Hotel Kapsul di Shinjuku Hadirkan Fitur Sleep Report, Pantau Kualitas Tidur Lewat Suara Dengkuran

Hadirnya hotel kapsul di kawasan bisnis ibarat oase bagi para pekerja urban yang serba sibuk. Seperti di kebanyakan kota-kota utama di Jepang, keberadaan hotel kapsul bisa menjembatani kebutuhan antara waktu tidur yang berkualitas, namun tetap berada di sekitaran kawasan bisnis. Dari kawasan Shinjuku yang dikenal sebagai jantung kota Tokyo, terdapat hotel kapsul yang terbilang unik, yakni menawarkan pemantauan bunyi dengkur selama penggunanya tidur.

Baca juga: Intip First Cabin, Hotel Kapsul di Jepang dengan Desain Kabin Mewah Pesawat

Dikutip dari Soranews24.com (19/5/2022), hotel kapsul yang dimaksud adalah Nine (9) Hours Woman Shinjuku. Dengan merogok kocek tarif tidur sebesar 3.100 yen (sekitar Rp150 ribu), penggunanya bisa mendapatkan beragam fasilitas nyaman khas hotel kapsul, termasuk fitur sleep report. Fitur ini meski berupa value added service, sleep report dapat memberikan beragam informasi yang selama ini sulit untuk Anda ketahui,

Setelah bangun dari tidur, pengguna bisa melihat laporan dalam layar yang memperlihatkan berapa kali Anda mendengkur selama tidur, jumlah dengkuran dalam satu jam dan seberapa keras suara dengkuran yang diperlihatkan dalam satuan desibel. Reporter dari Soranews24.com yang mencoba fitur sleep report pada 29 April lalu, menginformasikan bahwa selama tidur dengan durasi 9,7 jam, dari pukul 20:52 malam. hingga 7:59 pagi, ia telah berguling 142 kali selama tidurnya.

sleep report.

Bicara tentang dengkuran, menurut laporan, sang reprter menyebut bahwa ia mendengkur rata-rata sembilan kali dalam satu jam, dan dengan volume hingga 57 desibel. Rupanya, 57 desibel dikatakan “sedikit lebih tenang daripada berada di dalam mobil yang bergerak”, yang merupakan penghiburan tapi tetap saja! Sembilan kali satu jam adalah sekitar sekali setiap tujuh menit, frekuensi yang cukup tinggi.

Seperti diketahui, mendengkur dapat menimbulkan berbagai masalah, baik pada kesehatan maupun sosial. Mendengkur yang keras dan terjadi dalam jangka waktu lama (kronis) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung atau stroke. Di samping itu, mendengkur juga dapat memengaruhi hubungan sosial, karena bisa mengganggu orang yang tidur bersama penderita.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Hadirkan “Hotel Kapsul” di Terminal 3 Domestik

Nine Hours Woman Shinjuku adalah hotel kapsul pertama di Jepang yang menawarkan layanan analisis tidur, jadi ini adalah tempat yang tepat untuk mengetahui seberapa baik Anda tidur saat berada di alam mimpi.

KA Limeks Sriwijaya Rencana Kembali Dijalankan, Kini Hanya Harapan

Saat Pandemi Covid-19 memasuki Indonesia pada tahun 2020 lalu, tak sedikit perjalanan kereta api mulai dilakukan pembatalan, baik KA kelas eksekutif, bisnis, hingga ekonomi. Pembatalan perjalanan tersebut tak hanya dirasakan jalur KA di Pulau Jawa, namun di Pulau Sumatera pun dilakukan pembatalan perjalanan KA. Akibatnya penumpang tidak bisa beraktivitas menggunakan kereta api.

Dari segelintir jalur yang alami pembatalan perjalanan kereta api, wilayah Sumatera juga terkena dampaknya, salah satunya KA Limeks Sriwajaya dengan rute Tanjung Karang – Kertapati yang merupakan primadona angkutan penumpang satu – satunya kelas eksekutif yang di miliki Divisi Regional (Divre) 4 Tanjung Karang, Bandar Lampung ini. Limeks yang berarti kepanjangan dari Lintas Malam Ekspres merupakan kereta api dengan keberangkatan pada malam hari, baik dari Stasiun Tanjung Karang maupun Stasiun Kertapati.

Dulu KA Limeks Sriwijaya memiliki 2 kelas, yaitu kelas Eksekutif dan Bisnis. Namun sempat diganti untuk kelas bisnis dengan kelas ekonomi premium, karena rangkaian bisnis yang harus dipensiunkan mengingat usia rangkaian yang terlampau cukup tua. KA Limeks Sriwijaya merupakan pilihan tepat bagi penumpang yang ingin ke Kota Palembang pada perjalanan malam hari karena bisa beristirahat selama di kereta. Jika merasakan perjalanan siang, penumpang pun bisa menggunakan kereta api ke Kota Palembang hanya kelas ekonomi, yaitu KA Rajabasa.

Sangat disayangkan, saat pandemi mulai terkendali dan pemerintah telah menganjurkan untuk vaksinasi minimal 2 kali, KA Limeks Sriwijaya masih belum beroperasi. Dan rangkaian eksekutif eks Limeks Sriwijaya masih berada di Depo Tanjung Karang. Jika KA Limeks Sriwijaya dioperasikan kembali, penumpang tak perlu terburu – buru untuk menggunakan kereta api ke Kota Palembang. Dan jika tidak bisa naik pada pagi hari, penumpang masih bisa menggunakan kereta pada malam hari. Semoga harapan penumpang untuk beroperasinya KA Limeks Sriwijaya dapat terwujud. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Tabrakan dengan Truk Katering, Radome Airbus A320neo Flyadeal Alami Kerusakan

Apes bener nasib Airbus A320neo milik maspakai berbiaya murah Flyadeal. Belum lama setelah melakukan penerbangan 90 menit dari Tabuk ke Riyadh, pesawat dengan kode penerbangan HZ-FAP itu terpaksa di-grounded untuk sementara waktu, persisnya pesawat narrow body itu mengalami insiden tabrakan dengan sebuah truk katering di Bandara Internasional Riyadh pada pagi hari, 19 Mei kemarin.

Baca juga: Diserang Hujan Es, Hidung Pesawat Airbus A319 Delta Airlines Berubah Jadi Pesek

Dikutip dari simpleflying.com (20/5/2022), Airbus A320neo HZ-FAP diketahui sebagai pesawat keluaran baru, lantaran baru diterima Flyadeal pada Desember 2021. Sejauh ini tidak ada laporan tentang cedera akibat tabrakan ini, meskipun kerusakan pada bagian radome pesawat nampak begitu luas.

Pihak Flyadeal belum mengeluarkan pernyataan tentang insiden tersebut atau memberikan rincian lebih lanjut tentang tingkat kerusakan. Namun, dilihat dari gambar, dipastikan diperlukan waktu beberapa saat bagi pesawat yang terkena dampak untuk kembali beroperasi.

Area kerusakan, yang dikenal sebagai radome, berisi instrumen penerbangan penting, seperti antena radar parabola dan localizer. Bahkan kerusakan kecil pada bagian yang sangat sensitif ini dapat berdampak pada keselamatan penerbangan. Karena posisi radome yang terbuka, daerah ini sering menjadi korban utama tabrakan dengan kendaraan darat.

Pesawat yang bertabrakan adalah salah satu Airbus A320neo Flyadeal yang baru. HZ-FAP dikirim ke maskapai pada Desember 2021 dan diberi nama “Al-Hala.” Pesawat ini terutama aktif di jaringan domestik Flyadeal, meskipun telah melakukan perjalanan aneh ke Dubai di dekatnya. A320neo memiliki 186 penumpang dalam konfigurasi all-economy.

Flyadeal saat ini memiliki 11 jet Airbus A320neo dalam armadanya setelah menerima pengiriman A320neo pertamanya pada Juli 2021. Maskapai ini pada akhirnya memesan 30 unit A320neo untuk memperkuat armadanya pada tahun 2024.

Baca juga: Insiden Shuttle Bus Tabrak Pesawat A320neo Batik Air Jadi Bahan Ejekan Netizen Asing

Flyadeal adalah maskapai berbiaya murah yang merupakan anak perusahaan Saudia, maskapai ini didirikan pada September 2017. Flyadeal melayani tujuan domestik di sekitar Arab Saudi tetapi memiliki rencana untuk memperluas jaringan internasionalnya dalam beberapa tahun ke depan.

Pilot China Eastern Diduga Bunuh Diri Tabrakkan Pesawat, Ini 3 Kasus Pilot Bunuh Diri Terpopuler

Insiden jatuhnya pesawat Boeing 737-800NG China Eastern Airlines di Provinsi Guangxi, Cina memasuki babak baru. Hasil penyelidikan dari black box FDR dan CVR mengungkapkan pilot tidak merespon kontak oleh ATC dan pilot penerbangan terdekat. Hal ini kemudian menimbulkan dugaan awal dari pejabat terkait di Amerika Serikat (AS) bahwa pilot bunuh diri dan dengan sengaja menabrakkan pesawat.

Baca juga: Peristiwa ‘Kamikaze’ SilkAir MI185 di Palembang Jadi Latar Hoax Kecelakaan Pesawat China Eastern Airlines

Terlepas dari itu dugaan awal dan belum menjadi keputusan akhir, disertai dengan data dan fakta bahwa pilot China Eastern Airlines terbukti kuat melakukan bunuh diri dan dengan sengaja menabrakkan pesawat ke darat, peristiwa seperti itu bukanlah pertama kali terjadi.

Sejak era pesawat modern atau pesawat jet dimulai pada akhir dekade 40an – 50an, telah terjadi beberapa kali peristiwa kecelakaan pesawat yang dilatarbelakangi motif bunuh diri oleh pilot. Salah satu di antaranya bahkan menyebabkan perubahan  drastis pada sistem keamanan di pesawat.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut tiga kasus pilot bunuh diri dengan sengaja menabrakkan atau menjatuhkan pesawat.

1. Malaysia Airlines MH370

Teka-teki jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 silam masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai detik ini.

Peristiwa hilangnya Malaysia Airlines MH370 dengan 227 penumpang dan 12 kru ini sekaligus membuka mata semua pihak bahwa di era pesawat canggih seperti sekarang ini, pesawat ternyata masih bisa menghilang tanpa jejak bak ditelan bumi dan langit.

Pada bulan Juni 2019 lalu, para pakar yang meneliti misteri terbesar di dunia dirgantara ini melempar spekulasi bahwa Capt. Zaharie Shah dengan sengaja menurunkan tekanan udara di dalam kabin (depressurisation) dan membawa pesawat berjenis Boeing 777-200 ini jauh keluar jalur guna menghabiskan bahan bakar dan jatuh di lautan.

Dugaan lain yang muncul adalah pilot yang sebelumnya sudah terkenal sebagai pribadi yang bermasalah dan kesepian ini dengan sengaja menukikkan pesawat ke Samudera Hindia.

Dalam buku “Tha Crash Detectives” karya Jurnalis Perancis Christine Negroni, penyebab hilangnya MH370 justru bukan karena bunuh diri pilot Capt. Zaharie Shah, melainkan kopilot Fariq Hamid saat Capt. Zaharie tengah keluar kokpit. Ia kemudian dengan sengaja bunuh diri dan menjatuhkan pesawat ke lautan.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

2. Germanwings Flight 9525

Pasca peristiwa serangan 11 September 2001 atau lebih dikenal 9/11, pintu kokpit pun didesain ulang dan menjadi lebih kokoh, anti peluru, dan tidak bisa dibuka secara paksa dari kabin. Hanya pilot dan kopilot-lah yang bisa membuat pintu kokpit. Setelah beberapa tahun, ini ternyata menjadi awal penyebab terjadinya kecelakaan tragis pesawat Airbus A320 Germanwings flight 9525.

Disebut tragis, sebab, selain menewaskan seluruh kru dan penumpang berjumlah 144 penumpang dan enam kru, pesawat yang jatuh di Pegunungan Alpen itu bukanlah murni kecelakaan, melainkan dengan sengaja ditabrakkan ke gunung oleh kopilotnya yang bernama Andreas Lubitz. Hal itu terkuak setelah penyelidik dari kejaksaan Marseille mempelajari posisi, arah, dan jatuhnya pesawat.

Berdasarkan rekaman percakapan yang diperoleh dari kotak hitam, Lubitz diketahui mengunci kokpit ketika kapten pilot meninggalkan ruang kemudi pesawat yang membawa 150 orang, termasuk kedua pilot.

Sang pilot sempat mengetok, menggedor, dan menghantam pintu kokpit dengan kapak saat Lubitz membawa pesawat menukik tajam ke arah pegunungan. Namun, usahanya sia-sia. Sebab, selain terkunci, pintu kokpit memang didesain tahan terhadap serangan, termasuk tipe serangan menggunakan senjata tajam seperti yang dilakukan pilot tersebut.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

3. SilkAir MI185

Boeing 737-300 SilkAir dengan nomor penerbangan MI185 jatuh misterius di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, pada 19 Desember 1997 sekitar pukul 16.13 waktu setempat. Disebut misterius, sebab, tidak ada tanda-tanda kerusakan teknis pada pesawat dan kendala non teknis.

Setelah penyelidikan panjang, NTSB menyimpulka, pesawat rute Jakarta – Singapura itu diketahui lepas landas dengan membawa total 104 orang, 97 penumpang dan 7 kru itu diduga kuat karena disengaja oleh pilot. Itu didukung oleh berbagai fakta.

Kena Prank Tiket Pesawat Argentina-Qatar Rp20 Ribuan, Influencer Ini Tempuh Jalur Hukum

Traveler dimanapun di dunia pasti menanti-nanti promo tiket pesawat, termasuk Martín Martínez. Karenanya, ketika mendapati harga tiket murah, dalam hal ini rute Argentina-Qatar seharga US$1,50 atau Rp20 ribuan, ia langsung cepat-cepat membelinya meskipun belakangan itu diketahui hanyalah prank semata akibat kesalahan sistem travel agent asal Spanyol, eDreams.

Baca juga: Beli Tiket Pesawat Offline di Bandara Lebih Murah, Benarkah?

Tak lama setelah terjadi banyak pesanan rute tersebut dengan harga semurah itu, eDreams mengirim email pembatalan tiket sepihak ke seluruh calon penumpang.

Hanya saja, itu terlalu lamban untuk influencer asal Argentina itu lantaran ia sudah memesan hotel selama 33 hari di salah satu hotel di Doha, Qatar. Maka dari itu, ia berencana menuntut eDreams secara hukum.

Dilansir Simple Flying, tiket murah ke Qatar belakangan memang tengah diburu oleh traveler di seluruh dunia. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perhelatan Piala Dunia 2022 di negara tersebut pada November mendatang.

Terlebih, seiring meningkatnya permintaan, tiket maskapai manapun menuju Qatar harganya naik drastis dan kian sulit dijangkau penumpang.

Mensiasati itu, Martin, yang juga influencer dengan 1 juta followers di Instagram, memantau promo tiket ke Qatar secara rutin.

Saat ia menemukan tiket sangat murah seharga US$1,50 atau Rp20 ribuan yang ditawarkan travel agent asal Spanyol, eDreams, ia bak tersambar petir di siang bolong. Senang bukan kepalang. Ia bahkan sempat tak percaya dengan tiket ke Qatar Airways ke Qatar se-murah itu.

“Seluruh tubuh saya mulai gemetar, dan saya benar-benar gelisah. Teman-teman saya dan saya mulai mengisi detail kami (membeli tiket), tetapi di dalam hati kami berpikir ‘apa yang sedang kami lakukan? Ini jelas tidak nyata!’” cuitnya lewat akun Twitter @chapumartinez.

Setelah cuitannya viral, followers dan netizen lainnya pun berbondong-bondong menyerbu web eDreams. Sayangnya, web tersebut tidak bisa diakses dan membuat Martinez panik.

“Kami (sempat) menerima konfirmasi dari perusahaan (eDreams), melalui aplikasi, melalui (fitur) chatting, juga dari penerbangan, melalui maskapai, bahkan boarding pass. Perusahaan mendebit rekening bank kami,” katanya kepada media lokal.

Beberapa jam kemudian, influencer yang juga seorang musisi itu mendapat email konfirmasi bahwa tiket murah Argentina-Qatar seharga Rp20 ribuan itu telah dibatalkan dan seluruh biaya akan dikembalikan 100 persen.

Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, eDreams menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang pada akhirnya membuat penumpang bingung.

“Karena kesalahan, kami sempat menawarkan harga tiket yang salah untuk penerbangan dari Santiago ke Sydney. Bug dengan cepat diidentifikasi dan diperbaiki. Kami mohon maaf untuk ini,” jelasnya.

“Kami telah membatalkan semua reservasi yang dibuat berdasarkan tarif yang salah ini dan Kami akan memberikan pengembalian dana penuh kepada semua pelanggan. Kami sedang bekerja untuk mencegah hal ini terjadi lagi,” tambahnya.

Pembatalan sepihak dari eDreams tentu saja merugikan Martinez yang sudah kadung memesan tiket hotel di Doha selama 33 hari. Lebih lanjut, ia berninat menuntut travel agent itu secara hukum agar menghormati apa yang telah mereka tawarkan di web sekalipun itu adalah kesalahan.

“Dalam dunia Internet, penawaran adalah hukum: ‘Penawaran (yang) dipublikasikan, penawaran (yang) dihormati’. Percayalah, dalam situasi ini bukan hanya saya, tidak hanya Argentina, ada orang-orang dari seluruh planet ini,” ungkap Martínez.

Baca juga: Mungkinkah Penumpang Salah Masuk Pesawat Saat Ini?

Insiden prank tiket murah akibat kesalahan sistem bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada tahun 2019, web resmi Cathay Pacific pernah menjual kursi first class dari New York, AS, ke Da Nong, Vietnam seharga US$675 dari seharusnya US$16.000.

Namun, alih-alih membatalkannya, Cathay Pacific tetap menerima kenyataan itu sebagai bentung pertanggungjawaban maskapai. Langkah yang sama atas insiden serupa juga pernah ditempuh oleh Hong Kong Airlines dan Singapore Airlines masing-masing pada tahun 2018 dan 2014.

Prevost X3 45 VIP, Motorhome Debutan LOKI Basecamp x LOKI Coach

Tren motorhome semakin oke seiring waktu. Terlebih di masa pandemi. Pasca pandemi Covid-19 pun, motorhome dinilai tetap akan digandrungi di seluruh dunia. Hal ini kemudian menarik LOKI Basecamp untuk turut bertarung di pasar motorhome dengan meluncurkan Prevost X3 45 VIP yang menjadi produk pertama divisi coach LOKI atau LOKI Coach.

Baca juga: Bisa Masuk di Antara Sumbu Roda, Motorhome ini Angkut Supercar Sporty

Dilansir laman resminya, selain tren yang semakin meningkat, LOKI mengaku banyak permintaan dari kliennya untuk membawa pengalaman motorhome atau camper van di LOKI Basecamp ke skala yang jauh lebih besar semisal bus sampai akhirnya lahirlah Prevost X3 45 VIP.

Dengan dimensi besar, LOKI Coach bebas berekspresi dengan memberikan banyak kelengkapan, seperti kulkas berukuran besar, mesin pencuci piring, oven microwave, induction cooktop, dan UV water purifier.

Bagian dari pengalaman tak terpisahkan motorhome, yaitu barbequ-an di outdoor, juga tak terlewat dengan panggangan khusus BBQ. Sensasi barbequ-an juga dilengkapi dengan TV layar besar dan kulkas 12V. Untuk memaksimalkan space di luar ruangan, LOKI Coach memberikan fitur rooftop hatch untuk akses ke tenda atap, dek & rak utilitas olahraga.

Mengingat Prevost X3 45 VIP lahir di Amerika Utara yang beriklim dingin, ia dilengkapi dengan fitur penghangat atau heater di seluruh lantai bus, dengan begitu motorhome ini bisa dibawa bertualang ke wilayah Arktik yang menggigil ataupun Alaska.

Sistem dual AC juga memungkinkan Prevost X3 45 VIP bertualang ke wilayah sebaliknya, seperti gurun dan lokasi beriklim tropis lainnya, sehingga tetap sejuk dan nyaman di dalam kabin.

Teknologi domotics pada coach Prevost X3 45 VIP juga menyediakan akses lebih mudah ke kontrol utilitas, pemantauan, manajemen energi.

Yang paling menarik tentu commercial grade lift untuk memungkinkan Prevost X3 45 VIP diangkut ke trailer, melengkapi fitur sistem rel L-Track untuk memaksimalkan proses bongkar muat dan konfigurasi ulang.

Selain berbagai fitur di atas, banyak lagi berbagai fitur lainnya, seperti kasur queen size di kamar tidur utama, tempat penyimpanan sepeda, kamar mandi lega, kamar tidur setara kamar tidur utama, pencahayaan LED yang dapat diredupkan dan diterangkan dengan aplikasi ataupun remote, dapur besar, sampai lounge multifungsi yang dapat diubah menjadi tempat tidur setara kamar.

Baca juga: Variomobil Wujudkan Impian Anda Tidur Bersama Kendaraan

Dengan begitu, total motorhome coach ini mampu menampung delapan orang untuk tidur dengan layak.

Lainnya, Prevost X3 45 VIP motorhome coach juga dilengkapi dengan rainfall shower, lampu baca, custom roof rack, garmon management system, air compressor, dan banyak lainnya.

Masih Rusak. Penumpang Keluhkan Fasilitas Eskalator dan Lift di Stasiun Jatinegara

Sebanyak 10 unit eskalator masih teronggok tak bisa digunakan, masih terjadi di Stasiun Jatinegara. Sangat disayangkan, stasiun besar dan nyaman ini memiliki fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh penumpang KRL yang ingin transit ataupun yang masuk dan keluar stasiun. Pantauan kabarpenumpang.com kerusakan terjadi cukup lama, bahkan sebelum Bulan Ramadhan tiba.

Baca juga: Jangan Salah Peron, Ini Rute KRL di Stasiun Jatinegara

Tak sedikit pula keluhan penumpang terucap saat berpindah KRL di Stasiun Jatinegara. Belum pula terlihat perbaikan yang signifikan dari petugas dibidangnya. Baru terlihat rantai plastik yang menggantung di sisi pegangan eskalator yang menempel tulisan himbauan maaf. Tak hanya eskalator, lift yang berada di luar gate stasiun pun rusak. Beruntung, lift di tiap peron masih berfungsi dan selalu terjadi antrean penumpang yang ingin menaiki lift tersebut.

Tak hanya penumpang KRL, banyak KA jarak jauh yang berhenti di Stasiun Jatinegara, juga terlihat mengeluh soal fasilitas tersebut. Penumpang yang membawa barang berlebih maupun koper besar, harus menaiki anak tangga kalau tidak mereka harus antri panjang hanya untuk giliran naik lift. Belum lagi penumpang lanjut usia yang butuh pertolongan lebih agar bisa nyaman saat di stasiun.

Baca juga: Dilengkapi Taman Mini, Stasiun Jatinegara Kini Jadi Instagramable

Harapan dan keinginan penumpang agar bisa kembali nyaman saat di stasiun, yaitu dengan berfungsinya fasilitas penunjang. Meski kebersihan dan keamanan sudah terjamin, namun jika fasilitas masih minim penumpang masih merasa belum meraskan kenyaman. Mereka berharap fasilitas yang rusak tersebut, segera diperbaiki agar bisa kembali digunakan. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Di Ukraina, Penumpang Bahu-membahu Mendorong Kereta yang Mogok

Atas permitaan ‘pertolongan’ dari pengemudi, dalam kondisi kepepet, bisa saja sekelompok penumpang bahu-membahu untuk mendorong bus yang mogok. Namun, ada yang unik di Ukraina, penumpang bahu-membahu bukan untuk mendorong bus, persisnya tak jauh dari Kota Kiev, sekelompok penumpang diwartakan justru mendorong rangkaian kereta yang mogok.

Baca juga: Meski Dilanda Perang, Jalur Kereta Ukraina Masih Terus Beroperasi

Dengan bobotnya yang ratusan ton, sudah barang tentu bukan hal yang mudah untuk mendorong rangkaian kereta. Dikutip dari Topwar.ru (18/5/2022), disebutkan rangkaian kereta rute Kiev – Nizhin mengalami kehilangan pasokan daya. Usut punya usut, ternyata kereta komuter itu tak mendapat pasokan listrik dari jaringannya.

Putusnya pasokan listrik secara tiba-tiba sudah menjadi hal yang jamak sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Pangkal musababnya, ada beberapa gardu yang terkena serangan udara, atau gardu listrik yang terpaksa dipadamkan karena kondisi peperangan.

Dan yang unik dari insiden mogoknya kereta di Kiev, para penumpang justru turun, dan mendorong kereta yang terdiri dari delapan rangkaian gerbong tersebut. Tidak disebutkan, apakah setelah didorong oleh penumpang, kereta tersebut mencapai tujuannya atau tidak.

Baca juga: Miliki Posisi Strategis, Jaringan Kereta Ukraina Malah Bergantung Pada Polandia

Bagi sebagian orang, aksi para penumpang dapat disebut sebagai bentuk “kepahlawanan,” dimana mereka ingin mengamankan kereta dari kemungkinan terkena tembakan nyasar selama pecah perang. Besar harapan, jaringan rel dan kelistrikan di Ukraina dapat dipulihkan saat perang mulai meredup nantinya.

ke Toilet Jelang Pesawat Mendarat, Calon Pengantin ‘Dikunciin’ Pramugari Selama 45 Menit

Malang betul nasib perempuan satu ini. Jelang hari pernikahannya, ia justru harus mendapati kenyataan pahit terkunci di toilet pesawat selama 45 menit. Ia akhirnya bisa keluar setelah pintu toilet dibuka paksa menggunakan linggis oleh kru kabin.

Baca juga: Mules Saat Kereta Terakhir, Siswa di Jepang Terkunci di Toilet Stasiun

Dunia penerbangan memang mempunyai sederet prosedur ketat dalam rangka mencapai keselamatan dan keamanan penerbangan.

Di setiap penerbangan, pramugari atau kru kabin maskapai manapun pasti akan mengingatkan agar tirai jendela harus dibuka saat menjelang take off dan landing.

Alasan mengapa tirai harus dalam keadaan terbuka saat kedua kondisi tersebut tentu sudah didengar masyarakat, yaitu untuk memudahkan kru mendapatkan visual kondisi di luar pesawat, dalam hal ini mesin, sayap, atau kondisi pesawat itu sendiri, apakah miring, tegak lurus, menukik ke bawah, dan lain sebagainya.

Andai terjadi keadaan darurat, seperti hard landing, tergelincir akibat hujan deras, atau bahkan belly landing, pastinya tak ada lagi waktu bagi penumpang untuk membuka tirai jendela agar tak menutupi pandangan penumpang dan kru, bukan?

Selain itu, kru kabin juga akan meminta penumpang untuk memasang sabuk pengaman, melipat meja baki atau meja seatback, dan menegakkan kursi ke posisi normal. Penumpang juga dilarang beranjak dari kursi untuk alasan apapun.

Bagi penumpang yang masih berada di toilet, kru kabin biasanya akan mengingatkan agar segera keluar, kembali ke kursi, dan memasang sabuk pengaman, melipat meja, dan menegakkan kursi.

Apabila penumpang yang bersangkutan tak kunjung keluar dari toilet, penerbangan biasanya tetap akan melanjutkan pendaratan dan membiarkan penumpang terkunci di dalam toilet, seperti yang terjadi pada Harris Googe.

@hgooge

#southwestairlines #flight #travel #bachelorette #trapped #travelfail

♬ original sound – Harris

Dalam curhatannya di TikTok, ia mengungkapkan kronologinya terjebak di toilet selama 45 menit. Sebelum terjebak atau terkunci, ia mendengar pilot meminta agar kru kabin duduk di kursinya karena pesawat akan mendarat. Biasanya, sebelum sebelum ini, pilot telah terlebih dahulu meminta mereka mengumumkan ke penumpang prosedur pendaratan.

Sayangnya, dalam penjelasan Googe, itu tidak ada. Tidak ada penjelasan bahwa pramugari mempersiapkan proses pendaratan, termasuk mengkondisikan penumpang agar sesuai dengan prosedur pendaratan, beberapa saat sebelum pendaratan dilakukan.

Tak lama setelah informasi dari pilot, terdengar suara lembut dari balik toilet yang berkata ‘maaf’ dan tak lama kemudian pintu toilet tidak bisa diakses atau dibuka dari dalam. Sejak saat itu, Googe tau bahwa ia akan melalui detik-detik pendaratan pesawat di toilet.

Selama di toilet, ia mengaku sempat beberapa kali mengalami guncangan layaknya turbulensi. Namun, itu masih dalam tataran normal dan tidak membuatnya cedera.

Setelah pesawat berhenti sempurna di apron, barulah kru kabin coba membuka pintu toilet secara paksa dan berhasil.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

Harris Googe mengaku sudah menghubungi maskapai Southwest Airlines untuk meminta penjelasan terkait insiden yang dialaminya. Namun belum ada jawaban. Setelah ia curhat di medsos, ia juga tak dihubungi maskapai dan tidak kunjung mendapat kompensasi.

Meski begitu, ia tetap bisa melanjutkan aktivitasnya untuk pesta lajang atau bachelorette party atau biasa juga disebut hen night, sebelum hari pernikahnnya.

Isu Informasi Perubahan Rute KRL Jabodetabek: Cikarang Line Lewat Jalur Loop Line?

Perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek memang sudah di atur sedemikian rupa. Seperti jalur Central Line (Jakarta Kota/Angke – Bogor) – Cikarang Line (Cikarang/Bekasi – Jakarta Kota), Loop Line (Manggarai – Tanah Abang – Jatinegara), Rangkasbitung Line (Rangkasbitung/Serpong – Tanah Abang), Tangerang Line (Tangerang – Duri), dan Tanjung Priok Line (Tanjung Priok – Kampung Bandan – Jakarta Kota). Dari rute KRL tersebut penumpang sudah terbiasa menggunakan KRL ke tujuan yang diinginkan apalagi cukup melihat peta rute KRL yang terpajang di dalam KRL maupun di stasiun – stasiun.

Baca juga: Masih Belum Tau? Catat, Ini Stasiun Transit yang Dilintasi KRL Jabodetabek

Namun, beredar kabar bahwa rute KRL akan dirubah jalurnya. Memang belum ada informasi akurat terkait hal tersebut. Menurut pantauan kabarpenumpang.com pada Rabu, 18 Mei 2022 saat selesai aktivitas jam kantor, beberapa kali rute KRL dari Bogor menuju Angke melewati jalur 3 Stasiun Manggarai, yang seharusnya melewati jalur 6. Saat KRL tujuan Angke memasuki jalur 3, seharusya KRL juga berada di jalur 6 (saat jalur penuh). Ini menguatkan rasa penasaran saat kabar perubahan rute tersebut benar – benar dijalankan. Belum lagi para penggemar kereta api pun berpikiran kuat akan hal tersebut.

Kabar yang tersebar tentang perubahan rute KRL ternyata mengacu pada jalur Manggarai – Angke. Dari pantauan kemarin, penumpang ke arah Bekasi dan Cikarang memang sangat padat saat transit di Stasiun Manggarai. Saat KRL tiba dari arah Angke dan masuk jalur 7, banyaknya penumpang berpindah ke jalur 3 untuk menunggu KRL tujuan Bekasi maupun Cikarang.

Isu perubahan rute KRL yang sempat menjadi perbincangan di kalangan penggemar kereta api terutama mengacu pada jalur Cikarang Line. Jalur tersebut saat ini melewati rute dari Cikarang, Bakasi, Manggarai, Jakarta Kota. Namun dirubah perjalanannya menjadi Cikarang, Bekasi, Manggarai, Tanah Abang, Angke, Jatinegara, Bekasi, Cikarang, begitu pun sebaliknya. Lalu untuk Central Line meliputi Bogor, Depok, Jakarta Kota. Namun untuk rute Nambo nantinya hanya memiliki rute Depok – Nambo pp. saja.

Baca juga: Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

Kita tunggu saja apakah informasi tersebut jelas adanya atau memang hanya kabar burung semata. Yang pasti jika memang adanya perubahan rute KRL, penumpang kembali dipersiapkan untuk adaptasi baru agar tidak salah naik dan tidak membingungkan para penggunanya. Dan diharapkan selalu melihat jadwal dan rute KRL yang tersedia di dalam KRL, stasiun, maupun aplikasi KRL Access. (PRAS – Cinta Kereta Api)