Tren moda transportasi udara perkotaan berbasis listrik (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL) kini memasuki babak baru yang kian futuristik dan unik. Startup teknologi yang berbasis di Hangzhou, Cina, bernama CoolFly, secara resmi meluncurkan wahana terbang pribadi berlabel CoolFly Urban. Perangkat ini diklaim sebagai eVTOL berpenumpang dengan posisi berdiri (standing-position manned eVTOL) pertama di dunia.
Berbeda dengan taksi udara atau eVTOL konseptual lainnya yang mengusung kabin tertutup dengan kursi penumpang konvensional, CoolFly Urban memungkinkan pengendaranya berdiri tegak di tengah bingkai rangka berukuran 3,5 meter saat melayang di udara, menghadirkan pengalaman terbang bebas yang menyerupai papan seluncur udara dalam film fiksi ilmiah.
Sensasi mengendalikan CoolFly Urban dirancang sangat intuitif dan mudah dipelajari. Pengendara cukup memanfaatkan gerak kemiringan tubuh (body leans) yang dikombinasikan dengan sensor kecerdasan buatan (AI sensors) canggih untuk menjaga keseimbangan empat kipas berselubung (ducted fans).
A Chinese startup unveiled a personal flying platform you ride standing up, like a hoverboard with four ducted fans.
No seat, no cockpit, no pilot license required.
The CoolFly Urban carries up to 90 kg, flies at 70 km/h, and stays airborne for 11 minutes.
An AI balance… pic.twitter.com/7FpZz1l08C
— Clash Report (@clashreport) August 26, 2026
Sistem propulsi listrik ini mampu memacu wahana hingga kecepatan maksimum 70 km/jam dengan daya angkut muatan (payload) mencapai 90 kilogram. Pihak manufaktur mengklaim bahwa sebagian besar pengguna dapat menguasai teknik pengoperasian dasar alat ini hanya dalam waktu 10 menit tanpa memerlukan lisensi penerbangan pilot formal. Ketersediaan baterai saat ini mampu mendukung durasi penerbangan hingga 11 menit dalam sekali pengisian daya.
Peluncuran wahana terbang berdiri ini langsung memicu respons beragam dari para pengamat aviasi dan masyarakat umum. Di satu sisi, banyak pihak terpukau oleh kemudahan kendali dan potensi komersialnya yang sangat besar, terutama untuk kebutuhan wisata ekstrem (extreme tourism), pertunjukan udara, hingga pemantauan area terbatas. CoolFly sendiri telah membuka pemesanan unit dengan kisaran harga mulai dari US$28.000 hingga US$100.000 (sekitar Rp430 juta hingga Rp1,5 miliar), di mana unit pertama dijadwalkan mulai dikirimkan kepada konsumen di daratan Cina pada akhir tahun ini.
Meski demikian, kehadiran eVTOL berdiri ini tidak lepas dari sorotan dan kekhawatiran terkait isu keamanan dan regulasi ruang udara perkotaan. Kapasitas baterai yang masih terbatas di angka 11 menit menuntut manajemen energi yang sangat presisi agar wahana tidak kehabisan daya di tengah udara. Selain itu, belum adanya standar keselamatan bagi penumpang tanpa kabin pelindung serta potensi risiko interaksi dengan lalu lintas udara kota menjadi tantangan tersendiri sebelum teknologi ini benar-benar diizinkan mengudara secara bebas di wilayah urban modern.
