Gegara Sanksi Bertubi-tubi, Berapa Banyak Pesawat Boeing-Airbus yang Batal Dikirim ke Maskapai Rusia?

Invasi Rusia ke Ukraina mengundang sanksi ekonomi bertubi-tubi dari sekutu yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Di sektor dirgantara, sanksi meliputi hengkangnya Airbus-Boeing dalam memasok suku cadang dan dukungan teknis terhadap produk-produk mereka di Rusia. Selain itu, dua produsen pesawat terbesar di dunia itu juga batal mengirim pesawat baru dengan jumlah yang tak sedikit.

Baca juga: Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Dilansir The Guardian, sebanyak 332 pesawat Boeing dan 304 Airbus saat ini terdaftar dalam barisan armada maskapai-maskapai Rusia.

Meski pasokan suku cadang, perawatan, dan dukungan teknis untuk semua pesawat tersebut untuk sementara waktu di-stop Airbus-Boeing, namun, beberapa analis menduga itu tidak akan berdampak pada operasional maskapai dalam waktu dekat. Tentu dengan catatan, tidak ada kerusakan yang berarti.

Andaipun ada kerusakan, maskapai bisa saja melakukan tambal sulam atau kanibal dengan suku cadang atau komponen pesawat lain yang sedang digrounded.

Selain ‘meninggalkan’ pesawat-pesawat yang sudah dioperasikan maskapai-maskapai Rusia, Boeing-Airbus juga menunda pengiriman pesawat baru. Tidak diketahui persis apakah itu sekedar ditunda ataukah dibatalkan. Yang pasti, jumlahnya, menurut ch-aviation cukup banyak, meliputi 42 pesawat Boeing dan 22 pesawat Airbus.

Disebutkan, 42 pesawat tersebut dengan rincian enam 777-200F untuk AirBridgeCargo, dan 36 737 MAX 8 yang pesanan UTair, Ural Airlines, dan S7 Airlines.

AirBridgeCargo (ABC) adalah salah satu maskapai kargo ternama di Rusia. Sebelumnya, maskapai ini hanya mengoperasikan pesawat-pesawat kargo Uni Soviet, seperti Antonov dan Ilyushin.

Namun, sejak tahun 2020, ABC mulai mengoperasikan Boeing 777-200F pertama dari sembilan unit yang dipesan. Seiring waktu, dua lainnya sukses dikirim dan menyisakan enam lainnya yang masih terombang-ambing akibat sanksi ekonomi AS terhadap Rusia.

Ch-aviation menyebut, Boeing dan ABC tetap berkomitmen dengan perjanjian jua beli dan leaseback yang sudah disepakati. Tetapi, pada sampai tahun 2024-2025 tidak ada pengiriman pesawat Boeing 777-200F ke ABC.

Yang paling gigit jari tentu UTair. Dari 30 unit Boeing 737 MAX yang sudah dipesan sejak tahun 2018, sampai saat ini satu pun pesawat, yang rencananya untuk menggantikan armada Boeing 737-500 klasik yang sudah tua, belum juga dikirim. Sebetulnya pengiriman tertunda akibat grounded berkepanjangan, ditambah pandemi virus Corona dan sekarang ditambah lagi dengan sanksi ekonomi.

Sedangkan Ural Airlines hanya memiliki dua pesanan Boeing 737 MAX dan sisanya adalah pesanan S7 Airlines, yang notabene menjadi operator Boeing 737 MAX pertama di Rusia.

Senasib dengan UTair, Aeroflot juga memiliki pesanan yang cukup banyak meliputi 13 pesawat Airbus A350-900. Untungnya, dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya sudah berhasil dikirim. Terakhir, pengiriman terjadi pada 24 Februari lalu, tepat di hari Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Ukraina.

Dari pesawat narrowbody Airbus, ada sembilan pesanan pesawat A320neo dan A321LR dari dua maskapai, S7 Airlines dan Smartiva.

Ketidakjelasan nasib 64 pesawat baru Boeing-Airbus yang batal dikirim pun sempat membuat keduanya pusing. Kabar baiknya, Luftahnsa Group            menyatakan minatnya untuk memboyong pesawat-pesawat tersebut, dalam hal ini Airbus A350 dan Boeing 777 Cargo.

Baca juga: Boeing 737 MAX ‘Tumbang’, Rusia Tantang Airbus A320neo Lewat MC-21

Sebaliknya, untuk maskapai-maskapai Rusia, hal ini mau tak mau mendorong mereka untuk mengoperasikan lebih banyak pesawat-pesawat buatan Rusia, seperti SSJ 100, Irkut MC-21, dan Ilyushin Il-114-300.

Meski begitu, ini tak akan mudah mengingat mesin, avionik, landing gear, dan banyak komponen pesawat lainnya masih ada yang diimpor dari negara-negara barat.

Diam-diam, Airbus Kirim Pesawat ke Aeroflot di Hari Pertama Invasi Rusia ke Ukraina

Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh pada Kamis dini hari, 24 Februari 2022. Tak lama kemudian, pasukan Rusia mulai merangsek masuk ke Ukraina tanpa bisa dibendung. Menariknya, saat semua mata dunia tertuju ke Rusia dan Ukraina, Airbus diam-diam mengirim pesawat A350-900 baru ke maskapai nasional Rusia, Aeroflot.

Baca juga: Boeing-Airbus Stop Suku Cadang, Rusia Bakal ‘Rampas’ Semua Pesawat Asing dari Lessor?

Banyak yang berpendapat, Airbus melakukan itu karena tak ingin kehilangan momentum. Manufaktur pesawat Eropa itu tentu tahu betul konsekuensi apa yang kelak diterima Rusia ketika itu.

Terbukti, selang beberapa hari, Airbus mendapat tekanan dari Uni Eropa untuk turut bersama-sama memberikan sanksi ke Rusia dan pada 2 Maret perusahaan resmi mengumumkan bahwa pasokan suku cadang dan dukungan teknis bagi 304 armada Airbus maskapai Rusia dihentikan.

Dilansir Reuters, pengiriman satu unit pesawat di “last minute” itu adalah bagian dari pengiriman 79 pesawat sepanjang Januari-Februari tahun 2022. Tahun ini, Airbus menargetkan pengiriman 720 pesawat ke berbagai maskapai di dunia, angka yang cukup tinggi sebetulnya di tengah pandemi virus Corona yang tiada akhir.

Total pengiriman pesawat di bulan Januari-Februari angkanya bisa saja lebih tinggi, andai sanksi tidak diterapkan ke Rusia.

Selain menyetop pengiriman suku cadang bagi maskapai-maskapai Rusia, Airbus juga diketahui menangguhkan pengiriman 22 pesawat. Pesawat-pesawat tersebut telah dijadwalkan untuk dikirim ke tiga maskapai Rusia, seperti Aeroflot, S7 Airlines, dan Smartiva.

Airbus juga dilaporkan mendapat 149 pesanan pesawat di dua bulan terakhir ini atau total 55 pesanan setelah terjadi serangkaian pembatalan.

Total pengiriman Airbus masih sedikit lebih baik dibanding Boeing. Raksasa manufaktur pesawat global asal Amerika Serikat itu sukses mengirim 54 tahun sepanjang Januari-Februari. Selain itu, Boeing juga berhasil menjual 114 pesawat atau total 107 pesawat setelah terjadi pembatalan.

Senasib dengan Airbus, capaian pengiriman pesawat di bulan Januari-Februari tahun ini seharusnya bisa jauh lebih tinggi.

Baca juga: Rusia Dihujani Sanksi, Airbus dan Boeing Bakal Terdampak Pasokan Komponen Titanium

Sebagai bagian dari entitas bisa krusial AS, Boeing juga turut memberikan sanksi ke Rusia dengan menyetop pasokan suku cadang dan dukungan teknis terhadap produk-produknya yang dioperasikan di Negeri Beruang Merah.

Boeing juga membatalkan pengiriman 42 pesawat, terdiri dari enam 777-200F untuk AirBridgeCargo, dan 36 737 MAX 8 yang pesanan UTair, Ural Airlines, dan S7 Airlines.
























Jumlah Sopir Bus Terinfeksi Covid-19 Melonjak, Singapura Canangkan Sopir Taksi Jadi ‘Cadangan’

Covid-19 di Singapura rupanya berdampak pada tenaga kerja di layanan bus umum. Hal tersebut kemudian mendorong pemikiran, agar pengemudi (sopir) taksi dapat dilatih untuk mengemudikan bus sehingga dapat diaktifkan jika terjadi kekurangan awak bus yang mendesak.

Baca juga: Tak Berikan Struk Pembayaran, Pengemudi Taksi Singapura Kena Denda 50 Dollar

“Kita harus menyiapkan sistem cadangan yang dapat diaktifkan dalam waktu singkat untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja yang mendesak,” ujar Melvin Yong, politisi Singapura di Parlemen saat debat anggaran Kementerian Perhubungan.

Pemikiran tersebut ada karena operator transportasi umum SBS Transit mengatakan pada 15 Februari lalu mereka menghadapi kekurangan hampir 80 pengemudi. Ini disebabkan banyaknya pengemudi yang saat dites Covid-19 hasilnya positif.

Yong mengatakan, adanya pelatihan tersebut agar para pengemudi taksi ini bisa mengemudikan bus sebulan sekali untuk menjaga keterampilan mengemudi dan keakraban rute. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (8/3/2022), dia mencatat bahwa dua operator bus umum, SBS Transit dan SMRT, sudah memiliki perusahaan taksi dalam grup perusahaan mereka.

“Saya berharap Otoritas Transportasi Darat (LTA) dapat bekerja sama dengan Serikat Pekerja Transportasi Nasional (NTWU) untuk menginisiasi uji coba dengan kedua perusahaan tersebut,” tambah Yong yang juga sekretaris eksekutif NTWU.

Sementara itu, Ang Wei Neng (West Coast GRC) mengatakan Pemerintah harus memanfaatkan tren kerja jarak jauh yang disebabkan oleh pandemi untuk mengurangi permintaan perjalanan selama jam sibuk pagi hari. Layanan publik, yang mempekerjakan sekitar 150 ribu petugas, dapat mempertimbangkan untuk mendorong stafnya untuk terus bekerja dari rumah selama satu hingga dua hari setiap minggu, atau mengizinkan mereka pergi ke kantor setelah jam sibuk pagi.

Ang mengakatan, serikat pekerja juga dapat ikut serta untuk mendorong praktik serupa di sektor swasta. Bahkan jika Pemerintah berhasil mengurangi permintaan penumpang angkutan umum pada jam sibuk, Kementerian Perhubungan tidak boleh memperlambat pembangunan jalur MRT baru seperti Jalur Jurong Region dan Cross Island.

“Namun, kami dapat mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah kereta yang dikerahkan untuk menghemat biaya operasi, pemeliharaan, dan aset tetap seperti rolling stock jika kami berhasil meratakan pola perjalanan jam sibuk,” katanya.

Anggota parlemen Partai Buruh Gerald Giam (Aljunied GRC) mendesak LTA untuk melakukan konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak jika berencana untuk memotong layanan bus dengan penumpang rendah. Dia menyarankan agar LTA pertama-tama mempertimbangkan untuk beralih ke bus yang lebih kecil atau memperpanjang interval antar bus.

Baca juga: Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia

“Jika layanan bus harus dihapus, frekuensi layanan feeder yang tersisa ke simpang susun atau stasiun MRT harus ditingkatkan untuk menggantikannya,” katanya.

Sudah 99 Persen, Jalur Ganda Bogor – Sukabumi Siap Diuji Coba

Jalur ganda dari Bogor Paledang sampai dengan Cicurug kini sudah mendekati tahap penyelesaian. Sepanjang 26 kilometer jalur ganda tersebut terlihat rapi dan peluang untuk diuji coba semakin dekat. Terlihat dari Stasiub Bogor Paledang yang jalurnya sudah tersambung dengan Stasiun Bogor. Pemasangan sinyal yang semula mekanik menjadi elektrik oleh PT LEN pun sudah terpasang, tinggal pengaktifkan lampu. Begitu pula beberapa perlintasan resmi yang dibangun lengkap dengan palang pintu yang masih bagus.

Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic

Ssbelum jalur ganda Bogor – Sukabumi yang segera difungsikan terdapat kereta mekanik yang bekerja memecok batu balas sekaligus merapikan rel di jalur tersebut. Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) wilayah Jawa bagian Barat sudah menyiapkan jadwal uji coba yang rencananya akan dilakukan pada 20 Maret mendatang. Beberapa stasiun pun tahap on progress disepanjang jalur ganda.

Menurut BTP bahwa pengoperasian secara resmi rencana akan dilakukan pada 28 Maret 2022. Meski sudah dilakukan pengerjaan jalur ganda, namun yang akan digunakan hanya satu jalur. Satu jalur tersebut sudah hampir tahap finishing yaitu 99 persen. Saat ini jalur Cigombong sampai dengan Cicurug sepanjang 7,5 kilometer dan Bogor Paledang sampai dengan Cigombong sepanjang 19,1 sudah rampung dikerjakan. Secara teknis pengerjaan ini sudah mencapai 100 persen.

Walaupun secara teknis pengerjaan sudah 100 persen, namun pihak BTP tetap terus mengkaji dan pengecekan secara maksimal demi keselamatan kedepannya. Evaluasi pun akan dilakukan selama sepekan setelah uji coba yang rencannya menggunakan rangkaian kereta.

Baca juga: Bantu Pembangunan Double Track Bogor – Cicurug, Kereta Mekanik Dioperasikan

Setelah dilakukan uji coba, pengoperasian rangkaian kereta menggunakan KA Pangrango akan dilakukan secara reguler pada April 2022. Kedepannya setelah selesai proyek jalur ganda Bogor Paledang – Cicurug dioperasikan, tahun 2023 akan kembali melanjutkan jalur ganda tersebut hingga Stasiun Sukabumi. (PRAS – Cinta Kereta Api)
























Stasiun Koka, Hadirkan Karya Seni Ninja yang Jadi Spot Foto dan Destinasi Wisata

Banyak stasiun di Jepang yang bukan hanya menjadi tempat untuk menaik turunkan penumpang. Melainkan sebagai destinasi wisata dan spot foto menarik bagi penumpang. Salah satunya berada di Prefektur Shiga, yakni Stasiun Koka.

Baca juga: Stasiun Seiryu Miharashi di Jepang, Stasiun Unik Tanpa Pintu Keluar

Bagi penggemar sejarah Jepang pasti mengenal Koka yang karakter Jepangnya sering disebut dengan Koga atau basis klan Ninja Koga yang terkenal. Bahkan hingga saat ini, kota Koka masih terus merayakan sejarah ninjanya. Di stasiunnya pun tak jauh berbeda karena banyak gambar ninja untuk pengunjung berpose dan berfoto bersama.

KabarPenumpang.com melansir soranews24.com (24/2/2022), stasiun ini sebenarnya jika dilihat dari luar tak terlalu menonjol dengan karakter ninja. Tetapi ketika masuk di bagian dalam Anda akan melihat gambar para ninja yang tengah bersembunyi atau beraksi.

Di Stasiun Koka ada tujuh seni trik yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto. Yang pertama ada di ruang tunggu pintu masuk utara dan menampilkan dua bayangan ninja, di mana salah salutnya memegang bingkai jendela terbuka. Sedangkan satu lainnya dengan anggun melompat keluar jendela.

Kedua dekat gerbang tiket yang memperlihatkan gambar beberapa ninja yang tengah bersembunyi di langit-langit. Trik ketiga berada di dinding dekat gerbang tiket dan menunjukkan seperti ninja yang malu ketahuan.

Karya seni keempat dilukis di sebelah tangga ke platform 1 dengan sebuah gambar kolam. Sedangkan karya seni kelima ada disebelah kiri gerbang tiket lantai dua. Di sini memperlihatkan para ninja yang tampak santai dan ramah. Sedangkan bagian keenam ada di tangga dekat pintu masuk selatan.

Ini menjadi salah satu karya seni terbesar di Stasiun Koka. Gambar ini memperlihatkan ninja yang sedang bergelantungan dengan sebuah tali. Jika pengunjung ingin mendapatkan foto menarik, maka bisa menggabungkan dua gambar menjadi satu gambar utuh.

Yang terakhir ada di lantai pertama pintu masuk selatan. Di gambar ini menunjukkan tiga ninja menjuntai dari langit-langit. Untuk menikmati pemandangan ini bisa didapat gratis bila sebelum melewati gerbang tiket. Sehingga bagi pengunjung yang datang dari luar stasiun bisa membeli tiket kereta termurah yakni 150 yen atau sekitar Rp18 ribu.

Bagi pengunjung yang tiba di Stasiun Koka dan hanya ingin menikmati karya seni ninja tersebut jangan lupakan jam perjalanan kereta. Pasalnya kereta dari Stasiun Koka per jamnya ada satu yang melintas dari keseluruhan tiga kereta yang tersedia.

Baca juga: Hanya Punya Dua Stasiun, Jalur Shibayama Adalah Yang Terpendek di Jepang

Jadi pastikan waktu perjalanan Anda dengan baik, bila tidak maka terjebak di stasiun untuk waktu yang lama. Untuk menikmati secara keseluruhan karya seni di Stasiun Koka, Anda membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Garuda Indonesia dan Emirates Kerja Sama Codeshare untuk 16 Rute di Timur Tengah dan Eropa

Garuda Indonesia bersama Emirates mengumumkan peluncuran kerja sama codeshare yang berlaku mulai hari ini, Rabu (9/3). Melalui kerja sama codeshare ini, Garuda Indonesia dan Emirates mengembangkan perluasan konektivitas jaringan penerbangan ke 16 rute penerbangan di Indonesia, Timur Tengah, hingga Eropa yang dilayani masing-masing maskapai.

Baca juga: Yuk, Cari Tahu Makna Tersembunyi di Balik Nomor Penerbangan

Peluncuran kerja sama codeshare ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman yang telah dilakukan pada November tahun lalu serta mengacu pada perijinan dari regulator untuk mengoperasikan rute-rute yang termasuk dalam kerja sama codeshare ini.

Melalui kemitraan codeshare ini, pengguna jasa Garuda Indonesia dapat memperoleh ragam pilihan aksesibilitas jaringan penerbangan yang lebih seamless ke berbagai destinasi penerbangan yang dilayani Emirates seperti Dubai, Paris, London Heathrow, Manchester, Milan and Barcelona.

Sementara itu, pengguna jasa Emirates turut dapat memilih ragam konektivitas rute penerbangan ke berbagai destinasi unggulan di Indonesia yang dilayani Garuda Indonesia melalui dua hub penerbangan Jakarta dan Denpasar. Adapun sejumlah destinasi penerbangan tersebut diantaranya adalah Denpasar, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Manado, Medan, Padang, dan Solo yang akan dilayani melalui hub Jakarta. Sedangkan tujuan domestik yang dilayani melalui hub Denpasar, adalah Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, “Menghadirkan aksesibilitas layanan penerbangan yang lebih seamless ke lebih banyak destinasi adalah fokus utama kami untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan kami. Sebagai salah satu mitra strategis codeshare kami, Emirates akan memberikan akses ke pilihan destinasi internasional yang lebih luas dan meningkatkan kenyamanan pada layanan bersama kami.

Garuda Indonesia saat ini memiliki kemitraan codeshare dengan lebih dari 23 mitra maskapai dan 70 mitra interline yang menawarkan konektivitas penumpang Garuda Indonesia ke ratusan tujuan di seluruh dunia. Sementara itu, Emirates saat ini memiliki kemitraan codeshare bersama 23 mitra maskapai dan kerjasama interline dengan lebih dari 115 maskapai penerbangan dan perusahaan kereta api.

Baca juga: Emirates Hadirkan Lounge Khusus Anak, Manjakan Si Kecil dalam Penerbangan Tanpa Pendamping

Tiket untuk penerbangan codeshare dibuka mulai 16 Maret dan dapat segera dipesan melalui Garuda melalui garuda-indonesia.com, aplikasi Fly Garuda, pusat kontak pelanggan di +62 804 1 807 807 atau + 6221 2351 9999, serta melalui agen perjalanan. Pemesanan tiket juga dapat dilakukan dari sisi emirates.com, aplikasi Emirates, atau melalui agen perjalanan online dan offline.

Australia Buka Pintu Masuk Wisatawan, Kereta Tait Kembali Beroperasi Setelah 18 Tahun Mati Suri

Penantian panjang pelancong yang akan ke Australia akhirnya terbayar sudah setelah negara ini menutup diri selama dua tahun di masa pandemi. Sebab Negeri Kanguru ini mulai membuka pintu untuk pelancong internasional pada 21 Februari 2022 kemarin.

Baca juga: Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Pembukaan kembali Australia untuk pelancong internasional karena tingkat vaksinasi yang sudah dilakukan 94 persen penduduknya dengan dosis lengkap. Selain itu juga turunnya jumlah orang yang terinfeksi Covid-19.

Pembukaan ini pun juga disambut dengan kereta tua Tait yang kembali ke rel untuk pertama kalinya setelah 18 tahun berhenti beroperasi. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc.net.au (8/3/2022), peluncuran ini ditandai dengan telah disertifikasinya kereta untuk mengangkut penumpang di jaringan kereta api pingiran kota Melbourne saat beroperasi di bawah kekuatannya sendiri sejak 2004.

Seorang relawan Steamrail Alex McLennan mengatakan, bahwa mereka telah melalui masa-masa “berat” untuk kembali mencoba menjalankan kereta hingga akhirnya menyenangkan bagi semua yang terlibat.

“Ketika Anda telah bekerja di kereta begitu lama dan melakukan begitu banyak hari-hari kotor yang panjang merangkak di bawahnya, itu sangat istimewa hanya untuk melihat semua wajah tersenyum. Orang-orang berkata, ‘Saya ingat ini’ dan anak-anak kecil melihat ke dalam mengatakan itu ‘sangat keren’,” katanya.

Sebelum ditutup, Steamrail Victoria mengoperasikan tur dan perjalanan antar-jemput umum kereta Tait dari pertengahan 1980-an hingga 2004 ketika operator West Coast Rail ditutup. Kemudian para relawan mencari operator lain untuk menjalankan kembali kereta tersebut.

Sayangnya pada 4 Maret 2015 kebakaran terjadi di Newport Railyards yang menghanguskan kereta pintu ayun yang baru direnovasi dan merusak bengkel serta gerbong lainnya. Adanya insiden ini menghancurkan para sukarelawan dan membuat mereka berpikir apakah bisa melanjutkannya kembali atau tidak saat itu.

“Untungnya, kereta ini selamat dari kebakaran, dan kami baru saja memutuskan, ‘Benar, kami akan mewujudkannya.’,” ujar McLennan.

Dengan bantuan anggota parlemen federal Jason Wood, Steamrail Victoria dapat memperoleh hibah pemerintah Australia sebesar $1 juta pada tahun 2017 untuk mengembalikan layanan kereta Tait. Uang itu digunakan untuk lapisan cat baru dan untuk meningkatkan fitur keselamatan kereta, sehingga sesuai dengan peraturan modern. Relawan Steamrail Craig Soden mengatakan tanpa uang hibah, kereta Tait tidak akan beroperasi hari ini.

“Ada banyak peningkatan keamanan yang perlu kami lakukan, yang tidak akan mampu kami lakukan,” katanya.

Setelah bertahun-tahun bekerja untuk memulihkan dan memodifikasi Tait, kereta melewati proses akreditasi yang ketat dengan pengujian dimulai pada Januari 2020. Langkah terakhir adalah “uji coba beban” dengan sukarelawan Steamrail sebagai penumpang pada 26 Februari.

“Merupakan kepuasan besar untuk memiliki penumpang lagi. Orang tua dapat mengenang hari-hari yang telah berlalu, dan generasi muda dapat mengalami perjalanan pinggiran kota dari masa lalu itulah intinya,” kata Soden.

Baca juga: Sebelum Israel Menjajah, Palestina Pernah Punya Jaringan Kereta Api Terbesar

Selain lusinan sukarelawan, organisasi lain telah membantu Steamrail Victoria menjalankan Tait rattler merah. Tak hanya itu, V/Line telah setuju untuk menjadi operator yang terakreditasi. Kereta Metro telah memberi mereka akses ke rel, Departemen Perhubungan telah memberikan nasihat keselamatan dan Serikat Kereta Trem dan Bus telah menyediakan pengemudi. Dalam beberapa bulan ke depan, mereka berharap dapat memiliki tiket tur pertama mereka untuk umum.

ASDP Hapus Syarat PCR dan Swab Antigen Penumpang yang Akan Bepergian dengan Kapal Ferry

Masyarakat Indonesia kini bisa tersenyum lebar ketika akan bepergian di dalam negeri. Hal ini karena Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menghapus syarat wajib menunjukkan hasil negatif dengan tes PCR atau antigen.

Baca juga: Berlaku Hari Ini! Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kini Tak Wajib Tunjukkan Hasil Tes PCR atau Rapid Antigen

Ini berlaku bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam negeri menggunakan jalur darat, laut maupun udara. Penghapusan tersebut mulai Selasa, (8/3/2022) dan PT ASDP Indonesia Ferry juga mulai melakukan aturan baru yang ditetapkan oleh Satgas Penaganan Covid-19.

Di mana PT ASDP Indonesia Ferry menghapus syarat wajib menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dengan PCR maupun swab antigen. Ini ditujukan bagi penumpang penyeberangan yang sudah menerima vaksisn Covid-19 dua dosis.

“Saat ini apabila sudah melakukan vaksinasi minimal dosis II maka tidak diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif covid-19 sebagai persyaratan perjalanan, namun kami imbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,”jelas ASDP lewat akun Twitter @asdp191 seperti dikutip KabarPenumpang.com pada Selasa, (8/3/2022).

Namun kebijakan ini hanya berlaku bagi mereka yang sudah vaksin dua dosis atau melakukan booster. Sedangkan bagi mereka yang baru menerima vaksin satu dosis atau bagi mereka yang tidak bisa divaksin, tetap melampirkan hasil tes negatif Covid-19 baik dengan PCR maupun swab antigen.

Ketentuan ini diatur melalui Surat Edaran No.11/2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto.

Baca juga: Mulai Kendur, Syarat Penumpang Internasional Masuk ke Australia Cukup Pakai Antigen

“Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 8 Maret 2022 sampai waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari Kementerian/Lembaga,” tulis Satgas.

Singapore Airlines Group Perluas Jaringan VTL ke 66 Kota, Termasuk Bali Mulai 16 Maret

Singapore Airlines (SIA) Group, terdiri dari Singapore Airlines, Scoot, dan SlikAir, memperluas jaringan Vaccinated Travel Lane (VTL) dalam beberapa minggu mendatang, sehingga mencapai 66 kota di 27 negara, teramasuk Bali.

Baca juga: VTL Dihentikan Sementara, Masuk Singapura Kini Kembali Wajib Karantina

Dalam penerbangan VTL Denpasar (Bali) – Singapura, Singapore Airlines mengoperasikan pesawat widebody Boeing 787-10 dengan nomor penerbangan SQ939 dan SQ945. Di awal, SIA akan terbang empat kali dalam sepekan. Barulah mulai 1 Juli 2022 mendatang, SIA terbang setiap hari.

Selain Denpasar (Bali), VTL Singapore Airlines Group dalam waktu dekat ini juga akan mencakup Ahmedabad, Bengaluru, Da Nang, Hanoi, Kota Ho Chi Minh, Hyderabad, Kochi, Kolkata, dan Penang, mulai 16 Maret 2022 mendatang. Seluruh penerbangan tersebut dioperasikan oleh Singapore Airlines.

Jaringan VTL mendatang juga mencakup rute-rute non-VTL lain, seperti Chennai, Delhi, dan Mumbai mulai 17 Maret mendatang, serta Bangkok, London, Male, Phnom Penh, dan Siem Reap mulai bulan April dan seterusnya.

Melengkapi Singapore Airlines, Scoot, maskapai LCC di SIA Group, juga turut memperluas jaringan VTL ke Amritsar, Athena, Coimbatore, Hanoi, Hat Yai, Kota Ho Chi Minh, Manila, Penang, Tiruchirappalli, Trivandrum, dan Visakhapatnam.

“Singapore Airlines Group menyambut baik perluasan terbaru dari jaringan VTL Singapura, yang akan memberikan pilihan perjalanan dan fleksibilitas lebih baik bagi para pelanggan kami. Kami terus melihat permintaan yang tinggi terhadap layanan VTL, dan akan menyesuaikan jaringan dengan cara yang tepat,” ujar Mr. Alvin Seah, General Manager Singapore Airlines Indonesia, dalam keterangan resminya yang diterima KabarPenumpang.com.

Melalui VTL travel corridor ini, seluruh traveler akan sangat dimudahkan masuk dan keluar 66 kota di 27 negara di atas. Apapun tujuannya, pelancong bebas datang dan pergi ke kedua negara tersebut melalui Bandara Changi dan bandara-bandara di 66 kota tersebut tanpa sarat selama mereka sudah divaksin dua kali atau lebih.

Sertifikat vaksin Covid-19 antar negara-negara tersebut nantinya akan disinkronisasi sehingga barcode yang dikeluarkan masing-masing bisa saling terbaca.

Baca juga: Mulai 29 November, WNI ke Singapura Bebas Karantina Lewat Kebijakan VTL! Simak Syaratnya

Tak hanya itu, melalui VTL, wisatawan tidak diwajibkan menjalani karantina mandiri. Ini tentu menjadi nilai tambah, mengingat karantina mandiri selama ini dianggap memberatkan traveler melakukan perjalanan internasional.

Sebagai ganti karantina mandiri, kebijakan travel corridor VTL Singapura, yang dioperasikan SIA Group, ke 66 kota di 27 negara tersebut tetap mewajibkan penumpang agar menyiapkan hasil negatif tes PCR.

Hari ini dalam Sejarah, 43 Penumpang Tewas Saat Kabel Kereta Gantung di Cavasele Putus

Kereta gantung di Cavalese terjatuh menewaskan 43 orang dan menjadi bencana paling mematikan dalam sejarah. Kecelakaan tersebut terjadi pada 9 Maret 1976, di Italia dekat resor ski Cavalese di Dolomites, 40 km (25 mil) timur laut Trento.

Baca juga: Hari ini, 87 Tahun Lalu, Meluncur Kereta Gantung Ski Pertama di Amerika Serikat

Insiden ini berawal ketika kabel baja pendukung putus saat kereta gantung terisi penuh dan akan turun dari Gunung Cermis. Sebelum terjatuh dari ketinggian sekitar 660 kaki atau 200 meter, kereta berayun dan tergelincir sejauh seratus meter sebelum berhenti di padang rumput.

Saat jatuh, bagian atas kereta gantung benar-benar hancur ketika gerbong seberat tiga ton tersebut jatuh di atas mobil. Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, insiden itu menewaskan 43 orang termasuk 15 anak berusia tujuh dan 15 anak tahun.

Selain itu juga seorang petugas kereta gantung berusia 18 tahun juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Ketika melakukan proses pengangkutan korban tewas, 38 berada di reruntuhan kereta gantung dan yang lainnya terlempar dari kereta.

Awal laporan ada 42 orang tewas dan satu lainnya hilang. Namun jenazah terakhir yakni Fabio Rustia akhirnya di temukan. Dalam insiden itu hanya ada satu orang selamat yakni gadis asal Milan yang berusia 14 tahun yakni Alessandra Piovesana.

Gadis beruntung itu tengah dalam perjalanan ke sekolah bersama dua temannya ketika kecelakaan terjadi. Untuk diketahui, sebagaian besar korban tewas berasal dari Jerman Barat. Di dalam kereta gantung tersebut mengangkut seorang asal Prancis, 21 Jerman, 11 penumpang Italia dan tujuh lainnya dari Austria.

Dalam pemeriksaan lebih lanjut, diungkapkan bahwa kecelakaan tragis tersebut disebabkan saat angin kencang menyebabkan kabel baja dan stasioner bergerak saling bersilangan. Kemudian memutuskan kabel yang satu dan lainnya.

Baca juga: Bakal Hubungkan Rusia dan Cina, Inilah Kereta Gantung Lintas Negara Pertama di Dunia

Sebenarnya insiden ini bisa dicegah jika sistem keselamatan halte kereta otomatis dinyalakan. Dalam insiden ini selain 43 korban tewas, empat orang petugas kereta gantung dipenjara karena terlibat dalam bencana tersebut.