Wednesday, July 29, 2026
HomeAnalisa AngkutanRevitalisasi Stasiun Bogor Rampung Hingga September 2026, Seluruh Peron Bisa Layani 12...

Revitalisasi Stasiun Bogor Rampung Hingga September 2026, Seluruh Peron Bisa Layani 12 SF

Jalur Red Line terus alami perubahan terutama pada rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter. Ya, stasiun paling ujung arah selatan ini tentunya terus alami perubahan dan revitalisasi. Salah satunya pada pengerjaan peron yang kini telah di perpanjang dan bisa melayani rangkaian KRL hingga 12 kereta (SF). Hal tersebut tentunya karena penambahan penumpang yang naik dan turun di Stasiun Bogor terus meningkat secara signifikan.

Program peningkatan fasilitas di Stasiun Bogor ini menjadi bagian dari komitmen PT Kereta Apj Indonesia Persero (KAI) dalam menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna kereta api. Adapun revitalisasi yang berlangsung di stasiun tersebut berjalan mulai dari 19 Juli hingga 30 September 2026.

Selama masa pengerjaan, aktivitas konstruksi dilakukan selama 24 jam setiap hari dengan tetap mengutamakan kelancaran operasional perjalanan kereta. KAI memastikan layanan kepada penumpang tetap berjalan normal meskipun terdapat pekerjaan di sejumlah area stasiun.

Dalam proyek revitalisasi ini, KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta melakukan sejumlah pekerjaan, termasuk pemasangan kanopi dan lampu penerangan di peron jalur 4 dan 5. Penambahan fasilitas tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama saat menunggu kereta pada malam hari maupun ketika cuaca hujan dan panas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan fasilitas merupakan investasi jangka panjang untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan penumpang selama proses pekerjaan peningkatan fasilitas di Stasiun Bogor tengah berlangsung.

Menurutnya, revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam menghadirkan stasiun yang lebih representatif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas selama proyek berlangsung.

Diketahui bahwa Stasiun Bogor tercatat sebagai stasiun dengan aktivitas penumpang Commuter Line tertinggi di jaringan Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total pergerakan penumpang mencapai 18,4 juta orang, terdiri dari 9,3 juta penumpang masuk (gate in) dan 9 juta penumpang keluar (gate out). Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 101.942 pergerakan penumpang per hari. Tren penggunaan layanan juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

KAI menilai pengoperasian seluruh peron untuk rangkaian SF12 memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur pola kedatangan dan keberangkatan kereta. Selain itu, distribusi penumpang di area peron menjadi lebih merata sehingga proses naik dan turun kereta berlangsung lebih tertib.

Saat ini pengerjaan pembangunan kanopi pada peron jalur 4 dan 5 masih dilakukan. Nantinya perpanjangan pembangunan kanopi di jalur 2 dan 3 turut dikerjakan agar seluruh area peron dapat melayani rangkaian SF12 dengan perlindungan yang lebih optimal bagi penumpang.

Dengan kehadiran rangkaian 12SF tentu akan meningkatkan kapasitas angkut dalam setiap perjalanan. Namun, optimalisasi manfaatnya harus didukung kesiapan infrastruktur, sistem operasional, hingga fasilitas penunjang di stasiun. Kedepannya, KAI terus menyelaraskan kesiapan peron 12SF, pengembangan kanopi, sarana baru, pola operasi, serta konektivitas menuju Stasiun Bogor Paledang agar perjalanan pelanggan semakin nyaman, aman, dan tertata.

Peron 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor Beres, Kini Giliran Peron 4 dan 5 yang Ditutup, Ini Alasannya

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru