskapai dengan keadaan sudah diperbaiki dan mendapatkan sertifikat laik terbang. Jika mengandalkan jumlah SDM yang tersedia sekarang, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk bisa mengembalikan semua varian 737 MAX tersebut ke masing-masing maskapai.

Pihak Boeing ingin memastikan bahwa mereka bisa mengirimkan pesawat sebanyak-banyaknya dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.

“Kami membutuhkan ratusan SDM untuk menyelesaikan pekerjaan ini (reparasi varian 737 MAX),” tutur salah satu juru bicara dari Boeing.

Namun kondisi ini tidak dapat ditangani semudah membalikkan telapak tangan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Dibutuhkan pemahaman yang mendalam terkait varian Boeing 737 MAX dan juga memperhatikan setiap detail dengan sangat jeli. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir human error ketika fase perbaikan.

“Ini benar-benar masalah pesawat per pesawat. Setiap pesawat harus diperiksa secara detail guna menghindari terjadinya human error di kemudian hari,” ujar CEO Boeing Dennis Muilenburg.

Belum lagi setiap maskapai yang menginginkan pesawat mereka dikembalikan dengan kondisi sudah normal dalam waktu cepat – tidak ingin diundur. Ini tentu saja menghadirkan problematika baru bagi pihak Boeing. Terlebih jika ditelisik ke bagian keuangan perusahaan, dimana penambahan SDM ini akan semakin menguras kas perusahaan ketika selama beberapa bulan ke belakang Boeing tidak mendapatkan order yang masuk ke bengkelnya. Duh!

Baca Juga: Belum Rampung Masalah 737 MAX, Boeing Diterpa Isu Cacat Komponen di Seri 737NG

Sebagaimana yang diketahui bersama, Boeing memiliki ratusan varian 737 MAX yang ‘terbengkalai’ di beberapa lokasi, sebut saja di Boeing Field yang ada di Seattle dan di dekat Moses Lake’s Grant County Airport.

Wah, apakah Anda tertarik untuk menjadi ‘sukarelawan’Boeing untuk mereparasi varian 737 MAX-nya?

 

Awas!! Adegan Drama Korea Dalam Bus Bisa Bikin Baper!

Sebagai seorang penumpang bus, apa yang kerap kali Anda rasakan saat menumpangi bus? Panas, sempit dan sesak hingga perjalanan yang terlambat kerap kali terjadi. Tapi bagaimana bila pecinta drama Korea atau drakor membayangkan naik bus seperti di adegan film? Pastinya senang dan menikmati perjalannya.

Baca juga: Liam Neeson Suguhkan Aksi Thriller Terbarunya di Kereta Amtrak

Sebagai pecinta drakor, pernahkah Anda memperhatikan berapa banyak adegan bus? Karena beberapa drakor ini menyulap bus sebagai lokasi yang memberikan momen-momen khusus dalam setiap adegannya seperti meperlihatkan keromantisan para pemain drakor. Dilansir KabarPenumpang.com dari kdramastars.com, ternyata ada banyak drakor yang mengambil adegan di bus. Nah apa saja sih? Berikut ini ada beberapa drakor diantaranya.

#1 Personal Taste, dimana Jeon Ji Hoo (Lee Min Ho) mendapat kesan pertama yang tidak disukai dari Park Gae In (Son Ye Jin) ketika berinteraksi di bus. Tetapi beberapa saat kemudian keduanya menjadi teman dan mengantarnya ke halte bus sembari berpikir kejenakaannya, melambai dari jendela bus.

#2 Boys Over Flowers, dimana Goo Jyun Pyo yang mengejar Geum Jan Di ketika berada di dalam bus.

#3 Just Between Lovers, meski menyajikan cerita sedih, drakor satu ini berhasil membuat penonton terbius dengan chemistry yang ditunjukkan Moon Soo (Won Jin Ah) dan Kang Doo (Junho). Keduanya menunjukkan kisah cinta yang pilu sekaligus romantis. Dalam salah satu scene, Moon Soo dan Kang Doo berlari sambil bergandengan tangan untuk mengejar bus terakhir menuju rumah Moon Soo. Begitu Moon Soo masuk ke dalam bus, dan perlahan meninggalkan Kang Doo, ia berjalan terus ke arah belakang sambil menatap Kang Doo yang juga masih berdiri di pinggir jalan dan mengawasi kepergiannya.

#4 Reply 1988, Jung Hwan (Ryu Jun Yeol) dan Duk Sun (Hyeri) memiliki pengalaman yang manis saat naik bus bersama dalam Reply 1988, namun ada satu yang menjadi paling favorit. Bosan melihat Duk Sun terhempas saat bus melaju dan jatuh ke pelukan bocah lelaki), Jung Hwan memutuskan itu sudah cukup. Dia dengan santai membingkai lengannya di sekeliling Dun Suk, menahannya agar tak terjatuh ke belakang karena bus melewati undukan di jalan dan menghindari kontak mata ketika Duk Sun memberinya tatapan bertanya.

#5 My ID Is Gangnam Beauty, Mi Rae (Im Soo Hyang) dan Kyung Suk (Cha Eun Woo) menghabiskan banyak waktu romantis di dalam bus. Di sinilah mereka diam-diam berpegangan tangan, menjauh tatapan ingin tahu di kampus. Pemandangan bus terbaik mereka adalah pemandangan bus terakhir mereka. Itu adalah saat ketika Mi Rae akhirnya tidak peduli apa yang orang pikirkan tentangnya. Dia dan pacarnya yang tampan seakan meminta seluruh dunia melihat mereka. Penonton bisa menyadari betapa Mi Rae berubah ketika dia membiarkan dirinya bersandar di bahu Kyung Suk dan membiarkan kekasihnya itu bersandar padanya juga.

#6 The Smile Has Left Your Eyes Bus, salah satu tempat yang tepat untuk kencan rahasia dimana Jin Kang (Jung So Min) hampir melewatkan “kencan” busnya dengan Moo Young (Seo In Guk) jika tidak berkat rekan kerjanya yang menjengkelkan yang terus mengancam untuk bepergian bersamanya. Karena itu, Jing Kang dan Moo Young bisa duduk bersebelahan dalam bus. Mereka saling menggoda satu sama lain dan menikmati kesenangan sederhana dari kebersamaan itu.

Baca juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Ya, mengejar bus dalam kehidupan nyata sepertinya cukup sulit diraih, tetapi jika dalam drakor semua tampak bergerak dengan kecepatan lambat. Selain itu, memikirkan bus sebagai tempat kencan pun sepertinya tidak ada selain hanya dalam sebuah drakor. Jadi, kalau Anda penasaran dengan adegan mengejar bus dan kencan di dalamnya coba saja, bila sudah bisa ceritakan ya!

Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar, Qantas Bukukan Kerugian Saat Peak Season!

Summer Time! Saatnya orang-orang di luar sana menikmati liburan musim panas yang sudah mereka nantikan sejak lama. Namun khusus untuk Benua Kangguru, Australia, minat traveling dari penduduknya mulai menurun. Hipotesa ini diambil dari maskapai terbesar di sana, Qantas yang menyebutkan bahwa pendapatan pihak maskapai untuk musim panas tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tidak hanya Qantas, pun halnya dengan penyedia jasa perjalanan wisata kenamaan asal Aussie, Flight Centre juga mengeluhkan hal yang sama. Ada apa sebenarnya?

Baca Juga: Ternyata, Qantas Airways Itu Merupakan Singkatan dari…

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (22/8), laba bersih yang berhasil dibukukan oleh pihak perusahaan berada di angka AUD$891 juta atau yang setara dengan Rp8,6 triliun kurs sekarang – merosot AUD$62 juta dari tahun lalu. Bahkan, pendapatan sebelum kena pajak malah menunjukkan angka yang lebih menukik tajam – turun 17 persen ke angka AUD$1,3 miliar.

Di sini, pihak Qantas mengatakan bahwa mungkin saja penurunan pendapatan perusahaan ini diakibatkan karena meningkatnya harga bahan bakar yang pada akhirnya berimbas pada meningkatnya harga tiket pesawat. Kendati begitu, CEO Qantas Alan Joyce agaknya lebih legowo dengan mengatakan bahwa ini disebabkan oleh sepinya permintaan dari penumpang.

“Memang permintaan di pasar mengalami penurunan, dan hal ini merupakan dampak dari meningkatnya harga bahan bakar – namun kami tetaplah salah satu grup maskapai terbaik di dunia,” tutur Alan mencoba tetap optimis.

Hampir senasib – namun sedikit lebih beruntung dari Qantas, unit perjalanan wisata Flight Centre membukukan laba yang meningkat 0,1 persen ke angka AUD$263,8 juta per 30 Juni 2019. Keuntungan tersebut merupakan kombinasi dari meningkatnya bisnis perjalanan ke luar negeri dari Flight Centre dan stagnansi permintaan perjalanan domestiknya.

Baca Juga: Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas

Ke depannya, direktur pelaksana Flight Centre Graham Turner tidak berharap tren itu akan berubah banyak selama tahun depan, dengan peluang pertumbuhan utama Flight Centre di luar negeri, dan berharap ada perbaikan dari permintaan perjalanan domestik.

“Di Australia, kami mengharapkan pemulihan sektor rekreasi secara bertahap seiring berjalannya waktu, beriringan dengan pulihnya iklim perdagangan pengaplikasian strategi perusahaan,” tutur Graham.

 

Genjot Wisatawan Mancanegara, Kemenpar Buka Tourism Hub Information di Bandara Changi

Target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta sepanjang 2019 bisa dicapai dengan berbagai upaya seperti pembenahan tempat wisata atau memudahkan dengan program paket wisata. Pada 21 Agustus 2019 kemarin, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI meresmikan Tourism Hub Information Couter di Bandara Internasional Changi Singapura untuk upaya pencapaian target tersebut.

Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi

Program ini sendiri memanfaatkan Singapura sebagai hub yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Adapun mekanisme yang diterapkan yakni dengan melibatkan semua agen perjalanan.

“Kita bersama-sama datang ke Singapura untuk menarik wisatawan dari berbagai pasar. Seperti China, Jepang, Korea dan India. Mereka kita tawarkan untuk melakukan kunjungan lebih lanjut ke Batam, Bintan, dan Tanjung Pinang,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (21/8/2019).

Dia menambahkan, memasuki bulan ke-4 Program Tourism Hub sudah bisa menunjukkan manfaatnya dan terbukti semakin banyak pelancong asing yang berkunjung ke Batam dan Bintan melalui Singapura. Bahkan dengan melibatkan agen perjalanan, pelancong yang berkunjung ke Batam dan Bintan melalui Singapura dapat memperoleh paket perjalan dengan harga yang istimewa.

Harga istimewa ini akan dikhususkan pada hari Senin hingga Kamis dan akan menguntungkan semua pihak. Termasuk industri pariwisata di Batam, Bintan dan Tanjung Pinang. Selain itu juga operator ferry, calon pengunjung setra manajer terminal ferry.

Nia menambahkan, penumpang bisa mendapatkan tiket ferry kembali dari Singapura ke Batam hanya dengan membayar S$23 yang berlaku pada hari kerja dan termasuk GST. Ini relatif lebih murah dari tarif normal yakni S$49.

“Bahkan di akhir pekan, tiket feri bisa didapatkan dengan harga tertinggi hanya SGD 30. Paket Hot Deals yang ditawarkan sudah dibundel dengan hotel, spa, atau golf,” ungkapnya.

Untuk menikmati tarif ferry S$23, pelancong hanya perlu memilih salah satu dari 200 paket yang ditawarkan oleh 300 industri yang sudah berkolaborasi dengan Kemenpar. Program ini sendiri didukung antara lain oleh Batam Fast, Sindo Ferry, Horizon Ferry, dan Majestic Ferry.

“Untuk mendukung program inilah, Kemenpar merasa perlu membuka konter informasi di Bandara Changi, dengan papan nama ‘extended holiday’. Ini diharapkan bermanfaat dalam memberikan informasi wisata bagi para wisatawan yang tiba di Bandara Changi,” kata Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono.

Baca juga: Ssstt..! Ada Robot Polisi Lalu Lintas di Bandara Changi

Untuk diketahui, counter informasi ini akan berada di aula kedatangan Bandara Changi di Terminal 2 yang menyediakan informasi Batam dan Bintan. Selain itu, paket dan brosur yang ada, ditampilkan dengan 5 bahasa yang berbeda. Yaitu Mandarin, Korea, Jepang, Tamil, dan Inggris.

Situasi Tak Kunjung Kondusif, Cathay Pacific Tangguhkan Penjualan Tiket di Hong Kong

Situasi di Hong Kong pasca kerusuhan yang terjadi akibat sengkarut RUU Ekstradisi ternyata belum juga mereda – malah makin memanas. Setelah sebelumnya Hong Kong Intenational Airport (HKIA) sempat diblokir oleh para demonstran, kini kabar terbaru menyebutkan bahwa para awak kabin dari flag carrier Hong Kong, Cathay Pacific terpaksa harus lebih waspada ketika masuk ke teritorial Cina daratan. Pasalnya, otoritas terkait Cina daratan telah memberlakukan aturan untuk melakukan penggeledahan terhadap awak kabin ini, barang kali ada dari mereka yang merupakan salah satu demonstran yang hendak menyusup ke Cina.

Baca Juga: Dampak Kerusuhan RUU Ekstradisi, Bandara Hong Kong Batalkan Lebih dari 200 Penerbangan

“Kami panik (ketika hendak digeledah),” ujar salah satu awak kabin dari Cathay Dragon – anak perusahaan dari Cathay Pacific, dikutip KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com (22/8).

Saking enggan ponselnya turut digeledah oleh otoritas berwenang Cina daratan, tidak sedikit awak kabin dari maskapai ini yang menyimpan ponsel mereka di sales cart hingga di sela-sela botol whiskey, agar supaya data privasi mereka tidak turut dicampuri dan digeledah oleh otoritas berwenang. Tidak hanya menggeledah rekam jejak digital awak kabin saja, pemeriksaan secara menyeluruh terhadap barang bawaan juga menjadi satu momok yang menyeramkan bagi mereka.

“Saya pikir ada banyak perusahaan yang ketakutan sehingga mereka merasa sulit untuk menahan tekanan semacam ini jika hal yang sama terjadi pada mereka,” tambahnya awak kabin yang meminta untuk di-anonim-kan ini.

Kegelisahan yang dialami oleh flag carrier ini memaksa pihak maskapai untuk menangguhkan penjualan tiket penerbangan dari HKIA untuk waktu yang belum bisa diprediksi hingga kapan. Mengutip dari laman sumber berbeda, penangguhan itu disebabkan oleh pengetatan keamanan di HKIA menyusul situasi keamanan di kota tersebut yang memburuk dengan berbagai aksi unjuk rasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Semua penumpang harus mengonfirmasi tiketnya dan menyiapkan dokumen perjalanan guna pemeriksaan setibanya di bandara,” tulis pihak maskapai dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Mayoritas Pilot dan Awak Kabin Dukung Aksi Protes, Cathay Pacific Tujuan Cina Daratan Terancam Lumpuh

Sebelumnya, pihak maskapai juga telah menangguhkan sejumlah awak kabin dan pilot yang kedapatan mendukung aksi demonstrasi ini. Diperkirakan, ada lebih dari 2.300 karyawan Cathay Pacific telah bergabung dalam aksi protes, diantaranya 1.200 orang merupakan pilot dan awak kabin.