Bagaimana Bisa Oksigen Tersedia di Kabin Pesawat Saat di Ketinggian 30 Ribu Kaki Lebih?

Di ketinggian lebih dari 20 ribu kaki, oksigen sangat rendah dan mustahil manusia bisa bernapas dengan tenang tanpa masker oksigen. Faktanya, saat berada di dalam kabin pesawat di ketinggian sekitar 37 ribu kaki,  manusia, termasuk hewan, bisa tetap bernapas dengan tenang tanpa masker oksigen. Lantas, bagaimana bisa oksigen tersedia di kabin pesawat pada ketinggian tersebut?

Baca juga: Hampir Tak Pernah Dipakai, Kenapa Pesawat Dilengkapi Klakson?

Manusia bisa bernapas karena kandungan 20.97 persen oksigen di udara. Semakin tinggi dari permukaan laut, kadar oksigen semakin tipis. Namun, manusia bisa tetap bernapas dengan tenang dan nyaman dengan kadar oksigen hanya 15 persen di udara.

Menurut para ahli, manusia maksimal bisa bernapas dengan tenang dan nyaman di ketinggian 20 ribu kaki tanpa bantuan masker oksigen. Lebih dari itu, sudah pasti manusia akan pingsan karena kekurangan oksigen.

Andai seseorang memaksakan diri bernapas di ketinggian lebih dari 20 ribu kaki, terlebih sampai di ketinggian antara 30 ribu dan 40 ribu kaki, tanpa masker oksigen, tekanan sangat rendah untuk mendorong molekul oksigen melintasi membran di paru-paru dan pada akhirnya sel dan jaringan yang ada di seluruh bagian tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.

Bilamana manusia memaksakan diri menghirup oksigen 100 persen di ketinggian lebih dari 40 ribu kaki tanpa masker oksigen, maka ia akan mati seketika.

Pesawat, meski berada di ketinggian antara 30 ribu sampai 40 ribu kaki, tingkat ketersediaan oksigen di kabin masih cukup untuk manusia bernapas normal sekalipun cukup tipis setara dengan oksigen di ketinggian 6.000 – 8.000 kaki.

Pertanyaannya, bagaimana pesawat bisa menyediakan kadar oksigen yang cukup bagi manusia atau penumpang pada ketinggian tersebut sekalipun di luar pesawat oksigen sangat tipis dan mustahil dihirup manusia?

Dilansir monroeaerospace.com, ketersediaan oksigen di kabin pesawat saat berada di ketinggian antara 30 ribu dan 40 ribu kaki berasal dari oksigen di luar pesawat.

Disebutkan oksigen atau udara masuk ke mesin pesawat dan melewati serangkaian proses menjadikannya lebih hangat. Sebagai informasi, udara di ketinggian 30-40 ribu kaki memang sngat dingin mencapai 68-76 derajat celcius, karenanya udara di ketinggian tersebut diproses agar lebih hangat dan tidak kering.

Setelah udara lebih hangat, barulah oksigen dialirkan masuk ke dalam kabin pesawat dan membuat manusia bisa menghirup oksigen tanpa bantuan masker oksigen. Itulah alasan kenapa manusia bisa bernapas di pesawat saat pesawat berada di ketinggian lebih dari 20 ribu kaki.

Baca juga: Mengapa Pesawat Dilarang Terbang Melintasi Kutub Utara? Ini Jawabannya

Sebaliknya, saat sistem pemrosesan oksigen di pesawat rusak, maka, penumpang harus menggunakan masker oksigen dan pilot akan menurunkan ketinggian sampai ke 10 ribu kaki, memungkinkan penumpang bernapas sebelum ketersediaan oksigen di masker oksigen habis dalam 15 menit.

Mesin pesawat, selain menyedot udara, memprosesnya, untuk kemudian dialirkan kembali ke kabin menjadi oksigen yang lebih friendly untuk penumpang, juga memprosesnya untuk pembakaran mesin jet di ruang bakar. Bahan bakar dan udara akan bercampur di ruang bakar dan menghasilkan daya dorong mesin.

Megatrend, Bus “Monster” dari Tanah Rencong

Rute Banda Aceh-Medan pulang pergi (PP) selama ini dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya bus-bus mewah di Indonesia. Tidak hanya mewah dari segi fasilitas, dari segi dapur pacunya juga bisa dikatakan mewah.

Baca juga: Juanda, Pasar Baru, dan Karet, Nostalgia Bus AKAP Saat Diperbolehkan Masuk Tengah Kota

Karena mayoritas bus yang melayani rute tersebut adalah bus dengan sasis premium yang notabene bertenaga besar dan dilengkapi beragam fitur canggih. Bahkan, faktanya salah satu PO, yakni Kurnia, Anugerah, Pusaka (KAP) Group menjadi pelopor penggunaan sasis premium di Indonesia.

Pada 1996, KAP Group yang membawahi PO Kurnia, PO Anugerah, dan PO Pusaka mendatangkan secara utuh (completely built-up/CBU) sasis OH 1634-L. Sasis tersebut didatangkan melalui dealer resmi Mercedes Benz di Medan, PT Bintang Cosmos dalam dua tahap, yakni 8 unit pada tahap pertama dan 12 unit sisanya pada tahap kedua.

Dari kode tersebut sudah bisa ditebak berapa tenaga yang dihasilkan oleh dapur pacunya, tak lain dan tak bukan 340 daya kuda (horse power). Bandingkan dengan sasis Mercedes Benz yang dipasarkan secara resmi di Indonesia kala itu, yakni OH 1518 dan OH 1521 yang tenaganya masing-masing 180 HP dan 210 HP.

Adapun, untuk berat operasional maksimum (gross vehicle weight/GVW) hanya 16 ton atau berselisih 1 ton saja dari saudaranya yang resmi dipasarkan di Indonesia. Baik OH 1518 maupun OH 1521 GWV-nya tak lebih dari 15 ton.

Tenaga yang luar biasa dari OH 1634L merupakan buah dari penggunaan mesin OM442A 11.000 cc. Mesin tersebut menggunakan konfigurasi V8 atau mesin V dengan delapan silinder. Mesin tersebut juga didukung oleh turbo ganda atau twin turbo.

OH 1634L punya “panggilan sayang” Megatrend dari KAP Group. Megatrend juga kerap disebut sebagai “pelor” Aceh lantaran larinya terlampau kencang seperti peluru.

Pada masa kejayaannya, Megatrend ditugaskan untuk melayani kelas tertinggi Non Stop atau Super Eksekutif seat 2-1. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk perjalanan Medan-Banda Aceh atau sebaliknya kurang dari 10 jam. Selisih 1-2 jam lebih cepat dari bus-bus lainnya.

Jelas saja, Megantrend yang bertenaga besar bisa melibas medan berat di lintas Pegunungan Seulawah. Demikian halnya ketika melibas trek lurus, sekali tancap gas yang lain tertinggal di belakang.

Tak sedikit bus-bus dari PO lain atau sesama KAP Group yang menggunakan OH 1521 atau OH 1518 mencoba mengimbanginya. Tetapi hasilnya tak seperti yang diharapkan, beberapa bahkan mesinnya jebol lantaran dipaksa berlari terlalu kencang dalam jangka waktu cukup lama.

Kemudian, bicara soal fitur, Megatrend membawa fitur yang terlampau canggih di zamannya. Mulai dari suspensi udara hingga retarder bermerk Telma untuk membantu bus mengurangi lajunya saat berlari kencang.

Pada awal kemunculannya, Megatrend menggunakan bodi Setra Boxer dari karoseri Rahayu Santosa. Perbedaannya dengan bus-bus lain yang juga menggunakan Setra Boxer adalah julur depan (overhang depan) yang sangat panjang. Panjangnya menyamai lebar pintu depan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah Megatrend yang beroperasi berkurang. Bukan karena rusak, beberapa unitnya tercatat menjadi korban pembakaran bus saat konflik Aceh akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Selain itu, bencana Tsunami yang meluluhlantakkan Aceh juga ikut merusak beberapa unit bus itu.

Megatrend yang tersisa diketahui sempat dua kali “berganti baju”. Pertama adalah bodi Evolution di karoseri Rahayu Santosa pada 2006-2007. Kedua pada 2014-2015 bodinya diganti menjadi Legacy SR1 di karoseri Laksana dan Jetliner di karoseri Rahayu Santosa.

Baca juga: Pengemudi Bus AKAP Juga Punya “Ceperan”, Ternyata Ini Sumbernya

Sebagian diantaranya yang sudah berganti baju diketahui sudah afkir atau pensiun. Maklum, umurnya sudah melampaui 25 tahun atau batas akhir usia bus AKAP. Kemudian yang masih tersisa ditugaskan untuk layanan Patas/Eksekutif Medan-Banda Aceh atau Medan-Lhokseumawe. [Bisma Satria]

Fasilitas Telepon di Bus AKAP, dari Bintang Kedjora Hingga Harapan Jaya

Pesatnya perkembangan teknologi membuat fasilitas telepon di dalam bus antar kota antar provinsi (AKAP) ini seperti tak berguna bagi para penumpang. Padahal, fasilitas tersebut sempat menjadi fasilitas yang dicari atau jadi pertimbangan penumpang saat akan memilih bus.

Baca juga: Airavat, Bus AKAP dengan Fasilitas Mini Bar dan Toilet Kering

Tidak diketahui secara pasti kapan fasilitas tersebut digunakan oleh bus AKAP di Tanah Air. Namun yang jelas, perusahaan otobus (PO) yang dikenal sebagai pelopor penggunaan telepon adalah PO Bintang Kedjora untuk layanan Patas AC/Eksekutif Jakarta-Bandung pulang pergi (PP).

PO yang dimiliki oleh pengusaha asal Ranah Minang di Bandung itu mulai menghadirkan telepon sebagai fasilitas yang dapat digunakan penumpang pada pertengahan 1990-an. Penumpang diperbolehkan untuk menggunakan telepon itu untuk mengabari penjemput atau memesan taksi, hal yang kini bisa dilakukan dengan mudah lewat telepon seluler (ponsel).

Penumpang nantinya dibebankan biaya telepon per menit seperti halnya menelpon di wartel. Biaya yang dibebankan adalah biaya telepon interlokal atau biaya sambungan telepon antarkota yang berbeda. Biaya tersebut terbilang wajar mengingat telepon mobil saat itu merupakan teknologi dengan harga perangkat cukup mahal.

Telepon mobil sendiri berkembang di Indonesia sejak tahun 1986, dengan menggunakan perangkat NMT-450 buatan Erricson Swedia. Pada awal berkembangnya di Indonesia, telepon mobil menggunakan frekuensi kerja 450 MHz. Saat pertama kali digunakan, telepon mobil beroperasi pada jalur Jakarta-Puncak-Bandung. Sebuah MTX (mobile telephone exchange) diletakkan di Jakarta dan Sembilan buah RBS (radio base station) diletakkan disepanjang jalur Jakarta-Bandung.

Fasilitas telepon yang terpasang di seluruh unitnya membuat Bintang Kedjora menjadi PO favorit di rute Jakarta-Bandung menggeser PO Parahyangan. Selain telepon, unit Bintang Kedjora juga dilengkapi dengan fasilitas yang umumnya hanya digunkan oleh bus AKAP jarak jauh eksekutif seperti bantal, ruang merokok, telepon, layanan minuman (welcome drink), televisi 21 inci, dan sistem tata suara (soundsystem) premium.

Berkembangnya teknologi ponsel yang mana membuat semua orang dapat dengan mudah memilikinya ternyata tak membuat fasilitas telepon hilang begitu saja. PO Harapan Jaya saat meluncurkan layanan Super Luxury-nya pada 2016 kembali menghadirkan fasilitas tersebut.

Bedanya dengan fasilitas telepon di unit Bintang Kedjora, fasilitas telepon di bus bergambar kuda itu bisa digunakan oleh penumpang secara cuma-cuma. Walaupun demikian, penggunanya tak begitu banyak karena memang saat itu nyaris semua penumpang sudah mengantongi ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga atau rekan-rekannya selama perjalanan.

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Bus Mania

Teknologi telepon yang digunakan pun bukan seperti telepon mobil milik Bintang Kedjora. Telepon yang ada di unit Super Luxury Harapan Jaya menggunakan jaringan seluler pada umumnya dengan operator Indosat. (Bisma Satria)

Berapa Banyak Pesawat yang Terbang Setiap Hari?

Bagi avgeeks, traveler, ataupun penumpang yang kerap mengecek pesawat yang bakal ditumpangi menggunakan FlightRadar24 ataupun aplikasi sejenis, tentu akan melihat begitu banyak pesawat yang terbang bersamaan dalam satu waktu. Terlebih saat aplikasi tersebut di-zoom out, pasti banyak sekali pesawat yang terbang bersamaan. Pertanyaannya, ada berapa banyak pesawat yang terbang setiap hari di waktu yang bersamaan?

Baca juga: Jangan Kaget, Inilah Jumlah Pesawat yang Di-grounded di Seluruh Dunia

Di dunia, ada sekitar 5.000 maskapai terdaftar di ICAO. Adapun maskapai terbesar berdasarkan jumlah maskapai dan penumpang yang diangkut adalah American Airlines. Selain itu, menurut airliners.net, saat ini, ada sekitar 39.000 pesawat di dunia, dengan 25.000 pesawat lebih di antaranya adalah pesawat sipil.

Dari jumlah tersebut, tentu tak seluruhnya terbang bersamaan dalam satu waktu. Ada yang stand by, baru selesai mendarat, baru ingin memulai penerbangan, sedang dalam maintenance, dan lain sebagainya.

Menurut FlightAware, setiap hari, khususnya sebelum pandemi virus Corona pada 2019 lalu, rata-rata ada sekitar 9.728 pesawat berada di udara dalam waktu bersamaan. Tentu angka tersebut tak sepenuhnya tepat mengingat pesawat mendarat dan lepas landas setiap saat.

Baca juga: Mengapa Beberapa Pesawat Miliki Huruf/Angka di Atas Kokpit? Ini Jawabannya

Jumlah tersebut melengkapi total 115 ribu penerbangan perhari atau rata-rata 1,2 juta penumpang di seluruh dunia.

Di masa pandemi Covid-19 sampai saat ini, jumlah penerbangan setiap harinya diperkirakan menurun sekitar 10 – 20 ribu.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan, rata-rata saat ini ada sekitar 7.782 sampai 8.755 pesawat yang terbang bersamaan dalam satu waktu di setiap harinya atau sekitar 46 persen dari total seluruh penerbangan di dunia. Bila ditotal dengan pesawat militer, jumlahnya bisa mencapai 15.500 hingga 17.500 pesawat yang terbang bersamaan di setiap harinya.

Di kondisi tertentu seperti liburan natal dan tahun baru serta liburan musim panas, angkanya bisa melonjak drastis. Jadi bisa saja angkanya mencapai belasan ribu bahkan puluhan ribu pesawat yang terbang bersamaan dalam satu waktu. Tetapi, tentu saja angkanya mustahil melebihi jumlah pesawat komersial yang ada di dunia.

Baca juga: Berapa Detik Pesawat Melesat di Runway untuk Bisa Terbang? Ini Jawabannya

Setiap pesawat di dunia memang bisa dilacak berkat teknologi Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B). Setiap pesawat yang ada saat ini hampir seluruhnya dilengkapi dengan transponder ADS-B yang secara otomatis menyampaikan data seperti lokasi, ketinggian, dan kecepatan udara ke ATC.

Perusahaan flight tracking tentu harus memiliki receiver ADS-B yang tersebar di seluruh dunia, baik yang konvensional berupa menara-menara BTS di darat maupun receiver satelit di udara. FlightAware, misalnya, memiliki 33 ribu receiver ADS-B di seluruh dunia, memungkinkannya melacak seluruh pesawat dimanapun di ujung dunia.

Ini Kata Pengemudi di Glasgow Ketika Penumpang Paksa Turun dari Bus Saat Macet

Anda sering ingin turun dari bus lebih awal saat sedang terjebak macet atau lampu lalu lintas? Sepertinya itu tidak akan bisa dilakukan oleh pengemudi bus di Glasgow, karena mereka memiliki alasan tersendiri. Sehingga lebih baik, Anda turun di halte atau perhentian bus.

Baca juga: Hindari Biaya Bagasi Tambahan, Penumpang Bagikan Tips di TikTok Gunakan Bantal Leher 

Seorang pengemudi bus menjabarkan alasannya dalam video singkat di TikTok. Stephen atau yang dikenal sebagai fatbusdriver87 di TikTok mengungkapkan mengapa mereka tidak punya pilihan selain membuat orang marah saat mereka meminta turun di tempat yang bukan semestinya.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thescottishsun.co.uk (23/3/2022), pengemudi yang berbasis di Glasgow, Skotlandia ini mengatakan bahwa di pusat kota adalah tempat mereka banyak di atur.

@fatbusdriver87

Reply to @xmorrisseygirlx #fatbusdriver #ifidontseethrewtheweekillseeuthrewthewindow

♬ original sound – Stephen

“Kotak kuning di sekitar halte yang digolongkan sebagai ‘kandang’ untuk bus. Di pusat kota kita harus berada di dalam kandang itu sebelum kita membiarkan siapa pun masuk atau keluar. Ini lebih kepada kesehatan dan keselamatan. Dan umumnya kita tidak bisa membiarkan orang turun di lampu lalu lintas juga,” ujarnya di TikTok.

Bahkan pada pekan lalu, sensasi media sosial juga menjelaskan mengapa pengemudi menolak untuk membuka pintu mereka di pusat kota Glasgow setelah ditutup. Tak hanya itu, tidak jarang calon penumpang melontarkan hinaan kepada para pengemudi ketika mereka tidak bisa naik meski berada tepat di luar bus.

“Kalau di dalam kota ya begitu, kalau di luar kota saya tidak bisa bilang,” tambahnya.

Stephen mengatakan, sebenarnya cukup banyak orang tidak tahu ini. Dia mengatakan, bahwa para pengemudi di kota berada di bawah kondisi TRC yang berarti mereka ditegakkan oleh Dewan kota Glasgow dan inspektur mereka.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

“Segera setelah kami berhenti dan pintu ditutup, kami tidak dapat membukanya lagi. Perusahaan menghadapi denda dan dan lisensi bus mereka untuk kendaraan bisa dicabut yang berarti mereka harus mengeluarkan uang. Jadi tidak ada hubungannya dengan pengemudi,” kata dia.

Fyling Scotsman, Lokomotif Uap Terkenal di Dunia Kembali Melaju di Witshire

Flying Scotsman, lokomotif uap terkenal di dunia kembali mengular di Witshire dan Hampsire. Lokomotif uap tersebut akan diatur untuk menarik Cathedrals Express dan berangkat dari London Victoria menuju ke Salisbury pada Kamis (24/3/2022) pagi.

Baca juga: Nikah dengan Konsep Kereta di Jepang? Chichibu Railway Siapkan Lokomotif Uap Retro

Lokomotif uap ini dibangun di Doncaster Works pada tahun 1923 oleh Kereta Api London dan North Eastern Railway, yang kemudian ditarik dari layanan pada Januari 1963. Saat ini, status lokomotif dimiliki oleh Museum Kereta Api Nasional.

Flying Scotsman terkenal karena merupakan lokomotif uap pertama yang melaju dengan kecepatan 160 km per jam yang dicapai pada tahun 1934. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber gazetteandherald.co.uk (24/3/2022), Flying Scotsman ini tidak hanya menganggut para penggemar di Inggris, tetapi juga melakukan tur secara ekstensif di Amerika Serikat dan Kanada dari tahun 1969 hingga 1973.

Flying Scotsman akan mengunjungi Wiltshire besok. Foto: The Wiltshire Gazette and Herald

Bahkan lokomotif ini pernah melayani di Australia dari tahun 1988 hingga 1989. Untuk perjalanannya, kereta charter khusus yang dijalankan oleh Steam Dreams dijadwalkan akan berangkat dari Salisnury di jalur utama Barat Daya melalui Basingstoke dan Andover sebelum kembali ke London dengan rute yang sama.

Penumpang yang menikmati perjalanan kereta ini, akan menikmati sarapan dalam perjalanan dan makan malam dengan dua menu Pullman Style di perjalanan pulang. Untuk waktu perjalanan tidak dipublikasikan karena masalah keamanan. Namun, lokomotif itu akan melaju ke Salisbury, dini hari, sebelum berangkat ke London di malam hari.

“Meskipun kami memahami minat terhadap Flying Scotsman akan sangat tinggi, kami mendesak mereka yang ingin melihatnya dari sudut pandang aman,” ujar juru bicara The Steam Dreams Rail Company.

Baca juga: 27 September 1825, Kereta Penumpang dengan Lokomotif Uap Pertama Kali Mengular

Kami bekerja sangat erat dengan Network Rail dan Polisi Transportasi Inggris dengan pendekatan ini karena tur utama Flying Scotsman terkadang dirusak oleh beberapa insiden pelanggaran berbahaya oleh anggota masyarakat, termasuk mereka yang memiliki anak kecil, terlihat berjalan di sepanjang rel dan mengambil foto Flying Scotsman sementara kereta lain terus melewati jalur yang berlawanan,” tambahnya.

Perusahaan Kereta Api Italia Hentikan Sementara Penjualan Tiket Karena Jadi Sasaran Peretas, Diduga Berasal dari Rusia

Semakin maju teknologi dunia, hacker atau peretas pun bertambah banyak. Sehingga semua hal yang menggunakan teknologi bisa dengan mudah di retas. Peretasan bukan hanya terjadi di pemerintahan dunia, tetapi jaringan kereta api, penerbangan atau berbagai hal lainnya.

Baca juga: Kacaukan Jadwal Perjalanan Kereta di Iran, Peretas Tampilkan Pesan Perjalanan Kereta “Tertunda”

Seperti belum lama ini terjadi pada perusahaan kereta api Italia Ferrovie dello Stato Italiane (FS). Mereka mengatakan pada Rabu (23/3/2022), bahwa telah menghentikan sementara beberapa layanan penjualan tiket. Hal tersebut dilakukan karena, FS menjadi sasaran serangan dunia maya.

“Sejak pagi ini, elemen yang dapat dikaitkan dengan infeksi cryptolocker telah terdeteksi di jaringan komputer Trenitalia dan RFI,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman sumber reuters.com (23/3/2022).

“Jaringan sedang diperiksa,” kata mereka lagi.

Dari sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya tersebut, diketahui bahwa serangan tersebut menunjukkan itu adalah pekerjaan peretas Rusia. Bahkan ketika Kementerian Dalam negeri menolak untuk mengomentari masalah tersebut.

Untuk diketahui, FS yang berada di bawah pimpinan pemerintah pusat mengatakan telah menangguhkan penjualan tiket di kantornya dan mesin swalayan di stasiun kereta api. Ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

Meski begitu, pelanggan kereta masih bisa melakukan pembelian tiket kereta melalui penjualan online. FS mengatakan, untungnya masalah yang menggaggu itu tidak berdampak pada lalu lintas kereta api dan berjalan lancar seperti biasanya.

Baca juga: Perang Siber Iran Vs Israel! Kereta Bawah Tanah Israel Jadi Korban, Iran: Ini Baru Permulaan

Jaringan kereta api yang dikelola oleh RFI panjangnya lebih dari 16.700 kilometer (10.400 mil), di mana lebih dari 700 km didedikasikan untuk layanan berkecepatan tinggi.























KA Tegal Bahari Kembali Muncul, Tapi Kini “Turun Tahta”

Mungkin masih ingat dengan kereta api kelas eksekutif dan ekonomi premium dengan rute Tegal – Gambir yang satu ini. Ya, Tegal Bahari namanya. Informasi bahwa Kereta Api Tegal Bahari akan kembali dijalankan pada akhir pekan bulan ini. Namun ada yang berbeda dari rangkaian KA Tegal Bahari kali ini.

Baca juga: Mau Jalan–jalan Naik Kereta Api ke Garut? Catat Jadwal Waktunya

Rangkaian yang nanti digunakan adalah kelas ekonomi dengan kapasitas kursi 106 penumpang. Biasanya yang dikenal dengan KA Tegal Bahari sama halnya dengan KA Cirebon Ekspres pada beberapa tahun lalu sebelum namanya diganti dengan KA Argo Cirebon.

Rangkaian KA Tegal Bahari terdiri dari 8 kereta ekonomi ini diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Tegal. Dan merupakan rangkaian dari KA Progo dengan kelas yang sama. Semula nama KA dengan rute Pasar Senen – Tegal pp. Ini adalah KA Tegal Ekspres, namun karena tidak masuk kontrak PSO tahun anggaran 2022, akhirnya diberi nama KA Tegal Bahari.

KA Tegal Bahari dijalankan hanya Sabtu dan Minggu tanggal 26 – 27 Maret 2022. Namun untuk jadwal berikutnya masih belum diketahui. Untuk harga tiket dan jadwal lengkap sudah bisa di cek di aplikasi KAI Access untuk memudahkan penumpang yang ingin berkunjung ke Kota Tegal dan sekitarnya. Adapun jadwal untuk KA Tegal Bahari sebagai berikut:

KA 320A Tegal Bahari

Pasar Senen: 09.20
Cikarang: 10.04 – 10.06
Cikampek: 10.41 – 10.44
Pegadenbaru: 11.17 – 11.19
Haurgeulis: 11.31 – 11.33
Terisi: 11.53 – 12.17
Jatibarang: 12.33 – 12.35
Arjawinangun: 12.54 – 12.56
Cirebon Prujakan: 13.15 – 13.36
Babakan: 13.58 – 14.00
Brebes: 14.35 – 14.39
Tegal: 14.53

Baca juga: Dianggap Sempit dan Tak Nyaman, Kursi KA Ekonomi Premium Penumpang Akan Diganti

KA 319A Tegal Bahari

Tegal: 15.40
Brebes: 15.52 – 15.55
Babakan: 16.27 – 16.29
Cirebon Prujakan: 16.50 – 17.00
Arjawinangun: 17.19 – 17.21
Haurgeulis: 18.18 – 18.20
Pegadenbaru: 18.32 – 18.34
Cikampek: 19.05 – 19.07
Cikarang: 19.43 – 19.45
Bekasi: 20.02 – 20.04
Jatinegara: 20.21 – 20.23
Pasar Senen: 20.34
(PRAS – Cinta Kereta Api)

Mulai 1 April, Wisatawan dari Negara Manapun Bebas Masuk Singapura Tanpa Karantina-Tes PCR!

Singapura terkenal ketat selama pandemi virus Corona berlangsung. Saat ini, masuk ke Singapura sangat kompleks. Namun, mulai 1 April mendatang wisatawan dari negara manapun -bukan hanya negara tertentu- bebas masuk Singapura tanpa karantina mandiri dan tanpa tes PCR setibanya di Bandara Changi.

Baca juga: Mulai 29 November, WNI ke Singapura Bebas Karantina Lewat Kebijakan VTL! Simak Syaratnya

Satu-satunya yang masih tersisa adalah tes pre-flight atau hasil negatif tes PCR pra keberangkatan saat di bandara asal. Itupun saat ini tengah dipertimbangkan untuk dihapus.

Andai terjadi, mulai 1 April mendatang, berarti masuk ke Singapura bisa sangat bebas, tanpa karantina mandiri, tanpa hasil tes negatif PCR pra keberangkatan, dan tanpa tes PCR saat tiba di Bandara Changi, selama penumpang atau wisatawan sudah divaksin dua dosis.

Bagi penumpang yang belum divaksin, itu bukan berarti tidak mungkin. Singapura masih mengizinkannya masuk dengan syarat harus mendapat entry approval, tes PCR pra keberangkatan dan saat tiba di Bandara Changi, karantina mandiri selama 14 hari, serta sederet syarat ketat lainnya.

Kebijakan ini tak lepas dari menurunnya kasus Covid-19 varian Omicron di negara-negara tetangga dan dunia. Selain itu, kasus Omicron di dalam negeri Singapura juga menurun drastis dan jauh lebih stabil.

“Banyak negara/kawasan (telah) melewati puncak gelombang Omicron mereka, dan situasi Covid-19 lokal kami stabil,” kata Perdana Menteri, Lee Hsien Loong, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Hampir semua kasus kami di dalam negeri, berasal dari dalam masyarakat (bukan kasus impor). Kedatangan dari luar negeri hanya merupakan sebagian kecil kasus,” lanjutnya.

Tingkat vaksinasi di Singapura juga tinggi. 93 persen dari 5,5 juta warga Singapura dilaporkan telah menerima vaksin dosis pertama. 92 persen lainnya telah menerima vaksin dosis kedua, dan 71 persen masyarakat bahkan sudah mendapat suntikan booster.

Dengan kolaborasi di atas, tak heran bila Singapura mulai mengizinkan kembali event-event besar mulai tanggal 29 Maret mendatang dan puncaknya mulai 1 April, wisatawan asing dari seluruh negara bisa masuk Singapura tanpa karantina serta tanpa tes negatif PCR pra keberangkatan dan setibanya di Bandara Changi.

Sebelumnya, Singapura memang sudah lebih longgar terhadap wisatawan yang sudah vaksin dua dosis.

Mereka yang sudah divaksin dua dosis, diizinkan masuk Singapura tanpa karantina, namun tetap diwajibkan melakukan tes PCR di bandara asal dan di bandara tujuan atau di Bandara Changi. Itupun tidak semua negara melainkan negara tertentu saja di bawah kebijakan Vaccinated Travel Lane (VTL), termasuk Travel Bubble.

Baca juga: Singapore Airlines Group Perluas Jaringan VTL ke 66 Kota, Termasuk Bali Mulai 16 Maret

Dengan adanya kelonggaran ini, diprediksi akan terjadi lonjakan wisatawan, termasuk yang hanya transit di Bandara Changi.

Sebagai salah satu hub terbesar di Asia, Bandara Changi menawarkan banyak rute dengan frekuensi tinggi antara Eropa dan Asia, Asia dan Amerika Utara, bahkan Asia dan Amerika Selatan kepada para penumpang.























Melancong Ke Eropa? Silahkan, Tapi Waspadai Negara-negara di Perbatasan Ukraina

Banyak penerbangan yang dialihkan hingga pembatalan tur ke Eropa sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Industri wisata dan perjalanan pun telah bergabung untuk menunjukkan solidaritas pada bangsa yang tengah terkena imbasnya.

Baca juga: Takut Pesawat Disita Lessor di Luar Negeri, Maskapai Rusia Hanya Operasikan Penerbangan Domestik

Wujud konkritnya seperti banyak maskapai yang telah mengakhiri kemitraan mereka dengan maskapai Aeroflot milik Rusia dan menghentikan rute ke Rusia. KabarPenumpang.com merangkum washingtonpost.com (28/2/2022), karena masalah invasi yang dilakukan Rusia, pelancong kebingungan mengenai rencana perjalanan mereka ke Eropa.

Masalah ini kemudian membuat para pengamat mulai membantu mencari solusinya dengan penekanan, pelancong tak perlu membatalkan perjalanan mereka ke Eropa. Mike Susong, wakil presiden senior intelijen global dan informasi di perusahaan manajemen risiko Crisis24, mengatakan tidak ada indikasi bahwa konflik akan meluas ke perbatasan, yang ia definisikan sebagai Rusia barat, Ukraina, dan Belarusia selatan.

Sehingga pelancong pun bisa merasa aman untuk bepergian ke negara Eropa lainnya. Meski begitu, pelancong juga harus menyadari adanya pengungsian secara besar-besaran yang dilakukan warga Ukraina ke beberapa negara Eropa seperti Polandia, Rumania, Moldova dan Slovakia.

“Jika Anda ingin pergi ke Warsawa, mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tetapi jika Anda akan bepergian di dalam dan di sekitar Polandia, Anda mungkin secara tidak sengaja terjebak dalam arus pengungsi atau LSM di negara tersebut,” kata Susong.

Dan Richards, CEO Global Rescue, penyedia layanan medis, evakuasi, dan manajemen risiko perjalanan mengatakan, jika Anda berencana untuk ke Rusia, Belarusia ataupun Ukraina pada musim panas ini, baiknya membatalkanya. Namun, meski keprihatinanan sangat tinggi terhadap negara-negara Eropa Timur yang terlibat langsung dalam konflik, Richards mengatakan pelancong tidak perlu membatalkan perjalanan mereka.

Meskipun demikian, Richards memperingatkan bahwa mungkin ada masalah logistik bagi para pelancong yang menuju ke Eropa Timur karena pembatasan dan pembatalan penerbangan yang sedang berlangsung. Bahkan banyak yang merekomendasikan agar para pelancong yang ke Eropa untuk tetap mengawasi pembaruan dari Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) yang setara dengan FAA.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah menempatkan banyak tujuan Eropa di bawah kategori risiko tertinggi dan merekomendasikan orang Amerika menghindari perjalanan karena tingginya tingkat covid-19, kerena kasus melonjak lagi di Eropa Barat.

“Kami tidak dapat memprediksi dengan tepat berapa lama krisis akan berlangsung. Begitu perang dimulai, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” kata Richards.

Baca juga: Viral! Pilot Pobeda Airlines Berdarah Rusia Sebut Perang di Ukraina Kejahatan

Departemen Luar Negeri mendorong warga AS untuk memasukkan rencana perjalanan mereka dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas, yang memungkinkan mereka mendapatkan peringatan keamanan dan pembaruan pada nasihat perjalanan. Dalam sebuah pernyataan, departemen itu juga mengatakan orang Amerika yang bepergian ke luar negeri harus memantau berita lokal, memperhatikan instruksi darurat dari otoritas setempat, dan mengikuti Biro Urusan Konsuler di Twitter dan Facebook.