Tuesday, September 29, 2026
HomeAnalisa AngkutanKereta Ekonomi Kerakyatan akan Ditambah, Tarif Tiket Bisa Mencapai Rp80.000

Kereta Ekonomi Kerakyatan akan Ditambah, Tarif Tiket Bisa Mencapai Rp80.000

Kereta Ekonomi Kerakyatan kini makin digemari maayarakat sebagai pengguna setia kereta api. Meskipun hanya digunakan pada rute Jakarta – Garut, namun keberadaan rangkaian tersebut biaa dinikmati penumpang dengan nyaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan hadir dengan fasilitas dan pelayanan yang berbeda dark kelas ekonomi pada umumnya.

Hal ini membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengonversi lebih dari 75 unit kereta untuk layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan, kelas baru di bawah ekonomi komersial dengan kapasitas 93 tempat duduk per kereta. Okupansi kereta yang sudah berjalan menembus 155% dengan rata-rata 1.729 penumpang harian. KAI tengah mengupayakan layanan ini masuk skema subsidi Public Service Obligation (PSO) agar tarifnya turun ke kisaran Rp 80.000.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan program konversi gerbong tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat menengah. Sejak diluncurkan pada awal tahun, respons penumpang terhadap layanan ini terbilang tinggi. Menurutnya, Kereta Kelas Ekonomi Kerakyatan dengan kapasitas harian 1.116 dan okupansinya luar biasa 155%. Rata-rata harian penumpang 1.729 dan total penumpang 142.566.

Pengembangan kereta ekonomi kerakyatan berkaitan dengan rencana penataan armada layanan PSO. KAI akan mengubah konfigurasi tempat duduk agar ruang yang tersedia dimanfaatkan lebih optimal, sekaligus memberikan posisi duduk yang searah dengan perjalanan kereta. Bobby menambahkan bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan ini atas arahan dari Bapak Presiden untuk kita mulai nanti mengganti kereta-kereta PSO yang sekarang per gerbongnya 106 tempat duduk itu menjadi 93 tempat duduk dan tempat duduknya itu searah dengan arah perjalanan kereta.

Model baru tersebut ditempatkan sebagai kelas tersendiri di antara layanan kereta yang sudah ada. Masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang berada di bawah kelas ekonomi komersial dari sisi tarif, tetapi tetap memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar. Salah satu layanan yang sudah berjalan adalah rute Pasar Senen-Lempuyangan. KAI mematok tarif Rp 125.000 untuk layanan tersebut dan tingkat keterisiannya disebut terus menunjukkan permintaan yang tinggi.

Keberadaan kereta ekonomi kerakyatan tidak berarti layanan PSO akan ditinggalkan. KAI tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar layanan baru tersebut nantinya juga dapat memperoleh dukungan subsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO). Dengan skema tersebut, tarif yang dibayarkan penumpang berpotensi turun dari tarif komersial yang berlaku saat ini. Bobby memperkirakan tarifnya dapat berada di kisaran tarif PSO yang selama ini dinikmati masyarakat.

Tentunya, KAI menyiapkan ekspansi layanan tersebut dengan mengubah lebih banyak rangkaian kereta. Langkah ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perjalanan kereta dengan tarif yang lebih rendah. Bagi penumpang, skema ini berpotensi menekan biaya perjalanan jarak menengah jika subsidi PSO benar-benar mengalir. Namun besaran tarif final masih menunggu hasil perhitungan bersama Kementerian Perhubungan.

Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil pengembangan yang dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan melalui pembaruan interior, penataan ulang tempat duduk, serta penggunaan kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan. Penataan tersebut memberikan posisi duduk yang lebih nyaman dan ruang perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan, dengan tetap mempertahankan kapasitas layanan yang sesuai bagi kebutuhan transportasi publik.

Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru