Wednesday, September 30, 2026
HomeAnalisa AngkutanHasil Investigasi Awal Insiden Vietnam Airlines di Munich: Rem Kapten Aktif Saat...

Hasil Investigasi Awal Insiden Vietnam Airlines di Munich: Rem Kapten Aktif Saat Lepas Landas Jadi Pemicu Utama

Hasil laporan awal dari Badan Investigasi Kecelakaan Udara Federal Jerman (Federal Bureau of Aircraft Accident Investigation – BFU) mengungkap fakta mengejutkan terkait insiden nyaris celaka yang menimpa pesawat Boeing 787-9 Dreamliner milik Vietnam Airlines di Bandara Munich pada 15 Agustus 2026.

Pesawat yang mengangkut 287 penumpang dan kru tersebut gagal mengudara tepat waktu hingga melampaui batas landasan (runway overrun) dan merusak lampu landasan sebelum akhirnya berhasil terbang rendah dan melakukan pendaratan darurat.

Berdasarkan rekaman data penerbangan (flight data recorder), tim investigator menemukan adanya masukan atau injakan pedal rem (brake pedal inputs) secara berulang dari posisi kursi kapten pilot selama proses takeoff roll. Hanya beberapa detik setelah pesawat mulai meluncur di landasan sepanjang 13.000 kaki (sekitar 3,9 kilometer) tersebut, sistem merekam pergerakan pedal kemudi (rudder) yang disertai penekanan rem di sebelah kiri.

Kondisi tersebut membuat pesawat kesulitan mencapai kecepatan ideal meskipun mesin telah memberikan daya dorong yang cukup. Kurang dari satu menit setelah meluncur, Brake System Control Unit (BSCU) mencatat adanya perintah pengereman maksimum hingga 27 persen di sisi kiri dan 17 persen di sisi kanan. Dampaknya, kecepatan pesawat tertahan di angka 163 knot saat awak kokpit mencoba melakukan rotasi (pitch up), padahal kecepatan rotasi ($V_R$) yang dihitung untuk penerbangan tersebut adalah 175 knot.

Akibat kecepatan yang tidak memadai saat mengudara, sistem perlindungan stall pesawat aktif secara otomatis dan memperpanjang leading edge slats untuk menambah daya angkat darurat. Pesawat akhirnya berhasil terangkat tipis di ujung landasan dan kembali ke Munich untuk mendarat selamat tanpa ada korban jiwa. Hingga saat ini, armada Boeing 787-9 tersebut masih dikandangkan (grounded) di Munich untuk pemeriksaan struktur lebih lanjut.

Temuan awal BFU ini memicu banyak pertanyaan di kalangan pakar penerbangan global. Secara prosedur standar, pilot hanya menggunakan pedal rudder untuk menjaga posisi pesawat tetap di garis tengah landasan (centerline) saat meluncur dan tidak boleh menekan bagian atas pedal yang berfungsi sebagai rem.

Investigator kini fokus mendalami apakah penekanan rem tersebut disebabkan oleh kelalaian manusia, gangguan mekanis/elektronik pada pedal, atau faktor lainnya, termasuk alasan mengapa awak kokpit tidak memutuskan untuk membatalkan lepas landas (rejected takeoff) saat menyadari akselerasi pesawat tidak normal.

Pesawat Boeing 787-9 Vietnam Airlines Mengalami Insiden Overrun di Bandara Munich

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru