Monday, July 13, 2026
HomeAnalisa AngkutanBukan Lewat Jalur Rel, Ini Alasan KRL Produksi INKA Banyuwangi Dikirim Melalui...

Bukan Lewat Jalur Rel, Ini Alasan KRL Produksi INKA Banyuwangi Dikirim Melalui Jalan Darat

Pengiriman rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) hasil karya anak bangsa terus dilakukan. Ya, proses pengiriman dari PT Industri Kereta Api (INKA) kini dari wilayah Banyuwangi, Jawa Timur yaitu trainset KRL yang telah selesai di produksi dan dikirim ke Kota Madiun. Pengiriman ini seharusnya melalui jalur rel kereta api, namun melalui jalan darat menggunakan trailer.

Saat pengiriman dan melewati beberapa kota dari Banyuwangi mendadak ramai oleh kerumunan masyarakat. Karena proses pengiriman rangkaian milik PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter tiba menggunakan truk trailer khusus di kawasan Stasiun Probolinggo pada (9/7) malam hari.

Kedatangan kereta tersebut menjadi perhatian masyarakat. Hingga area stasiun yang cukup padat, masyarakat masih ramai-ramai ingin menyaksikan pengiriman tersebut yang selanjutnya akan melakukan proses pemindahan kereta dari trailer menuju jalur rel menggunakan dua unit crane berkapasitas besar.

Pengiriman melalui jalur darat menjadi pilihan karena dimensi gerbong KRL yang lebih lebar tidak memungkinkan melintas di sejumlah terowongan pada jalur rel menuju Probolinggo, terutama Terowongan Mrawan yang menembus kawasan Gunung Gumitir.

Koordinator Tim Perizinan PT IMST (INKA Group) Yulia Wirdawati menjelaskan, gerbong tersebut merupakan bagian dari distribusi rangkaian KRL produksi PT INKA Banyuwangi yang nantinya akan dioperasikan untuk layanan Commuter Line di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, kereta diberangkatkan dari Banyuwangi pada Rabu (8/7) pukul 21.00. Namun sebelum melanjutkan perjalanan, rangkaian lebih dahulu singgah di PT INKA Madiun untuk menjalani pengujian. Uji coba pengiriman satu gerbong terlebih dahulu untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan aman dan lancar.

Secara keseluruhan terdapat 108 kereta yang akan dikirim secara bertahap menuju Jakarta. Persiapan pengiriman melalui jalur darat telah dilakukan sekitar lima bulan dengan melibatkan berbagai instansi. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Probolinggo, instansi teknis, aparat keamanan, hingga perangkat RT dan RW di sepanjang jalur yang akan dilalui kendaraan pengangkut.

Yulia menjelaskan, sebelum memasuki wilayah Kota Probolinggo, trailer yang membawa gerbong sempat berhenti di kawasan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo. Perjalanan kemudian dilanjutkan pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Penggunaan jalur darat dipilih setelah mempertimbangkan kondisi lintasan rel.

Secara teknis, lebar kereta sekitar tiga meter dinilai terlalu mepet saat melewati tikungan di dalam terowongan sehingga berisiko apabila dipaksakan melalui jalur kereta. Satu kereta KRL memiliki bobot sekitar 44 ton. Ditambah lagi trailer pengangkut seberat 36,6 ton, total beban kendaraan yang melintas mencapai sekitar 80,6 ton.

Setelah proses pemindahan ke rel di Stasiun Probolinggo selesai, PT INKA akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) untuk penjadwalan penarikan gerbong menuju Madiun sebelum diberangkatkan ke Jakarta.

Stasiun Probolinggo, Dahulu Sempat Jadi Jalur Trem Uap

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru