Inilah yang Bakal Dilakukan Awak Kabin untuk Mengatasi Penumpang yang Bau Badan!

Tidaklah mudah untuk menjadi seorang pramugari – beragam tuntutan yang dibebankan di pundak mereka haruslah dilakoni dengan senyum dan wajah ceria yang tidak boleh hilang. Mulai dari membantu penumpang menaikkan barang bawaan mereka ke kompartemen atas, menjadi objek godaan penumpang genit, hingga yang agak menjijikan adalah bersinggungan langsung dengan penumpang yang memiliki aroma tubuh yang kurang sedap.

Baca Juga: Tipping Layakkah Diberikan Pada Awak Kabin?

Duh, tentu saja ini akan menjadi masalah dimana seorang pramugari harus tetap tersenyum ketika melayani penumpang dengan aroma tubuh yang kurang sedap ini. Tapi, seorang pramugari bernama Sarah Steegar membocorkan beberapa tips ketika dirinya dihadapkan dengan penumpang yang menundang rasa mual ini.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/12/2018), Sarah akan melakukan apa saja yang dapat membuat si penumpang ini diam dan tidak melakukan banyak gerakan, karena itu akan menyebarkan aroma tubuhnya.

“Saran saya agar semua orang bekerja sama supaya orang itu tetap diam,” ujar Sarah.

“Apakah Anda ingin ditutupi oleh selimut? Jangan bergerak, tetaplah duduk di sana, biar saya yang mengambilkan dan mengenakannya untuk Anda,” imbuhnya sembari memperagakan cara yang ia lakukan ketika berhadapan dengan penumpang ‘beraroma’ ini.

Selain itu, ada cara lain yang dilakukan oleh Sarah guna mencegah aroma dari penumpang ini menyebar.

“Apakah Anda membutuhkan barang di dalam tas Anda? Biar saya ambilkan,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwasanya aroma tidak sedap yang dihasilkan oleh seorang penumpang ini biasanya meningkat karena faktor travel stress.

Ya, tidak sedikit maskapai di luar sana yang akan menurunkan Anda dari pesawat ketika mendapati tubuh Anda mengeluarkan bau yang kurang sedap – bahkan jika beruntung, Anda akan mendapatkan voucher untuk mandi di airport hotel atau lounge.

Baca Juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Tidak bisa dipungkiri, menyebarkan bau yang kurang sedap merupakan hal yang memalukan dan membuat lingkungan sekitar menjadi terganggu. Inilah salah satu alasan yang melatarbelakangi beberapa maskapai untuk menurunkan penumpang yang memiliki bau kurang sedap, karena pihak maskapai beranggapan hal ini akan mengganggu kenyamanan para penumpang lain yang ada di suatu penerbangan.

Terobsesi Jakarta, Banda Aceh Rencanakan Bangun MRT

Menjadi ibu kota provinsi yang cukup berkembang, Banda Aceh akan diubah menjadi kota modern oleh Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal tersebut dikatakaan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang mengunngkapkan rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 kepada para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh.

Baca juga: MRT Jakarta Pertimbangkan Kehadiran ‘Gerbong’ Khusus Penumpang Wanita

“Awal tahun depan kita akan memulai membangun sistem transportasi massal dengan menggunakan kereta rel listrik atau jalan Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Banda Aceh,” ungkap Nova yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Menurutnya sistem transportasi massal tersebut sangat efektif untuk menekan kemacetan serta meminimalisir tingkat kecelakaan pengemudi kendaraan bermotor. Nova mengatakan, MRT tersebut akan mampu mengangkut hingga 300 penumpang sekali jalannya.

Dia mengaku rencana pembangunan MRT tersebut karena terobsesi dari DKI Jakarta, Malaysia dan Singapura. Untuk masalah rencana pembangunan MRT, pihak Dinas Perhubungan Aceh saat ini tengah menganalisis skema kerja sama dengan pemerintah atau lembaga swasta.

“Pembangan MRT itu, butuh dana sampai Rp6 triliun. Dananya bisa dari APBN, APBA, APBK, dan bahkan bisa juga dari swasta. Ya mungkin pembangunannya hingga 2022,” kata Nova.

Nantinya, jika pembangunan berhasil di Banda Aceh, Pemprov Aceh akan mengembangkan proyek tersebut ke Lhokseumawe, Langsa serta ke Aceh Barat. Adanya rencana tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut dan mendukungnya. Dia mengatakan, adanya pembangunan moda transportasi massal tersebut juga bisa menunjang sektor pariwisata.

“Kami menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi membangun MRT di Banda Aceh. Transportasi bertaraf internasional ini nantinya akan menjadi penunjang sektor pariwisata,” yang dikutip dari Antara, Selasa (18//12/2018).

Baca juga: Terlalu Mahal dan Okupansi Rendah, Mahathir Terpaksa Batalkan Pembangunan Fase 3 MRT Malaysia

Usman mengatakan, sebagai ibukota provinsi dan juga wajah Aceh, kota Banda Aceh terus dibenahi dan dengan kehadiran MRT akan menjadi lebih modern serta efisien. Apalagi kehadiran MRT ini bisa menambah moda transportasi yang sebelumnya yakni bus Trans Kutaraja di Banda Aceh. Namun, Usman menambahkan, bila hanya mengandalkan APBK, Pemkot Banda Aceh tidak akan mampu sehingga perlu campur tangan Pemprov dan pusat dalam pembangunannya.

Mulai Hari Ini, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta – Banyuwangi

Dengan menggunakan pesawat narrow body Airbus A320-200, Batik Air, maskapai full service dari Lion Group, mulai hari ini, Rabu (19/12), resmi melayani rute Jakarta – Banyuwangi. Dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, A320 yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, akan melayani rute Jakarta – Banyuwangi secara regular pergi pulang (PP) berjadwal satu kali setiap hari.

Baca juga: Nikmati Alam Banyuwangi dengan Lori Wisata Kalibaru

Layanan perdana Batik Air dimulai dengan nomor ID-6590. Pesawat lepas landas melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 08.25 WIB dan akan mendarat di Bandar Udara Internasional Banyuwangi (BWX) pada 10.05 WIB. Untuk penerbangan sebaliknya Batik Air terbang pada 11.05 WIB dari Banyuwangi menggunakan nomor ID-6591 dan dijadwalkan tiba di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 12.45 WIB.

Dikutip dari siaran pers, Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie menyebutkan, “Kedepan kami optimis dapat terus tumbuh melayani kota lain area Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang yang terhubung langsung Jakarta. Penerbangan pertama ke kota yang memiliki julukan Sunrise of Java ini merupakan bagian dari langkah strategis Batik Air dalam menjembatani antardestinasi domestik sejalan memperkuat layanan dan jaringan Batik Air yang saat ini sudah beroperasi. Batik Air tujuan Banyuwangi akan memberikan pilihan jadwal terbaik.”

Sebagai informasi, Batik Air telah terbang ke lebih dari 42 destinasi domestik dan internasional (Singapura; Kuala Lumpur, Kinabalu, Malaysia; Chennai, India; Perth, Australia) dengan frekuensi mencapai lebih dari 350 penerbangan per hari.

Operasional Batik Air didukung 41 Airbus A320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) serta delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).

Baca juga: Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Tentang Bandara Banyuwangi, sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Blimbingsari dan dikelola langsung oleh PT Angkasa Pura II. Selain Batik Air, maskapai lain yang melayani penerbangan reguler ke Banyuwangi adalah Citilink, Garuda Indonesia, Nam Air dan Wings Air.

Tambah Rute Penerbangan Berjadwal, Singapore Airlines Resmi Terbangkan A350-900 Ke Jakarta

Flag Carrier negara tetangga, Singapore Airlines tengah giat-giatnya melakukan ekspansi pasar yang menyasar destinasi di Indonesia. Diketahui, maskapai yang berkode SQ versi IATA ini akan menjadikan Jakarta sebagai destinasi Airbus A350-900 medium-haul miliknya tertanggal 18 Desember 2018. Adapun bandara yang akan digunakan Singapore Airlines untuk ‘melabuhkan’ armadanya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca Juga: Singapore Airlines Terbangkan Perdana A350-900 ULR ke New York

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Manager Public Relation Singapore Airlines, Glory Henriette mengatakan bahwa armada mereka akan beroperasi setiap hari dengan nomor penerbangan SQ964 dan SQ965 rute Singapura – Jakarta.

“Ini di luar sembilan penerbangan berjadwal yang sudah beroperasi sebelumnya antara Singapura dan Jakarta,” terang Glory.

Adapun pesawat medium-haul ini dilengkapi dengan 303 kursi yang terbagi ke dalam dua kelas – Business Class sebanyak 40 kursi dan 263 kursi untuk Economy Class. Untuk Business Class, Singapore Airlines menggunakan konfigurasi 1-2-1 untuk memberikan akses lorong langsung kepada setiap pelanggan. Sedangkan untuk Economy Class, maskapai yang semula bernama Malayan Airways ini akan menggunakan konfigurasi 3-3-3.

Selain itu, dikutip dari laman tribunnews.com (17/12/2018), pelanggan akan mendapat akses Wi-Fi dengan kecepatan tinggi karena pesawat ini akan dilengkapi dengan sistem konektivitas broadband milik GX Aviation yang ditawarkan melalui SITAONAIR.

Adapun penerbangan SQ964 ini akan berangkat dari Bandara Changi Singapura pada pukul 17.20 (waktu Singapura) dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia pada pukul 18.05 (waktu Indonesia) setiap hari.

Sementara itu, penerbangan kembali SQ965 akan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia pada pukul 19.00 (waktu Indonesia) dan tiba di Bandara Changi Singapura pada pukul 21.55 (waktu Singapura) setiap hari.

Baca Juga: Singapore Airlines Buka (Kembali) Penerbangan Langsung Singapura – Newark

Dari segi modanya sendiri, Airbus A350-900 dibekali mesin Rolls-Royce Trent XWB yang membuatnya mampu menembus kecepatan hingga 945km/jam dengan jarak tempuh maksimal mencapai 15.000km. Armada ini sendiri memiliki Maximum Take-Off Weight (MTOW) sekira 280 ton.

Diketahui, Airbus A350-900 merupakan model pertama dari varian A350 yang ada, seperti A350-900ULR, ACJ350, A350 Regional, hingga A350-1000.

Boeing Setujui ‘Banding’ yang Diajukan Embraer Terkait Akuisisi

Salah satu raksasa manufaktur pesawat, Boeing mengatakan bahwa mereka telah menyetujui persyaratan dengan Embraer untuk memperoleh kontrol dari pesawat komersial dan operasi layanan jetmaker asal Brasil ini dengan nilai US$4,2 miliar. Pada mulanya, kesepakatan ini pertama kali diumumkan pada bulan Juli 2018 kemarin dengan harga pembelian yang sedikit lebih rendah, yaitu sebesar US$3,8 miliar.

Baca Juga: Gaet Embraer, Boeing Siap Rambah Pasar Pesawat Berbadan Kecil

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman seattletimes.com (17/12/2018), akuisisi jajaran Embraer untuk pesawat-pesawat regional kecil, yang disebut E-jets, masih memerlukan persetujuan dari Pemerintah Brasil yang baru terpilih dan kemudian akan tunduk pada persetujuan pemegang saham dan pengaturan. Diperkirakan akan ditutup menjelang akhir 2019. Patut diketahui, Embraer E-jets adalah pesawat regional dengan konfigurasi 76- 130 kursi, persis keluarga Boeing 737 MAX.

Seperti diumumkan sebelumnya, Boeing akan ‘menginstal’ manajemen yang berbasis di Brasil, termasuk presiden dan Chief Executive Officer (CEO), dimana mereka akan melapor kepada Presiden Boeing Dennis Muilenburg di Chicago, dan akan memiliki 80 persen saham di joint venture ini, sedangkan sisa 20 persennya lagi akan dikelola oleh Embraer sendiri.

Serikat buruh di Brasil telah menyatakan keprihatinannya sejak kesepakatan itu pertama kali diumumkan bahwa Boeing mungkin memindahkan beberapa operasi Embraer E-jets ke Amerika Serikat – maskar Boeing. Klausul persetujuan tampaknya dirancang untuk menghilangkan ketakutan itu sehingga kesepakatan itu dapat memenangkan persetujuan dari pemerintah Brasil.

Dari perspektif serikat pekerja Boeing di Negeri Paman Sam, ketakutan justru sebaliknya: bahwa Boeing akan menempatkan pekerjaan di Brasil, bukan Amerika Serikat.

“Salah satu pusat pabrik Boeing untuk desain, manufaktur, dan dukungan pesawat penumpang komersial,” ujar salah satu juru bicara Boeing menanggapi pertanyaan seputar akuisisi Embraer.

Ini menyiratkan bahwa para tenaga ahli di Embraer akan merancang E-jet berlabel Boeing di masa yang akan datang, termasuk pengadaan New Midmarket Aeroplane atau 797 yang diharapkan dapat diluncurkan pada 2019. Di lain sisi, pernyataan itu juga menyiratkan bahwa beberapa pekerjaan manufaktur pesawat Boeing selain E- jet dapat dilakukan di Brasil.

Baca Juga: Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global

Dengan bergabungnya Embraer ke tubuh Boeing, maka rivalitas di sektor aviasi global akan menjadi makin memanas – setelah sebelumnya Airbus mengumumkan hubungan kerja samanya dengan Bombardier.

Gara-Gara Ikan, Mahasiswi Ini Dikawal Bak Kriminal Saat Masuk Pesawat

Seorang mahasiswi Universitas Colorado dipaksa untuk meninggalkan ikan peliharannya di Bandara Internasional Denver oleh petugas yang mengaku dari Southwest Airlines. Lanice Powless yang akan terbang ke California pergi bersama ikan peliharannya yang berwarna merah muda bernama Cassie.

Baca juga: Lagi Enak Makan Cemilan, Tiba-Tiba Seekor Anjing ‘Nimbrung’ di Celah Kursi Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari foxnews.com (17/12/2018), bahwa dirinya mendapatkan ikan tersebut saat tahun pertama perkuliahan untuk menemaninya. Powless mengatakan, dirinya membawa Cassie pada penerbangan sebelumnya dan tidak pernah khawatir akan masalah apapun.

“Aku membawanya kemana-mana bersamaku. Aku bepergian dengannya dan menyimpannya dalam wadah,” kata dia.

Dari situs web TSA, ternyata ikan hidup diperbolehkan dibawa dalam penerbangan asal menggunakan tempat penyimpanan. Dalam situs tertulis, bahwa ikan hidup dalam air dan wadah transparan yang jelas diizinkan setelah diperiksa oleh petugas TSA. Namun ternyata, kebijakan Southwest Airlines hanya mengizinkan kucing dan anjing kecil untuk dibawa dan diletakkan di bawah kursi penumpang.

Karena putus asa, dia meminta kepada petugas untuk meninggalkan ikan peliharannya di konter dan menghubungi temannya agar menjemput dalam waktu setengahnya. Sayangnya, petugas tersebut diduga membantah dan meninggalkan Powless dan mencari penumpang acak maskapai lain jika mereka akan merawat ikan tersebut. Powless yang putus asa kemudian menemukan seorang penumpang yang memungkinkan membawa Cassie bersamanya, tetapi justru petugas bandara meragukannya.

“Mereka tidak mengizinkan kami untuk berbicara sama sekali karena mereka berpikir kami akan melakukan pertukaran rahasia di area bandara. Bahkan setelah saya tidak lagi memiliki ikan, mereka masih terus mengawasi kami, dan mengikuti kami melalui bandara dan mengantar ke pesawat kami, seolah-olah kami membawa sesuatu yang buruk ke bandara,” kata Powless.

“Semua orang menertawakanku. Ya, ini ikan. Aku tahu. Tapi sial, itu hewan peliharaanku. Dan hanya karena itu bukan kucing atau anjing, itu tidak sepenting itu?” Kata Powless.

Baca juga: Kongres Bantu FAA Pertimbangkan Aturan Jarak Kursi, Hewan Peliharaan dan Jumlah Toilet di Pesawat

Southwest Airlines mengkonfirmasi insiden itu dan mengklaim bahwa mereka menawarkan untuk mengubah perjalanan Powless sehingga dia bisa membuat akomodasi untuk ikannya, yang dia sangkal ditolak.

“Tim kami menawarkan untuk memesan kembali untuk penerbangan selanjutnya agar mereka dapat membuat pengaturan hewan peliharaan, tetapi justru pelanggan menolak opsi tersebut. Pelanggan akhirnya melakukan perjalanan pada jadwal penerbangan awalnya,” kata juru bicara maskapai penerbangan.

ARJ Holding, Investor Eksternal Pertama Untuk Proyek Terowongan Kereta Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Perusahaan konstruksi yang berbasis di Dubai, ARJ Holding, menginvestasikan €100 juta atau yang setara dengan Rp1,6 triliun di terowongan kereta bawah laut terpanjang di dunia yang menghubungkan Finlandia ke Estonia. Diketahui, ARJ Holding menjadi pemodal eksternal pertama pada proyek ambisius yang rencananya mulai dikerjakan pada tahun 2020 mendatang. Jika tidak meleset, pembangunan terowongan kereta bawah laut ini akan rampung pada 24 Desember 2024.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Canangkan Proyek Kereta Peluru Bawah Laut Menuju India

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thenational.ae (3/12/2018), adapun pembangunan terowongan kereta bawah laut yang menghubungkan dua ibu kota Helsinki dan Tallinn ini menelan dana total sekira €15 miliar atau yang setara dengan Rp247,1 triliun.

“Pendanaan ini akan digunakan misalnya untuk desain terowongan, desain struktural dan perencanaan lingkungan,” ujar Kustaa Valtonen, selaku mitra dari FinEst Bay Area Development Oy, pemimpin proyek ini.

“Ini akan memiliki dampak yang besar,” tandasnya.

Secara geografis, Finlandia dan Estona dipisahkan oleh Teluk Finlandia, dimana setiap tahunnya, ada delapan juta penumpang dan 1,2 juta mobil yang melakukan penyebrangan di antara dua negara ini. Puluhan ribu orang Estonia bekerja di Helsinki dan pulang-pergi dengan menggunakan feri – sementara Tallinn merupakan salah satu destinisi wisata populer bagi Finns (julukan masyarakat Finlandia).

Sumber: Euronews

Terowongan yang direncanakan memiliki panjang mencapai 103 km ini kelak akan menyandang status sebagai terowongan bawah laut terpanjang di dunia.

Kendati belum mulai pembangunan, namun beberapa waktu yang lalu, sebuah toko online mulai menjajakan tiket perjalanan di terowongan kereta bawah tanah ini dengan harga €50 (Rp824.000) untuk sekali perjalanan. Tindakan ini, menurut Kustaa Valtonen, dinilai untuk melihat minat dari masyakarat akan terowongan ini.

Pada kesempatan terpisah, ARJ Holding sangat yakin dapat menyelesaikan proyek tepat waktu, meskipun minimnya dukungan dari pemerintah atau Uni Eropa.

Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Dikutip dari laman sumber lain, Pemerintah Finlandia dan Estonia mengatakan bahwa mereka akan bekerja keras untuk mendapatkan pendanaan Uni Eropa, yang hanya dapat mencapai 40 persen dari total biaya. Itu berarti, dukungan dari pihak swasta dalam hal pendanaan sangatlah vital.

Hadirnya terowongan kereta bawah laut ini kelak sudah jelas akan memotong estimasi perjalanan antara dua negara ini – semula 2 jam dengan menggunakan feri, namun bisa dipangkas menjadi 30 menit saja dengan menggunakan kereta.

 

Aplikasi ‘e-hailing’ Bantu Pengemudi Taksi Dapatkan Penumpang di Bandara Kuala Lumpur

Dalam meningkatkan daya saing pengemudi taksi di Malaysia, sebuah aplikasi bernama e-hailing hadir dan secara resmi diluncurkan di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kehadiran e-hailing ‘caLLme’ tersebut setelah adanya demostrasi yang dilakukan para pengemudi taksi agar aplikasi tersebut dihapuskan.

Baca juga: Hadir dengan Aplikasi Pemesanan, Akankah Bisnis Taksi Helikopter Naik Daun?

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke yang meluncurkan aplikasi tersebut pada Sabtu (15/12/2018) kemarin, juga ikut mencoba memesan melalui aplikasi tersebut. Dia mengatakan, kehadiran e-hailing sendiri agar lebih produktif untuk fokus dan meluangkan waktu dalam meningkatkan daya saing industri taksi dibandingkan demonstrasi.

“Bukan berarti Anda tidak dapat melakukan demo, itu adalah hak Anda untuk menyuarakan ketidakbahagiaan Anda dengan kebijakan pemerintah,” kata Loke yang dikutip KabarPenumpang.com melalui laman thestar.com.my (15/12/2018).

“Tapi kita perlu menghadapi kenyataan, bahwa jika kita ingin meningkatkan industri taksi, kita perlu meningkatkan dengan penggunaan teknologi modern,” tambahnya.

Loke yang memberikan dukungan untuk pengembangan aplikasi oleh Angkasa mengatakan, agar caLLme berhasil, diperlukan banyak strategi upaya pemasaran dan yang lebih penting lagi untuk pengemudi. Loke mengaku bahwa e-hailing telah menjadi tantangan utama untuk bisnis taksi tradisional dimana saat ini sudah ada 70 ribu pengemudi taksi terdaftar dengan 60 persen dari mereka ada di bawah perusahaan.

Ketua Petekma Mohd Syahrir Abd Aziz mengatakan, aplikasi e-hailing ini akan diperluas ke KLIA2 secepatnya, sebelum di luncurkan di kota-kota besar lainnya serta Pulau Langkawi. Presiden Angkasa, Datuk Abdul Fattah Abdullah mengatakan, caLLme hadir dengan tujuan untuk membantu operator taksi dan koperasi di Malaysia.

Dia menambahkan, bahwa gerakan koperasi juga akan bekerja untuk memberi pelatihan bagi pengemudi dalam membantu mereka mendapatkan manfaat dari teknologi baru tersebut. Abdullah mengatakan, saat ini konsumen membutuhkan layanan dengan sentuhan ujung jari, sehingga koperasi harus beradaptasi dengan kebutuhan ini untuk memastikan kelangsungan bisnis mereka.

Baca juga: ‘Ganti Persneling’, Uber Coba Peruntungan Jajal Bisnis Taksi di Jepang

Diketahui, e-hailing sendiri berkolaborasi dengan Gerakan Koperasi Nasional (Angkasa) dan Pengemudi Taksi Malaysia, Limousine dan Asosiasi Operator Sewa Mobil (Petekma). Aplikassi ini telah digunakan lebih dari 1600 pengemudi di KLIA.

Tak Perlu Repot Bawa Kabel, Penumpang South Western Railway Bisa Nikmati Charger Nirkabel

Penumpang kereta api South Western Railway (SWR) di Inggris tidak perlu lagi repot membawa kabel untuk mencharger ponsel pintarnya. Pasalnya SWR yang bermitra dengan Aircharger dan Baker Bellfield telah menghadirkan sistem pengisian nirkabel pertamanya untuk penumpang kelas satu.

Baca juga: Layani Kendaraan Listrik, Momentum Dynamics Rilis Halte Berdaya 200 Kilowatt Nirkabel

Ini adalah pengisian nirkabel ponsel pintar pertama untuk perjalanan SWR dengan rute London Waterloo menuju ke Bournemouth dan Weymouth. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesswire.com (21/11/2018), kehadirannya ini di SWR menjadi teman perjalanan terbaik bagi para penumpang kelas satu untuk keperluan bisnis atau pribadi termasuk penggunaan aplikasi check in dan pemabayaran melalui ponsel.

Fitur baru ini nantinya akan memungkinkan penumpang mengisi baterai ponsel pintarnya yang sudah memiliki kemampuan pengisian daya nirkabel Qi. Pengisi daya nirkabel tersebut akan kompatibel dengan lebih dari 130 perangkat ponsel termasuk Samsung dan Apple terbaru.

(Business Wire)

Tak hanya itu Aircharge dan Baker Bellfield adalah nirkabel pengisian unit yang pertama diproduksi khusus untuk kereta api sesuai dengan semua aplikasi dan standar kereta api wajib. Mereka juga memberi IP55 yang menawarkan perlindungan air dan debu. Lebih dari 170 kereta api perusahaan akan menampilkan kemampuan pengisian daya induktif setelah menyelesaikan rencana perbaikannya.

“Pengisian daya nirkabel mewakili masa depan pengisian perangkat seluler dan kemitraan dengan Aircharge akan memungkinkan kami untuk membuat standar baru untuk sektor rolling stock kereta api dan seterusnya,” kata Robert Wilkin, Business Development Manager di Baker Bellfield.

Instalasi kereta api adalah bagian dari rencana pertumbuhan Aircharge untuk memperluas lebih lanjut ekosistem pengisian nirkabelnya menjadi transportasi umum, di samping kehadirannya yang sudah mapan di tempat-tempat umum.

“Hingga saat ini kami telah menerapkan solusi kami untuk bus dan di sejumlah bandara dan stasiun kereta api di seluruh jaringan kereta api Inggris, di Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah, dan ekspansi ke kereta mengkonsolidasikan posisi kami sebagai penyedia terkemuka untuk sektor transportasi, meningkatkan proposisi ruang publik kami dan menawarkan solusi yang tepat kepada pengguna ketika mereka sangat membutuhkan penyimpanan ponsel mereka,” ujar CEO dan Founder of Aircharge, Steve Liquorish.

Baca juga: Entrupy, Solusi Canggih Identifikasi Barang Palsu via Smartphone

Aircharge sudah menyediakan ekosistem pengisian nirkabel paling luas yang ditempatkan di tempat-tempat umum secara global, termasuk hub transportasi, restoran dan jaringan makanan cepat saji, kafe, hotel, toko ritel dan instalasi kantor.

Singgah di Bandara Perth? Jangan Lupa Rasakan Sensasi Pod Tidur di Terminal 1

Bandara Perth mulai menguji pod tidur di Terminal 1 untuk penumpang internasional. Kehadiran pod ini menjadikan Bandara Perth yang pertama menggunakannya di Australia dan menawarkan layanan tersebut pada pelancong. Pod tidur tersebut ada delapan dan bermitra dengan Smarte Carte serta perusahaan Finlandia GoSleep.

Baca juga: Ada Peluang, Penyedia Layanan Kapsul Tidur Rajai Pasar Bandara Internasional

Dilansir KabarPenumpang.com dari perthairport.com.au (12/12/2018), CEO Perth Airport Kevin Brown mengatakan, kehadiran pod tidur akan cocok untuk penumpang yang datang lebih awal atau melakukan transit untuk melanjutkan penerbangan berikutnya.

“Sebagai Hub Barat Australia, penumpang menghubungkan penerbangan mereka dalam berbagai cara, banyak dari mereka yang memiliki persinggahan singkat. Pod tidur ini menyediakan mereka dan masyarakat umum yang lebih luas dengan tempat untuk bersantai dengan nyaman,” kata Brown.

Dia menambahkan, bahwa kehadiran pod tidur merupakan salah satu komitmen mereka untuk memberikan bandara yang efisien dan modern dengan menyediakan tingkat layanan dan fasilitas yang pantas diterima Western Australia.

GoSleep Pod adalah inovasi Finlandia dan merupakan kursi ramping yang dirancang khusus mirip dengan flatbed kelas bisnis. Tas tangan dapat disimpan dengan aman di bawah kursi saat digunakan, dan tempat bernafas yang dapat dipindahkan menawarkan tempat yang tenang dan pribadi untuk beristirahat.

Kursi memiliki colokan USB dan GPO untuk laptop atau pengisian daya ponsel di dalam pod. Pelancong bisa memesan pod ini secara online di www.perthairport.com.au/sleepingpods atau secara langsung saat berada di bandara tergantung ketersediaannya karena terbatas. Untuk menikmati pod tidur ini akan dikenakan tarif $12 per jam atau tarif khusus untuk menginap lebih lama.

Untuk kenyamanan Penumpang, bantal, selimut dan solusi penyimpanan koper juga akan tersedia dengan menginap pod. CEO GoSleep Jussi Piispanen mengatakan Bandara Perth memimpin bangsa dalam menyediakan solusi tidur bagi para pelancong.

“Pod Tidur kami berada di 15 bandara internasional di seluruh dunia dan sekarang akhirnya juga di bawah. The Go Sleep sleeping pod akan menjadi manfaat besar bagi penumpang yang lelah. Kami sangat senang berada di Australia dan kami berharap dapat menjadi bagian dari banyak perjalanan yang dimulai dan berakhir di Bandara Perth, “kata Piispanen.

Baca juga: Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong

Manajer Umum Smarte Carte, Sam Khalil mengatakan, pod tidur akan menawarkan kenyamanan dan kemudahan bagi penumpang.

“Gosleep adalah penyedia terkemuka di polong tidur bandara dipesan lebih dahulu sehingga kami senang bermitra dengan mereka. Kami yakin produk ini akan semakin meningkatkan pengalaman penumpang di Bandara Perth dengan menyediakan fasilitas istirahat yang nyaman dengan biaya yang efektif,” kata Khalil.