PO Puspa Jaya Asal Lampung, Masih Eksis di Tengah Persaingan Transportasi Darat

Di tengah persaingan ketat dunia transportasi darat Indonesia, nama Perusahaan Otobus (PO) Puspa Jaya tetap berdiri kokoh sebagai salah satu perusahaan otobus (PO) legendaris yang melayani rute lintas Sumatera–Jawa. Namun, di balik kesuksesannya saat ini, Puspa Jaya memiliki sejarah panjang yang dimulai dari usaha sederhana di tanah Lampung.

PO Puspa Jaya merupakan perusahaan keluarga yang berfokus pada jasa transportasi bus khususnya antarkota antaprovinsi (AKAP) dan juga bus pariwisata. Didirkan oleh I Ketut Naryan pada 31 Oktober 1978 di Lampung.

Awal berdirinya, usaha angkutan bus ini Bernama PUspa Sari di Way Kanan, Lampung. Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, PO Puspa Jaya mulai dikenal luas karena armadanya yang bersih dan tepat waktu.

Layanan eksekutif dan VIP pun mulai diperkenalkan, mengikuti kebutuhan penumpang akan kenyamanan lebih selama perjalanan jauh. Perusahaan juga mulai menggandeng karoseri-karoseri ternama seperti Adiputro, Laksana, dan Tentrem, untuk menghadirkan bus-bus dengan tampilan dan fasilitas modern.

Puncak ekspansi terjadi saat dibukanya Jalan Tol Trans Sumatera, yang mempercepat perjalanan lintas pulau. Puspa Jaya menjadi salah satu PO pertama yang memaksimalkan rute via tol, sehingga waktu tempuh dari Lampung ke Jakarta dan sekitarnya bisa jauh lebih cepat.

PO Puspa Jaya dikenal sebagai salah satu pelopor dalam penggunaan armada sasis premium seperti Mercedes-Benz OH 1836. Kemudian menyediakan layaan sleeper seat, integrasi teknologi seperti pemesanan tiket online dan rebranding livery dan penyegaran unit secara berkala.

Bahkan di tahun 2024–2025, Puspa Jaya kembali menarik perhatian publik dengan peluncuran lima unit baru berbody Legacy SR3 dari Karoseri Laksana sebuah langkah yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan kenyamanan penumpang. Meski dikenal dengan warna khas merah dan kuning pada masa lalu, kini livery Puspa Jaya tampil lebih elegan dan dinamis, mengikuti tren desain masa kini.

Logo pun telah diperbarui untuk menggambarkan citra perusahaan yang modern, profesional, namun tetap membumi. Kini, PO Puspa Jaya tak hanya dikenal sebagai angkutan antarprovinsi, tapi juga sebagai bagian dari identitas transportasi Lampung.

Banyak pelanggan setia yang telah menggunakan layanan Puspa Jaya selama puluhan tahun dan membuktikan kuatnya kepercayaan publik terhadap brand ini. PO Puspa Jaya bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah bagian dari sejarah, penghubung antar pulau, dan saksi bisu perjalanan jutaan masyarakat Indonesia dari masa ke masa.

Layanan Night Ride, Perjalanan Ekspres Tanpa Banyak Hentian

Tak Perlu Mahal, Hiling Naik KA Pangrango Cukup Bayar Tiket Mulai dari Rp30 Ribu Aja!

Bagi yang suka hiling dengan kereta api yang jaraknya tak terlalu jauh, sepertinya Kereta Api Pangrango bisa jadi solusi. Ya, KA Pangrango dengan rute Stasiun Bogor sampai Stasiun Sukabumi rasanya bisa dicoba untuk mengisi waktu tatkala saat hari libur.

PT Kerera Api Indonesia (KAI) telah menjalankan KA Pangrango ini sejak peresmian pertama kali pada 9 November 2013 lalu. KA Pangrango diresmikan untuk menggantikan layanan KA Bumi Geulis yang telah berhenti beroperasi sejak 15 Desember 2012.

Fyi, layanan kelas eksekutif KA Pangrango saat itu sempat dihentikan pada 1 Januari 2016, namun kemudian kembali disediakan pada 26 Januari 2016. Selain itu, PT. Kereta Api Indonesia menambah jadwal KA Pangrango Tambahan mulai 16 Mei 2019 untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap kereta Sukabumi-Bogor ini.

Berdasarkan asal katanya, nama “Pangrango” diambil dari nama Gunung Pangrango yang berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. KA Pangrango awalnya menghubungkan dari Stasiun Bogor Paledang dengan Stasiun Sukabumi, namun hingga kini penumpang masih bisa naik dari Stasiun Bogor yang berada di jalur 2. Kereta api ini memiliki jarak sekitar 57 kilometer dan waktu tempuh rata-rata 1 jam 50 menit.

KA Pangrango menawarkan kelas eksekutif dan ekonomi dengan susunan tempat duduk 2-2. Fasilitas yang disediakan KA Pangrango meliputi AC, toilet, bagasi, colokan listrik, serta gantungan. Tempat duduk tersusun berhadapan dengan pengaturan permanen. Sementara itu, layanan makan berbayar tersedia melalui kereta makan.

KA Pangrango adalah pilihan yang nyaman dan praktis untuk perjalanan antara Bogor dan Sukabumi. Tak heran, untuk harga tiket kelas ekonomi premiumnya saja diberlakukan mulai harga Rp30.000 saja untuk rute dari Stasiun Bogor sampai Stasiun Cibadak dan Rp45.000 sampai dengan Stasiun Sukabumi.

Sedangkan untuk kelas eksekutif diberlakukan mulai Rp50.000 dengan rute Stasiun Bogor sampai Stasiun Cibadak dan Rp80.000 sampai dengan Stasiun Sukabumi.

 

Menggunakan KA Pangrango pada puncak ramainya penumpang terjadi saat weekend atau pada Hari Sabtu dan Minggu. Walaupun hanya sekadar menikmati wisata dikawasan Kota Sukabumi, banyak masyarakat memanfaatkan KA Pangrango ini untuk perjalanan satu hari bolak balik.

Selain tak merogoh kocek dalam-dalam untuk menggunakan Kereta Api Pangrango ini, masyarakat merasakan kepuasan saat diperjalanan. Selain memiliki fasilitas yang terlampau nyaman, penumpang bisa menikmati pemandangan indah selama perjalanan yang merupakan nilai tambah saat menggunakan KA Pangrango. Kira-kira kalian sudah berapa kali nih gunakan KA Pangrango?

Begini Kondisi Penumpang KA Pangrango Keberangkatan Stasiun Bogor

Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026

Pengembang dan operator jaringan kereta api nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, telah mengonfirmasi waktu peluncuran untuk layanan kereta penumpang yang sangat dinanti-nantikan. Etihad Rail mengatakan dalam sebuah posting di X (sebelumnya Twitter) bahwa jalur tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2026.

Etihad Rail mengatakan telah memberi pengarahan kepada Sheikh Hamdan bin Zayed Al Nahyan, Perwakilan Penguasa di Wilayah Al Dhafra, tentang kemajuan terbaru Jaringan Kereta Api Nasional UEA.

Delegasi dari Etihad Rail, yang dipimpin oleh CEO Shadi Malak, diterima oleh Sheikh Hamdan di Istana Al Dhanna. Selama pertemuan tersebut, tim Etihad Rail memberikan pembaruan komprehensif tentang perkembangan jaringan kereta api nasional yang sedang berlangsung, dengan fokus khusus pada layanan kereta penumpang yang akan datang, jelas posting tersebut.

Postingan X Etihad Rail berbunyi, “Proyek ini merupakan salah satu proyek transportasi strategis terbesar di negara ini, yang mencerminkan komitmen berkelanjutan Yang Mulia untuk memantau proyek-proyek nasional dan dukungannya yang berkelanjutan terhadap inisiatif pembangunan infrastruktur di seluruh UEA.”

Peluncuran layanan penumpang Etihad Rail pada tahun 2026 diharapkan dapat merevolusi perjalanan di seluruh UEA, menawarkan moda transportasi yang cepat, efisien, dan berkelanjutan yang menghubungkan pusat-pusat dan wilayah-wilayah perkotaan besar.

Etihad Rail didirikan berdasarkan Undang-Undang Federal No. 2 untuk mengelola pengembangan, pembangunan, dan pengoperasian jaringan kereta api penumpang dan barang nasional UEA.

Dua Negara Gurun, UEA dan Oman Akan Saling Terhubung Lewat Jalur Kereta Penumpang dan Barang

Pada bulan Januari, Etihad Rail mengungkap rincian tentang proyek kereta api berkecepatan tinggi baru yang menghubungkan Abu Dhabi dan Dubai. Kereta api berkecepatan tinggi ini akan memungkinkan orang untuk melakukan perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai hanya dalam waktu 30 menit, dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Rute tersebut akan melewati tujuan-tujuan strategis utama dan tempat-tempat wisata, memastikan perjalanan yang lancar bagi penumpang dan pengunjung.

“Proyek ini akan memungkinkan konektivitas yang lancar antara Abu Dhabi dan Dubai, sehingga mengurangi waktu tempuh secara signifikan. Proyek ini juga akan meningkatkan kualitas hidup warga negara, penduduk, dan pengunjung sekaligus memperkuat hubungan sosial ekonomi antara kedua emirat tersebut,” kata Etihad Rail awal tahun ini. Kereta cepat ini diharapkan dapat menyumbang Dh145 miliar bagi PDB UEA selama lima dekade mendatang.

Mau Berlibur Lebih Berkesan? Yuk, Coba Wisata Kereta Api Saat Long Weekend

Mumpung weekend apa salahnya tidak mencoba liburan yang sangat berkesan dengan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) selain memiliki banyaknya kereta api reguler yang tersebar di Jawa dan Sumatera, namun juga memilkli kereta api wisata yang membuat kalian merasa lebih berkesan.

Beberapa kereta api wisata yang disediakan biasanya ramai saat libur panjang (long weekend). Dengan harga yang variasi dan memiliki jalur kereta api nan bersejarah, adanya wisata kereta ini menarik masyarakat lebih mengenal kereta api lebih dekat. Selain itu menggunakan kereta wisata menjadikan salah satu alternatif liburan yang berkesan nan edukatif. Berikut ini kabarpenumpang akan memberikan daftar kereta wisata yang bisa kalian coba.

• KA Wisata Jaladara
Naik kereta uap Jaladara di Solo seperti naik mesin waktu. Jalurnya melewati pusat kota Solo dan melewati beberapa objek bangunan bersejarah seperti Loji Gandrung, Taman Sriwedari, Benteng Vastenburg, hingga berakhir menuju Stasiun Solo Kota.

Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Untuk wisata KA Jaladara ini dipatok tarif Rp100.000 per orang sekali perjalanan atau Rp3 juta untuk rombongan per perjalanan. Tentunya dengan wisata KA Jaladara ini bisa menikmati kereta api dengan ornamen heritage karena ditarik oleh lokomotif uap bernomor seri C1218. Untuk rangkaian kereta bisa menampung kapasitas sebanyak 40 orang.

 

• Kereta Wisata Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa menawarkan dua jalur wisata: ke Stasiun Tuntang dan Stasiun Bedono melalui rel gerigi, satu-satunya di Indonesia yang masih aktif dilewati kereta api selain di Sumatra. Kereta ini juga menyuguhkan pemandangan Rawa Pening dan jalur mendaki yang eksotis. Pemandangan Rawa Pening yang menakjubkan menambah daya tarik penumpang yang menggunakan kereta wisata Ambarawa ini.

Liburan ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Harga tiket yang dibandrol mulai dari Rp100.000, carter mulai dari Rp6.000.000 (kereta diesel) hingga Rp15.000.000 untuk satu lokomotif uap dan 2 gerbong berkapasitas 80 orang. Kereta Wisata Ambarawa ini juga bisa menjadi wisata edukatif keluarga dan pecinta sejarah perkeretaapian.

 

• Kereta Wisata Mak Itam
Kereta legendaris ini mengajak penumpang merasakan sensasi naik lokomotif uap di jalur sempit bersejarah. Perjalanan dari Stasiun Sawahlunto ke Stasiun Muara Kalaban menawarkan pemandangan alam yang memukau dan nuansa tempo dahulu yang kental.

Saat diperjalanan kereta wisata ini akan melewati terowongan terkenal yang disebut Terowongan Kalam atau dalam Bahasa Indonesia adalah Terowongan Gelap. Harga tiket yang dibandrol mulai dari Rp25.000 – Rp50.000 per penumpang, carter Rp6 juta per perjalanan. Selain melewati panorama pegunungan Sawahlunto, pelanggan juga bisa menikmati bangunan-bangunan bersejarah yang masuk kategori cagar budaya.

Mak Itam, Lokomotif Uap Legendaris Yang Jadi Ikon Wisata Sawahlunto

 

Mudahkan Aksesbilitas Masyarakat, Kemenhub Buka Rute Transjabodetabek Vida Bekasi-Cawang

Akesibilitas transportasi umum dewasa ini semakin dimudahkan. Hal ini terlihat berbagai transportasi dari pinggiran Ibu Kota Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok ditambah rute dan armadanya.

Seperti yang baru saja dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang meluncurkan layanan bus Transjabodetabek rute Vida Bekasi-Cawang. Bukan hanya mempermudah, tetapi memperkuat aksesibilitas transportasi massal.

Baca juga: Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Ini pula mendukung mobilitas warga dari kawasan penyangga menuju ke pusat kegiatan di Jakarta. Kehadiran Transjabodetabek rute baru ini, Kemenhub berharap agar pemerintah daerah konsisten dalam melanjutkan program-program yang berkaitan dengan transformasi penyelenggaraan angkutan umum massal perkotaan.

Rute Vida Bekasi-Cawang sendiri, merupakan rute kedua yang beroperasi dan diuji coba dari tujuh rute yang disetujui izin layanannya oleh Kemenhub. Yang mana rute tersebut sudah sesuai dengan surat dari DJITM (Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda) kepada Direktur Utama Transportasi Jakarta Nomor AJ.206/1/3DJITM/2025 tanggal 21 April 2025 perihal Persetujuan Pelaksanaan Uji Coba Trayek Angkutan Orang Dalam Trayek Pelayanan Angkutan Perkotaan Transjabodetabek Reguler.

Baca juga: Jejak Sejarah Jalur Cabang Menuju Indramayu dan Karangampel yang Berpusat di Jatibarang

Dua rute potensial yang sudah beroperasi yakni Alam Sutera-Blok M dan Vida Bekasi-Cawang. Lima lainnya yang belum beroperasi yang akan segera menyusul dua rute potensial sebelumnya dalah Terminal Depok-Terminal Kampung Rambutan, Sawangan-Lebak Bulus, Grand Wisata-Cawang, Bojonggede-Kampung Rambutan.

Kehadiran tujuh rute potensial ini diharapkan membuka layanan transportasi di wilayah Bodetabek sehingga memudahkan mobilitas masyarakan dari dan ke Jakarta. Untuk diketahui, sebelum ketujuh rute mulai diuji coba dan beroperas, Kemenhub juga melihat kondisi di lapangan.

Pasalnya Transjabodetabek reguler yang diberikan izinnya harus memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Umum dalam Trayek. Dalam layanan ini, DTJM juga berhubungan dengan PT Transjakarta untuk melibatkan operator lokal dan bersama-sama melayani cakupan Transjabodetabek regular.

Sebelumnya, selain tujuh rute ini juga ada beberapa rute lainnya yang diusulkan. Namun tidak semua disetujui salah satunya  rute Terminal Jatijajar-Kampung Rambutan.

Ini karena sudah ada layanan operator eksisting yang melayaninya.

Baidu Ekspansi Bisnis ke Eropa Melalui Taksi Tanpa Pengemudi

 

 

Kehabisan Tiket KA Bengawan ke Yogyakarta? Jangan Khawatir, Ada Solusi KA Berikutnya

Berlibur ke Yogyakarta menggunakan kereta api memang menjadi destinasi favorit masyarakat. Selain banyak pilihan kereta api, perjalanannya pun sudah semakin terjangkau. Berbagai pilihan kereta api dengan keberabgkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen pun tak jadi soal. Rute akhir yang ditempuh kereta apinya pun beragam, ada yang dengan tujuan Surabaya, Malang, bahkan sampai Yogyakarta. Selain pilihan kereta api yang tersedia, harga tiket pun menjadi pilihan penumpang untuk berlibur ke Yogyakarta.

Namun hingga kini yang menjadi pilihan paling favorit adalah kereta api bersubsidi. Ya, kereta bersubsidi yang sangat paling diminati adalah KA Bengawan dengan rute Pasar Senen – Purwosari pp. Bagaimana tidak, meski KA Bengawan hanya sekadar kelas ekonomi dengan fasilitas yang cukup, namun harga yang diberikan sangatlah murah yaitu Rp74.000 saja.

Suasana interior KA Bengawan yang selalu diminati penumpang. (Foto: Dok. Istimewa)

Murah meriah, itulah yang paling diminati masyarakat untuk tujuan Yogyakarta. Pilihan KA Bengawan inilah yang selalu ramai, hingga penjualan tiketnya pun selalu habis. Jangankan seminggu sebelum keberangkatan, tiket sudah terjual habis pun dalam jangka waktu satu bulan keberangkatan sudah habis. Terkadang memang menyulitkan masyarakat lainnya yang ingin merasakan sensasi naik kereta api dengan harga yang relatif murah meskipun fasilitas sederhana.

Fyi, KA Bengawan memiliki kecepatan rata-rata 70 – 90 kilometer per jam dan total perhentian sebanyak 12 stasiun, KA Bengawan akan membawa penumpang menempuh jarak Solo – Jakarta sejauh 570 kilometer dengan durasi perjalanan rata-rata 9,5 jam. Lantas bagaimana solusinya jika naik KA Bengawan ke Yogyakarta tiket sudah habis terjual?

Tak perlu khawatir, meski jalurnya berbeda dengan KA Bengawan, namun ada 2 kereta yang bisa jadi alternatif menuju Yogyakarta, yaitu KA Kahuripan dengan tarif Rp80.000 dan KA Kutojaya Selatan dengan tarif Rp62.000. Kedua kereta api ini juga merupakan kereta paling diminati masyarakat untuk berlibur ke Yogyakarta, namun melewati jalur selatan. Untuk KA Kahuripan dan KA Kutojaya Selatan diberangkatkan dari Stasiun Kiaracondong. Keberangkatan KA Kutojaya Selatan diberangkatkan pukul 20.50 WIB sedangkan KA Kahuripan diberangkatkan pukul 22.20 WIB.

KA Kutojaya Selatan merupakan alternatif penumpang yang ingin berlibur ke Yogyakarta.

Bagi kalian yang berdomisili dari Jabodetabek juga tak perlu khawatir. Jika kalian naik KA Kutojaya Selatan, dari Stasiun Gambir bisa menggunakan KA Parahyangan sampai Stasiun Bandung, kemudian lanjut naik KA Lokal Bandung Raya sampai dengan Stasiun Kiaracondong. Alternatif lainnya kalian bisa menggunakan KA Walahar dari Stasiun Cikarang sampai dengan Stasiun Purwakarta. Kemudian melanjutkan perjalanan dari Stasiun Purwakarta menggunakan KA Lokal Garut dan turun di Stasiun Kiaracondong.

Lalu jika menggunakan KA Kahuripan, tetap bisa menggunakan KA Parahyangan dari Stasiun Gambir sampai Stasiun Bandung dan berganti dengan KA Lokal Bandung Raya sampai tujuan Stasiun Kiaracondong. Atau bisa menggunakan KA Cikuray dengan keberangkatan Stasiun Pasar Senen sampai dengan Stasiun Kiaracondong. Jika kedua tiket kereta tersebut habis, bisa menggunakan alternatif berikutnya yaitu KA Walahar dari Stasiun Cikarang sampai dengan Stasiun Purwakarta. Lalu berganti kereta di Stasiun Purwakarta menggunakan KA Lokal Garut sampai dengan Stasiun Kiaracondong.

Bagi kalian yang menggunakan KA Kutojaya Selatan dan hendak turun di Yogyakarta, bisa turun di pemberhentian stasiun akhir yaitu Stasiun Kutoarjo. Karena rute KA Kutojaya Selatan adalah Kiaracindong – Kutoarjo pp. Saat tiba di Stasiun Kutoarjo, kalian bisa transit dan berganti KA Prameks dengan rute Kutoarjo – Yogyakarta. Namun dipastikan untuk membeli tiket secara online untuk KA Prameks karena selalu habis pada jam pertama. Kemudian bagi kalian yang ingin menggunakan KA Kahuripan, bisa turun langsung di Stasiun Lempuyangan.

Baidu Ekspansi Bisnis ke Eropa Melalui Taksi Tanpa Pengemudi

Cina semakin hari semakin mengembangkan sayapnya bukan hanya di negara Asia saja tetapi kini merambah Eropa, lewat salah satu perusahaannya yakni Baidu dikabarkan akan melakukan uji coba layanan taksi tanpa pengemudi.

Layanan taksi tersebut adalah Apollo Go dan pertama kali di coba di Eropa. Dilansir dari laman The Wall Street Journal, saat ini Baidu tengah melakukan pembicaraan dengan penyedia transportasi Swiss yakni PostAuto untuk meluncurkan robotaksi di negara tersebut.

Baca juga: Baidu Luncurkan Apollo RoboTaxi, Taksi Otonom Berbayar Pertama di Cina

Langkah ini pun menjadi tanda ekspansi internasional pertama Baidu dalam teknologi kendaraan otonom. Bahkan layanan Apollo Go ini bukan hanya akan diperluas ke Swiss tetapi juga ke Turki.

Untuk diketahui, Apollo Go sendiri sudah beroperasi di beberapa kota besar di Cina termasuk Wuhan. Apollo Go memiliki jumlah armada yang cukup banyak sekitar 400 unit kendaraan.

Sehingga bisa dikatakan Apollo Go kini menjadi tonggak penting dalam operasinya di Cina. Ini terlihat pada kuartal IV-2024, layanan ini mencatatkan sekitar 1,1 juta perjalanan, meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan secara kumulatif, Apollo Go telah melayani lebih dari 9 juta perjalanan hingg Januari 2025. Untuk mendukung ekspansi globalnya, Baidu berencana mengadopsi strategi ‘asset-light’ dengan menggandeng mitra lokal, seperti penyedia layanan mobilitas, perusahaan taksi, dan operator armada pihak ketiga.

Baca juga: Manjakan Penumpang Asal Cina, Sydney Airport Gaet Baidu Hadirkan Peta Bandara

Pendekatan ini diharapkan kedepannya dapat mempercepat adopsi teknologi kendaraan otonom di berbagai negara tanpa harus mengelola armada sendiri. Baidu juga sedang mengembangkan versi terbaru dari platform mengemudi otonomnya, Apollo 10.0, yang dirancang khusus untuk pasar global.

Versi ini akan dilengkapi dengan model kecerdasan buatan terbaru yang meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional kendaraan otonom. Baidu berharap dapat bersaing dengan perusahaan teknologi global lainnya, seperti Waymo milik Alphabet dan Cruise milik General Motors, dalam menghadirkan solusi transportasi otonom yang aman dan efisien di pasar internasional.

Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo

Sambut Hari Jadi Kota Surabaya, KAI Beri Diskon 10 Persen, Ini Syaratnya!

Bagi masyarakat yang suka bepergian naik kereta api ke Kota Surabaya, kini bisa nikmati harga diskon khusus saar Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS). Ya, harga tiket diskon ini berlaku mulai 11 – 27 Mei 2025, dengan jadwal keberangkatan pada tanggal 15, 19, 20, 21, 22, 26, dan 27 Mei 2025.

Promo ini berlaku untuk pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI. Ternyata Bulan Mei ini menjadi momen istimewa bagi warga Kota Pahlawan. Menyambut HJKS ke-732 yang jatuh pada Sabtu 31 Mei 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan sederet agenda meriah. Masyarakat yang hendak ke Surabaya pun bakal melihat kemeriahan acara tersebut apalagi diskon yang di berikan adalah perjalanan menggunakan kereta api.

Promo bertajuk “Surabaya Shopping Festival 2025” ini adalah bentuk apresiasi dan partisipasi KAI Daop 8 dalam menyemarakkan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya. Lebih lanjut, diskon 10 persen hanya berlaku untuk perjalanan kereta api komersial antar kota tertentu, baik yang berangkat maupun turun di stasiun-stasiun Daop 8 Surabaya, seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Semeru, KA Gajayana, Ka Turangga, KA Mutiara Timur, Ka Malabar, KA Sancaka, KA Kertajaya, KA Gumarang, KA Jayabaya, KA Harina, dan masih banyak KA lainnya.

Kereta-kereta tersebut melayani rute dari dan menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, dan Malang. Namun tidak berlaku untuk kereta PSO, Luxury, Compartment, Panoramic, Priority, serta kereta wisata

Gubeng, Angkut Hasil Bumi Hingga Serdadu Belanda, Inilah Stasiun Kebanggaan Arek Suroboyo!

Dilansir dari laman resminya, Pemkot Surabaya telah menyiapkan beragam agenda meriah untuk menyambut HJKS ke-732 tahun 2025. Serangkaian acara besar bakal digelar sepanjang bulan Mei, mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2025. Seluruh kegiatan yang dirancang dalam rangka perayaan HJKS 2025 bukan semata-mata bersifat seremonial. Tujuan utama dari berbagai acara tersebut adalah menggerakkan roda perekonomian Kota Surabaya.

KAI Daop 8 Surabaya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diskon 10 persen dalam rangka memeriahkan HJKS ke-732. Caranya sederhana, mengunduh aplikasi Access by KAI dan melakukan pemesanan tiket. Dan nantinya momen HJKS ke-732 saat diselenggarakannya ini juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan hasil-hasil pembangunan yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Jejak Sejarah Jalur Cabang Menuju Indramayu dan Karangampel yang Berpusat di Jatibarang

Menelusuri jalur non aktif memberi kesan yang berbeda saat menjelajahinya. Apalagi jalur non aktif tersebut masih nampak jelas sisa-sisa bangunan meskipun sudah terbengkalai karena termakan zaman. Banyak jalur kereta api khususnya di Pulau Jawa masih terdapat jalur-jalur kereta non aktif. Salah satunya di provinsi Jawa Barat. Bahkan media pun sedang gencar-gencarnya memberitakan mengenai jalur itu yang digadang-gadang akan kembali aktif.

Jalur kereta api non aktif tak sekadar berada di Jawa Barat bagian selatan, namun ada pula jalur tersebut berada di bagian utara. Seperti halnya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jalur kereta api non aktif di kawasan tersebut tak cuma obrolan saja, namun kenyataannya beberapa area yang dilintasi jalur tersebut memang masih nampak jelas peninggalan sejak jaman Kolonial Belanda, salah satunya bangunan stasiun. Ya, jalur kereta non aktif yang menghubungkan ke Stasiun Indramayu dan Stasiun Karangampel ini berpusat dari Staisun Jatibarang.

Jalur kereta api Jatibarang – Indramayu adalah salah satu dari jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat yang berada di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon dengan panjang lintas 18,1 Km. Jalur ini dibangun dan diresmikan pada tanggal 15 September 1912 oleh perusahaan Staatsspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi. Namun jalur kereta api ini dinonaktifkan mulai 21 Juli 1973.

Bekas bangunan Stasiun Lohbener. (Foto: Dok. Radarcirebon)

Sementara itu jalur kereta api Jatibarang–Karangampel juga merupakan jalur kereta api nonaktif yang berada di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon. Setelah Staatsspoorwegen sukses membangun percabangan Jatibarang–Indramayu, pada tahun 1925 dengan dasar hukum Wet 28 Februari 1920 Staatblad No.150 dari pemerintah Hindia-Belanda, maka dilanjutkannya proses pembangunan cabang menuju Karangampel, pembangunan jalur dengan panjang rel 18,34 kilometer ini selesai dan dibuka pada tanggal 1 Mei 1926. Selang beberapa tahun pengoperasinnya, jalur ini ditutup oleh Staatsspoorwegen per 1 Oktober 1932 sebagai akibat dari krisis depresi besar.

Sepanjang jalur non aktif Jatibarang – Indramayu terdapat 8 halte perhentian yang melayani penumpang saat aktif digunakan. Ke-8 halte tersebut yaitu: Pawidean, Kalikrasak, Lohbener (stasiun), Karangsembung, Pekandangan, Cimanuk, Indramayu Pasar dan Karangturi Indramayu.

Sedangkan dari Jatibarang menuju Karangampel memiliki 5 halte perhentian, yaitu Majasih, Gadingan, Juntikebon, Mundu dan Karangampel. Jalur Jatibarang- Indramayu memiliki panjang rel 18,7 kilometer, sedangkan Jatibarang-Karangampel memiliki panjang rel 18 kilometer. Kedua jalur cabang tersebut memiliki lebar sepur 1067 mm.

Bekas bangunan Stasiun Karangampel. (Foto: Dok. Istimewa)

Fyi, Stasiun Jatibarang berada di Km 179+200 dilewati Lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon-Brebes-Semarang-Surabaya (Lintas Utara), dan di lewati lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon-Cirebon Prujakan-Prupuk-Purwokerto-Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabayan (Lintas Selatan) masih beroperasi.

Stasiun Jatibarang merupakan yang terbesar dan teramai di Kabupaten Indramayu. Terletak di Jatibarang, Indramayu tepatnya di Jalan Mayor Sangun, depan Pasar Jatibarang. Letak Stasiun Jatibarang pada ketinggian +8 meter memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Selain Sosialisasi, Ternyata Solusi Ini Bisa Cegah Kendaraan Terobos Palang Pintu Kereta Api

Berbagai kejadian tak cuma sekali atau dua kali, bahkan sudah lebih sering kita mendengar berita kecelakaan lalu lintas di palang pintu kereta api. Tak hanya perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu, namun perlintasan resmi yang berpalang pun masih ada saja yang terobos walaupun sirine tengah berbunyi dan palang pintu sudah ditutup.

Padahal kejadian pengendara yang sering nekat dan berisiko ini sudah jelas berbahaya dan ada undang-undangnya bagi yang melanggar. Tidak sedikit berita yang melaporkan banyaknya korban meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan kereta api. Banyak pengguna jalan yang tidak sabar saat melintas, sehingga menjadi korban akibat kecerobohan mereka sendiri.

 

Untuk perlintasan kereta tanpa palang pintu, pengendara diimbau untuk berhenti, memasang mata, dan memasang telinga guna mendengarkan semboyan 35 atau suara kereta api. Jika dirasa aman, barulah dapat melintas.

Inilah Semboyan yang Wajib Kalian Tahu Saat Bepergian Menggunakan Kereta Api

Namun, jika pengendara nekat menerobos perlintasan yang sudah ditutup, ini sangat berbahaya dan berisiko tertabrak kereta api. Aturan ini harus dipatuhi, karena pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Karena pelanggaran tak cukup mereda dan adanya ketidaksabaran para pengendara ini yang beresiko meningkatnya angka kecelakaan, rasanya selain melakukan sosialisasi yang menggandeng masyarakat pecinta kereta api dan PT Kereta Api Indonesia itu sendiri yang berupa himbauan, adapula solusi terbaik adalah menempatkan palang pintu sebanyak 4 buah.

Bahkan dijalan-jalan besar suka kita temui saat ingin melewati perlintasan kereta api, ada yang memiliki 4 buah palang pintu kereta api. Ternyata ini menjadi solusi baik untuk pengendara lalu lintas yang tidak bisa meberobos palang pintu. Jika memang masih nekat, saat menyeberang palang pintu pengendara tak bisa melanjutkan perjalanan, karena pintu bagian seberang sedang tertutup. Ini membuat pengendara yang terobos jadi terjebak didalam area jalur kereta api.

Serba-serbi Kecelakaan Kereta Api, Antara Mitos dan Fakta

 

Biasanya palang pintu yang dipasang sebanyak 4 pintu ini berada di jalan raya yang besar dan volume kendaraan yang terlampau ramai. Namun beda halnya jika palang pintu dibuat hanya 2 pintu saja sedangkan jalan raya cukup lebar dan masih memiliki ruang untuk si pelanggar lalu lintas yang bakal terobos palang pintu.

Resiko angka kecelakaan akibat menerobos palang pintu pun kerap kali terjadi. Namun semua kembali kepada kesadaran masing-masing. Jika mengikuti arahan dan disiplin berlalu lintas dengan tentu keselamatan dalam perjalanan pasti terjamin. Untuk keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api, penting untuk selalu waspada dan mengikuti aturan lalu lintas. Kurangi kecepatan, periksa kedua arah, dan dengarkan suara kereta api. Jangan menerobos palang pintu yang diturunkan, dan selalu berikan ruang cukup untuk melintasi rel dengan aman.

Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit