Laika, Si Anjing Percobaan yang Sukses Buka Jalan Manusia Untuk Mengorbit

Awal bulan November kemarin, tepatnya pada tanggal 3, merupakan hari yang sangat bersejarah bagi peradaban manusia saat ini. Pasalnya 62 tahun yang lalu, pihak Uni Soviet meluncurkan anjing pertama untuk mengelilingi orbit Bumi. Bagi Anda pecinta anjing dan sektor antariksa, tentu sudah mengetahui tentang momentum ini, bukan? Dan kali ini kami akan membahas tentang Laika, si anjing penjelajah orbit pertama di dunia!

Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, persaingan antara pihak Uni Soviet dan Amerika sudah terjalin sejak dulu kala – dan proyek ambisius ini merupakan salah satu langkah Uni Soviet untuk melangkahi Negeri Paman Sam. Sontak, seketika berita ini menyebar, media langsung heboh memberitakan tentang pemberangkatan Laika, the space dog. Seolah semakin tertinggal dalam masalah perkembangan teknologi dari Uni Soviet, pihak Amerika Serikat mengecam bahwa peluncuran Laika ini merupakan salah satu tindakan bar-bar – terlebih sebelumnya pihak Uni Soviet sudah sukses dengan peluncuran Sputnik, satelit pertama di dunia.

Nah, seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Laika ini sendiri merupakan anjing kampung yang sudah terlebih dahulu dilatih agar mampu bertahan dalam menjalankan proyek ambisius Uni Soviet ini.

Mengingat misi yang akan dijalani oleh Laika ini amatlah keras baginya, maka tidak sedikit orang yagn beranggapan bahwa anjing berjenis kelamin betina ini tidak akan selamat sampai ke bumi. Ya, mereka semua sudah memperhitungkannya dengan matang sehingga satu-satunya cara untuk bisa membuat ‘penderitaan’ Laika ini sedikit berkurang adalah dengan cara eutanasia atau mencabut nyawa makhluk hidup dengan cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit. Kala itu, Laika mendapatkan makanan beracun yang akan mencabut nyawanya perlahan.

Layaknya manusia, Laika pun mengalami peningkatan tiga kali denyut jantung dan nafas ketika Sputnik 2 diluncurkan. Hal ini terpantau dari banyaknya sensor yang ‘ditanam’ di sekeliling Sputnik 2 – atau yang lebih tepatnya wahana yang menyerupai sebuah kandang anjing sempit. Sputnik 2 digambarkan seperti kandang anjing berukuran kecil, dimana Laika hanya bisa duduk dan berdiri saja, tidak bisa lincah bergerak layaknya anjing-anjing kebanyakan.

Ya, nama Laika menjadi harum setelah pihak Uni Soviet mengklaim bahwa mereka telah berhasil menerbangkan makhluk hidup untuk pertama kalinya keluar dari atmosfer. Selain itu, Uni Soviet juga mengatakan bahwa Laika sempat menikmati hidup di luar angkasa, sebelum beberapa hari kemudian ia memakan makanan beracun yang sudah disediakan.

Namun pada tahun 2002 silam, atau berselang 45 tahun setelah peluncuran Laika, mantan ilmuwan yang dulu tergabung di dalam penerbangan Sputnik 2 mengatakan bahwa kematian Laika bukan karena autanasia, melainkan karena terpanggang di dalam Sputnik 2.

Malfungsi kontrol udara yang terjadi di dalam Sputnik 2 membuat suhu di dalamnya meningkat hingga ke angka 40 derajat. Hal ini terjadi di hari ke-tujuh pasca peluncuran – atau ketika Laika melakoni perjalanan keliling bumi untuk keempat kalinya.

Baca Juga: Mau Jadi Astronot Selama Beberapa Jam? Yuk Jajal Wisata Unik Ala Novespace Ini!

Sputnik 2 yang berisikan mayat Laika lalu jatuh ke pantai timur Amerika Serikat pada 14 April 1958, dimana kala itu orang-orang di sana menyangka bahwa yang jatuh tersebut adalah UFO. Dari kisah ini bisa kita petik pelajaran yang sangat berharga, mengingat orang-orang yang terlibat di dalam misi peluncuran Sputnik 2 merasa bersalah telah mengorbitkan Laika.

Monumen Laika di Moskow. Sumber: istimewa

Untuk mengenang jasanya, didirikanlah monumen Laika di Petrovsko-Razumovskaya Alleya, 12А, Moskow, Rusia. Setidaknya, inilah bukti bahwa kegilaan manusia tiada batasannya.

Terima kasih, Laika!

Meski Ditangguhkan Hingga April 2019, RTS Johor-Singapura Tetap Berjalan

Proyek pembangunan Rapid Transit System Link (RTS) dari Johor, Malaysia ke Singapura akan tetap berlanjut. Namun proyek tersebut masih akan ditangguhkan hingga April 2020 mendatang. Selain itu sistemnya juga akan berubah menjadi Light Rail Transit (LRT) dari Mass Rapid Transit (MRT).

Baca juga: Proyek High Speed Rail Malaysia-Singapura Ditangguhkan Hingga 31 Mei 2020

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber paultan.org (5/11/2019), pernyataan untuk melanjutkan proyek RTS tersebut dikatakan Malaysia pada 31 Oktober 2019 kemarin. Pihak Malaysia mengatakan, ada biaya baru yang dikurangi sebesar RM3,16 miliar setelah dilakukan peninjauan ulang proposal bersama dengan Singapura.

Meski begitu Malaysia juga meminta perpanjangan lebih lanjut dari periode penangguhan sampai 30 April 2020 mendatang. Hal ini pun telah disetujui oleh pihak Singapura dalam semanagat kerja sama bilateral. Perpanjangan penangguhan inin dilakukan untuk memastikan amandemen yang diperlukan untuk tiga perjanjian bisa dibuat.

Sehingga nantinya kedua negara akan menandatangani perjanjian bilateral yang diamandemenkan, perjanjian usaha patungan dan perjanjian konsesi tahun depan. Rencanan ini juga membuat RTS akan beralih sistem ke LRT dari MRT yang sebelumnya diusulkan. Menteri Transportasi Anthony Loke mengatakan, pilihan LRT dibuat setelah adanya peninjauan dan pemerintah telah mengusulkan peralihan ke Singapura dan masih membahas masalah ini,

“Kami telah melihat lingkup atau spesifikasi proyek dan mempertimbangkan penggunaan sistem LRT, yang mirip dengan yang (dioperasikan) di Kuala Lumpur, yang pemeliharaannya dapat dilakukan di Malaysia,” katanya.

“Sebelumnya, diusulkan agar proyek tersebut menggunakan sistem Mass Rapid Transit (MRT), mirip dengan yang ada di Singapura. Namun, kami menemukan bahwa sistem LRT cukup untuk proyek kereta api, dengan hanya dua stasiun, yaitu, Bukit Chagar di sisi Johor dan Woodlands di Singapura. Penumpang yang turun di stasiun Woodlands akan memiliki konektivitas dengan MRT Singapura,” tambah Loke.

Baca juga: Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura

Proyek RTS Link yang bertujuan mengatasi kemacetan dalam perjalanan harian antara kedua negara, pada awalnya dijadwalkan untuk memulai pembangunan tahun ini dan dijadwalkan selesai pada Desember 2024. Proyek kereta api sepanjang empat kilometer yang diusulkan akan memiliki kapasitas untuk mengangkut sepuluh ribu penumpang per jam, dan bertujuan menyediakan sarana transportasi alternatif untuk 80 ribu hingga 100 ribu penumpang yang melewati rute lintas harian.

Ijinkan Penumpang Masuk ke Dalam Kokpit, Pilot Air Guilin Ditangguhkan Seumur Hidup

Sebagai salah satu tempat ‘terlarang’ di pesawat, tentu saja tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam kokpit. Hanya orang-orang tertentu seperti pilot, teknisi, dan awak kabin atau siapa saja yang diperbolehkan untuk menyambangi ruang kerja pilot ini. Namun apa jadinya jika ada seorang non-petugas yang masuk ke dalam ruang kokpit dan malah asik-asik foto di dalamnya? Lebih parahnya lagi, foto di dalam ruang kokpit tersebut diunggah ke jejaring sosial, pula! Duh, bagaimana jadinya ya?

Baca Juga: Inilah Sebab Mengapa Pintu Penumpang Umumnya Ada di Sisi Kiri Kokpit!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (5/11), seorang pilot berkebangsaan Cina terpaksa mendapatkan hukuman setelah foto seorang wanita yang duduk di bangku pilot ruang kokpit tersebar luas di jejaring sosial mirip Twitter, Weibo. Dalam foto yang menjadi bahan perbincangan di ranah netizen ini, tampak ada seorang wanita yang berpakaian sipil, tengah duduk di bangku pilot sembari tangannya membentuk lambang peace (seperti huruf V).

Hal lain yang membuat netizen menjadi tambah geram adalah ketika ia menuliskan caption: “Saya sangat berterima kasih kepada pilot, saya sangat bahagia,”

Sampai sini, banyak netizen di luar sana yang beranggapan bahwa sang pilot sudah terlebih dahulu mengijinkan wanita ini untuk masuk ke dalam ruang kerjanya dan mengambil foto di sana. Banyak netizen yang beranggapan bahwa foto ini diambil dari kokpit salah satu pesawat Air Guilin – dan benar saja, ketika dikonfirmasi ke pihak maskapai, mereka tidak menampik bahwa foto yang sempat viral ini diambil dari salah satu kokpit pesawat mereka.

“Foto ini diambil di pesawat kami yang mengoperasikan rute penerbangan berjadwal dari selatan kota Guilin menuju Yangzhou pada 4 Januari kemarin,” ujar salah satu juru bicara Air Guilin.

Alih-alih sirik dengan aksi wanita ini, banyak metizen yang beranggapan bahwa sang pilot terlalu berani dalam hal memberikan ijin kepada wanita anonim tersebut untuk masuk ke dalam ruang kokpit.

Baca Juga: Dihilangkan dari Dunia Aviasi Modern, Kira-Kira Inilah Tugas Seorang Flight Engineer

“Pilot seolah menomor-duakan keselamatan penerbangan,” begitulah kurang lebih komentar netizen menghujat wanita ini.

Meningat pelanggaran yang dilakukan pilot ini dapat membahayakan keselamatan, pihak maskapai pada hari Senin kemarin (4/11) telah menangguhkan pilot anonim ini seumur hidup karena telah melanggar aturan penerbangan sipil. Tidak hanya sang pilot, kru penerbang lainnya juga siap untuk memasuki masa penangguhannya untuk waktu yang masih belum bisa ditentukan – setidaknya sampai proses investigasi selesai dilakukan.

Kereta Api London di Renovasi 27 Hari, Natal Masyarakat London Terancam

Kereta api London akan berhenti beroperasi sementara mulai 2 Desember 2019 hingga Hari Tahun Baru. Apalagi stasiun utama ditutup untuk pekerjaan teknik seperti renovasi dan perbaikan.

Baca juga: Eurostar Tambahkan Layanan Kereta Cepatnya dari London Menuju Belanda

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (6/11/2019), adanya penutupan sekitar 27 hari tersebut bisa membuat kacau penumpang yang akan bepergian pada Natal. Sebab layanan Great Western Railway, Heathrow Express dan TfL Rail akan berpengaruh ketika London Paddington tutup sementara antara 24 hingga 27 Desember mendatang.

Hal ini karena Network Rail berencana untuk melakukan 386 proyek selama periode perayaan dan menyebabkan kekacauan bagi jutaan penumpang yang bepergian pada liburan Natal. Pekerjaan peningkatan besar-besaran juga akan dilakukan di Londong King’s Cross yakni pekerjaan terowongan, struktur, drainase dan peningkatan peralatan saluran udara.

Network Rail mengatakan, pembangunan tersebut lebih banyak dirayakan pada Hari Natal dan Boxing Day sehingga sebagian besar jaringan kereta api mau tak mau harus ditutup. Meski begitu akan ada beberapa kereta terbatas yang akan ada di stasiun pada pagi hari tanggal 27 Desember 2019.

Kereta Highspeed dan Eurostar Tenggara tidak akan berhenti di Ashford, Kent, antara 26 dan 29 Desember. Ada 25 persen lebih sedikit insinyur yang bekerja pada Natal ini dibandingkan dengan 2018 dan semoga berarti lebih banyak saluran serta layanan akan beroperasi seperti biasa.

“Penumpang kami menginginkan dan layak mendapatkan kereta api yang lebih andal dan itulah mengapa Natal ini kami sedang bekerja di lintasan dan di belakang layar untuk membantu mewujudkannya. Secara signifikan lebih sedikit orang bepergian selama liburan Natal, itulah sebabnya kami melakukan begitu banyak pekerjaan pada saat ini tahun,” kata Kepala eksekutif Network Rail Andrew Haines.

“Tapi kita tahu beberapa penumpang kita akan memiliki rencana penting, jadi silakan periksa sebelum Anda bepergian. Kami memiliki banyak orang di stasiun kami sebelum dan sesudah istirahat yang siap membantu,” tambahnya.

Baca juga: Frustasi, Warga London Setiap Hari Habiskan Waktu Rata-Rata 74 Menit di Kereta Komuter

Selain pekerjaan-pekerjaan teknik, Anggota Serikat Pekerja Rail, Maritim dan Transportasi akan keluar selama 27 hari dalam perselisihan berkepanjangan tentang penjaga kereta. Pemogokan akan berlangsung dari 00.01 pada Senin 2 Desember hingga 23.59 pada Rabu 11 Desember, dari 00:01 pada Jumat 13 hingga 23.59 pada Selasa 24 Desember, dan dari 00.01 pada Jumat 27 Desember hingga 23 Desember 23.59 pada 1 Januari.

Last Flight, Boeing 747-458 El Al Airlines Lukis Penampakan Indah di Udara

Mungkin Anda akan sedikit kebingungan ketika mendengar frasa, “ada sebuah pesawat yang menggambar sebuah pesawat”. Ya, frasa tersebut bukanlah analogi dari suatu tindakan atau apapun itu, melainkan manuver yang dilakukan oleh Boeing 747-458 milik maskapai asal Israel, El Al Airlines. Manuver yang dilakukan oleh pesawat ini membentuk pola dari pesawat Boeing 747-458 yang digunakan. Usut punya usut, ini merupakan sebuah aksi akrobatik yang dilakukan oleh pilot sebagai tanda perpisahan atau last flight dari pesawat tersebut.

Baca Juga: Bukan Nama Anak Artis, Ini Dia Fakta Unik Seputar El Al Airlines

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, penerbangan El Al Airlines dengan nomor penerbangan LY1747 ini sendiri terjadi pada Minggu, 3 November 2019 kemarin dari Roma, Italia (FCO) menuju Tel Aviv, Israel (TLV). Adapun gambar yang dilukiskan oleh sang pilot di udara ini tertangkap radar udara yang bisa Anda lihat di laman flightradar24.com.

Mulanya, pesawat melakukan prosedur mengudara secara normal, layaknya penerbangan pada umumnya. Pilot kemudian melakukan take-off dan mulai climbing ke ketinggian jelajah 37.000 kaki. Kurang lebih dua jam setelah pesawat mengudara, pilot mulai menurunkan ketinggian jelajah ke angka 10.000 kaki – atau tepatnya ketika pesawat berada di sebelah barat daya Siprus.

Sumber: istimewa

Di titik tersebut, pilot mulai melakukan manuver berkelok hingga pada akhirnya membentuk pola Boeing 747 dengan sangat presisi. Setelah sukses menggambarkan pola Boeing 747 ini di udara, pilot kembali menaikkan ketinggian jelajah ke level 31.000 kaki sebelum akhirnya  ke Tel Aviv.

Baca Juga: [Hari ini 42 Tahun Lalu] Puncak Pembajakan Lufthansa Flight 181 yang Fenomenal

Di laman flightradar24.com, Anda juga bisa melihat bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian jelajah dengan sangat signifikan, yaitu dari angka 37.000 kaki ke 10.000 kaki hanya dalam waktu 12 menit saja. Manuver seekstrem ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh pilot yang sudah benar-benar berpengalaman.

Selain itu, jika Anda lihat juga hasil gambar dari Boeing 747-458 tersebut, maka Anda akan bisa ketelatenan dari sang pilot, dimana ia dapat secara presisi menggambar di udara. Keren sekali!

Gandeng Boeing, NASA Siap Luncurkan Penerbangan Orbital Nirawak Perdana

Kendati tengah terseok-seok di sektor penerbangan penumpang, namun manufaktur kedirgantaraan asal Amerika, Boeing tetap tidak bisa membendung langkahnya di sektor lain. Hal ini terbukti dari uji coba pesawat ruang angkasa milik Boeing CST-100 Starliner pada Senin (4/11) kemarin. Semula, uji coba ini hanya dapat disaksikan oleh internal Boeing saja, namun kemudian disiarkan secara langsung dari White Sands Missile Range, New Mexico, Amerika Serikat.

Baca Juga: Gunakan Boeing 747-400, Virgin Group Siap Luncurkan Satelit Menuju Orbit

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman CNN (5/11), uji coba ini dilakukan untuk menguji kemampuan roket melepaskan diri dari induk roket jika ada kondisi darurat sebelum lepas landas. Hal ini juga dilakukan untuk meyakinkan bahwa masing-masing sistem pada Starliner dapat bekerja secara terpisah maupun bersamaan.

“Tes abort Starliner akan disiarkan langsung. Transparansi untuk wajib pajak,” tulis administrator NASA, Jim Bridenstine melalui jejaring sosial Twitter.

Percobaan yang dijadwalkan selama tiga jam ini akan menguji empat mesin pembatalan peluncuran yang akan menyala selama beberapa detik dan mendorong Starliner dari landasan peluncuran. Starliner akan meluncur hingga mencapai ketinggian kurang dari 1,5 km di atas permukaan tanah.

Proyek ini merupakan kerja sama antara Boeing dengan NASA yang termasuk bagian dari Program Kru Komersial NASA, dengan tujuan utamanya untuk menyediakan transportasi aman dan hemat biaya dari dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Sejatinya, Starliner ini dirancang untuk mengangkut tujuh penumpang sekaligus dan mampu digunakan ulang hingga 10 kali. Jika tidak mengemukan kendala dalam uji cobanya, maka selanjutnya roket segera digunakan dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Perdana Keluar dari Hanggar, Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Coba Mesin

Diketahui, kini Boeing tengah mempersiapkan tahap akhir untuk melakukan penerbangan orbital nirawak perdana pada tanggal 17 Desember mendatang. Selain menggandeng Boeing, NASA juga kabarnya menggandeng SpaceX, perusahaan kenamaan milik Elon Musk.

“Program kru komersial kami selangkah lebih dekat untuk meluncurkan astronot Amerika di roket Amerika dari tanah Amerika,” kata Jim Bridenstine dalam sebuah keterangan resmi.

Tabrakan dengan Mobil Pengemudi Bus Tewas Ditempat Kejadian

Seorang pengemudi bus tewas dan 15 orang lainnya luka-luka akibat kecelakaan antara sebuah bus dan mobil. Pengemudi bernama Kenneth Matcham, 60, dinyatakan tewas ditempat kejadian di Orpington, London Tenggara.

Baca juga: Berkaca dari Kecelakaan di Tol Cipali KM150, Perlukah Ada Sekat Pembatas di Ruang Kemudi Bus?

Dilansi KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (1/11/2019), saksi mata yang merupakan penumpang bus Mark Jeffries mengatakan kejadian tersebut benar-benar mengerikan. Dia menjelaskan bus bertabrakan dengan sebuah mobil yang melaju di tengah-tengah mereka.

“Satu orang terlempar melalui jendela bus dan beberapa orang yang berada di trotoar ditabrak. Suara itu mengerikan dan Anda bisa mendengar teriakan,” kata Mark.

Dia mengatakan, penumpang terluka dengan berbagai cedera dari terkena serpihan hingga tak bisa bergerak karena patah tulang. Insiden ini mendatangkan sepuluh ambulans dari London Ambulance Service dan petugas di London Fire Bridge untuk membantu para korban.

Diketahui tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 dimana sebuah bus yang tengah melintas dan ada mobil yang melawan arus menabrak. Pengemudi bus terlempar dan meninggal seketika sedangkan pengemudi mobil tersebut diamankan karena menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Pengemudi mobil yang menabrak tersebut dalam keadaan menggunakan narkoba. Tabrakan ini bukan hanya membuat sedih para penumpang, tetapi anak dari pengemudi bus.

Shelley anak perempuan Kenneth mengatakan, sebelum terjadinya kecelakaan dia masih berbicara dengan sang ayah sebelum kembali mengemudikan bus.

“Dia sedang istirahat dan memanggil saya untuuk bertanya apakah saya membawa anak-anak itu untuk keluar dari tipuan atau perawatan. Aku memberitahunya bahwa aku punya dan dia bilang ‘di mana fotoku?’ Aku mengirim mereka setelah berbicara dengannya. Aku membuat anak-anak kembali dengan pakaian Halloween untuk mengambil foto dan mengirim ke ayah dan aku sangat senang aku melakukan itu,” jelas Shelley.

Dia mengatakan ayahnya adalah orang yang baik dan sangat menyayangi anjing piaraannya. Tak hanya itu pemilik Go Ahead London menggambarkan bahwa Kenneth adalah pengemudi yang setia.

Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan, London Uji Coba Sistem Rem Otonom Pada Bus Umum

Setelah insiden tersebut jalan tersebut di tutup dan pengemudi yang akan melintas dialihkan ke rute lainnya. Hal ini dikarenakan bus dan mobil hitam yang rusak belum di evakuasi.

Akankah Boeing 737 MAX Kembali Mengudara di Kuartal Pertama 2020?

Kepala European Union Aviation Safety Agency (EASA) baru-baru ini mengatakan bahwa ada kemungkinan varian 737 MAX yang saat ini tengah grounded massal bisa mengudara kembali pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang. Selain itu, Direktur Eksekutif dari EASA, Patrick Ky mengindikasikan bahwa mereka akan memberikan persetujuan terkait mengudaranya kembali varian ini pada Januari mendatang. Jika sudah ada indikasi semacam ini, akankah Boeing 737 MAX akan bisa memperbaiki citranya kembali yang sudah kadung buruk di mata masyarakat?

Baca Juga: Skak Mat! Boeing Kedapatan ‘Membual’ Ketika Pasarkan 737 MAX

“Jika ada persyaratan pelatihan dan koordinasi yang harus dilakukan dengan negara-negara anggota Uni Eropa untuk memastikan semuanya melakukan hal yang sama pada saat yang bersamaan pula, maka sejatinya ini akan memotong waktu (mempercepat peluncuran kembali),” ujar Patrick, dikutip KabarPenumpang.com dari laman Reuters.com.

“Itulah sebabnya saya mengatakan (peluncuran kembali 737 MAX jatuh pada) kuartal pertama tahun 2020,” imbuhnya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, di sini, peran Federal Aviation Administration (FAA) menjadi sangat penting karena merekalah yang pada akhirnya menentukan apakah varian 737 MAX ini sudah layak untuk mengudara kembali atau belum pasca perbaikan sistem Maneuvering Characteristic Augmentation System (MCAS) yang dilakukan oleh Boeing. Ya, MCAS digadang-gadang sebagai masalah utama dari jatuhnya maskapai berbiaya rendah asal Indonesia, Lion Air dan Ethiopian Air yang kebetulan keduanya menggunakan varian 737 MAX dan secara tragis menewaskan lebih dari 300 orang.

Tidak hanya FAA yang akan memeriksa kelaikan dari varian 737 MAX ini, pun halnya dengan EASA, dimana mereka akan secara langsung menguji perbaikan yang dilakukan oleh pihak Boeing melalui simulator dan uji penerbangan langsung. Jika tidak ada kendala dalam uji coba ini, maka bukan tidak mungkin apabila EASA akan langsung memberikan ‘restu’ untuk 737 MAX bisa mengudara kembali di langit Eropa.

Kendati EASA merupakan badan keamanan penerbangan asal Eropa, namun mereka tampak menginginkan agar varian 737 MAX bisa kembali ke layanan. Ini terlihat agak unik, mengingat ‘perang’ antara Boeing (Amerika) dan Airbus (Eropa) di sektor aviasi global belakangan ini tengah memanas.

Baca Juga: Kasus Boeing 737 MAX: Joint Authorities Technical Review Lakukan Kritik Sertifikasi Pada FAA

Namun usut punya usut, salah satu maskapai asal Eropa, Ryanair sempat terseok-seok pasca grounded massal varian 737 MAX. Ya, diketahui Ryanair merupakan salah satu konsumen 737 MAX terbesar di dunia.

Jadi, mampukah 737 MAX kembali ke layanan secepatnya dan mendapat kepercayaan penuh lagi dari konsumen?

Terdampak Cuaca Buruk, Ryanair Terlantarkan Penumpang di Polandia

Lagi-lagi kasus penumpang terlantar di sektor aviasi global kembali menjadi topik hangat perbincangan, tepatnya setelah penumpang maskapai berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair terdampar di Bandara Krakow, Polandia pada hari Jumat (1/11) kemarin lantaran cuaca yang buruk. Namun , bukan permasalahan terlantar ini saja yang menjadi sorotan, lebihnya lagi karena penumpang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bertahan hidup di lokasi. Duh, kok bisa sampai seperti ini, ya?

Baca Juga: Dua Hari Tanpa Akomodasi dan Makanan, 200 Penumpang British Airways Terlantar di Bandara

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (4/11), ada banyak pelancong yang mengklaim bahwa pihak maskapai telah gagal melayani penumpang ketika tengah menghadapi cuaca buruk di Polandia. Bahkan tidak sedikit dari mereka juga yang tidak mendapatkan bangku di penerbangan enam hari selanjutnya (Kamis, 7 November 2019).

Berdasarkan data dari Dublin Live, sebanyak 15 penerbangan dari Bandara Krakow dibatalkan pada Jumat (1/11).

Menyoal aksi dari pihak maskapai yang terbilang tidak becus dalam menangani kasus semacam ini, seorang guru asal Dublin, Róisín Ní Dhonnabhain mengatakan bahwa dirinya sampai-sampai harus mengeluarkan dana senilai € 1.000 untuk penerbangan baru – dana tersebut belum termasuk biaya menginap di hotel dan untuk makan sehari-hari.

“Kurang lebih saya mengeluarkan dana sebesar € 1.200 ketika terlantar di Krakow,” ujar Róisín.

“Ini merupakan nominal yang sangat besar – hampir setara dengan upah setengah bulan, dimana itu dikeluarkan hanya untuk pulang ke Dublin,” sambungnya.

Tidak hanya Róisín saja, pun dengan penumpang dari jurusan lain yang juga terdampak dan mendapatkan perlakuan sama seperti Róisín – tidak mendapatkan kompensasi yang setara dengan kerugian yang mereka alami.

Kendati terkendala cuaca buruk, namun beberapa penerbangan Ryanair masih ‘nekat’ dijalankan. Dengan begitu, penumpang yang terlantar dan harus menunggu selama enam hari akan memilih untuk terbang ke destinasi lain, lalu melanjutkan perjalanan sesuai tujuan asli mereka. Hal inilah yang menyebabkan penerbangan Ryanair pada akhir pekan lalu di Bandara Krakow menjadi sangat penuh – hampir tidak menyisakan satu bangku kosong.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Namun apa yang diungkapkan pihak Ryanair malah berbanding terbalik. Mereka menuturkan bahwa sudah memberikan sejumlah opsi via SMS kepada penumpang yang terdampak cuaca buruk ini.

“Kami dari manajemen Ryanair meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sesungguhnya kondisi cuaca buruk di luar sana berada di luar kendali kami,” ujar salah satu perwakilan dari Ryanair.

Kereta Api Inggris Masih Buang Limbah Toilet ke Rel

Limbah toilet kereta api yang di buang ke rel ketika kereta sedang mengular ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Untungnya saat ini di Indonesia sudah menggunakan penampung sebelum akhirnya dibuang ke tempat semestinya. Namun ternyata beberapa negara lain masih ada yang melakukan praktik menjijikan tersebut.

Baca juga: Manakah yang Bakal Jadi Solusi Toilet di Stasiun Kereta India: Bio-Toilet Atau Toilet Hibrida?

Bahkan beberapa operator kereta tersebut sempat berjanji untuk tidak membuang limbah toilet ke jalur kereta api tapi tak bisa ditepati. KabarPenumpang.com merangkum laman theguardian.com (3/11/2019), salah satunya Inggris dan Wales yang menjanjikan untuk menghentikan pembuangan limbah toilet ke jalur kereta tahun ini. Namun ternyata tidak bisa dipenuhi, hal ini diakui oleh Network Rail dan perusahaan kereta api lainnya.

Mantan kepala eksekutif Network Rail, Mark Carne mengatakan, tahun 2017 lalu, dia telah mendapat persetujuan pemerintah untuk menghentikan pembuangan limbah toilet ke jalur kereta api tahun 2019 ini. Tapi ternyata beberapa perusahaan masih terus menggunakan kereta api yang toiletnya langsung menbuang limbah ke rel.

Tahun 2017 Departemen Transportasi mengatakan bahwa semua waralaba akan memaksa perusahaan untuk memastikan setiap kereta memiliki toilet modern. Tapi hal ini pun bahkan masih ada beberapa operator yang mengajukan pengecualian.

Padahal para pekerja di lintasan kereta api terus mengalami kondisi tidak sehat karena masalah ini. East Midlands Railway yang memberikan kontraknya pada Abellio tahun ini mungkin tidak akan menghentikan sejumlah rolling stock yang masih melakukan pembuangan limbah toilet ke jalur kereta hingga 2023 mendatang. Hal ini karena ada izin untuk terus membuang limbah toilet di jalur dari kereta cepat yang berjalan antara London St Pancras ke kota-kota lain seperti Nottingham dan Sheffield.

“Kami sepenuhnya mendukung perjalanan dengan Network Rail untuk menghapus semua kereta tanpa toilet limbah terkendali pada akhir 2023 dan sudah bekerja untuk memiliki semua kereta kami beroperasi dengan tank pada akhir 2020,” ujar seorang juru bicara.

Tetapi beberapa masih mengoperasikan kereta yang melakukan pembuangan limbah di jalur termasuk Northern, West Midlands, ScotRail dan Transport for Wales. Seorang juru bicara West Midlands mengatakan, bahwa toilet yang tidak sesuai dengan gerbong tua akan di hentikan dan tidak digunakan lagi pada akhir tahun 2019 ini.

ScotRail mengatakan sedang menyesuaikan tangki retensi ke kereta InterCity berkecepatan tinggi selama program perbaikan “sesegera mungkin”. Transport for Wales mengatakan sedang berinvestasi di kereta baru, menghapus rolling stock terakhir pada tahun 2023. Sekretaris transportasi bayangan Andy McDonald berjanji untuk mencari jaminan dari menteri untuk mengakhiri hal tersebut.

“Baik operator kereta api dan pemerintah berjanji dua tahun lalu bahwa praktik beracun dari kereta api yang membuang limbah mentah ke kereta api akan berakhir pada tahun ini. Bisnis kotor ini berbau busuk dan merupakan janji lain yang dilanggar dari para menteri dan melatih bos perusahaan yang telah berkali-kali membuktikan bahwa mereka tidak dapat merencanakan peluncuran infrastruktur kereta api baru dan kereta api dalam bentuk koordinasi apa pun,” ujar Andy.

Network Rail mengatakan bahwa alternatif untuk mengeluarkan pengecualian adalah menghapus kereta tertentu dari penggunaan, yang berarti kemungkinan pembatalan.

Baca juga: Megaproyek Kereta Peluru India, Dilengkapi Nursery Room dan Toilet Terpisah

“Kami berkomitmen untuk mengakhiri kereta mengosongkan sampah ke rel dan kami bekerja dengan semua operator untuk mewujudkan hal ini. Ada beberapa perusahaan kereta api yang telah diberi sedikit waktu lebih banyak untuk sejumlah kecil kereta mereka dan kami sedang melacak rencana aksi mereka dengan cermat untuk memastikan mereka patuh,” tambah juru bicara Network Rail.