Punya Rumah di Pinggir Rel? Ternyata Ada Keuntungan dan Kerugiannya

Setiap naik kereta api, selain bisa melihat pemandangan luas yang indah namun bisa juga melihat banyaknya pemukiman yang dekat dengan jalur kereta api. Disisi lain masyarakat yang memiliki rumah dekat dengan rel kereta api terkesan dekat dengan akses jika wilayahnya bisa menjangkau stasiun. Tapi disisi lainnya potensi kebisingan saat kereta api melintas bisa menjadi faktor yang tidak mengenakkan, bahkan bisa menjadi bahaya jika bermain di area sekitar jalur kereta api.

Nah, kali ini kabarpenumpang akan membahas soal keuntungan dan kerugian jika tempat tinggal kita berdekatan dengan rel kereta api.

Ilustrasi rel kereta api dengan latar belakang area pemukiman warga. (Foto: Dok. Kompas)

– Keuntungan Memiliki Rumah di Pinggir Jalur Kereta Api
Dari beberapa keuntungan memiliki rumah pinggir jalur kereta api apalagi yang berdekatan dengan akses ke stasiun ketersediaan berbagai fasilitas publik. Stasiun kereta api biasanya dikelilingi oleh toko-toko, restoran, dan tempat hiburan sehingga menciptakan suasana yang hidup dan semarak. Selain itu, hal ini bisa memudahkanmu dalam memenuhi berbagai kebutuhan akan fasilitas-fasilitas publik.

Lalu tinggal di pinggir rel kereta api bisa membangkitkan rasa petualangan dan keingintahuan. Melihat kereta lewat, membayangkan tujuan yang mungkin mereka tuju, dan sesekali naik ke kereta untuk melakukan perjalanan spontan bisa menambah kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari. Rel kereta api bisa menambah daya tarik estetika yang unik ke suatu lingkungan.

Pemandangan kereta api yang melintas, suara klakson, dan pesona industri secara keseluruhan bisa menciptakan karakter yang berbeda pada area tersebut. Daya tarik ini bisa sangat menarik bagi mereka yang menyukai keramaian dan suasana saat kereta api melintas.

Selain itu Salah satu keuntungan utama tinggal di pinggir rel kereta adalah akses transportasi yang mudah. Jika kamu sering bepergian atau senang menjelajahi tempat-tempat baru, memiliki rumah di dekat stasiun kereta akan sangat nyaman. Hal ini memungkinkan perjalanan yang cepat dan tidak merepotkan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat ongkos perjalanan dari rumah ke stasiun kereta api.

– Kerugian Memiliki Rumah di Pinggir Jalur Kereta Api
Rumah di pinggir rel kereta api juga memiliki beberapa kerugian. Biasanya kereta yang melintas bisa menyebabkan getaran dan guncangan yang bisa dirasakan rumah-rumah di sekitarnya. Meskipun tidak selalu berbahaya, getaran ini bisa mengganggu beberapa orang, terutama jika getaran tersebut sering terjadi atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kedekatan dengan kereta yang melaju kencang meningkatkan risiko kecelakaan jika tindakan pencegahan yang tepat tidak dilakukan. Sangat penting untuk mengedukasi diri sendiri dan orang yang kamu cintai tentang keselamatan kereta api dan selalu berhati-hati saat menyeberangi rel.

Kekurangan yang paling jelas dari tinggal di dekat rel kereta api adalah kebisingannya. Kereta api bisa sangat bising, terutama saat klakson dibunyikan klakson atau saat melintas di malam hari. Jika kamu sensitif terhadap kebisingan atau menyukai kedamaian dan ketenangan di lingkungan tempat tinggal, suara gemuruh dan siulan kereta api yang terus-menerus bisa mengganggu dari waktu ke waktu.

Dan yang terpenting adalah undang-undang yang berlaku tentang rumah yang berdekatan dengan jalur kereta api. Secara hukum, memiliki rumah di pinggir rel kereta api dilarang karena bisa membahayakan, baik bagi penghuni rumah maupun keselamatan perjalanan kereta api itu sendiri.

Larangan memiliki rumah di pinggir rel kereta api tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 178 yang berbunyi: “Setiap orang dilarang membangun gedung, membuat tembok, pagar, tanggul, bangunan lainnya, menanam jenis pohon yang tinggi, atau menempatkan barang pada jalur kereta api yang dapat mengganggu pandangan bebas dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.”

Sedangkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pasal 140, berbunyi: “Setiap orang dilarang membangun perumahan dan/atau permukiman di tempat yang berpotensi dapat menimbulkan bahaya bagi barang ataupun orang.”

Kham Thien Street, Sebuah Cerita dari Pemukiman Pinggir Rel di Vietnam

Sesama Anggota SkyTeam, Saudia dan Vietnam Airlines Umumkan Kemitraan Codeshare

Saudia, maskapai nasional Arab Saudi, menandatangani perjanjian codeshare dengan Vietnam Airlines untuk meningkatkan konektivitas antara Republik Sosialis Vietnam dan Kerajaan Arab Saudi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menawarkan lebih banyak pilihan perjalanan bagi para penumpang antara Asia Tenggara dan Timur Tengah, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar.

Perjanjian codeshare ini memungkinkan perjalanan pada penerbangan yang menghubungkan Hanoi dan Ho Chi Minh City dengan Jeddah dan Riyadh. Penumpang kini dapat memesan perjalanan melalui salah satu maskapai, termasuk segmen yang dioperasikan oleh mitra codeshare, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar dan pengalaman pemesanan yang lebih terintegrasi di seluruh jaringan kedua maskapai.

Arved von zur Muehlen, Chief Commercial Officer Saudia, menyatakan, “Kami sangat menantikan untuk mempererat hubungan dengan Vietnam Airlines. Perjanjian codeshare ini menegaskan komitmen Saudia untuk menghadirkan lebih banyak destinasi kepada para penumpang dan meningkatkan konektivitas demi pengalaman perjalanan yang lebih lancar, seiring dengan keanggotaan kami bersama di aliansi SkyTeam. Melalui kerja sama dengan maskapai nasional ternama, kami terus memperluas jaringan global kami, yang selaras dengan tujuan strategis kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertukaran budaya.”

Nguyen Quang Trung, Direktur Perencanaan & Pengembangan Perusahaan di Vietnam Airlines, mengatakan: “Kami gembira dapat bermitra dengan Saudia untuk memperkuat jaringan global kami dan menawarkan lebih banyak pilihan bagi pelanggan kami untuk bepergian ke Timur Tengah. Kolaborasi ini menggarisbawahi komitmen kami untuk menyediakan layanan yang luar biasa dan koneksi internasional yang lancar.”

Ia menambahkan, “Sebagai sesama anggota SkyTeam, kemitraan ini memungkinkan kami menawarkan manfaat dari jaringan global yang lebih luas dan pilihan program frequent flyer yang lebih beragam, serta kesempatan untuk merasakan kekayaan budaya, warisan, dan kuliner khas Vietnam.”

Kemitraan ini mendukung tujuan strategis Saudia dalam menghubungkan dunia dengan Kerajaan Arab Saudi, termasuk inisiatif peningkatan pengalaman perjalanan melalui layanan dan produk darat maupun udara. Kemitraan ini juga sejalan dengan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional yang menargetkan peningkatan konektivitas udara ke lebih dari 250 destinasi pada tahun 2030, serta mendukung target Kementerian Pariwisata Arab Saudi untuk mencapai 150 juta kunjungan pada tahun 2030.

Untung-Rugi Gabung Aliansi SkyTeam yang Juga Diikuti Garuda Indonesia, Apa Saja?

Rotterdam, Pelabuhan Terbesar Eropa Siapkan Dermaga Khusus Hadapi Perang NATO-Rusia

Belanda mulai siap menghadapi potensi konflik antara NATO dan Rusia. Negeri Kincir Angin ini menyiapkan dermaga khusus di Pelabuhan Rotterdam bagi kapal-kapal yang membawa kargo militer dan merencaranakan Latihan mliter rutin.

Dilansir dari financialtimes.com, Rabu (9/7/2025), saat ini terminal peti kemas di Pelabuhan Rotterdam sedang dirancang untuk pemindahan amunisi yang aman, dan latihan amfibi akan diadakan beberapa kali dalam setahun. Ini juga termasuk dengan mulai melaksanakan pemetaan rute logistik untuk transfer senjata.

Kemudian juga melakukan koordinasi dengan Pelabuhan Antwerp di negara tetangga yakni Belgia. Sebelumnya, Pelabuhan Rotterdam telah melayani pengiriman senjata, tetapi kali ini untuk pertama kalinya mereka menetapkan dermaga khusus untuk keperluan militer NATO.

Khusus untuk pasokan logistik militer akan dikoordinasikan dengan Pelabuhan Antwerp. Pelabuhan Rotterdam sendiri merupakan pelabuhan terbesar di Eropa dan menjadi pelabuhan tersibuk di dunia sejak tahun 1962 hingga 2004 lalu.

Tahun 2011, Rotterdam menjadi pelabuhan kontainer tersibuk kesebelas di dunia dalam hal twenty-foot equivalent unit (TEU) yang ditangani Pada tahun 2012, Rotterdam adalah pelabuhan terbesar keenam di dunia dalam hal tonase kargo tahunan.

Dengan luas 105 kilometer persegi (41 sq mi), pelabuhan Rotterdam sekarang membentang lebih dari 40 kilometer (25 mil). Pelabuhan ini terdiri dari daerah pelabuhan bersejarah di pusat kota, mencakup Delfshaven; kompleks Maashaven/Rijnhaven/Feijenoord; pelabuhan sekitar Nieuw-Mathenesse; Waalhaven; Vondelingenplaat; Eemhaven; Botlek; Europoort, terletak di sepanjang Calandkanaal, Nieuwe Waterweg dan Scheur; dan daerah reklamasi Maasvlakte, yang diproyeksikan ke Laut Utara.

Ada lima daerah pelabuhan berbeda dan tiga parkir distribusi yang memfasilitasi kebutuhan 40 juta konsumen di Pelabuhan Rotterdam. Sejarhanya, pada paruh pertama abad ke-19 kegiatan pelabuhan dipindahkan dari pusat ke arah barat menuju Laut Utara.

Untuk meningkatkan koneksi ke Laut Utara, Nieuwe Waterweg (“Waterway”), sebuah kanal berukuran besar, dirancang untuk menghubungkan sungai Rhein dan Meuse ke laut. Nieuwe Waterweg dirancang hanya sebagian yang digali, maka untuk lebih memperdalam dasar kanal digunakan aliran alami air.

Namun pada akhirnya, bagian terakhir yang harus digali menggunakan tenaga kerja manual. Nieuwe Waterweg telah diperdalam beberapa kali. Kanal ini suap digunakan pada tahun 1872 dan segala macam kegiatan industri terbentuk di tepi kanal ini.

Inilah Splashtours, Bus Amfibi Ikonik yang Hanya Ada di Rotterdam dan Amsterdam Belanda

Dilayani 14 Angkutan Penghubung Aktif, Pengguna LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti Terus Naik

Perjalanan menuju Stasiun Harjamukti kini semakin mudah. Berbagai angkutan penghubung atau feeder hadir untuk mengantar pengguna dari terminal, perumahan, hingga pusat aktivitas masyarakat ke stasiun LRT Jabodebek. Kehadiran moda feeder yang semakin beragam ini menjadi bagian penting dari meningkatnya kenyamanan dan kemudahan layanan.

Menariknya, munculnya layanan-layanan feeder di Stasiun Harjamukti tak lepas dari tingginya minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek. Seiring bertambahnya jumlah pengguna dari tahun ke tahun, berbagai operator transportasi mulai membuka layanan penghubung ke stasiun untuk menjawab kebutuhan akses yang terus tumbuh. Kini Stasiun Harjamukti tidak hanya menjadi titik untuk naik LRT Jabodebek, namun juga pusat integrasi perjalanan dari berbagai arah.

Saat ini, Stasiun Harjamukti dilayani oleh 14 angkutan penghubung aktif, mulai dari BISKITA Trans Depok, JakLingko, Royaltrans, hingga shuttle dari kawasan perumahan seperti Kota Wisata, Citra Indah, Bukit Golf, Podomoro, dan Cimanggis. Jumlah ini terus bertambah seiring waktu, mengikuti pertumbuhan pengguna dan tingginya mobilitas harian masyarakat di sekitar stasiun.

Pertumbuhan ini tercermin dari jumlah pengguna di Stasiun Harjamukti yang meningkat secara signifikan. Selama Januari hingga Juni 2025, tercatat 1.513.886 pengguna tap in, naik 52% dari jumlah tahun sebelumnya. Adapun 1.535.547 pengguna melakukan tap out naik 47% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah pengguna mendorong konektivitas yang lebih luas. “Kami melihat pertumbuhan pengguna Harjamukti tidak hanya sebagai hasil dari kemudahan akses, tapi juga sebagai pemicu hadirnya berbagai layanan feeder. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan LRT, semakin besar pula minat penyedia transportasi lain untuk membuka jalur ke stasiun ini,” jelasnya.

KAI akan terus mendukung perluasan akses menuju LRT Jabodebek melalui kolaborasi antarmoda. Dengan integrasi yang terus berkembang, diharapkan semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat perjalanan yang efisien, nyaman, dan terhubung dari rumah hingga ke tujuan akhir.

Nikmati BISKITA Trans Depok di Stasiun LRT Harjamukti, Gratis Selama Enam Bulan Pertama

Pria Tewas Tersedot Mesin Pesawat di Bandara Milan, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kengerian baru saja terjadi di Bandara Milan, Italia utara, setelah seorang pria tewas akibat tersedot mesin pesawat pada hari Selasa lalu. Pesawat itu baru saja akan meninggalkan landasan di Bandara Milan Bergamo dalam perjalanan ke Asturias, Spanyol barat laut, pada Selasa pagi waktu setempat.

Surat kabar Corriere della Sera melaporkan bahwa pejabat bandara yang tidak disebutkan namanya mengatakan seorang pria berusia sekitar 35 tahun berlari ke landasan saat pesawat bersiap lepas landas dan tersedot ke dalam mesin.

Pria tersebut kabarnya mengalami terluka parah,” menurut maskapai penerbangan Spanyol Volotea. Semua 154 penumpang dan enam awak selamat dan diberikan dukungan psikologis, kata Volotea.

Pihak berwenang telah memulai penyelidikan mengenai bagaimana orang tersebut dapat mencapai landasan pacu dari luar bandara. Pejabat bandara melanjutkan penerbangan dari pusat transit pada Selasa siang waktu setempat, menurut bandara, setelah mereka menunda sementara penerbangan karena insiden tersebut.

Mesin jet, terutama jenis turbofan, memiliki daya hisap luar biasa kuat, terutama saat dalam kondisi menyala di mode idle (siaga) atau saat bersiap lepas landas. Ketika mesin menyala, maka aliran udara di bagian depan mesin sangat kuat (disebut inlet suction). Daya hisapnya cukup untuk menyedot benda besar seperti kerucut pembatas, topi pelindung, atau bahkan manusia yang terlalu dekat.

Biasanya ini disebabkan oleh personel ground crew terlalu dekat ke mesin tanpa izin, tidak mengikuti batas aman (safety cone zone), kurangnya briefing atau pelindung dan kesalahan komunikasi antara pilot dan ground crew. Dalam beberapa kasus tragis, korban adalah penumpang atau staf yang tidak sadar mesin masih menyala. Ada dalam beberapa kasus, insiden orang tersedot ke mesin pesawat ternyata adalah tindakan bunuh diri.

Untuk pencegahan, aea sekitar mesin biasanya ditandai jelas dan steril dari personel hingga mesin benar-benar mati. Prosedur “engine shutdown checklist” harus selesai sebelum ada kru mendekat dan semua ground crew memakai headset komunikasi langsung dengan kokpit.

[Video] Ngeri, Pesawat Ryanair Berlumuran Darah Gegara Bird Strike

Selain Masih Harga Promo, Naik Kelas Ekonomi KA Pangrango, Kini Tak Perlu Duduk Mundur Lagi

Yang belum merasakan rangkaian ekonomi Kereta Api (KA) Pangrango dengan interior New Generation, rasanya patut dicoba. Ya, dengan rute Stasiun Bogor Paledang-Sukabumi pp. Saat ini sudah mengganti rangkaian kelas ekonomi dengan yang lebih nyaman. Selain itu, penumpang bisa merasakan saat duduk dengan kenyamanan yang berbeda, termasuk posisi duduk tidak membelakangi perjalanan kereta api alias posisi mundur.

Menurut informasi dari berbagai sumber mengatakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rangkaian KA Pangrango relasi Bogor Paledang – Sukabumi (PP) resmi menggunakan Kereta Ekonomi New Generation. Rangkaian dengan interior yang dimodifikasi tersebut telah dioperasikan untuk penumpang sejak Selasa (1/7/2025).

Dalam kesempatan ini, KAI resmi mengganti sarana kereta api Pangrango relasi Bogor Paledang-Sukabumi PP menjadi Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi karya Balai Yasa Manggarai. “Mulai 1 Juli 2025, KA Pangrango sudah menggunakan Sarana Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi,” tulis @kai121_ dalam sebuah keterangan di Instagram.

Interior kereta ekonomi New Generation. (Foto: Dok. KAI)

Dalam sehari, KA Pangrango melayani sebanyak 8 perjalanan, dengan rincian 4 perjalanan dari arah Sukabumi tujuan Bogor Paledang. Sedangkan 4 jadwal perjalanan berlaku dari arah Bogor Paledang tujuan Sukabumi. Adapun durasi perjalanan KA Pangrango baik dari Sukabumi maupun Bogor ditempuh dalam waktu kurang lebih 90 menit.

Pembeda kereta api ini adalah memiliki kapasitas 72 tempat duduk per kereta atau lebih sedikit dibanding sebelumnya yang sebanyak 80 tempat duduk. Penumpang bakal mendapatkan ruang kaki yang lebih luas dan kursi yang lebih ergonomis. Total kapasitas tempat duduk KA Pangrango kini menjadi 460 kursi.

Meski rangkaian kelas ekonomi sudah menggunakan New Generation, namun penumpang dibuat terkesima tentunya. Bagaimana tidak, tarif yang dikenakan untuk KA Pangrango kelas ekonomi ini masih tarif promo. Yang biasanya rute Bogor Paledang – Sukabumi seharga Rp45.000, kini menjadi Rp31.000. Tarif promosi ini masih berlaku hingga 31 Juli 2025. Namun pada awal Agustus 2025 tarif ekonomi akan naik menjadi Rp55.000. Sedangkan untuk tarif eksekutif KA Pangrango tetap pada harga yang sama, yakni Rp80.000.

KA Pangrango sendiri merupakan salah satu kereta api yang melayani penumpang di lintas Bogor-Sukabumi PP. Dalam sekali perjalanan, KA Pangrango membawa dua kelas layanan, yakni Eksekutif dan Ekonomi. Sebelum berganti sarana Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi, KA Pangrango membawa rangkaian kereta Ekonomi New Image buatan PT INKA (Persero). Sementara untuk sarana kelas Eksekutif menggunakan Kereta Eksekutif jenis Mild Steel.

Kereta Ekonomi New Generation yang digunakan pada KA Pangrango merupakan hasil modifikasi dan perawatan oleh Balai Yasa Manggarai, unit perawatan sarana KAI yang telah menghasilkan 93 kereta New Generation hingga 2 Juli 2025. Hal itu mencerminkan kapasitas Balai Yasa dalam mendukung in-house modernisasi sarana KAI secara berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional.

Wajib Tahu! Mulai 18 Juni KA Pangrango Tidak Lagi Berangkat dan Tiba di Stasiun Bogor

Seabad Transportasi, Dublin Bus Parade Armada Kuno

Satu abad transportasi umum, Dublin Bus menghadirkan armada kuno yang menghidupkan kembali rute pertama layanan tersebut. Pada perayaan tersebut, menghadirkan enam armadanya yang mencatat sejarah 100 tahun Dublin Buses.

Armada bus ini bukan hanya bus lama, tetapi juga bus listrik terbaru mereka. Dilansir dari rte.ie, Selasa (8/7/2025),parade enam armada bus tersebut berangkat awal dari Parnell Square di ibu kota.

Parade tersebut akan berjalan di sepanjang O’Connell Street menuju rute asli 43 melalui Eden Quay di Killester. Perjalanan parade ini akan berakhir di Museum Transportasi Nasional di Howth.

Dublin Bus merupakan anak perusahaan dari Dublin United Tramways Company yang mulai mengoperasikan pada tahun 1925. Awalnya mereka mulai dengan rute 43 pada har ini 100 tahun yang lalu dan membuka depot bus pertama mereka di Summerhill pada bulan yang sama.

CEO Dublin Bus Billy Hann mengatakan perayaan hari ini bertujuan untuk memberikan pengakuan kepada mereka “yang telah menjaga dan terus menjaga Dublin tetap maju” dari membangun Rute 43 dengan dua bus, hingga armada mereka saat ini yang berjumlah 1.100 unit.

“Mereka mengangkut 500.000 penumpang. Kami mengangkutnya setiap hari sekarang, dan 159 juta penumpang setiap tahunnya. Kami sangat gembira merayakan tonggak sejarah ini bersama Museum Transportasi Nasional dan semua pihak yang memiliki minat yang sama terhadap kisah transportasi Dublin,” kata Hann.

Parade barang antik ini dipimpin oleh Leyland R1, bus tingkat pertama di Dublin, yang beroperasi di ibu kota dari tahun 1937 hingga 1956. Bus ini kemudian dipugar dan dirawat oleh Museum Transportasi Nasional yang dipimpin sukarelawan.

Bob Laird, bendahara dan sejarawan di museum tersebut, mengatakan bahwa ia dan tim sangat gembira dengan peran yang dapat dimainkan oleh bus antik mereka dalam acara tersebut.

“Layanan bus merupakan bagian yang sangat penting dari Dublin dan merupakan bagian yang sangat penting dari mobilitas masyarakat. Ada banyak sejarah sosial di sini. Rumah pertama yang dibangun di Irlandia setelah perang dunia pertama berada di Killester. Itulah sebabnya mereka mendapatkan layanan bus pertama. Itu bagian penting dari jati diri kami,” kata Laird.

“Senang sekali melihat acara seperti ini. Ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.

Dulunya Bus Sekolah, Kini Bus Tingkat ini Jadi Penginapan Mewah

Masih Ingat Stasiun Rawabebek? Ternyata Ini Asal Usul Saat Dibangun Meski Sudah Hilang Keberadaannya

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar antara Kranji dan Cakung, tentu pernah tau keberadaan stasiun kecil yang satu ini. Meskipun sudah tidak keberadaannya, namun stasiun ini menjadi saksi bisu keramaian penumpang yang naik dan turun dengan rute Jakarta – Bekasi pp. Ya, keberadaan Stasiun Rawabebek inilah yang membuat masyarakat menuju Jakarta ataupun sebaliknya menjadi kemudahan yang tinggal di area sekitar stasiun tersebut.

Informasi dari berbagai sumber bahwa Stasiun Rawabebek (RWB) adalah stasiun kereta api nonaktif yang beralamat di Jalan Arteri Pondok Kopi-Kranji Bekasi Barat, Bekasi, tepatnya di perbatasan antara Bintara dan Kota Baru. Stasiun ini terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Bekasi yang dimulai dari Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Bekasi. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta.

Stasiun yang hanya terdiri atas dua peron berkanopi ini kemungkinan muncul saat pembangunan jalur ganda dan perpanjangan elektrifikasi ke Stasiun Bekasi pada tahun 1992. Asal usul stasiun ini ternyata dibangun untuk memberi kesadaran masyarakat agar memilih KRL sebagai transportasi untuk bekerja atau bersekolah. Arsitektur stasiun ini sangat mirip dengan Stasiun Buaran Lama yang juga sudah nonaktif saat ini.

Namun seiringan dengan waktu, stasiun tersebut tak diaktifkan, dan bahkan kini telah rata dengan tanah. Selain sudah tidak difungsikan karena posisinya berdekatan dengan Stasiun Kranji dengan Cakung, Stasiun Rawabebek harus dibongkar karena pembangunan rel dwiganda (double-double track) untuk operasional KRL di koridor Manggarai-Bekasi.

Stasiun Rawabebek sebelum dibongkar. (Foto: Dok. Istimewa)

Alasan Warga Sekitar Setuju, Stasiun Rawabebek Dibongkar
Ternyata warga sekitar Stasiun Rawabebek senang atas dibongkarnya stasiun untuk pelebaran jalur. Sebab, stasiun tersebut sudah sejak lama meresahkan warga karena sering dijadikan tempat mesum dan mabuk-mabukan.

Kondisi stasiun yang sudah tidak aktif itu sering dimanfaatkan oleh anak muda untuk tempat pacaran dan mabuk-mabukan. Apalagi, tidak ada penerangan di stasiun itu pada malam hari. Stasiun Rawa Bebek di Bekasi Barat yang dikenal sebagai stasiun mesum ini sedang dalam proses pembongkaran. Pembongkaran ini dilakukan untuk pelebaran jalur.

Seiring dengan telah musnahnya Stasiun Rawabebek, maka hilang sudah aksi-aksi negatif yang dilakukan oleh sejumlah pemuda. Saat ini keberadaan Stasiun Rawabebek sudah hilang atau tidak terlihat lagi jejaknya. Yang ada hanya jalur dwiganda yang dilewati banyaknya kereta jarak jauh maupun KRL Commuter Line. Jalur bekas stasiun tersebut kini bisa ditempuh hingga 90 bahkan 100 km/jam.

Stasiun Tambun Bekasi, Saksi Bisu Perubahan Zaman Hingga Semakin Modern

Genjot Pariwisata, Korea Utara Luncurkan Perahu Makan di Sungai Taedong Pyongyang

Meski dikenal sebagai negara paling misterius dan tertutup, namun bukan berati tidak ada denyut pariwisata untuk negara sosialis komunis tersebut, pasalnya Korea Utara baru meluncurkan layanan perahu makan, yang memungkinkan wisatawan menikmati makanan sambil berlayar di Sungai Taedong yang mengalir melalui Pyongyang, menurut laporan media berita pro-Korut pada hari Senin.

Layanan perahu keliling wisata saat ini populer di kalangan wisatawan di Sungai Taedong, menurut laporan Choson Sinbo, surat kabar pro-Korea Utara yang berbasis di Jepang.

Perahu beratap tenda ini tersedia dalam tipe enam orang dan 12 orang, keduanya dikemudikan oleh penumpang sendiri dan dilengkapi dengan meja barbekyu yang dipasang di bagian tengah, kata surat kabar tersebut.

Media mengutip pernyataan seorang pejabat kementerian transportasi yang mengatakan bahwa permintaan warga sipil untuk layanan perahu sungai tumbuh pesat, sebagian besar berasal dari keluarga, dan sulit untuk memenuhi permintaan pada hari libur.

Sungai Taedong merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan asing dan lokal di Korea Utara. Layanan perahu pesiar yang diluncurkan di sungai tersebut pada tahun 2013 dapat mengangkut hingga 300 penumpang dan dilengkapi dengan ruang makan.

Peluncuran layanan perahu makan ini dilakukan setelah negara tersebut mengembangkan berbagai program pariwisata yang bertujuan untuk menghasilkan devisa asing, serta mempromosikan konsumsi dalam negeri dan sirkulasi mata uang lokal.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Makin Mudah! Warga Depok dan Cikarang Bisa Gunakan KMT Commuter Line Saat Naik Angkot

Pengguna Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line kini makin luas dan mudah untuk digunakan segala macam transportasi. Tak hanya sebagai kartu elektronik untuk perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL), sekarang sudah bisa digunakan untuk transportasi lainnya.

Seperti halnya naik bus Transjakarta, Commuter Line Basoetta, LRT Jabodebek, Commuter Line Yogyakarta, Prameks, Trans Jogja, Trans Jateng, Trans Jatim, hingga MRT Jakarta. Bahkan bisa untuk pembayaran lainnya, yakni area parkir stasiun dan berbelanja makanan dan minuman di toko-toko stasiun, khususnya di Loko Cafe milik PT Reska Multi Usaha.

Bagi yang belum mengetahui, untuk warga Depok dan Cikarang atau sekitarnya, KMT sudah bisa digunakan untuk pembayaran di angkutan kota (angkot) wilayah tersebut. Sejak 9 Mei 2025, KMT sudah bisa menjadi alat pembayaran tiket Mikro Trans Depok (D-01A) untuk tujuan Terminal Jatijajar dari Stasiun Depok Baru. Selain itu, KMT juga bisa digunakan untuk transportasi Swatantra S-01 dari Stasiun Cikarang menuju Halte President University Cikarang.

Ilustrasi penumpang tap KMT di halte Transjakarta. (Foto: Dok. Kompasiana)

Awalnya dikembangkan sebagai alat pembayaran elektronik tiket Commuter Line, kini KMT telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi di Pulau Jawa. Kini KMT memudahkan penggunanya melakukan transaksi pembayaran tiket transportasi umum. Dengan satu kartu, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran tiket seluruh moda transportasi. Fakta unik lainnya, KMT ini juga kerap dijadikan barang koleksi oleh pengguna karena memiliki desain yang unik dan menarik.

Pembelian KMT ini pun semakin mudah jika kita ingin naik KRL diseluruh loket stasiun penjualan. Bagi masyarakat yang belum memiliki KMT dan ingin menikmati fasilitas sistem pembayaran ini, dapat membeli kartu perdananya dengan harga Rp 40.000, sudah termasuk saldo Rp 10.000. Sedangkan untuk layanan isi ulang saldo KMT, dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi C-Access pada perangkat seluler yang memiliki fitur NFC.

KAI Commuter berharap integrasi pembayaran KMT di transportasi Mikro Trans juga bisa diterapkan di wilayah-wilayah lainnya yang terdapat layanan Commuter Line, sehingga dapat mempermudah dan menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta