Busa Kursi Baru Berteknologi Tinggi Bikin Berat Pesawat Turun Drastis!

Seribu satu cara ditempuh perusahaan di dunia untuk membuat pesawat lebih ringan, dalam hal ini melalui inovasi kursi. Ada yang fokus membuat kerangka kursi terbarukan dengan bahan-bahan yang jauh lebih ringan dan kuat. Ada pula yang fokus pada kulit kursi, dan terbaru sebuah perusahaan asal Slovenia, Vanema, lebih memilih fokus pada bantalan atau busa kursi pesawat. Bagaimana itu bisa mempengaruhi berat pesawat secara keseluruhan?

Baca juga: Perusahaan Jerman Rancang Kursi Penumpang dan Pilot yang Dilengkapi Sensor Detak Jantung

Dilansir dari Simple Flying, Vanema diketahui telah meluncurkan teknologi bantalan kursi atau bisa juga dibilang kursi pesawat terbaru yang disebut Octospring. Disebutkan, itu bukan hanya berhasil membuat berat total kursi pesawat menjadi berkurang atau lebih ringan tetapi juga lebih nyaman.

Octaspring membuat penumpang lebih nyaman karena honeycomb-style-nya yang dinilai maksimal dan sangat ergonomis dalam menopang duduk pengguna. Jauh lebih maksimal dibanding static foam cushion atau bantalan kursi yang ada saat ini.

Octaspring juga diproduksi 50 persen lebih sedikit dibanding bantalan atau busa kursi pada umumnya. Sekali lagi, ini berkat adaposi teknologi honeycombs yang menjadikan penempatan busa-busa di kursi menjadi lebih maksimal namun tetap nyaman digunakan.

Dari teaser yang dirilis perusahaan, terlihat Octaspring menggunakan teknologi smart zoning dalam memaksimalkan peletakan busa. Ketika diduduki oleh penumpang, teknologi adaptive comfort juga membuat bantalan kursi mengikuti posisi pada bokong penumpang.

Dari hasil studi internal, terbukti bahwa duduk di kursi Octaspring membuat bokong lebih minim rasa sakit atau nyeri ketimbang duduk di kursi pada umumnya.

Vanema mengklaim, Octaspring berhasil meringankan berat total pesawat sebesar 30 persen dibanding yang dilakukan teknologi solid seat pad. Di kelas ekonomi, Octaspring diklaim mampu mengurangi berat mencapai 150 gram per seat cushion. Di kelas bisnis, penghematan berat pesawat bahkan mencapai 800 gram per kursi.

Penurunan berat total pesawat dari bantalan kursi di kabin bahkan jauh lebih besar andai kursi first class, kursi kru, dan pilot juga diganti dengan kursi Octaspring.

Baca juga: Asyik, Penumpang Pesawat Kelas Ekonomi Kini Bisa Selonjoran ke Kursi Depan!

Saat ini, Vanema dikabarkan tengah menggandeng Airbus, STELIA Aerospace, dan SAGROUP untuk memasang bantalan kursi ini ke setiap pesawat. Itu dimungkinkan karena Octaspring sudah lulus uji sertifikasi, termasuk uji ketahanan api dan lain sebagainya.

Bila tak ada aral melintang, tahun depan diperkirakan kursi Octaspring bisa diaplikasikan di pesawat-pesawat terbaru Airbus. Hanya saja, tak disebutkan dengan jelas, apakah seluruhnya menggunakan kursi Octaspring atau hanya sesuai permintaan dari maskapai saja. Menarik ditunggu.

NTSB Rilis Foto-foto Pesawat Kargo Boeing 737 Transair yang Jatuh di Laut Hawaii

Puing-puing pesawat kargo Boeing 737-200 Transair yang sebelumnya jatuh di lepas pantai Hawaii akhirnya ditemukan. Dari foto-foto yang dirilis investigator federal dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), tampak jelas badan pesawat beserta sayap dan tail serta kedua mesin berada di dasar lautan, antara kedalaman 110 – 128 meter.

Baca juga: Update Misteri Hilangnya MH370, Ahli Sebut Pesawat Jatuh Gegara Kehabisan Bahan Bakar!

Mengingat itu terlalu dalam untuk mengerahkan penyelam, NTSB berencana mengerahkan robot SAR untuk membantu proses pengangkatan puing-puing pesawat.

Dilansir Daily Mail, komponen-komponen pesawat tersebut berhasil ditemukan berkat Side Scan Sonar dan Remotely Operated Vehicle, yang memang sudah masyhur muncul saat terjadi insiden.

Kendati pesawat sudah ditemukan, tetapi, tak disebutkan dengan jelas apakah black box, meliputi cockpit data recorder (CVR) dan flight data recorder (FDR) sudah ditemukan atau belum.

Fuselage bagian depan pesawat kargo Boeing 737 Transair. Foto: NTSB

Penyebab kecelakaan sejauh ini belum berhasil disimpulkan. Dari kronologi kejadian, sempat ada dugaan bahwa musibah bermula dari masalah pada bahan bakar. Setelah sampel bahan bakar berhasil didapat dan dicek, petugas tak menemukan masalah apapun di sana.

Karenanya, tak ada jalan lain kecuali menemukan black box, mengangkat seluruh komponen pesawat yang sudah berusia 46 tahun itu (buatan tahun 1975), dan menginvestigasinya sebagai satu kesatuan utuh untuk menemukan inti masalah.

Sebelumnya, pada Jumat dini hari, 2 Juli 2021, melakukan pendaratan darurat di wilayah lepas pantai Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Badan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pilot dan kopilot berhasil selamat walaupun mengalami cedera parah di kepala dan sekejur tubuh.

Mesin pesawat kargo Boeing 737 Transair. Foto: NTSB

“Pilot dan kopilot melaporkan ada kerusakan mesin dan berusaha kembali ke Ibu Kota Honolulu, namun yang terjadi mereka terpaksa melakukan pendaratan di air,” demikian keterangan FAA.

Informasi yang dipublikasi FlightAware.com menyebutkan pesawat naas dengan nomor penerbangan 810 bertolak dari Ibu Kota Honolulu pada 1.33 dini hari. Burung besi itu hendak terbang ke Bandara Kahului, Maui, namun memutuskan putar balik karena satu mesinnya disebut mengalami kerusakan.

Tim penjaga pantai dengan cepat merespon laporan adanya pesawat yang mendarat darurat di wilayah selatan Pulau Oahu dengan dua awak dalam burung besi tersebut (tak ada penumpang).

Baca juga: Duh! Potongan Pesawat Uji Airbus Jatuh di Desa Dekat Bandara Toulouse-Blagnac

Sekitar pukul 2.30 dini hari, seorang penjaga pantai di lokasi kejadian menemukan puing-puing pesawat dan menemukan salah satu awak pesawat menempel di ekor pesawat. Awak tersebut lalu diselamatkan dengan helikopter untuk di bawah ke rumah sakit.

Sedangkan satu awak lainnya terlihat mengapung di atas pecahan puing – puing. Dia diselamatkan oleh perahu pemadam kebakaran Honolulu untuk di bawa ke tepi pantai. “Kami kehilangan salah satu mesin pesawat,” kata pilot.

Mudahkan Fotografer Saat Mengendarai Sepeda, Tali Kamera ‘Makers in Motion’ Solusi Tepat

Banyak orang yang kini menggunakan sepeda untuk aktivitas mereka sehari–hari, baik untuk transportasi maupun untuk berolahraga. Bahkan kelengkapan untuk para pesepeda pun semakin banyak dan mudah untuk didapatkan.

Baca juga: Inilah Velo 2 Beeline, Kompas Digital Khusus Sepeda, Goweser Wajib Coba!

Selain helm, botol minuman, lampu sein, ternyata ada lagi kelengkapan lainnya yakni tali kamera. Ini adalah perlengkapan yang bisa digunakan para fotografer yang menggunakan sepeda sebagai transportasi mereka.

Gesper magnetik Makers in Motion dapat menahan beban hingga 30 lb (13,6 kg) (Makers in Motion)

Di mana tali kamera Makers in Motion tersebut dirancang untuk membantu pesepeda ketika membawa kamera mereka dan mudah untuk digenggam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/7/2021), Makers in Motion dirancang oleh tim kecil pengusaha yang berbasi di San Francisco, Amerika Serikat.

Tali ini terbuat dari bahan anyaman sabuk pengaman nilon dan memiliki geper magnet lepas cepat di bagian depan. Satu bagian tali ini terdiri dari bagian over the soulder yang menjadi utama tempat kamera terpasang dan bagian sekunder yang membentang dari belakang ke depan di bagian lengan pengendara sepeda.

Sehingga saat pengguna mengendarai sepeda, bagian utama diayunkan dan kamera menyingkir, bersandar pada punggung mereka. Bagian sekunder ditekuk di depan, membentuk sabuk pengaman tiga titik yang menahan segala sesuatu di tempatnya.

Jika tidak, kamera akan segera berayun ke depan dan menjuntai di depan pengendara. Saat tiba waktunya untuk berhenti dan mengambil foto, bagian sekunder dilepaskan, bagian utama yang sekarang bebas diayunkan ke depan, dan kamera cukup digenggam dan digunakan.

Sebagai bonus tambahan, jika pengguna akan menghabiskan waktu di luar sepeda, bagian sekunder dapat diletakkan di sepanjang bagian utama dan ditekuk di tempatnya, membuat pengaturan seperti tali bahu dua titik konvensional. Makers in Motion saat ini menjadi salah satu subjek kampanye Kickstarter.

Baca juga: Livall Hadirkan Helm Sepeda Pintar dengan Teknologi Akselerator

Untuk penjualannya sendiri Seharga US$60 atau sekitar RP869 ribu dan pengendara bisa memilih satu dari tiga warna. Kehadiran Makaers in Motion ini hanya sat kampanye dan bila berakhir para pengusaha tersebut tidak lagi memproduksinya.

Corona RI Mengganas, Negara-negara Ini Kompak Stop Penerbangan dari dan ke Indonesia

Kasus virus Corona di Indonesia sejak beberapa hari belakangan terus memecahkan rekor. Akibatnya, banyak negara-negara di dunia yang khwatir dan mulai menutup perbatasan atau penerbangan dari dan ke Indonesia.

Baca juga: Dilarang Terbang ke Hong Kong, Cobaan (Lagi) Buat Garuda Indonesia

Kemarin kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 36.197 sehingga total kasus positif 2.527.203, sembuh 2.084.724, dan wafat 66.464 jiwa.

Sejauh ini, tercatat sudah ada enam negara yang melarang penerbangan dari dan ke Indonesia, enam itu adalah Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, Arab Saudi, Hong Kong, dan Taiwan.

Selain memang sudah watak masing-masing negara untuk melakukan penanganan penyebaran virus dengan ketat, beberapa dari mereka juga menganggap bahwa Indonesia masuk ke dalam daftar negara A1 yang sangat berpotensi menyebarkan virus ke wilayah mereka.

Dilansir id.trip.com dan berbagai sumber lainnya, Hong Kong tentu merasakan betul betapa membahayakannya Indonesia dalam kaitannya dengan virus Corona. Pada akhir Juni lalu, Otoritas Kesehatan Hong Kong, Centre for Health Protection (CHP) menemukan empat penumpang pesawat Garuda Indonesia GA876 positif virus Corona saat tiba di Bandara Hong Kong.

Sejak saat itu, otoritas Hong Kong yang memang sejak tahun lalu berlaku keras dan ketat terkait penanganan virus Corona langsung melarang penerbangan dari Indonesia mulai 22 Juni – 5 Juli kemarin.

Begitu juga dengan Taiwan, negara yang letaknya tak begitu jauh dari Hong Kong. Taiwan diketahui melarang pekerja imigran Indonesia masuk negara itu sejak Desember 2020. Pusat Komando Epidemi Pusat Taiwan (CECC) 4 Desember 2020 mengumumkan keputusan itu diambil berdasarkan angka kasus virus Corona di Indonesia.

Negara-negara Timur Tengah juga kompak menutup diri dari Indonesia. Padahal, mereka dikenal lama sebagai negara sahabat erat. Tetapi, dalam kaitannya dengan virus Corona di Indonesia belakangan ini, rupanya itu tak mengenal sahabat ataupun tidak.

Tercatat, tiga negara Timur Tengah, Arab Saudi, UEA, dan Oman melarang penerbangan dari dan ke Indonesia. Dilihat dari laman kemlu.go.id Arab Saudi belum mencabut status Indonesia dari daftar negara yang dilarang masuk sejak Februari.

Otoritas Oman mengumumkan mulai 9 Juli 2021 Indonesia dan delapan negara lain dilarang masuk. Begitu pula dengan traveler yang berada di Indonesia dalam tempo 14 hari terakhir.

UEA melarang penumpang transit dari Indonesia masuk mulai 11 Juli 2021. Tak hanya itu, UEA juga melarang warganya untuk bepergian ke Indonesia, kecuali dengan sejumlah pengecualian mendesak, misalnya misi diplomatik atau memiliki pekerjaan penting di Indonesia.

Satu negara yang melengkapi travel banned atau melarang penerbangan dari dan ke Indonesia ialah Singapura. Negara tersebut memang terkenal dengan penanganan virus Corona-nya yang sangat ketat. Saking ketatnya, bahkan vaksinasi nasional di negara itu tidak mencatat warga yang sudah divaksin Sinovac bahkan yang sudah mendapat suntikan dua dosis sekalipun.

Baca juga: Uni Eropa Punya Daftar Hitam Negara yang Dilarang Melintasi ‘Langitnya,’ Garuda Indonesia Pernah Termasuk!

Itu karena belakangan terbukti bahwa banyak negara yang sudah menggunakan vaksin Sinovac secara massal tetapi virus Corona masih tetap mengganas dan banyak yang tewas meski sudah divaksin Sinovac.

Sedang untuk urusan begitu saja Singapura sampai sedetail itu, apalagi melihat perkembangan kasus virus Corona di Indonesia. Tak heran bila Singapura melarang warga negara Indonesia masuk mulai 12 Juli 2021. Selain itu, semua pendatang dengan riwayat perjalanan ke Indonesia dalam 21 hari terakhir juga tidak akan diizinkan transit melalui Singapura.

Boeing 747 Berusia 32 Tahun Masih Dioperasikan Komersial oleh Mahan Air

Boeing 747 pertama kali diperkenalkan ke pasar penerbangan global pada tahun 1966. Namun apakah jumbo jet tertua untuk penerbangan jarak jauh ini masih beroperasi hingga kini? Sebab banyak dari varian Boeing 747 ini yang sudah purna tugas dan sudah dialih fungsikan.

Baca juga: Dapat Dilintasi Boeing 747, Bandara Gatwick Punya Jembatan Penghubung Antar Terminal Terbesar di Dunia

KabarPenumpang.com dari aerotime.aero (6/7/2021), ternyata Queen of the Skies tertua ada yang masih digunakan untuk mengangkut penumpang oleh maskapai komersial Mahan Airlines. Maskapai ini menggunakan Boeing 747-400 berusia 32 tahun. Di mana jumbo jet ini awalnya dipesan oleh maskapai United Airlines milik Amerika Serikat.

Pabrik Boeing mengirim pesawat berbadan besar tersebut dan kemudian didaftarkan sebagai N172UA, ke maskapai tersebut pada Agustus 1989, di mana pesawat itu melayani operasi komersial jarak jauh hingga Oktober 2006. Setelah terbang untuk maskapai besar Amerika selama 17 tahun, jumbo jet ini diambil alih oleh maskapai berbendera Armenia Blue Sky Airlines dan diberi nomor registrasi baru G-CEFD.

Dalam sebulan, pesawat itu sudah didaftarkan ulang sebagai EK-74763 dan mulai beroperasi untuk maskapai penerbangan swasta milik Mahan Airlines yang berbasis di Teheran. Pemilik Armenia akhirnya menjual pesawat ke Mahan Air pada Februari 2009 dan jet itu didaftarkan ulang untuk keempat kalinya, menerima nomor registrasi baru EP-MNB.

Selama dimiliki Mahan Airlines, Boeing 747 pernah dimasukkan ke dalam penyimpanan jangka panjang dan berhenti beroperasi selama sembilan tahun sejak 2010, akibat sanksi yang diterapkan Amerika Serikat, namun kembali beroperasi aktif pada September 2019. Pesawat mulai terbang rute domestik reguler di seluruh Iran, termasuk layanan antara Teheran Mehrabad ke Masyhad, Baghdad dan Kish.

Tetapi, maskapai Iran tersebut ingin melepas jumbo jet ini dan kemungkinan akan segera mendapat pendaftaran baru 9G- milik maskapai Afrika Smile Air. Jumbo jet ditandai sebagai sudah dipesan tetapi “belum diambil”, menunjukkan bahwa pesawat dapat diserahkan kepada pemilik baru dalam waktu dekat.

Meskipun Mahan Airlines masih menerbangkan Boeing 747 tertua yang didedikasikan untuk operasi penumpang komersial, ada lebih banyak maskapai penerbangan yang mengoperasikan jenis jet untuk tujuan yang berbeda. Angkatan Udara Iran dan Angkatan Udara Amerika Serikat adalah dua pemilik kelompok Ratu Langit tertua yang masih terbang.

Yang mana Angkatan Udara Iran mengoperasikan jumbo jet yang berusia lebih dari 50 tahun itu untuk operasi penumpang non komersia. Pesawat dengan nomor registrasi N93113 pada saat itu, digunakan untuk menerbangi rute maskapai besar Amerika Trans World Airlines sejak Oktober 1970.

Kemudian, pada Maret 1975, diubah menjadi kapal barang dan diambil alih oleh Angkatan Udara Iran dua bulan kemudian. Sejak tahun 1975, jet jumbo telah melayani operasi pemilik baru. Angkatan Udara Amerika Serikat juga memiliki empat Boeing 747 tertua yang beroperasi.

Keempat Queens of the Skies adalah varian -200 dan usia mereka bervariasi dari 48 tahun dalam pelayanan hingga 46 tahun dalam pelayanan. Pemerintah Amerika Serikat menjadi satu-satunya pemilik keempat pesawat tersebut. Jumbo jet berusia 48 tahun, terdaftar sebagai 73-1676, telah menerbangkan penerbangan pemerintah sejak Juli 1973.

Baca juga: Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?

Pesawat 73-1677 berusia 47 tahun bergabung dengan armada pada Oktober tahun yang sama. 74-0787 milik pemerintah, yang saat ini menghitung lebih dari 47 tahun dalam operasi aktif, dikirim ke negara bagian pada Oktober 1974. Yang termuda dari empat, 75-0125 yang berusia 46 tahun, mulai beroperasi pada Agustus 1975.

Mulai Hari ini, Penumpang TransJakarta dan MRT Jakarta Wajib Tunjukkan STRP Sebelum Melakukan Perjalanan

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dan MRT Jakarta ikut mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa – Bali. Di mana semua penumpang bus TJ maupun MRT Jakarta hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal.

Baca juga: PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No.49/2021 tentang perubahan SE Menhub No.43/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19. Dua BUMD tersebut memberlakukan penyesuaian operasional yang di mulai 12 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Di mana semua penumpang dua moda transportasi ini wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), Surat keterangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan pimpinan instansi atau perusahaan di sektor esensial dan kritikal.

“Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kesehatan bisa menggunakan ID Card. Sedangkan masyarakat dan pegawai swasta yang tidak bisa menunjukkan salah satu surat yang diwajibkan tersebut, maka tidak diperkenankan menggunakan layanan TransJakarta,” ujar Prasetia yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Minggu (11/7/2021).

Prasetia mengatakan, Petugas Layanan Halte (PLH) dibantu tim Dishub DKI Jakarta akan memeriksa setiap penumpang sebelum melakukan tap in dan memasuki gate. Untuk menghindari antrean panjang, Prasetia menambahkan, agar penumpang mempersiapkan semua persyaratan tersebut.

Nantinya bila ada penumpang yang tidak memiliki kelengkapan persyaratan, maka akan diminta meninggalkan halte dan kembali dengan syarat yang lengkap. Prasetia mengatakan, untuk layanan bus Non BRT dan Mikrotrans, pengecekan akan dilakukan pada titik-titik masuk ke area penyekatan.

Dikatakan Prasetia, bahwa petugas dan pengemudi angkutan kecil akan terus mengingatkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan layanan BRT dan area penyekatan untuk menunjukkan STRP sesuai ketentuan.

“Hal ini agar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan pendek seperti ke apotek dan sebagainya bisa terakomodasi,” jelas Prasetia.

Tak hanya TransJakarta, MRT Jakarta juga akan melakukan pemeriksaan syarat sebelum penumpang memasuki gate untuk menggunakan kereta MRT Jakarta.

“Nantinya setiap petugas di setiap stasiun akan melakukan pemeriksaan dokumen tersebut sebagai persyaratan yang wajib dibawa oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan,” ujar Plt Corsec PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo.

Baca juga: MRT Jakarta Lakukan Penetanan Status Emergency di Masa PPKM Mikro

Dia menambahkan, pemberlakuan kebijakan ini diharapkan mampu menekan mobilitas masyarakat untuk keluar masuk Jakarta melalui transportasi publik dalam masa PPKM darurat ini. Sehingga hal ini mampu mengurangi angka penyebaran virus corona.

Inggris Bangun Bandara Mobil Terbang dan Siap Beroperasi di November 2021

Mobil terbang akan punya bandara untuk tempatnya mendarat dan lepas landas? Mungkin ini terdengar seperti fiksi, tetapi nyatanya bandara ini ada dan sedang disiapkan untuk beroperasi pada November 2021, yaitu di dekat kota Coventry, Inggris. Bandara ini merupakan fasilitas Air-One dan akan dibuka hanya selama satu bulan.

Baca juga: Terlalu Sesumbar, Peluncuran Taksi Udara eVTOL Skai Bertenaga Hidrogen Akhirnya Molor

Dilansir KabarPenumpang.com dari weforum.org (8/2/2021), ini merupakan kolaborasi antara lembaga pemerintah, bisnis sektor swasta dan industri penerbangan. Fasilitas tersebut dikembangkan oleh Urban Air Port, dengan keterlibatan Divisi Mobilitas Udara Perkotaan Hyundai Motor Group dan Dewan Kota Coventry.

Bandara pop-up yang tengah dalam pembangunan tersebut akan menjadi bukti konsep hub nol emisi pada mode perjalanan masa depan. Di mana kendaraan lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) dan digadang sebagai cara untuk mengurangi kemacetan saat orang bepergian di antara pusat kota.

“Mobil butuh jalan. Kereta api membutuhkan rel. Pesawat membutuhkan bandara. eVTOL akan membutuhkan Urban Air Ports. Mobil terbang dulunya adalah penerbangan mewah yang futuristik. Air-One akan menghadirkan transportasi udara perkotaan yang bersih kepada massa dan meluncurkan dunia udara baru dengan mobilitas nol emisi,” kata Ricky Sandhu, pendiri dan ketua eksekutif Urban Air Port.

Padahal hingga saat ini tidak ada mobil terbang atau drone pengangkut penumpang yang beroperasi di Inggris. Namun, fasilitas tersebut dikatakan menarik minat dari perusahaan logistik pada khususnya. Penggunaan pesawat tak berawak untuk mengirimkan paket telah diberhentikan hampir sesering yang telah dibahas, karena tantangan operasi mereka di daerah padat penduduk.

Baca juga: Korea Selatan Berencana Luncurkan Taksi Terbang di 2025

“Konstruksi bandara ini 60 persen lebih kecil dari heliport tradisional. Menggunakan konstruksi inovatif, situs dapat dipasang dalam hitungan hari, tanpa emisi karbon dan dapat dioperasikan sepenuhnya di luar jaringan,” ujar pernyataan Hyundai.

Menggunakan Masker Terlalu Lama Bisa Sebabkan Bau Mulut? Cek Tips Ini

Masker pasti mengurangi risiko penularan infeksi tetapi memakainya untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan bau mulut. Penggunaan masker dalam jangka panjang dapat menyebabkan dehidrasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi yang meradang.

Baca juga: Canggih, Masker ini Bisa Deteksi Virus Corona Saat Pengguna Memakainya dalam Waktu 90 Menit

Hal ini juga membuat orang mengubah cara mereka bernapas. Sebab masker yang digunakan menutupi hidung dan mulut yang mana sebagian menutup jalan napas ke hidung. Karena hal ini, untuk mencegah sesak napas, seseorang akan mulai bernapas melalui mulut mereka. Di mana artinya setiap orang menghirup beberapa bakteri yang baru saja di keluarkan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penumpukan bakteri di mulut dan membuat napas menjadi bau.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thehealthsite.com (18/6/2021), sebenarnya dengan meminum air bisa membantu mengurangi mulut menjadi kering dan membilas bakteri serta gula. Tetapi karena menggunakan masker, seseorang akan minum lebih sedikit dari biasanya. Namun, ada beberapa tips yang bisa membantu seseorang menghindari dan mengobati halitosis atau bau mulut.

Pelihara kebersihan mulut
Menyikat gigi dua kali dengan pasta gigi berfluoride dan flossing secara teratur akan membantu mengurangi jumlah bakteri. Anda harus mengunjungi dokter gigi untuk mengetahui teknik menyikat gigi yang benar. Obat kumur antibakteri juga membantu sampai batas tertentu.

Perhatikan apa yang dimakan
Makan makanan seperti ikan, telur, bawang putih, bawang merah, kopi atau makanan pedas ternyata melepaskan belerang yang berbau busuk. Beberapa sulfida ini tinggal di aliran darah Anda sampai 72 jam dan menyebabkan bau mulut selama berhari-hari. Oleh karena itu cobalah menggantinya dengan makanan seperti lemon, peterseli, apel dan wortel yang mana ini akan meningkatkan produksi air liur sehingga membersihkan residu.

Bernapas dengan mulut
Sebagian besar orang adalah penghirup mulut di malam hari yang membuat terbangun di tengah malam karena haus. Xerostomia atau mulut kering tidak hanya tidak menyenangkan tetapi juga berpotensi berbahaya. Jadi, untuk menghindari berbagai masalah, jaga kebersihan mulut, dan kunjungi dokter gigi secara rutin.

Obat yang dikonsumsi
Obat-obatan yang mengobati kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, nyeri dan ketegangan otot menyebabkan penurunan aliran air liur. Periksa dengan dokter Anda sebelum Anda mulai dengan mereka atau mengambil sialogogues.

Tembakau dan alkohol
Pada perokok, udara panas mengeringkan mulut dan juga mengurangi air liur yang pada gilirannya menciptakan napas perokok yang terkenal itu. Anggur mengandung gula seperti kebanyakan mixer. Jadi, ketika Anda berpesta, bakteri di mulut Anda akan berpesta lebih keras dan membuat Anda bau mulut. Untuk menghindari ini, minumlah banyak air dan mengunyah permen karet bebas gula karena mereka meningkatkan produksi air liur.

Baca juga: Universitas di Singapura Kembangkan Masker Antimikroba Nanoteknologi dengan Filtrasi 99,9 Persen

Kondisi medis
Jika Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD), muntah sedikit makanan atau asam ke dalam mulut Anda dapat dengan mudah membuat bau mulut. Napas berbau buah adalah akibat dari ketoasidosis diabetikum yang terlihat pada diabetes tipe 1. Di sini tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk memetabolisme keton yang memungkinkan mereka untuk membangun tingkat racun dalam aliran darah. Orang dengan gagal ginjal kronis yang parah dapat bernapas dengan bau seperti amonia. Tanda penyakit hati adalah fetor hepaticus, bau yang kuat, manis, apek pada napas.

 

Dear Airbus Lovers, Kursi A380 Bekas Singapore Airlines Dijual Satuan Loh, Berminat?

Bagi avgeek, dalam hal ini pencinta Airbus A380, mungkin pesawat tersebut adalah segala-galanya. Apalagi pesawat komersial terbesar di dunia tersebut saat ini sudah stop produksi dan banyak di antaranya yang sudah dipensiunkan. Tentu semakin menambah prestisiusitas pesawat tersebut, bukan?

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Usai dipensiunkan, umumnya pesawat bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium.

Selain itu, bagian per bagian, semisal kursi pesawat, juga tak jarang dijual eceran, seperti yang terjadi pada pesawat A380 Singapore Airlines.

Setelah dijual di dalam negeri, maskapai tersebut diketahui membuka peluang untuk mereka yang berada di luar negeri. Baru-baru ini, perusahaan Jepang yang berbasis di Prefektur Chiba terang-terangan menjual kursi kelas bisnis A380 untuk pertama kalinya di luar Singapura.

Sayangnya, tak disebutkan dengan jelas berapa harga, termasuk ongkos kirimnya untuk bisa sampai ke rumah. Sudah begitu, stok yang tersedia juga tak diketahui berapa banyak. Kendati demikian, Airbus lovers di seluruh dunia dipercaya sudah mengambil ancang-ancang untuk mendapatkan dan membawanya pulang, untuk ditempatkan di rumah.

Ini tentu mengingatkan kita pada armada A380 Singapore Airlines lainnya. Pada Februari 2020 lalu, situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, untuk pertama kalinya menjual gantungan kunci yang berasal dari badan pesawat Airbus A380 Singapore Airlines yang sudah purna tugas.

Ketika itu, gantungan kunci dari bekas badan pesawat A380 Singapore Airlines tersebut laris diburu pelanggan. Selain memang harganya yang terjangkau, Rp415.000 atau €27.95, status sebagai pesawat fenomenal yang tak lagi diproduksi membuat banyak avgeek berebut untuk memilikinya sebelum benar-benar hilang dari muka bumi.

Baca juga: Gegara AS, Iran Air Batal Datangkan Airbus A380

Singapore Airlines sendiri memiliki 19 Airbus A380 dan akan mempensiunkan tujuh di antaranya. Bila tak ada aral melintang, armada A380 SIA dijadwalkan kembali terbang pada bulan ini.

Menurut OAG, yang dikutip Simple Flying, Singapore Airlines memiliki 1.729 penerbangan pulang pergi yang dijadwalkan bersama A380 sepanjang tahun 2021. Ini menjadikannya sebagai maskapai ketiga terbesar di dunia yang menjadwalkan penerbangan A380, di belakang raksasa pemilik A380, Emirates, mencapai 15.544 penerbangan dan Korean Airlines yang menjadwalkan 1.751 penerbangan PP.

Setelah 20 Tahun Lebih, Lansia Kembar Palestina Sukses Sulap Boeing 707 Jadi Restoran

Tak ada kata menyerah untuk mewujudkan cita-cita, mungkin itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan perjuangan saudara kembar asal Palestina, Atallah dan Khamis al-Sairafi. Setelah memupuk mimpi memodifikasi pesawat Boeing 707 menjadi restoran selama lebih dari 20 tahun, tak lama lagi mimpi itu akhirnya bisa diraih.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

Dilansir dari Times of Israel, lansia berusia 60 tahun itu diketahui pertama kali membeli pesawat tersebut pada tahun 1999. Saudara kembar ini disebut merogoh kocek sebesar US$100 ribu tanpa mesin untuk membawa pulang pesawat buatan 1980-an tersebut dari Kiryat Shmona, Israel utara ke Tepi Barat, Palestina.

Namun, karena rumitnya birokrasi dan proses pemindahan, saudara kembar Atallah dan Khamis al-Sairafi terpaksa merogoh kocek tambahan sebesar US$20 ribu. Namun itu sebanding dengan effort yang dikeluarkan, seperti mengangkutnya ke atas truk, menutup akses jalan agar memudahkan proses pemindahan, mengkoordinir petugas keamanan, dan lain sebagainya.

Usai tiba di Tepi Barat, si kembar asal Palestina ini berencana mengubahnya menjadi restoran dan membukanya untuk publik mulai tahun 2020. Tetapi, apa yang terjadi? Mimpi itu rusak akibat pecahnya Intifada kedua.

Lama mangkrak, si kembar pun kembali melajutkan proyek menyulap pesawat Boeing 707 tersebut menjadi restoran sejak dua tahun lalu. Tetapi, tak lama setelah dimulai, virus Corona pun mewabah ke seluruh dunia, membuatnya terpaksa kembali menunda.

“Peristiwa di wilayah Palestina pada waktu itu menghambat penyelesaian proyek kami, dan kami berpikir untuk menghidupkannya kembali dua tahun lalu, tetapi pandemi virus Corona juga menghalangi kami untuk melakukannya,” kata Khamis.

Kini, setelah melalui proses panjang, proyek tersebut nyaris rampung. Renovasinya sendiri bisa dibilang cukup sederhana. Bagian kursi, kompartemen bagasi, AC central, bahkan lampu kabin seluruhnya dicopot. Si kembar asal Palestina ini kemudian memasang AC portabel, lampu, dan alas untuk lantai restoran Boeing 707-nya.

Untuk kokpit, tentu avionics-nya sudah tiada, tetapi bentuknya masih dipertahankan dengan sedikit sentuhan. Kokpit ini nantinya bukan hendak ditempatkan meja dan kursi untuk para tamu menikmati hidangan di sini, melainkan untuk disewakan sebagai tempat akad nikah.

Dari segi eksteriornya, si kembar Palestina membuatnya jadi serba putih dengan kombinasi hijau tua dan merah keoranye-oranyean di bagian kepala pesawat.

Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat, restoran bekas pesawat Boeing 707 karya si kembar ini akan mulai melayani pengunjung. Di awal-awal, restoran hanya akan menjual kopi sambil menghisap shisha.

Baca juga: Rongsokan Pesawat Disulap Jadi Mobil RV Seharga Rp400 Jutaan, Modifikasi Butuh 36 Tahun

Karena restoran dengan konsep serupa belum ada, keduanya yakin restoran yang diberi nama The Palestinian-Jordanian Airline Restaurant and Coffee Shop Al-Sairafi Nablus tersebut akan laris diserbu pengunjung.

Tetapi, itu bukan tanpa tantangan. Restoran tersebut diketahui berada di dekat tempat pembuangan akhir sampah dan sering kali menimbulkan bau tak sedap. Tetapi, si kembar Atallah dan Khamis al-Sairafi sudah membujuk otoritas setempat untuk memindahkannya. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya.