Tragedi mematikan kembali melanda jaringan transportasi kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol. Pada Rabu pagi sekitar pukul 08.48 waktu setempat, sebuah kecelakaan fatal yang melibatkan dua rangkaian kereta cepat berpenumpang terjadi di Provinsi Toledo, sebelah selatan Madrid.
Berdasarkan data resmi terbaru dari otoritas regional setempat, insiden maut ini telah menelan sedikitnya 68 korban jiwa, sementara jumlah pasti keseluruhan korban masih dalam proses pendataan akibat proses evakuasi yang terus berlangsung.
Kecelakaan tragis ini terjadi di koridor utama yang menghubungkan ibukota Madrid dengan wilayah Andalusia di selatan Spanyol, tepatnya di petak jalur antara Kota Los Yébenes dan Urda. Peristiwa bermula ketika rangkaian kereta cepat milik operator swasta Iryo yang mengangkut 147 penumpang berhenti di lintasan.
Dari arah belakang, rangkaian kereta cepat AVE milik operator nasional Renfe yang membawa 397 penumpang menghantam keras bagian belakang kereta Iryo. Dahsyatnya benturan menyebabkan beberapa gerbong dari kedua rangkaian kereta terlempar dan jatuh ke dasar tanggul di tepi lintasan rel.
Investigasi awal mengungkap dugaan penyebab kecelakaan fatal tersebut. Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyatakan bahwa tabrakan terjadi akibat kombinasi kegagalan sistem komunikasi komputer yang “tak terjelaskan” serta faktor kesalahan manusia (human error).
Rangkaian kereta Renfe dilaporkan tetap diizinkan melanjutkan perjalanan keluar dari Madrid meskipun sinyal indikator bahaya (lampu merah) pada jalur tersebut dalam posisi aktif, hingga akhirnya menghantam kereta Iryo yang sedang berhenti.
Dampak dari kecelakaan ini memicu pengerahan operasi darurat besar-besaran yang melibatkan hampir 800 personel tim penyelamat dan Unit Darurat Militer. Sebanyak 53 korban luka masih menjalani perawatan intensif di berbagai rumah sakit di Provinsi Toledo.
Sementara itu, otoritas kesehatan Madrid melaporkan telah menangani 83 penumpang luka-luka, di mana empat di antaranya berada di ruang perawatan intensif (ICU). Selain itu, pihak Civil Guard Spanyol mencatat sedikitnya 29 laporan orang hilang yang diajukan oleh pihak keluarga korban.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat untuk mengusut tuntas penyebab bencana rel ini dan menekankan bahwa tragedi semacam ini tidak boleh terulang kembali, mengingat ini merupakan kecelakaan fatal kereta cepat kedua yang melanda Spanyol dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Sebagai langkah penanganan dan investigasi lokasi kejadian, seluruh layanan kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia dihentikan total hingga waktu yang belum ditentukan.
Spanyol Luncurkan Kereta Cepat London-Paris dan Spanyol-Inggris
