Mau Naik KA New Generation yang Semakin Nyaman? Berikut Ini Daftarnya

Semakin nyaman rangkaiannya, semakin nyaman perjalanannya. Ya, itulah kalimat yang sangat dirasakan oleh pelanggan kereta api yang bepergian ke luar kota menggunakan rangakaian kereta api dengan tampilan New Generation. Tak hanya terlihat bagus pada eksterior, namun bagian dalamnya lebih elegan dan lebih anggun, terlebih jika kita ikut merasakan didalamnya.

Rangkaian kereta api bergaya New Generation ini sangat cocok dan sangat memuaskan saat kita merasakan pelayanan dan fasilitas saat diperjalanan. Mulai dari pintu yang buka dan tutup hanya sekali sentuh tombol secara otomatis hingga bagian kereta makan yang terlihat mewah. Salah satu rute paling padat yang dilayani oleh kereta New Generation adalah Jakarta dan Bandung menuju Yogya. Mengingat mobilitas masyarakat di kedua kota ini sangat tinggi, kehadiran layanan baru bisa menjadi solusi perjalanan yang lebih efisien. Namun tak menutup kemungkinan rangkaian kereta New Generation tetap diminati ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Fyi, dikutip dari situs resmi KAI, Kereta New Generation merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 sampai 2026 yang didatangkan dari PT INKA (Persero). Pengoperasian Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada para pelanggan.

Kereta New Generation akan dioperasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa keunggulan kereta New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

Interior kereta ekonomi New Generation. (Foto: Dok. KAI)

Lalu Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. Jendela kereta New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass dengan tingkat pengamanan lebih tinggi mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan dan meredam kebisingan. Untuk kebutuhan mengisi daya gawai pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Stop kontak ini di khususkan untuk digunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya.

Nah, siap untuk menggunakan kereta New Generation? Berikut kabarpenumpang akan memberikan daftar nama-nama keretanya:
1.Kereta Eksekutif:
• Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasarturi – Gambir pp)
• Argo Lawu (Solo Balapan – Gambir pp)
• Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp)
• Taksaka (Yogyakarta – Gambir pp)

2. Kereta Kelas Campuran:
• Lodaya (Bandung – Solo Balapan pp.)
• Progo (Lempuyangan – Pasar Senen pp.)
• Bogowonto (Lempuyangan – Pasar Senen pp.)
• Mataram (Solo Balapan – Pasar Senen pp.)
• Gaya Baru Malam Selatan (Surabaya Gubeng – Pasar Senen pp.)

3. Kereta Ekonomi:
• Kereta Api Majapahit (Malang – Pasar Senen pp.)
• Jayabaya (Malang – Pasar Senen pp.)

Gagal Total! Kereta yang Sempat Mengaspal di IKN Akhirnya ‘Angkat Kaki’ ke Cina

Berbagai media saat ini masih terus menyoroti nasib Ibu Kota Nusantara (IKN) yang makin kesini makin tidak terlihat kehidupan sebagai mana mestinya. Diketahui bahwa IKN merupakan ibu kota masa depan Indonesia yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Ibu Kota Nusantara direncanakan akan menjadi daerah yang bersifat khusus setingkat provinsi yang wilayahnya menjadi tempat kedudukan ibu kota negara menggantikan Jakarta.

Namun saat ini setelah pemerintah Prabowo Subianto sedang melakukan pengiritan besar-besaran anggaran negara setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 pada pertengahan Januari lalu.

Sejumlah pos anggaran kementerian dan lembaga negara saat ini diblokir, salah satunya isu anggaran pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dengan tentu saat ini bisa dikatakan bahwa nasib IKN mangkrak setelah adanya pemblokiran oleh pemerintah. Adanya pemblokiran di IKN tersebut, maka imbasnya terjadi pada kereta tanpa rel yang menjadi sorotan media yang akan di kembalikan ke negara asalnya yaitu Cina.

Jelang Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, Kemenhub Uji Coba Kereta Tanpa Rel

Ya, Autonomous Rail Transit (ART) buatan CRRC Qingdao Sifang dari Cina ini akhirnya harus angkat kaki. Kereta tanpa rel ini sayangnya tak sesuai harapan. Sebelumnya, proyek ART ini jadi sorotan publik saat uji coba pada Agustus hingga Oktober 2024.

Namun sekarang armada tersebut sudah tak beroperasi dan meninggalkan IKN sejak 29 April 2025. Kemudian Unit ART diangkut menggunakan kapal besar bernama Chang Zan yang telah bersandar sejak Rabu (30/4). Kereta berteknologi canggih tersebut ternyata belum siap mendukung ekosistem smart mobility yang tengah dibangun di kawasan IKN. Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan bahwa pengembalian ini merupakan inisiatif dari pihak Otorita IKN sendiri.

 

Fyi, ART lebih dikenal sebagai Trem Otonom (TO) ini merupakan moda transportasi massal berbasis listrik. Kereta ini menggunakan roda karet yang bergerak pada rel virtual dalam batas tertentu. Trem Otonom menggabungkan karakteristik kereta (light rapid transit/LRT) dan bis (bus rapid transit/BRT). Trem Otonom merupakan moda yang berbentuk seperti kereta LRT tetapi tidak beroperasi di atas rel. Selain itu, satu trainset kereta otonom terdiri atas tiga kereta dengan kapasitas hingga 300 orang. Sementara kalau satu rangkaian kereta dengan lima gerbong disebut dapat menampung hingga 500 penumpang.

Walaupun ART buatan China ini gagal berjalan otonom, Otorita IKN tetap berkomitmen pada pengembangan sistem transportasi cerdas terintegrasi. Salah satunya adalah dengan mewujudkan pengalaman transportasi yang terintegrasi, praktis, dan ramah lingkungan melalui aplikasi canggih Mobility-as-a-Service (MaaS). Teknologi ini menjadi bagian dari Nusantara Urban Mobility Masterplan, yang menargetkan 80 persen perjalanan di IKN menggunakan transportasi publik atau mobilitas aktif, seperti berjalan kaki dan bersepeda.

Dipantau Langsung CRRC Cina, ART Kereta Tanpa Rel di IKN Diuji Coba

Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Beda Antara Wiper di Kokpit Pesawat dan di Mobil Anda

Setelah pada artikel sebelum ini dibahas tentang wiper pesawat yang tidak rusak saat diterjang angin di ketinggian, maka menarik juga untuk dikupas tentang jenis dan spesifikasi wiper pada pesawat, apakah wiper pada pesawat punya jenis yang sama dengan yang ada di mobil atau kendaraan darat?

Pada dasarnya, wiper pada pesawat terbang memang berbeda dengan wiper pada mobil, baik dari segi desain, fungsi, maupun spesifikasinya, karena harus bekerja dalam kondisi yang jauh lebih ekstrem.

Kenapa Wiper Pesawat Tidak Rusak Diterjang Angin Saat di Ketinggian?

Wiper pesawat umumnya termasuk dalam kategori berikut Electrically Driven Windshield Wiper, Pneumatically Driven Wiper dan Hybrid Systems. Electrically Driven Windshield Wiper adalah yang paling umum digunakan di pesawat modern. Wiper ini menggunakan motor listrik untuk menggerakkan bilah wiper. Wiper ini digunakan saat hujan atau cuaca buruk untuk menjaga visibilitas pilot.

Sementara Pneumatically Driven Wiper agak jarang digunakan, lantaran digunakan pada beberapa pesawat lama atau pesawat militer. Wiper ini menggunakan udara bertekanan untuk menggerakkan wiper. Dan yang terakhir adalah Hybrid Systems, yang menggabungkan wiper elektrik dan sistem lain seperti anti-ice (pemanas) di kaca kokpit.

Boeing 737 atau Airbus A320 menggunakan wiper elektrik dengan dua bilah wiper besar yang dikendalikan dari kokpit secara manual atau otomatis.

Wiper pada pesawat menggunakan karet khusus yang sangat berbeda dari karet wiper mobil biasa. Karena pesawat beroperasi dalam kondisi ekstrem (kecepatan tinggi, suhu beku, tekanan rendah, dan potensi icing), wiper-nya membutuhkan material yang jauh lebih tahan lama dan kuat.

Wiper pada pesawat mengadopsi bahan karet khusus (High-Performance Rubber), biasanya terbuat dari EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer) atau Silicone-based rubber yang tahan terhadap suhu ekstrem: dari -50°C hingga +80°C atau lebih. Tidak getas atau retak meski terkena sinar UV dan ozone dalam jangka panjang dan tidak menyerap air dan tahan terhadap bahan kimia de-icing dan cairan washer khusus pesawat.

Desain wiper pada pesawat aerodinamis dan kaku, yaitu tidak mudah terangkat oleh angin kencang di ketinggian tinggi atau saat lepas landas, dan dirancang agar tetap kontak sempurna dengan kaca walau dalam turbulensi dan tekanan udara rendah. Kaca kokpit pesawat biasanya berlapis dan lebih tebal dari kaca mobil, sehingga wiper harus memiliki kontur dan tekanan yang disesuaikan secara presisi.

Sebagai catatan, karet wiper pesawat biasanya tidak bisa diganti secara terpisah seperti pada mobil, tapi diganti satu unit lengkap (arm + blade). Komponen ini termasuk dalam scheduled maintenance items dan harus diganti secara berkala sesuai jam terbang.

Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca di Kokpit Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Genjot Konservasi dan Wisata Alam, Bandara Heathrow London Resmikan Menara Pengawas Burung Baru

Bandara Heathrow London belum lama ini meresmikan menara Pengawas Lalu Lintas Udara (Air Traffic Control) yang berbeda, yakni sebagai tempat persembunyian untuk mengamati burung tepat di jantung salah satu dari 13 situs konservasi alam setempat.

Tempat persembunyian burung yang unik ini, dirancang menyerupai menara pengawas ikonik bandara, dapat dikunjungi secara gratis sebagai bagian dari tur yang dapat dipesan di area tersebut. Tempat ini berfungsi sebagai tempat pengamatan yang disamarkan, yang memungkinkan pengunjung untuk mengamati berbagai spesies burung yang ‘datang ke daratan’, bersama dengan satwa liar setempat lainnya.

Menurut otoritas setempat, menara tersebut dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan Rencana Positif Alam Heathrow, yang merinci bagaimana bandara akan lebih memahami dan, jika memungkinkan, mengurangi dampak lingkungannya.

Becky Coffin, direktur komunitas dan keberlanjutan bandara, mengatakan: “Upaya kami untuk mendukung alam berlangsung sepanjang tahun – mulai dari memperkenalkan ternak ke habitat penggembalaan di musim semi, hingga menemukan jamur baru dalam ilmu pengetahuan di hutan kami di musim gugur, dan pengelolaan pagar tanaman secara bergilir di musim dingin.

Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

“Memelihara dan memulihkan alam merupakan prioritas bagi Heathrow, dan kami berharap pengalaman mengamati burung ini membantu mewujudkan Rencana Positif Alam kami dan menunjukkan kepada para pelancong bahwa Heathrow berkomitmen terhadap keanekaragaman hayati, sehingga mereka lebih yakin dalam memilih perjalanan.”

Komitmen Heathrow untuk membangun upaya berkelanjutan dalam melindungi dan secara aktif memulihkan keanekaragaman hayati dan ekosistem lokal merupakan bagian dari strategi keberlanjutan Connecting People and Planet yang lebih luas di bandara tersebut, yang mencakup investasi sebesar £250 juta dari bandara tersebut untuk peningkatan karbon dan keberlanjutan untuk periode 2022-2026.

Heathrow mengelola 170 hektar lahan di 13 lokasi keanekaragaman hayati di sekitar bandara – setara dengan 10% dari keseluruhan jejak Heathrow.

Menara Kontrol Lalu Lintas Alam telah muncul di lokasi lokal, Cagar Alam Causeway, tempat pengunjung dapat memesan sesi pengamatan burung gratis dan tur alam berpemandu dengan salah satu pakar ekologi Heathrow.

Tur di sekitar lokasi keanekaragaman hayati akan membawa para pencinta alam melalui berbagai habitat, termasuk danau air tawar, hamparan alang-alang, padang rumput, dan hutan – menawarkan kesempatan untuk melihat bunga, tanaman, dan satwa liar langka.

Selain 79 spesies burung yang terbang tinggi di langit, pengunjung dapat menjumpai pohon asli Inggris yang paling langka, Black Poplar, serta kupu-kupu Small Heath dan ular rumput.

Padang rumput dan lahan pertanian di sekitar lokasi keanekaragaman hayati Heathrow juga menjadi rumah bagi laba-laba dan kumbang langka, lebih dari 30 spesies kupu-kupu, bunga bluebell asli, bunga daffodil liar, bunga violet manis, dan berbagai satwa liar lainnya, termasuk burung kingfisher, tikus panen, dan burung hantu lumbung.

Gandeng Boingo, Bandara Heathrow Rilis Akses WiFi 100 Mbps!

Garuda Indonesia Mulai Berangkatkan Penerbangan Fase I Calon Jemaah Haji 1446 H/2025 M

Garuda Indonesia secara resmi mulai mengoperasikan penerbangan Fase I (Keberangkatan) calon jemaah haji Indonesia pada musim haji 1446 H/2025 M menuju ke Tanah Suci.  Pada hari pertama Fase Keberangkatan calon jemaah haji yang diberangkatkan mulai hari ini, Jumat (2/5), Garuda Indonesia menerbangkan 4.158 calon jemaah haji dari total 90.203 jemaah yang akan diberangkatkan selama musim haji 2025 melalui 11 (sebelas) kelompok terbang (kloter).

Adapun keberangkatan pada hari pertama operasional penerbangan haji hari ini dilaksanakan dari 5 (lima) embarkasi, yaitu Solo (1.440 jemaah), Jakarta (1.179 jemaah), Ujung Pandang (786 jemaah), Lombok (393 jemaah), dan Medan (360 jemaah).  Keseluruhan layanan penerbangan bagi jemaah tersebut akan diterbangkan dengan menggunakan 13 armada wide body Garuda Indonesia.

Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia turut memberangkatkan sebanyak 730 petugas haji yang akan bertugas di tanah suci, yang terbagi ke dalam 246 kelompok terbang (kloter) dan diberangkatkan dari 7 (tujuh) embarkasi yaitu Banda Aceh, Medan, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Seluruh calon jemaah haji tersebut  akan diterbangkan secara bertahap ke Tanah Suci mulai tanggal 2 Mei hingga 31 Mei 2025 untuk fase keberangkatan, dengan tujuan Madinah pada 2–16 Mei 2025 dan disusul dengan penerbangan tujuan Jeddah pada 17–31 Mei 2025. Adapun fase pemulangan jemaah akan dimulai pada tanggal 11 Juni sampai dengan 10 Juli 2025 mendatang.

Penerbangan perdana fase keberangkatan ibadah haji tahun ini diawali dengan penerbangan GA-5101 yang mengangkut 386 calon jemaah haji Kloter I Lombok, dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Lombok pada pukul 01.15 WITA, dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah pada pukul 07.20 waktu setempat.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani mengungkapkan bahwa merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Garuda Indonesia dapat kembali melayani para jemaah haji Indonesia di musim haji tahun ini. Dengan pengalaman selama tujuh dekade atau sejak tahun 1955, Garuda Indonesia konsisten untuk menghadirkan layanan penerbangan haji terbaik bagi seluruh jemaah.

“Sebagai salah satu negara dengan masyarakat muslim terbesar di dunia, kami memahami bahwa perjalanan haji merupakan ibadah yang telah dinantikan oleh masyarakat muslim Indonesia. Oleh karenanya, memastikan penyediaan layanan penerbangan terbaik merupakan komitmen berkelanjutan yang terus kami upayakan dalam rangka mobilisasi jemaah dari embarkasi menuju Tanah Suci,” jelas Wamildan.

Pada operasional haji tahun ini, terdapat lebih dari 25 ribu calon jemaah haji lanjut usia di atas 65 tahun (atau sebesar 28,4% dari total jemaah) yang dilayani oleh Garuda Indonesia. Oleh karenanya, Garuda Indonesia juga fokus terhadap upaya optimalisasi layanan bagi seluruh calon jemaah haji –termasuk menghadirkan layanan ramah lansia, baik pada prosedur pre-flight, in-flight hingga post flight.

Sejumlah perlengkapan layanan penunjang di penerbangan yang disediakan di antaranya 30 wheelchair di setiap embarkasi, 2 ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah yang dilengkapi dengan toilet, priority boarding & disembark, special baggage handling, buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz. Disamping itu, guna memaksimalkan kenyamanan lebih bagi para penumpang, Garuda Indonesia juga menyediakan selimut, first aid kit, emergency equipment hingga layanan asistensi oleh awak kabin hingga petugas darat untuk membantu pemenuhan kebutuhan jemaah selama perjalanan.

Penerbangan Haji 2025 – Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat Wide Body dari Tujuh Embarkasi

 

Kenapa Wiper Pesawat Tidak Rusak Diterjang Angin Saat di Ketinggian?

Sebagaimana mobil, pesawat juga memiliki wiper di bagian depan. Fungsinya sama, untuk menyeka air saat hujan deras ataupun anti-icing semata agar visibilitas pilot dan kopilot tetap terjaga. Menariknya, saat pesawat berada di ketinggian 37 ribu kaki dengan kecepatan 740-930 km per jam, kenapa wiper tidak rusak dihempas angin kencang?

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Jawaban atas pertanyaan itu tentu tidak sederhana. Namun, tidak pula terlalu sulit sampai tidak bisa dijawab.

Menurut John Cox, mantan kapten US Airways dan sekarang mendirikan perusahaan keselamatan penerbangan, dalam rubrik Ask The Captain USA Today, wiper pesawat tidak rusak diterjang angin kencang saat di ketinggian jelajah erat kaitannya dengan desain aerodinamis pesawat.

Aliran udara di sekitar kaca depan dirancang menjadi kurang kuat dibandingkan bagian lain dari pesawat. Air mengalir di sekitar hidung dan di atas kaca depan, menyebabkan “eddy.” Eddy ini adalah tekanan rendah pada kecepatan lebih rendah dari udara yang mengalir melalui hidung.

Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah bahwa desainer pesawat memanipulasi aliran udara dengan cara yang memungkinkan udara lebih lambat sekitar kaca depan dan wiper. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas.

Baca juga: Ternyata! Pemanasan Global Berpotensi Merugikan Dunia Penerbangan

Jawaban lain atas pertanyaan kenapa wiper tidak rusak diterjang angin kencang saat pesawat ngebut di ketinggian 37 ribu kaki adalah karena wiper tidak digunakan pilot.

Pilot-kopilot umumnya memang tidak pernah menggunakan wiper saat pesawat berada di ketinggian jelajah, sekalipun saat hujan deras. Pertanyannya, kenapa pilot-kopilot tidak menggunakan wiper bahkan ketika hujan deras?

Menurut aerocorner.com, saat di ketinggian jelajah dengan kecepatan mencapai sekitar 930 km per jam, hujan deras tidak akan bertahan lama di kaca pesawat karena langsung tersapu oleh angin. Apapun jenis dan tipe pesawat, pilot hampir dapat dipastikan tidak menggunakan wiper bahkan ketika hujan lebat sekalipun saat di ketinggian jelajah.

Dalam tulisan di skybrary.aero, pada umumnya wiper pesawat digunakan pilot pada empat posisi, saat hujan lebat terjadi ketika masih di darat sebelum lepas landas, saat lepas landas, landing approach, dan landing.

Wiper pesawat atau aircraft windshield wiper umumnya memang memiliki sistem yang tidak boleh dioperasikan saat pesawat berada di kecepatan tertentu. Namun, tingkat kecepatannya bisa berbeda-beda. Yang pasti, itu tidak akan digunakan saat di ketinggian 30-37 ribu kaki.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pesawat Dihimbau Tak Mengudara Saat Turun Kabut

Dari berbagai jenis dan tipe pesawat, tidak semuanya menggunakan dan mempunyai wiper sebagai penyeka air hujan dan anti-icing.

Disebutkan, tergantung pada desain pesawat itu sendiri, ada beberapa cara menyeka air hujan dan anti-icing dari kaca pesawat, seperti menggunakan chemical rain repellent, hydrophobic seal coating of the windshields, dan pneumatic rain removal (jet blast).

Gubernur Jateng Murahkan Tarif Bus Bagi Buruh Pabrik

Hari Buruh (May Day) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, menghasilkan berbagai terobosan baru. Seperti di Jawa Tengah yang mana Gubernur mengeluarkan terobosan baru bagi para buruh yang langsung berdampak.

Gubernur Jateng Komjen Pol Ahmad Lutfi menyebutkan beberapa hal terkait terobosan terbaru. Yang pertama adalah memangkas tarif bus Trans Jateng bagi par buruh. Jika sebelumnya buruh membayar Rp2 ribu untuk sekali perjalanan, kini dipotong menjadi Rp1.000.

Tarif bagi buruh ini pun sama dengan tarif yang diberikan kepada pelajar. Hal ini karena tidak semua buruh memiliki kendaraan bermotor, sehingga bus menjadi salah satu pilihan transportasi yang dapat digunakan.

Harapannya dengan pemangkasan tarif ini bisa menekan pengeluran harian buruh. Terobosan kedua, Gubernur mewajibkan perusahaan yang ada di Kawasan industri di Jateng menyediakan daycare atau tempat penitipan anak.

Di mana Ahmad Lutfi sudah membuat surat edaran untuk merealisasikan hal itu. Salah satu daycare yang sudah diresmikan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) ini, mampu menampung 40 anak dengan jam operasional mulai dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB.

Daycare difasilitasi dengan ruangan ber-AC yang memiliki berbagai macam mainan edukasi dan matras tempat tidur yang nyaman. Tempat penitipan anak ini juga dikelola oleh sejumlah pengasuh yang profesional dalam merawat dan mendidik anak.

Bus Trans Jateng sendiri memberikan tarif pada penumpang umum Rp4 ribu dan tarif Rp2 ribu untuk pelajar, mahasiswa, dan buruh (dengan menunjukkan kartu identitas seperti KTP, Kartu Pelajar, atau Surat Keterangan). Tarif ini berlaku flat untuk semua rute baik dekat maupun jauh.

Pembayaran untuk perjalanan dengan bus Trans Jateng juga bisa dilakukan tunai maupun non-tunai atau menggunakan kartu elektronik. Oroperasional bus Trans Jateng setiap hari dari pukul 05.00–18.00 dan jam operasional ini bisa berbeda tergantung koridor.

Trans Jateng adalah layanan bus rapid transit (BRT) yang beroperasi di sejumlah koridor penghubung antar-kota/kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Adapu rute-rute popular Trans Jateng yakni Semarang menuju Bawen PP, Solo-Semarang PP, Purwokerto-Purbalingga PP.

Kemudian ada yang dari Tegal menuju Slawi dan berakhir di Purwokerto PP. Dari Magelang menuju ke Borobudur PP, dan yang terakhir adalah Solo menuju Wonogiri PP.

Magelang Hadirkan Bus Wisata Gratis Bagi Pelajar SD

D’Masiv Jadi Nama Halte Transjakarta Petukangan

Di antara deretan halte TransJakarta yang tersebar di ibu kota, Halte Petukangan mungkin tak terdengar istimewa bagi sebagian orang. Namun, bagi penggemar musik Tanah Air, halte ini menyimpan cerita menarik yang berkaitan dengan salah satu band pop rock paling dikenal di Indonesia: D’Masiv.

Terletak di kawasan Jakarta Selatan, Halte Petukangan melayani rute koridor 8 TransJakarta yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Harmoni. Dari luar, bangunannya tampak biasa saja, dengan desain modern khas halte TransJakarta pasca revitalisasi.

Tapi siapa sangka, halte ini ternyata berada tak jauh dari kampung halaman para personel D’Masiv. Ari, warga Petukangan Utara yang juga penggemar D’Masiv, bercerita bahwa band ini dulunya sering nongkrong dan latihan di studio kecil dekat halte.

“Sebelum terkenal, mereka sering banget main di acara kampung, pentas 17-an. Kami yang dari Petukangan merasa bangga banget waktu ‘Cinta Ini Membunuhku’ meledak,” ujar Ari sambil tersenyum.

Kedekatan D’Masiv dengan kawasan Petukangan bukan sekadar cerita nostalgia. Nama mereka bahkan sempat disebut-sebut dalam beberapa mural seni jalanan yang pernah menghiasi tembok sekitar halte, meskipun kini sebagian besar sudah tertutup renovasi.

Tak sedikit pula pengguna media sosial yang menyebut halte ini sebagai “Halte D’Masiv” secara tidak resmi—sebuah julukan penuh afeksi dari warga lokal. Kini, Halte Petukangan tidak hanya menjadi titik transit para komuter, tetapi juga simbol kecil dari perjalanan panjang sebuah band yang berangkat dari kawasan pinggiran Jakarta menuju panggung nasional.

“Setiap lewat halte ini, gue jadi inget awal mula mereka. Dari kecil, jadi besar. Dari Petukangan, ke mana-mana,” kata Tika, seorang penumpang yang mengaku tumbuh besar bersama lagu-lagu D’Masiv.

Mungkin halte ini tidak akan pernah secara resmi berganti nama menjadi Halte D’Masiv. Namun, bagi warga Petukangan dan para penggemar setia band ini, halte tersebut sudah menjadi bagian dari kisah yang lebih besar—kisah tentang mimpi yang tumbuh dari pinggiran kota, dan tentang suara yang kini terdengar hingga ke seluruh penjuru negeri.

Magelang Hadirkan Bus Wisata Gratis Bagi Pelajar SD

Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu

Melakukan penerbangan jarak jauh bukanlah perkara mudah. Walaupun ada dua jenis penerbangan yang dapat kita pilih, direct atau indirect (transit), namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lelah selama perjalanan pun tidak bisa dipungkiri. Perasaan gerah membuat kita seakan tidak sabar untuk segera tiba ditujuan dan menyegarkan diri. Relaksasi seperti mandi di bawah shower merupakan opsi yang paling banyak dipilih oleh kebanyakan orang.

Baca Juga: Emirates Hadirkan Aplikasi Augmented Reality di Udara, Bisa Diakses dari Smartphone Android dan iOS

Ini pula yang sempat menjadi tawaran khusus oleh salah satu maskapai raksasa, Emirates. Menyadari perjalanan jauh yang melelahkan, pihak Emirates lalu memperkenalkan layanan kamar mandi lengkap dengan sebuah shower pertama di dunia. Namun, tidak semua armada milik maskapai ini menyediakan layanan tersebut, hanya penumpang kelas satu di pesawat superjumbo Airbus A380-lah yang bisa menikmati kamar mandi shower ini.

Para penumpang pun tidak bisa sembarangan dalam menggunakan fasilitas ini, masing-masing hanya diberi jatah lima menit saja untuk menikmati guyuran air dari bawah shower. Hal ini disebabkan karena pihak Emirates hanya membawa pasokan air secukupnya untuk 14 penumpang di kelas satu. Namun, pihak maskapai menemukan sebuah masalah yaitu shower yang tersedia hanya mampu mengakomodasi satu penumpang saja. Itu berarti setiap penumpang harus rela bergantian untuk menikmati layanan mewah ini. Belum lagi soal penumpang yang ingin berlama-lama di dalam kamar mandi tersebut, tanpa menyalakan shower dengan alasan penghematan air, sehingga mereka lebih memilih untuk berendam di bath tub.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk, Emirates menyediakan layanan perdana ini pada penerbangan dari Dubai menuju New York. Selanjutnya, rute lain yang rencananya akan dipasang layanan serupa adalah dari London menuju Dubai. Emirates sendiri diketahui menawarkan 14 tempat tidur, lengkap dengan ‘Suite Pribadi’ yang mencakup pintu-pintu yang dapat dikendalikan dengan remot, meja kerja, minibar yang dikontrol secara elektrik, serta sistem hiburan dalam penerbangan yang paling mutakhir. Airbus A380 milik Emirates juga dapat menampung sekitar 489 penumpang dari kelas satu, bisnis, dan ekonomi, serta didukung 24 awak kabin.

Baca Juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube

Sementara itu, kompetitor Emirates, Singapore Airlines menghadirkan tempat tidur ganda di dalam Airbus A380-nya. Meski begitu, pihak Emirates tidak terlalu menghiraukan langkah yang diambil oleh pesaingnya karena ia yakin layanannya lah yang akan lebih mencuri perhatian penumpang. Sekali lagi, pihak Emirates melalui presidennya kala itu, Tim Clark mengatakan agar penumpang tidak terlalu lama menghabiskan waktu di bawah kucuran shower.

“Kamar mandi tersebut diatur menggunakan perangkat lunak untuk mengucurkan air dari shower selama lima menit,” ujarnya. Sebuah lampu penanda akan menyala jika seseorang tengah berada di dalam kamar mandi. “Jika waktu sudah habis dan rambut Anda masih dipenuhi oleh shampoo, ya Anda harus keluar,” tambah Tim.

Dengan menambahkan fasilitas shower, maka beban yang dibawa oleh Airbus A380 Emirates akan meningkat sekitar setengah ton atau bertambah 25 persen dari beban keseluruhan. Tentu saja, Anda akan dikenakan biaya tambahan untuk menikmati fasilitas ini. Harga tiket yang disodorkan kepada para penumpang dari London menuju Dubai per 1 Desember 2008 kemarin adalah £4.737 atau setara Rp81,6 juta. Cukup mahal ya? Namun, harga tersebut bisa dibilang sepantar dengan fasilitas yang akan Anda nikmati.

Emirates Perluas Layanan Armada Airbus A380 dan Boeing 777 Hasil Retrofit

Emirates akan memperkenalkan serangkaian armada Boeing 777 dan Airbus A380 dengan kabin yang ditingkatkan ke delapan kota lagi dalam jaringannya dalam beberapa bulan mendatang. Maskapai asal Uni Emirat Arab ini akan meluncurkan A380 yang diperbarui (retrofit) ke Bangkok, Hong Kong, Nice, dan Perth, serta Boeing 777 yang ditingkatkan ke Madrid, Kuala Lumpur, Phuket, dan Frankfurt, serta layanan Boeing 777 yang telah diperbarui ke Dublin.

Penerapan terbaru yang direncanakan ini akan menawarkan lebih banyak kesempatan kepada pelanggan untuk menikmati pengalaman Emirates yang lancar, konsisten, dan terdepan, baik saat mereka bepergian ke atau melalui Dubai, karena jumlah total kota yang dilayani oleh Boeing 777 dan Airbus A380 yang diperbarui serta A350 yang baru dikirimkan mencapai lebih dari 70 kota.

Program perombakan maskapai ini terus maju dengan kecepatan yang luar biasa dengan tim Pusat Teknik Emirates yang bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan perombakan penuh dari ujung ke ujung dengan kecepatan rata-rata satu pesawat berbadan lebar setiap tiga minggu.

Maskapai ini juga akan menerima pesawat A350 jarak jauh pertamanya akhir tahun ini, yang akan memulai debutnya di Australia dengan diperkenalkannya penerbangan ke Adelaide mulai 1 Desember mendatang.

Adelaide akan menjadi kota pertama dalam jaringan maskapai yang menerima Airbus A350 jarak jauh dengan diperkenalkannya penerbangan EK440/441 mulai 1 Desember. Emirates Airbus A350-900ULR dapat mengudara selama lebih dari 15 jam nonstop, dengan jangkauan melebihi 14.000 km. Pada akhir tahun 2025, Emirates berharap untuk menerima lima pesawat A350 yang diperuntukkan untuk melayani misi jarak jauh, yang menampilkan 32 kursi Kelas Bisnis yang dapat direbahkan dalam konfigurasi 1-2-1, 28 kursi di Kelas Ekonomi Premium, dan 238 kursi Kelas Ekonomi yang luas.

Sejak dimulainya program perbaikan pada bulan November 2022, Emirates telah meningkatkan interior 51 pesawat Airbus A380 dan Boeing 777, yang sekarang terbang ke 38 destinasi. Rencana maskapai ini mencakup perbaikan kabin menyeluruh untuk 219 pesawat, yang terdiri dari 110 Airbus A380 dan 109 Boeing 777.

Seiring dengan percepatan program ini, Emirates siap untuk naik peringkat sebagai salah satu maskapai penerbangan teratas dalam kapasitas Ekonomi Premium berdasarkan kursi internasional yang ditawarkan, dengan lebih dari 2 juta kursi yang ditawarkan per tahun pada akhir tahun 2025 pada pesawat yang terbang ke lebih dari 70 kota, dan menggandakan kapasitas tersebut menjadi 4 juta kursi per tahun pada akhir tahun 2026. Pada akhir tahun ini, hampir 40% armada maskapai akan menawarkan interior terbarunya, termasuk Ekonomi Premium dan kabin Kelas Bisnis yang diperbarui.

Ternyata, Emirates Hanya Menggunakan Dua Jenis Pesawat!

Setelah proyek monumental ini selesai, Emirates akan memasang 8.512 kursi Kelas Ekonomi Premium generasi berikutnya, 2.034 suite Kelas Utama yang diperbarui, 12.720 kursi Kelas Bisnis yang ditingkatkan dengan konfigurasi yang sepenuhnya baru, dan 68.364 kursi Kelas Ekonomi yang dirombak dengan cermat.

Untuk memenuhi komitmen maskapai dalam menyediakan rangkaian produk terbaik di kelasnya untuk kabin barunya, diperlukan pemasangan 218.000 meter kain untuk kursi Kelas Ekonomi terbaru; sementara Kelas Ekonomi Premium, Kelas Bisnis, dan Kelas Utama akan mendapatkan pelapis baru yang memerlukan penggunaan 130.000 meter persegi kulit lembut. Lebih dari 132.000 meter persegi karpet baru yang tahan lama akan digelar di seluruh kabin dan 14.000 meter persegi lembaran laminasi akan dipasang di dinding kabin.