Di Bandara AS, Boarding Pass dan KTP ‘Haram’ Saat Lewati Boarding Gate

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, banyak bandara yang masih menerapkan standar yang membuat penumpang rumit atau kerepotan. Salah satunya membawa dan menunjukkan boarding pass yang sudah dicetak beserta kartu identitas. Namun, di 176 bandara di Amerika Serikat (AS), penumpang tidak perlu lagi menunjukkan boarding pass.

Baca juga: Inilah CLEAR, Teknologi Baru di Bandara: Penumpang Tak Perlu Keluarkan KTP atau Paspor!

Inovasi ini tak lepas dari keterlibatan pemindai teknologi otentikasi kredensial atau credential authentication technology (CAT) scanner.

Berkat teknologi ini diprogram untuk secara otomatis mencocokkan nomor induk kependudukan (NIK), nama, tempat tanggal lahir, dengan manifes penumpang yang terhubung ke database Secure Flight secara real time. Dengan begitu, penumpang bisa melewati boarding gate tanpa menunjukkan boarding pass dan KTP atau paspor.

“Tidak perlu boarding pass saat ini karena database Secure Flight berisi nama dan detail penerbangan untuk orang yang ditiket untuk melakukan perjalanan dalam 24 jam ke depan,” kata Lorie Dankers, juru bicara TSA, dalam keterangannya baru-baru ini kepada CN Traveler.

Meski begitu, itu tidak serta merta melewati boarding gate begitu saja. Penumpang masih perlu menyerahkan kartu identitas mereka ke petugas TSA atau memasukkan sendiri melalui KiosK, tergantung di bandara. Sejauh ini, teknologi tersebut sudah tersedia di 176 bandara.

Di AS, teknologi tersebut memang sudah banyak digunakan. Hanya saja itu dikerjakan oleh banyak vendor swasta sehingga teknisnya berbeda-beda, sekalipun rumpun teknologinya sama.

Di Bandara Internasional Palm Beach (PBI), Florida, misalnya, di sini lebih dari sekedar tidak menunjukkan kartu identitas dan boarding pass saat di borading gate. Lebih dari itu, berkat teknologi CLEAR, sejenis dengan teknologi otentikasi, penumpang juga bisa melewati bukan hanya boarding gate melainkan juga security check dan lainnya tanpa perlu mengeluarkan KTP atau paspor.

Setelah terdaftar dan tiba di bandara, penumpang cukup mendatangi gerai CLEAR di berbagai concourse di Bandara Palm Beach, sebelum security checkpoint.

Baca juga: Vision-Box Hadirkan Teknologi Identitas Digital dengan Biometrik Canggih di Bandara

Cara menggunakannya juga simpel, penumpang hanya perlu berdiri di depan perangkat CLEAR dengan jarak sekitar satu meter dan teknologi biometrik pada CLEAR akan membaca data diri penumpang melalui mata dan sidik jari sehingga tak lagi perlu mengeluarkan KTP atau paspor saat skrining keamanan.

Hal ini dipercaya dapat mempercepat proses skrining keamanan bagi penumpang yang menggunakan layanan tersebut. Dengan begitu, kepadatan akan terurai sekalipun traffic sedang meningkat tajam saat liburan musim panas.

Sepak Terjang Tugas Seorang Masinis Hingga Kantongi Gaji Puluhan Juta Rupiah

Berwibawa, gagah dan profesional. Itulah profesi yang di embani oleh seorang masinis yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugas mengantar penumpang di berbagai wilayah. Ya, seorang masinis khususnya di wilayah Jabodetabek menjalankan tugas di KAI Commuter mampu mengantongi gaji hingga Rp20 juta dalam satu bulan. Tugas yang sangat beresiko dan penuh tanggung jawab ini harus dilakukan setiap hari pada seorang masinis. Masinis yang bergaya bak seorang pilot ini merupakan profesi yang menjanjikan dengan jam terbang yang telah disesuaikan.

Baca juga: Intip Besaran Gaji Masinis Yuk, Nominalnya Bikin Melongo!

Walau memiliki profesi yang menjanjikan dengan jam terbang yang sesuai aturan yang berlaku, masinis tak sepenuhnya harus berjibaku menjalankan KRL (kereta rel listrik) terus menerus. Walau tergantung pada jam terbang, minimal masinis dalam satu bulan bisa membawa pulang gaji sebesar Rp12 juta. Nah, jika tertarik dengan profesi masinis yang dijabarkan tadi, kira-kira syarat utama menjadi masinis apa, ya?

Hal utama syarat menjadi masinis adalah harus sehat dengan kategori sehat tipe A. Maksudnya tidak boleh memiliki riwayat penyakit jantung atau penyakit berbahaya lainnya, tidak memakai kacamata dan tentunya harus bebas dari narkoba. Tinggi badan pun mempengaruhi yaitu minimal 160 centimeter.

Kemudian pendidikan juga diutamakan saat masuk menjadi masinis yaitu memegang ijazah SMA atau sederajat, kemudian persyaratan umum lainnya harus dimiliki termasuk nilai ijazah yang rata – rata 7. Setelah melewati proses tersebut, maka calon masinis harus mengikuti diklat. Diklat juga dilakukan secara bertahap selama satu tahun yang nanti hasilnya calon masinis akan mengantongi sertifikasi KO 61, dilanjutkan diklat selanjutnya untuk mengantongi KO 62.

Untuk KO 62 sendiri calon masinis akan bertugas sebagai asisten masinis terlebih dahulu sebelum diizinkan membawa kereta yang membawa penumpang dan tanpa asisten. Asyiknya selama roses diklat saja, calon masinis sudah mendapatkan gaji, meskipun cuma gajji pokok saja. Gaji pokok tersebut didapatkan masinis sebesar Rp 4jutaan dan belum termasuk tunjangan lainnya. Proses tersebut dilalui mulai dari teori hingga ke praktek.

Untuk teori juga tersedianya kelas – kelas yang diikuti mulai dari teori teknis dan lain sebagainya. Ternyata sebelum dilakukan praktek, para peserta diklat ini melakukan latihan menggunakan Commuter Train Simulator dengan simulator seperti pada aslinnya. Setiap peserta yang berlatih pun akan dinilai saat mencoba simulator tersebut berikut dengan nilai hasilnya.

Baca juga: Commuter Training Simulator, Bantu Calon Masinis Uji Sertifikasi

Lalu bagaimana dengan prakteknya? Saat praktek, calon masinis tentu saja akan melakukan secara langsung membawa kereta namun tidak membawa penumpang. Untuk Commuter Line sendiri, para peserta akan praktek di Depo KRL Depok dengan uji coba mulai dari prosedur awal hingga menjalankan dengan berbagai macam kecepatan. Praktek ini dilakukan selama 2 tahun setengah. Bagaimana ingin jadi masinis KRL? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Permudah Naik LRT Jabodebek, Penumpang Cukup Bayar Pakai Kartu Uang Elektronik

LRT Jabodebek sebentar lagi akan dioperasikan warga pun pasti tak sabar untuk menikmati perjalanan dengan kereta buatan anak bangsa ini. Sebanyak 18 stasiun yang akan disinggahi LRT melintasi area Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Rangkaian kereta pun selalu di uji coba secara bertahap dan kesiagaan dalam pengecekan selalu dilakukan. Tak hanya rangkaian kereta yang dilakukan pengecekan, bagian vital dari wilayah LRT pun harus dilakukan pengecekan, seperti rel, persinyalan, bangunan stasiun dan fasilitas penunjang untuk penumpang.

Baca juga: Segera Launching, Inilah Metode dan Sistem Pembayaran Tiket LRT Jabodebek

Sebagai langkah kemudahan bagi penumpang yang akan menggunakan LRT Jabodebek, nantinya akan dilakukan sistem pembayaran menggunakan kartu uang elektronik, yang terdiri dari Multi Trip, Dompet Digital, ataupun kartu elektronik perbankan lainnya. Cara ini sudah dirasa mudah mengingat transportasi di Jakarta semua sudah menggunakan kartu uang elektronik. Pengisiannya pun cukup di loket – loket stasiun dan terdapat unit vending machine yang tentunya sudah di sediakan. Seperti yang di kabarkan, LRT Jabodebek melewati 18 stasiun, diantaranya Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Dengan adanya LRT Jabodebek, penumpang khususnya yang berada di wilayah yang dilewati LRT dapat mempermudah perjalanan ke berbagai wilayah di Jabodebek untuk melakukan aktivitas dengan mudah. Tak perlu khawatir lagi terjebak kemacetan yang dapat perjalanan jadi sia – sia karena waktu yang terbuang. Dan mempermudah dalam menggunakan LRT Jabodebek cukup dengan pembayaran kartu uang elektronik. Dan diketahui LRT Jabodebek akan melakukan soft launching pada 17 Agustus 2022 mendatang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Transit di Kuala Lumpur, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta/Bali ke Kochi/Mumbai (India)

Dengan pesawat narrow body Boeing 737 series, Batik Air yang berbasis di Malaysia  mengumumkan per 1 Agustus 2022 akan memperluas koneksi internasionalnya antara Indonesia dan India. Dalam rute bari ini, ada dua titik koneksi dari Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Sementara titik koneksi di India, yakni Bandara Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai dan Bandara Kochi.

Baca juga: Batik Air Layani Penerbangan Langsung Denpasar – Brisbane, ke Melbourne Kini 1x Setiap Hari

Kesemua penerbagan dari dan pergi antara Indonesia dan Malaysia akan transit di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia. CEO Batik Air, Capt. Mushafiz Bin Mustafa Bakri dalam siaran pers mengatakan, “Batik Air senantiasa mendukung program pemerintah di masing-masing negara (Indonesia, Malaysia dan India) dalam tahap pemulihan ekonomi global. Salah satu upaya yang dilakukan Batik Air dengan menambahkan kota tujuan Mumbai dan Kochi di India pada peta layanan internasional. Penerbangan memberikan nilai lebih yakni saling terkoneksi atau saling menghubungkan destinasi favorit meliputi kawasan Asia Tenggara: Jakarta, Bali dan Malaysia dengan Asia Selatan di Mumbai dan Kochi.”

Seiring pemulihan perjalanan udara yang diikuti peningkatan permintaan pasar penerbangan Jakarta – Mumbai, Jakarta – Kochi, Bali – Mumbai dan Bali – Kochi melalui (transit) Bandar udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) akan semakin meningkatkan hubungan bilateral antarnegara, memperlancar pergerakan aktivitas perekonomian internasional serta mempermudah akses bagi pebisnis dan wisatawan untuk berkunjung ke kota besar yang memiliki objek wisata populer, pusat perdagangan serta potensi pengembangan bisnis.

Baca juga: Kenapa Musim Hujan di India Bisa Tingkatkan Risiko Bird Strike?

Untuk penerbangan antara Indonesia dan India, Batik Air menawarkan tarif tiket spesial satu kali terbang (one way)
1. Jakarta ke Mumbai mulai dari Rp4.050.300
2. Jakarta ke Kochi mulai dari Rp3.121.300
3. Bali ke Mumbai mulai dari Rp4.389.300
4. Bali ke Kochi mulai dari Rp3.110.300

Bandara Pakyong di Timur Laut India, Tawarkan Eksotisme Himalaya

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya lepas landas atau mendarat di sebuah bandara yang memiliki lanskap pegunungan Himalaya? Wah, pasti keren banget ya! Nah, sekarang Anda tidak perlu repot-repot membayangkannya lagi, karena Bandara Pakyong siap untuk memanjakan setiap pengunjung yang datang atau hendak bertolak dari bandara yang terletak di Sikkim, sebelah Timur Laut India ini.

Baca Juga: Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Bertengger di ketinggian 1.400 mdpl, bandara yang baru dibuka pada 24 September 2018 ini masuk ke dalam salah satu bandara tertinggi di India. Tidak hanya itu, Bandara Pakyong juga menyandang predikat sebagai greenfield airport pertama di wilayah Timur Laut India.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, greenfield airport merupakan bandara yang mencerminkan kualitas lingkungan tertentu. Biasanya bandara ini akan menggunakan lahan kosong yang sebelumnya belum pernah dikembangkan. Sementara itu, lahan hijau (green field) yang dimaksud di sini didefinisikan sebagai hamparan lahan luas yang masih alami seperti padang rumput.

Sumber: News on Screen

Adapun bandara yang menduduki lahan seluas 900 hektar ini diharapkan dapat membantu peningkatan pendapatan daerah Sikkim, terutama di sektor pariwisatanya. Ya, Sikkim seolah merupakan gerbang menuju daerah-daerah di sekitarnya seperti Bengal Barat di sebelah Selatan dan Bhutan di sebelah Timur.

Dikutip dari laman telegraph.co.uk, bandara yang memiliki ukuran landas pacu 1.700m x 30m ini akan mulai mengoperasikan penerbangan perdananya pada 4 Oktober mendatang. Pembangunan bandara ini diperkirakan menelan dana hingga US$68,7 juta atau yang setara dengan Rp1,03 triliun. “Pembangunan bandara ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa,” ujar Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Baca Juga: Bandara-Bandara Tertinggi di Dunia, Sebagian Besar Berada di Cina

Salah satu keindahan lanskap yang bisa Anda lihat dari Bandara Pakyong adalah Gunung Kanchenjunga, gunung tertinggi ketiga di dunia setelah Gunung Everest dan Chogori. “Sikkim adalah salah satu negara bagian terindah di India, dimana tanaman dan tanahnya tergolong cukup subur karena curah hujan yang cukup tinggi. Penampakan Gunung Kanchenjunga yang menjulang semakin menambah keajaiban dari tempat ini,” ujar salah satu pelancong yang pernah mengunjungi Sikkim pada tahun 2010 silam, Jon Stock.

Duh, jadi semakin penasaran ya sama bandara berkode PYG ini! Sekiranya Anda ada kesempatan, jangan lupa untuk mengudara dari sini dan nikmati lukisan Sang Pencipta.

 

Widebody vs Narrowbody: Bagaimana Perbedaan dan Persamaan Pekerjaan Pramugari di Kedua Jenis Pesawat?

Terlepas dari besarnya pundi-pundi rupiah yang dibawa pulang serta pengalaman jalan-jalan di banyak destinasi wisata di seluruh dunia selama layover, pramugari atau awak kabin pada umumnya memilki segudang tugas. Tugas-tugas tersebut bisa jadi lebih ringan atau lebih berat dijalani, tergantung pada jenis pesawat, widebody atau narrobody.

Baca juga: Ini Perbedaan Penerbangan Jarak Jauh dan Jarak Pendek dari Kacamata Pramugari

Pesawat narrowbody atau pesawat berbadan sempit sendiri adalah pesawat yang memiliki satu lorong atau single aisle. Dahulu, definisi pesawat narrowbody identik juga dengan dua mesin atau lebih, tiga atau empat. Namun, saat ini definisi tersebut sudah tidak ada lagi mengingat sudah banyak pesawat widebody atau lebih dari satu lorong hanya dilengkapi dengan dua mesin.

Dari definisi tersebut, Airbus A320 dan Boeing 737 termasuk dalam kelompok pesawat narrowbody. Umumnya, pesawat jenis ini dioperasikan dalam konfirgurasi tunggal (satu kelas) dan dua kelas, ekonomi dan bisnis. Sebagian besar pesawat beroperasi di rute jarak pendek maupun menengah.

Pesawat narrowbody pada umumnya berkapasitas 100-200an penumpang. Adapun pesawat narrowbody terbesar adalah Boeing 757-300 yang berkapasitas hingga 295 penumpang.

Sedangkan widebody atau pesawat berbadan lebar adalah pesawat yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Umumnya, pesawat berbadan lebar digunakan untuk rute-rute jarak jauh ataupun menengah, baik penumpang maupun kargo, sekalipun ada juga maskapai yang menggunakan widebody untuk jarak pendek, salah satunya Emirates yang mengoperasikan rute terpendek A380 di dunia.

Dari segi jumlah penumpang, umumnya widebody mengangkut antara 200-850 penumpang dengan konfigurasi tiga kelas ataupun full ekonomi. Untuk konfigurasi full ekonomi, formasinya berbeda-beda, bergantung pada kebijakan masing-masing, entah 2-3 -2, 3-3-3, atau 3-4-3.

Pesawat widebody juga diartikan sebagai pesawat dengan dua lorong, sekalipun hanya memiliki dua mesin, yang mematahkan pendapat dimana widebody diartikan sebagai pesawat dengan empat mesin. Sedangkan dua ataupun satu tingkat, hal itu tidak menjadi acuan sebuah pesawat disebut widebody.

Dari sisi awak kabin atau pramugari/pramugara, pesawat widebody dan narrowbody secara umum tidak mempengaruhi rutinitas pekerjaan. Hanya saja, detail-detailnya berbeda, salah satunya komposisi tim. Biasanya, pada pesawat narrowbody hanya ada tiga sampai lima awak kabin per penerbangan dengan asumsi satu awak kabin melayani 50 penumpang.

Dengan kapasitas yang jauh lebih besar, pesawat widebody sudah pasti membutuhkan lebih banyak awak kabin. Namun, pada jenis pesawat ini, perbandingannya adalah satu pramugari untuk kurang dari 50 penumpang dan jumlah ini disesuaikan dengan banyaknya pintu pesawat.

Pada pesawat Airbus A349, misalnya, dibutuhkan sekitar sembilan pramugari. Di pesawat Airbus A380, rata-rata dibutuhkan 21-26 pramugari tergantung maskapai, jarak penerbangan, dan jumlah penumpang.

Baca juga: Berapa Banyak Pramugari yang Dibutuhkan di Sebuah Pesawat?

Dalam pembagian tugas pun, pesawat narrowbody dan widebody membedakan detail itu kepada pramugari. Pada pesawat narrowbody, biasanya awak kabin senior dan satu pramugari akan fokus melayani bagian depan kabin, baik kelas bisnis maupun ekonomi. Bila penumpang kelas bisnis sedikit, ini akan dilayani sendirian oleh pramugari senior dan pramugari lainnya melayani kelas ekonomi.

Pada pesawat widebody, pembagian tugas pramugari juga hampir sama. Bedanya adalah pramugari senior biasanya akan lebih banyak mengatur hal-hal teknis, salah satunya seperti pembagian snack atau makanan. Demikian seperti dikutip dari Simple Flying.

Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah dengan Segudang Kontroversi

Selain United Airlines, satu maskapai lain yang kerap menuai kontroversi adalah Low Cost Carrier asal Irlandia, Ryanair. Setelah pemberitaan terakhir menyebutkan bahwa maskapai ini telah ‘menelantarkan’ awak penerbangnya di Bandara Malaga, Spanyol, namun siapa sangka bahwa awak kabin dari maskapai ini harus membayar seragam dan biaya kursus dari kocek pribadi? Nilainya pun mencapai Rp6,2 juta. Duh, ada-ada saja ya regulasi yang diberlakukan oleh maskapai yang bermarkas di Dublin ini.

Baca Juga: Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Kira-kira ada fakta nyeleneh apalagi yag yang terselip di balik nama Ryanair? Berikut KabarPenumpang.com himpun sejumlah fakta unik dari Ryanair, dirangkum dari berbagai laman sumber.

Awal Berdirinya Website Ryanair
Sedikit mundur ke tahun dimana laman website baru booming, pihak Ryanair dapat dengan cepat melihat potensi keuntungan yang dapat diraup melalui dunia maya. Alih-alih menggunakan jasa ahli di bidang desain laman website, Ryanair lebih memilih beberapa siswa dari Trinity untuk mendesain laman web awalnya.

Rute Perdana
Didirikan pada 28 November 1984, Ryanair hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tahun untuk memulai operasi perdananya. 8 Juli 1985 menjadi tanggal dimana maskapai ini menyanggupi penerbangan komersial perdananya. Dengan menggunakan Embraer Bandeirante turboprop aircraft, melakoni operasi perdananya di rute pendek, Waterford menuju Gatwick.

Operator Boeing 737-800 Terbesar
Hampir mirip seperti Emirates yang hanya menggunakan dua jenis pesawat saja (Airbus A380 dan Boeing 777), Ryanair juga termasuk salah satu maskapai yang paling minim mengelola variasi armada. Dari 450 armada yang menggunakan livery Ryanair, 449 diantaranya merupakan Boeing 737-800, dan satu sisanya adalah Boeing 737-700.

Dikutip dari laman sumber lain, Ryanair kini tengah menantikan 135 unit armada Boeing 737 MAX 8 – jenis yang sama dengan Lion Air JT-610. Sebagai informasi tambahan, Ryanair tidak pernah menggunakan armada Airbus, lho!

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Digandrungi Penumpang Karena Murah
Nama Ryanair muncul di urutan kedua dalam daftar maskapai Eropa yang paling banyak mengangkut penumpang terjadwal dan charter yang dirilis oleh Wikipedia. Terhitung pada bulan September 2018, Ryanair telah menerbangkan sebanyak kurang lebih 105,3 juta penumpang.

Ramai-ramai Maskapai Terbangkan Airbus A380, Industri Penerbangan 100 Persen Pulih?

Sempat digadang-gadang akan dipensiunkan lebih cepat akibat pandemi Covid-19, maskapai global ramai-ramai mulai mengoperasikan kembali armada Airbus A380. Sampai saat ini, tercatat ada sembilan maskapai yang sudah maupun yang akan menerbangkan lagi pesawat komersial terbesar di dunia itu di banyak rute favorit.

Baca juga: “Bangkit dari Kubur”, Singapore Airlines Aktifkan Airbus A380 yang Disimpan di Gurun

Catatan ch-aviation, mulai 27 Mei sampai 2 Juni lalu, banyak Airbus A380 terbang ke 53 rute di seluruh dunia oleh sedikitnya tujuh maskapai, mulai dari Emirates, Singapore Airlines, British Airways, Qatar Airways, Qantas, China Southern, dan Korean Air.

Dari deretan maskapai tersebut, sudah pasti raksasa maskapai asal Timur Tengah, Emirates, yang mengerahkan lebih banyak pesawat A380 dan rute. Hal ini tentu wajar mengingat posisi Emirates sebagai maskapai operator A380 terbesar di dunia, melampaui operator A380 pertama, Singapore Airlines.

Disebutkan, Emirates mengoperasikan 34 rute A380 mulai 27 Mei sampai 2 Juni. Rute-rute tersebut hampir seluruhnya kebanyakan ke kota-kota besar Eropa dengan destinasi wisata unggulan, seperti Milan, London, Manchester, Paris, Moskow, Wina, Amsterdam, Düsseldorf, Frankfurt, Hamburg, Istanbul, Madrid, Munich, dan Zurich.

Lainnya mencakup Asia dan Amerika Utara serta sebagian kecil Amerika Selatan, seperti Bangkok, Guangzhou, Seoul, Toronto, Washington, Sydney, San Francisco, São Paulo, dan New York.

Semua tujuan tersebut adalah keberangkatan dari Dubai pp. Itu tentu tidak mengherankan mengingat posisi Dubai sebagai mega hub global dan Emirates sebagai maskapai global terkemuka dengan jaringan penerbangan ke banyak tempat bersaing ketat dengan Singapore Airlines.

Setelah Emirates dengan puluhan rutenya, ada Singapore Airlines dan British Airways yang sama-sama mengoperasikan Airbus A380 di enam rute. Bedanya, British Airways seluruh rutenya terbang ke Amerika Utara, dimana lima di antaranya ke Amerika Serikat (AS). Adapun Singapore Airlines lebih merata, mencakup New Delhi, London, Mumbai, Frankfurt, New York, dan Sydney.

Qatar Airways, yang juga bersaing ketat dengan Emirates sebagai maskapai terbesar Timur Tengah, hanya mengoperasikan empat rute A380; London, Paris, Bangkok, dan Sydney.

Setelahnya, berturut-turut Qantas, China Southern, dan Korean Air masing-masing satu rute Airbus A380.

Selain tujuh maskapai tersebut, salah satu grup maskapai terbesar di dunia, Lufthansa, baru-baru ini mengkonfirmasi akan mengoperasikan Airbus A380. Hanya saja, maskapai belum mengumumkan rute mana saja dan berapa banyak pesawat A380 yang dioperasikan kembali.

Satu hal yang pasti, beroperasinya A380 Lufthansa adalah pertanda terjadinya peningkatan permintaan penerbangan. Di samping itu, adanya penundaan pengiriman Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777X menjadi dasar mengapa Lufthansa mengoperasikan kembali A380. Alasan yang sama bukan tak mungkin jadi dasar maskapai lain mengoperasikannya.

Akan tetapi, Emirates, dengan kepemilikan 123 armada A380, dalam satu kesempatan pernah mengungkapkan melalui sang presiden, Tim Clark, bahwa pesawat komersial terbesar di dunia masih memiliki banyak hal menarik untuk menarik penumpang duduk di kursinya.

Baca juga: Tok! Pesawat Airbus A380 Terakhir Dikirim ke Emirates, Era Pesawat Komersial Terbesar Usai

“Ada (yang menyebut) penurunan ketertarikan dan antusiasme (penumpang untuk naik A380). Kami tidak sependapat dengan itu; kami menggunakan pesawat (A380) yang hebat ini untuk bekerja,” katanya.

“Kami memiliki apa yang saya pikir sebagai salah satu pesawat terindah yang pernah diterbangkan,” tutupnya, seperti dikutip dari Reuters.

Ramaikan Tempat Wisata, Stasiun Pegadenbaru Tambah Pemberhentian Kereta Api, Apa Saja, ya?

Baru–baru ini ada informasi mengenai penambahan pemberhentian baru di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon. Ya, Stasiun Pegadenbaru merupakan stasiun yang dipilih dalam perjalanan kereta api jarak jauh untuk naik dan turun penumpang. Stasiun Pegadenbaru merupakan stasiun yang berlokasi di Jalan Stasiun Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Stasiun ini memiliki ketinggian +27M diatas permukaan laut. Awalnya beberapa kereta api memang berhenti disini terutama kelas ekonomi. Namun saat ini kelas eksekutif turut berhenti di stasiun yang berstatus kelas 1 ini.

Baca juga: Kursi di Gerbong Menghadap Laut, Inilah “Sea Rail” Kereta Wisata Khas Pesisir Korea Selatan

Stasiun Pegadenbaru sudah memiliki jadwal baru untuk pemberhentian kereta api dengan tujuan stasiun yang berada di kawasan Jakarta/Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa kereta api tambahan yang berhenti disini adalah Kutojaya Utara, Dharmawangsa, Tegal Bahari, Matarmaja, Gaya Baru Malam Selatan, Airlangga, dan Bangunkarta. Untuk kereta api pemberhentian lainnya dari Stasiun Bandung hanya KA Harina saja. Penumpang juga masih bisa membeli tiket secara online atau bisa juga pembelian secara langsung di stasiun. Bahkan penumpang bisa memesan tiket di loket yang tersedia di Stasiun Pegadenbaru.

Kira–kira apa yang bagus jika kita berkunjung ke Pegadenbaru? Ternyata di kawasan ini terdapat lokasi wisata yang dibuka sejak tahun 2021 lalu. Area wisata ini bernama Taman Anggur Kukulu O&I Farm yang berada di Pegaden Barat, Subang. Lokasi ini berjarak setengah jam menggunakan roda 2 maupun roda 4.

Baca juga: Berhasil Diuji Coba, KAI Tambah 3 Kereta Wisata Priority Buatan Balai Yasa Manggarai

Menurut informasi dari berbagai sumber, destinasi wisata ini merupakan wisata yang strategis dengan biaya yang relatif murah. Tiket masuknya saja hanya Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak – anak. Banyak arena yang memungkin pengunjung bisa puas saat didalam, yaitu terdapat saung untuk bersantai, beberapa spot foto dan ada pula kolam renang. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Pre-Flight Checks, Tugas Pertama Awak Kabin dan Paling Penting, Bagaimana Bisa?

Terlepas dari besarnya pundi-pundi rupiah yang dibawa pulang serta pengalaman jalan-jalan di banyak destinasi wisata di seluruh dunia selama layover, pramugari atau awak kabin pada umumnya memilki segudang tugas. Namun, dari kebanyakan itu, tugas pertama dan paling penting awak kabin adalah pre flight check.

Baca juga: Terungkap! Pramugari Selalu Bohong Saat Penumpang Tanyakan Hal Ini

Pre flight check oleh awak kabin sendiri terdiri dari tiga hal; security check, safety check, dan safety equiptment check.

Security check adalah hal pertama dan paling mendasar yang harus dilakukan oleh awak kabin saat menaiki pesawat. Ini biasanya akan diawali dengan men-scanning kabin dengan gerakan memutar untuk memastikan semua area aman dan tidak ada barang-barang yang seharusnya tidak ada di kabin.

Pun sebaliknya, sebagai bagian dari security check, awak kabin atau pramugari/pramugara harus mengecek seluruh perlengkapan dan peralatan yang seharusnya ada di kabin, seperti jaket pelampung, masker oksigen, kartu petunjuk keselamatan di seatback atau seat pocket, seat belt, dan lain sebagainya.

Setelah seluruh kabin dan barang-barang yang tidak mesti serta mesti ada di kabin aman, awak kabin akan lanjut mengecek toilet, seperti water heater, saluran pembuangan air, flush, smoke detector atau sensor asap, dan lainnya. Area galley dan crew jump seat juga termasuk dalam list security check yang mesti diperiksa secara menyeluruh.

Semua cart dan atlas boxed dari katering harus dalam keadaan tersegel dan tidak ada yang rusak. Area pintu harus benar-benar bebas dari segala halangan.

Usai security check, awak kabin akan beranjak melakukan safety check. Sebetulnya ini masih linear dengan security check. Dalam safety check, awak kabin biasanya mengecek apakah harness berfungsi dan dipasang dengan benar. Passenger address system, evacuation alarm, dan emergency lights juga dicek dan dipastikan semuanya berfungsi dengan baik.

Beberapa pesawat bahkan menuntut awak kabin untuk turut mengecek slide pressure gauge pada pintu utama maupun pintu emergency.

Hal terakhir yang harus dicek adalah safety equiptment atau safety equiptment check. Sebagaimana namanya, sekilas ini seperti ada kesamaan dengan security check yang memeriksa perlengkapan keselamatan. Bedanya, jika security check fokusnya untuk kebutuhan penumpang, pada safety equiptment check untuk kebutuhan awak kabin.

Peralatan keselamatan tersebut seperti PBE (protective breathing equipment) atau biasa juga disebut smoke hood karena fungsinya untuk menembus ruang berasap saat kebakaran, torch, fire gloves, dan alat pemadam api. Itu semua harus dicek ketersediaan dan fungsinya sebelum pesawat mengudara.

Baca juga: Bagaimana Pramugari Beri Pertolongan Pertama ke Penumpang di Pesawat?

Pada pesawat narrowbody yang tidak ada layar IFE, biasanya awak kabin akan melakukan safety demonstration sebelum pesawat lepas landas. Semua peralatan dan perlengkapan itu juga harus dicek ketersediaannya.

Item lain yang termasuk dicek adalah life raft, extension seat belt dan infant seatbelt atau sabuk pengaman bayi, extra life jacket untuk dewasa, anak-anak, rakit bayi, fire containment bag atau tas penahan api, kotak P3K, AED (automated external defibrillator), ELT (emergency locator transmitter), dan lainnya. Demikian dikutip dari Simple Flying.